Kebijakan Bank Sentral: Seberapa Pentingkah?

Anda mungkin telah memahami bahwa pergerakan kurs mata uang juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga yang ditetapkan bank sentral negara tersebut. Sementara, tingkat suku bunga, yang merupakan kebijakan moneter, juga dipengaruhi oleh penilaian bank sentralnya atas stabilitas ekonomi dan harga.

Beroperasinya bank sentral membutuhkan pimpinan yang biasa disebut sebagai Ketua, Gubernur, atau Presiden. Mereka adalah individu-individu yang bisa dikatakan merupakan “suara” dari bank sentral tersebut. Merekalah yang bertugas menyampaikan arah kebijakan moneter bank sentral yang dipimpinnya kepada pasar. Tiap kali mereka naik ke podium, mimbar, atau berbicara di suatu forum, hampir bisa dipastikan semua orang akan pasang telinga.

Penting bagi trader untuk mengetahui potensi arah kebijakan moneter (alias suku bunga) bank sentral tertentu karena naik atau turunnya suku bunga akan berpengaruh pada penguatan atau pelemahan mata uang negara tersebut. Untungnya, sekarang kita bisa dengan mudah mendapatkan akses informasi pernyataan pemimpin-pemimpin bank sentral. Jadi, lain kali jika Janet Yellen atau Mario Draghi memberikan pernyataan, buka mata dan telinga Anda lebar-lebar.

Memang pemimpin bank sentral bukanlah satu-satunya pihak yang membuat kebijakan moneter untuk suatu negara atau perekonomian, tetapi setiap pernyataan mereka bisa dianggap sebagai “sabda”. Pernyataan-pernyataan mereka bisa mempengaruhi pasar dan seringkali diikuti oleh pergerakan harga yang signifikan. Meskipun demikian, tidak semua pemimpin bank sentral memiliki “kekuatan” yang sama.

Pernyataan para pemimpin bank sentral bisa berupa alasan di balik keputusan tingkat suku bunga diskusi terkait pertumbuhan ekonomi, hingga perkiraan perubahan ekonomi ke depan. Biasanya setiap pernyataan mereka disiarkan secara live oleh televisi-televisi yang memang khusus memberitakan berita-berita ekonomi seperti Bloomberg atau CNBC.

Tetapi Anda tidak perlu kecewa jika tidak bisa menyimak pernyataan mereka secara langsung, sebab segera setelah pidato atau pengumuman disampaikan, Anda bisa dengan segera mengetahui topik pembicaraan mereka di internet. Kalau Anda tidak berlangganan Bloomberg TV atau CNBC, Anda masih bisa mendapatkan informasinya melalui website mereka.

Para analis dan trader forex biasanya akan mencerna pernyataan para pemimpin bank sentral terutama apabila yang mereka sampaikan berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi atau suku bunga. Reaksi pasar lebih kurang sama seperti mereka bereaksi terhadap data atau indikator ekonomi tertentu, tetapi khusus untuk suku bunga, pasar biasanya lebih bereaksi lebih signifikan terutama apabila ternyata pengumuman tingkat suku bunga tidak seperti yang diperkirakan.

Bank-bank sentral dewasa ini menjadi semakin transparan, sehingga pasar merasa relatif lebih mudah untuk memperkirakan arah kebijakan moneter bank sentral. Meskipun demikian masih tetap ada kemungkinan para pengambil kebijakan di bank sentral akan mengubah pandangan mereka. Dalam situasi seperti ini, volatilitas pasar biasanya meningkat dan Anda harus lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi.

“Hawkish” vs “Dovish”

Dalam dunia trading forex, sikap para pejabat bank sentral biasanya terbagi menjadi dua kubu: “hawkish” dan “dovish”, tergantung pada bagaimana mereka menilai kondisi ekonomi tertentu.

Seorang pejabat bank sentral akan dianggap “hawkish” ketika mereka memperlihatkan sikap atau pendapat yang mendukung kenaikan suku bunga untuk menghadapi inflasi, bahkan meskipun pertumbuhan ekonomi sedang lamban dan kondisi sektor lapangan pekerjaan sedang buruk.

Misalnya Anda mendengar atau membaca berita seperti ini, “Federal Reserve memperkirakan adanya ancaman naiknya tingkat inflasi yang tinggi.” Federal Reserve bisa saja dianggap hawkish jika mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang mengarah pada kenaikan tingkat suku bunga yang dimaksudkan untuk mengurangi tekanan inflasi.

Sebaliknya, para pejabat bank sentral yang dovish biasanya lebih memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan sektor lapangan pekerjaan daripada menaikkan suku bunga. Mereka juga cenderung memilih untuk bersikap tidak agresif terkait kejadian ekonomi tertentu.

Anda juga bisa saja menemukan beberapa pejabat bank sentral yang “berdiri di tengah-tengah”, atau bersikap netral. Terkadang mereka menunjukkan sikap hawkish, terkadang juga dovish. Meskipun demikian, sikap “asli” mereka akan terlihat ketika ternyata keadaan pasar berubah menjadi ekstrim.

Para Pejabat Bank Sentral

Para “pejabat bank sentral” yang berulang disebutkan di atas tergabung dalam semacam “dewan”. Misalnya Bank Indonesia memiliki “Dewan Gubernur”; Federal Reserve memiliki “Federal Open Market Committee”. Salah satu tugas “Dewan” ini adalah menentukan kebijakan moneter, dalam hal ini tingkat suku bunga, biasanya melalui mekanisme voting.

Berikut ini adalah daftar beberapa bank sentral utama dunia berikut pemimpin dan “dewan”-nya:

Bank Sentral Asal Sebutan Untuk Pemimpin Nama Pemimpin Saat Ini (2016)

Nama Dewan

Bank of England (BOE) Inggris Governor (Gubernur) Mark Carney Monetary Policy Committee (MPC)
Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat Chairman/Chairwoman (Ketua) Janet Yellen Federal Open Market Committee (FOMC)
European Central Bank (ECB) Uni Eropa President (Presiden) Mario Draghi Governing Council
Bank of Japan (BOJ) Jepang Governor (Gubernur) Haruhiko Kuroda Monetary Policy Board
Reserve Bank of Australia (RBA) Australia Governor (Gubernur) Philip Lowe Reserve Bank Board
Swiss National Bank (SNB) Swiss Chairman (Ketua) Thomas Jordan Governing Board

Analisa Forex Mingguan: 26-30 Desember 2016

Dollar AS terpantau melemah terhadap beberapa mata uang utama dalam perdagangan pasca natal, tergelincir dari level tertinggi 14-tahun karena investor melakukan aksi profit taking menjelang akhir tahun.

Greenback secara garis besar masih mendapat dukungan seiring dengan harapan pertumbuhan AS yang lebih tinggi dan kenaikan suku bunga yang lebih cepat di bawah presiden baru Donald Trump.The Federal Reserve berencana akan menaikkan suku bunga tiga hingga lebih pada tahun 2017.

Pada seminggu ke depan, volume perdagangan diperkirakan akan berkurang karena liburan Natal dan tahun baru. Berikut daftar berita penting yang cenderung dapat mempengaruhi pasar.

Updates:

1. CB Consumer Confidence AS : Selasa (27/12), 22.00 WIB. Indeks CB Consumer Confidence bulan Nopember lalu berada pada angka 107.1, lebih tinggi dari perkiraan 101.3 dan yang tertinggi sejak bulan Juli 2007. Untuk bulan Desember 2016 diperkirakan indeks kepercayaan konsumen akan kembali naik ke angka 108.9. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

2. Unemployment Claims AS: Kamis (29/12), 20:30 WIB. Angka klaim tunjangan pengangguran naik 21.000 ke angka 275.000 di pekan kemarin. Angka klaim pengangguran ini telah berada di bawah 300.000 untuk 94 pekan berturut-turut (terpanjang sejak tahun 1970) yang mengindikasikan sehatnya sektor lapangan pekerjaan. Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan naik menjadi 277.000.

Analisa Teknikal

AUD/USD

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

AUD/USD tertahan di area support di kisaran 0.71588. Jika support tersebut tembus, Aussie diperkirakan akan melanjutkan pelemahan hingga kisaran 0.70727 – 0.70194. Perhatikan bahwa indikator teknikal cenderung bullish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 0.72982 dengan potensi target di kisaran 0.71588. Hati-hati jika resistance 0.72982 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 0.73412 – 0.73842.

—-

EUR/USD

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

EUR/USD tampak berkonsolidasi. Stochastic dekati area jenuh beli di chart H4. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di 1.04726 – 1.05475 dengan potensi target di kisaran 1.04262-1.03512. Hati-hati jika resistance 1.05475 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1.05939 – 1.06689.

—-

GBP/USD

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

GBP/USD berpeluang terkoreksi ke kisaran 1.23347 – 1.24011. Stochastic dan CCI dekati area jenuh beli di chart H4. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di chart H4 jika terjadi pull-back ke area resistance tersebut di atas dengan potensi target di kisaran 1.22937 – 1.22274. Hati-hati jika resistance 1.24011 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1.24421 – 1.25084.

—-

USD/JPY

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

USD/JPY kembali dekati area kisaran 116.227 – 117.153. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal buy di chart H4 jika terjadi koreksi ke area support tersebut di atas dengan potensi rebound di kisaran 117.726 – 118.653. Hati-hati jika support 116.227 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 115.654 – 114.727.

—-

USD/CHF

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

USD/CHF kembali dekati area support di kisaran 1.01815 – 1.02430. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal buy di chart H4 jika terjadi koreksi ke area support tersebut di atas dengan potensi rebound di kisaran 1.02810-1.03424. Hati-hati jika support 1.01815 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1.01435-1.00821.

—-

NZD/USD

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

NZD/USD terlihat masih berada dalam kondisi tertekan dan masih berada di sekitar area support 0.68601. Jika support tersebut tembus, kiwi diperkirakan akan melanjutkan pelemahan hingga kisaran 0.67712 – 0.67162. Perhatikan bahwa CCI dan stochastic bullish di chart H4, sehingga ada kemungkinan pull-back ke resistance 0.69490. Sebagai alternatif, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di chart H4 jika terjadi pull-back ke area resistance tersebut dengan potensi target di kisaran 0.68601. Hati-hati jika resistance 0.69490 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 0.70040 – 0.70930.

—-

GOLD

 Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Harga emas masih belum beranjak banyak. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di 1139.05 – 1149.22 dengan potensi target di kisaran 1132.75 – 1122.57. Hati-hati jika resistance 1149.22 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1155.52-1165.70.

—-

OIL

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Pergerakan oil pada grafik 4-jam terlihat membidik area resistance 54.47. Jika resistance tersebut pecah, maka oil berpeluang untuk menguat ke kisaran 55.62 – 56.91. Kondisi indikator teknikal berada dalam kondisi jenuh beli pada grafik 4-jam. Jika harga terus tertahan di bawah resistance 54.47, maka oil berpotensi melemah ke kisaran 52.03

Tips Trading: Keluar Dari Zona Nyaman Dengan Aman

Salah satu misi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com adalah membantu para trader untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam trading melalui latihan dan pengulangan. Tim ini bisa membantu Anda untuk mempelajari trading forex, mengenali kelemahan-kelemahan Anda sebagai trader dan menentukan cara seperti apa yang bisa berhasil (dan tidak berhasil) bagi Anda. Gampangnya, tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk membantu Anda agar bisa mengumpulkan profit secara konsisten.

Anda mungkin akan mendapatkan materi-materi tentang tips dan trik trading, mempelajari beberapa strategi trading dan mulai melakukan transaksi di salah satu currency pair pilihan Anda. Ketika Anda sudah merasa nyaman dengan strategi yang diterapkan pada salah satu pair, biasanya ada semacam keengganan untuk mencoba bertransaksi di pair lain. Ada yang misalnya hanya mau bertansaksi emas, oil, atau GBPUSD saja. Padahal sangat bisa jadi banyak peluang yang juga tercipta di pair atau komoditi lain. Jika Anda hanya mau bertransaksi satu pair saja, tentu tak mungkin Anda bisa meraih peluang yang muncul di pair lain. Itu sama saja dengan Anda membatasi potensi keuntungan yang bisa Anda raih.

Memang saya berulang menyatakan bagi para pemula sebaiknya fokus di satu atau dua pair saja, agar konsentrasi tidak mudah buyar. Tetapi, hei, itu kan saran untuk pemula.

Sebenarnya seiring perjalanan waktu dan bertambahnya pengalaman, intuisi dan keahlian Anda pun akan semakin tajam. Jika sudah seperti itu, ada baiknya Anda membuka diri untuk bersiap melepas status “newbie” yang selama ini melekat.

Nah, kali ini saya ingin mencoba membahas kemungkinan bagi Anda untuk mencoba keluar dari “zona nyaman” tersebut. Tenang, saya tidak akan meminta Anda untuk memperbesar transaksi hingga tiga atau empat kali lipat, atau memaksa Anda untuk meninggalkan kursi empuk yang biasa Anda tempati ketika trading.

Sebagai trader Anda perlu mengenal beberapa metode trading karena pasar itu tidak statis. Ia seperti “hidup”. Gerak dan perilakunya sangat dinamis, bahkan bisa berubah dalam waktu singkat. Karena itu, jika Anda hanya mengetahui satu metode saja, akan sulit bagi Anda untuk bisa mengantisipasi perubahan “tabiat” pasar. Jadi Anda perlu memperluas wawasan dan mengembangkan keahlian trading Anda.

Selain meningkatkan pengetahuan Anda tentang trading, keluar dari zona nyaman juga bisa membuka cakrawala pengetahuan untuk mengenali peluang yang lebih banyak (dan kemungkinan besar: profit yang lebih banyak). Jika berhasil Anda lakukan dengan baik, maka hal itu akan meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri dan penguasaan mental Anda sebagai trader.

Tetapi Anda tetap harus berhati-hati. Keluar dari zona nyaman juga bisa berarti mengekspos diri Anda ke tingkat stress yang mungkin lebih tinggi. Itu juga berarti lebih banyak peluang untuk melakukan kesalahan.

Untuk itu ada sedikit tips bagi Anda yang sudah bersiap untuk melangkah keluar dari zona nyaman Anda selama ini.

Mulailah Perlahan-lahan

Berbicara mengenai melangkah keluar dari zona nyaman bukan berarti hal itu harus dilakukan dengan drastis dan ekstrim.

Misalnya, tadinya batasan resiko per transaksi Anda hanya sebesar 5% dari equity terakhir, mungkin bisa sedikit diperbesar menjadi 7% atau 10%. Dengan demikian, jumlah lot yang bisa Anda pergunakan bisa sedikit lebih besar (lebih lengkap tentang ini, baca artikel mengenai position sizing).

Jika biasanya Anda hanya bertransaksi di satu currency pair saja, cobalah untuk melirik juga peluang di dua atau tiga currency pair lain, sehingga Anda bisa mencoba mencari peluang di tiga atau empat currency pair.

Intinya, lakukan perlahan-lahan. Saya pun tidak merekomendasikan perubahan yang radikal, misalnya dari pembatasan resiko 5% langsung menjadi 25%, atau dari satu currency pair tiba-tiba langsung mengamati tujuh currency pair sekaligus. Pelan-pelan saja.

Coba Strategi Baru Dengan Demo Account Terlebih Dahulu

Jika Anda menemukan sebuah teori atau strategi baru, jangan terburu-buru untuk menerapkannya di real account. Cobalah terlebih dahulu di demo account. Dengan demikian, Anda akan bisa mencobanya dengan leluasa tanpa harus menghadapi resiko kehilangan uang.

Jangan pula terburu-buru untuk bisa segera mempergunakan strategi baru tersebut di real account. Cobalah setidaknya dalam tiga bulan tanpa berhenti. Ingat, Anda sudah memiliki strategi trading sebelumnya dan telah terbukti menghasilkan. Sebelum Anda benar-benar bisa membuktikan “keampuhan” strategi baru tersebut, tetaplah setia pada trading plan yang telah Anda miliki sebelumnya. Pergunakanlah strategi baru tersebut jika dan hanya jika Anda telah benar-benar melihat efektivitasnya.

Kebanyakan trader berpengalaman secara rutin keluar dari zona nyaman mereka. Kami, Tim Market Analyst FOREXimf.com sering melakukan pengujian strategi dan metode trading yang baru bagi kami. Terkadang hasil pengujian itu berhasil, terkadang gagal. Namun bagi kami yang penting bukanlah hasilnya, melainkan pelajaran yang berhasil kami petik.

Ingatlah bahwa tiap kali Anda melakukan hal baru – entah itu menguji metode baru atau menemukan teori baru – realitas Anda sebagai trader akan diuji. Jika Anda tetap rendah hati dan terbuka, besar kemungkinan Anda justru akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah terpikirkan. Sangat mungkin ide-ide baru akan bermunculan di pikiran Anda dan – dengan sendirinya – Anda akan berkembang.

Demi kejujuran, saya katakan bahwa memang tidak mudah untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Mungkin saja awalnya Anda akan gagal dan kembali lagi ke zona nyaman Anda. Tetapi seiring waktu, Anda akan bisa mempelajari banyak hal. Maka, jangan menyerah pada percobaan pertama atau ke dua saja, karena bisa jadi di percobaan ke tiga dan selanjutnya Anda akan banyak mendapatkan peningkatan kemampuan dan kematangan sebagai trader.

Jadi, siapkah Anda mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman Anda sekarang?

Analisa Forex Mingguan: 19-23 Desember 2016

USD menguat terutama terhadap euro dan yen setelah Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga pekan lalu. Menurut Fed, perekonomian Amerika Serikat tumbuh dengan sehat. Kejutan besar datang bersama rencanan kenaikan suku bunga yang akan dilaksanakan pada tahun 2017.

Updates:

1. German Ifo Business Climate: Senin (19/12), 16.00 WIB
Indeks iklim bisnis Jerman hampir tidak mengalami perubahan di bulan November yaitu 110.4, tidak terpengaruh oleh kemenangan Donald Trump pada pilpres AS. Kondisi bisnis mengalami perbaikan namun proyeksi pertumbuhan enam bulan ke depan tidak terlalu menggembirakan. Sentimen di antara para produsen menurun di tengah prediksi ekspor. Para ekonom memperkirakan Brexit dan kemenangan Trump akan berdampak pada ekonomi nantinya.
Indeks sentimen bisnis Jerman bulan ini diperkirakan naik menjadi 110.7.

2. Keputusan suku bunga Jepang: Selasa (20/12)
Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga pada pertemuannya di bulan November, meskipun kembali menunda deadline pencapaian target inflasi. BOJ akan mempertahankan suku bunga kecuali jika terjadi ancaman yang besar atas pemulihan ekonomi yang masih rapuh. BOJ juga memperingatkan resiko pelemahan karena momentum pergerakan harga melemah. Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa perjuangan mengatasi deflasi memakan waktu lebih lama daripada yang direncanakan. Meskipun demikian, BOJ memperkirakan target inflasi akan tercapai pada tahun 2018.

3. US Crude Oil Inventories: Rabu (21/12), 22.30 WIB
Persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 2,6 juta barrel di pekan yang berakhir pada tanggal 9 Desember. Angka tersebut melebihi perkiraan yang hanya 1,4 juta barrel. Meskipun demikian, para ekonom mengklaim bahwa angka tersebut tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya karena penurunan terbesar terjadi di PADD 5, yang didominasi oleh West Coast sementara impor dari Gulf Coast sebenarnya meningkat.

4. GDP New Zealand: Kamis (22/12), 04.45 WIB
Perekonomian New Zealand tumbuh 0,9% di kuartal ke-2, sedikit lebih rendah daripada perkiraan. Ekspor dan permintaan domestik terus bertambah. Angka ekspor naik 4% dan permintaan dari sektor rumah tanggak naik 3,6%. Angka positif ini kemungkinan akan menjadi salah satu penyebab Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Pertumbuhan ekonomi New Zealand untuk kuartal ke-3 diperkirakan di angka 0,8%.

5. US Durable Goods Orders: Kamis (22/12), 20.30 WIB
Tingkat pemesanan barang tahan lama mengalami kenaikan sebesar 4,8% di bulan Oktober terutama karena tingginya permintaan pesawat komersil. Angka tersebut melebihi perkiraan di 3,3%. Meskipun demikian, jika tidak menyertakan pesawat dan industri kendaraan bermotor, tingkat pemesanan barang tahan lama di bulan Oktober hanya mengalami kenaikan sebesar 1%, namun angka ini tetap dianggap solid. Angka positif ini mencerminkan bahwa sektor manufaktur secara perlahan mulai menguat.
Kali ini, tingkat pemesanan barang tahan lama diperkirakan naik 0,2%.

6. GDP AS: Kamis (22/12), 20.30 WIB
Pembacaan GDP akhir untuk kuartal ke-2 secara mengejutkan memperlihatkan pertumbuhan 1,4%, setelah sebelumnya tercatat tumbuh 1,1%. Sektor ekspor mengalahkan impor dan investasi bisnis meningkat, memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan GDP AS untuk kuartal ke-3 diperkirakan mencapai 3,3%.

7. US Unemployment claims: Kamis (22/12), 20.30 WIB
Angka klaim tunjangan pengangguran turun 4.000 ke angka 254.000 di pekan yang berakhir tanggal 10 Desember. Dengan demikian, angka klaim pengangguran ini telah berada di bawah 300.000 untuk 93 pekan berturut-turut (terpanjang sejak tahun 1970) yang mengindikasikan sehatnya sektor lapangan pekerjaan.
Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan naik menjadi 255.000.

—-

Analisa Teknikal

AUD/USD

audusd-analisa-forex-mingguan-foreximf-19-23-desember-2016

AUD/USD menguji area support di kisaran 0.73648. Jika support tersebut tembus, Aussie diperkirakan akan melanjutkan pelemahan hingga kisaran 0.72037-0.71354. Perhatikan bahwa CCI oversold di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 0.73637-0.74247 dengan potensi target di kisaran 0.73259-0.72648. Hati-hati jika resistance 0.74247 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 0.74625-0.75236.

—-

EUR/USD

eurusd-analisa-forex-mingguan-foreximf-19-23-desember-2016

EUR/USD menguji area resistance di kisaran 1.04812-1.05529. Stochastic overbought di chart H4. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di chart H4 jika terjadi pull-back ke area resistance tersebut di atas dengan potensi target di kisaran 1.04369-1.03652. Hati-hati jika resistance 1.05529 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1.05972-1.06689.

—-

GBP/USD

gbpusd-analisa-forex-mingguan-foreximf-19-23-desember-2016

GBP/USD menguji area resistance di kisaran 1.25093-1.25923. Stochastic overbought di chart H4. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di chart H4 jika terjadi pull-back ke area resistance tersebut di atas dengan potensi target di kisaran 1.24579-1.23748. Hati-hati jika resistance 1.25923 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1.26437-1.27268.

—-

USD/JPY

usdjpy-analisa-forex-mingguan-foreximf-19-23-desember-2016

USD/JPY menguji area support di kisaran 117.152-116.224. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal buy di chart H4 jika terjadi koreksi ke area support tersebut di atas dengan potensi rebound di kisaran 117.726-118.653. Hati-hati jika support 116.224 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 115.650-114.723.

—-

USD/CHF

usdchf-analisa-forex-mingguan-foreximf-19-23-desember-2016

USD/CHF menguji area support di kisaran 1.02430-1.01815. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal buy di chart H4 jika terjadi koreksi ke area support tersebut di atas dengan potensi rebound di kisaran 1.02810-1.03424. Hati-hati jika support 1.01815 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1.01435-1.00821.

—-

NZD/USD

nzdusd-analisa-forex-mingguan-foreximf-19-23-desember-2016

NZD/USD menguji area support di kisaran 0.69292. Jika support tersebut tembus, Kiwi diperkirakan akan melanjutkan pelemahan hingga kisaran 0.68566-0.67753. Perhatikan bahwa CCI oversold di chart H4, sehingga ada kemungkinan pull-back ke resistance 0.70467-0.71194. Sebagai alternatif, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di chart H4 jika terjadi pull-back ke area resistance tersebut dengan potensi target di kisaran 0.70018-0.69292. Hati-hati jika resistance 0.71194 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 0.71643-0.72369.

—-

GOLD

gold-analisa-forex-mingguan-foreximf-19-23-desember-2016

Harga emas menguji area resistance di kisaran 1138.84-1148.88. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di chart H4 di dalam area resistance tersebut di atas dengan potensi target di kisaran 1132.62-1122.57. Hati-hati jika resistance 1148.88 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1155.10-1165.15.

—-

OIL

oil-analisa-forex-mingguan-foreximf-19-23-desember-2016

Harga minyak mentah menguji area resistance di kisaran 53.32-54.47. Pekan ini, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell di chart H4 di dalam area resistance tersebut di atas dengan potensi target di kisaran 52.03-50.74. Hati-hati jika resistance 54.47 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan hingga kisaran 55.62-56.91.

Analisa Forex Mingguan: 12-16 Desember 2016

USD masih Berjaya di pekan lalu. Data ekonomi yang dirilis semakin memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) pekan ini. Sektor jasa Amerika Serikat (AS) menguat ke 57.2 di bulan November, yang merupakan pembacaan tertinggi sejak Oktober tahun lalu. Produksi meningkat 4 persen poin sementara pengangguran naik 5,1 persen poin ke angka tertinggi 13 bulan.

Sektor jasa yang merupakan dua per tiga dari aktivitas ekonomi AS diperkirakan akan memperkuat pertumbuhan GDP menjadi 3,5%.

Berikut adalah data ekonomi yang akan dirilis pekan ini:

1.    Data inflasi Inggris: Selasa (13/12), 16.30 WIB
Data inflasi Inggris untuk bulan Oktober tercatat hanya 0,9%, lebih rendah dibandingkan bulan September yaitu 1%. Harga-harga bahan baku meningkat di bulan Oktober sebagaimana harga barang jadi. Namun kenaikan harga pakaian dan biaya kuliah tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan tahun 2015. Meskipun demikian, para ekonom memperkirakan inflasi akan naik di tengah depresiasi yang dialami sterling sejak keputusan Brexit.
CPI November diperkirakan naik 1,1%.

2.    Data tenaga kerja Inggris: Rabu (14/12), 16.30 WIB
Data tenaga kerja Inggris beragam di bulan Oktober. Tingkat pengangguran berada di angka 4,8%, lebih rendah 0,1% dibandingkan dengan bulan September. Sementara itu jumlah penduduk yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran naik sebesar 9.800 di bulan Oktober, yang merupakan peningkatan terbesar dalam lima ulan terakhir. Data tersebut memperlihatkan bahwa sektor tenaga kerja Inggris sedang kehilangan momentum.
Angka klaim pengangguran baru diperkirakan tercatat 6.200 di bulan November.

3.    US Retail sales: Rabu (14/12), 20.30 WIB
Angka penjualan eceran AS naik melebihi perkiraan di bulan Oktober, naik 0,8% di tengah tingginya angka penjualan kendaraan bermotor, meningkatnya permintaan bahan bangunan dan barang-barang lain. Angka di bulan September direvisi meningkat naik 1 persen, mengonfirmasi penguatan ekonomi dan mendukung keinginan Fed untuk menaikkan suku bunga bulan ini.
Angka penjualan eceran bulan November diperkirakan naik sebesar 0,3% sementara penjualan inti diperkirakan naik 0,4%.

4.    US PPI: Rabu (14/2), 20.30 WIB
Inflasi AS tidak mengalami perubahan di bulan Oktober setela sempat meningkat 0,3% di bulan September. Naiknya harga bahan bakar diredam oleh penurunan pemrosesan bahan makanan dan sektor jasa. Meskipun demikian, dalam basis tahunan, indeks harga produsen melemh 0,8% dalam kurun waktu sejak Oktober 2015 hingga Oktober 2016. Sementara itu, PPI inti menguat 1,6% dalam 12 bulan terakhir. Jika harga-harga secara umum terus mengalami peningkatan, Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga untuk mengontrol tekanan inflasi.
PPI untuk bulan November diperkirakan naik sebesar 0,1%.

5.    US Crude Oil Inventories: Rabu (14/2), 22.30 WIB
Persediaan minyak mentah AS turun sebanyak 2,4 juta barel pekan lalu, jauh melebihi perkiraan yang hanya sebesar 1,4 juta barel. OPEC setuju untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari mulai Januari untuk mengurangi kelebihan pasokan dunia. OPEC mengharapkan produsen minyak non-OPEC juga akan melakukan pemangkasan produksi sebesar 600.000 barel per hari.

6.    FOMC Economic Projections dan Federal Funds Rate: Kamis (15/12), 02.00 WIB
Proyeksi ekonomi terakhir yang dirilis September memperlihatkan bahwa Fed mengharapkan pertumbuhan GDP di kisaran 1,7-1,9% di tahun 2016. Lebih jauh lagi, Fed memperkirakan tingkat pengangguran di tahun ini ada di kisaran 4,7-4,9%. Dalam pertemuan di bulan November, Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga namun mengisyaratkan bahwa mereka akan menaikkan suku bunganya di bulan Desember.
Dalam pidato perdana sejak terpilihnya Donald Trump, Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga bisa saja menguat “relative lebih cepat karena kemenangan Trump tidak mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi AS”.
Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga menjadi 0,75% kali ini.

7.    Data tenaga kerja Australia: Kamis (15/12), 07.30 WIB
Sektor tenaga kerja Australia menambah hampir 10.000 lapangan pekerjaan di bulan Oktober, namun tingkat penangguran tetap di angka 5,6% karena tingkat partisipasi turun ke angka terendah dalam 10 tahun ke 64,5%.
Kali ini diperkirakan akan ada pertambahan 17.600 lapangan pekerjaan baru sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di 5,6%.

8.    Suku bunga Inggris: Kamis (15/12), 19.00 WIB
Bank of England (BoE) batal memangkas suku bunga di bulan November. BoE menaikkan perkiraan inflasi dan pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2017 di tengah depresiasi sterling pasca keputusan Brexit. BoE optimis terkait pertumbuhan ekonomi di masa mendatang, memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,4% tahun depan. Meskipun demikian, akses Inggris untuk pasar Uni Eropa kemungkinan akan terbatas, yang bisa jadi akan menghambat pertumbuhan ekonomi untuk beberapa waktu tertentu.
Untuk inflasi, BoE memperkirakan bahwa inflasi Inggris naik ke atas 2,8% di awal tahun 2018.

9.    Data inflasi AS: Kamis (15/12), 20.30 WIB
Indeks harga konsumen AS di bulan Oktober naik ke angka tertinggi enam bulan ke 0,4% menyusul penguatan sebesar 0,3% di bulan sebelumnya. Naiknya harga bensin dan ongkos sewa merupakan penyebab utama naiknya inflasi. Untuk basis tahunan, CPI naik 1,6% yang merupakan kenaikan tahunan terbesar sejak Oktober 2014. Sementara itu inflasi inti naik 0,1% di bulan Oktober. Kenaikan inflasi dan penguatan sektor tenaga kerja akan memungkinkan Fed untuk menaikkan suku bunga bulan ini.
CPI dan core CPI diperkirakan naik 0,2% di bulan November.

10.    US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (15/12), 20.30 WIB
Pertumbuhan aktivitas manufaktur di Philadelphia masih melambat di bulan November, tercatat di indeks 7.6, menurun dari 9.9 di bulan Oktober. Indeks Desember diperkirakan naik menjadi 9.1.

11.    US Unemployment Claims: Kamis (15/12), 20.30 WIB
Jumlah penduduk AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu turun dari level tertinggi lima bulan ke angka 158.000, mengindikasikan bahwa sektor lapangan pekerjaan masih menguat seiring meningkatnya momentum pertumbuhan ekonomi AS. Data positif ini juga memperbesar peluang kenaikan suku bunga pekan ini.
Angka klaim pengangguran telah berada di bawah 300.000 selama 92 pekan berturut-turut.

Analisa Teknikal

AUD/USD

audusd-analisa-forex-mingguan-12-16-desember-2016

AUD/USD bergerak menguji area support di kisaran 0.74541-0.74125. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu konfirmasi sinyal buy di area support tersebut dengan target mingguan di kisaran 0.74743-0.75069. Hati-hati jika support 0.74215 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan aussie hingga kisaran 0.74013-0.73687.

EUR/USD

eurusd-analisa-forex-mingguan-12-16-desember-2016

EUR/USD bergerak menguji area support di kisaran 1.05242. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 1.04420-1.03500. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastic dan CCI cederung memperlihatkan indikasi bullish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1.06573-1.07395 dengan target mingguan di kisaran 1.06064-1.05242. Hati-hati jika resistance 1.07395 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat euro hingga kisaran 1.07904-1.08726.

GBP/USD

gbpusd-analisa-forex-mingguan-12-16-desember-2016

GBP/USD berpotensi membentuk pola bullish falling wedge dan bergerak di area acuan di kisaran 1.25332-1.26250. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance 1.26250 sebagai konfirmasi pola wedge tersebut untuk membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 1.26819-1.27738. Hati-hati jika support 1.25332 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan sterling hingga kisaran 1.24763-1.23844.

USD/CHF

usdchf-analisa-forex-mingguan-12-16-desember-2016

USD/CHF  kokoh di atas parity, bergerak menguji area resistance di kisaran 1.02124. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 1.02582-1.03093. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI memperlihatkan indikasi bearish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 1.01383-1.00926 dengan target mingguan di kisaran 1.01666-1.02124. Hati-hati jika support 1.00926 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan USD/CHF hingga kisaran 1.00643-1.00185.

USD/JPY

usdjpy-analisa-forex-mingguan-12-16-desember-2016

USD/JPY bergerak menguji area resistance di kisaran 115.606. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 116.252-116.975. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI overbought di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 114.560-113.913 dengan target mingguan di kisaran 114.960-115.606. Hati-hati jika support 113.913 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan USD/JPY hingga kisaran 113.513-112.867.

NZD/USD

nzdusd-analisa-forex-mingguan-12-16-desember-2016

NZD/USD terkoreksi ke area support di kisaran 0.71259-0.71621. Tunggu konfirmasi sinyal buy di area support tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 0.71844-0.72205. Hati-hati jika support 0.71259 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan Kiwi hingga kisaran 0.71036-0.70675.

GOLD

gold-analisa-forex-mingguan-12-16-desember-2016

Harga emas menguji support 1154.31. Sebelum membuka posisi sell, sebaiknya Anda menunggu hingga support tersebut tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 1148.21-1141.39. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1164.18-1170.28 dengan potensi target di kisaran 1160.41-1154.31. Hati-hati jika resistance 1170.28 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat harga emas hingga kisaran 1174.05-1180.15.

OIL

oil-analisa-forex-mingguan-12-16-desember-2016

Harga minyak mentah bergerak menguat, menguji resistance 54.47. Sebelum membuka posisi buy, sebaiknya Anda menunggu hingga resistance tersebut tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 55.62-56.91. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 52.61-51.45 dengan potensi target di kisaran 53.32-54.47. Hati-hati jika support 51.45 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan harga minyak hingga kisaran 50.74-49.59.

Cara Melakukan Backtest Strategi Trading Menggunakan Simulator

Anggaplah Anda memiliki sebuah strategi forex trading dan ingin menguji seberapa akurat strategi tersebut. Anda bisa saja mengujinya dengan metode forward testing mempergunakan demo account, tetapi sebelum melakukan forward testing ada baiknya mengujinya terlebih dahulu dengan mempergunakan backtesting.

Mengapa Melakukan Backtesting?

Salah satu keuntungan melakukan backtesting adalah Anda bisa mencoba sebuah strategi trading lebih cepat daripada forward testing.

Tetapi jangan salah, meskipun Anda telah melakukan backtesting, tetap saja harus diikuti oleh forward testing karena kualitas hasil backtest sangat tergantung pada kualitas data historis pergerakan harga yang Anda miliki. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan forward testing setelahnya.

Saya pernah menulis tentang backtesting, yang bisa Anda baca kembali di sini. Tetapi artikel tersebut adalah cara melakukan backtesting untuk sebuah Expert Advisor (EA) atau “robot trading” yang sudah jadi.

Nah, kali ini saya akan mencoba membahas melakukan backtesting untuk cara trading manual.

Sebenarnya cara ini jugalah yang saya pergunakan untuk belajar trading di masa lampau. Jika Anda mempelajari – katakanlah – sebuah indikator teknikal dengan cara men-scroll chart ke belakang dan mengamati pola yang telah terjadi, pola indikator yang terbentuk memang sudah “jadi”, sehingga peluang kesalahan pembacaan sinyal sangat kecil, bahkan hampir nihil.

Hal tersebut tentu berpotensi menjadi masalah jika Anda mulai mengamati indikator tersebut secara live. Itu karena seringkali bentuk atau warna indikator teknikal tertentu berubah-ubah mengikuti naik-turunnya harga. Kondisi tersebut biasa disebut dengan “repaint”.

Nah, backtesting dengan mempergunakan simulator merupakan salah satu solusi untuk mempelajari indikator, atau bahkan sistem trading tertentu. Dengan simulator trading, Anda seolah-olah bisa “kembali ke masa lampau” dan “merasakan” pergerakan di masa itu. Indikator teknikal yang Anda pergunakan juga akan bergerak dinamis sesuai dengan pergerakan harga pada saat itu.

Trading Simulator

Anda bisa mencari program simulator trading yang bisa dipasang ke MT4 di internet atau dari Market yang terintegrasi dengan MT4. Salah satu simulator yang kami pergunakan adalah MNZ Trading Sim.

Cara mendapatkan simulator ini adalah dengan masuk ke Market yang bisa Anda temui di Terminal MT4 Anda. Di kotak “search” Anda tinggal mengetikkan MNZ Trading Sim, maka Anda akan melihat simulator yang dimaksud lalu klik ikon-nya.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Setelah itu Anda tinggal mengklik tombol “Download” dan tunggu hingga muncul tulisan “Installation completed”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Jika simulator ini sudah terpasang dengan benar di MT4, maka Anda akan melihat muncul folder “Market” di “Navigation Panel” MT4. MNZ Trading Sim ini akan bisa Anda temui di folder tersebut.

Mempergunakan Simulator

Untuk melakukan backtesting dengan simulator yang sudah Anda download tadi, pergunakan fasilitas Strategy Tester yang ada di MT4. Cara mengaktifkan Strategy Tester ini adalah dengan meng-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”. Kalau Anda terbiasa mempergunakan shortcut, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl-R pada papan ketik Anda.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Kemudian pilih MNZ Trading Sim di bar Expert Advisor. Jika Anda tidak melihatnya, coba klik folder “Market”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Langkah selanjutnya adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk melakukan simulasi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut. Misalnya jika Anda memilih “From: 2010.01.01 To: 2016.10.07”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Januari 2010 hingga 10 Juli 2016).

Karena akan melakukan simulasi trading manual, jangan lupa klik juga kotak ceklis “Visual mode” agar nanti Anda bisa melihat pergerakan harga seperti pergerakan sesungguhnya.

Setelah semua parameter ditetapkan, Anda tinggal meng-klik “Start” dan nanti akan muncul chart yang menampilkan pergerakan harga selama rentang waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Chart yang bergerak itu sebenarnya menampilkan “rekaman” pergerakan harga yang telah terjadi, tetapi di-“play back” sehingga Anda seolah melakukan transaksi di masa itu. Anda bisa memasang indikator-indikator yang Anda inginkan di chart tersebut, sesuai dengan pengaturan indikator strategi forex trading yang akan Anda simulasikan.

Menjalankan Simulasi

Karena ini hanya “rekaman”, maka Anda bisa mempercepat atau memperlambat pergerakan chart simulasi tersebut. Caranya adalah dengan menggeser-geser “speed bar” yang ada di Visual Mode. Anda juga bisa menghentikan simulasi sementara dan kemudian menjalankannya lagi dengan tombol “Pause” yang tersedia.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Anda tinggal melakukan transaksi (simulasi tentunya) sesuai dengan sinyal yang diberikan sistem trading yang Anda pergunakan. Untuk melakukan transaksi simulasi tersebut, Anda tinggal memanfaatkan fitur yang tersedia di MNZ Trading Sim. Anda bisa melakukan simulasi Instant/Market Execution atau Pending Order.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Nah, dengan cara ini Anda bisa berlatih mempergunakan strategi forex trading Anda, seolah berada di pasar yang sesungguhnya.

Semoga berguna.

Analisa Forex Mingguan : 5 – 9 Desember 2016

US Dolar mengalami konsolidasi setelah sempat mengalami rally dan bahkan mengalami pelemahan terhadap beberapa mata uang meskipun hasil data yang dirilis hasilnya cukup bagus. Data PMI US Non-Manufacturing, Crude Oil Inventories, Klaim Pengangguran dan Sentimen Konsumen, keputusan Tingkat suku bunga di Australia, Kanada dan zona euro. Ini merupakan peristiwa penting untuk minggu ini.

Angka tenaga kerja AS menunjukkan kenaikkan yang stabil dalam perekrutan selama November sementara tingkat pengangguran menurun ke level terendah dalam sembilan tahun, menunjuk ke sebuah pasar tenaga kerja yang kuat. Nonfarm payrolls naik 178.000 pada November dari bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,6% dibandingkan dengan 4,9% pada Oktober di tengah perekrutan kuat serta penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja. Para ekonom mengharapkan 177.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran dari 4,9% pada bulan November.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting di pekan ini :
1. US ISM Non-Manufacturing PMI: Senin, 22:00 WIB. Data ISM Non Manufacturing untuk bulan Oktober turun sebesar 54.8 dari 57.1 bulan sebelumnya, hasil ini masih lebih tinggi dari perkiraan yaitu minus 56.2. 13 dari 18 sektor industri mengalami ekspansi untuk bulan Oktober sementara aktivitas bisnis tercatat turun menjadi 57.7 dari 60.0 meski secara histori masih relatif cukup kuat. Untuk data yang akan dirilis kali ini akan naik menjadi 55.3.

2. Australian rate decision: Selasa, 10:30 WIB. Bank Sentral Australia mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 1,5% pada bulan November sejalan dengan perkiraan pasar. Kebijakan pejabat tidak menyebutkan penurunan suku bunga atau pelonggaran moneter dalam waktu dekat, mengatakan data itu konsisten dengan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam perekonomian. Para anggota juga optimis mengenai tingkat inflasi mengatakan akan memenuhi target mereka dari waktu ke waktu. Bank sentral memperkirakan ekonomi tumbuh sedikit, sebelum secara bertahap memperkuat dan inflasi diperkirakan akan meningkat secara bertahap selama dua tahun ke depan.

3. Australian GDP : Rabu, 07:30 WIB. Tingkat pertumbuhan Australia naik 0,5% pada kuartal kedua, sedikit lebih rendah dari kenaikkan 0,6% kuartal sebelumnya. Tingkat pertumbuhan tahunan dipercepat menjadi 3,3%, tercepat dalam empat tahun. Tingkat pertumbuhan PDB kuartal pertama menunjukkan ekspansi 1,0% sedangkan secara tahunan, ekonomi tumbuh 2,9% selama tahun keuangan 2015/16. Pertumbuhan pada kuartal kedua didorong oleh kenaikan 0,6% pada permintaan domestik. GDP Australia diperkirakan menunjukkan pertumbuhan 0,2% pada kuartal ketiga.

4. Canadian rate decision: Rabu, 22:00 WIB. Bank Sentral Canada mempertahankan target untuk tingkat suku bunga di 0,5%. Bank Central mengharapkan ekonomi global untuk mendapatkan kembali momentum di paruh kedua 2016 dan melalui tahun 2017 dan 2018. Konsumsi mengalami kenaikkan karena pertumbuhan lapangan kerja dan kepercayaan konsumen yang kuat. Namun, investasi bisnis lebih lemah dari yang diharapkan. investasi residensial juga lebih rendah di tengah langkah pemerintah federal untuk mempromosikan stabilitas di pasar perumahan Kanada. Ekspor diperkirakan akan melemah lebih dari 2017 dan 2018 karena perkiraan lebih rendah dari permintaan global.

5. US Crude Oil Inventories: Rabu, 22:30 WIB. Stok minyak mentah AS turun tak terduga sebesar 884.000 barel dalam pekan kemarin sampai November 25. Para ekonom memperkirakan kenaikan 636.000 barel. Penurunan tak terduga dipimpin oleh penurunan besar dalam persediaan minyak mentah di pantai timur tengah yang lebih rendah. Namun, ini memiliki dampak yang sangat sedikit pada harga minyak.

6. ECB rate decision: Kamis, 22:45 WIB. Bank Sentral Eropa mempertahankan suku tidak berubah tapi terus membuka pintu untuk stimulus lebih lanjut pada bulan Desember. Presiden ECB Mario Draghi mengangkat berbagai macam pilihan untuk meningkatkan perekonomian dan menghindari deflasi. ECB telah memberikan langkah-langkah stimulus luar biasa seperti memotong tarif ke wilayah negatif, untuk mengakuisisi 80 miliar euro dari obligasi setiap bulan dan telah menawarkan pinjaman bank gratis untuk meningkatkan inflasi kembali ke target ECB 2%. Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa tindakan tersebut bekerja. Para ekonom memperkirakan ECB akan memperpanjang QE sebesar sembilan bulan pada bulan Desember. Draghi menegaskan sebelum pemerintah zona euro permohonan untuk mendukung kebijakan ECB dengan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan untuk merangsang produktivitas dan meningkatkan lingkungan bisnis.

7. US Unemployment Claims: Kamis, 20:30 WIB. Jumlah klaim pengangguran yang diajukan pekan lalu naik menjadi 268.000, mencapai tingkat tertinggi dalam lima bulan. Para ekonom memperkirakan klaim sebesar 252.000. Jumlah klaim awal meningkat 17.000 dari minggu sebelumnya. Namun, meskipun kenaikan ini, jumlah klaim tetap pada tingkat rendah yang konsisten dengan kondisi pasar tenaga kerja yang kuat. Empat minggu rata-rata bergerak klaim naik tipis 500 untuk 251.500 pekan lalu. Klaim pengangguran AS diperkirakan naik 272.000 pekan ini.

8. US Prelim UoM Consumer Sentiment: Jumat, 22:00 WIB. University of indeks sentimen konsumen Michigan menguat pada bulan November, naik ke 91,6 dari 87,9 bulan sebelumnya. Angka itu lebih baik dari 87,4 poin yang diperkirakan oleh analis. Kenaikan sentimen dapat dikaitkan dengan “bulan madu presiden” setelah kemenangan Partai Republik Donald Trump sebagai konsumen menunjukkan lebih optimis mengenai prospek keuangan mereka. Namun kenaikan ini bisa mengambil giliran menjadi buruk kecuali perbaikan nyata dalam kondisi ekonomi terjadi. Kepercayaan konsumen diperkirakan akan naik lagi menjadi 94,3.

Tinjauan Teknikal

GBP/USD

2016-12-05_13-51-13-gbpusd-mingguan
GBP/USD terlihat masih mencoba untuk menguji area resistance di kisaran 1.27359. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut dengan potensi target di kisaran 1.28189 – 1.28702. Kondisi stochastics dan CCI overbought di chart H4. Sebagai alternatif, jika ada konfirmasi sinyal buy di area 1.25187 – 1.26016 maka harga berpotensi ke area di kisaran 1.26529 – 1.27359. Hati-hati jika support 1.25187 tembus karena hal itu berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan harga hingga kisaran 1.24674 – 1.23844.

AUD/USD

2016-12-05_13-53-29-audusd
Pergerakan AUD/USD pada grafik 4-jam terlihat tengah berupaya untuk bergerak naik menuju area resistance 0.74963. Jika resistance tersebut tembus maka harga berpotensi akan bergerak bullish menuju area resistance dikisaran 0.75403 – 0.75675. Kondisi indikator teknikal menunjukkan sinyal jenuh beli pada grafik 4-jam. Jika harga terus tertahan di bawah resistance 0.74963, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan harga bergerak ke kisaran 0.74030 – 0.73810.

USD/JPY

2016-12-05_13-55-35-usdjpy
USD/JPY terlihat berada dalam fase koreksi pada grafik 4-jam. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy di sekitar area 112.682 – 113.506 dengan target mingguan di kisaran 114.015 – 114.839. Hati-hati jika support 112.682 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan mendorong USD/JPY hingga kisaran 112.173 – 111.349.

USD/CHF

2016-12-05_13-57-39-usdchf

USD/CHF terlihat cenderung bergerak sideways namun saat ini harga terlihat membidik area resistance 1.02039. Jika resistance tersebut pecah, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan USD/CHF bergerak bullish menuju area resistance dikisaran 1.02365 – 1.02729.Waspadai jika harga terus tertahan di bawah resistance 1.02039, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan USD/CHF bergerak bearish menuju area support dikisaran 1.01186 – 1.00659

NZD/USD

2016-12-05_13-59-50-nzdusd
NZD/USD terlihat mulai meninggalkan area referensi fibo menuju area resistance 0.71678. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut dengan potensi target di kisaran 0.72145 – 0.72434. Sebagai alternatif, jika harga bergerak turun dan ada konfirmasi sinyal buy di area 0.70455 – 0.70922 maka harga berpotensi ke area di kisaran 0.71211 – 0.71678. Hati-hati jika support 0.70455 pecah karena hal itu berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan harga hingga kisaran 0.70166 – 0.69699.

EUR/USD

2016-12-05_14-01-48-eurusd
Bias mingguan EUR/USD adalah bearish. Pekan ini perhatikan area resistance di kisaran 1.05750 – 1.06185. Jika muncul sinyal sell di area resistance tersebut ada kemungkinan euro akan melemah ke area 1.05482 – 1.05048. Bias mingguan baru akan berubah menjadi bullish jika euro berhasil tembus ke atas 1.06185, dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1.06453 – 1.06887.

GOLD

2016-12-05_13-21-03-emas
Pergerakan emas pada grafik 4-jam terlihat tengah berada dalam fase koreksi. Jika di area sekitar 1183.63 – 1197.86 ditemukan konfirmasi sinyal jual, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas bergerak bearish menuju area support dikisaran 1174.82 – 1160.59. Waspadai jika resistance 1197.86 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas bergerak bullish menuju area resistance dikisaran 1206.67 – 1220.90.

OIL

2016-12-05_14-05-01-oil
Pergerakan oil pada grafik 4-jam terlihat tengah tertahan di area resistance 51.77. Jika resistance tersebut tembus maka oil berpotensi akan bergerak bullish menuju area resistance dikisaran 53.41 – 55.25. Kondisi indikator teknikal menunjukkan sinyal jenuh beli pada grafik 4-jam. Jika oil terus tertahan di bawah resistance 51.77 , maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan oil bergerak ke kisaran 48.29.