Dolar Stabil Setelah Sentuh Level Terendah

Dolar stabil setelah mencapai level terendah lima pekan terhadap yen dan beberapa mata uang pada hari Jumat, setelah konferensi pers Presiden AS terpilih Donald Trump membuat kecewa beberapa investor pada awal pekan ini.

Di Asia, data perdagangan China yang akan dirilis pagi ini bisa memberikan katalis bagi pergerakan harga karena pasar fokus pada surplus perdagangan Amerika Serikat yang di bangun dari retorika proteksionis Trump melawan China.

Surplus perdagangan pada negara ekonomi terbesar kedua di dunia diperkirakan telah berkembang $ 46,50 miliar pada Desember, dibandingkan November $ 44.61.

Dolar terakhir berada di kisaran ¥ 114,85, naik sekitar 0,2 persen setelah jatuh ke level terendah lima pekan di kisaran ¥ 113,75 pada hari Kamis.

Pada minggu ini, dolar telah melemah sebanyak 1,6 persen dan berada di minggu ke-empat berturut, yang akan memberikan sinyal kejatuhan mingguan terbesar sejak akhir Juli jika kerugian masih akan terus berlanjut.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dollar terhadap enam mata uang utama, berada di kisaran 101,51 pada awal perdagangan Jumat setelah jatuh ke 100,72 pada hari Kamis yang merupakan level terendah sejak 8 Desember