Data GDP China Melampaui Perkiraan

China melaporkan data pertumbuhan kuartal kedua pada hari Senin yang melampaui ekspektasi. Negara tersebut mengatakan bahwa pertumbuhan PDB kuartal kedua adalah 6,9 persen terhadap tahun sebelumnya. Analis dalam perkiraan median memperkirakan pertumbuhan kuartalan sebesar 6.8%. Investor memantau kondisi ekonomi terbesar kedua di dunia karena adanya tanda-tanda perlambatan di tengah kekhawatiran tingkat hutang yang tinggi. Selama empat kuartal terakhir, ekonomi China mengandalkan belanja pemerintah dan akses terhadap kredit murah untuk mendorong ekspansi yang lebih cepat dari perkiraan.

Biro Statistik Nasional merilis rentetan data lain pada hari Senin yang menunjukkan ekspansi lebih cepat pada akhir kuartal kedua. Penjualan eceran, yang mengukur pengeluaran swasta dan pemerintah, meningkat 11% per tahun bulan lalu. Itu adalah peningkatan yang signifikan dari tingkat pertumbuhan 10.7% di bulan Mei. Produksi industri, meningkat 7.6% dalam 12 bulan sampai Juni. Itu jauh di atas laju pertumbuhan 6.5% bulan sebelumnya. Sementara itu, investasi aset tetap tahunan berada di 8.6% dalam enam bulan sampai Juni.

“Ini mendorong pertumbuhan global juga karena China adalah ekonomi terbesar kedua di dunia,” kata Craig James, chief economist di fund manager CommSec Sydney.

Sementara itu, dollar AS meringkuk di dekat level terendah 10 bulan terhadap enam mata uang utama pada hari Senin karena berkurangnya risiko pengetatan kebijakan AS yang agresif setelah data hari jumat kemarin yang membuat investor mengalihkan pandangannya pada aset berisiko. Indeks dolar AS berada di level 95.177 setelah menyentuh titik terendah sejak September 2016.