Cara Membuat Sistem Trading Forex Sendiri

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (2)

Pada artikel sebelumnya, Anda telah mempelajari mengenai apa itu mechanical trading system.

Nah, fokus utama artikel ini adalah untuk memandu Anda dalam step-by-step proses pembuatan sistem trading forex Anda sendiri.

Meskipun tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuat sebuah sistem, namun untuk menguji sistem trading tersebut mutlak membutuhkan waktu.

Maka, dalam hal ini kesabaran Anda diperlukan. Selain itu, ada tujuh langkah yang harus Anda jalankan dalam membangun sebuah mechanical trading system.

1. Menentukan Time-Frame

Hal pertama yang harus Anda tetapkan ketika membangun sistem trading Anda adalah menentukan tipe trader seperti apa Anda ini.

Apakah Anda seorang day trader?
Swing trader?

Apakah Anda suka memantau chart setiap hari?
atau seminggu sekali?
atau mungkin sebulan sekali?

Ketika Anda melakukan trading, berapa lama biasanya Anda menahan posisi terbuka?

Unsur-unsur tersebut di atas akan membantu Anda untuk menentukan time frame berapa yang akan Anda pergunakan.

Meskipun misalnya Anda ingin bertransaksi menggunakan metode multiple time-frame analysis, tentukan time-frame utama mana yang biasanya Anda pergunakan untuk mencari entry signal.

2. Tentukan Indikator Trend

Karena tujuan utama sistem trading adalah mengidentifikasi trend sedini mungkin, Anda selayaknya memanfaatkan indikator yang bisa memenuhi tujuan tersebut.

Misalnya, moving average (MA) yang  merupakan salah satu indikator trend yang cukup populer.

Para trader biasanya mempergunakan dua buah MA dengan periode yang berbeda, dan menunggu hingga terjadi perpotongan antara kedua MA tersebut.

Metode ini merupakan metode dasar yang dikenal dengan metode MA crossover.

Teknik yang paling sederhana dari metode ini merupakan cara tercepat dan termudah dalam mengidentifikasi potensi perubahan trend.

Memang ada banyak metode lain dalam forex trading untuk mengenali trend, namun MA merupakan salah satu indikator yang paling mudah digunakan.

3. Gunakan Indikator yang Bisa Konfirmasi Trend

Target kedua dari sebuah sistem trading adalah mampu menghindari whipsaw. Anda tentu tidak mau terjebak oleh sinyal palsu.

Salah satu cara menghindarinya adalah dengan memastikan sinyal yang muncul telah terkonfirmasi dengan arah trend yang berlangsung.

Konfirmasi sinyal biasanya menggunakan indikator yang termasuk golongan momentum atau oscillator.

Ada banyak indikator teknikal yang bisa dipergunakan sebagai sinyal yang mengonfirmasi trend. Selain itu Anda juga bisa mempergunakan MACD atau RSI.

Silakan Anda mencoba beberapa jenis indikator.

Jika Anda sudah terbiasa, maka Anda akan menemukan indikator yang cocok dengan gaya trading Anda lalu masukkan ke dalam sistem trading yang Anda bangun.

4. Tetapkan Batasan Risiko

Dalam membangun sistem trading, sangat penting menentukan tingkat toleransi atau batasan risiko.

Memang tidak banyak orang yang suka membicarakan kerugian, namun pada kenyataannya trader forex yang baik adalah trader yang mampu berpikir untuk membatasi berapa besar kerugian yang mungkin bisa ia derita.

Mereka selalu memikirkan risiko terlebih dahulu sebelum membayangkan berapa besar keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

Tingkat toleransi risiko pada masing-masing orang tentu berbeda-beda. Anda memang harus menentukan batasan risiko namun tetap harus dalam batas kenyamanan Anda sendiri.

Jadi jangan bulat-bulat meniru trader lain yang toleransi risikonya lebih tinggi daripada Anda.

Ini erat kaitannya dengan money management yang memegang peranan sangat penting dalam trading forex.

5. Tentukan Aturan Entry dan Exit

Setelah Anda menetapkan batasan risiko, langkah selanjutnya adalah menetapkan aturan entry (membuka posisi) dan exit (menutup transaksi).

Ada trader yang membuka posisi setelah semua indikator yang dipergunakan terlihat memberikan sinyal meskipun candlestick belum close. Ada pula yang lebih suka menunggu hingga candlestick close.

Kami sendiri mengikuti pendapat yang ke-2, yaitu menunggu hingga candlestick close, karena seringkali ternyata indikator teknikal berubah setelah candlestick close dan sinyal yang tadinya tampak telah terkonfirmasi ternyata menghilang.

Namun sebenarnya itu hanya masalah gaya trading saja. Trader yang tidak merasa perlu menunggu konfirmasi candlestick biasanya adalah tipe trader yang agresif.

Sementara itu ada beberapa opsi untuk aturan exit. Salah satu cara adalah menggunakan trailing stop. Cara lain adalah menetapkan target, dan hanya akan menutup transaksi ketika target telah tercapai.

Banyak yang menggunakan support dan resistance sebagai acuan target, sementara ada pula yang hanya menetapkan target dalam bentuk sekian pip.

Anda juga bisa menggunakan sinyal-kontra sebagai aturan exit. Misalnya jika Anda masuk posisi buy berdasarkan MA golden cross (MA memotong dari bawah ke atas), maka Anda hanya akan menutup posisi tersebut jika terjadi MA death cross (MA memotong dari atas ke bawah), dan sebaliknya.

Oh ya, ingat bahwa aturan exit tidak hanya berlaku saat profit saja. Anda juga harus menerapkan aturan exit saat terjadi loss.

Opsi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda akan selalu menjalankannya. Jangan pernah membuka atau menutup posisi terlalu cepat sebelum kondisi atau aturan yang telah Anda tetapkan terpenuhi.

Apa pun yang terjadi – stick to the plan!

6. Tulis Aturan Sistem Trading Anda dan Patuhi

Inilah langkah paling penting dalam menciptakan sistem trading. Tuliskanlah aturan sistem trading Anda dan selalu patuhi. No matter what!

Disiplin adalah salah satu sikap yang harus dimiliki seorang trader. Tidak ada sistem trading yang bisa berhasil dengan baik jika Anda tidak disiplin dalam mematuhi aturan sistem trading tersebut.

7. Uji Sistem Trading Anda

Cara termudah untuk menguji sistem trading yang baru Anda buat adalah mempergunakan Strategy Tester yang tersedia di MetaTrader. Cara ini biasa disebut backtesting.

Terapkan semua aturan sistem trading Anda dengan jujur dan disiplin. Ini penting. Sangat penting.

Pergunakan data harga yang cukup. Minimal pergunakan data pergerakan harga dua atau tiga tahun ke belakang agar Anda tahu apakah sistem Anda bisa mengikuti dinamika pasar atau tidak.

Jika hasil back testing Anda cukup memuaskan, lanjutkan ke tahap pengujian ke-2, yaitu forward testing dengan menggunakan demo account.

Daftar Akun Demo Trading Forex

Lakukan forward testing setidaknya dua bulan. Ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk “merasakan” kinerja sistem trading Anda secara live.

Selain itu, kesabaran dan kedisiplinan Anda akan kembali diuji dengan pergerakan market secara real time.

Setelah dua bulan, Anda akan mengetahui apakah sistem tersebut benar-benar bisa Anda pergunakan.

Jika hasil demo account masih memuaskan dan Anda sudah cukup percaya diri dengan sistem trading yang Anda ciptakan, maka langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam real account.

Open Real Account

Selamat! Anda telah berhasil menciptakan sistem trading forex Anda sendiri.

Selanjutnya: Contoh Sistem Trading Forex

6 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − 4 =