Dollar AS Menguat Dalam Perdagangan Terbatas

Dollar AS menguat tipis terhadap yen dan beberapa mata uang utama lainnya pada hari Selasa ditengah perdagangan yang terbatas karena liburan di pusat-pusat keuangan Eropa dan Asia.

Di minggu terakhir menjelang tahun 2017, tren tetap terhadap mata uang AS yang lebih kuat, meskipun sempat sedikit melemah pasca Natal.

Dengan pasar Hong Kong dan Sydney yang ditutup, hanya ada sedikit reaksi untuk merepson data inflasi Jepang.

“Kebijakan Trump dipahami kondusif untuk inflasi dan mata uang. Tapi dolar yang lebih tinggi akan berpotensi menjadi kemunduran yang signifikan terhadap ekonomi AS,” tulis Makoto Noji, senior strategist di SMBC Nikko Securities.

“Oleh karena itu, pemerintahan Trump dan Federal Reserve harus tetap berpegang pada kebijakan moneter dan harus berhati-hati untuk mencegah dolar kenaikan yang berlebihan.

Dollar AS masing-masing berada di kisaran ¥ 117,23 dan $ 1.0450 per euro. Dolar Australia turun 0.1 persen pada $ 0.7187, kembali ke level terendah tujuh bulan yang berada di $ 0,7160 akhir pekan lalu di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi China. Dolar Selandia Baru stabil di $ 0.6894, sementara sterling merosot 0.2 persen menjadi $ 1.2269.