dollar, USD

Dollar AS Cenderung Melemah

Dollar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan hari Jumat, karena investor tetap berhati-hati menyusul serangan teroris di Spanyol dan karena ketegangan politik AS terus meredam permintaan untuk greenback.

Sentimen pada greenback tetap rentan setelah delapan chief executive keluar dari dua dewan penasihat bisnis pada hari Rabu, sebagai protes atas komentar kontroversial Presiden AS Donald Trump tentang kekerasan di Virginia.

Selain itu, merebak rumor bahwa Penasehat Bisnis White House, Gary Cohn, akan mengundurkan diri. Rumor itu belakangan dibantah oleh jubir kepresidenan, tetapi telanjur memicu aksi jual di bursa saham Amerika Serikat dan meningkatkan permintaan pada aset safe haven.

Dollar AS juga mendapat tekanan setelah hasil rapat kebijakan Federal Reserve Juli yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa anggota bank sentral masih terbagi atas kebutuhan untuk menaikkan suku bunga dengan inflasi yang rendah.

Yen dan Swiss franc menguat, dengan USD / JPY turun 0.48% pada 109.05 dan dengan USD / CHF turun 0,25% diperdagangkan pada 0.9607.

Permintaan untuk mata uang safe haven menguat setelah sebuah van menabrak pejalan kaki di daerah wisata yang ramai di Barcelona pada Kamis malam, menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 100 lainnya. Tak lama setelah itu, serangan kedua dilakukan di Cambrils, sebuah kota pesisir selatan Barcelona, di mana polisi mengatakan mereka membunuh lima penyerang.

EUR / USD naik 0.30% menjadi 1.1759, dari level terendah tiga minggu sementara GBP / USD menguat 0.26% menjadi 1.2901. Dolar Australia dan Selandia Baru menguat, dengan AUD / USD naik 0.49% pada 0.7924 dan dengan NZD / USD naik 0.58% menjadi 0.7325. Sementara itu, USD/CAD turun 0.28% menjadi diperdagangkan di 1.2644.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0.27% pada 93.39.