Fase-Fase Sepak Terjang Seorang Trader (Part-2)

Sedikit review, untuk menjadi seorang trader yang sukses, perlu melewati tahapan-tahapan seperti kita memulai di bangku pendidikan. Dimulai dari tahap TK, lalu SD, kemudian SMP, SMA, universitas, lulus menjadi sarjana dan bekerja di dunia profesional. Analoginya, apabila Anda sudah lulus dan bekerja di dunia profesional. Melanjutkan artikel sebelumnya, penulis akan menjelaskan fase berikutnya yakni tahap SMP, SMA dan universitas.

3.    Fase “SMP”

Menjelang akhir fase “SD”, seorang trader biasanya mulai menyadari bahwa bukan sistem yang membuat perbedaan. Ia menyadari bahwa untuk menghasilkan profit secara konsisten tidak ada kata lain ia harus dapat mengelola psikologi yang ada dalam dirinya dan mengatur keuangannya dengan baik. Ia akan mulai membaca buku-buku, berselancar di internet atau apapun tentang psikologi trading dan mengidentifikasi karakter yang digambarkan dari apa yang telah ia baca tersebut.

Oleh karena pemikiran ini, ia mulai berhenti menelan bulat-bulat metode hasil pemikiran atau analisa orang lain. Ia menjadi individu dengan sistem tradingnya sendiri yang mandiri dan mulai beraksi dengan sistem yang telah diciptakannya sendiri. Ia mulai mendapatkan kenyamanan dan dapat menentukan batas resikonya. Ketika hasil tradingnya buruk, ia tidak mudah menjadi emosional. Ia mulai berpikir akan memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi di kesempatan berikutnya karena ia tahu bagaimana sistem tradingnya bekerja. Di fase ini, ia telah menyadari bahwa yang terpenting di dalam trading adalah konsistensi dalam manajemen resiko dan disiplin dalam mengambil tindakan.

high school

high school

4.    Fase “SMA”

Di fase “SMA” ini, seorang trader akan sadar akan kompetensinya di dalam trading. Ia akan melakukan transaksi setiap kali sistemnya memberikan sinyal untuk masuk ke pasar. Ia menerima kenyataan kerugian yang dideritanya, sama mudahnya saat saat ia memperoleh keuntungan. Ia bisa sepenuhnya menerima resiko dan mengetahui bahwa sistemnya bisa membuat profit lebih banyak daripada loss. Bahkan ekstrimnya, ketika ia berada di posisi floating loss, dengan cepat ia akan menutup posisi tersebut apabila memang situasi tidak memungkinkan dengan maksud untuk meminimalisir resiko yang mungkin akan dihadapinya.

Ia sekarang berada di suatu titik dimana ia merasa telah mendapatkan hasil dari sebagian besar tradingnya. Hal ini bisa dikatakan profit konsisten. Bisa jadi ia akan berhasil memperoleh 100 pips di suatu pekan minggu namun di pekan lainnya ia kehilangan 100 pips, meskipun secara keseluruhan ia tetap profit.

5.    Fase “Universitas”

Di fase ini, bila seorang trader melakukan trading rasanya akan seperti mengendari sebuah mobil. Setiap hari ia dapat duduk di kursinya dan melakukan trading dan segala sesuatu pada tingkat bawah sadar. Ia bisa mulai memilih trading volume cukup besar dan mendapatkan ratusan pips dalam sehari. Hal ini biasa saja baginya, dan tidak membuatnya menjadi terlalu bersemangat secara berlebihan dibandingkan pada saat ia hanya mendapatkan 1 pip.

Ketika ia lulus dari fase ini, maka ia telah sampai pada suatu tahap di mana ia  telah menguasi emosi sepenuhnya dengan account yang tumbuh dengan pesatnya.  Metode tradingnya tidak berubah, hanya saja ia semakin menguasai metodenya tersebut. Kini ia dikatakan telah memiliki apa yang disebut dengan “intuisi” dan dapat mengatakan dengan tegas, “Saya adalah seorang trader.”

Bagaimana para pembaca? Ada di tahapan mana Anda sekarang? Teruslah belajar dan berusaha agar Anda dapat melalui setiap fase dan akan berujung kesuksesan di dunia trading.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 12 =