forex, analisa forex, analisa forex mingguan

ANALISA FOREX MINGGUAN: 11-15 Februari 2019

Analisa forex mingguan – USD terus menguat. Data inflasi dan penjualan eceran dari AS (Amerika Serikat) akan menjadi fokus, juga kemungkinan akan kembali terjadi shutdown.

Kekhawatiran akan pelambatan ekonomi global terus menghantui pasar. European Commission dan Bank of England menurunkan proyeksi pertumbuhan mereka. Perundingan dagang antara China dan AS tidak berlangsung mulus dan Presiden Trump sendiri telah menyatakan bahwa ia tidak menjadwalkan pertemuan dengan presiden China, Xi Jinping.

Dolar Australia melemah merespon kemungkinan Reserve Bank of Australia menurunkan suku bunga. Tetangganya, dolar New Zealand juga melemah karena meningkatnya pengangguran di New Zealand.

Berikut adalah data ekonomi penting yang layak dipantau pekan ini.

GDP Inggris: Senin (11/2/2019), 16.30 WIB
Inggris setiap bulan mempublikasikan data GDP, namun data kali ini merupakan laporan untuk bulan Desember 2018 yang termasuk data untuk kuartal ke-4 tahun 2018 sehingga menjadi data yang penting. Setelah sempat menguat sebesar 0,6% di kuartal ke-3, diperkirakan terjadi pelambatan di kuartal ke-4, yaitu hanya sebesar 0,3%. Untuk bulan Desember sendiri diperkirakan tidak ada pertumbuhan. Jika data tersebut sesuai dengan perkiraan, maka fokus pasar akan bergeser ke data manufaktur, yang diperkirakan akan naik sebesar 0,2% di bulan Desember.

Suku bunga RBNZ: Rabu (13/2/2019), 08.00 WIB
Menyusul laporan tingkat pengangguran yang mengecewakan di New Zealand, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) kemungkinan akan bersikap dovish. Suku bunga diperkirakan akan tetap berada di kisaran 1,75% meskipun data ekonomi serta kondisi ekonomi global memburuk. Melemahnya NZD justru mendukung ekspor. Gubernur RBNZ, Adrian Orr, dijadwalkan akan memberikan keterangan pers pada pukul 09.00 WIB dan RBNZ juga akan mempublikasikan laporan perkiraan inflasinya.

Laporan inflasi Inggris: Rabu (13/2/2019), 16.30 WIB
Inflasi berada di angka 2,1% di bulan Desember, sedikit di atas target 2%. Laporan untuk bulan Januari diperkirakan akan turun ke angka 1,9%, sedikit di bawah target. Jatuhnya harga energi berada di balik melambatnya inflasi. CPI inti diperkirakan tidak akan berubah. Di saat sikap Bank of England masih tergantung pada Brexit, data inflasi masih tetap menjadi data penting meskipun setelah Brexit.

Laporan inflasi AS: Rabu (13/2/2019), 20.30 WIB
Federal Reserve (Fed) mungkin masih bisa tenang karena inflasi masih rendah. CPI inti berada di angka 2,2% y/y di bulan Desember dan diperkirakan tidak ada perubahan yang signifikan. CPI bulanan diperkirakan naik sebesar 0,1% di bulan Januari setelah turun sebesar 0,1% juga di bulan Desember. CPI inti diperkirakan akan naik 0,2% m/m, sama seperti sebelumnya.

GDP Jepang: Kamis (14/2/2019), 06.50 WIB
Data ekonomi Jepang biasanya jarang mengalami perubahan yang signifikan, kecuali GDP. Perekonomian Jepang mengalami kontraksi sebesar 0,6% di kuartal ke-3 2018, tetapi kontraksi seperti itu bukanlah hal yang aneh di Negeri Matahari Terbit itu. Tidak ada tanda-tanda resesi, dengan perkiraan pertumbuhan GDP sebesar 0,4% di kuartal ke-4 2018.

GDP Jerman: Kamis (14/2/2019), 14.00 WIB
Menurut perkiraan bank sentral, negara dengan ekonomi terbesar di kawasan euro tersebut hampir tidak bisa lolos dari ancaman resesi. Setelah mengalami kontraksi di kuartal ke-3 sebesar 0,2%, kebanyakan karena regulasi emisi, pertumbuhan ekonomi “lokomotif” kawasan euro tersebut diperkirakan akan naik sebesar 0,1% di kuartal ke-4. Meskipun demikian, data ekonomi masih mengecewakan.

Penjualan eceran AS: Kamis (14/2/2019), 20.30 WIB
Setelah sempat ditunda karena shutdown, data penjualan eceran (retail sales) AS akhirnya diumumkan. Penjualan eceran meningkat sebesar 0,2% di bulan November, demikian juga data penjualan eceran inti. Data untuk bulan Desember diperkirakan hanya naik 0,1%, sementara data penjualan eceran inti tidak berubah.

PPI AS: Kamis (14/2/2019), 20.30 WIB
Berbeda dengan data penjualan eceran, angka PPI yang dilaporkan ini merupakan data untuk Januari, sehingga lebih up to date. Angka PPI melemah sebesar 0,2% di bulan Desember dan diperkirakan naik sebesar 0,1% di bulan Januari. PPI inti juga turun sebesar 0,1% di bulan Desember dan data Januari diperkirakan naik sebesar 0,2%.

Voting parlemen Inggris tentang Brexit: tentative, kemungkinan ditunda hingga akhir Februari
Perdana Menteri Inggris, Theresa May, terus berusaha meyakinkan pihak Uni Eropa untuk membatalkan beberapa poin kesepakatan Brexit yang terdahulu dan mengganti pasal terkait Irlandia. Permintaannya tersebut berkali-kali ditolak. Inisiatif Partai Buruh yang menawarkan dukungan sebagai balasan kerja sama yang lebih dekat dengan Uni Eropa, mirip dengan Norwegia, juga akan dibicarakan. Jika ada kesepakatan baru, maka hal itu akan kembali dibawa ke Parlemen. Tenggat waktu untuk Brexit semakin dekat, yaitu 29 Maret 2019, meskipun ada kemungkinan akan diperpanjang.

Tenggat waktu government shutdown AS: Jumat (15/2/2019)
Pemerintah AS kembali membuka beberapa fasilitas publik yang sempat ditutup dalam shutdown terpanjang dalam sejarah, tapi hanya hingga 15 Februari 2019. Parlemen AS akan berupaya mencapai kesepakatan agar terjadi shutdown lagi. Presiden Trump bersikukuh untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko, yang ditentang oleh kubu Demokrat. Kubu Republik mengalami kebuntuan. Negosiasi dilakukan dan para analis memperkirakan hasil yang positif, tetapi apa pun bisa terjadi dan mengubah sentimen pasar.

ANALISA TEKNIKAL

GBPUSD

GBPUSD bergerak di bawah EMA 50 dan 100 di chart 4 jam. Bias mingguan cenderung bearish. Perhatikan area 1.29710-1.30432 untuk mencari konfirmasi sinyal sell jika harga terkoreksi ke area tersebut. Potensi targetnya adalah kisaran 1.29263-1.28540. Hati-hati jika harga tembus ke atas 1.31602 karena berpotensi akan diikuti oleh pergerakan naik hingga kisaran 1.30879-1.31602.

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal forex, prediksi forex hari ini, GBP/USD

 


AUDUSD

Aussie masih terus bergerak di bawah tekanan sehingga masih bergerak dalam bias bearish saat analisa ini ditulis. Stochastic 4 jam memperlihatkan indikasi overbought. Kita bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi koreksi ke area 0.71384-0.71866. Potensi targetnya adalah hingga kisaran 0.71086-0.70605. Hati-hati jika harga tembus ke atas 0.71866 karena berpotensi menggagalkan skenario bearish ini dan membuka peluang bagi penguatan aussie hingga kisaran 0.72164-0.72645.

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal forex, prediksi forex hari ini, AUD/USD

 


EURUSD

Euro masih terus bergerak di bawah tekanan sehingga masih bergerak dalam bias bearish saat analisa ini ditulis. EMA 50 telah memotong ke bawah EMA 100 di chart H4. Kita bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi koreksi ke area 1.13836-1.14237. Potensi targetnya adalah hingga kisaran 1.13588-1.13188. Jika harga tembus ke bawah 1.13188, euro kemungkinan akan terus melemah hingga kisaran 1.12788-1.12339. Hati-hati jika harga tembus ke atas 1.14237 karena berpotensi menggagalkan skenario bearish ini dan membuka peluang bagi penguatan euro hingga kisaran 1.14485-1.14885.

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal forex, prediksi forex hari ini, EUR/USD

 


USDCHF

USDCHF terkoreksi namum masih terus bergerak dalam bias bullish saat analisa ini ditulis. EMA 50 dan EMA 100 masih naik di chart H4. Kita bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area 0.99826-0.99540. Potensi targetnya adalah hingga kisaran 1.00003-1.00289. Hati-hati jika harga tembus ke bawah 0.99540 karena berpotensi menggagalkan skenario bullish ini dan membuka peluang bagi pergerakan turun hingga kisaran 0.99363-0.99077.

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal forex, prediksi forex hari ini, USD/CHF

 


USDJPY

USDJPY terkoreksi namum masih terus bergerak dalam bias bullish saat analisa ini ditulis. EMA 50 dan EMA 100 masih naik di chart H4. Kita bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area 109.525-109.133. Potensi targetnya adalah hingga kisaran 109.768-110.161. Hati-hati jika harga tembus ke bawah 109.133 karena berpotensi menggagalkan skenario bullish ini dan membuka peluang bagi pergerakan turun hingga kisaran 108.890-108.497.

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal forex, prediksi forex hari ini, USD/JPY

 


NZDUSD

Kiwi masih terus bergerak di bawah tekanan sehingga masih bergerak dalam bias bearish saat analisa ini ditulis. Kita bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi koreksi ke area 0.67964-0.68379. Potensi targetnya adalah hingga kisaran 0.67708-0.67294. Hati-hati jika harga tembus ke atas 0.68379 karena berpotensi menggagalkan skenario bearish ini dan membuka peluang bagi penguatan kiwi hingga kisaran 0.68635-0.69049.

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal forex, prediksi forex hari ini, NZD/USD

 


EMAS

Harga emas terkoreksi namum masih terus bergerak dalam bias bullish saat analisa ini ditulis. EMA 50 dan EMA 100 masih naik di chart H4. Kita bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area 1307.37-1295.71. Potensi targetnya adalah hingga kisaran 1314.59-1326.26. Hati-hati jika harga tembus ke bawah 1295.71 karena berpotensi menggagalkan skenario bullish ini dan membuka peluang bagi pergerakan turun hingga kisaran 1288.49-1276.82.

Analisa Emas, Analisa emas hari ini, analisa teknikal emas, prediksi emas hari ini, XAU/USD


Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui Quickpro Trading Assistant dan aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 4 =