analisa forex

Analisa Forex Mingguan 2-6 Juni 2014

HOT ISSUES: NANTIKAN NON-FARM PAYROLLS PEKAN INI

Pergerakan mata uang utama dunia beragam pekan lalu dan pekan ini akan diwarnai oleh data-data penting berupa keputusan suku bunga Australia, Inggris dan Eurozone. Tak ketinggalan adalah data non-farm payrolls dari Amerika Serikat di hari Jumat.

ECB masih berupaya untuk menekan euro dengan mengeluarkan komentar tentang kemungkinan langkah yang akan diambil. Data-data ekonomi dari kawasan euro juga turut menekan mata uang tersebut. Di Amerika Serikat, kecemasan akan buruknya pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama diperkuat oleh berita kontraksi yang terjadi di kuartal pertama tersebut. Sementara itu poundsterling dan dollar Australia berhasil beranjak dari tekanan.

Berikut adalah data-data ekonomi yang akan mewarnai pekan pertama bulan ini.

1. US ISM Manufacturing PMI: Senin (2/6), 21.00 WIB
Indeks aktivitas manufaktur AS meningkat di bulan April menjadi 54,9 melebihi perkiraan yaitu 54,3. Sebelumnya, data tersebut tercatat di angka 53,7 di bulan Maret. Peningkatan tersebut terutama oleh meingkatnya permintaan dari luar China. Indeks aktivitas manufaktur pekan ini diperkirakan meningkat menjadi 55,7.

2. Pengumuman Suku Bunga Australia: Selasa (3/6), 11.30 WIB
Reserve Bank of Australia memberikan sinyal bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga di level rendah pada bulan-bulan mendatang. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan melambat setelah sektor pertambangan mengalami penurunan yang tajam. Oleh karena itu, suku bunga 2,5% dan kebijakan moneter yang akomodatif diperkirakan akan dipertahankan hingga akhir tahun 2014.

3. GDP Australia: Rabu (4/6), 08.30 WIB
Perekonomian Australia berkembang lebih cepat daripada perkiraan di kuartal lalu, meskipun terjadi penurunan di sektor investasi bisnis. GDP naik 0,8% di kuartal terakhir 2013, melebihi perkiraan. Tingkat belanja konsumen naik seiring transaksi eskpor dan perumahan. Suku bunga yang rendah dan pelemahan mata uang telah memberikan efek positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk kuartal pertama 2014 ini, pertumbuhan GDP diperkirakan akan naik sebesar 0,9%.

4. US ADP Non-Farm Employment Change: Rabu (4/6), 19.15 WIB
Jumlah pekerjaan di sektor swasta di AS meningkat sebesar 220.000 di bulan April menyusul kenaikan sebesar 209.000 di bulan sebelumnya. Kebanyakan posisi baru tercipta di bidang konstruksi. Sektor manufaktur masih melambat dengan hanya menambah 1.000 lapangan pekerjaan, turun dibandngkan data Maret yaitu 4.000 pekerjaan. Para analis memperkirakan pertambahan bulan Mei sekitar 217.000 pekerjaan.

5. US Trade Balance: Rabu (4/6), 19.30 WIB
Defisit perdagangan AS berkurang di bulan Maret menjadi $40,4 milyar, dibandingkan dengan defisit di bulan Februari yaitu $49,8 milyar. Meskipun demikian, perbaikan kecil ini tidak terlalu banyak membantu GDP kuartal pertama yang jatuh ke area negatif menandai kontraksi pertama dalam tiga tahun terakhir. Defisit perdagangan kali ini diperkirakan akan bertambah menjadi $40,8 milyar.

6. US ISM Non-Manufacturing PMI: Rabu (4/6), 21.00 WIB
Sektor jasa di AS terus membaik di bulan April. Respon para responden dalam survey tersebut positif mengenai kondisi bisnis dan ekonomi AS secara umum. Data yang baik ini bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi AS akan menguat di kuartal ke-2. Indeks aktivitas manufaktur di sektor swasta AS diperkirakan akan menguat lebih lanjut mencapai 55,6.

7. Pengumuman Suku Bunga Inggris: Kamis (5/6), 18.00 WIB
Ada desakan yang cukup kuat pada pertemuan BoE di bulan Mei lalu unutk menaikkan suku bunga. Gubernur BoE Mark Carney, yang mendukung suku bunga rendah, mengatakan bahwa BoE semakin mendekati kondisi di mana mereka harus menaikkany biaya pinjaman. Meskipun demikian, kenaikan suku bunga tersebut diperkirakan baru akan terjadi di tahun depan. Beberapa kalangan menilai bahwa kenaikan suku kemungkinan akan dilaksankan dalam tiga bulan pertama 2015. Kali ini, suku bunga sepertinya akan ditahan di level 0,5%.

8. Pengumuman Suku Bunga ECB: Kamis (5/6), 18.45 WIB; Konferensi Pers: 19.30 WIB
ECB kemungkinan akan terus menekan euro. Meskipun euro mengalami pelemahan sepanjang Mei karena komentar terakhir Draghi, namun mata uang tersebut mungkin masih terlalu kuat. Hal tersebut turut menekan inflasi.

9. US Unemployment Claims: Kamis (5/6), 19.30 WIB
Jumlah klaim pengangguran turun drastis di pekan lalu mendekat level terendah sejak tujuh tahun terakhir menjadi 300.000 klaim. Penurunan sebesar 27.000 tersebut jauh lebih baik daripada perkiraan analis. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa sektor tenaga kerja mengalami pemulihan meskipun GDP mengalami kontraksi di kuartal pertama 2014. Pekan ini, klaim pengangguran diperkirakan akan mencapai 314.000.

10. US Non-Farm Payrolls & Unemployment Rate: Jumat (6/6), 19.30 WIB
Sektor tenaga kerja AS menciptakan 288.000 pekerjaan di bulan April, jauh di atas perkiraan yaitu 215.000. Ini merupakan catatan terbaik sejak Januari 2012. Penambahan yang mengejutkan tersebut turut menekan tingkat pengangguran menjadi 6,3%, setelah sebelumnya berada di kisaran 6,7%. Di bulan Mei, data NFP diperkirakan akan bertambah sebesar 219.000 US economy is expected to show a 219,000 sementara tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 6.4%.

TECHNICAL OUTLOOK: STERLING DAN EURO MASIH TERTEKAN!

GBP/USD

GBPUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 02-06-2014 10-31-25

Bias mingguan untuk GBP/USD pekan ini adalah bearish. MA 20 telah kembali berpotongan ke bawah MA 50 di chart 4 jam. Pullback terjadi mendekati area resistance yang berada di kisaran 1.6779-1.6833. Stochastic dan CCI memperlihatkan sinyal bearish di chart 4 jam. GBP/USD diperkirakan akan bergerak turun dengan sasaran di kisaran 1.6692.

Sebaliknya, jika resistance 1.6833 tembus maka bias mingguan diperkirakan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6866-1.6920.

EUR/USD

EURUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 02-06-2014 10-31-25

EUR/USD masih berada dalam tekanan bearish sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Perhatikan area support yang berada di kisaran 1.3585. Jika support tersebut tembus, bias bearish akan menjadi semakin kuat dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.3550-1.3510.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.3659 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.3620-1.3585. Namun berhati-hatilah jika resistance 1.3659 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat EUR/USD hingga kisaran 1.3698-1.3733.

GOLD

GOLD IMF WEEKLY OUTLOOK 02-06-2014 10-31-25

Harga emas berada dalam tekanan yang kuat. Perhatikan area support 1242.13. Jika terjadi penembusan yang valid ke bawah support tersebut maka harga emas kemungkinan akan terus tertekan hingga kisaran 1227.65-1211.40.

Meskipun demikian perhatikan bahwa sinyal bullish terlihat pada stochastic dan CCI 4 jam. Maka dari itu sebagai skenario alternatif perhatikan juga area resistance di kisaran 1265.62-1280.12 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 1256.65-1242.15. Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance 1280.12 tembus, dan berpotensi akan mengangkat harga emas menuju kisaran 1289.10-1303.60.

NIKKEI

NIKKEI IMF WEEKLY OUTLOOK 02-06-2014 10-31-25

Di chart 4 jam, Nikkei terlihat bergerak dalam bias bullish yang kuat. Nikkei berpotensi akan terus menguat jika resistance 14985 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 15240-15525.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam sehingga kita perlu mewaspadai koreksi pekan ini. Sebagai skenario bullish alternatif, perhatikan area support di kisaran 14445 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 14730-14985. Namun berhati-hatilah jika support 14445 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei menuju kisaran 14160-13095.

KOSPI

KOSPI IMF WEEKLY OUTLOOK 02-06-2014 10-31-25

Kospi masih berada dalam bias bullish meskipun momentumnya berkurang seiring pergerakan sideways di bawah area resistance 265.30. Bias bullish akan semakin kuat jika resistance tersebut tembus dan berpotensi akan memperpanjang penguatan Kospi hingga kisaran 268.55-272.20.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic memperlihatkan indikasi bearish di chart 4 jam; mixed dengan CCI. Namun Anda tetap perlu mewaspadai kemungkinan koreksi di pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support yang berada di kisaran 258.43 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 262.05-265.30. Namun berhati-hatilah jika support 258.43 tembus sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan kemungkinan akan menekan Kospi ke kisaran 254.80-251.55.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + four =