Gross Domestic Product: Sebuah Penjelasan Singkat

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) dalam bahasa Indonesia, selama ini diyakini sebagai salah satu indikator penting yang mengukur “kesehatan” perekonomian sebuah negara. Dalam forex trading, GDP merupakan salah satu data ekonomi penting (big figure) yang diperhatikan para trader untuk membaca potensi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Kali ini kita akan mencoba memaparkan secara singkat dan sederhana mengenai apa dan bagaimana sebenarnya GDP tersebut. Bagaimana sebenarnya dampak data GDP ini terhadap pasar dan masyarakat umum?

Apa Itu GDP?

GDP merupakan representasi nilai total penjualan dari semua barang dan jasa yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Singkatnya, GDP adalah segala hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja.

Data GDP juga merupakan cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan.

Di Amerika Serikat (AS), angka GDP ini dikalkulasikan dan diumumkan setiap kuartal oleh Bureau of Economic Analysis (BEA), yang merupakan bagian dari US Department of Commerce. BEA seringkali merevisi estimasi – entah naik atau turun – seiring dengan perkembangan data yang diterima sepanjang kuartal tersebut.

Biasanya, angka GDP yang diumumkan dibandingkan dengan kuartal atau tahun sebelumnya. Sebagai contoh, jika GDP di kuartal ke-2 naik tiga persen, ini artinya perekonomian negara tersebut telah mengalami pertumbuhan sebesar tiga persen di sepanjang kuartal pertama.

Bagaimana GDP Dihitung?

Menghitung GDP sesungguhnya agak rumit, namun secara sederhana perhitungannya bisa dilakukan setidaknya satu di antara dua cara. Bisa dengan menjumlahkan semua penghasilan masyarakat dalam setahun, atau menjumlahkan semua pengeluaran masyarakat. Semua jalan perhitungan seharusnya menghasilkan data yang lebih kurang sama.

Metode perhitungan yang mempergunakan parameter penghasilan diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan semua karyawan, laba perusahaan, pendapatan hak cipta, pendapatan sewa dan pendapatan bunga bersih.

Sedangkan metode dengan pendekatan pengeluaran dihitung dengan menjumlahkan konsumsi total, investasi, belanja negara dan ekspor bersih.

GDP Nominal Dan GDP Riil

Ini juga mungkin sedikit rumit, tetapi intinya GDP nominal tidak memperhitungkan inflasi sedangkan GDP riil memperhitungkan inflasi. Ini perbedaan yang penting karena inilah sebabnya mengapa beberapa laporan GDP mengalami revisi.

GDP nominal mengukur nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (misalnya kuartal atau tahun) mempergunakan harga-harga pada waktu tersebut. Tetapi tingkat harga pada umumnya bisa meningkat karena inflasi, yang menyebabkan kenaikan GDP nominal meskipun jumlah barang dan jasa yang diproduksi tidak mengalami perubahan. Meskipun demikian, data GDP nominal tidak mencerminkan kenaikan harga. Nah, di sinilah kemudian GDP riil berperan.

BEA biasanya akan mundur ke kuartal atau tahun sebelumnya dan mengukur nilai barang dan jasa yang disesuaikan untuk mengukur inflasi. Inilah yang kemudian disebut GDP riil (real GDP). Untuk mengukur pertumbuhan GDP tahunan, biasanya yang dipergunakan adalah real GDP ini, karena data tersebut memberikan gambaran yang lebih akurat akan perekonomian negara.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Masyarakat Umum?

Perekonomian suatu negara biasanya dianggap “sehat” apabila tingkat pengangguran rendah dan upah meningkat, karena sektor bisnis membutuhkan lebih banyak pekerja untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, jika pertumbuhan GDP terlalu cepat, bank sentral (kalau di AS, adalah Federal Reserve/Fed) kemungkinan besar akan menaikkan tingkat suku bunga untuk mengimbangi laju inflasi – dengan kata lain meningkatnya harga barang dan jasa. Ini bisa berarti biaya (bunga) yang diperlukan untuk kredit kendaraan dan perumahan akan menjadi semakin tinggi pula. Pada gilirannya, sektor bisnis pun juga akan merasakan dampaknya, di mana terjadi peningkatan biaya untuk pinjaman modal dan/atau membayar gaji/upah pekerja.

Sebaliknya jika GPD melambat, atau istilahnya negatif, pun akan memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi yang bisa saja akan berakibat meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja dan menurunnya pendapatan bisnis serta belanja masyarakat.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Investor?

Para investor memantau pertumbuhan GDP untuk menilai apakah pertumbuhan ekonomi mengalami perubahan dengan cepat atau tidak, sehingga mereka akan bisa memutuskan penempatan aset mereka. Memburuknya perekonomian biasanya berarti menurunnya keuntungan yang diperoleh para pengusaha, yang bisa berdampak negatif bagi nilai saham-saham perusahaan mereka.

Data GDP juga bisa membantu para investor untuk memutuskan di negara mana peluang investasi yang terbaik. Kebanyakan investor asing memilih untuk membeli perusahaan atau menanamkan modal di negara yang perekonomiannya berkembang. Dengan kata lain, jika banyak investor asing berdatangan ke suatu negara untuk menanamkan modal, itu berarti mereka menganggap perekonomian negara tersebut sedang baik dan prospeknya pun bagus.

Bagaimana Memanfaatkan Data GDP Bagi Trader?

Dalam forex trading, data GDP yang paling diperhatikan adalah rilis data GDP dari negara-negara maju seperti Inggris, kawasan Euro dan – tentu saja – primadonanya adalah data GDP dari AS.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, peningkatan angka GDP berarti tumbuhnya perekonomian negara tersebut. Akibatnya, peningkatan data GDP biasanya diikuti oleh penguatan mata uang negara tersebut. Sebaliknya, jika angka GDP menurun maka biasanya diikuti oleh pelemahan mata uang negara yang bersangkutan.

Jadi, jika Anda melihat rilis data US GDP naik dari – misalnya – 2% ke 3%, kemungkinan akan diikuti oleh penguatan USD. Dengan kata lain, Anda bisa membuka posisi buy terhadap USD. Artinya, di antara transaksi yang bisa Anda lakukan misalnya adalah membuka posisi SELL GBP/USD, SELL EUR/USD, atau BUY USD/JPY.

Tentu saja setiap transaksi membutuhkan analisa dan perhitungan yang cermat. Jika Anda membutuhkan bantuan, Anda bisa bertanya pada tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Demikian penjelasan singkat mengenai GDP, salah satu data ekonomi yang berpengaruh terhadap pergerakan pasar.

0 Comments

Analisa Forex Mingguan: 28 November – 2 Desember 2016

Pada minggu ini, fokus pasar masih berada di sekitar data ekonomi AS ketika Dolar AS mencapai level tertinggi baru terhadap euro dan yen. Beberapa aksi profit taking terlihat ketika hari libur Thanksgiving. Ada beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian para pelaku pasar terutama pada rilis data GDP AS dan Kanada. Kepercayaan konsumen AS dan Non-farm payrolls AS akan menonjol pada rilis data ekonomi pada minggu ini.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting di pekan ini :

  1. Testimoni Mario Draghi : Senin, 21:00 WIB. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan memberikan testimoni mengenai perkembangan ekonomi dan moneter setelah Brexit di forum Komite Ekonomi Parlemen Eropa di Brussels. Draghi mencatat baru-baru ini bahwa ECB akan memperpanjang program pembelian obligasi sebanyak € 1700000000000 pada bulan Desember, dan memperingatkan bahwa ekonomi zona Eropa masih melemah dengan risiko penurunan dan sangat bergantung pada stimulus ECB tahap 2
  2. GDP AS: Selasa, 20:30 WIB. Perekonomian AS berhasil rebound di Q3 dan naik menjadi 2,9% sesuai dengan laporan awal, sedikit lebih baik dari yang diharapkan. Pada rilis kedua diperkirakan akan menunjukkan upgrade kecil dengan pertumbuhan tahunan 3%. Perhatikan bahwa kemungkinan ada revisi yang signifikan.
  3. CB Consumer Confidence AS : Selasa, 22:00 WIB. Kepercayaan konsumen AS menurun pada bulan Oktober menjadi 98,6 dibandingkan dengan postingan di bulan sebelumnya di 103,5. Sektor rumah tangga menunjukkan kehati-hatian di tengah pertumbuhan ekonomi yang melemah dan ketidakpastian pra-pemilu. Ekonom memperkirakan penurunan ke 101,5. Kebanyakan analis percaya penurunan ini hanya bersifat sementara dan mencerminkan kegelisahan pada pemilihan presiden. Analis memperkirakan kenaikan kepercayaan konsumen menjadi 101,3.
  4. ADP Non-Farm Employment Change AS : Rabu, 20:15 WIB. Laporan pekerjaan ADP merilis data untuk bulan Oktober dalam nada mengecewakan dengan merilis 147.000 posisi pekerjaan baru, yang merupakan angka terendah sejak April 2013. Sektor konstruksi menyumbang penurunan tajam ketika tren pekerjaan secara keseluruhan masih terus melemah. Namun, pertumbuhan pekerjaan masih tetap kuat namun dengan laju pertumbuhan melambat. Laporan ADP diperkirakan mendapatkan keuntungan sebanyak 161.000 di bulan November.
  5. GDP Kanada : Rabu, 20:30 WIB. Rilis November menunjukkan produk domestik bruto Kanada naik di laju paling lambat dalam tiga bulan. GDP Kanada diperkirakan akan meningkat 0,1% pada bulan Oktober.
  6. Persediaan Minyak Mentah AS : Rabu, 20:30 WIB. Stok minyak mentah AS menurun pada minggu ke 18 November setelah selama tiga minggu berturut-turut naik karena impor turun dan kilang menambah output. Persediaan minyak mentah turun 1,3 juta barel, setelah meningkat 671.000 barel pada minggu sebelumnya.
  7. Klaim Pengangguran AS : Kamis, 20:30 WIB. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik tipis, tetapi masih tetap positif dengan mencerminkan pasar tenaga kerja sedang ketat. Jumlah klaim baru diperkirakan akan mencapai 252.000 pada pekan ini.
  8. ISM Manufacturing PMI AS : Kamis, 22:00 WIB. Indeks manufaktur ISM AS mendapatkan momentum pada bulan Oktober dengan naik menjadi 51,9 dibanding level 51,5 di bulan sebelumnya. Angka itu sedikit lebih rendah dari ekspektasi 51,7. Indeks manufaktur ISM diperkirakan akan meningkat lebih lanjut untuk 52,1 pada bulan November.
  9. Data ketenagakerjaan Kanada : Jumat, 20:30 WIB. Pasar kerja Kanada berhasil memperoleh 44.000 pekerjaan pada bulan Oktober. Peningkatan ini sepenuhnya karena sektor kerja paruh waktu mengimbangi kerugian di posisi full-time. Angka ini menjadi bukti lebih lanjut bahwa Kanada sedang berjuang untuk memberikan kualitas, pekerjaan dengan gaji tinggi. Pasar kerja Kanada diharapkan untuk mendapatkan hanya 100 pekerjaan di bulan November dan tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap pada 7%.
  10. Non-Farm Employment Change dan Pengangguran AS : Jumat, 20:30 WIB. Laporan pekerjaan bulanan AS menunjukkan ada kenaikan lebih kecil dari yang diharapkan sebanyak 161.000 di bulan Oktober. Sementara tingkat pengangguran tetap tidak berubah pada 4,9%. Namun, gaji per jam meningkat 10 sen mencerminkan peningkatan tahunan 2,8%. Analis percaya ini adalah langkah ke arah yang benar yang akan memungkinkan Fed untuk melanjutkan rencana kenaikan suku bunga AS. Pasar kerja AS diharapkan akan menciptakan 165.000 pada bulan November dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,9%.

Analisa Teknikal

AUD/USD

Secara umum, pergerakan AUD/USD pada grafik 4-jam berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang berusaha melakukan fase rebound. Perhatikan jika harga tertahan kuat di sekitar resistan 0.74882 – 0.75434 maka cari sinyal sell yang terkonfirmasi dimana hal tersebut akan membuka kemungkinan harga akan bergerak ke bawah menuju support 0.73097. Sebaliknya waspadai jika aussie menguat terhadap dollar dan menembus resistan 0.75434 maka ada potensi aussie akan bergerak menuju kisaran 0.76668.

analisa-teknikal-weekly-foreximf-audusd-28-nov-2016

EUR/USD

Secara umum, bias mingguan pergerakan EUR/USD pada grafik 4-jam masih berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga masih berkonsolidasi. Perhatikan, jika harga harga bergerak ke atas dan tertahan di resistance 1.08154 maka cari sinyal sell yang valid dimana ada potensi harga bergerak ke kisaran 1.05168. Kondisi indikator teknikal mendekati area jenuh beli. Waspadai jika EUR/USD menembus resistance 1.08154 maka hal tersebut akan membuka kemungkinan harga akan bergerak ke atas menuju kisaran 1.11139.

analisa-teknikal-weekly-foreximf-eurusd-28-nov-2016

GBP/USD

Bias mingguan GBP/USD pada grafik 4-jam berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang berpotensi membentuk formasi inverse head and shoulder. Jika poundsterling menguat terhadap dollar dan menembus resistan 1.25306 maka ada peluang harga akan bergerak ke atas menuju resistan 1.26727. Hati-hati jika harga tertahan di sekitar resistan 1.25306 maka cari sinyal sell yang valid dimana ada potensi GBP/USD akan bergerak ke kisaran 1.23886 – 1.23008 dan formasi yang terbentuk akan gagal.

analisa-teknikal-weekly-foreximf-gbpusd-28-nov-2016

USD/CHF

Pada grafik 4 jam-an, bias mingguan pergerakan USD/CHF berada dalam kondisi bullish dan saat ini sedang harga sedang masuk ke dalam fase koreksi. Waspadai jika harga bergerak ke bawah dan tertahan di area 1.00389 maka cari sinyal beli yang terkonfirmasi dimana ada potensi akan bergerak ke kisaran 1.01904 – 1.04356. Hati-hati jika support 1.00389 ditembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 0.98694.

analisa-teknikal-weekly-foreximf-usdchf-28-nov-2016

USD/JPY

Pada grafi k4 jam-an, bias mingguan USD/JPY berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga sedang terkoreksi ke bawah. Perhatikan jika muncul sinyal beli di kisaran 110.88 maka ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju kisaran 113.88 – 118.74. Sebaliknya jika support 110.88 ditembus maka ada potensi harga akan bergerak semakin jatuh ke bawah menuju kisaran 107.53.

analisa-teknikal-weekly-foreximf-usdjpy-28-nov-2016

GOLD

Bias mingguan, pergerakan emas pada grafik 4-jam terlihat berada dalam kondisi bearish. Jika support 1170.78 pecah, maka hal tersebut akan membuka kemungkinan emas semakin bergerak bearish ke kisaran 1107.21. Sebaliknya jika resistan 1210.05 ditembus maka hal tersebut akan membuka kemungkinan emas bergerak bullish menuju resistan pada kisaran 1253.99.

analisa-teknikal-weekly-foreximf-xauusd-28-nov-2016

OIL

Pergerakan minyak dunia pada grafik 4-jam terlihat sedang berada dalam fase koreksi tetapi secara umum bias mingguan masih bullish. Perhatikan jika harga tertahan di support 44.85 maka cari sinyal beli yang valid dimana ada potensi akan bergerak ke atas menuju resistan 47.52 – 49.17. Sebaliknya, hati – hati jika harga minyak menembus support 44.85 maka hal tersebut akan membuka kemungkinan harga akan jatuh ke bawah menuju kisaran 42.18.

analisa-teknikal-weekly-foreximf-oil-28-nov-2016

0 Comments

Ternyata, Tiga Hal Ini Membuat Trader Forex Gagal

Anda perlu mengetahui bahwa seperti halnya sekian banyak bisnis lain yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, forex trading juga membutuhkan pengetahuan, waktu, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih memahami serta menjalankannya. Inilah mungkin sebabnya mengapa tidak terlalu banyak pemula yang benar-benar bisa menguasai bisnis ini pada percobaan pertama.

Setelah belasan tahun mengamati dunia forex, ternyata ada setidaknya tiga alasan mengapa sedikit sekali orang yang mampu bertahan di forex trading. Nah, jika Anda pemula, ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai agar tidak terjerumus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

1. Menyepelekan resiko

Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa forex trading – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi resiko yang tidak boleh diremehkan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola resiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.

Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati resiko. Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen resiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh. Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.

Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun  berlipat ganda; namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka? Anda tentu tahu jawabannya: mereka akan rugi besar. Inilah sebabnya manajemen resiko dan manajemen modal sangat penting!

2. Rugi

Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.

Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan. Tidak ada holy grail dalam forex trading, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil resiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian, sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka. Yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah: untung, untung dan untung.

Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian. Jika misalnya mereka membuka transaksi “buy” namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari resiko kerugian yang lebih besar lagi.

Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata, “The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”

3. Harapan tak terpenuhi

Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes. Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.

Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?

Di antaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka. Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor resiko.

Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada resiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup. Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar trading dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya. Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.

Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?

Ada. Ciri-cirinya adalah:

  • mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
  • ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
  • ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
  • Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
  • Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading

Beruntung, Anda bisa menemukan semua hal itu di FOREXimf.com.

Nah, sekarang mudah-mudahan Anda sudah bisa mengetahui apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang trader yang sukses dalam forex trading.

Salam.

0 Comments

Analisa Forex Mingguan: 21-25 November 2016

USD terus menguat didukung oleh semakin besarnya kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga bulan depan. Pekan lalu dirilis data US CPI yang tercatat naik 0,4% di bulan Oktober, melanjutkan penguatan yang tercatat di bulan September yaitu sebesar 0,3%. Dalam 12 bulan terakhir hingga Oktober, US CPI mengalami kenaikan sebesar 1,6% yang merupakan kenaikan terbesar sejak Oktober 2014.

Meskipun demikian, CPI inti mengecewakan dengan hanya mencatatkan kenaikan sebesar sekitar 0,1% untuk basis bulanan dan 2,1% year-on-year. Sementara itu jobless claims turun ke 235.000 yang merupakan angka terendah dalam 43 tahun, mengindikasikan bahwa sektor tenaga kerja AS semakin menguat.

Di tengah ramainya data ekonomi pekan lalu, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan di Washington bahw kenaikan suku bunga “relatif segera”.

Berikut adalah daftar data ekonomi penting yang dijadwalkan akan diumumkan pekan ini:

1.    Pidato Mario Draghi: Senin (21/11), 23.00 WIB

Presiden ECB Mario Draghi dijadwalkan akan memberikan pernyataan di depan European Parliament di Strasbourg. ECB sejauh ini masih belum memperjelas rencana program pembelian obligasi mereka. Para ekonom berharap rencana tersebut akan diumumkan pada tanggal 8 Desember mendatang, namun kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS menimbulkan ketidakpastian terutama terkait kebijakan ekonomi seperti apa yang akan diambilnya setelah dilantik menjadi presiden AS tanggal 20 Januari mendatang.

Para analis meyakini bahwa Draghi akan memperpanjang stimulus hingga enam bulan lagi dan hal itu kemungkinan akan diputuskan pada pertemuan ECB mendatang.

2.    US Durable Goods Orders: Rabu (23/11), 20.30 WIB

Jumlah pemesanan barang tahan lama mengalami sedikit penurunan di bulan September setelah sempat menguat dalam dua bulan sebelumnya. Angka jumlah pemesanan turun 0,1% menjadi senilai $227,3 miliar. Sementara itu, angka core orders naik 0,2%.

Durable goods orders bulan September diperkirakan naik 1,2% sementara core orders diperkirakan naik 0,2%.

3.    US Unemployment Claims: Rabu (23/11), 20.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran turun ke angka terendagh 43 tahun di 235.000 pekan lalu. Di saat yang sama, ini berarti angka klaim pengangguran mingguan telah berada di bawah 300.000 untuk 89 pekan berturut-turut, yang merupakan rekor terpanjang sejak tahun 1970. Hal ini semakin memperbesar peluang untuk kenaikan suku bunga oleh Fed bulan depan.

Klaim tunjangan pengangguran pekan ini diperkirakan mencapai 241.000.

4.    US Crude Oil Inventories: Rabu (23/11), 22.30 WIB

Persediaan minyak mentah AS meingkat melebihi perkiraan di pekan yang berakhir pada tanggal 11 November lalu, dilatarbelakangi oleh kenaikan impor dan penumpukan di tempat penyimpanan. Persediaan minyak mentah telah mengalami kenaikan dalam tiga pekan berturut-turut hingga 5,3 juta barrel. Meskipun demikian peningkatan ini diperkirakan tidak akan menggerakkan pasar.

OPEC akan mengadakan pertemuan di akhir bulan ini, di mana mereka diharapkan akan memperjelas pembatasan produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan minyak mentah.

5.    US FOMC Meeting Minutes: Kamis (24/11), 02.00 WIB

Ini merupakan notulen dari rapat FOMC yang diadakan di bulan November ketika Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunganya namun mengatakan bahwa peluang kenaikan suku bunga terus menguat. Notulen tersebut bisa menjadi petunjuk tentang peluang kenaikan suku bunga di bulan Desember.

6.    German Ifo Business Climate: Kamis (24/11), 16.00 WIB

Tingkat keyakinan bisnis Jerman membaik di bulan Oktober, mencapai angka tertinggi dua setengah tahun di 110.5. Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya optimisme di antara para pengusaha terkait prospek pertumbuhan ekonomi Jerman dan memperkuat dugaan bahwa pelambatan ekonomi yang sedang terjadi di Jerman hanya bersifat sementara.

Sentimen akan iklim bisnis Jerman untuk bulan November kemungkinan akan berada di angka 110.6.

7.    GDP Inggris: Jumat (25/11), 16.30 WIB

Menurut data di kuartal III, perekonomian Inggris tumbuh sebesar 0,5% yang mana hal ini sebenarnya lebih baik daripada perkiraan, terutama jika dilihat bahwa ini merupakan kuartal pertama sejak referendum Brexit. Dalam basis tahunan, pertumbuhan ekonomi Inggris tercatat sebesar 2,3%. Estimasi ke-2 biasanya ditunggu untuk mengonfirmasi data yang pertama, namun biasanya tidak ada perubahan.

Analisa Teknikal

AUD/USD

audusd-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

AUD/USD bergerak menguji area support di kisaran 0.73129. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 0.72118-0.70988. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI oversold di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 0.74765-0.75776 dengan target mingguan di kisaran 0.74140-0.73129. Hati-hati jika resistance 0.75776 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat aussie hingga kisaran 0.76401-0.77412.

EUR/USD

eurusd-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

EUR/USD bergerak menguji area support di kisaran 1.05681. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 1.03957-1.02029. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI cederung memperlihatkan indikasi bullish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1.08471-1.10194 dengan target mingguan di kisaran 1.07405-1.05681. Hati-hati jika resistance 1.10194 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat euro hingga kisaran 1.11260-1.12984.

GBP/USD

gbpusd-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

GBP/USD bergerak menguji area support di kisaran 1.23009. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 1.22132-1.21150. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI cederung memperlihatkan indikasi bullish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1.24429-1.25307 dengan target mingguan di kisaran 1.23886-1.23009. Hati-hati jika resistance 1.25307 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat sterling hingga kisaran 1.25850-1.26727.

USD/CHF

uschf-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

USD/CHF  masih melaju di atas parity, bergerak menguji area resistance di kisaran 1.01220. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 1.02573-1.04087. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI memperlihatkan indikasi bearish di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 0.99867-0.97676 dengan target mingguan di kisaran 1.01220-1.02573. Hati-hati jika support 0.97676 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.96838-0.95485.

USD/JPY

usdjpy-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

USD/JPY bergerak menguji area resistance di kisaran 111.110. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 111.716-112.393. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI overbought di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 110.129-109.524 dengan target mingguan di kisaran 110.504-111.110. Hati-hati jika support 109.524 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan USD/JPY hingga kisaran 109.149-108.543.

NZD/USD

nzdusd-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

NZD/USD menguji support 0.69823. Sebelum membuka posisi sell, sebaiknya Anda menunggu hingga support tersebut tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 0.69445-0.69022. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi koreksi ke area resistance di kisaran 0.70435-0.70813 dengan potensi target di kisaran 0.70201-0.69823. Hati-hati jika resistance 0.70813 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat Kiwi hingga kisaran 0.71047-0.71425.

GOLD

gold-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

Harga emas menguji support 1202.09. Sebelum membuka posisi sell, sebaiknya Anda menunggu hingga support tersebut tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 1180.83-1157.04. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1236.51-1257.77 dengan potensi target di kisaran 1223.35-1202.09. Hati-hati jika resistance 1257.77 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat harga emas hingga kisaran 1270.93-1292.19.

OIL

oil-analisa-forex-mingguan-21-25-november-2016

Harga minyak mentah bergerak menguat, menguji resistance 47.00. Sebelum membuka posisi buy, sebaiknya Anda menunggu hingga resistance tersebut tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 48.14-49.41. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 45.16-44.02 dengan potensi target di kisaran 45.86-47.00. Hati-hati jika support 44.02 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan harga minyak hingga kisaran 43.32-42.18.

0 Comments

Penasaran Cara Mudah Membuat Robot Trading? Pakai Tradeworks!

Bagi kebanyakan trader forex, istilah “robot” mungkin sudah bukan istilah yang asing lagi. Robot, yang nama “resmi”-nya adalah Expert Advisor, adalah sebuah program komputer yang memungkinkan terjadinya transaksi secara otomatis sesuai dengan logika (algoritma) yang dimasukkan. Dengan robot, seorang trader tak perlu terus menerus memantau pergerakan pasar untuk mencari peluang.

Untuk membuat sebuah robot trading, seseorang harus memahami alur logika strategi trading yang akan diotomatisasi tersebut. Ingatlah bahwa tingkat keberhasilan sebuah robot trading sangat tergantung pada strategi yang dimasukkan ke dalamnya.

Kemudian Anda harus “menerjemahkan” alur strategi tersebut ke dalam bahasa pemrograman. Pada umumnya, robot untuk forex menggunakan bahasa MQL yang terintegrasi dengan platform trading MetaTrader. Menurut para programmer, bahasa MQL mirip dengan bahasa C dalam pemrograman.

Masalahnya tidak semua trader mengerti bahasa pemrograman. Bisa dikatakan sangat sedikit trader forex yang kebetulan memahami pemrograman komputer. Walhasil hanya sedikit pula yang bisa membuat robot trading khusus untuk forex. Akhirnya para trader yang ingin memiliki robot trading biasanya akan mempergunakan jasa programmer untuk membuatkan robot untuk mereka dan biasanya tarif jasanya tidak murah.

Bagaimana Cara Memperoleh Robot Trading?

Jika Anda menguasai bahasa pemrograman, Anda bisa membuat robot trading sendiri. Yang Anda perlukan hanyalah sebuah strategi trading yang telah teruji akurasi dan profitabilitasnya.

Jika Anda tidak memahami pemrograman, Anda bisa mencari robot trading di internet ataupun di Market yang ada di MetaTrader. Ada yang gratis, ada pula yang harus dibeli. Kalau Anda mencari di internet, biasanya robot-robot tersebut dijual dengan harga tinggi juga.

Agar robot tetap aktif, Anda pun harus memastikan bahwa MetaTrader Anda tetap dalam kondisi online. Kalau MetaTrader Anda mati, robot tersebut juga akan ikut nonaktif sehingga tidak bisa mengeksekusi transaksi jika ada peluang yang muncul berdasarkan strategi yang di-input.

Padahal salah satu alasan orang mempergunakan robot – selain untuk mereduksi faktor psikologis – adalah untuk mencari peluang sebanyak mungkin bahkan saat Anda tidur sekalipun. Untuk itulah kebanyakan orang yang mempergunakan robot trading menyewa VPS (Virtual Private Server) untuk menjalankan MetaTrader plus robot mereka. Penyedia VPS “menjamin” bahwa MetaTrader Anda akan selalu online agar robot trading tersebut juga selalu aktif.

Bagi sebagian orang, hal ini dianggap kurang ekonomis, apalagi kalau ternyata ia juga harus membayar untuk memperoleh robot tradingnya. Sudah harus bayar untuk robotnya, harus bayar pula untuk sewa VPS per bulan.

EA Builder

Dewasa ini sudah bermunculan beberapa situs internet yang memungkinkan Anda untuk mengotomatisasi strategi trading Anda dengan cara yang lebih mudah tanpa perlu melakukan coding (menulis program komputer), yang biasa disebut “EA builder”. Dengan EA builder ini Anda bisa memasukkan perintah-perintah sederhana sesuai dengan alur logika strategi trading Anda.

Kebanyakan EA builder bisa dipergunakan dengan gratis dan memang cara ini lebih mudah daripada pemrograman biasa. Hanya saja Anda masih harus memasukkan banyak perintah dan hasil akhir dari EA builder ini masih tetap berupa script program yang masih harus Anda unduh dan compile. Setelah itu Anda masih harus meng-install robot tersebut di MetaTrader Anda.

Tradeworks

Lalu hadirlah Tradeworks yang bermarkas di Copenhagen, Denmark. Tradeworks bukanlah robot, melainkan penyedia “alat” untuk mengotomatiskan strategi trading Anda. Mirip dengan EA builder, namun lebih mudah dan lebih lengkap. Fitur-fitur yang disediakan jauh lebih lengkap dan lebih user-friendly dibandingkan dengan EA builder biasa, sehingga lebih memudahkan pengguna – bahkan yang sangat awam akan pemrograman – untuk mengotomatisasikan strategi trading yang mereka miliki.

Dari beberapa pelatihan yang dilakukan oleh tim Market Analyst & Education FOREXimf.com, ternyata mayoritas peserta pelatihan mampu melakukan otomatisasi strategi trading dengan waktu yang singkat, tentunya jika dibandingkan dengan melakukan pemrograman manual dengan bahasa MQL.

Dalam waktu kurang dari setengah jam (termasuk penjelasan penggunaan Tradeworks itu sendiri), peserta pelatihan mampu mengotomatiskan strategi trading yang mempergunakan cross MA sebagai dasarnya. Bahkan untuk mengotomatiskan strategi MA itu sendiri hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit, lengkap dengan pengaturan money management dan risk management.

Padahal, hanya satu dari 20 peserta pelatihan yang memiliki pengetahuan tentang pemrograman. Hal ini memperlihatkan bahwa Tradeworks memang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan metode pemrograman manual maupun EA builder biasa.

Tidak hanya itu, strategi yang telah diotomatisasi melalui Tradeworks bisa langsung dihubungkan dengan akun trading MT4 pengguna. Anda tidak perlu lagi mengunduh strategi yang sudah diotomatisasi, karena akan langsung terhubung dengan akun trading Anda. Anda juga tidak perlu lagi menyewa VPS.

Dukungan Pelatihan

Tim Market Analyst & Education FOREXimf.com menyediakan paket dan program pelatihan bagi Anda yang ingin mengetahui dan mempergunakan Tradeworks. Mulai dari webinar, kelas offline, workshop special hingga private coaching.

Masih banyak keunikan Tradeworks yang belum diungkap di sini. Jika Anda tertarik untuk mengetahui Tradeworks lebih jauh, Anda bisa mendaftar melalui link ini.

0 Comments

Analisa Forex Mingguan: 14-18 November 2016

Dolar AS kembali menguat setelah mengalami kejutan pasca kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS pekan lalu. Kejutan ini mempengaruhi pasar global ditandai dengan pelemahan USD dan mata uang Meksiko. Meskipun demikian, pidato Trump berhasil meredakan pasar dan USD kembali menguat. Sementara itu poundsterling masih tetap berada dalam tren penguatan.

Berikut adalah data ekonomi penting di sepanjang pekan ini:

1.    Pidato Mario Draghi: Senin (14/11), 22.00 WIB
Presiden ECB, Mario Draghi akan berpidato di Roma dan Frankfurt. Ia kemungkinan akan memaparkan rencana ECB untuk melanjutkan program stimulus di tanggal 8 Desember. Komentar Draghi akhir-akhir ini cenderung menekan euro. Waspadai volatilitas pasar.

2.    GDP Jerman: Selasa (15/11), 14.00 WIB
Perekonomian Jerman tumbuh 0,4% di kuartal II tahun 2016, namun lebih lambat daripada pertumbuhan yang tercatat di kuartal pertama tahun ini. Untuk basis tahunan, pertumbuhan ekonomi tercatat mengalami ekspansi sebesar 3,1%, yang merupakan pertumbuhan tercepat dalam lima tahun, didukung oleh kuatnya sektor lapangan pekerjaan dan konsumsi rumah tangga. Lebih jauh, inflasi juga naik ke level tertinggi enam bulan, tertinggi sejak Januari 2016.
GDP Jerman di kuartal ke-3 diperkirakan tumbuh 0,3%.

3.    Data inflasi Inggris: Selasa (15/11), 16.30 WIB
Inflasi Inggris naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun, naik ke 1,0% di bulan September di tengah peningkatan harga pakaian, tarif hotel dan bahan bakar. Jika inflasi mampu mencapai target BoE, kenaikan harga bisa menjadi masalah bagi mereka yang berpenghasilan rendah.
Inflasi Inggris diperkirakan melaju ke 1,1% di bulan Oktober.

4.    Retail sales AS: Selasa (15/11), 20.30 WIB
Penjualan eceran di AS mengalami rebound di bulan September, naik 0,6% setelah sempat melemah di bulan Agustus. Kenaikan harga terjadi pada dealer kendaraan bermotor dan SPBU, yang menjadi pertanda bahwa perekonomian masih tumbuh stabil meskipun lamban. Sementara itu penjualan inti tumbuh 0,5%.
Tingkat penjualan eceran diperkirakan akan naik sebesar 0,6% di bulan Oktober sementara penjualan inti diperkirakan naik 0,5%.

5.    Data pekerjaan di Inggris: Rabu (16/11), 16.30 WIB
Klaim pengangguran di Inggris di bulan September hanya naik sebesar 700 klaim, Tingkat pengangguran untuk bulan Agustus tetap berada di 4,9%. Upah naik 2,3%.
Klaim pengangguran kali ini diperkirakan naik sebesar 1.900.

6.    US PPI: Rabu (16/11), 20.30 WIB
Indeks Harga Konsumen di AS naik 0,3% di bulan September seiring naiknya ongkos produksi bahan bakar dan barang lainnya. Hal ini mendukung dugaan bahwa inflasi dalam negeri mulai naik. Dalam 12 bulan terakhir hingga September, PPI telah naik 0,7% yang merupakan yang terbesar sejak Desember 2014.
US PPI di bulan Oktober diperkirakan naik 0,3%.

7.    US Crude Oil Inventories: Rabu (16/11), 22.30 WIB
Persediaan minyak mentah AS di pekan lalu naik sebesar 2,4 juta barrel, setelah di pekan sebelumnya sempai mengalami kenaikan sebesar 14,4 juta barrel. Kilang minyak menambah produksi dan beroperasi hingga 87,1% dari kapasitas maksimum. Produksi bensin juga naik rata-rata 10,5 juta barrel per hari, sebelumnya hanya 9,8 juta barrel. Total kenaikan persediaan dalam rata-rata empat minggu  adalah sekitar 20,1 juta barrel per hari, lebih tinggi 1,5 persen dibandingkan dengan kurun waktu yang sama di tahun lalu.

8.    Data pekerjaan Australia: Kamis (17/11), 07.30 WIB
Di bulan September sektor tenaga kerja Australia mengalami kontraksi sebesar 9.800, namun tingkat pengangguran turun ke 5,6%. Tingkat partisipasi telah turun ke 64.5%. Jumlah pekerja purnawaktu turun 53.000 sementara posisi paruh waktu turun 43.200.
Tren negatif ini telah semakin intensif selama tahun lalu dengan meningkatnya posisi paruh waktu sementara posisi purnawaktu justru berkurang dan ini akan berdampak negatif pada pertumbuhan upah.
Kali ini diperkirakan akan ada penambahan 20.300 lapangan pekerjaan baru sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan naik menjadi 5,7%.

9.    US Building Permits: Kamis (17/11), 20.30 WIB
Izin mendirikan bangunan untuk rumah tinggal pribadi di bulan Oktober naik menjadi 1,23 juta. Jumlah pembangunan rumah pribadi mencapai 1,05 juta.
Izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan untuk bulan November diperkirakan sebesar 1.19 juta.

10.    Data inflasi AS: Kamis (17/11), 20.30 WIB
Indeks harga konsumen AS naik dengan cepat dalam lima bulan terakhir, naik 0,3% seiring peningkatan harga bahan bakar. Ini menunjukkan bahwa tingkat inflasi semakin mendekati target Fed. Sementara itu inflasi inti naik 0,1%, meleset dari perkiraan sebesar 0,2%.
Meskipun demikian angka-angka tersebut sebenarnya sejalan dengan perkiraan kenaikan suku bunga di bulan Desember.
Untuk bulan Oktober, CPI diperkirakan naik 0,4% sementara core CPI diperkirakan naik 0,2%.

11.    US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (17/11), 20.30 WIB
Indeks aktivitas manufaktur di Philadelphia turun menjadi 9.2 di bulan Oktober, setelah sempat tercatat di angka 12.8 di bulan sebelumnya.
Meskipun demikian, detail dari aktivitas terebut masih memuaskan. Indeks pesanan baru naik menjadi 16.3 di bulan Oktober, dari 1,4 di bulan sebelumnya, mencapai level tertinggi sejak November 2014. Indeks pengiriman naik 24 poin ke 15.3.
Indeks manufaktur Philly Fed di bulan November diperkirakan tercatat di angka 8.1.

12.    US Unemployment Claims: Kamis (17/11), 20.30 WIB
Angka klaim pengangguran turun 11.000 ke 254.000 pekan lalu. Angka ini lebih baik daripada perkiraan, menunjukkan bahwa sektor tenaga kerja masih kuat. Ini merupakan pekan ke-88 secara berturut-turut angka klaim pengangguran AS berada di bawah 300.000, yang merupakan kurun waktu terpanjang sejak tahun 1970.
Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan naik menjadi 257.000.

13.    Pidato Janet Yellen: Kamis (17/11), 22.00 WIB
Ketua Fed Janet Yellen akan memberikan pernyataan di depan Joint Economic Committee di Washington DC. Ia kemungkinan akan memaparkan rencana suku bunga Fed menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS. Waspadai volatilitas pasar.

Analisa Teknikal

AUD/USD

audusd-analisa-forex-mingguan-14-18-november-2016

AUD/USD bergerak menguji area support di kisaran 0.75227. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 0.74627-0.73955. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI oversold di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 0.76199-0.76799 dengan target mingguan di kisaran 0.75827-0.75227. Hati-hati jika resistance 0.76799 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat aussie hingga kisaran 0.77171-0.77771.

EUR/USD

eurusd-analisa-forex-mingguan-14-18-november-2016

EUR/USD bergerak menguji area support di kisaran 1.07717. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 1.06474-1.05083. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI oversold di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1.09729-1.10972 dengan target mingguan di kisaran 1.08960-1.07717. Hati-hati jika resistance 1.10972 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat euro hingga kisaran 1.11741-1.12984.

GBP/USD

gbpusd-analisa-forex-mingguan-14-18-november-2016

Bias mingguan GBP/USD adalah bullish. Pekan ini perhatikan area support di kisaran 1.25498-1.24739. Jika muncul sinyal buy di area support tersebut ada kemungkinan sterling akan rebound ke area 1.25968-1.26727. Bias mingguan baru akan berubah menjadi bearish jika sterling berhasil tembus ke bawah 1.24739, dengan potensi pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 1.24269-1.23510.

USD/CHF

usdchf-analisa-forex-mingguan-14-18-november-2016

USD/CHF mendekati parity, bergerak menguji area resistance di kisaran 0.99362. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 1.00277-1.01300. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI overbought di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 0.97881-0.96966 dengan target mingguan di kisaran 0.98447-0.99362. Hati-hati jika support 0.96966 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.96400-0.95485.

USD/JPY

usdjpy-analisa-forex-mingguan-14-18-november-2016

USD/JPY bergerak menguji area resistance di kisaran 107.583. Sebagai strategi trading mingguan pekan ini tunggu penembusan resistance tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi target di kisaran 109.094-110.784. Di sisi lain perhatikan bahwa stochastics dan CCI overbought di chart H4. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 105.138-103.627 dengan target mingguan di kisaran 106.072-107.583. Hati-hati jika support 103.627 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan USD/JPY hingga kisaran 102.693-101.182.

NZD/USD

nzdusd-analisa-forex-mingguan-14-18-november-2016

NZD/USD menguji support 0.70731. Sebelum membuka posisi sell, sebaiknya Anda menunggu hingga support tersebut tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 0.69956-0.69090. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi koreksi ke area resistance di kisaran 0.71985-0.72759 dengan potensi target di kisaran 0.71506-0.70731. Hati-hati jika resistance 0.72759 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat Kiwi hingga kisaran 0.73238-0.74013.

GOLD

gold-analisa-forex-mingguan-14-18-november-2016

Harga emas menguji support 1213.55. Sebelum membuka posisi sell, sebaiknya Anda menunggu hingga support tersebut tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 1184.37-1151.73. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 1260.78-1289.96 dengan potensi target di kisaran 1242.73-1213.55. Hati-hati jika resistance 1289.96 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat harga emas hingga kisaran 1308.01-1337.19.

OIL

oil-analisa-forex-mingguan-14-18-november-2016

Harga minyak mentah kembali tertekan, menguji support 43.03. Sebelum membuka posisi sell, sebaiknya Anda menunggu hingga support tersebut tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan untuk pekan ini adalah kisaran 42.35-41.59. Sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 44.13-44.82 dengan potensi target di kisaran 43.71-43.03. Hati-hati jika resistance 44.82 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat harga minyak hingga kisaran 45.24-45.92.

0 Comments

Analisa Forex Mingguan: 7-11 November 2016

Laporan US Non-Farm Payrolls (US-NFP) menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang dirilis Jumat lalu hanya memperlihatkan sedikit peningkatan di bulan Oktober, itu pun di bawah perkiraan. Pasar tenaga kerja hanya berhasil menambah 161.000 lapangan pekerjaan baru setelah di bulan sebelumnya berhasil menambah 191.000 lapangan pekerjaan. Angka tersebut juga berada di bawah perkiraan yaitu 174.000. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap berada di 4,9%.

Meskipun data US-NFP mengecewakan, upah per jam rata-rata naik sebesar 10 sen yang berarti kenaikan sebesar 2,8%. Data ini juga bisa menjadi salah satu alasan Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan Desember mendatang.

Berikut adalah berita dan data ekonomi penting di pekan ini.

  1. Pemiilihan Presiden AS: Selasa (8/11)

Pemilihan presiden AS kali ini menarik perhatian dunia dan menawarkan berbagai kejutan sekaligus ketidakpsatian. Pertanyaannya adalah bagaimana pemilu kali ini akan mempengaruhi ekonomi dan pasar.

Sejarah membuktikan bahwa pasar lebih menyukai perkiraan pasti dibandingkan dengan ketidakpastian. Sejauh ini, pasar masih lebih “memihak” pada Hillary Clinton yang dianggap akan melanjutkan kestabilan pemulihan ekonomi AS dibadingkan Trump, yang dianggap akan membawa sejumlah ketidakpastian terutama terkait perekonomian AS.

  1. US Crude Oil Inventories: Rabu (9/11), 22.30 WIB

Persediaan minyak mentah AS meningkat lebih dari 14 juta barrel di pekan lalu dan merupakan peningkatan mingguan terbesar dalam sejarah.

  1. Pengumuman suku bunga New Zealand: Kamis (10/11), 03.00 WIB

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga di anga 2% pada rapat kebijakan yang diadakan di bulan September. Di bulan Agustus, RBNZ melakukan pemangkasan suku bunga. Tujuan RBNZ adalah membawa inflasi ke antara 1-3% di tengah meningkatknya ketidakpastian ekonomi dan rendahnya harga-harga komoditi. RBNZ mencatat bahwa perekonomian dalam negeri sejalan dengan perkiraan pasar. Meskipun demikian, perekonomian negara tersebut masih berada di bawah tekanan akibat volatilitas harga produk susu dan tingginya imigrasi menekan pertumbuhan upah.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (10/11), 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran di pekan pertama November meningkat mendekati level tertinggi tiga bulan, namun masih tetap berada di bawah angka 300.000 yang mengindikasikan kuatnya sektor tenaga kerja. Ini berarti angka klaim pengangguran telah berada di bawah 300.000 selama 87 pekan berturut-turut dan merupakan waktu terpanjang sejak tahun 1970.

Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan berada di angka 267.000.

  1. US Prelim UoM Consumer Sentiment: Jumat (11/11), 22.00 WIB

Tingkat keyakinan konsumen AS jatuh ke level terendah dua tahun di bulan Oktober dan ini meningkatkan kekhawatiran akan perekonomian AS menjelan pemilihan presiden. Indeks sentimen konsumen yang dirilis University of Michigan turun menjadi 87.2 dari angka 91.2 yang dirilis di bulan sebelumnya. Sebanyak 50% konsumen mengantisipasi penurunan dalam lima tahun mendatang untuk pertama kalinya sejak Oktober 2014. Faktor utama penurunan ini adalah ketidakpastian yang disebabkan oleh pemiliha presiden. Meskipun demikian, jika kondisi lapangan pekerjaan dan inflasi terus membaik, proyeksi prakiraan ekonomi AS mungkin akan membaik dalam bulan-bulan mendatang.

Tingkat keyakinan konsumen AS kali ini diperkirakan akan naik menjadi 87.4.

  1. Pidato Stephen Poloz: Jumat (11/11): 22.00 WIB

Gubernur Bank of Canada (BOC) Stephen Poloz dijadwalkan akan berpidato di Santiago. Dalam pernyataan terkini, Poloz mengatakan bahwa resiko dari hutang rumah tangga dan pasar perumahan akan disikapi dengan lebih baik oleh kebijakan makroprudensial daripada dengan mengubah tingkat suku bunga.

Analisa Teknikal

AUD/USD

audusd-analisa-forex-mingguan-7-11-november-2016

AUD/USD bergerak menguji area resistance di kisaran 0.76915-0.77332 dan merupakan area resistance mingguan yag cukup kuat. Jika Anda berhasil memperoleh konfirmasi sinyal sell di area tersebut, Anda bisa membuka posisi sell dengan target mingguan di kisaran 0.75983-0.75566. Hati-hati jika resistance 0.77332 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mengangkat aussie hingga kisaran 0.77749-0.78215.

EUR/USD

eurusd-analisa-forex-mingguan-7-11-november-2016

EUR/USD terkoreksi ke area di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4, mendekati area support di kisaran 1.10616-1.10132. Untuk pekan ini, Anda bisa mencaril konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support tersebut dengan potensi rebound hingga kisaran 1.10916-1.11400. Waspada jika harga berhasil tembus ke bawah 1.10132 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro ke kisaran 1.09832-1.09348.

GBP/USD

gbpusd-analisa-forex-mingguan-7-11-november-2016

Bias mingguan GBP/USD adalah bullish. Pekan ini perhatikan area support di kisaran 1.24441-1.22627. Selanjutnya jika muncul sinyal buy di area support tersebut ada kemungkinan sterling akan rebound ke area 1.25562-1.26683. Bias mingguan baru akan berubah menjadi bearish jika sterling berhasil tembus ke bawah 1.22627, dengan potensi pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 1.21934-1.20813.

USD/CHF

usdchf-analisa-forex-mingguan-7-11-november-2016

USD/CHF bergerak menguji area resistance di kisaran 0.97652-0.98190. Pekan ini Anda bisa mencari konfirmasi sinyal sell di area resistance tersebut dengan potensi target di kisaran 0.97320-0.96782. Namun hati-hati jika resistance 0.98190 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemungkinan diikuti oleh pergerakan bullish ke kisaran 0.98522-0.99060.

USD/JPY

usdjpy-analisa-forex-mingguan-7-11-november-2016

USD/JPY masih berpotensi bearish untuk pekan ini. Untuk itu, tunggu konfirmasi sinyal sell di area 103.678-104.383 sebelum membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 103.242 -102.538. Namun hati-hati jika resistance 104.383 tembus karena dengan demikian bias mingguan berubah menjadi bullish dan kemungkinan akan diikuti oleh pelemahan yen ke kisaran 104.819-105.532.

NZD/USD

nzdusd-analisa-forex-mingguan-7-11-november-2016

NZD/USD menguji resistance 0.73439. Bias mingguan adalah bullish. Sebelum membuka posisi buy, sebaiknya Anda menunggu hingga resistance tersebut tembus. Potensi pergerakan bullish lanjutkan untuk pekan ini adalah kisaran 0.74000-0.74628. Namun seandainya terjadi koreksi terlebih dahulu, sebagai alternatif Anda bisa mencari konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 0.72531-0.71970 dengan potensi target di kisaran 0.72878-0.73439. Hati-hati jika support 0.71970 tembus karena berpotensi mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan Kiwi hingga kisaran 0.71623-0.71062.

GOLD

gold-analisa-forex-mingguan-7-11-november-2016

Harga emas terkoreksi ke area di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4 dan mendekati area support di kisaran 1290.05-1279.03. Pekan ini Anda bisa melihat menunggu konfirmasi sinyal buy di area support tersebut dengan potensi rebound hingga kisaran 1296.86-1307.88. Hati-hati jika support 1279.03 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1272.22-1261.20.

OIL

oil-analisa-forex-mingguan-7-11-november-2016

Harga minyak mentah masih tertekan, secara teknikal terlihat bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4 dan bias mingguan kali ini masih bearish. Perhatikan support 43.55, tunggu konfirmasi penembusan ke bawah support tersebut sebelum membuka posisi sell dengan potensi target di kisaran 42.02-40.31. Sebagai alternatif, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal sell jika terjadi pull-back ke area resistance di kisaran 46.03-47.55 untuk membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 45.08-43.55. Namun hati-hati jika resistance 47.55 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemungkinan akan mengangkat harga minyak hingga kisaran 48.50-50.03.

0 Comments

Trik Optimalkan Peluang: Efektifkan Modal Trading Forex Anda

Salah satu pertanyaan yang cukup sering berulang saya terima selama menjadi trainer di dunia forex trading adalah, “Pak, kalau saya punya $10,000, berapa lot saya bisa buka posisi?”

Kalau tak salah ingat, ada setidaknya lima kali saya menulis tentang position sizing di website ini – mulai dari gambaran umum hingga detil perhitungannya.

Position sizing adalah tentang cara mengatur berapa besar lot yang bisa Anda pergunakan dalam membuka posisi trading. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah seorang trader agar tidak terjebak dalam kondisi overtrade, yaitu kondisi ketika ia membuka posisi terlalu banyak melebihi yang seharusnya. Dengan demikian, trader tersebut akan terhindar dari resiko yang terlalu besar karena posisi yang diambil dengan sendirinya sudah memperhitungkan besaran resiko tersebut.

Tetapi ternyata yang tidak banyak disadari adalah bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga berguna untuk mengefektifkan strategi dan modal Anda.

Strategi harus cocok dengan modal

Masih ingatkah Anda dengan konsep Mind-Method-Money dalam trading? Kalau lupa, izinkan saya ingatkan lagi.

Mind berkaitan dengan sikap mental Anda sebagai trader. Bagaimana Anda mampu menjalankan trading plan Anda dengan baik, disiplin dan tanpa keraguan sedikit pun.

Method merupakan metode atau strategi trading yang Anda jalankan.

Money adalah modal Anda. Bagaimana Anda menggunakan dan mengaturnya.

Fokus kita kali ini adalah di money.

Anda mungkin cukup sering mendapatkan strategi trading tertentu baik dari internet atau kenalan dan menurut pengakuan mereka strategi tersebut cukup ampuh dalam mendulang profit. Pertanyaan yang seharusnya segera muncul dari Anda adalah: berapa besar modal yang diperlukan agar strategi tersebut berhasil dengan baik?

Sangat banyak strategi trading yang diklaim profitable namun ternyata tidak bekerja dengan baik ketika Anda pergunakan. Ada beberapa penyebab, di antaranya adalah Anda tidak memiliki modal yang tepat untuk strategi tersebut. Sangat mungkin trader yang sebelumnya sukses menjalankan strategi tersebut memiliki modal yang jauh lebih besar daripada modal Anda. Jadi, jangan memaksakan diri mempergunakan strategi yang sama jika modal yang Anda miliki jauh lebih kecil.

Jangan sia-siakan kekuatan Anda

Bagaimana jika seandainya Anda memiliki modal yang cukup besar? Berapa lot yang sebaiknya dibuka untuk bertransaksi?

Sebelum kita lanjutkan, perlu dipahami bahwa “kekuatan” di sini maksudnya adalah modal. Ini erat kaitannya dengan position sizing yang disinggung di atas.

Katakanlah Anda memiliki modal sebesar $10,000 atau setara dengan seratus juta rupiah. Lalu Anda akan melakukan transaksi, lantas muncullah pertanyaan seperti yang disebutkan di paragraf awal di atas.

Memang Anda boleh saja membuka posisi hanya 0.1 lot, misalnya. Tetapi apakah langkah itu akan efektif untuk mengoptimalkan peluang yang ada? Belum tentu, karena itu bisa berarti Anda menyia-nyiakan kekuatan modal Anda sesungguhnya.

Artinya, trading forex Anda menjadi kurang efektif.

Bagaimana agar trading jadi lebih efektif?

Di situlah peran position sizing.

Ingat bahwa dalam trading Anda juga perlu menetapkan batasan kerugian maksimal untuk setiap transaksi. Kalau modal Anda $10,000 dan batasan resiko untuk tiap trade adalah (misalnya) 10%, itu berarti kerugian (resiko) tiap transaksi tidak lebih dari $1,000.

Nah, anggaplah Anda akan melakukan transaksi di EUR/USD. Setelah sudah melakukan analisa teknikal, Anda melihat bahwa stop-loss semestinya ditempatkan sejauh 500 pips dari level posisi terbuka Anda. Dengan asumsi quote 5 desimal, di mana 1 pip(ette) = $1, maka besarnya stop-loss per lot adalah $500.

OK, jadi dengan skenario tersebut, berapa lot Anda bisa membuka posisi?

Ini jawabannya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Dengan perhitungan seperti di atas, maka seandainya Anda loss pun tidak akan melebihi batas toleransi resiko Anda. Dengan demikian Anda tetap bisa tenang.

Sebaliknya jika Anda mendapatkan keuntungan maka Anda telah membuat transaksi tersebut menjadi jauh lebih efektif daripada hanya membuka posisi sebesar 0.1 lot, misalnya.

Jadi jelas bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga bisa membuat trading Anda jauh lebih efektif tanpa perlu takut mengalami kerugian yang terlalu besar, karena memang sudah Anda batasi sejak awal sesuai dengan “tingkat kenyamanan” Anda sendiri.

Anda siap membuat strategi trading forex Anda jauh lebih efektif namun tetap dalam batas toleransi resiko? Pergunakanlah trik position sizing ini di akun trading Anda.

0 Comments