Dollar AS Masih Melaju Naik

Dollar AS masih diperdagangkan menguat terhadap enam mata uang utama pada hari Senin, didorong oleh pandangan kebijakan moneter yang berbeda antara AS dan Eropa, sementara itu yen masih berpotensi menguat karena ketegangan perdagangan mendukung permintaan safe haven.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,26% menjadi 94,69, bertahan di bawah level tertinggi sebelas bulan yang di capai pada hari Jumat di 95.13.

Indeks naik 1.33% minggu lalu; mencatatkan kinerja mingguan terbaiknya dalam tujuh minggu setelah Federal Reserve cenderung hawkish menunjukkan langkah pengetatan moneter yang lebih cepat tahun ini sementara Bank Sentral Eropa memberikan sinyal dovish.

Euro melemah terhadap dollar AS, dengan EUR / USD turun 0.37% ke 1.1567 setelah jatuh 1.34% pada minggu sebelumnya pasca ECB menguraikan rencana untuk mempertahankan suku bunga hingga setidaknya pertengahan tahun depan.

Sementara itu, dollar AS terhadap terhadap yen sedikit lebih rendah, dengan USD / JPY merayap turun ke 110,57, masih tidak jauh dari level tertinggi tiga minggu yang di capai pada hari Jumat di level 110.90.

Kekhawatiran atas ketegangan perdagangan dihidupkan kembali setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif pada $ 50 miliar impor Cina pada hari Jumat, mendorong Beijing untuk menanggapi dalam bentuk yang sama, menambah kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global.

Yen mendapat dorongan tambahan setelah gempa menghantam kota Osaka.Safe haven yen sering dicari oleh investor pada saat ketegangan geopolitik dan gejolak pasar.

Sementara itu, mata uang terkait komoditas tertekan oleh penurunan harga minyak.

Dolar Kanada diperdagangkan di dekat posisi terendah satu tahun yang di capai pada hari Jumat, dengan USD / CAD di 1.3186.

Dolar Australia stabil, dengan AUD / USD pada 0.7439 setelah mencapai level terendah lima minggu di 0.7426, sementara dolar Selandia Baru lebih rendah, dengan NZD / USD meluncur 0.13% ke 0.6938.