Trading Forex legal Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Aussie Menguat Pasca Data China

Dolar Australia menguat di hari Senin pada sesi Asia setelah data perumahan China menambah deretan data ekonomi China yang positif. Pasar finansial di Jepang hari ini tutup dan para investor tengah menantikan hasil pertemuan bank sentral di Tokyo dan Washington pekan ini.

AUD/USD berhasil menguat sekitar 0,41% sementara USD/JPY turun sekitar 0.06% di awal sesi Asia.

Di China, data perumahan untuk bulan Agustus menguat 9,2%, melampaui kenaikan di bulan sebelumnya di angka 7,9%.

Indeks dollar, yang merupakan indeks pergerakan USD terhadap enam mata uang utama lainnya, mengalami pelemahan sekitar 0,17%.

USD sebelumnya berhasil menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan di hari Jumat lalu, karena para investor melihat data inflasi AS akan mempengaruhi keputusan Federal Reserve yang akan menentukan arah kebijakan moneternya di pekan ini.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga konsumen di bulan Agustus mengalami kenaikan 0,2%, di atas perkiraan di angka 0,1%. Untuk year-over-year, indeks harga konsumen mengalami kenaikan 1,1%.

Inflasi inti mengalami kenaikan 0,3%. Untuk year-over-year hingga Agustus, inflasi inti ini telah mengalami kenaikan hingga 2,3%.

Pertumbuhan inflasi AS yang lebih cepat daripada perkiraan inilah yang menyebabkan optimisme pasar akan kenaikan suku bunga oleh Fed di pekan ini kembali menguat.

Sebelumnya, investor berpendapat bahwa hanya ada peluang sekitar 12% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga di pekan ini. Data tersebut disajikan oleh Investing.com. Sementara itu pelemahan yen masih terbatas karena memudarnya perkiraan bahwa Bank of Japan akan melakukan pelonggaran kebijakan montere lebih jauh lagi. BOJ juga dijadwalkan akan mengadakan rapat dewan gubernur pada tanggal 20-21 September mendatang.

Market juga menantikan pengumuman suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Rabu ini.