Dolar Tertekan Karena GDP Cina

Dolar tertekan di dekat harga terendah 10 bulan pada hari Senin karena data GDP China yang optimis dan prospek pengetatan kebijakan bertahap di Amerika Serikat membuat investor menumpuk ke posisi mata uang yang berimbal hasil lebih tinggi.

Produk domestik bruto China pada kuartal kedua dirilis melampaui perkiraan dengan naik 6,9 persen pada tahun ini, sementara penjualan eceran dan output industri ikut menguat.

Euro bergerak di kisaran $ 1,1462 dan tidak jauh harga psikologis di $ 1,1489. Indeks dolar AS berada di kisaran 95,17, setelah menyentuh titik terendah sejak September.

Dolar mixed terhadap yen di 112,37, setelah mendapatkan tekanan pada hari Jumat setelah berita pembacaan yang sangat melunak pada harga konsumen dan penjualan ritel AS.

Tren sentimen mungkin diperkirakan akan menjadi triger utama dalam situasi seperti ini. Keyakinan tampaknya terlihat tipis pada awal perdagangan di bursa-bursa Eropa dan S & P 500 futures secara efektif bergerak datar, mengisyaratkan tidak adanya keunggulan yang kuat pada pembukaan pasar di Wall Street. Ini bisa diterjemahkan ke dalam sesi yang sunyi, meski sensitivitas headline masih dapat meningkat.