forex, analisa forex, analisa forex mingguan

Analisa Forex Mingguan : 17 – 21 April 2017

Dolar melemah hingga perdagangan akhir minggu lalu ketika hari Paskah membuat beberapa pasar ditutup karena libur. Beberapa peristiwa ekonomi AS yang akan dirilis pada minggu ini berpotensi akan penentu pergerakan mata uang.

Pada minggu ini, sebagian besar peristiwa ekonomi AS dan pernyataan pejabat keuangan akan menjadi kunci pasar ketika indeks kondisi ekonomi AS melambung ke dekat level tertinggi di kisaran 115,2 tetapi turunnya harga konsumen AS menjadi 0,3% pada bulan Maret merupakan penurunan pertama sejak Februari 2016 dimana penyebab utama untuk musim gugur ini adalah penurunan tajam harga BBM. Kekecewaan lain juga terlihat ketika penjualan ritel jatuh ke 0,2% setelah mengalami penurunan di 0,3% untuk bulan Februari.

Namun, biar bagaimanapun arah angin telah berubah di tahun 2017 ketika Donal Trump gagal mendapatkan kesepakatan UU kesehatan sehingga membuat dolar terjatuh. Selain itu, the Fed terlihat masih tetap berhati-hati memberikan kebijakan setelah memberikan pernyataan “dovish.”

Apakah dollar akan melanjutkan pelemahannya ?

Berikut data data penting minggu ini yang harus diperhatikan dan diperkirakan bisa menggerakkan pasar :

  1. Pidato Haruhiko Kuroda : Senin, 13:15 WIB. Gubernur BOE Haruhiko Kuroda akan berbicara di Tokyo. Dalam pidato pada tanggal 24 Maret, Kuroda mengatakan Bank tidak akan menaikkan target imbal hasil surat utang jangka panjang meskipun meningkatnya tekanan dari suku bunga dari luar negeri. Selain itu, pelonggaran moneter bertujuan untuk mencapai target inflasi BOJ dari 2%. Namun, ekspektasi bahwa suku bunga jangka panjang akan terus meningkat menciptakan beberapa keraguan, apakah BOJ dapat mempertahankan kontrol dari imbal hasil surat hutang secara jangka panjang.
  2. Izin Bangunan AS : Selasa, 19:30 WIB. Data izin bangunan AS menurun lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, turun ke 6,2% ke tingkat tahunan menjadi 1,21 juta unit dari 1,29 juta unit pada bulan Januari. Rinciannya menunjukkan izin rumah keluarga tunggal melonjak ke level tertinggi sembilan tahunan sementara izin multi-keluarga terjun sehingga mengimbangi angka secara keseluruhan. Data perumahan AS terlihat mulai naik 3,0% ke tingkat tahunan menjadi 1.29 K untuk bulan Februari. Ini adalah angka tertinggi dalam empat bulan dengan peningkatan tahunan sebanyak 6,2%. Jumlah izin bangunan diperkirakan akan meningkat sebanyak 1,25 juta.
  3. Persediaan Minyak Mentah AS : Rabu, 21:30 WIB. Biro Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah sebanyak 2,2 juta barel untuk minggu 7 April, sehari setelah Arab Saudi mengumumkan pihaknya bersedia bergabung untuk memotong produksi. Para analis telah memperkirakan penurunan moderat sebanyak 100.000 barel. Harga minyak melonjak setelah AS memerintahkan serangan udara terhadap infrastruktur Suriah, diikuti oleh gangguan produksi dari ladang minyak terbesar Libya.
  4. Data inflasi Selandia Baru : Rabu, 05:45 WIB. Indeks harga konsumen dilaporkan naik 0,4% pada kuartal keempat 2016, mengalahkan perkiraan dengan kenaikan 0,3%. Biaya konstruksi yang tinggi, kenaikan harga energi, pengeluaran domestik yang lebih kuat dan permintaan untuk layanan telah mendorong indeks begrerak ke atas. Para ekonom memperkirakan RBNZ tidak akan mengubah kebijakan moneter pada tahun ini dan mengantisipasi kenaikan suku bunga di tahun 2018 setelah inflasi pulih ke 2%. CPI diperkirakan akan meningkat 0,8% pada kuartal pertama 2017.
  5. Indeks Philly Fed Manufacturing AS : Kamis, 19:30 WIB. Aktivitas manufaktur daerah Philadelphia dirilis melemah dari 43,3 pada bulan Februari dan menjadi 32,8 pada bulan Maret. Ekonom mengantisipasi bahwa penurunan akan lebih besar sebanyak 30 poin. Pesanan baru naik tipis menjadi 38,6 pada bulan Maret dibanding 38,0 pada bulan Februari, sementara indeks pengiriman meningkat menjadi 32,9 dari 28,6. Indeks kerja dirilis meluas menjadi 17,5 pada bulan Maret dari 11,1 pada bulan Februari yang mencapai level tertinggi sejak November 2014. Indeks manufaktur diperkirakan akan menurun ke 25,6 untuk bulan April.
  6. Klaim Pengangguran AS : Kamis, 19:30 WIB. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun secara tak terduga dalam minggu yang berakhir 8 April dengan mencapai 234.000 yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja masih tetap kuat meskipun pertumbuhan pekerjaan hanya suam-suam kuku pada bulan Maret. Klaim tetap di bawah 300.000 untuk 110 minggu berturut-turut yang merupakan terpanjang sejak 1970 ketika pasar kerja masih jauh lebih kecil. Jumlah klaim baru diperkirakan akan mencapai 241.000 pada minggu ini.

Tinjauan Teknikal

GBP/USD

Secara umum, bias mingguan pergerakan GBPUSD pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi NETRAL dengan potensi akan melakukan fase rebound sebelumnya. Skenario yang harus diperhatikan ketika harga bergerak ke bawah menuju support di area 1.24937 – 1.24691 dengan mencari sinyal buy yang terkonfirmasi dimana ada potensi harga akan kembali bergerak ke atas dengan target menyentuh resistan 1.25734 – 1.26531. Sebagai alternatif, perhatikan jika resistan 1.26734 ditembus maka ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 1.26531. Namun jika support 1.24691 ditembus maka ada potensi GBP/USD akan bergerak ke bawah menuju support [ada kisaran 1.23648.

EUR/USD

Bias mingguan, pergerakan EUR/USD berada dalam kondisi bearish. Skenario yang harus diperhatikan pada minggu ini adalah dengan memperhatikan resistance di area 1.06975 dengan mencari sinyal sell yang terkonfirmasi dimana ada potensi harga akan kembali bergerak ke bawah menuju support 1.05692 – 1.04409. Namun waspadai, jika resistance 1.06975 ditembus maka ada potensi mengubah bias mingguan berubah menjadi bullish dan membawa EUR/USD bergerak ke atas menuju resistan pada kisaran 1.08258.

AUD/USD

Bias mingguan, pergerakan AUD/USD pada minggu ini berada dalam kondisi bearish walaupun saat ini harga sedang melakukan rebound. Skenario ynag harus diperhatikan adalah dengan memperhatikan resistan di kisaran 0.75995 dengan mencari sinyal sell yang valid dimana ada potensi harga akan kembali bergerak ke bawah menuju support 0.75208 – 0.74719. Namun, jika resistan 0.75995 ditembus maka ada potensi bias mingguan berubah menjadi semakin bullish dan AUD/USD akan terus bergerak ke atas menuju resistan di kisaran 0.76783.

NZD/USD

Secara umum, bias mingguan pergerakan NZD/USD berada dalam kondisi bearish. Waspadai, jika harga bergerak ke bawah menuju support 0.69869 maka cari sinyal buy yang valid dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistan 0.70287 – 0.70661. Sebagai alternatif, jika resistan 0.70287 ditembus maka ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju kisaran 0.70661. Namun waspadai juga jika support 0.69869 ditembus maka ada potensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan membawa NZD/USD bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 0.69450.

USD/CHF

Bias mingguan, pergerakan USD/CHF masih berada dalam kondisi bulllish walaupun saat ini harga sedang tertekana dan tertahan di area resistan. Waspadai, jika harga begerak ke bawah menuju support di area 0.99940 maka cari sinyal buy yang valid di sekitar area tersebut dimana ada potensi akan bergerak ke atas menuju resistan 1.01064 – 1.02188. Namun waspadai jika support 0.99940 ditembus maka ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju kisaran 0.98816 dan mengubah bias mingguan menjadi bearish.

USD/JPY

Bias mingguan pergerakan USDJPY berada dalam kondisi bearish. Pada minggu ini, perhatikan jika harga bergerak ke atas menuju resistance 109.43 maka cari sinyal sell yang valid di area tersebut dimana ada potensi USD/JPY akan bergerak ke bawah menuju support 108.12 – 106.80. Tetapi, jika resistance 109.43 ditembus maka ada potensi bias mingguan berubah menjadi bullish dimana USD/JPY akan bergerak ke atas menuju resistan pada kisaran 110.75.

EMAS

Pergerakan emas, secara umum masih berada dalam kondisi bulllish walaupun saat ini harga emas sedang terkoreksi tipis. Skenario minggu ini, perhatikan jika harga emas bergerak ke bawah menuju support di kisaran 1276.91 maka cari sinyal buy yang valid di area terebut dimana ada potensi harga emas kembali rebound dengan bergerak ke atas hingga kisaran 1295.39 – 1313.87. Namun waspadai jika support 1276.91 ditembus maka ada potensi harga emas akan bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 1258.43.

OIL

Bias mingguan pergerakan oil, secara umum masih berada dalam kondisi bulllish walaupun saat ini harga emas sedang tertekan. Waspadai, jika harga emas bergerak ke bawah menuju support di kisaran 52.16 – 51.19 maka cari sinyal buy yang valid di area terebut dimana ada potensi harga oil akan kembali bergerak ke atas hingga resistan pada kisaran 53.73 – 56.27. Namun waspadai jika support 51.19 ditembus maka ada potensi harga oil akan bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 48.64.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 5 =