forex, analisa forex, analisa forex mingguan

ANALISA FOREX MINGGUAN: 16-20 NOVEMBER 2015

Pergerakan USD terlihat beragam sepekan pasca rilis data US Non-Farm Payrolls (NFP). Prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) di bulan Desember 2015 masih menjadi perdebatan di kalangan para pelaku pasar. Sekian banyak pejabat Federal Reserve termasuk Janet Yellen tidak memberikan kepastian akan kemungkinan tersebut. Di sisi lain data ekonomi AS juga beragam; data penjualan eceran mengecewakan namun tingkat keyakinan konsumen justru meningkat.

Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, kembali menegaskan keinginannya untuk mengambil langkah kebijakan di bulan Desember dengan menambah stimulus. Di Australia, data laporan tenaga kerja memperlihatkan angka yang sangat bagus.

Berikut adalah data ekonomi penting di pekan ini:

  1. Pidato Mario Draghi: Senin (16/1), 17.15 WIB dan Jumat (20/11), 17.00 WIB

Mario Draghi dijadwalkan akan memberikan pernyataan di Madrid dan Frankfurt. Sebelumnya, di depan Parlemen Eropa pekan lalu, Draghi menyiratkan bahwa ECB sedang mempersiapkan stimulus lagi untuk mendorong pemulihan ekonomi kawasan Eropa. Presiden ECB tersebut mengakui bahwa akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai target inflasi 2% dan ECB akan mengkaji ulang program QE di awal Desember. Pasar diperkirakan akan volatile sepanjang pernyataan Draghi.

  1. Data inflasi Inggris: Selasa (17/11), 16.30 WIB

Indeks harga konsumen (CPI) di Inggris jatuh menjadi -0,1% di bulan September. Sepanjang tahun ini angka tersebut berada di kisaran nol persen. Harga bahan makanan turun 2,5% tahun ini di tengah perang harga yang terjadi antar supermarket. Terkait rendahnya data CPI, Bank of England (BOE) menyatakan bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Lebih jauh lagi, CPI inti masih tetap rendah yaitu 1 persen, menandakan bahwa tingkat inflasi masih rendah. CPI kali ini diperkirakan tetap di -0,1 persen.

  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (17/11), 17.00 WIB

Sentimen ekonomi Jerman jatuh di bulan Oktober ke 1.9 poin di tengah skandal yang menimpa Volkswagen dan melemahnya pasar negara berkembang. Data bulan September menunjukkan angka 12.1. Kali ini, indeks sentiment ekonomi Jerman diperkirakan mencapai 6.7.

  1. Data inflasi AS: Selasa (17/11), 20.30 WIB

CPI AS turun 0,2% di bulan September sementara core CPI naik 0,2%. Kenaikan core CPI memperbesar kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga Desember mendatang. CPI dan Core CPI diperkirakan naik 0,2% di bulan Oktober.

  1. US Building Permits: Rabu (18/11), 20.30 WIB

Izin mendirikan bangunan di As turun 5% menjadi 1,1 juta di bulan September. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Maret. Sementara itu, pengajuan untuk rumah keluarga kecil turun 0,3% menjadi 697.000 unit. Jumlah izin yang dikeluarkan bulan Oktober diperkirakan sebesar 1,15 juta.

  1. US FOMC Meeting Minutes: Kamis (19/11), 02.00 WIB

Dalam keputusan di bulan Oktober, pernyatan Fed cenderung hawkish terkait inflasi dan lapangan pekerjaan. Sebagai tambahan, Fed membuka kemungkinan akan adanya kenaikan suku bunga di bulan Desember. Notulensi pertemuan Oktober yang akan dirilis kemungkinan akan memberikan petunjuk, seberapa hawkish sebenarnya anggota FOMC dan seberapa besar kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Perlu diperhatikan bahwa data NFP Oktober sangat bagus dan Fed juga kembali menyunting notulensi rapatnya menjelang publikasi. Pasar kemungkinan besar akan merespon publikasi tersebut.

  1. Suku bunga Jepang: Kamis (19/11), tentative

Bank of Japan (BOJ) memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan moneternya dan tidak menambah stimulus pada keputusan di bulan Oktober. Meskipun demikian, para pejabat BOJ menegaskan bahwa mereka berjanji akan meningkatkan stimulus pada angka 80 triliun yen ($600 milyar). Pada konferensi pers pasca pertemuan dewan gubernur, Haruhiko Kuroda (gubernur BOJ) menyatakan bahwa tidak ada permintaan untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan tersebut serta mengatakan bahwa rendahnya harga bahan bakar merupakan penyebab gagalnya BOJ mencapai target inflasi.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (19/11), 20.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran di AS tidak mengalami perubahan pekan lalu, menandakan bahwa kondisi sektor lapangan pekerjaan masih kuat. Meskipun data yang dirilis lebih buruk daripada perkiraan, namun secara umum masih cukup baik untuk bisa mendukung niat Fed untuk menaikkan suku bunga bulan depan. Jumlah klaim pengangguran pekan ini diperkirakan mencapai angkat 272.000.

  1. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (19/11), 22.00 WIB

Indeks manufaktur yang dikeluarkan Fed Philadelphia masih berada di area negatif dalam dua bulan berturut-turut. Untuk bulan Oktober, indeks tersebut berada di -4.5, naik dari angka bulan sebelumnya yaitu -6. Angka negatif ini memperlihatkan pelambatan yang tajam di sektor manufaktur. Penguatan USD juga memberikan tekanan pada sektor industri AS sejak musim gugur tahun lalu karena produk AS menjadi kurang kompetitif di pasar global. Indeks manufaktur Philadelphia di bulan November diperkirakan naik menjadi 0.1.

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.07585-1.08111 (cari sinyal BEARISH)

Support: 0.70944, 0.70640, 0.70148

Resistance: 0.71435, 0.71785, 0.72231

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 16-20 NOVEMBER 2015

Komentar:

AUD/USD terlihat bergerak di bawah trendline turun di chart H4. Perhatikan harga sudah berada di area acuan. Perhatikan juga bahwa stochastic dan CCI hampir oversold di chart H4. Tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan sebagai sinyal jual dengan potensi hingga kisaran 0.70640-0.70148. Hati-hati jika trendline dan resistance 0.71435 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat Aussie hingga kisaran 0.71785-0.72231.

EUR/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.07585-1.08111 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.06732, 1.06125, 1.05616

Resistance: 1.07585, 1.08111, 1.08964

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 16-20 NOVEMBER 2015

Komentar:

Euro masih bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Perhatikan support 1.06732; jika tembus kemungkinan euro melemah hingga 1.06125-1.05616. Stochastic dan CCI oversold di chart H4, maka sebagai alternatif perhatikan area acuan untuk mencari sinyal bearish dengan potensi target hingga 1.07259-1.06732. Waspada jika resistance 1.08111 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat euro ke kisaran 1.08486-1.08964.

GBP/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.52057-1.53167 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.51371, 1.50261, 1.48982

Resistance: 1.52057, 1.53167, 1.54963

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 16-20 NOVEMBER 2015

Komentar:

GBP/USD telah melakukan pull-back ke area resistance di kisaran 1.52057-1.53167. Stochastic dan CCI mengarah ke bawah di chart H4. Tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan sebelum membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 1.51371. Hati-hati jika harga tembus ke atas 1.53167 karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat sterling ke kisaran 1.53957-1.54963.

USD/CHF

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 0.99944-0.99333 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.99944, 0.99333, 0.98343

Resistance: 1.00934, 1.01639, 1.02229

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 16-20 NOVEMBER 2015

Komentar:

USD/CHF masih bergerak dalam uptrend di chart H4. Jika resitance 1.00934 tembus, kemungkinan akan terjadi pergerakan bullish lanjutan hingga 1.01639-1.02229. Stochastic dan CCI overbought di chart H4. Alternatifnya perhatikan area 0.99944-0.99333 untuk mencari sinyal bullish; potensi rebound hingga 1.00323-1.00934. Waspada jika harga tembus ke bawah  0.99333 karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan USD/CHF ke kisaran 0.98897-0.98343.

USD/JPY

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 122.225-121.381 (cari sinyal BULLISH)

Support: 122.225, 121.381, 120.013

Resistance: 122.748, 123.593, 124.567

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 16-20 NOVEMBER 2015

Komentar:

USD/JPY terkoreksi mendekati area 122.225-121.381. Harga masih dalam uptrend meskipun sempat turun ke bawah MA 50 di chart H4. CCI oversold di chart H4. Perhatikan area acuan tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 122.748-123.593. Waspada jika spport 121.381 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan USD/JPY hingga kisaran 120.779-120.013.

NZD/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 0.66087-0.66780 (cari sinyal BEARISH)

Support: 0.64966, 0.64168, 0.63499

Resistance: 0.66087, 0.66780, 0.67901

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 16-20 NOVEMBER 2015

Komentar:

NZD/USD masih bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Jika support 0.64966 tembus, Kiwi berpotensi melanjutkan pelemahan hingga kisaran 0.64168-0.63499. Sebagai alternatif, perhatikan area 0.66087-0.66780 jika terjadi pull-back untuk mencari sinyal bearish dengan potensi hingga kisaran 0.65659-0.64966. Waspada jika resistance 0.66780 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat Kiwi hingga kisaran 0.67273-0.67901.

GOLD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1087.90-1096.47 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1082.60, 1074.04, 1064.17

Resistance: 1096.47, 1102.56, 1110.33

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 16-20 NOVEMBER 2015

Komentar:

Emas telah melakukan pull-back ke area acuan di 1087.90-1096.47. Harga berada di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4, kedua MA masih cenderung turun. CCI overbought di chart H4. Tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan sebagai sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1082.60-1074.04. Waspada jika resistance 1096.47 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1102.56-1110.33.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =