Tips Trading Forex Saat Market Sideways (Bag-2)

Dalam artikel di bagian pertama kita sudah membahas “anatomi” pasar sideways dan choppy; bagaimana bentuknya, apa yang membedakan kedua kondisi tersebut dan kondisi yang seperti apa yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuka posisi dalam forex trading. Sebagai penyegar, saya ingatkan kembali bahwa di artikel terdahulu dijelaskan bahwa kita masih bisa melakukan trading jika pasar masih dalam kondisi sideways, bukan choppy.

Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya yang berjudul Tips Trading Forex Saat Market Sideways bagian yang pertama. Anda siap? Mari kita selesaikan urusan trik trading sideways market ini.

  1. Apa yang bisa dilakukan?

Ketika Anda bisa mengenali kondisi sideways – di mana Anda bisa melihat jarak yang jelas antar masing-masing gelombang dan ada jarak yang cukup lebar antara support dan resistance – langkah selanjutnya adalah mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy dan sell di antara support dan resistance tersebut.

Salah satu teknik yang bisa Anda pilih adalah bounce trading, atau biasa juga disebut range-bound trading. Konsep dasarnya adalah Anda menunggu hingga harga mencapai area support atau resistance, baru kemudian mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy (jika harga berada dekat area support) atau sinyal sell (jika harga berada di dekat area resistance).

Tetapi jangan salah sangka, teknik range-bound ini terkadang juga diwarnai oleh kejadian penembusan support atau resistance, tetapi breakout yang terjadi tidak boleh merupakan “valid breakout”. Kalaupun terjadi beberapa kali breakout, maka yang terjadi haruslah “false breakout”. Dalam kondisi sideways biasanya terjadi setidaknya satu kali false break dan kerap pula kemudian diikuti oleh pergerakan signifikan ke arah sebaliknya. Dengan kata lain, pemanfaatan false break sering memperbesar potensi keuntungan dalam range-bound trading.

Untuk mempelajari teknik range-bound trading (atau bounce trading), Anda bisa membaca salah satu bagian dari artikel di EduSpot yang berjudul Strategi Menggunakan Trendline.

Ilustrasi dari penjelasan di atas kira-kira seperti gambar berikut ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Para trader biasanya juga memanfaatkan sinyal dari oscillator seperti stochastic atau CCI untuk membantu memberikan sinyal buy atau sell ketika harga berada di area support atau resistance. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa penggunaan oscillator seperti itu bukanlah satu-satunya metode, karena cukup banyak trader yang melakukan “blind entry”, yaitu masuk posisi ketika harga sudah menyentuh support (buy) atau resistance (sell) tanpa mempergunakan indikator teknikal lain.

trading forex, forex trading, tips trading forex

  1. Jangan Trading Saat Choppy Market

Jika pasar sedang bergerak choppy dan Anda tidak bisa melihat range trading yang jelas, maka pilihan yang terbaik biasanya adalah tidak melakukan trading. Yang perlu Anda lakukan adalah duduk manis dan mengamati pasar dan baru mencoba mencari peluang lagi jika Anda sudah bisa melihat ada range jelas yang terbentuk oleh pergerakan harga.

Jika Anda melihat sebuah pair bergerak choppy, maka pilihan terbaik adalah menghindar dari pair tersebut dan mencoba untuk mencari peluang di pair lain, sebab bisa jadi justru banyak peluang yang tercipta di pair lain. Jangan fanatik pada satu currency pair saja, karena itu sama saja dengan menyia-nyiakan potensi pasar yang memberikan akses ke banyak pair.

Semoga bermanfaat.

Analisa Forex Mingguan : 29 Mei – 2 Juni 2017

US Dolar berhasil pulih pada minggu terakhir bulan Mei. Untuk bulan Juni, pelaku pasar memberikan fokus ke data Non-Farm Payrolls, kepercayaan konsumen, dan angka inflasi favorit Fed.

Minggu yang relatif sepi dari perkembangan politik di AS memungkinkan greenback untuk pulih. Risalah rapat dari the Fed membiarkan pintu terbuka pada kenaikan bulan Juni namun tidak memberikan senjata yang cukup ampuh bagi dollar untuk menguat tajam.

Peningkatan dalam PDB AS menjadi 1,2% di Q1 merupakan berita baik untuk greenback. Sebuah komentar oleh Merkel tentang euro lemah sementara mengangkat mata uang. Inggris mengalami serangan teror yang mematikan, namun pengaruhnya terhadap Sterling sangat minim. Penurunan peringkat kredit China belum bisa mempengaruhi sentimen pelaku pasar. Bank of Canada terdengar optimis dan ini berkontribusi pada loonie yang kuat, di samping keputusan OPEC untuk memperpanjang pemotongan produksi.

Berikut data ekonomi penting yang akan dirilis minggu ini :

  1. US Core PCE Price Index: Selasa, 19:30 WIB. Ini merupakan data menilai tingkat inflasi. Kembali ke bulan Maret, data ini mengalami penurunan dari 1.8% menjadi 1.6% untuk periode tahunan, menunjukkan penurunan inflasi yang memberikan kekuatiran tersendiri, dimana data inflasi yang rendah memberikan tanda bahwa ada kemungkinan the Fed menunda kenaikkan suku bunganya pada pertengahan bulan Juni. Untuk data bulan ini diperkirakan akan mengalami kenaikkan 0.1%. Yang menjadi catatan perhatikan juga data personal spending dan personal income yang akan dirilis secara bersamaan.

  2. CB Consumer Confidence: Selasa, 21:00 WIB. Menurut Conference Board, konsumen agak kurang percaya diri pada bulan April, dengan indeks meluncur ke 120,3. Meski demikian, ini masih mendekati level tertinggi sebelum krisis. Untuk data saat ini diperkirakan sampai 120,1.

  3. Euro-zone inflation figures: Rabu, 16:00 WIB. Inflasi inti melonjak menjadi 1,2% y / y di bulan April, tertinggi sejak 2013. Kenaikan harga selain minyak merupakan bagian dari penggerak euro ke tempat yang lebih tinggi. Apakah ini hanya efek Paskah? Kali ini, inflasi inti diprediksi turun menjadi 1%. Headline CPI mencapai 1,9% pada bulan April dan perlambatan menjadi 1,5% diproyeksikan untuk bulan Mei.

  4. Canadian GDP: Rabu, 19:30 WIB. Perekonomian Kanada tetap datar di bulan Februari, namun secara keseluruhan, pertumbuhan telah meningkat pada Q1 2017. Hal ini dicatat oleh Dewan Komisaris. Angka bulanan untuk bulan Maret diperkirakan akan sebesar 0,3%.

  5. Chinese Caixin Manufacturing PMI: Kamis, 08:45 WIB. Ukuran independen dari sektor manufaktur di ekonomi terbesar kedua di dunia ini menjadi fokus oleh pelaku pasar Aussie dan juga oleh seluruh dunia. Pada bulan April, PMI turun menjadi 50,3 poin, hampir di atas batas 50 poin yang memisahkan ekspansi dan kontraksi. Skor 50,2 diperkirakan untuk data yang akan dirilis kali ini.

  6. US ADP Non-Farm Payrolls: Kamis, 19:15 WIB. Data ini menyediakan “pemanasan” untuk laporan pekerjaan resmi pada hari Jumat dengan perkiraan untuk pekerjaan sektor swasta. Kembali pada bulan April, ADP NFP menunjukkan kenaikan 177 ribu pekerjaan dan sekarang kenaikkan serupa sebesar 181 ribu diperkirakan untuk data yang akan dirilis bulan ini.

  7. US jobless claims: Kamis, 19:30 WIB. Barometer mingguan pasar kerja ini terlihat bagus untuk waktu yang lama. Dalam publikasi khusus ini, ini merupakan berita kecil lainnya mengenai Non-Farm Payrolls. Setelah minggu sebelumnya sebesar 234 ribu, untuk minggu ini diperkirakan akan sebesar 239 ribu.

  8. US ISM Manufacturing PMI; Kamis, 21:00 WIB. Indeks manajer pembelian dari ISM hanya tersedia untuk sektor manufaktur menjelang Non-Farm Payrolls. Dengan tidak adanya laporan sektor jasa, manufaktur menjadi lebih penting. Angka tersebut turun menjadi 54,8 di bulan April, di bawah ekspektasi namun masih mencerminkan pertumbuhan yang baik. Hasil sebesar 54,7 diperkirakan untuk bulan ini.

  9. Crude Oil inventories: Kamis, 22:00 WIB. Minyak telah menjadi pusat perhatian baru-baru ini dengan volatilitas yang signifikan di seputar pertemuan OPEC. Dengan adanya korelasi terbalik dengan dolar AS, harga emas hitam memiliki dampak di luar dolar Kanada. Persediaan turun 4,4 juta barel pekan lalu.

  10. US Non-Farm Payrolls: Jumat, 19:30 WIB. Ini adalah laporan terakhir sebelum keputusan penting Fed pada bulan Juni dan dapat membuat perbedaan antara menaikkan suku bunga dan tetap bertahan. Laporan untuk bulan April menunjukkan hasil mixed. Ini menunjukkan hasil kerja 211 ribu. Pertumbuhan yang kuat dalam pekerjaan ini juga menunjukkan masih banyak kekurangan di pasar, yang merongrong tingkat validitas tingkat pengangguran yang sangat rendah yaitu 4,4%. Tingkat partisipasi turun menjadi 62,9%, masih jauh di bawah tingkat sebelum krisis. Data paling baik disterilkan melalui angka rata-rata penghasilan per jam. Dari tahun ke tahun, orang Amerika melihat kenaikan hanya 2,5%. Jadi, sementara kenaikkan dalam pekerjaan selalu diterima, masih ada jalan yang panjang. Pasar akan mengawasi upah dengan sangat ketat. Ekspektasi untuk bulan ini akan sebesar 186 ribu, tingkat pengangguran 4,4% dan kenaikan 0,2% dalam upah per jam setelah 0,3% bulan lalu.

Tinjauan Teknikal :

GBPUSD

Forex, Trading Forex, Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Bias pergerakan GBPUSD untuk minggu ini masih menunjukkan tekanan Bearish, meskipun dari stochastic dan cci memberikan peluang harga terkoreksi. Skenario minggu ini perhatikan Resistance di area 1.28667 – 1.29229 untuk mencari konfirmasi sinyal Sell dengan potensi GBPUSD kembali turun hingga kisaran 1.27756 – 1.28319. Sebagai alternatif perhatikan jika Support dikisaran 1.27756 pecah karena berpotensi menekan GBPUSD lebih lanjut hingga kisaran 1.26565 – 1.27194. Namun waspadai apabila ternyata Resistance dikisaran 1.29229 pecah karena hal ini berpotensi mengubah bias minggu ini menjadi Bullish dan mengangkat GBPUSD lebih lanjut hingga kisaran 1.29577 – 1.30140.

———-

EURUSD

Forex, Trading Forex, Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Bias pergerakan EURUSD menunjukkan Bullish, terlihat stochastic dan cci berada di area over sold. Skenario minggu ini tunggu harga terkoreksi di area 1.10020 – 1.11032 untuk mencari konfirmasi sinyal Beli dengan potensi EURUSD kembali rebound ke atas hingga kisaran 1.11659 – 1.12671. Sebagai alternatif perhatikan jika Resistance dikisaran 1.12671 pecah karena berpotensi mengangkat EURUSD lebih lanjut hingga kisaran 1.13683 – 1.14816. Namun waspadai apabila ternyata Support dikisaran 1.10020 pecah karena berpotensi mengubah bias minggu ini menjadi Bearish dan menekan EURUSD lebih lanjut hingga kisaran 1.08381.

——-

USDCHF

Forex, Trading Forex, Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Bias pergerakan USDCHF minggu ini masih menunjukkan potensi Bearish, saat ini harga tertahan dikisaran 0.96904 yang menjadi Support kunci pergerakan minggu ini. Perhatikan jika Support tersebut pecah karena berpotensi menekan USDCHF lebih lanjut hingga kisaran 0.94864 – 0.95941. Namun perhatikan jika Support dikisaran 0.96904 tidak pecah karena akan terbentuk pola double bottom dan memberikan peluang harga terkoreksi terlebih dahulu hingga kisaran 0.98463 – 0.99426. Perhatikan jika resistance dikisaran 0.99426 pecah karena bias pergerakan USDCHF berubah menjadi Bullish dan mengangkat USDCHF lebih lanjut hingga kisaran 1.00022 – 1.00985.

——–

USDJPY

Forex, Trading Forex, Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Pergerakan USDJPY menunjukkan konsolidasi setelah sempat turun hingga kisaran 110.225. Secara umum bias masih menunjukkan tekanan Bearish. Skenario minggu ini perhatikan Resistance di area 111.805 – 112.780 untuk mencari konfirmasi sinyal Sell dengan potensi USDJPY kembali turun hingga kisaran 110.225 – 111.200. Sebagai alternatif perhatikan jika Support dikisaran 110.225 pecah karena hal ini berpotensi menekan USDJPY lebih lanjut hingga kisaran 108.157 – 109.249. Namun waspadai apabila ternyata resistance dikisaran 112.780 pecah karena berpotensi mengubah bias minggu ini menjadi Bullish dan mengangkat USDJPY lebih lanjut hingga kisaran 113.385 – 114.360.

——–

AUDUSD

Forex, Trading Forex, Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Bias pergerakan AUDUSD menunjukkan Bullish, saat ini harga sedang mengalami koreksi. Perhatikan Support di area 0.74028 – 0.74460 untuk mencari konfirmasi sinyal Beli dengan potensi AUDUSD kembali rebound ke atas hingga kisaran 0.74728 – 0.75161. Sebagai alternatif perhatikan jika resistance dikisaran 0.75161 pecah karena berpotensi mengangkat AUDUSD lebih lanjut hingga kisaran 0.75594 – 0.76078. Namun waspadai apabila ternyata Support dikisaran 0.74028 pecah karena berpotensi mengubah bias minggu ini menjadi Bearish dan menekan AUDUSD lebih lanjut hingga kisaran 0.73327 – 0.73760.

——–

NZDUSD

Forex, Trading Forex, Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Bias pergerakan NZDUSD minggu ini menunjukkan Bullish, saat ini harga sedang menguji Resistance dikisaran 0.70752, perhatikan jika Resistance tersebut pecah karena berpotensi mengangat NZDUSD lebih lanjut hingga kisaran 0.71214 – 0.71731. Sebagai alternatif perhatikan Support di area 0.69542 – 0.70002 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi NZDUSD kembali rebound ke atas hingga kisaran 0.70752. Namun waspadai apabila Support dikisaran 0.69542 pecah karena berpotensi menekan NZDUSD lebih lanjut hingga kisaran 0.68794

———-

XAUUSD

Emas, Trading Emas, Investasi Emas, Trading Emas Online, Investasi Emas Online, Grafik Harga Emas

Bias pergerakan XAUUSD menunjukkan tekanan Bullish yang kuat setelah sebelumnya berhasil menembus Resistance kunci di 1264. Skenario minggu ini perhatikan jika Resistance dikisaran 1269.29 pecah karena berpotensi mengangkat XAUUSD lebih lanjut hingga kisaran 1274.37 – 1280.06. Sebagai alternatif perhatikan Support di area 1255.98 – 1261.06 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi XAUUSD kembali rebound ke atas hingga kisaran 1264.21 – 1269.29. Namun waspadai apabila Support dikisaran 1255.98 pecah karena berpotensi mengubah bias minggu ini menjadi Bearish dan menekan XAUUSD lebih lanjut hingga kisaran 1247.75 – 1252.83.

———

XAGUSD

Forex, Trading Forex, Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Bias pergerakan XAGUSD menunjukkan tekanan Bullish terliuhat harga bergerak diatas moving average. Skenario minggu ini perhatikan jika Resistance dikisaran 17.376 pecah karena berpotensi mengangkat XAGUSD lebih lanjut hingga kisaran 17.599 – 17.850. Sebagai alternatif perhatikan Support di area 16.902 – 17.153 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi XAGUSD kembali rebound ke atas hingga kisaran 17.376. Namun waspadai apabila Support dikisaran 16.902 pecah karena berpotensi mengubah bias minggu ini menjadi Bearish dan menekan XAGUSD lebih lanjut hingga kisaran 16.652.

——–

Crude Oil

Forex, Trading Forex, Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Bias pergerakan Oil minggu ini masih menunjukkan tekanan Bearish, terlihat harga mengalami koreksi dan sudah masuk area referensi dikisaran 49.63 – 50.52. Stochastic sudah diarea over bought memberikan peluang harga kembali turun. Peluang Sell bisa diambil saat ini dengan potensi oil kembali turun dengan target pertama menguji Support dikisaran 48.17. Perhatikan jika Support dikisaran 48.17 pecah karena berpotensi menekan Oil lebih lanjut hingga kisaran 46.27 – 47.27. Namun waspadai apabila Resistance dikisaran 50.52 pecah karena berpotensi mengubah bias pergerakan Oil minggu ini menjadi Bullish dan mengangkat Oil lebih lanjut hingga kisaran 51.98.

GBPUSD Masih Bullish Namun Kekurangan Momentum

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1.29858-1.29482 (cari konfirmasi sinyal BULLISH)

Support: 1.29858, 1.29482, 1.28874

Resistance: 1.30446, 1.30842, 1.31262

Komentar:

GBPUSD secara umum masih berada dalam bias bullish namun kekurangan momentum seiring pergerakan sideways yang terlihat di chart H1. Sebagai strategi trading berdasarkan analisa teknikal hari ini hari ini Anda bisa mencari sinyal buy di area acuan di kisaran 1.29858-1.29482 dengan potensi rebound hingga kisaran 1.30090-1.30466. Sebaliknya berhati-hatilah jika support 1.29482 kembali tembus karena hal tersebut akan mengubah bias intraday kembali menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.29250-1.28874.

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal, prediksi forex hari ini, GBP/USD

 

Analisa Forex Mingguan : 22 – 26 Mei 2017

Dolar AS tertekan cukup tajam karena masalah politik yang terjadi di Gedung Putih. Memo, mantan Direktur FBI James Comey yang menyatakan bahwa presiden Trump mencoba menghalangi penyelidikan FBI menjadi perhatian pasar dan membuat dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang sehingga membuat EUR/USD mencapai harga tertinggi 6 bulan.

Meeting minute the Fed juga akan ditunggu pelaku pasar karena investor sedang mencari petunjuk waktu kenaikan suku bunga AS. Beberapa data ekonomi seperti GDP AS, pidato Mario Draghi dan kesaksian James Comey akan menjadi perhatian pasar.

Berikut adalah data penting pada minggu ini :

  1. Keputusan suku bunga Kanada : Rabu, 21:00 WIB. Bank of Canada masih mempertahankan tingkat suku bunga dengan tidak berubah sebesar 0,5% sejak pertengahan 2015 dan diperkirakan tidak ada perubahan yang mungkin terjadi. Perekonomian Kanada sedikit tertekan karena kekhawatiran di sektor perumahan, harga minyak yang tidak mahal dan yang terakhir, laporan pekerjaan yang mengecewakan cukup menggangu pengambil keputusan.
  2. Kesaksian James Comey : Rabu, 20:30 WIB (tentatif). Mantan direktur FBI akan kembali ke Capitol Hill untuk pertama kalinya setelah dipecat oleh Presiden Trump. Memo Comey yang menunjukkan bahwa Trump mencoba untuk campur tangan dalam penyelidikan Michael Flynn, yang menjadi penasihat Keamanan Nasional pada musim kampanye Trump. Skandal tersebut sudah mempengaruhi dolar AS. Jika Comey dengan jelas mengatakan bahwa Trump mencoba menghalangi penyelidikan maka ada kemungkinan dolar akan turun. Jika dia menyangkalnya maka diperkirakan dollar akan naik.
  3. FOMC Meeting Minutes : Kamis, 01:00 WIB. Dalam pertemuan bulan Mei, Federal Reserve telah menahan suku bunga dengan tidak berubah dengan mengabaikan perlambatan ekonomi baru-baru ini. Karena notulen meeting minute dapat direvisi maka investor akan mencari sinyal yang dapat memberitahukan waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya.
  4. GDP Inggris (rilis kedua) : Kamis, 15:30 WIB. Pada saat rilis pertama, GDP Inggris menunjukkan penurunan yang signifikan sebanyak 0,3% dalam pertumbuhan. Brexit mulai berpotensi menggigit ketika sektor konsumsi sedikit melunak seiring kenaikan harga. GDP Inggris kemungkinan akan dikonfirmasi kembali.
  5. Klaim pengangguran AS : Kamis, 19:30 WIB. Barometer pasar pekerjaan AS secara mingguan telah sangat stabil akhir-akhir ini dengan bergerak menuju arah yang benar dengan data penurunan terbaru hanya 232K dalam seminggu terakhir.
  6. GDP AS (rilis kedua) : Jumat, 19:30 WIB. Perkiraan GDP AS rilis pertama menunjukkan bahwa terjadi tingkat pertumbuhan yang buruk sebesar 0,7% per tahun. Sementara itu, beberapa tahun sebelumnya pada kuartal pertama pertumbuhan juga berjalan melamban. Diperkirakan ada kenaikan pertumbuhan kecil pada ekonomi AS.
  7. Durable Goods Orders AS : Jumat, 19:30 WIB. Data ini dirilis bersamaan dengan GDP, sehingga para pelaku pasar mendapatkan preview investasi untuk Q2. Menurut data yang direvisi untuk bulan Maret, headline orders naik sebesar 0,9% tetapi masih di bawah ekspektasi untuk rilis awal.

Analisa Teknikal

GBP/USD

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal, prediksi forex hari ini, GBP/USD

Bias mingguan, pergerakan GBP/USD berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga sedang tertahan di support 1.29212 – 1.29690. Cari sinyal buy yang terkonfirmasi di area tersebut karena ada potensi pound akan menguat terhadap dollar dan bergerak ke atas menuju resistan 1.30465 – 1.31718. Tetapi jika support 1.29212 pecah, maka hal tersebut akan membuka kemungkinan harga bergerak ke support 1.28347 dan mengubah bias mingguan menjadi bearish.

EUR/USD

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal, prediksi forex hari ini, EUR/USD

Pergerakan EUR/USD pada grafik 4-jam terlihat dalam kondisi bullish namun saat ini berada dalam fase koreksi. Perhatikan indikator stochastic sedang berada dalam kondisi bearish. Jika EUR/USD bergerak ke bawah maka perhatikan support di kisaran 1.10648 – 1.11228 dengan mencari sinyal bullish yang valid dimana ada potensi akan bergerak ke kisaran 1.12107 – 1.13530. Waspadai juga, jika ternyata harga menembus support 1.10648 dimana ada kemungkinan euro akan tertekan denagn bergerak bearish menuju support 1.09260.

AUD/USD

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal, prediksi forex hari ini, AUD/USD

Secara umum, bias mingguan pergerakan AUD/USD berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang rebound dengan menguji area resistan. Perhatikan, jika harga tertahan di resistan 0.74681 maka cari sinyal sell yang terkonfirmasi dimana ada peluang harga akan bergerak turun menuju 0.73814 – 0.73278. Tetapi, jika resistan 0.74681 pecah akan membuka kemungkinan bias mingguan berubah menjadi bullish dan membuat aussie bergerak ke atas hingga kisaran 0.75549.

NZD/USD

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal, prediksi forex hari ini, NZD/USD

Bias mingguan, pergerakan NZD/USD terlihat berada dalam kondisi netral walaupun saat ini harga sedang melakukan fase rebound ke atas untuk menguji resistan 0.69564. Perhatikan, indikator stochastic sedang berada dalam kondisi jenuh beli. Jika harga bergerak ke bawah menuju support 0.6861 maka cari sinyal buy yang valid dimana ada peluang NZD/USD akan bergerak ke atas menuju area 0.69564 – 0.70101. Tetapi, jika support 0.68861 pecah, maka hal tersebut akan membuka kemungkinan harga bergerak ke bawah menuju area 0.68159.

USD/CHF

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal, prediksi forex hari ini, USD/CHF

Bias mingguan, pergerakan USD/CHF berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang berkonsolidasi. Jika harga bergerak ke atas dan tertahan di resistan 0.98100 – 0.98651 maka cari sinyal sell yang valid dimana ada potensi akan bergerak ke kisaran 0.97209 – 0.94875. Waspadai jika ternyata harga bergerak ke atas dan menembus resistan 0.98651 maka ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju area 1.00094.

USD/JPY

Analisa Forex, Analisa forex hari ini, analisa teknikal, prediksi forex hari ini, USD/JPY

Bias mingguan, pergerakan USD/JPY berada dalam kondisi bearish. Perhatikan indikator stochastic sedang berpotensi berada dalam kondisi jenuh beli. Waspadai jika harga terus tertahan di resistan 111.80 maka cari sinyal sell yang terkonfirmasi dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 110.22 – 108.64. Tetapi jika resistan 111.80 ditembus maka ada potensi USD/JPY akan bergerak ke atas menuju resistan 113.38.

XAU/USD

Analisa Emas, Trading Emas, Investasi Emas, Trading Emas Online, Investasi Emas Online, Grafik Harga Emas, XAU/USD

Secara umum, pergerakan emas pada grafik 4-jam berada dalam kondisi bullish. Waspadai indikator stochastic sedang berada dalam kondisi bearish, jika harga emas bergerak ke bawah dan tertahan di area 1245.53 maka cari sinyal buy yang valid dimana ada potensi emas akan kembali berpeluang akan bergerak ke atas ke kisaran 1264.92 – 1284.31. Hati – hati jika support 1245.53 ditembus, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas akan bergerak ke bawah menuju area 1226.14.

Tips Trading Forex Saat Market Sideways (Bag-1)

Ketika sedang bersemangat trading forex, mungkin Anda sering menemui kenyataan bahwa pasar bergerak sideways, atau sebagian trader menyebutnya “flat”. Ada pula yang menyebutnya dengan istilah yang lebih “kejam”, yaitu “pasar mati”. Bagaimana tips trading forex saat market sideways?

Banyak trader yang menghindari kondisi pasar seperti itu, karena mereka sering mengalami loss pada kondisi seperti itu. Mungkin Anda sendiri juga pernah mengalaminya, ketika Anda dengan berat hati terpaksa kehilangan keuntungan yang sebelumnya telah terkumpul gara-gara ditelan oleh kerugian selama pasar bergerak sideways. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah Anda tetap melakukan transaksi padahal strategi trading yang Anda miliki sebenarnya hanya cocok saat pasar dalam kondisi trending.

Meskipun demikian, sebenarnya tidak semua kondisi sideways adalah “jurang neraka” bagi trader forex. Sebenarnya ada kok, beberapa kondisi sideways yang cukup layak untuk “diperjuangkan”.

Nah, untuk itu kali ini saya akan mencoba menjabarkan beberapa tips yang bisa Anda coba ketika menemui pasar yang sedang bergerak dalam kondisi sideways.

  1. Perhatikan kondisi pasar: layak trading atau tidak

Kondisi sideways bisa menjadi layak untuk di-trading-kan JIKA Anda bisa melihat harga bergerak memantul-mantul dalam RANGE tertentu. Dengan kata lain, harga bergerak naik dan turun (berosilasi) di antara dua garis horizontal yang bisa Anda gambar di chart. Dua garis horizontal itulah yang biasa kita kenal dengan garis support dan resistance.

Tetapi ingat, Anda harus bisa melihat jelas bahwa ada “gelombang-gelombang” yang terjadi di antara support dan resistance tersebut dan ada jarak yang cukup di antara tiap-tiap gelombang. Itulah kondisi yang layak trading. Kondisi ini berbeda dengan kondisi choppy, yang akan saya jelaskan nanti.

Kira-kira, kondisi sideways yang saya maksud bentuknya kurang lebih akan seperti gambar berikut ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Perhatikan bahwa dalam gambar di atas ada jarak yang terlihat jelas di antara support dan resistance, juga di antara tiap-tiap gelombang.

Lalu bagaimana dengan kondisi choppy? Lanjutkan saja membaca tulisan ini.

  1. Kondisi choppy: tidak layak trading

Kondisi choppy adalah istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan kondisi pasar yang berkonsolidasi dalam range yang sempit. Anda tidak bisa melihat gelombang-gelombang yang terjadi dengan jelas.

Kondisi seperti ini tidak layak trading karena jarak antara titik balik yang terjadi tidak cukup lebar sehingga tidak memungkinkan untuk menerapkan risk-to-reward ratio yang baik.

Kondisi choppy lebih kurang bentuknya seperti gambar di bawah ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Perhatikan bahwa pada gambar di atas, price action yang berada dalam kotak bergerak sangat choppy dan bergerak dalam range yang sangat sempit. Perhatikan pula bahwa dua MA yang terpasang bergerak sangat rapat. Itulah tanda-tanda choppy market yang sebaiknya Anda jauhi.

Trading saat choppy market sebenarnya lebih dekat kepada gambling. Apalagi secara psikologis kondisi seperti ini sulit untuk dihadapi dan Anda akan mudah terjebak dengan mengira akan terjadi breakout, padahal tidak.

Baik, sampai di sini dulu pembahasan mengenai pasar sideways dan choppy. Di tulisan selanjutnya akan saya bahas trik trading forex dalam kondisi pasar sideways.

Tetap pantau blog ini.

Antara Brexit, Pelemahan Sterling dan Ekspor Inggris

Sebuah survey terkini menyatakan bahwa hanya tinggal satu dari lima warga Inggris yang tetap bertahan pada pendiriannya untuk tetap bergabung bersama Uni Eropa.

Hampir setahun pasca referendum Brexit, sebuah survey memperlihatkan bahwa dari total warga Inggris yang dulunya memilih untuk tetap bergabung dengan Uni Eropa sekarang hanya tinggal setengahnya yang bertahan pada pendiriannya. Sisanya menyatakan menerima keputusan bahwa Inggris harus keluar dari Uni Eropa.

Sekarang hanya tinggal 22 persen dari jumlah pemilih yang mengatakan bahwa mereka tidak mendukung Brexit dan meyakini bahwa pemerintah Inggris harus mengabaikan hasil referendum dan mencari cara untuk membatalkannya. Angka tersebut turun jauh dari jumlah yang diperoleh sebelumnya, ketika referendum dilaksanakan, yaitu 48%.

Sekarang sekitar 68% pemilih menyatakan mendukung langkah pemerintah untuk keluar dari Uni Eropa dan 23% di antaranya adalah orang-orang yang dulunya menentang Brexit.

Pelemahan Sterling Untungkan Eksportir?

Poundsterling masih bergerak dalam downtrend sejak hasil referendum menyatakan bahwa rakyat Inggris memilih keluar dari Uni Eropa.

Para eksportir Inggris merupakan pihak yang bersuka cita atas pelemahan poundsterling, karena pelemahan tersebut telah menaikkan nilai jual barang ekspor mereka hingga sebesar 15 persen sejak setahun lalu. Ada harapan peningkatan yang terjadi di sektor manufaktur akan membantu menyeimbangkan perekonomian Inggris yang selama ini bergantung pada permintaan dalam negeri.

Tetapi Gordon Macrae, manajer senior di Gripple yang berpusat di Sheffield, yang 85 persen pelanggannya ada di luar Inggris, tidak terlalu optimis bahwa peningkatan yang terjadi ini akan berlangsung lama meskipun terjadi permintaan yang tinggi atas produk mereka.

“Pandangan saya sejujurnya adalah bahwa pemerintah agak berkhayal bahwa ada peluang besar untuk perusahaan dengan nilai tukar sterling saat ini,” kata Macrae di pabrik Griffle di Sheffield.

Para pendukung Brexit berpendapat bahwa melemahnya pound akan menstimulasi ekspor dan investasi, sementara koran-koran pro-Brexit telah memanfaatkan membaiknya data ekspor untuk mempublikasikan booming­ ekspor Inggris menjelang pemilu tanggal 8 Juni mendatang.

Kekhawatiran Peningkatan Biaya Produksi dan Birokrasi

Bank of England memprediksikan pertumbuhan ekspor akan melebihi konsumsi domestik tahun ini seiring peningkatan inflasi – yang juga diakibatkan pelemahan nilai tukar mata uang. Tetapi Macrae berpendapat bahwa Gripple, yang konsumennya lebih suka melakukan pembayaran dengan menggunakan mata uang mereka sendiri, mewaspadai pelemahan sterling sebagai salah satu alat berkompetisi dalam harga. Menurut Macrae, menaikturunkan harga adalah hal yang terburuk dalam mempertahankan hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Salah satu hal yang dikhawatirkan dari Brexit adalah meningkatnya biaya produksi, terutama jika terjadi penundaan di pabean sehingga mempengaruhi kemampuan para produsen untuk mengimpor bahan baku yang diperlukan. Belum lagi kemungkinan terjadi penundaan pengiriman barang dari luar negeri.

Saat ini, meskipun ekspor barang Inggris telah mengalami peningkatan sebesar 15 persen sejak tahun lalu namun jumlah barang yang dijual hampir tidak mengalami peningkatan. Terakhir kali terjadi perbedaan yang besar di antara kedua komponen ini adalah ketika terjadi krisis finansial global, ketika sterling juga tumbang namun volume ekspor tidak mampu membaik. Pelemahan ekonomi global memang menjadi salah satu penjelasannya, namun kuncinya adalah ternyata kawasan Uni Eropa pun tak mengalami peningkatan.

Adalah mungkin bahwa ada semacam time lag antara kejatuhan sterling dan peningkatan produksi yang dilakukan oleh para eksportir. Tetapi sejarah memperlihatkan hal tersebut hampir tidak mungkin terjadi. Ekspor Inggris cenderung tidak terlalu merespon pelemahan sterling. Tidak hanya di tahun 2008 tetapi juga di tahun 1992 ketika Inggris menghapuskan patokan kurs tetap poundsterling terhadap mark Jerman.

Bulan Maret lalu, deputi gubernur Bank of England Ben Broadbent mengatakan bahwa ketidakpastian yang tercipta karena Brexit mungkin akan menahan langkah para eksportir untuk berinvestasi jangka panjang meskipun tingkat keuntungan saat ini cukup menggiurkan.

Analisa Forex Mingguan : 15 – 19 Mei 2017

Minggu kedua bulan Mei, US dolar cenderung menguat terhadap banyak mata uang meskipun ada kontroversi politik. Campuran data ekonomi menanti kita sekarang : PDB dari Jepang, data pekerjaan dari Australia, dan data perumahan dari AS. Inilah data besar yang harus diwaspadai yang bisa berpengaruh dipasar minggu ini.

Pemecatan Direktur FBI Comey oleh Trump untuk sementara menunda rally dolar karena kekhawatiran tentang agenda politik Presiden. Namun, ini tidak berlangsung lama. Dolar memang sedang berjuang ketika data penjualan ritel dan CPI sedang melemah. Tingkat daya beli, konsumen AS dirilis kurang dari yang diharapkan dan inflasi inti masih di bawah 2%. Pemilihan Macron sebagai presiden Prancis berikutnya sesuai dengan yang diharapkan pasar sehingga mampu memberikan kelegaaan kondisi pasar.

Di Inggris, BOE mengeluarkan sedikit perhatian pada inflasi, upah dan meskipun ada harapan bahwa proses Brexit akan berjalan mulus. Harga minyak berhasil pulih yang dikarenakan persediaan sedang turun ketika OPEC tampaknya mendekati kesepakatan untuk mengurangi produksi.

Berikut data data ekonomi penting yang akan dirilis minggu ini :

  1. Chinese Industrial Production: Senin, 09:00 WIB. Ekonomi terbesar kedua di dunia baru-baru ini menghasilkan beberapa angka suram. PMI manufaktur Caixin dan neraca perdagangan dibawah ekspektasi. Akankah output industri mengikuti? Ini adalah peristiwa penting bagi dolar Australia tapi juga seluruh dunia menyaksikannya. Setelah kenaikan mengejutkan 7,6% terakhir, angka untuk April bisa melemah: 7% seperti yang diperkirakan oleh pengamat.

  2. Euro-zone GDP: Selasa, 16:00 WIB. Rilis pertama untuk PDB zona euro menunjukkan tingkat pertumbuhan 0,5% q / q, lebih tinggi daripada di AS. Revisi ini mencakup lebih banyak data, terutama dari Jerman. Negara terbesar yang membukukan tingkat pertumbuhan 0,6%. Tidak ada perubahan yang diharapkan untuk data kali ini.

  3. US housing data: Selasa, 19:30 WIB. Izin bangunan AS mengalami peningkatan dan mencapai tingkat tahunan 1,26 juta pada bulan Maret. namun pembangunan Perumahan mulai berkebalikan dengan tergelincir menjadi 1,22 juta. Ada korelasi kuat antara sektor perumahan dan ekonomi pada umumnya. Untuk dampak yang berarti pada dolar, kedua angka tersebut harus masuk ke arah yang sama. Izin bangunan diproyeksikan tetap di 1,27 juta dan perumahan mulai meningkat menjadi 1,27 juta.

  4. UK jobs report: Rabu, 15:30 WIB. Tingkat pengangguran Inggris mencapai 4,7%, angka yang mengesankan. Namun, pertumbuhan upah biasa-biasa saja, hanya 2,3% di bulan Februari dan juga terkikis oleh inflasi. Selama bulan Maret, jumlah klaim pengangguran melonjak 25,5K, sebuah tanda yang mengkhawatirkan. Dampaknya melampaui data: ini adalah laporan pekerjaan terakhir sebelum pemilihan. Upah diprakirakan meningkat menjadi 2,4% y / y dan tingkat pengangguran cenderung bertahan di 4,7%.

  5. Oil inventories: Rabu, 21:30. Laporan mingguan oleh EIA telah menjadi penting setelah penurunan harga minyak baru-baru ini dan spekulasi tentang perpanjangan potensi kesepakatan OPEC non-OPEC. Terlepas dari persediaan minyak mentah, waspadai kenaikan produksi di AS.

  6. Japanese GDP: Kamis, 06:50 WIB. Ini adalah laporan awal untuk Q1 2017. Output Jepang cenderung berfluktuasi, dengan persentase kontraksi sesekali. Namun, 2016 adalah tahun pertumbuhan. Perekonomian ekonomi global terbesar ketiga mungkin juga meningkat di awal 2017: + 0,4% seperti perkiraan pengamat.

  7. Australian jobs report: Kamis, 08:30 WIB. Australia memperoleh pekerjaan tidak kurang dari 60.9K pada bulan Maret, jauh lebih baik dari perkiraan. Akankah akan mengalami kemunduran sekarang? Tingkat pengangguran tetap sebesar 5,9% meskipun terjadi peningkatan, namun hal itu disebabkan oleh kenaikan tingkat partisipasi. Diperkirakan hanya 5.2K yang diperkirakan dan tingkat unmeployment kemungkinan akan bertahan di 5,9%.

  8. US jobless claims: Kamis, 19:30 WIB. Ukuran mingguan pasar kerja AS telah stabil akhir-akhir ini. Kenaikan kecil dari 236K menjadi 240K seperti yang diharapkan. Perhatikan bahwa laporan minggu ini disertai oleh Philly Fed Manufacturing Index untuk bulan Mei dengan penurunan dari 22 menjadi 18,9 yang diperkirakan.

Analisa Teknikal

EUR/USD

Pergerakan EUR/USD pada grafik 4-jam terlihat dalam kondisi bullish namun saat ini berpeluang akan terkoreksi karena kondisi indikator stochastic sedang jenuh beli. Jika EUR/USD bergerak ke bawah maka perhatikan area support 1.08507 dengan mencari sinyal bullish yang terkonfirmasi dimana euro berpotensi akan bergerak ke kisaran 1.09402 – 1.10202. Waspadai jika harga turun ke bawah dengan menembus support 1.08507, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan euro kembali bergerak bearish menuju support di kisaran 1.07612.

GBP/USD

Bias mingguan, pergerakan GBP/USD terlihat sedang menguji area resistance 1.29329. Jika resistance tersebut pecah, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan pound bergerak ke kisaran 1.29878 – 1.30767. Tetapi jika GBP/USD bergerak ke bawah dan tertahan di sekitar support 1.28439 – 1.28714 maka cari sinyal bullish yang valid dimana ada potensi resistan 1.29329 – 1.29878 kembali di sentuh oleh pergerakan harga. Waspadai jika support 1.28439 ditembus karena hal tersebut akan membuka kemungkinan pound bergerak ke bawah menuju kisaran 1.27550.

USD/JPY

Pergerakan USD/JPY pada grafik 4-jam terlihat berada dalam kondisi bullish. Perhatikan kondisi indikator stochastic berpotensi sedang bullish. Waspadai jika harga terus tertahan di support 113.02 maka cari sinyal bullish yang valid dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistan 114.36 – 115.69. Tetapi jika support 113.02 ditembus maka ada potensi USD/JPY akan bergerak ke bawah menuju support 111.68.

USD/CHF

Pergerakan USD/CHF pada grafik 4-jam terlihat berada dalam fase koreksi tetapi secara umum bias mingguan berada dalam kondisi bullish. Jika harga tertahan di area 0.99780 maka cari konfirmasi sinyal beli, karena USD/CHF berpotensi akan bergerak ke kisaran 1.00416 – 1.00985. Waspadai jika ternyata harga menembus support 0.99780, karena hal tersebut bisa berpotensi kembali menekan harga ke bawah dan bergerak ke kisaran 0.99145.

NZD/USD

Bias mingguan, pergerakan NZD/USD terlihat berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang melakukan fase rebound ke atas menuju resistan pada kisaran 0.69058 – 0.69614. Jika muncul sinyal bearish yang terkonfirmasi di area tersebut maka ada peluang harga akan bergerak ke bawah menuju support 0.68159 – 0.67260. Tetapi, jika resistan 0.69614 pecah, maka hal tersebut akan membuka kemungkinan NZD/USD bergerak ke kisaran 0.70513.

AUD/USD

Pergerakan AUD/USD terlihat dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang mencoba rebound dengan menguji area resistan. Jika harga tertahan di resistan 0.74146 maka cari sinyal jual yang valid dimana ada peluang harga akan bergerak turun menuju 0.73278. Tetapi, jika resistan 0.74146 tembus akan berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mendorong aussie hingga kisaran 0.75013.

XAU/USD

Secara umum, pergerakan emas pada grafik 4-jam berada dalam kondisi bearish. Perhatikan area 1235.89 dengan mencari konfirmasi sinyal bearish dimana ada potensi emas akan kembali berpeluang turun ke kisaran 1214.16. Hati – hati jika resistance 1235.89 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas bergerak bullish ke kisaran 1257.62.

Brexit: Apa Korelasinya Dengan Harga Emas?

Akhir Maret lalu Inggris secara resmi menjalankan proses perceraian dari Uni Eropa dengan menjalankan Article 50 of the Lisbon Treaty. Kira-kira apa dampaknya terhadap pergerakan harga emas?

Pada tanggal 20 Maret 2017, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menjalankan Article 50 of the Lisbon Treaty. Dengan demikian, itu berarti Inggris menyampaikan pemberitahuan kepada Dewan Eropa bahwa mereka akan mengundurkan diri dari keanggotaan Uni Eropa secara resmi agar bisa melakukan negosiasi terkait pengunduran diri tersebut. Dengan kata lain, Inggris secara resmi akan memulai proses “perceraian” yang bisa memakan waktu dua tahun itu.

Meskipun peristiwa ini bisa dikatakan sebagai peristiwa bersejarah, namun ternyata tidak membuat harga emas bergerak dengan signifikan, setidaknya tidak saat langkah itu diambil. Mungkin itu karena langkah tersebut memang telah diantisipasi sebelumnya oleh pasar, karena Theresa May sendiri sebelumnya telah mengumumkan bahwa ia akan menjalankan Article 50 di bulan Maret 2017.

Namun itu tidak berarti Brexit tidak akan memberikan dampak sama sekali kepada pasar logam mulia. Tentu akan tergantung pada bagaimana proses negosiasi itu akan berjalan. Jika negosiasi dimulai dengan cara yang salah, atau ternyata lebih alot daripada yang diperkirakan, maka akan sangat mungkin permintaan atas emas – sebagai aset safe-haven – akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, jika para negosiator ternyata bisa melakukan perundingan dengan “santai-santai” saja tanpa adu argumen atau tekanan yang berarti, maka justru harga emas mungkin akan melemah.

Tetapi biar bagaimanapun para investor emas disarankan untuk tetap tenang, karena skenario terburuk untuk Brexit toh belum terjadi dan harga emas belum melambung. Proses perceraian ini akan terjadi dengan sangat bertahap, dengan demikian bisa meredam dampaknya terhadap pasar.

Satu hal yang pasti, perjalanan hingga kurang dari dua tahun ke depan tentunya akan sangat menarik dan banyak hal mungkin bisa terjadi di sepanjang perjalanan. Skotlandia bahkan telah menyuarakan untuk melaksanakan referendum ke-2 untuk kemerdekaan tanah air William Wallace tersebut. Belum lagi Gibraltar, secuil daerah kekuasaan Inggris yang berada di ujung Selatan Spanyol, yang masa depannya juga akan menjadi percekcokan yang panas.

Oh ya, jangan lupakan Irlandia Utara, juga nasib warga negara Inggris yang tinggal di benua Eropa, imigran yang bekerja di Inggris, perjanjian dagang baru, dan sebagainya. Setiap isu berpotensi untuk menimbulkan ketidakpastian yang mungkin – sekali lagi: mungkin – justru akan memberikan sentimen positif bagi emas. Dengan kata lain, setiap ketidakpastian yang muncul akan sangat mungkin diikuti oleh penguatan harga emas.

Tim Market Analyst FOREXimf.com senantiasa melakukan pemantauan dan analisis terhadap pergerakan harga emas dan perak serta mempublikasikannya setiap hari di laman Analisa. Tim Market Analyst juga menyampaikan informasi mengenai peluang pasar terkini kepada nasabah FOREXimf.com tiap kali ada potensi untuk membuka posisi. Informasi peluang pasar tersebut disampaikan langsung ke ponsel nasabah melalui aplikasi WhatsApp.

Jika Anda belum mendapatkan layanan tersebut, silakan menghubungi tenaga pemasar kami melalui Live Chat setiap hari kerja, Senin sampai Jumat pukul 09.00-18.00 WIB.

Analisa Forex Mingguan : 8 – 12 Mei 2017

Informasi terbaru dari pemilu presiden Perancis 2017, Emmanuel Macron unggul dari Marine Le Pen dan kemenangan ini menjadi penghapus kemungkinan Frexit atau keluarnya Prancis dari Uni Eropa. Hasil laporan pekerjaan AS terlihat optimis, dengan kenaikan yang kuat sebesar 211K dan angka pengangguran yang turun ke level 4.4%. Minggu ini pasar masih memantau perkembangan terbaru dari kemenangan Macron dilanjutkan dengan keputusan tingkat suku bunga di Inggris dan Selandia Baru dan kemudian data inflasi dan penjualan eceran AS. BoE akan menggelar laporan inflasi kuartalan, pengumuman suku bunga, statement kebijakan moneter dan notulen meeting, sementara RBNZ selain suku bunga, akan ada konferensi pers dan testimoni gubernur Graeme Wheeler. Kedua bank sentral tersebut diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya. Berikut adalah prospek untuk berita utama dalam seminggu ini :

Persediaan Minyak Mentah: Rabu, 21:30 WIB. Harga emas hitam, mengalami penurunan sebesar 0.9 juta barel pekan lalu. Saat ini pasar mewaspadai total produksi AS yang terus meningkat.

Keputusan Suku Bunga Selandia Baru: Kamis, 04:00 WIB. Reserve Bank of New Zealand diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sebesar 1.75% sekali lagi. Sementara sektor pekerjaan sedang meningkat, inflasi tetap terjaga. Pertanyaan yang lebih besar akan seputar nilai tukar. Akankah Gubernur Wheeler membicarakannya atau menunjukkan kepuasan dengan penurunan baru-baru ini? Perhatikan bahwa RBNZ akan mengadakan konferensi pers pada pukul 05:00 WIB dan pidato kemudian pada pukul 08:10 WIB.

Keputusan Tingkat Suku Bunga Inggris : Kamis: 18:00 WIB. Acara tersebut dijuluki “Super” karena Bank of England juga menerbitkan laporan inflasi kuartalannya. Pertemuan ini merupakan kesempatan untuk mengeluarkan pengumuman kebijakan moneter baru. Dengan pertumbuhan yang lebih lemah dan perlambatan upah, BOE mungkin lebih berhati-hati. Kenaikan baru-baru ini dalam sterling mengurangi beberapa tekanan inflasi. Mark Carney dan rekan-rekannya mungkin juga lebih berhati-hati dalam komunikasi karena acara tersebut diadakan persis empat minggu menjelang pemilihan umum di Inggris.

PPI AS: Kamis, 19:30 WIB. Harga produsen mencatatkan turun sebesar 0.1% di bulan Maret dan diperkirakan akan meningkat kembali dengan 0.2% di bulan April. Core PPI datar bulan lalu dan diproyeksikan bergerak 0.2% ke atas.

Klaim Pengangguran AS: Kamis, 19:30 WIB. Pengajuan klaim pengangguran minggu lalu berada pada 238.000. Kenaikan kecil hingga 245K diperkirakan untuk pembacaan minggu ini.

Penjualan Ritel AS: Jumat, 19:30 WIB. Perekonomian AS sangat condong ke konsumsi. Maret agak mengecewakan dengan penurunan 0,2%. Pada pembacaan pekan ini diperkirakan meningkat 0.6%. Penjualan ritel inti bulan lalu datar dan sekarang diperkirakan dengan kenaikan 0.5%.

CPI AS: Jumat, 19:30 WIB. Inflasi di AS terkejut dengan penurunan sebesar 0.3% di bulan Maret. Kenaikan sebesar 0.2% di perkirakan untuk pembacaan bulan ini. Core CPI turun sebesar 0.1%. Kenaikan 0.2% diperkirakan sekarang.

Analisa Teknikal

GBP/USD

Pergerakan GBP/USD pada grafik 4-jam terlihat tengah berada di sekitar area resistance 1.29878. Jika resistance tersebut pecah, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan pound bergerak ke kisaran 1.30427 – 1.30767. Waspadai jika harga terus tertahan di bawah resistance 1.29878, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan pound bergerak ke kisaran 1.28989 – 1.28439.

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

EUR/USD

Pergerakan EUR/USD pada grafik 4-jam terlihat dalam kondisi bullish namun saat ini berpeluang untuk terkoreksi dahulu. Perhatikan area support 1.08966 – 1.09440 dimana jika ditemukan konfirmasi sinyal bullish, maka euro berpotensi bergerak ke kisaran 1.09734 – 1.10208. Waspadai jika harga turun ke bawah support 1.08966, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan euro kembali bergerak bearish membidik support dikisaran 1.08672 – 1.08198

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

AUD/USD

Pergerakan AUD/USD terlihat dalam kondisi bearish pada grafk 4-jam. Jika harga kembali menembus support 0.73664 maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan aussie bergerak bearish ke kisaran 0.73219 – 0.72994. Jika terjadi pull-back dahulu ke kisaran 0.74606 dan ditemukan sinyal jual maka berpeluang harga bergerak turun dengan target mingguan di kisaran 0.74109 – 0.73664. Hati-hati jika resistance 0.74606 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mendorong aussie hingga kisaran 0.75104 – 0.75549.

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

USD/JPY

Pergerakan USD/JPY pada grafik 4-jam terlihat berada dalam kondisi bullish. Jika resistance 113.038 pecah, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan USD/JPY bergerak ke kisaran 113.853 – 114.357. Waspadai jika harga terus tertahan di bawah resistance 113.038 dan menembus base line 112.079, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan USD/JPY membentuk pola double top dan bergerak ke kisaran 111.311 – 110.904.

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

NZD/USD

Pergerakan NZD/USD pada grafik 4-jam terlihat tengah berupaya untuk bergerak naik ke kisaran 0.69688. Jika resistance tersebut pecah, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan NZD/USD bergerak ke kisaran 0.69973 – 0.70467. Waspadai jika harga terus tertahan di bawah resistance 0.69688, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan NZD/USD bergerak ke kisaran 0.69174 – 0.68869.

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

USD/CHF

Pergerakan USD/CHF pada grafik 4-jam terlihat berada dalam fase koreksi. Jika di area kisaran 0.98997 – 0.99257 ditemukan konfirmasi sinyal jual, maka USD/CHF berpotensi bergerak ke kisaran 0.98836 – 0.98576. Waspadai jika ternyata harga menembus ke atas resistance 0.99257, karena hal tersebut bisa berpotensi kembali mendorong harga naik ke kisaran 0.99418 – 0.99678

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

XAU/USD

Pergerakan emas pada grafik 4-jam terpantau dalam kondisi bearish. Jika support 1220.85 berhasil di tembus oleh emas, maka emas berpotensi bergerak bearish menuju area support dikisaran 1209.00 – 1201.67. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area 1240.03 – 1251.87 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dimana jika sinyal tersebut ada, emas berpeluang turun ke kisaran 1232.70 – 1220.85. Hati – hati jika resistance 1251.87 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas bergerak bullish ke kisaran 1259.20 – 1271.05

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia


Trik Trading Forex Menggunakan DeMarker (2)

Artikel ini merupakan artikel ke-2 di blog ini yang membahas mengenai strategi trading forex mempergunakan indikator teknikal DeMarker, atau yang biasa disebut DeM. Jika Anda belum mengenal indikator ini, saya sarankan untuk membaca tulisan pertama yang membahas mengenai DeM ini. Di artikel tersebut dijelaskan tentang pengetahuan dasar mengenai DeM dan bagaimana cara membacanya. Para trader biasa mempergunakan DeM untuk memperkirakan kondisi overbought dan oversold dan tentunya juga untuk memperkirakan kapan waktunya untuk membuka atau menutup posisi.

Biasanya cara mempergunakan DeM adalah dengan memperhatikan area overbought dan oversold yang disediakan indikator ini. Tetapi ingat ya, bahwa seperti halnya indikator teknikal lain, DeM pun tidak bisa menjamin bahwa sinyal yang dihasilkan akan akurat 100%. Itu kabar buruknya.

Kabar baiknya adalah sinyal yang muncul biasanya cukup konsisten untuk memberikan clue kepada para trader untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan. Tentu saja nantinya kemampuan Anda dalam mengenali dan menginterpretasi sinyal yang muncul dari DeM – sebagaimana indikator/sistem trading pada umumnya – hanya akan mengalami peningkatan melalui pengalaman.

Oke, bagaimana menurut Anda kalau di artikel kali ini kita mencoba untuk membangun sebuah sistem trading sederhana dengan memanfaatkan DeM? Jika Anda setuju, silakan lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai.

Perlu Anda ingat bahwa sistem trading yang dipaparkan di sini adalah untuk keperluan edukasi semata. Anda akan melihat beberapa contoh setup atau “sinyal trading” yang diperlihatkan dalam contoh, namun (sebagaimana yang telah kita pahami Bersama) ingatlah bahwa hasil di masa lalu bukanlah merupakan cerminan (apalagi jaminan!) bahwa sistem ini akan menghasilkan prestasi yang sama persis di masa datang.

Setting sistem trading sederhana ini adalah:

  • DeMarker periode 14
  • Exponential Moving Average (EMA) periode 14

Penampakannya akan menjadi seperti ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Oke, sekarang kita bahas “aturan pakai”-nya.

Aturan yang berlaku untuk sinyal buy:

  1. Tunggu hingga DeM turun ke area oversold, selanjutnya tunggu sampai kurva DeM kembali “memotong” ke atas level 0.3.
  2. Tunggu hingga harga memotong ke atas EMA 14 (candlestick harus sudah close).
  3. Ketika kondisi 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka Anda bisa membuka posisi buy.
  4. Tempatkan stop-loss (SL) di area support yang signifikan.
  5. Untuk target profit, Anda bisa memilih untuk menempatkan “take profit” (TP) dengan risk-to-reward ratio 1:1 terhadap SL, atau membiarkan harga bergerak hingga kembali memotong ke bawah EMA 14.

Contohnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Kalau Anda memilih untuk membiarkan profit mengalir hingga harga kembali crossing ke bawah EMA 14, contohnya seperti di gambar berikut ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Aturan yang berlaku untuk sinyal sell:

  1. Tunggu hingga DeM naik ke area overbought, selanjutnya tunggu sampai kurva DeM kembali “memotong” ke bawah level 0.7.
  2. Tunggu hingga harga memotong ke bawah EMA 14 (ingat: candlestick-nya harus sudah close dulu).
  3. Ketika kondisi 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka Anda bisa membuka posisi sell.
  4. Tempatkan SL di area resistance yang signifikan.
  5. Tempatkan TP dengan risk-to-reward ratio 1:1 terhadap SL, atau biarkan harga bergerak hingga kembali memotong ke atas EMA 14.

Contohnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Kalau Anda memilih untuk membiarkan profit mengalir hingga harga kembali crossing ke atas EMA 14, contohnya seperti di gambar berikut ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui adalah bahwa pada umumnya sistem trading yang mempergunakan moving average biasanya tidak bisa bekerja dengan baik pada keadaan market yang sideway. Jadi Anda harus senantiasa memperhatikan bagaimana kondisi market saat Anda akan menerapkan sistem ini.

Nah, sederhana kan? Begitupun, Anda harus tetap ingat bahwa selalu ada resiko yang menyertai setiap transaksi. Itu artinya Anda bisa mengalami loss kapan saja. Untuk itu Anda harus senantiasa bijaksana mempergunakan modal dan menempatkan SL dalam setiap transaksi.

Selamat mencoba.