Harga Emas Terkoreksi; Mungkinkah Berlanjut?

GOLD FOREXIMF 17-06-2014 15-48-08

Trading Emas Harga emas saat ini berada di bawah tekanan bearish yang cukup kuat. Pada saat analisis ini dibuat, harga emas sedang menguji area support yang berada di kisaran level 1263.22. Pelemahan harga emas diperkirakan akan terus berlanjut jika support tersebut tembus dan harga emas kemungkinan akan berupaya untuk mengejar support berikutnya di 1258.20.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa sinyal bullish mulai terlihat pada stochastic dan CCI 1 jam. Maka dari itu waspadai pergerakan pull-back hari ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance yang berada di kisaran 1271.35-1276.38 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 1268.25-1263.22.

Skenario bearish di atas kemungkinan besar akan batal jika resistance yang berada di 1276.38 tembus, sebab hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas menuju kisaran 1279.50-1284.50.

17 replies
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) yang merupakan rapat para pimpinan Federal Reserve (The Fed) biasanya akan membahas kebijakan moneter, dalam hal ini prospek suku bunga acuan. Nah, dalam beberapa waktu terakhir ini pertemuan tersebut juga membahas prospek tapering (pemangkasan stimulus).

      Dari rumor yang beredar, kemungkinan besar pasar akan mencari “petunjuk” mengenai kapan suku bunga akan dinaikkan, sebagaimana yang pernah digaungkan oleh Janet Yellen (Ketua Fed) beberapa waktu yang lalu. Adapun mengenai tapering, hampir bisa dipastikan Fed akan kembali memangkas stimulus untuk ang ke-5 kalinya menjadi tinggal $35 milyar/bulan.

      Secara umum, jika pasar mendapatkan informasi mengenai kapan suku bunga akan naik, kemungkinan besar USD akan menguat. Dampaknya, ada kemungkinan harga emas akan terkoreksi. Kira-kira demikian Pak.

      Semoga membantu. 🙂

      Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Cara menentukan/mengenali level support dan resistance memang ada berbagai macam, di antaranya seperti yang Pak Suradi sebutkan: Fibonacci retracement dan berdasarkan pergerakan harga (price action). Menurut hemat kami, kedua metode itu sama-sama baik. Masing-masing memiliki kelebihan.

      Fibonacci retracement memiliki keunggulan di mana kita bisa menentikan level entry dan exit segera setelah menarik Fibonacci retracement. Kelemahannya: metode ini tidak efektif jika diterapkan kondisi pasar konsolidasi (sideway).

      Nah, jika Bapak menemui keadaan pasar yang berkonsolidasi (sideway), Bapak bisa menentukan support dan resistance dari level-level tertinggi dan terendah yang terbentuk.

      Sebenarnya metode yang mana pun sama baiknya, hanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasar.

      Demikian, semoga membantu. 🙂

      Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Sepertinya terbalik, Pak Purnama. Saya kira yang lebih tepat adalah pergerakan harga emas yang memberikan dampak ke pergerakan Aussie, dalam hal ini adalah pair AUD/USD.

      Korelasi ini terjadi karena emas merupakan komoditas ekspor Australia yang terbesar. Australia sendiri merupakan salah satu produsen emas yang terbesar di dunia. Akibatnya, cukup masuk akal jika pergerakan nilai mata uang mereka memiliki pola yang mirip dengan pergerakan harga emas. Seiring dengan naik dan turunnya produksi emas, nilai tukar Aussie akan mengikuti penawaran dan permintaan akan emas sebagai cerminan perpindahan uang dari penambang dan produsen emas batangan.

      Kira-kira demikian Pak. Semoga membantu. 🙂

      Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Kabarnya, sepertiga dari wilayah Irak telah dikuasai oleh pemberontak dalam tiga hari. Krisis yang terjadi di Irak ini telah membuat para pelaku pasar memindahkan modal mereka dari saham ke emas, yang dianggap sebagai aset “safe-haven”. Ini adalah kebiasaan para pelaku pasar ketika mereka merasa “tidak aman” memegang salah satu instrumen investasi. Perilaku ini biasa disebut dengan “risk aversion”.

      Meskipun demikian, kita perlu mewasapdai aksi buy-back saham oleh para “investor jangka-panjang”. Sebab jika harga-harga saham jatuh tajam karena aksi risk aversion, ada kemungkinan para investor jangka panjang itu justru melihatnya sebagai peluang beli karena harga saham menjadi sangat murah. Yang tadinya memegang emas, mungkin akan kembali menjual emas mereka untuk kembali membeli saham-saham yang mereka anggap murah. Belum lagi ada kemungkinan aksi ambil untung oleh para investor yang sempat membeli emas di harga yang lebih rendah.

      Ada baiknya tidak terlalu berspekulasi hanya mengandalkan berita saja, Pak Wijaya. Saran kami, cobalah untuk memadukannya dengan analisa teknikal yang selalu kami update di FOREXimf.com.

      Kira-kira demikian, Pak. Semoga membantu. 🙂

      Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Sebenarnya bukan hanya emas yang rentan terhadap berita-berita fundamental, Pak. Semua subyek perdagangan pasti dipengaruhi oleh berita, hanya saja ada berita yang memiliki dampak yang besar (high impact), sedang (medium impact) dan rendah (low impact). Berita atau data-data fundamental yang tergolong high impact-lah yang paling bisa membuat pasar bereaksi.

      Khusus untuk emas, yang merupakan aset “safe-haven”, memang sangat dipengaruhi oleh berita-berita yang high impact. Jika para pelaku pasar (investor) merasa tidak “aman” memegang salah satu instrumen investasi karena faktor fundamental tertentu (misalnya perang, dsb), mereka biasanya akan “menyelamatkan” dana mereka ke emas. Sebaliknya, jika mereka merasa prospek keuntungan di instrumen lain (misalnya forex atau saham) lebih tinggi dan mereka merasa nyaman, mereka akan menjual emas mereka untuk dibelikan forex atau saham.

      Kira-kira demikian. Semoga membantu. 🙂

      Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Memang sangat mempengaruhi pergerakan harga emas, namun bukan satu-satunya Pak. Banyak sekali data fundamental yang tergolong high impact yang juga bisa menggerakkan harga emas, misalnya berita tentang suku bunga, stimulus, non-farm payrolls AS dan lain-lain.

      Demikian, semoga membantu. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − five =