Dollar AS Mendekati Level Tertinggi 11-bulan

Dollar AS naik mendekati level tertinggi sebelas bulan terhadap enam mata uang utama pada hari Kamis, didukung oleh ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat tahun ini, sementara pound berada di posisi terendah dalam setahun menjelang pertemuan Bank of England hari ini.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0.20% menjadi 94.98, tepat di bawah level tertinggi sebelas bulan di 95.13.

Permintaan untuk dollar AS meningkat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu menegaskan bahwa kenaikan suku bunga secara bertahap tetap berlanjut.

Namun dollar juga akan rentan dengan penghindaran risiko yang berasal dari perselisihan perdagangan yang meningkat antara AS dan China.

Mata uang AS lebih tinggi terhadap yen, dengan USD / JPY naik 0.25% ke 110.64, memperpanjang pemulihan dari level terendah satu minggu di 109.54 yang dicapai pada hari Selasa.

Euro lebih rendah, dengan EUR / USD meluncur 0.18% menjadi 1.1553.

Sterling melemah, dengan GBP / USD terakhir di 1.3142 setelah menyentuh level terendah 1.3125 semalam, level yang tidak terlihat sejak pertengahan November.

BoE secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dan investor berfokus pada apakah bank akan memberikan indikasi tentang kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Agustus.

Di tempat lain, dolar Australia mendekati posisi terendah 13 bulan dengan AUD / USD pada 0.7365.

Dolar Selandia Baru jatuh ke posisi terendah enam bulan baru semalam setelah data yang menunjukkan bahwa ekonomi melambat pada kuartal pertama menggarisbawahi harapan bahwa bank sentral negara tsb akan mempertahankan suku bunga rendah lebih lama. NZD / USD terakhir di 0,6843 setelah jatuh serendah 0.6826 sebelumnya.