Dollar AS Dekati Posisi Terendah 1 Bulan Setelah Pertemuan The Fed

Dollar AS berada mendekati posisi terendah satu bulan terhadap beberapa mata uang utama pada perdagangan hari Kamis setelah Federal Reserve terdengar lebih berhati-hati tentang laju kenaikan suku bunga, sementara euro mencapai level tertinggi lima minggu seiring hasil pemilu Belanda.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, berada di 100.44, setelah sempat menyentuh posisi terendah semalam di 100.25, terlemah sejak 9 Februari.

The Fed menaikkan suku bunga menjadi 1% pada hari Rabu; dan masih memproyeksikan untuk dua kenaikan suku bunga di tahun ini dan tiga kali tahun 2018.

Penurunan dollar AS datang setelah The Fed tidak mengisyaratkan rencana untuk mempercepat laju pengetatan moneter, dengan Ketua Fed Janet Yellen menegaskan bahwa laju kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap.

Dollar AS melemah terhadap yen, dengan USD / JPY di 113.32 setelah jatuh ke posisi terendah satu bulan di 112.91 semalam.

Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter pada keputusannya di hari Kamis.

Euro menyentuh level tertinggi lima minggu seiring hasil pemilu Belanda yang hampir dipastikan memenangkan Partai VVD, yang merupakan partai Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Partai VVD menang atas tiga partai lain, seperti Partai Kebebasan, yang dipimpin politikus kanan antimuslim, Geert Wilders, dengan 19 kursi, Partai Kristen Demokrat dengan 20 kursi, dan Partai D66.

EUR/USD sentuh level tertinggi di 1.0746, level terkuat sejak 7 Februari sebelum mereda kembali ke 1.0716.

Sterling melemah terhadap dollar AS, dengan GBP / USD tergelincir 0.17% ke 1.2269 menjelang keputusan Bank of England mengenai kebijakan moneternya.

Sementara itu, Swiss franc stabil terhadap dolar, dengan USD / CHF di 1.0001 setelah Swiss National Bank mempertahankan suku bunga Libor ditahan pada rekor rendah -0,75%.