forex, analisa forex, analisa forex mingguan

Analisa Forex Mingguan: 21-25 November 2016

USD terus menguat didukung oleh semakin besarnya kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga bulan depan. Pekan lalu dirilis data US CPI yang tercatat naik 0,4% di bulan Oktober, melanjutkan penguatan yang tercatat di bulan September yaitu sebesar 0,3%. Dalam 12 bulan terakhir hingga Oktober, US CPI mengalami kenaikan sebesar 1,6% yang merupakan kenaikan terbesar sejak Oktober 2014.

Meskipun demikian, CPI inti mengecewakan dengan hanya mencatatkan kenaikan sebesar sekitar 0,1% untuk basis bulanan dan 2,1% year-on-year. Sementara itu jobless claims turun ke 235.000 yang merupakan angka terendah dalam 43 tahun, mengindikasikan bahwa sektor tenaga kerja AS semakin menguat.

Di tengah ramainya data ekonomi pekan lalu, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan di Washington bahw kenaikan suku bunga “relatif segera”.

Berikut adalah daftar data ekonomi penting yang dijadwalkan akan diumumkan pekan ini:

1.    Pidato Mario Draghi: Senin (21/11), 23.00 WIB

Presiden ECB Mario Draghi dijadwalkan akan memberikan pernyataan di depan European Parliament di Strasbourg. ECB sejauh ini masih belum memperjelas rencana program pembelian obligasi mereka. Para ekonom berharap rencana tersebut akan diumumkan pada tanggal 8 Desember mendatang, namun kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS menimbulkan ketidakpastian terutama terkait kebijakan ekonomi seperti apa yang akan diambilnya setelah dilantik menjadi presiden AS tanggal 20 Januari mendatang.

Para analis meyakini bahwa Draghi akan memperpanjang stimulus hingga enam bulan lagi dan hal itu kemungkinan akan diputuskan pada pertemuan ECB mendatang.

2.    US Durable Goods Orders: Rabu (23/11), 20.30 WIB

Jumlah pemesanan barang tahan lama mengalami sedikit penurunan di bulan September setelah sempat menguat dalam dua bulan sebelumnya. Angka jumlah pemesanan turun 0,1% menjadi senilai $227,3 miliar. Sementara itu, angka core orders naik 0,2%.

Durable goods orders bulan September diperkirakan naik 1,2% sementara core orders diperkirakan naik 0,2%.

3.    US Unemployment Claims: Rabu (23/11), 20.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran turun ke angka terendagh 43 tahun di 235.000 pekan lalu. Di saat yang sama, ini berarti angka klaim pengangguran mingguan telah berada di bawah 300.000 untuk 89 pekan berturut-turut, yang merupakan rekor terpanjang sejak tahun 1970. Hal ini semakin memperbesar peluang untuk kenaikan suku bunga oleh Fed bulan depan.

Klaim tunjangan pengangguran pekan ini diperkirakan mencapai 241.000.

4.    US Crude Oil Inventories: Rabu (23/11), 22.30 WIB

Persediaan minyak mentah AS meingkat melebihi perkiraan di pekan yang berakhir pada tanggal 11 November lalu, dilatarbelakangi oleh kenaikan impor dan penumpukan di tempat penyimpanan. Persediaan minyak mentah telah mengalami kenaikan dalam tiga pekan berturut-turut hingga 5,3 juta barrel. Meskipun demikian peningkatan ini diperkirakan tidak akan menggerakkan pasar.

OPEC akan mengadakan pertemuan di akhir bulan ini, di mana mereka diharapkan akan memperjelas pembatasan produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan minyak mentah.

5.    US FOMC Meeting Minutes: Kamis (24/11), 02.00 WIB

Ini merupakan notulen dari rapat FOMC yang diadakan di bulan November ketika Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunganya namun mengatakan bahwa peluang kenaikan suku bunga terus menguat. Notulen tersebut bisa menjadi petunjuk tentang peluang kenaikan suku bunga di bulan Desember.

6.    German Ifo Business Climate: Kamis (24/11), 16.00 WIB

Tingkat keyakinan bisnis Jerman membaik di bulan Oktober, mencapai angka tertinggi dua setengah tahun di 110.5. Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya optimisme di antara para pengusaha terkait prospek pertumbuhan ekonomi Jerman dan memperkuat dugaan bahwa pelambatan ekonomi yang sedang terjadi di Jerman hanya bersifat sementara.

Sentimen akan iklim bisnis Jerman untuk bulan November kemungkinan akan berada di angka 110.6.

7.    GDP Inggris: Jumat (25/11), 16.30 WIB

Menurut data di kuartal III, perekonomian Inggris tumbuh sebesar 0,5% yang mana hal ini sebenarnya lebih baik daripada perkiraan, terutama jika dilihat bahwa ini merupakan kuartal pertama sejak referendum Brexit. Dalam basis tahunan, pertumbuhan ekonomi Inggris tercatat sebesar 2,3%. Estimasi ke-2 biasanya ditunggu untuk mengonfirmasi data yang pertama, namun biasanya tidak ada perubahan.

Analisa Teknikal

AUD/USD

audusd-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

AUD/USD bergerak menguji area support di kisaran 0.73129. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 0.72118-0.70988. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI oversold di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 0.74765-0.75776 dengan target mingguan di kisaran 0.74140-0.73129. Hati-hati jika resistance 0.75776 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat aussie hingga kisaran 0.76401-0.77412.

EUR/USD

eurusd-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

EUR/USD bergerak menguji area support di kisaran 1.05681. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 1.03957-1.02029. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI cederung memperlihatkan indikasi bullish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1.08471-1.10194 dengan target mingguan di kisaran 1.07405-1.05681. Hati-hati jika resistance 1.10194 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat euro hingga kisaran 1.11260-1.12984.

GBP/USD

gbpusd-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

GBP/USD bergerak menguji area support di kisaran 1.23009. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 1.22132-1.21150. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI cederung memperlihatkan indikasi bullish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1.24429-1.25307 dengan target mingguan di kisaran 1.23886-1.23009. Hati-hati jika resistance 1.25307 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat sterling hingga kisaran 1.25850-1.26727.

USD/CHF

uschf-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

USD/CHF  masih melaju di atas parity, bergerak menguji area resistance di kisaran 1.01220. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 1.02573-1.04087. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI memperlihatkan indikasi bearish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 0.99867-0.97676 dengan target mingguan di kisaran 1.01220-1.02573. Hati-hati jika support 0.97676 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.96838-0.95485.

USD/JPY

usdjpy-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

USD/JPY bergerak menguji area resistance di kisaran 111.110. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 111.716-112.393. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI overbought di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 110.129-109.524 dengan target mingguan di kisaran 110.504-111.110. Hati-hati jika support 109.524 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan USD/JPY hingga kisaran 109.149-108.543.

NZD/USD

nzdusd-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

NZD/USD menguji support 0.69823. Sebelum membuka posisi sell, sebaiknya Anda menunggu hingga support tersebut tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 0.69445-0.69022. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi koreksi ke area resistance di kisaran 0.70435-0.70813 dengan potensi target di kisaran 0.70201-0.69823. Hati-hati jika resistance 0.70813 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat Kiwi hingga kisaran 0.71047-0.71425.

GOLD

gold-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

Harga emas menguji support 1202.09. Sebelum membuka posisi sell, sebaiknya Anda menunggu hingga support tersebut tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 1180.83-1157.04. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1236.51-1257.77 dengan potensi target di kisaran 1223.35-1202.09. Hati-hati jika resistance 1257.77 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat harga emas hingga kisaran 1270.93-1292.19.

OIL

oil-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

Harga minyak mentah bergerak menguat, menguji resistance 47.00. Sebelum membuka posisi buy, sebaiknya Anda menunggu hingga resistance tersebut tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 48.14-49.41. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 45.16-44.02 dengan potensi target di kisaran 45.86-47.00. Hati-hati jika support 44.02 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan harga minyak hingga kisaran 43.32-42.18.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × three =