analisa forex

Analisa Forex Mingguan: 8-12 September 2014

HOT ISSUE: USD Menguat Kecuali Terhadap AUD

Pekan lalu merupakan pekan yang membanggakan bagi USD, yang berhasil menguat atas beberapa mata uang utama kecuali Aussie. Euro dan poundsterling mendapatkan tamparan yang paling keras. Mario Draghi bersama ECB memutuskan untuk memangkas suku bunga dan mengumumkan program ABS (semacam QE), menyediakan sebesar hingga 500 miliar euro. Hal itu memberi andil bagi pelemahan euro. Sementara itu, dari Inggris ada kekhawatiran referendum di Skotlandia akan menghasilkan keputusan untuk memisahkan diri.

Padahal, data Non-farm Payrolls AS cukup mengecewakan dengan hanya mencatat pertumbuhan sebesar 142.000, namun hal ini ternyata tidak terlalu mempengaruhi penguatan USD. Perekonomian AS terlihat cukup kuat akhir-akhir ini. Namun AUD tidak turut tertekan oleh USD berkat kuatnya data GDP.

Berikut ini adalah data-data ekonomi yang perlu diperhatikan pekan ini:

1. Pidato Mark Carney: Selasa (9/9),15.30 WIB

Gubernur BOE Mark Carney akan berpidato di Liverpool. Pidato tersebut kemungkinan akan membicarakan tentang kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum kenaikan gaji. International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris akan melonjak tahun ini, meskipun demikian mungkin tidak akan diikuti oleh pertumbuhan gaji. Carney pernah menyatakan bahwa BOE telah membuat “kemajuan yang substansial”.

2. US JOLTS Job Openings:  Rabu (10/9), 21.00 WIB

Pertumbuhan pembukaan lapangan kerja baru merupakan data yang sangat diperhatikan oleh Federal Reserve untuk memperkirakan proyeksi sektor tenaga kerja jangka panjang, meskipun data tersebut sebenarnya “lagging”. Data yang akan dirilis nanti adalah data bulan Juli, bukan data Agustus seperti halnya Non-farm Payrolls. Rilis data selanjutnya diperkirakan naik menjadi 4.72.

3. New Zealand Rate decision: Kamis (11/9), 04.00 WIB

Bulan Juli lalu Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,5%, yang merupakan kenaikan ke-4 dalam 5 bulan di tengah pertumbuhan ekonomi yang positif. Kali ini, RBNZ diperkirakan akan menahan suku bunga di 3,5%.

4. Data tenaga kerja Australia: Kamis (11/9), 08.30 WIB

Tingkat pengangguran di Australia melambung ke angka tertinggi dalam 12 tahun yaitu 6,4% di bulan Juli. Kontraksi terjadi di sektor pekerjaan, hanya tumbuh sebesar 15.900 lapangan pekerjaan, berkurang 300 dibandingkan bulan sebelumnya. Pertambahan karyawan tetap naik sebesar 14.500 namun karyawan paruh waktu turunt 14.800. Namun para ekonom meyakini bahwa penurunan ini hanya sementara. Kali ini, lapangan pekerjaan diperkirakan akan naik 15.200 sementara tingkat pengangguran diharapkan turun ke 6,3%.

5. US Unemployment Claims: Kamis (11/9), 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran naik sebesar 4.000 di pekan lalu, menjadi 302.000. Namun secara umum jumlah klaim pekan lalu masih berada di bawah 4.388.758 yang tercatat setahun yang lalu. Pekan ini, jobless claims diperkirakan akan naik sebesar 306.000.

6. Pidato Haruhiko Kuroda: Jumat (12/9), 13.05 WIB

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda akan berpidato di National Gracuate Institute for Policy Studies di Tokyo. Diperkirakan ia akan berbicara mengenai rencana BOJ untuk kembali menaikkan pajak penjualan dengan tujuan mengurangi defisit anggaran negara. Kuroda masih optimis untuk bisa mengeluarkan Jepang dari deflasi dan mencapai target inflasi 2%. Kuroda juga yakin bahwa ekonomi Jepang akan terus tumbuh di bulan-bulan mendatang.

7. US Retail sales: Jumat (12/9), 19.30 WIB

Di bulan Juli, data retail sales secara mengejutkan tak berubah dibandingkan di bulan Juni. Ini merupakan pertanda hingalnya momentum pertumbuhan ekonomi di awal kuartal ke-3. Meskipun demikian, pertumbuhan lapangan pekerjaan tetap positif sehingga di bulan-bulan mendatang tingkat penjualan kemungkinan akan kembali naik. Retail sales diperkirakan akan naik 0,3% sementara core sales diperkirakan naik 0.2%.

8. US UoM Consumer Sentiment: Jumat (12/9), 20.55 WIB

Menurut data awal, tingkat kepercayaan konsumen di AS secara mengejutkan turun di bulan Agustus ke level terendah 9-bulan yaitu 79.2 poin. Meskipun demikian data tersebut kemudian direvisi menjadi 82.5 point, sejalan dengan kuatnya data CB Consumer Confidence. Kali ini, tingkat kepercayaan konsumen AS diperkirakan akan naik ke 83.2.

TECHNICAL OUTLOOK:

GBP/USD

Kecenderungan untuk GBP/USD pekan ini masih bearish. Tekanan bearish terlihat sangat kuat dan harga bergerak di area support 1.61840 saat analisa ini dibuat. Pelemahan sterling diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika support tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 1.60757-1.59546.

Sebagai strategi alternatif perhatikan juga area resistance di kisaran 1.63593-1.64675 untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan sasaran kembali ke kisaran 1.62923-1.61840. Namun berhati-hatilah jika harga tembus ke atas resistance 1.64675 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.65345-1.66428.

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 8 SEPTEMBER 2014

———-o———-

USD/JPY

USD/JPY terkoreksi mendekati area support yang berada di kisaran 104.874-104.366. Stochastic memperlihatkan sinyal bullish di chart 4 jam. Rebound kemungkinan terjadi pekan ini hingga kisaran 105.188-105.696. Namun waspadai kemungkinan koreksi terlebih dahulu ke area support tersebut di atas dan beri perhatian khusus pada area trendline.

Hati-hati jika harga tembus ke bawah support 104.366 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 104.052-103.544.

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 8 SEPTEMBER 2014

———-o———-

GOLD

Harga emas di pekan ini masih berada dalam bias bearish. Pelemahan harga emas terjadi hingga area support yang berada di 1257.33, sejalan dengan analisa di pekan lalu. Pelemahan harga emas diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika support tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 1248.12-1237.81.

Di sisi lain CCI masih bergerak naik di chart 4 jam. Maka sebagai strategi alternatif waspadai potensi terjadinya pull-back hingga area resistance di kisaran 1276.86 (Fibonacci 50%). Area tersebut bisa menjadi acuan untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan sasaran hingga kisaran 1266.55-1257.33. Beri perhatian khusus pada area trendline yang terlihat.

Hati-hati jika harga tembus ke atas resistance 1276.86 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1287.17-1296.38.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 8 SEPTEMBER 2014

———-o———-

NIKKEI

Nikkei masih bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Saat analisa ini dibuat, koreksi terjadi mengarah ke area support di kisaran 15652-15533. Rebound berpotensi terjadi hingga kisaran 15726-15845, namun waspadai kemungkinan koreksi kembali ke area support tersebut di atas sebelum  rebound.

Hati-hati jika indeks tembus ke bawah support 15533 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei hingga kisaran 15459-15340.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 8 SEPTEMBER 2014

———-o———-

HANGSENG

HangSeng terkoreksi mendekati area support di 24940. Stochastic 4 jam memperlihatkan indikasi jenuh jual namun CCI masih bergerak turun. Bias intraday masih bullish, maka perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 25159-25355.

Hati-hati jika terjadi penembusan ke bawah support 24940 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan HangSeng hingga kisaran 24720-24524.

HANGSENG ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 8 SEPTEMBER 2014

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =