Analisa Forex Mingguan: 27 Juni-1 Juli 2016

Keputusan Brexit pekan lalu memberikan dampak yang besar di pasar dengan jatuhnya poundsterling bersama mata uang beresiko tinggi lainnya. Di saat yang sama, terjadi penguatan atas USD dan yen. Terpisah dari efek pasca Brexit, di pekan ini kita menantikan data GDP Kanada, US Consumer Confidence dan data penting lainnya.

Seperti yang telah kita ketahui, mayoritas rakyat Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa. Perdana Menteri David Cameron mengumumkan pengunduran dirinya, poundsterling jatuh lebih dari 10% terhadap USD. Menyusul situasi dramatis ini, saham-saham Eropa juga anjlok leih dari 8% yang merupakan pelemahan harian terbesar dalam sejarah Eropa.

Brexit berdampak pada perdagangan Inggris, di mana mereka kehilangan akses ke Uni Eropa, sehingga mereka harus mencari pasar baru. Lebih dari itu, jika Inggris berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan pasca Brexit, ini akan berdampak pada Uni Eropa dan dikhawatirkan akan menjadi contoh kasus bagi negara anggota Uni Eropa lainnya untuk memisahkan dari dari Uni Eropa.

Berikut adlaah data ekonomi penting yang akan diumumkan pekan ini:

  1. US GDP( final Q1): Selasa (2/6), 19.30 WIB

Pertumbuhan ekonomi AS tumbuh 0,8%, menurut rilis GDP ke-2 untuk kuartal I/2016. Data ini sebenarnya lemah, meskipun memperlihatkan pertumbuhan. Ada kemungkinan pertumbuhan di kuartal II akan lebih baik, namun Brexit menumbulkan ketidakpastian pasar.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (28/6), 21.00 WIB

Indeks keyakinan masyarakat turun menjadi 92.6 di bulan Mei, turun dari angkat 94.7 yang tercatat di bulan April. Ini merupakan penurunan untuk yang ke dua kalinya secara berturut-turut.

Berdasarkan data ekonomi terkini, ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan lebih baik didorong oleh naiknya tingkat belanja masyarakat. Akan tetapi, para ekonom masih belum yakin akan prospek tingkat belanja masyarakat untuk beberapa bulan mendatang.

Di bulan Juni, indeks keyakinan konsumen diperkirakan sedikit membaik ke 93.2.

  1. US Crude Oil Inventories: Rabu (29/6), 21.30 WIB

Persediaan minyak mentah turun 0,9 juta barel di bulan Juni menjadi 530,6 juta. Ini merupakan penurunan untuk yang ke-5 kalinya secara berturut-turut. Sementara itu persediaan bensin meningkat sebanyak 0,6 juta barel di pekan lalu.

Dalam basis tahunan, persediaan minyak mentah masih 14,6% lebih tinggi dibandingkan dengan setahun lalu.

  1. GDP Kanada: Kamis (30/6), 19.30 WIB

Perekonomian Kanada mengalami kontraksi di bulan Maret dan hal itu telah terjadi dua bulan berturut-turut sebesar 0,2%. Pertumbuhan yang lambat di kuartal pertama memunculkan kekhawatiran akan prospek pertumbuhan di kuartal ke-2.

Kontraksi yang terjadi di bulan Maret terutama disebabkan oleh menurunnya aktivitas di sector pertambangan, penggalian, serta minyak dan gas, yang turun 2,8% menyusul penurunan 0,6% di bulan Februari.

Bank of Canada kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga hingga tahun 2018. Mereka akan mengumumkan proyeksi ekonomi dan inflasi dalam rapat dewan gubernur pada tanggal 13 Juli mendatang.

GDP Kanada untuk April diperkirakan naik 0,1%.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (30/6), 19.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS kembali turun pekan lalu ke level terendah dalam 43 tahun yaitu 259.000. Hal ini mencerminkan bahwa perekonomian AS masih tetap baik meskipun ada penurunan di sector lapangan pekerjaan di bulan Mei.

Klaim tunjangan pengangguran ini telah berada di bawah level acuan 300.000 dalam 68 pekan berturut-turut, terlama sejak tahun 1973.

Klaim tunjangan pengangguran pekan ini diperkirakan sedikit naik ke 269.000.

  1. PMI  China: Jumat (1/7), 08.00 WIB (data resmi pemerintah); 08.45 WIB (data Caixin)

China merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-2 di dunia. Meskipun demikian, negara tersebut tengah berada dalam masa transisi dan berjalan lambat. Data PMI ini sangat dinantikan. Data resmi pemerintah diperkirakan akan turun dari 50.1 menjado 50, sementara data Caixin diperkirakan naik dari 47.8 menjadi 47.9. Angka di bawah 50 menandakan terjadi kontraksi.

  1. US ISM Manufacturing PMI: Friday, 14:00

Aktivitas manufaktur di AS menurut Institute for Supply Management membaik di bulan Mei, menjadi 51.3 setelah sempat tercatat di 50.8 di bulan April. Jika indeks ini turun ke bawah 50, maka itu berarti terjadi kontraksi.

Di bulan Juni, data ini diperkirkan naik ke 51.6.

—-

Analisa Teknikal

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 JUNI 2016

AUD/USD bergerak di area resistance di kisaran 0.74216-0.75064. Harge bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 I chart H1. Ada potensi bearish di pekan ini. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan target di kisaran 0.73691-0.72842. Hati-hati jika resistance 0.75064 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 0.75589-0.76438.

—-

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 JUNI 2016

EUR/USD bergerak di bawah tekanan. Harga kemungkinan akan turun ke area support 1.09106. Sebagai alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.11079-1.12298. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan target di kisaran 1.10325-1.09106. Hati-hati jika resistance 1.12298 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 1.13051-1.14270.

—-

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 JUNI 2016

GBP/USD bergerak di bawah tekanan. Untuk membuka posisi sell, tunggu support 1.32269 tembus, dengan target di kisaran 1.28048-1.23326. Sebagai alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.39101-1.43323. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan target di kisaran 1.36490-1.32269. Hati-hati jika resistance 1.43323 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 1.45934-1.50155.

—-

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 JUNI 2016

USD/JPY dalam bias bearish, saat ini menguji area resistance di kisaran 101.978-103.824. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di resistance tersebut dengan target di kisaran 100.835-98.989. Hati-hati jika resistance 103.824 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mendorong harga ke kisaran 104.967-106.813.

—-

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 JUNI 2016

USD/CHF menguji resistance 0.98010. Untuk membuka posisi buy, Anda bisa menunggu konfirmasi penembusan support tersebut dengan target di kisaran 0.98674-0.99416. Sebagai alternatif, perhatikan support di area 0.96936-0.96272 untuk mencari konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound di kisaran 0.97346-0.98010. Hati-hati jika support 0.96272 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga ke kisaran 0.95862-0.95198.

—-

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 JUNI 2016

NZD/USD menguji resistance di kisaran 0.70892-0.71681. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan target di kisaran 0.70403-0.69614. Hati-hati jika resistance 0.71681 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 0.72170-0.72959.

—-

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 JUNI 2016

Emas berpotensi rebound menuju 1358.26. Sebagai alternatif, cari sinyal buy di area support di kisaran1316.38-1290.51 target di kisaran 1332.39-1358.26. Hati-hati jika support 1290.51 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan harga ke kisaran 1274.50-1248.63.

0 Comments

Brexit Atau Bremain: Bagaimana Strategi Tradingnya?

Besok, 23 Juni 2016, rakyat Inggris akan memberikan suara mereka untuk menentukan nasib keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Hingga saat ini, hasil polling memperlihatkan persaingan yang ketat di antara pemilih yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) dan kubu yang menginginkan Inggris tetap berada dalam keanggotaan Uni Eropa. Pilihan yang ke-2 ini belakangan disebut “Bremain”, akronim dari “British Remains”.

Sebenarnya bagi trader forex, yang lebih penting adalah strategi trading apa yang bisa dipergunakan pasca referendum ini. Untuk itu, kali ini kami akan mengulas beberapa strategi yang bisa Anda pertimbangkan.

SKENARIO 1: JIKA TERJADI BREXIT

Apakah GBP akan terpukul jika Inggris keluar dari Uni Eropa?

Ada beberapa poin penting mengenai hal ini:

  • Bank of England (BoE) mungkin akan bersikap dovish, dan ini akan memberikan tekanan atas GBP
  • Kemungkinan akan ada langkah untuk melemahkan GBP dengan tujuan meningkatkan ekspor untuk melindungi perekonomian Inggris
  • GBP/USD dan GBP/JPY kemungkinan akan menjadi pair yang paling atraktif

Jika terjadi Brexit, Anda harus berhati-hati memilih currency pair yang akan Anda transaksikan. Bahkan untuk mentransaksikan pair yang melibatkan GBP pun Anda harus melakukan evaluasi tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing mata uang.

Berikut ini ada beberapa skenario pair yang mungkin bisa memberikan peluang yang cukup bagus jika terjadi Brexit.

GBP/JPY: Berpotensi Bearish

Untuk kebanyakan trader, GBP dianggap mata uang beresiko sementara JPY adalah safe-haven. Maka kemungkinan reaksi yang akan dialami GBP jika terjadi Brexit cukup jelas: sentiment risk-off diperkirakan akan naik sehingga JPY cenderung akan menguat terhadap GBP.

Yen mungkin juga akan menambah tekanan terhadap GBP/JPY karena mata uang tersebut selama ini bertindak sebagai safe-haven. Ketidakpastian pasar kemungkinan besar akan membuat pelaku pasar “lari” ke yen.

Dengan demikian, jika terjadi Brexit, GBP/JPY kemungkinan besar akan bergerak turun.

GBP/USD: Berpotensi Bearish

Poundsterling akan terkena dampak karena alasan yang sama seperti di atas. Sementara, USD telah mengalami rally karena ada potensi Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali di tahun ini, dengan kemungkinan kenaikan pertama akan dilakukan di bulan Juli.

Jika Brexit terjadi, GBP/USD kemungkinan akan bergerak turun.

SKENARIO 2: JIKA INGGRIS TETAP DI UNI EROPA

Ada beberapa poin penting juga terkait hal ini:

  • Jika kubu “Bremain” yang menang, maka otomatis ketidakpastian “Brexit” akan hilang.
  • Dalam beberapa bulan sebelum Brexit, poundsterling tertekan, kendati menguat di saat-saat akhir pasca terbunuhnya Jo Cox, anggota parlemen Inggris yang pro-Uni Eropa.
  • Ada peluang pulihnya poundsterling. Hasil yang mirip terlihat pasca referendum Skotlandia.
  • Selain GBP/USD, GBP/AUD juga diperkirakan akan cukup atraktif.

Untuk GBP/USD, potensi pergerakan yang akan terjadi kemungkinan besar adalah bullish/naik, yang merupakan kebalikan dari skenario Brexit. Akan tetapi, ingat bahwa Federal Reserve berpeluang untuk menaikkan suku bunga di bulan Juli mendatang, sehingga ada kemungkinan pergerakan bullish GBP/USD ini tidak akan terlalu panjang.

Sementara untuk GBP/AUD, diperkirakan berpotensi bullish/naik. Pair ini merupakan yang paling banyak ditransaksikan di pasar ketika isu Brexit merebak. Hilangnya ketidakpastian akan Brexit berpotensi menguntungkan poundsterling, apalagi AUD selama ini terbukti merupakan mata uang yang terbaik untuk dijual dengan GBP. Dengan dipangkasnya suku bunga Australia oleh Reserve Bank of Australia baru-baru ini, AUD terbukti bearish dalam setidaknya enam pekan terakhir ini.

Terlebih, Australia merupakan mitra dagang China yang sedang mengalami pelambatan ekonomi. Hal tersebut, untuk jangka waktu menengah, kemungkinan akan membebani Aussie.

Meskipun demikian, pasar tetaplah yang menjadi penentu bagaimana efek referendum tersebut terhadap pergerakan harga. Pasar bisa jadi tidak setuju dengan analisa kita. Dengan kata lain, tetaplah bersiap akan segala kemungkinan. Pergunakan manajemen modal dan manajemen resiko dengan baik dan sesuaikan dengan kekuatan modal Anda.

0 Comments

Analisa Forex Mingguan: 20-25 Juni 2016

Sentimen risk-off mendominasi pasar sepanjang pekan lalu, terkait referendum yang akan diadakan di Inggris tentang keanggotaan negara tersebut dalam Uni Eropa. Selain berita besar tersebut, pekan ini kita akan disuguhi pernyataan Janet Yellen, US Durable Goods Orders dan survey Jerman.  Semua berita tersebut merupakan highlight pasar pekan ini.

Ferderal Reserve pada pertemuan FOMC pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan mencatat kekhawatiran akan pelambatan di sektor lapangan pekerjaan, namun tetap membuka kemungkinan untuk dua kali kenaikan suku bunga di tahun ini. Nada pernyataan Fed masih terkesan dovish, dengan perhatian utama pada sektor lapangan pekerjaan.

Meskipun demikian, topik pekan ini beralih dari Fed ke referendum “Brexit”, di mana peluang keluarnya Inggris dari Uni Eropa menekan euro dan poundsterling seiring penguatan yen dan USD. Meskipun demikian, pembunuhan tragis yang menimpa Jo Cox, anggota parelemen Inggris, sedikit mempengaruhi situasi.

Di tempat terpisah, laporan tenaga kerja di Australia memperlihatkan data positif sementara GDP New Zealand lebih baik daripada perkiraan.

Berikut adalah data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini:

 

  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (21/6), 16.00 WIB

Indeks sentimen ekonomi Jerman di luar dugaan melemah di bulan Maret menjadi 6.4 dari 11.2 yang tercatat di bulan sebelumnya. Ketidakpastian terkait isu Brexit membuat proyeksi ekonomi menjadi tak jelas. Kenaikan tingkat belanja masyarakat diperkirakan berkaitan dengan rendahnya inflasi dan diperkirakan akan berbalik arah dalam beberapa bulan mendatang.

Tingkat kepercayaan investor diperkirakan terus jatuh ke 5.1 kali ini.

  1. Pernyataan Janet Yellen: Selasa (21/6) dan Rabu (22/6), 21.00 WIB

Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, dijadwalkan akan memberikan pernyataan di hadapan Komite Perbankan Senat AS, di Washington. Ia kemungkinan akan mengemukakan alasan di balik keputusan Fed yang mempertahankan suku bunga di bulan Juni. Pada konferensi pers setelah rapat FOMC, Yellen mengatakan bahwa perhatian akan Brexit dan melambatnya sektor tenaga kerja selain beberapa alasan lain berada di balik keputusan tersebut. Fed juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2016 dan 2017.

  1. US Crude Oil Inventories: Rabu (22/6), 21.30 WIB

Keputusan terakhir Fed yang mempertahankan suku bunga dan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2016 dan 2017 mempengaruhi harga minyak, di samping kekhawatiran mengenai Brexit.  Cadangan minyak mentah AS turun sebesar 933.000 barrel. Para ekonom meyakini bahwa harga minyak dan energi akan mengikuti perkembangan makro-ekonomi dan pasar modal dunia.

  1. Referendum Inggris-Uni Eropa: Kamis (23/6), hingga Jumat (24/6) pukul 04.00 WIB

Rakyat Inggris akan memutuskan apakah negara mereka akan tetap menjadi anggota Uni Eropa atau tidak. Meskipun misalnya keputusannya adalah keluar dari Uni Eropa, dampak secara ekonomi tidak akan langsung terasa, akan tetapi hampir bisa dipastikan akan memberikan guncangan pada pasar finansial dan membuat pasar kembali berada dalam ketidakpastian.

Situasi ekonomi kawasan euro berada di titik rendah. Krisis hutang belum sepenuhnya selesai. Jika Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, bahkan meskipun bukan anggota euro-zone, akan memberikan dampak pada Uni Eropa. Negara-negara lain mungkin akan berpikir untuk ikut-ikutan keluar dari persekutuan tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, kita bisa melihat bahwa opini dan polling terkait Brexit telah memberikan dampak pada euro dan pound.

Saat ini berdasarkan polling peluang Brexit adalah 48% melawan 43%, benar-benar berbeda dari hasil polling beberapa pekan lalu. Meskipun demikian, ketatnya persaingan, pembunuhan tragis anggota parlemen Inggris Joanne Cox,  dan potensi “undecided voters” seolah memperkecil peluang “kemenangan telak” bagi kubu pro-Brexit.

Jika hasil referendum adalah keluar dari Uni Eropa, maka euri dan poundsterling kemungkinan akan melemah tajam.

Para pialang dalam dan luar negeri juga bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian, mulai dari menaikkan batas minimum deposit hingga menaikkan margin requirement untuk pasangan mata uang terkait Euro dan Poundsterling.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (23/6), 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran pekan lalu naik melebihi perkiraan ke 277.000. Di pekan sebelumnya, data tersebut tercatat di angka 268.000. Mekipun demikian, kondisi ini masih dianggap baik karena masih berada di bawah benchmark 300.000.

Data ini dirilis sehari setelah Fed menurunkan penilaiannya tentang sektor pekerjaan. Akan tetapi pembukaan lowongan pekerjaan di AS masih tinggi, bahkan mendekati rekor tertinggi.

Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan mencapai 271.000.

  1. German Ifo Business Climate: Jumat (24/6), 15.00 WIB

Indeks sentimen bisnis Jerman naik di bulan Mei, ke level tertinggi lima bulan di 107.7. Indeks ini naik dari data sebelumnya yaitu 106.7 di bulan April. RIlis data tersebut memperlihatkan bahwa momentum pertumbuhan di Jerman masih kuat.

Indeks sentimen bisnis Jerman diperkirakan akan mencapai 107.6 di bulan Juni.

  1. US Durable Goods Orders: Jumat (24/6), 19.30 WIB

Tingkat pemesanan barang tahan lama di AS meningkat di bulan April akibat kenaikan pemesanan pesawat sipil sebesar 64%, sehingga data tersebut naik 3,4% setelah di bulan sebelumnya hanya tercatat di 1,9%.

—-

Analisa Teknikal

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20-25 JUNI 2016

AUD/USD menguji resistance di kisaran 0.74563-0.75031. Stochastic dan CCI telah overbought di chart H4. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan target di kisaran 0.73937-0.73359. Hati-hati jika resistance 0.75031 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 0.75626-0.76126.

—-

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20-25 JUNI 2016

EUR/USD menguji resistance di kisaran 1.13535-1.14144. Stochastic dan CCI telah overbought di chart H4. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan target di kisaran 1.12722-1.11970. Hati-hati jika resistance 1.14144 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 1.14918-1.15566.

—-

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20-25 JUNI 2016

GBP/USD menguji resistance di kisaran 1.45221-1.46612. Stochastic dan CCI telah overbought di chart H4. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan target di kisaran 1.43363-1.41647. Hati-hati jika resistance 1.46612 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 1.48380-1.49862.

—-

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20-25 JUNI 2016

USD/CHF menguji support 0.95703. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi penembusan support tersebut dengan target di kisaran 0.94755-0.93961. Sebagai alternatif, perhatikan resistance di area 0.97034-0.97856 untuk mencari konfirmasi sinyal sell dengan potensi target di kisaran 0.96525-0.95703. Hati-hati jika resistance 0.97856 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mendorong harga ke kisaran 0.98441-0.99187.

—-

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20-25 JUNI 2016

USD/JPY dalam bias bearish, saat ini menguji area resistance di kisaran 104.695-105.411. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di resistance tersebut dengan target di kisaran 104.251-103.535. Hati-hati jika resistance 105.411 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mendorong harga ke kisaran 105.921-106.571.

—-

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20-25 JUNI 2016

NZDUSD menguji resistance di kisaran 0.71065-0.71460. Stochastic dan CCI telah overbought di chart H4. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan target di kisaran 0.70537-0.70050. Hati-hati jika resistance 0.71460 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 0.71962-0.72383.

—-

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20-25 JUNI 2016

Emas menguji area support di kisaran1284.62-1265.55. Untuk membuka posisi buy, Anda perlu menunggu konfirmasi sinyal bullish di area support tersebut dengan target di kisaran 1296.41-1315.47. Hati-hati jika support 1265.55 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan harga ke kisaran 1251.98-1234.70.

0 Comments

Brexit: Apa Dan Bagaimana

Mungkin tidak banyak di antara Anda yang tahu apa itu “Brexit”. Tapi kalau Anda ingat gonjang-ganjing yang melanda Yunani beberapa waktu lalu, mungkin ingat juga dengan istilah “Grexit”. Grexit waktu itu adalah istilah yang dipergunakan untuk meyebut potensi keluarnya Yunani (Greece dalam bahasa Inggris) dari Uni Eropa. Maka muncullah akronim Grexit yang berakar dari “Greece Exit”.

Nah, kali ini ternyata muncul wacana yang serupa di Inggris dan diberi istilah “Brexit” alias “British Exit”. Tanggal 23 Juni 2016 nanti akan diadakan referendum di Inggris untuk menentukan apakah Inggris akan keluar dari keanggotaan Uni Eropa atau tidak. Berdasarkan hukum yang berlaku di Inggris, Perdana Menteri Inggris, David Cameron, harus mengumumkan hal itu 16 pekan sebelum referendum dilakukan. Yang berhak memberikan suara dalam referendum itu adalah warga negara Inggris, Irlandia, atau warga negara persemakmuran yang telah berusia 18 tahun. Juga warga negara yang tinggal di luar negeri namun tidak lebih dari 15 tahun.

Apa Yang Bisa Terjadi?

Kira-kira apa sih yang akan terjadi jika Inggris benar-benar keluar dari keanggotaan Uni Eropa?

Secara hipotetis, definisi Brexit masih sangat dangkal. Beberapa kritikus di Uni Eropa mengatakan, Inggris berpotensi akan meninggalkan blok yang selama ini menjadi pasar tunggal di kawasan tersebut.

Ada beberapa kalangan yang menganggap wacana hengkangnya Inggris dari Uni Eropa merupakan gagasan yang tidak aneh. Meskipun, Inggris bisa mengikuti jejak Norwegia yang membayar semacam “fee” ke Uni Eropa agar tetap bisa terhubung ke pasar tersebut. Menurut mereka berbahaya bagi ekonomi Inggris jika keluar dari Uni Eropa, setidaknya selama tiga kuartal pasca keluar dari Uni Eropa.

Saat ini Inggris masih anggota Uni Eropa. Menurut PM David Cameron, Inggris berada dalam proses negosiasi untuk keluar dari Uni Eropa selama tujuh tahun. Di akhir proses pun tidak bisa dipastikan bahwa bisnis Inggris akan mendapat akses penuh ke pasar dan pasti akan mengorbankan lapangan kerja.

Mengapa Harus Keluar?

Keanggotaan Inggris di Uni Eropa dianggap sebagai penghalang bagi Inggris untuk mengubah regulasi. Euro sendiri dituding sebagai penyebab penderitaan ekonomi bagi orang-orang miskin di Eropa. Intinya, oleh sebagian kalangan kebijakan Uni Eropa telah menjadi sumber ketidakstabilan.

Anggota parlemen Inggris dari kubu Konservatif, John Redwood, mengatakan bahwa referendum tak sekedar menyoal regulasi perdagangan dan bisnis namun lebih kepada demokrasi; tentang kemerdekaan dan independensi.

Menurut Redwood bahkan Inggris akan mendapatkan keuntungan jika cabut dari Uni Eropa. Menurutnya, defisit anggaran dan defisit transaksi berjalan akan berkurang 20 persen. Inggris juga akan bisa membuat undang-undang sendiri untuk mengontrol imigrasi dan kebijakan perbatasan, dan kembali eksis dalam lembaga internasional seperti WTO.

Antisipasi Oleh Penyelenggara Perdagangan

Para trader ternyata bukan satu-satunya yang mempersiapkan diri menghadapi referendum Brexit. Para penyelenggara perdagangan forex trading di dalam dan luar negeri juga mempersiapkan diri dengan membuat beberapa penyesuaian.

Berkaca dari pengalaman ketika Swiss National Bank secara mengejutkan melepas batas kurs Swiss franc terhadap euro, ketika banyak korban karena pergerakan liar yang tiba-tiba, maka para pialang dan pedagang pun mengambil langkah antisipasi.

Di antara langkah antisipasi yang dilakukan adalah menyesuaikan margin requirement untuk currency pair yang berhubungan dengan GBP dan EUR, misalnya EUR/USD, GBP/USD, EUR/GBP, EUR/JPY dan sebagainya. Pokoknya semua pair yang menyertakan EUR atau GBP.

Margin requirement untuk membuka posisi di pair yang melibatkan kedua mata uang tersebut diperbesar. Di Indonesia sendiri, ada wacana melipatgandakan margin requirement untuk pair yang melibatkan kedua mata uang tersebut menjadi tiga kali lipatnya. Jadi jika misalnya 1 lot hanya membutuhkan margin requirement $1,000 maka akan menjadi $3,000. Termasuk juga untuk XAU/USD. Tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan dana nasabah agar equity tidak menjadi minus karena posisi yang terbuka kemungkinan berlawanan dengan arah lonjakan harga yang bisa jadi tiba-tiba dan tajam.

Anda tinggal menunggu konfirmasi dari penyelenggara perdagangan mengenai hal tersebut. Sementara itu jika Anda berniat untuk mencari peluang dari event tersebut, pastikan modal Anda cukup. Kalau perlu, tambah untuk memperkuat modal.

1 Comment

Analisa Forex Mingguan: 13-17 Juni 2016

Dolar AS sempat tertekan namun sepertinya mampu sedikit bangkit. Pekan ini kita akan menantikan data inflasi dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris, data tenaga kerja dari Inggris dan Australia, retail sales dari AS dan setidaknya empat pengumuman suku bunga dengan Federal Reserve (Fed) sebagai primadonanya.

Di awal pekan lalu ketua Fed Janet Yellen memberikan penilaian positif terhadap proyeksi ekonomi AS dan mengatakan kenaikan suku bunga sangat mungkin terjadi meskipun ia tidak memberikan waktu yang spesifik untuk itu. Pertumbuhan lapangan pekerjaan dan inflasi diperkirakan akan kembali menguat. Meskipun demikian, Yellen menyebutkan empat resiko yang dihadapi perekonomian AS yang bisa membayangi kebijakan moneter Fed. Empat hal itu adalah melambatnya permintaan, produktivitas, inflasi dan resiko dari luar negeri.

Di akhir pekan ini data klaim pengangguran diperkirakan akan turun. Apakah trend ini akan berlanjut?

Berikut ini adalah data ekonomi penting di pekan ini:

  1. Data inflasi Inggris: Selasa (14/6), 15.30 WIB

Tingkat inflasi Inggris turun menjadi 0,3% di bulan April di tengah turunnya biaya penerbangan. Transportasi udara turun sebesar 14,2%, padahal di periode yang sama di tahun lalu naik 4,5% setelah libur Paskah berakhir. Bank of England (BoE) memperkirakan inflasi akan aik di semester ke-2 tahun 2016. Gubernur BoE, Mark Carney menjelaskan inflasi saat ini masih berada di bawah target BoE yaitu 2% karena harga komoditi jatuh tajam sementara sterling menguat. Para ekonom memperkirakan inflasi masih akan tetap tertekan di kuartal II/2016.

Bulan ini inflasi diperkirakan naik sebesar 0,4%.

  1. US retail sales: Selasa (14/6), 19.30 WIB

Tingkat penjualan eceran di AS mencatatkan kenaikan tertinggi tahunan dengan kenaikan 1,3% di bulan April. Di bulan sebelumnya, sektor penjualan eceran mengalami penurunan 0,3%. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa perekonomian AS secara umum mengalami rebound pasca kuartal pertama.

Penjualan inti, di luar otomotif, naik 0,8%. Data ini merupakan salah satu data yang mendukung potensi kenaikan suku bunga di bulan Juni, namun dibayangi oleh memburuknya data non-farm payrolls.

Untuk bulan Mei, data penjualan eceran diperkirakan naik sebesar 0,4%.

  1. Laporan tenaga kerja Inggris: Rabu (15/6), 15.30 WIB

Sektor tenaga kerja Inggris masih kuat di bulan April, meskipun penciptaan lapangan pekerjaan baru menurun menjelang referendum terkait keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Jumlah penerima tunjangan pengangguran di bulan April mengalami penurunan sebesar 2.400 di bulan April menjadi 737.800. Di kuartal pertama 2016, jumlah pengangguran turun sebesar 2.000 menjadi 1,69 juta.

Tingkat pengangguran di bulan April diperkirakan bertahan di 5,1%, sementara pendapatan rata-rata per jam diperkirakan naik 1,7%.

  1. US PPI: Rabu (15/6), 19.30 WIB

US PPI di bulan April naik 0,2% seiring naiknya harga energi. Kenaikan tersebut sebenarnya lebih rendah daripada perkiraan dan kenaikan inflasi kemungkinan akan tetap moderat dalam beberapa bulan mendatang. Dalam basis tahunan, PPI tidak mengalami perubahan setelah turun 0,1 persen di bulan sebelumnya. Di bulan April, harga energi mengalami kenaikan 0,2%, menyusul kenaikan 1,8% di bulan Maret. Penjualan makanan turun 0,3% menyusul penurunan 0,9% di bulan Maret.

Data PPI kali ini diperkirkan naik 0,3% sementara core PPI naik sebesar 0,1%.

  1. Keputusan Suku Bunga Fed: Rabu (15/6), pengumuman pukul 01.00 WIB, konferensi pers pukul 01.30 WIB

Federal Reserve mempertahankan suku bunga di bulan April, namun tetap membuka peluang untuk kenaikan suku bunga di bulan Juni. Pejabat Fed mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi melambat dan mereka tengah mengawasi inflasi dan resiko ekonomi global. Pengeluaran rumah tangga moderat namun pendapatan riil meningkat.

Sepertinya kenaikan suku bunga belum akan terjadi di bulan Juni. Pengaruh Brexit serta lemahnya data tenaga kerja merupakan hal yang diperhatikan oleh Fed untuk memutuskan kebijakan moneter. Mungkin kita bisa mendapat petunjuk tentang kenaikan suku bunga di bulan Juli. Jika data ekonomi membaik dan tidak terjadi Brexit, ada kemungkinan suku bunga akan naik di pertengahan musim panas. Mungkin Yellen akan berhati-hati dalam konferensi persnya tentang hal tersebut. Namun jika Fed mempertahankan perkiraan kenaikan suku bunga sebanyak dua kali tahun ini, maka kenaikan suku bunga di bulan Juli akan sangat mungkin terjadi.

  1. Data tenaga kerja Australia: Kamis (16/6), 08.30 WIB

Lapangan pekerjaan di Australia bertambah 10.800 di bulan April dan tingkat pengangguran bertahan di 5,7% yang merupakan level terendah dalam dua tahun. Jumlah pekerja purnawaku berkurang 9.300 sementara pekerja purnawaktu berkurang sebesar 20.200. RBA memperkirakan lapangan pekerjaan akan bertambah namun lebih lambat dibandingkan tahun lalu. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan bertahan di kisaran 5,8% di tahun 2016.

Kali ini lapangan pekerjaan diperkirakan akan bertambah sebesar 15.100 sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan tidak akan berubah.

  1. Keputusan suku bunga Jepang: Kamis (16/6), waktu tentative

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga di bulan April dan mempertahankan bunga simpanan di minus 0,1% dan stimulus sebesar 80 triliun yen. Namun BOJ juga membuka peluang untuk pelonggaran kebijakan moneter dan pinjaman untuk area yang menderita dampak gempa Kyushu.

  1. Keputusan suku bunga Swiss: Kamis (16/6), 14.30 WIB

Swiss National Bank diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan suku bunga. Suku bunga negatif di minus 0.75%. Sejak melepas batas kurs CHF terhadap EUR pada 15 Januari lalu, SNB terus memantau kurs EUR/CHF dari waktu ke waktu. Sepertinya SNB belum akan mengubah tingkat suku bunganya.

  1. Keputusan suku bunga Inggris: Kamis (16/6), 18.00 WIB

Bank of England mempertahankan suku bunga di 0,5% pada pertemuan terakhir. Referendum Uni Eropa dianggap bisa berdampak pada stabilitas ekonomi Inggris. Gubernur BOE Mark Carney mengatakan bahwa ia masih dovish terkait proyeksi ekonomi karena melambatnya pertumbuhan GDP menjelang referendum. Carney menyuarakan kekhawatiran jika hasil referendum memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa maka hal tersebut berpotensi mengubah proyeksi inflasi dan berdampak pada perubahan kebijakan moneter.

  1. Data inflasi AS: Kamis (16/6), 19.30 WIB

CPI April naik 0,4% karena naiknya harga bensin. Kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari 2013. Meskipun demikian, secara umum inflasi masih tertekan. Karena itulah Fed tidak terburu-buru menaikkan suku bunga meskipun pertumbuhan ekonomi stabil. Banyak ekonom berpendapat inflasi akan mendekati target Fed di akhir tahun.

Inflasi diperkirakan akan naik 0,3% sementara inflasi inti diperkirakan sebesar 0,2%.

  1. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (16/6), 19.30 WIB

Philadelphia adalah barometer untuk aktivitas manufaktur dan indeksnya masih berada di area negatif di bulan Mei, jatuh ke minus 1.8 menyusul pelemahan ke minus 1.6 yang tercaat di bulan sebelumnya. Indeks tersebut sudah berada di area negatif dalam sembilan bulan terakhir, yang berarti terjadi penurunan dalam aktivitas bisnis.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (16/6), 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran mingguan di AS turun sebesar 4.000 ke kisaran 264.000 pekan lalu. Angka klaim pengangguran telah berada di bawah 300.000 selama 66 minggu berturut-turut dan ini merupakan rekor terpanjang sejak tahun 1973.

Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan berada di 267.000.

  1. US Building Permits: Jumat (17/6), 19.30 WIB

Angka izin pembangungan di bulan April naik 3,6%, mencapai 1,12 juta unit, sejalan dengan perkiraan pasar. Sehatnya sektor tenaga kerja AS turut membantu pertumbuhan di sektor perumahan.

Angka izin membangun diperkirakan naik menjadi 1,15 juta.

  1. Pidato Mario Draghi: Jumat (17/6), 22.00 WIB

Presiden ECB Mario Dragi dijadwalkan akan berpidato di Munich. Draghi mengakui bahwa neraca keuangan ECB belum sepenuhnya membaik. Ia menegaskan kembali bahwa pemerintah negara-negara di eurozone harus ambil bagian dalam mempercepat pertumbuhan karena hal tersebut tidak bisa dilakukan sendirian oleh ECB. Oleh karena itu, kebijakan fiskal harus sejalan dengan kebijakan moneter, bukannya bertentangan. Lebih jauh lagi, keraguan akan masa depan euro hanya akan memicu pelambatan ekonomi.

—-

Analisa Teknikal

AUD/USD

Preferensi : Bullish

Area Acuan : 0.73679 (cari sinyal bullish)

Support : 0.73679, 0.72322

Resistance : 0.75037, 0.76395

Komentar:

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY AUDUSD FOREXIMF 13 JUNI 2016

Secara umum bias mingguan AUD/USD yang terlihat pada garifk 4 jam-an berada dalam kondisi bullish. Untuk membuka posisi buy, tunggu konfirmasi sinyal bullish dengan target ke kisaran 0.75037 – 0.76395. Perhatikan juga jika support di area 0.73679 ditembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan membawa harga bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 0.72322.

—-

EUR/USD

Preferensi : Bullish

Area Acuan : 1.12186 (cari sinyal bullish)

Support : 1.12186, 1.10972

Resistance : 1.13400, 1.14150

Komentar:

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY EURUSD FOREXIMF 13 JUNI 2016

Bias mingguan EUR/USD berada dalam kondisi bullish. Untuk membuka posisi buy, tunggu konfirmasi sinyal bullish di sekitar support 1.12186 dimana ada potensi harga akan rebound ke kisaran 1.13400 – 1.14160. Sebaliknya waspadai jika support 1.12186 ditembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan memabwa harga bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 1.10972.

—-

GBP/USD

Preferensi : Bearish

Area Acuan : 1.43492 (cari sinyal bearish)

Support : 1.41569, 1.39646

Resistance : 1.43492, 1.45414

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY GBPUSD FOREXIMF 13 JUNI 2016

Komentar:

Bias mingguan GBP/USD dalam tekanan bearish. Untuk membuka posisi sell, tunggu konfirmasi di sekitar resistance di area 1.43492 dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 1.41569 – 1.39646. Sebaliknya jika resistance 1.43492 ditembus akan membuat mengubah bias mingguan menjadi bullish dan membawa harga bergera ke atas menuju kisaran 1.45414.

—-

USD/CHF

Preferensi : Bearish

Area Acuan : 0.96667 – 0.97219 (cari sinyal bearish)

Support : 0.95775, 0.94331, 0.93439

Resistance : 0.96667, 0.97219, 0.98663

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY USDCHF FOREXIMF 13 JUNI 2016

Komentar:

Bias mingguan USD/CHF pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bearish. Untuk membuka posisi sell, tunggu konfirmasi di sekitar resistance 0.96667 – 0.97219 dengan mencari konfirmasi sinyal sell dimana potensi target jika harga bergerak ke bawah menuju kisaran 0.95775 – 0.94331. Sebaliknya jika resistance 0.97219 ditembus maka ada potensi harga bergerak ke kisaran 0.98663.

—-

USD/JPY

Preferensi : Bearish

Area Acuan : 106.25 (tunggu breakout)

Support : 104.26, 103.04

Resistance : 106.25, 108.23

Komentar:

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY USDJPY FOREXIMF 13 JUNI 2016

Bias mingguan USD/JPY terlihat berada dalam kondisi bearish dimana ada potensi harga akan terus bergerak ke bawah menuju support 104.26. Hati-hati jika resistance 106.25 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi netral dan berpotensi akan membawa harga bergerak ke atas menuju resistan pada kisaran 108.23.

—-

NZD/USD

Preferensi : Bullish

Area Acuan : 0.69665 – 0.70355 (cari sinyal bullish)

Support : 0.70355, 0.69665, 0.67860

Resistance : 0.71470, 0.73275, 0.74390

Komentar:

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY NZDUSD FOREXIMF 13 JUNI 2016

Bias mingguan NZD/USD berada dalam kondisi bullish. Untuk membuka posisi buy, tunggu konfirmasi di sekitar support di area 0.69665 – 0.70355 dengan mencari sinyal buy dimana ada potensi harga bergerak rebound ke kisaran 0.71470 – 0.73275. Sebaliknya jika support 0.69665 ditembus maka ada potensi harga tertekan dengan bergerak ke kisaran 0.67860.

—-

GOLD

Preferensi : Bullish

Area Acuan : 1248.01 – 1259.50 (cari sinyal bullish)

Support : 1259.50, 1248.01, 1217.95

Resistance : 1278.07, 1308.13, 1326.69

Komentar:

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY XAUUSD FOREXIMF 13 JUNI 2016

Bias mingguan pergerakan Emas berada dalam kondisi bullish. Untuk membuka posisi buy, tunggu konfirmasi di sekitar support pada kisaran 1248.01 – 1259.50 dengan mencari sinyal buy dimana ada potensi harga bergerak rebound ke kisaran 1278.07 – 1308.13. Sebaliknya jika support 1248.01 ditembus maka ada potensi harga bergerak ke kisaran 1217.96

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 6-10 JUNI 2016

USD terpukul akibat buruknya data US Non-Farm Payrolls. Pekan ini kita akan menantikan pernyataan dari Janet Yellen serta Mario Draghi. Selain itu juga keputusan suku bunga dari bank sentral Australia dan New Zealand.

Di luar dugaan, laporan sektor pekerjaan Amerika Serikat (AS) mengecewakan. Lapangan pekerjaan baru hanya bertambah sebanyak 38.000, menyentuh level terendah dalam enam tahun. Hal ini kemungkinan akan berdampak pada strategi kebijakan moneter oleh Fed sehingga ada kemungkinan kenaikan suku bunga akan ditunda, dalam arti tidak akan dilakukan di bulan Juni ini. Akan tetapi masih terbuka kemungkinan suku bunga akan dinaikkan di bulan Juli.

Berikut adalah data ekonomi penting di bulan ini:

  1. PIdato Janet Yellen: Senin (6/6), 23.30 WIB

Ketua Fed Janet Yellen, dijadwalkan akan memberikan pidato tentang proyeksi ekonomi dan kebijakan moneter di Philadelphia. Yellen kemungkinan akan membicarakan pelemahan data tenaga kerja dan arahan kebijakan moneter dalam beberapa pekan mendatang. Pasar diperkirakan akan bergerak volatile.

  1. Keputusan suku bunga Australia: Selasa (7/6), 11.30 WIB

Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Mei ke level terendah dalam sejarah ekonomi Australia yaitu 1,75%. Perubahan tingkat suku bunga ini merupakan yang pertama kalinya sejak Mei 2015. Pemangkasan suku bunga tersebut mengejutkan pasar. Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan rendahnya inflasi merupakan penyebab utama diambilnya langkah tersebut.

  1. Neraca Perdagangan China: Rabu (8/6), 09.00 WIB

China telah membuat pasar khawatir dengan rendahnya aktivitas ekonomi mereka. Perubahan tingkat impor dan ekspor sebenarnya lebih diperhatikan daripada data neraca perdagangan. Meningkatnya kedua sektor tersebut akan menjadi kabar baik bagi pasar global.

  1. US Crude Oil Inventories: Rabu (8/6), 21.30 WIB

Persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun sebesar 1,4 juta barel, lebih rendah daripada perkiraan ekonom yaitu penurunan sebesar 2,7 juta barel. Harga minyak mentah menguat sekitar 60 sen per barel setelah rilis data tersebut.

  1. Keputusan suku bunga New Zealand: Kamis (9/6), 04.00 WIB

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga di bulan April. Keputusan tersebut sejalan dengan perkiraan pasar. RBNZ menyatakan bahwa perlu ada pelonggaran kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap berada di tengah kisaran target. Proyeksi pertumbuhan global masih menjadi perhatikan terutama karena melemahnya aktivitas perekonomian China dan negara berkembang lainnya.

  1. Pidato Mario Draghi: Kamis (9/6), 14.00 WIB

Presiden ECB Mario Draghi dijadwalkan akan memberikan pidato di Brussels Economic Forum. Setelah mempertahankan suku bunga di bulan Juni, Draghi mengharapkan kesabaran dengan mengatakan bahwa resiko perekonomian telah membaik setelah kebijakan moneter dilaksanakan.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (9/6), 19.30 WIB

Angka klaim tunjangan pengangguran turun tipis pekan lalu menjadi 267.000, turun sebesar 1.000 dari angka pekan sebelumnya. Laporan tersebut menandai penurunan tiga pekan berturut-turut.

  1. Data tenaga kerja Kanada: Jumat (10/6), 19.30 WIB

Lapangan pekerjaan di Kanada berkurang sebanyak 2.100 di bulan April, meskipun terjadi penambahan sebesar 35.000 di sektor jasa. Tingkat pengangguran masih berada di kisaran 7,1%.

  1. US Prelim UoM Consumer Sentiment: Jumat (10/6), 21.00 WIB

Tingkat keyakinan konsumen di AS meningkat di bulan Mei ke level tertinggi hampir dalam setahun, ke 95.8. Penguatan ini merupakan yang terbesar sejak 2006. Tingkat penghasilan rumah tangga juga memperlihatkan pertumbuhan.

 

—-

Analisa Teknikal

AUD/USD

Preferensi          : Bullish

Area Acuan         : 0.73679 (tunggu breakout); 0.72837-0.72318 (cari sinyal bullish)

Support                : 0.72837, 0.72318, 0.71476

Resistance          : 0.73679, 0.74278, 0.74780

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 6-10 JUNI 2016

Komentar:

AUD/USD menguji resistance 0.73678. Untuk membuka posisi buy, Anda bisa menunggu konfirmasi penembusan resistance tersebut dengan target di kisaran 0.74278-0.74780. Sebagai alternatif perhatikan support di area 0.72837-0.72318 untuk mencari konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound ke di kisaran 0.73159-0.73679. Hati-hati jika support 0.72318 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan harga ke kisaran 0.71947-0.71476.

—-

EUR/USD

Preferensi          : Bullish

Area Acuan         : 1.13725 (tunggu breakout); 1.12820-1.12262 (cari sinyal bullish)

Support                : 1.12820, 1.12262, 1.11357

Resistance          : 1.13725, 1.14369, 1.14909

EURUSDD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 6-10 JUNI 2016

Komentar:

EUR/USD menguji resistance 1.13725. Untuk membuka posisi buy, Anda bisa menunggu konfirmasi penembusan resistance tersebut dengan target di kisaran 1.14369-1.14909. Sebagai alternatif perhatikan support di area 1.12820-1.12262 untuk mencari konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound ke di kisaran 1.13166-1.13725. Hati-hati jika support 1.12262 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan menekan harga ke kisaran 1.11864-1.11357.

—-

GBP/USD

Preferensi          : Bearish

Area Acuan         : 1.43510 (tunggu breakout); 1.44658 (cari sinyal bearish)

Support                : 1.43510, 1.42885, 1.42362

Resistance          : 1.44658, 1.45315, 1.45806

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 6-10 JUNI 2016

Komentar:

GBP/USD menguji support 1.43510. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi penembusan support tersebut dengan target di kisaran 1.42885-1.42362. Sebagai alternatif perhatikan resistance di area 1.44658 untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target di kisaran 1.44052-1.43510. Hati-hati jika resistance 1.44658 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan mendorong harga ke kisaran 1.45315-1.45806.

—-

USD/CHF

Preferensi          : Bearish

Area Acuan         : 0.97514 (tunggu breakout); 0.98530 (cari sinyal bearish)

Support                : 0.97514, 0.96961, 0.96498

Resistance          : 0.98530, 0.99111, 0.99546

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 6-10 JUNI 2016

Komentar:

USD/CHF menguji support 0.97514. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi penembusan support tersebut dengan target di kisaran 0.96961-0.96498. Sebagai alternatif, perhatikan resistance di area 0.98530 untuk mencari konfirmasi sinyal sell dengan potensi target di kisaran 0.97994-0.97514. Hati-hati jika resistance 0.98530 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mendorong harga ke kisaran 0.99111-0.99546.

—-

USD/JPY

Preferensi          : Bearish

Area Acuan         : 106.359 (tunggu breakout); 108.300-109.499 (cari sinyal bearish)

Support                : 106.359, 104.977, 103.819

Resistance          : 108.300, 109.499, 111.440

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 6-10 JUNI 2016

Komentar:

USD/JPY menguji support 106.359. Untuk membuka posisi sell, Anda bisa menunggu konfirmasi penembusan support tersebut dengan target di kisaran 104.977-103.819. Sebagai alternatif, perhatikan resistance di area 108.300-109.499 untuk mencari konfirmasi sinyal sell dengan potensi target di kisaran 107.558-106.359. Hati-hati jika resistance 109.499 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mendorong harga ke kisaran 110.353-111.440.

—-

NZD/USD

Preferensi          : Bullish

Area Acuan         : 0.69585 (tunggu breakout); 0.68496-0.67822 (cari sinyal bullish)

Support                : 0.68496, 0.67822, 0.66733

Resistance          : 0.69585, 0.70361, 0.71011

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 6-10 JUNI 2016

Komentar:

NZD/USD menguji resistance 0.69585. Untuk membuka posisi buy, Anda bisa menunggu konfirmasi penembusan resistance tersebut dengan target di kisaran 0.70361-0.71011. Sebagai alternatif, perhatikan support di area 0.68496-0.67822 untuk mencari konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound di kisaran 0.68912-0.69585. Hati-hati jika support 0.67822 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan harga ke kisaran 0.67343-0.66733.

—-

GOLD

Preferensi          : Bullish

Area Acuan         : 1248.60 (tunggu breakout); 1229.88-1218.31 (cari sinyal bullish)

Support                : 1229.88, 1218.31, 1199.59

Resistance          : 1248.60, 1261.93, 1273.11

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 6-10 JUNI 2016

Komentar:

Emas menguji resistance 1248.60. Untuk membuka posisi buy, Anda perlu menunggu konfirmasi penembusan resistance tersebut dengan target di kisaran 1261.93-1273.11. Sebagai alternatif, perhatikan support di area 1229.88-1218.31 untuk mencari konfirmasi sinyal buy dengan rebound ke kisaran 1237.03-1248.60. Hati-hati jika support 1218.31 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan harga ke kisaran 1210.08-1199.59.

1 Comment

Mengulas Sistem Trading Forex “3 LITTLE PIGS“

Berbicara mengenai sistem trading, tidak ada sistem trading forex yang sempurna dalam dunia trading. Saya telah sering berkunjung ke berbagai forum untuk mencari-cari sistem terbaik dan akhirnya saya menemukan “ 3 Little Pigs Trading System “. Sistem ini sangatlah sederhana namun luar biasa efektif. Bagaimana sistemnya ? Berikut ini saya akan memberikan langkah – langkah untuk menggunakan sistem ini. Yuk mari kita bahas satu persatu.

  1. Ringkasan Sistem

    Sistem ini berdasarkan 3 kerangka waktu ( time frame ) yakni mingguan, harian dan 4 jam. Berikut ini ketentuan jika anda ingin menggunakan sistem ini :

    • Menggunakan Simple Moving Average (SMA) periode 55 pada time frame mingguan

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 21 pada time frame harian

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 34 pada time frame 4 Jam

  1. Mata Uang

    Anda bisa menggunakan sistem ini untuk pair – pair berikut yakni AUD/USD, EUR/GBP, EUR/JPY, EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD, USD/CHF, USD/JPY

  1. Entry Buy / Sell

    Berikut ini ketentuan untuk mengambil posisi :

    • Posisi BUY

      • Harga berada di atas SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di atas SMA periode 21 pada time frame harian

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di atas SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi buy.

    • Posisi SELL

      • Harga berada di bawah SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di bawah SMA periode 21 pada time frame harian, saya akan masuk

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di bawah SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi sell

    Berikut ini contoh pengambilan posisi sell pada pair EUR/USD :

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

Stoploss

Stoploss diperlukan untuk membatasi kerugian. Pertama, periksa indikator Average True Range (ATR) periode 14 dan ditambahkan ke semua grafik 4 jam. Kedua, tambahkan level tertinggi dan level rendah yang ada pada ATR (ditampilkan di sebelah kanan) dan kalikan dengan 25%, lalu saya menempatkan stoplossnya di atas / bawah 34 SMA pada jangka waktu 4 Jam. Untuk memperjelas saya akan lampirkan contoh langsung untuk Anda :

 trading forex, forex indonesia, forex

Gambar diatas adalah gambar EUR/USD untuk time frame 4 Jam dan mengasumsikan bahwa harga berada di bawah SMA 55 pada time frame mingguan dan SMA 21 pada time frame harian. Harga telah menyentuh 34 SMA dan telah ditutup di bawah itu. Tinggi dan Rendah dari ATR (14) adalah 28 dan 12 yang jika ditambah menjadi 40. Lalu saya ambil 25% dari nilai tersebut menjadi 10 point. Untuk mendapatkan Stop lossnya, saya tambahkan ini dari saat closing value SMA 34 menjadi 1.33846 (1.33746 + 100).

TARGET

Di sesuaikan dengan risk dan reward ratio minimal 1: 1 atau menggunakan trailing stop.

Informasi Tambahan

  1. Jangan pernah entry, jika salah satu timeframe tidak sesuai dengan ketentuan
  2. Jangan lupa tempatkan stoploss

Kelemahan

  1. Tidak cocok untuk trader agresif
  2. Diperlukan kesabaran untuk entry ke pasar

Silakan coba sistem trading forex ini di demo akun kami. Jika Anda cocok dengan sistem trading ini, Anda bisa mencoba di akun real FOREXIMF.com. Selamat mencoba, happy trading

0 Comments