ANALISA FOREX MINGGUAN: 29-04 Maret 2016

Pergerakan US dollar kembali positif pada pergerakan minggu lalu seiring dengan bagusnya data ekonomi yang dirilis. Minggu kemarin data US Durable Goods Order untuk bulan Januari yang dirilis menunjukkan kenaikkan tertinggi dalam 10 bulan terakhir mencapai 4.9% setelah sebelumnya jatuh sebesar 5.1% untuk bulan Januari. Hasil data ini bahkan jauh lebih bagus dari perkiraan analis yang memperkirakan kenaikkan hanya 3.0%. Hasil ini memberikan sinyal positif sektor manufaktur di AS.

Sementara untuk data core durable goods orders diluar sektor transportasi mengalami kenaikkan 1.8% dan hasil rilis terbaik sejak Juni 2014. Lebih lanjut sektor tenaga kerja AS masih menunjukkan kondisi yang bagus meski adanya kenaikkan pengajuan klaim pengangguran sebesar 100 ribu. Namun demikian jika melihat data data ekonomi secara keseluruhan untuk minggu kemarin kemungkinan adanya kenaikkan suku bunga pada bulan Maret tidak cukup tinggi tetapi pengetatan kebijakan moneter masih akan berlanjut tahun ini.

Selain dari dalam negeri AS, penguatan US dollar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti anjloknya poundsterling seiring dengan adanya isu brexit atau rumor tentang keluarnya Inggris dari anggota Uni Eropa.

Berikut ini adalah data ekonomi penting di pekan ini:

  1. Chinese PMIs: Selasa (01/03), 08.00 WIB

Sektor manufaktur negara perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut mengalami kontraksi berdasarkan data PMI yang dirilis sebelumnya. Untuk data yang dirilis kali ini diperkirakan tidak akan mengalami perubahan masih akan tetap sebesar 49.4. Dimana untuk hasil yang lebih rendah akan memicu adanya kekuatiran.

  1. Australian rate decision:Selasa (01/03),10:30 WIB

RBA mempertahankan suku bunga resmi pada level 2%. Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan suku bunga rendah mendorong permintaan, sementara standar kredit yang ketat membantu untuk menghindari risiko di pasar perumahan. Pasar perumahan mendingin sesuai dengan harapan dan tidak memerlukan penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar tenaga kerja dalam tren pertumbuhan dan penjualan ritel juga berkembang. Ekonom masih percaya RBA akan memangkas suku dalam beberapa bulan mendatang.

  1. Canadian GDP data:Selasa (01/03),20:30 WIB.

Ekonomi Kanada mulai mengalami ekspansi di bulan November, tumbuh 0,3% dari bulan Oktober, terutama karena peningkatan dalam perdagangan, manufaktur, minyak dan ekstraksi gas. Peningkatan ini sejalan dengan prediksi pasar. Namun, meskipun peningkatan perusahaan pada bulan November, pertumbuhan kuartal keempat kemungkinan akan tetap tidak berubah, meskipun banyak analis percaya tingkat pertumbuhan lamban namun hanya sementara. GDP Kanada diperkirakan akan mencapai 0,1% pada bulan Desember.

  1. US ISM Manufacturing PMI:Selasa (01/03), 22:00 WIB.

Sektor manufaktur AS tetap mengalami kontraksi untuk bulanan keempat berturut-turut pada bulan Januari tetapi penurunannya lebih lambat dari pada bulan sebelumnya. Indeks meningkat 0,2% menjadi 48,2. Para ekonom mengharapkan pembacaan 48,6. PMI manufaktur diperkirakan akan mencapai 48,5 untuk data yang akan dirilis kali ini.

  1. Australian GDP data:Rabu (02/03), 07:30 WIB.

Pertumbuhan ekonomi Australia untuk kuartal ketiga 2015, meningkat 0,9% meninggalkan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2,5%. analis memperkirakan kenaikan kuartalan sebesar 0,8%, dengan tingkat tahunan berdetak hingga 2,4%. ekonomi Australia telah mengalami ekspansi selama 24 tahun terakhir menahan krisis keuangan Asia dan global. Ekspor naik 4,6% sementara impor turun 2,4%. investasi sektor publik turun 9,2% sesuai dengan penurunan belanja militer. Belanja konsumen secara tidak terduga mengalami kenaikan menjadi 0,7% pada triwulan dan peningkatan tahunan 2,7%. Perekonomian Australia diperkirakan akan tumbuh 0,5% pada kuartal terakhir.

  1. US ADP Non-Farm Employment Change: Rabu (02/03), 20:15 WIB.

Pekerjaan swasta AS menambahkan 205.000 pekerjaan pada bulan Januari sebesar 267.000 pada bulan Desember menurut laporan ADP. US Dolar yang kuat dan permintaan global yang lesu membebani produsen dan melemahkan pertumbuhan di tiga bulan pertama tahun 2016. Para ekonom memperkirakan tambahan 193.000 pekerjaan pada bulan Januari. perekrutan swasta menurun lebih rendah dari pada bulan Desember di tengah perlambatan di perusahaan perusahaan besar. Para ekonom berharap ADP payroll meningkat 185.000.

  1. US Unemployment Claims:Kamis (03/03), 20:30 WIB.

Jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik tipis pekan lalu menjadi 272 000 dari 262.000 di bulan sebelumnya namun tetap pada tingkat rendah menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat. Ekonom memperkirakan klaim akan mencapai 271.000 pada minggu terakhir. Empat minggu rata-rata klaim menurun 1.250 ke 272.000. Meskipun analis tidak memperkirakan kenaikan suku bunga pada bulan Maret, mereka melihat kemungkinan kenaikan tambahan dalam beberapa bulan mendatang karena ketahanan pasar tenaga kerja. Jumlah klaim baru untuk pekan ini diperkirakan naik 271.000.

  1. US ISM Non-Manufacturing PMI: Kamis (03/03), 20:30 WIB.

Aktivitas sektor jasa AS turun pada bulan Januari, sektor jasa jatuh ke 53,5 dari 55,8 pada bulan Desember. Pasar mengharapkan hasil sebesar 55,1 pada bulan Januari. Sepuluh dari 18 industri non-manufaktur yang disurvei melaporkan mengalami ekspansi, dipimpin oleh sektor keuangan dan asuransi. Delapan perusahaan mengatakan mereka kontraksi, dengan pertambangan, menanggung beban dari penurunan harga minyak. Mayoritas responden yang positif tentang kondisi bisnis tetapi lebih peduli tentang kondisi global. Data Non-Manufacturing PMI diperkirakan mencapai 49,8 kali ini.

  1. US Trade Balance:Jumat (04/03), 20:30 WIB.

Defisit perdagangan AS meningkat pada bulan Desember menjadi $ 43.4 milyar dari $ 42.2 milyar pada bulan sebelumnya. Impor meningkat, sementara ekspor menurun. Dolar yang kuat dan permintaan global yang buruk adalah alasan utama untuk peningkatan defisit. Defisit perdagangan pada tahun 2015 mencapai $ 531.5 milyar atau naik 4,6% lebih dari tahun 2014. US Dolar meningkat 9,2% terhadap mitra dagang utamanya pada tahun 2015 sangat membebani ekspor. Demikian juga, pelemahan ekonomi China dan defisit perdagangan dengan China mungkin membahayakan manufaktur AS lebih jauh. Defisit perdagangan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut menjadi 43,5 miliar.

  1. US Non-Farm Payrolls: Jumat (04/03), 20:30 WIB.

Laporan sektor tenaga kerja AS bulanan menunjukkan laju penambahan pekerjaan melambat pada bulan Januari. Sektor swasta menambahkan 151.000 pekerjaan, tingkat terendah sejak Februari 2008. Hasil yang diikuti kenaikkan pekerjaan besar dan kuat dari 292.000 pada bulan Desember. Namun, kenaikan upah dan tingkat pengangguran yang rendah mengindikasikan pemulihan pasar tenaga kerja tetap dalam jalurnya. Banyak analis percaya bahwa pekerjaan yang lebih rendah tidak selalu pertanda buruk dan bahwa kombinasi dari pertumbuhan upah yang kuat dan turunnya pengangguran mungkin akan meminta kenaikan suku bunga lain dalam beberapa bulan mendatang. pasar tenaga kerja AS diperkirakan akan menambah 195.000 pada bulan Februari dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,9%.

Analisa Teknikal

AUD/USD

Preferensi: Bullish

Area Acuan: 0.7081 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.6893, 0.6970, 0.7081

Resistance: 0.7190, 0.7258, 0.7335

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

AUD/USD terkoreksi dan tertahan di area trendline, saat ini menguji area support0.7081. Dari chart 4 jam terlihat stochastic dan CCI overbought. Untuk pekan ini, perhatikan area support atau trendline untuk mencari konfirmasi sinyal Buy dengan potensi target kembali ke kisaran 0.7190 – 0.7258. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi bearish jika Support0.6970 tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 0.6970.

NZDUSD

Preferensi: Bearish

Area Acuan: 0.6612 – 0.6667 (cari sinyal BEARISH)

Support: 0.6370, 0.6458, 0.6540

Resistance: 0.6612, 0.6667, 0.6772

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

NZD/USD terlihat dibuka gap down pada pembukaan minggu ini, dan terlihat berhasil menembus trendline, hal ini memberikan peluang NZD/USD dalam tekanan Bearish. Dari chart 4 jam terlihat stochastic dan CCI oversold yang memberikan peluang NZDUSD untuk terkoreksi. Untuk pekan ini, perhatikan area resistance 0.6612 – 0.6667 untuk mencari konfirmasi sinyal Sell dengan potensi target kembali ke kisaran 0.6458 – 0.6540. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi Bullish jika Resistance0.6667 tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.6772

USDJPY

Preferensi: Netral

Area Acuan: 110.97 – 112.41 (cari sinyal BULLISH)

Support: 109.93, 110.97, 112.41

Resistance: 113.85, 114.75, 116.64

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

USD/JPYcenderung bergerak sideways setelah sempat turun hingga kisaran 110.97, terlihat terbentuk pola double bottom pada chart 4 jam yang memberikan potensi USDJPY kembali pullback, meski stochastic dan CCI di area over bought memberikan peluang USDJPY untuk turun terlebih dahulu. Untuk pekan ini, perhatikan area Support 110.97 – 112.41 untuk mencari konfirmasi sinyal Buy dengan potensi target kembali ke kisaran 113.85 – 114.75. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi Bearish jika Support110.97 tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 109.93.

GBPUSD

Preferensi: Bearish

Area Acuan: 1.4056 – 1.4189 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.3557, 1.3686, 1.3840

Resistance: 1.4056, 1.4189, 1.4405

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

GBP/USD masih dalam tekanan Bearish dan sempat turun hingga kisaran 1.3840, pada chart 4 jam memberikan potensi GBPUSD terkoreksi dilihat dari stochastic dan CCI di area over bought. Untuk pekan ini, perhatikan area Resistance 1.4056 – 1.4189 untuk mencari konfirmasi sinyal Sell dengan potensi target kembali ke kisaran 1.3840. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi Bullish jika resistance1.4189 tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1.4272 – 1.4405.

EURUSD

Preferensi: Bearish

Area Acuan: 1.1020 – 1.1143 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.0732, 1.0784, 1.0910

Resistance: 1.1020, 1.1143, 1.1265

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

EUR/USD terlihat berhasil menembus trendline, hal ini memberikan peluang EUR/USD dalam tekanan Bearish. Dari chart 4 jam terlihat stochastic dan CCI oversold yang memberikan peluang EURUSD untuk terkoreksi terlebih dahulu. Untuk pekan ini, perhatikan area resistance 1.1020 – 1.1143 untuk mencari konfirmasi sinyal Sell dengan potensi target kembali ke kisaran 1.0784 – 1.0910. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi Bullish jika Resistance1.1143 tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1.1265 – 1.1375.

USD/CHF

Preferensi: Bullish

Area Acuan: 0.9830 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.9660, 0.9740, 0.9830

Resistance: 1.0000, 1.0094, 1.0172

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

USD/CHF berpotensi Bullish dan saat ini berusaha menguji resistance psikologis dikisaran 1.0000,Dari chart 4 jam terlihat stochastic dan CCI overbought yang memberikan peluang USDCHF untuk terkoreksi terlebih dahulu. Untuk pekan ini, perhatikan area Support 0.9830 untuk mencari konfirmasi sinyal Buy dengan potensi target kembali ke kisaran 1.0000 – 1.0094. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi Bearish jika Support0.9830 tembus dengan potensi pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 0.9660 – 0.9740

XAUUSD

Preferensi: Netral

Area Acuan: 1190.75 – 1207.90 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1171.05, 1190.75, 1207.90

Resistance: 1235.70, 1246.20, 1263.30

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

Pergerakan XAU/USD cenderung mengalami konsolidasi, terlihat dari moving average yang bergerak relatif mendatar, meski indikator CCI dan stochastic oscilator yang menekuk keatas memberikan peluang bagi XAUUSD untuk kembali naik. Untuk minggu ini perhatikan Support di area 1190.75 – 1207.90 untuk mencari konfirmasi sinyal Buy dengan potensi XAUUSD kembali naik hingga kisaran 1235.70 – 1263.30. Namun hati hati jika ternyata Support dikisaran 1207.75 berhasil tertembus karena berpotensi mengubah bias menjadi bearish dan menekan XAUUSD lebih lanjut hingga kisaran 1171.05

0 Comments

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Mungkin saat ini Anda – atau bahkan trader sedunia – bertanya-tanya kapankah penurunan harga minyak mentah akan berakhir? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan langkah dalam bertransaksi minyak mentah.

Venezuela darurat ekonomi

Di antara semua negara produsen minyak, Venezuela merupakan yang paling giat untuk melobi para pemimpin negara lain untuk menyesuaikan tingkat produksi minyak. Menteri perminyakan Venezuela yang baru, Eulogio del Pino, telah terbang dari Moskow ke Riyadh dan dilanjutkan ke Doha untuk mencoba meyakinkan para pejabat di sana untuk melakukan sesuatu demi menstabilkan harga minyak dunia.

Jika kita lihat perekonomian Venezuela secara umum, kita akan bisa memahami mengapa Venezuela begitu bersemangat untuk mencapai kesepakatan tersebut. Minyak mentah memegang porsi 95% dari sektor ekspor Venezuela dan 25% dari keseluruhan PDB (GDP) mereka. Ini artinya, Venezuela akan merasa aman dan bahagia jika harga minyak dunia diperdagangkan di atas $100 per barrel dan – tentu saja – tidak jika harga minyak berada di kisaran harga sekarang ($26-30/barrel).

Di awal tahun ini, presiden Venezuela telah menyatakan status darurat ekonomi, karena perekonomian negara tersebut telah mengalami penyusutan dalam delapan kuartal berturut-turut. Para ekonom memperkirakan bahwa Venezuela baru akan tenang jika setidaknya harga minyak kembali ke kisaran $111/barrel, itu pun baru level impas saja.

Empat negara memutuskan untuk mempertahankan produksi

Upaya Venezuela tersebut membuahkan hasil, meskipun tidak seperti yang diharapkan. Setidaknya, kegigihan Venezuela direspon dengan bertemunya negara anggota OPEC dan non-OPEC dalam sebuah perundingan. Pertemuan yang bersifat darurat tersebut dihadiri oleh Iran, Aljazair, Nigeria, dan Ekuador di akhir pekan yang lain. Kemudian tiga hari yang lalu Rusia, Venezuela dan Qatar juga turut serta ke meja perundingan. Sayangnya perundingan tersebut tidak berhasil membuahkan kesepakatan yang solid.

Sejauh ini, Arab Saudi sebagai “raja minyak” masih bersikap keras kepala dengan menolak pemangkasan produksi. Sebagian analis berpendapat bahwa Saudi sepertinya lebih tertarik untuk meraih kembali pasar mereka dari para pesaing. Bisa dipahami karena harga minyak dunia saat ini masih jauh berada di atas ongkos produksi minyak mereka. Kejatuhan harga minyak sangat memungkinkan para pesaing untuk keluar dari gelanggang. Sayangnya, fakta yang terjadi tidak seperti itu.

Lalu muncul kabar yang kembali membuat harga minyak sempat terkoreksi pada tanggal 16 Februari 2016. Qatar, Venezuela, Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk mempertahankan produksi minyak mereka di angka yang sama dengan jumlah produksi di bulan Januari. Hal ini tentu meredupkan harapan akan pemangkasan produksi yang masif.

Iran memutuskan untuk tidak ikut serta dalam kesepakatan itu, sehingga masih sedikit memberikan harapan meredanya oversupply minyak mentah dunia. Saat ini, dunia masih mengalami kelebihan persediaan antara 1 hingga 2 juta barrel per hari.

Secara teknikal, harga minyak masih dalam downtrend

Sementara pertemuan-pertemuan dan spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan di antara para produsen minyak masih berlangsung, secara teknikal harga minyak masih berada dalam downtrend untuk jangka menengah.

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Grafik di atas merupakan pergerakan harga minyak per barrel dalam time-frame H4. Sejak Oktober 2015 hingga hari ini (19 Februari 2016) harga minyak terlihat bergerak dalam downtrend. Memang harga telah berhasil tembus ke atas trendline turun yang terlihat, namun masih terlihat ada resistance teknikal di area kisaran $34.80. Ada kemungkinan penguatan harga minyak dunia akan tertahan dulu di area tersebut.

Harga minyak mentah kemungkinan baru akan melanjutkan penguatan jika resistance di 34.80 tersebut tembus, dengan target penguatan lanjutan hingga ke kisran 38.35 untuk jangka menengah.

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 22-26 FEBRUARI 2016

Upaya menaikkan harga minyak sepertinya harus menemui kendala setelah Arab Saudi, Venezuela, Qatar dan Rusia sepakat untuk tidak memangkas produksi minyak mereka melainkan tetap mempertahankan tingkat produksi di jumlah yang sama dengan bulan Januari. Akan tetapi stabilnya harga minyak beberapa hari terakhir serta meredanya kekhawatiran akan perekonomian China kemungkinan akan sedikit menenangkan pasar.

Data ekonomi Amerika Serikat (AS) membaik, euro masih tertekan sementara poundsterling masih dibayangi oleh ketidakpastian tentang kebersamaan Inggris dengan Uni Eropa. Sementara itu pasar juga masih menunggu kemungkinan pelonggaran moneter oleh Bank of Japan (BOJ).

Berikut ini adalah data ekonomi penting di pekan ini:

  1. German Ifo Business Climate: Selasa (23/2), 16.00 WIB

Indeks iklim bisnis Jerman Ifo turun di bulan Januari menjadi 107.3 poin dari angka 108.6 poin di bulan sebelumnya. Kondisi bisnis terkini sedikit menurun namun secara keseluruhan masih naik. Meskipun demikian, harapan akan perkembangan bisnis selanjutnya terlihat pesimistis. Sentimen di kalangan pebisnis Jerman melemah sejak awal tahun 2016 sehingga mempengaruhi optimisme pertumbuhan ekonomi Jerman. Indeks iklim bisnis kali ini diperkirakan turun menjadi 107.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (23/2), 22.00 WIB

Tingkat kepercayaan konsumen AS membaik di bulan Januari ke level tertinggi tiga bulan di tengah optimisme perbaikan di sektor lapangan pekerjaan dan penghasilan personal. Sentimen naik ke 98.1 dari 96.3 di bulan sebelumnya. Mayoritas responden mengabaikan gejolak pasar finansial yang terjadi akhir-akhir ini namun mereka yang tergolong masyarakan berpendapatan tinggi lebih mengkhawatirkan keadaan ekonomi global. Indeks tingkat kepercayaan konsumen AS diperkirakan mencapai 97.6 di bulan Februari.

  1. US Crude Oil Inventories: Rabu (24/2), 22.30 WIB

Persediaan minyak mentah AS untuk kebutuhan komersil naik sebesar 2,1 juta barrel pekan lalu. Harga minyak mentah naik 4 persen ke kisaran $30.7 per barrel setelah Rusia dan Arab Saudi setuju untuk tidak menaikkan produksi. Meskipun demikian, volatilitas harga minyak mentah masih tinggi dan ada kemungkinan akan kembali melemah dalam beberapa hari mendatang karena menteri perminyakan Iran belum memutuskan apakah Iran akan membatasi produksi minyak mereka.

  1. UK GDP: Kamis (25/2), 16.30 WIB

Menurut perkiraan pertama untuk kuartal IV/2015, pertumbuhan ekonomi Inggris tumbuh 0,5% yang mana lebih baik daripada kuartal sebelumnya. Angka ini sepertinya akan dikonfirmasi di revisi pertama nanti. Perubahan angka GDP ini kemungkinan juga akan mendorong pergerakan poundsterling.

  1. US Durable Goods Orders: Kamis (25/2), 20.30 WIB

Permintaan akan barang pabrikan yang tahan lama turun sebesar 5,1% di bulan Desember melanjutkan penurunan sebesar 3,1% di bulan sebelumnya. Penurunan tahunan dalam jumlah pemesanan barang tahan lama ini merupakan yang terbesar sejak tahun 1992. Pemesanan pesawat terbang sipil turun sebesar 29,4%, yang merupakan penyebab utama turunnya jumlah pemesanan secara keseluruhan. Sektor manufaktur menghadapi kompetisi yang ketat dari perusahaan asing. Federal Reserve menyatakan bahwa produksi industri telah mengalami penurunan dalam 10 dari 12 bulan terakhir, turun 2% dari puncak produksi di bulan Desember 2014. Angka durable goods orders diperkirakan naik 2,6% di bulan Januari, sementara core orders kemungkinan naik 0,1%.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (25/2), 20.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran AS di luar dugaan turun pekan lalu, menandakan bahwa sektor lapangan pekerjaan AS masih bisa mengakomodir kenaikan suku bunga Fed yang terakhir. Penurunan terjadi sebesar 7.000 menjadi 262.000 pekan lalu. Positifnya data tersebut kembali memunculkan peluang kenaikan suku bunga di bulan Maret.

Klaim tunjangan pengangguran pekan ini diperkirakan mencapai 271.000.

  1. US GDP: Jumat (26/2), 20.30 WIB

Pertumbuhan ekonomi AS di kuartal IV/2015 tidak terlalu menggembirakan dengan hanya pertumbuhan 0,7%. Revisi pertama GDP tersebut bahkan diperkirakan akan lebih rendah dengan hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,5%. Revisi yang signifikan atas data GDP AS biasa terjadi dan data untuk kuartal ke-4 biasanya terlihat jauh lebih baik.

Analisa Teknikal

AUD/USD

Preferensi: NETRAL

Area Acuan: 0.71839-0.72415 (cari sinyal BEARISH)

Support: 0.70360, 0.69725, 0.68993

Resistance: 0.71839, 0.72415, 0.73147

AUDUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 22-26 JANUARI 2016

Komentar:

AUD/USD masih bergerak sideway, saat ini menguji area resistance 0.71839-0.72415. MA 20 dan MA 50 bergerak mendatar di chart 4 jam sementara stochastic overbought. Untuk pekan ini, perhatikan area resistance untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target kembali ke kisaran 0.70360-0.69725. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance 0.72415 tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.73147.

EUR/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.11840-1.12571 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.10657, 1.09815, 1.09109

Resistance: 1.11840, 1.12571, 1.13754

EURUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 22-26 JANUARI 2016

Komentar:

MA 20 telah berpotongan dengan MA 50, mengarah ke bawah di chart 4 jam dan harga bergerak di bawah kedua MA serta stochastic telah overbought. Perhatikan area acuan di kisaran 1.11840-1.12571 untuk mencari sinyal jual dengan potensi target di kisaran 1.11388-1.10657. Namun hati-hati jika resistance 1.12571 tembus karena dengan demikian bias mingguan berubah menjadi bullish dan kemungkinan diikuti oleh penguatan euro ke kisaran 1.13091-1.13754.

GBP/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.43651-1.44462 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.43651, 1.42340, 1.41406

Resistance: 1.44462, 1.45773, 1.46707

GBPUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 22-26 JANUARI 2016

Komentar:

GBP/USD bergerak dalam bias bearish untuk outlook mingguan menguji area support di 1.42340. Jika support tersebut tembus sterling diperkirakan melemah hingga kisaran 1.41406-1.40624. MA 20 dan MA 50 mengarah ke bawah di chart H4 sementara stochastic overbought namun CCI turun tajam mendekati area oversold. Tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan di kisaran 1.43651-1.44462 dengan target 1.43150-1.42340. Hati-hati jika resistance 1.44462 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat sterling ke 1.45038-1.45773.

USD/CHF

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 0.98499-0.97773 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.98499, 0.97773, 0.96597

Resistance: 0.99675, 1.00512, 1.01214

USDCHF ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 22-26 JANUARI 2016

Komentar:

MA 20 telah berpotongan dengan MA 50 dan mengarah ke atas di chart H4. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Tunggu konfirmasi sinyal beli di area acuan di kisaran 0.98499-0.97773 dengan potensi rebound di kisaran 0.98949-0.99675. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi bearish jika support 0.97773 tembus dengan potensi pergerakan bearish hingga kisaran 0.97256-0.96597.

USD/JPY

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 113.468-115.013 (cari sinyal BEARISH)

Support: 110.966, 109.185, 107.691

Resistance: 113.468, 115.013, 117.515

USDJPY ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 22-26 JANUARI 2016

Komentar:

USD/JPY masih bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4 sementara stochastic dan CCI bergerak naik dari area overbought. Ada kemungkinan kembali terjadi pull-back ke area acuan di kisaran 113.468-115.013. Tunggu konfirmasi sinyal jual di area acuan tersebut dengan target di kisaran 112.512-110.966. Hati-hati jika resistance 115.013 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mendorong USD/JPY naik ke kisaran 116.114-117.515.

NZD/USD

Preferensi: NETRAL

Area Acuan:0.66713-0.67505 (cari sinyal BEARISH)

Support: 0.65430, 0.64866, 0.64147

Resistance: 0.66713, 0.67505, 0.68418

NZDUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 22-26 JANUARI 2016

Komentar:

NZD/USD bergerak dalam bias netral untuk outlook mingguan. MA 20 dan MA 50 mulai bergerak mendatar di chart H4 sementara stochastic dan CCI overbought. Untuk pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal jual di area resistance di kisaran 0.66713-0.67505 dengan potensi target di kisaran 0.65430-0.64866. Namun hati-hati jika resistance 0.67505 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat Kiwi hingga kisaran 0.68418-0.69184.

GOLD

Preferensi: NETRAL

Area Acuan: 1198.92-1181.39 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1198.92, 1181.39, 1159.11

Resistance: 1243.97, 1263.30, 1285.58

GOLD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 22-26 JANUARI 2016

Komentar:

MA 20 dan MA 50 masih bergerak naik di chart H4 meskipun keduanya berhimpitan. Harga bergerak di atas kedua MAtersebut namun price action memperlihatkan tanda-tanda konsolidasi. Stochastic dan CCI mengarah ke bawah di chart H4. Sebagai alternatif, cari konfirmasi sinyal bullish jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 1198.92-1181.39 dengan potensi rebound ke 1222.35-1243.97. Hati-hati jika support 1181.39 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan emas hingga kisaran 1159.11-1140.44.

0 Comments

Liputan Khusus: Harga Minyak Dunia Berpeluang Naik Di Tahun 2016?

Sebenarnya, tidak ada satu ahli minyak atau analis ternama pun yang benar-benar bisa mengetahui kapan persisnya harga minyak akan berbalik arah dari terjun bebas menjadi menanjak. Akan tetapi, cepat atau lambat kita akan mengetahui ketika hal itu terjadi. Jumat lalu (12/2/2016), harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) berhasil menguat sekitar 12 persen ke kisaran $29 per barrel, namun prestasi tersebut memang belum terlalu memuaskan jika dibandingkan dengan kejatuhan harga minyak yang terjadi.

Posisi long (beli) untuk kontrak oil WTI mencapai volume tertinggi dalam delapan bulan terakhir meskipun harga minyak mentah masih bergerak dalam downtrend.

Kamis lalu (11/2/2016), harga minyak mentah WTI menyentuh kisaran $26.05 per barrel yang merupakan level terendah sejak tahun 2003. Di hari berikutnya, harga mengalami rally sejauh 12 persen. Akan tetapi harga masih ditutup melemah sebesar 4,7 persen untuk perdagangan pekan itu.

Persediaan minyak mentah dunia masih mengalami oversupply. Tidak tanggung-tanggung, persediaan minyak global mencapai angka tertinggi dalam 86 tahun.

Pertanyaannya kemudian adalah: mengapa para spekulan justru bersiap untuk menghadapi kenaikan harga minyak?

Tampaknya, ada pertumbuhan jumlah yang signifikan di kalangan para investor yang memperkirakan bahwa produksi minyak akan melambat karena banyak perusahaan minyak terkemuka menurunkan skala operasi mereka agar masih bisa memperoleh keuntungan. Sangat mungkin bahwa para spekulan berpikir bahwa krisis harga minyak akan segera berakhir.

Mengapa para spekulan bisa berpikiran seperti itu?

Berikut ini adalah data yang bisa Anda pikirkan:

  • Perusahaan minyak terkemuka termasuk Chevron dan Anadarko telah mengemukakan rencana mereka untuk menekan pengeluaran.
  • Bloomberg melaporkan bahwa setidaknya ada 44 perusahaan eksplorasi dan produksi minyak di Amerika Utara hanya menganggarkan biaya sekitar $78 milyar tahun ini, sementara di tahun sebelumnya mereka mengeluarkan biaya sebesar $101 milyar.
  • Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail bin Muhammad al-Mazroui mengatakan bahwa OPEC bersedia untuk membicarakan kemungkinan pemangkasan produksi dengan eksportir minyak lainnya.

Ini secara tidak langsung menjadi indikasi bahwa produksi minyak di tahun ini kemungkinan besar akan berkurang dan diperkirakan akan mengatasi masalah oversupply sehingga menciptakan titik keseimbangan (equilibrium) baru antara supply dan demand untuk minyak.

Meningkatnya volume transaksi beli di kontrak harga minyak WTI terjadi ketika perusahaan-perusahaan minyak raksasa berkumpul di London dalam acara International Petroleum Week, dan memberikan peringatan bahwa prospek perminyakan saat ini sangat suram.

Patrick Pouyanné, CEO Total yang merupakan perusahaan kilang minyak terbesar di Eropa, mengatakan bahwa industri perminyakan sedang “menghadapi krisis”. Sementara itu boss BP (dahulu bernama British Petroleum), Robert Warren “Bob” Dudley, menggambarkan bahwa dirinya “sangat bearish”.

Meskipun demikian, Bob Dudley, berpendapat bahwa harga minyak dunia akan naik di semester ke-2 tahun 2016 karena diperkirakan akan ada kenaikan demand dari Amerika Serikat (AS) dan China sedangkan supply atau persediaan minyak dunia akan berkurang karena AS kemungkinan besar akan menghentikan produksi minyak. Hal itu ia kemukakan dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Harga minyak dunia telah jatuh ke level terendah baru dalam 1 tahun terakhir. Dudley berpendapat bahwa harga minyak kemungkinan akan naik dalam satu atau dua setengah tahun dengan tingkat volatilitas yang tinggi dalam enam bulan pertama.

Para spekulan telah bersiap menanti naiknya harga minyak dunia, bagaimana dengan Anda?

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 15-19 FEBRUARI 2016

Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, memberikan laporan di depan Kongres dan menegaskan bahwa Fed dipersiapkan untuk kembali ke kebijakan moneter yang “normal” jika pasar modal global terus memburuk. Meskipun demikian, Yellen masih berpendapat bahwa Fed masih dimungkinkan untuk menaikkan suku bunga secara bertahap di tahun ini jika pertumbuhan ekonomi stabil dan data tenaga kerja terus membaik. Meskipun terjadi pelambatan ekonomi global, Janet Yellen memperingatkan Komite Perbankan Senat untuk mewaspadai ancaman atas perekonomian Amerika Serikat (AS) yang mungkin datang dari luar.

Berikut adalah data ekonomi yang perlu dicermati sepanjang pekan ini:

1. Pidato Mario Draghi: Senin (15/2), 21.00 WIB

Presiden ECB, Mario Draghi, akan memberikan pernyataan di depan Parlemen Ekonomi dan Komite Moneter Eropa di Brussels. Ia kemungkinan akan membicarakan resiko pelambatan ekonomi kawasan euro akibat pelambatan ekonomi China, inflasi yang masih rendah dan meningkatnya ketidakpastian geopolitis. Pasar diperkirakan akan bergerak volatil merespon pernyataan Draghi.

2. Data inflasi Inggris: Selasa (16/2), 16.30 WIB

Inflasi Inggris meningkat 0,2% di bulan Desember dan ini merupakan kenaikan dan pertama sejak Januari 2015. Kenaikan inflasi tersebut terutama terjadi di sektor biaya transportasi terutama penerbangan. Sementara itu harga tembakau, makanan serta minuman beralkhol dan non-alkohol mengalami penurunan. Lebih jauhlagi, inflasi harga rumah yang tidak diikutsertakan dalam CPI naik 7,7. Meskipun demikian, angka CPI Inggris ini masih tetap berada di bahwa level terendah dalam sejarah. Para ekonom memperkirakan CPI Inggris akan naik 0,3% kali ini.

3. Eurozone German ZEW Economic Sentiment: Selasa (16/2), 17.00 WIB

Tingkat keyakinan para analis dan investor Jerman turun di bulan Januari seiring pelambatan ekonomi China dan bursa negara berkembang yang membebani perekonomian terbesar di Eropa tersebut. Sentimen ekonomi turun ke 10.2 poin dari 16.1 di bulan Desember dan merupakan angka terendah sejak Oktober. Meskipun demikian, angka tersebut masih lebih tinggi daripada perkiraan pasar yaitu 8.2. Meskipun perekonomian tumbuh di tahun 2015, ekonomi Jerman masih terpengaruh oleh pelambatan China. Para analis memperkirakan kenaikan 0.1% di bulan Februari.

4. Data tenaga kerja Inggris: Rabu (17/2), 16.30 WIB

Tingkat pengangguran Inggris turun ke level terendah dalam sepuluh tahun terakhir di kuartal terakhir 2015. Tingkat pengangguran tercatat 5,1% dengan jumlah pekerja sebanyak 31,4 juta. Klaim tunjangan pengangguran berkurang sebesar 4.300 di bulan Desember 2015. Sementara itu, pertumbuhan upah termasuk bonus naik 1,9% untuk basis tahunan, sedikit berkurang dari kenaikan 2% di kuartal sebelumnya. Para analis memperkirakan pertumbuhan upah akan meningkat di semester pertama 2016 dipicu oleh kenaikan inflasi. Jumlah klaim pengangguran diperkirakan turun sebesar 2.900 di bulan Januari.

5. US Building Permits: Rabu (17/2), 20.30 WIB

Izin mendirikan bangunan turun 3,9% di bulan Desember menjadi 1,23 juta unit, mengikuti penurunan tajam yang terjadi dua bulan berturut-turut. Jumlah izin mendirikan bangunan selanjutnya diperkirakan kembali mengalami penurunan menjadi 1,21 juta unit.

6. US PPI: Rabu (17/2), 20.30 WIB

Indeks harga produsan AS turun sebesar 0,3% di bulan Desember dan merupakan penurunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Terus turunnya harga bahan bakar menjadi penyebab utama di balik penurunan tersebut. Para ekonom memperkirakan tingkat inflasi akan terus melambat di pekan-pekan mendatang. Meskipun demikian, pelemahan yang dipicu oleh harga minyak ini diperkirakan sementara dan diperkirakan kenaikan suku bunga akan dilakukan di bulan Juni. PPI di bulan Januari diperkirakan turun 0,2%.

7. FOMC Meeting Minutes: Kamis (18/2), 02.00 WIB

Ini merupakan notulensi dari pertemuan di bulan Januari ketika Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan masih membuka peluang untuk kenaikan suku bunga di bulan Maret. Fed juga memperingatkan mengenai perkembangan ekonomi global. Notulen ini diperkirakan akan memberukan data lebih jauh mengenai bagaimana cara Fed menilai perekonomian AS.

8. Data tena kerja Australia: Kamis (18/2), 07.30 WIB

Lapangan pekerjaan Australia berkurang sebanyak 1.000 lapangan pekerjaan di bulan Desember. Angka tersebut dianggap masih lebih baik daripada perkiraan, yaitu penurunan sebesar 11.000. Jumlah pekerja purnawaktu meningkat sebesar 17.600 sementara pekerja paruh-waktu berkurang 18.500. Tingkat pengangguran masih bertahan di 5,8% namun tingkat partisipasi turun dari 65,3% hingga 65,1%, yang berarti jumlah tenaga kerja sebenarnya berkurang. Secara umum, ada tren positif di pasar tenaga kerja dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Lapangan pekerjaan Australia diperkirakan bertambah 13.200 sementara tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 5,8%.

9. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (18/2), 20.30 WIB

Indeks aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia di bulan Januari tercatat -3.5 dari -5.9 di bulan sebelumnya. Jumlah pengiriman meningkat namun pemesanan baru dan jumlah pekerja sedikit berkurang. Untuk data selanjutnya, indeks aktivitas manufaktur di Philadelphia diperkirakan mencapai -3.1.

10. US Unemployment claims: Kamis (18/2), 20.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran menurun tajam pekan lalu, mencerminkan bahwa sektor tenaga kerja masih kuat meskipun pertumbuhah ekonomi melambat. Jumlah klaim pengangguran turun 16.000 menjadi 269.000. Para analis memperkirakan klaim pekan ini akan tercatat di 275.000.

11. Data inflasi AS: Jumat (19/2), 20.30 WIB

Indeks harga konsumen AS bulan Desember turun di luar dugaan sebesar 0,1%. Harga bahan bakar terus mengalami penurunan sementara sektor jasa meningkat perlahan. Meskipun terjadi penurunan di bulan Desember, sepanjang tahun 2015 CPI telah mengalami peningkatan 0,7%. Sementara itu, core CPI naik 0,1 persen dan naik 2,1 persen untuk basis tahunan. CPI berikutnya diperkirakan berkurang sebesar 0,1% sementara core CPI diperkirakan naik 0,2%.

 

Analisa Teknikal

AUD/USD

Preferensi: NEUTRAL

Area Acuan: 0.71839-0.72415 (cari sinyal NEUTRAL)

Support: 0.70360, 0.69725, 0.68993

Resistance: 0.71839, 0.72415, 0.73147

AUDUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 15-19 JANUARI 2016

Komentar:

AUD/USD bergerak sideway di bawah area resistance 0.71839-0.72415. MA 20 dan MA 50 bergerak mendatar di chart 4 jam. Stochastic dan CCI overbought. Untuk pekan ini, perhatikan area resistance untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target kembali ke kisaran 0.70360-0.69725. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance 0.72415 tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.73147.

EUR/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1.12647-1.11962 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1.11962, 1.11475, 1.10855

Resistance: 1.12647, 1.13754, 1.14543

EURUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 15-19 JANUARI 2016

Komentar:

Euro terkoreksi ke area acuan di kisaran 1.11962-1.12647. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi oversold di chart H4. Jika sinyal bullish terkonfirmasi di area acuantersebut, euro kemungkinan rebound ke kisaran 1.13070-1.13754. Namun jika support 1.11962 tembus justru euro kemungkinan akan tertekan hingga kisaran 1.11475-1.10855.

GBP/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1.46691-1.43466 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1.46691, 1.43466, 1.41483

Resistance: 1.45449, 1.46674, 1.48086

GBPUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 15-19 JANUARI 2016

Komentar:

GBP/USD masih bergerak dalam bias bullish kendati momentum mulai berkurang dan harga bergerak di area acuan di kisaran 1.46691-1.43466. MA 20 dan MA 50 masih mengarah ke atas. Rebound kemungkinan terjadi ke kisaran 1.45449-1.46647. Namun hati-hati jika support 1.43466 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan sterling hingga kisaran 1.42594-1.41483.

USD/CHF

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 0.97834-0.98599 (cari sinyal BEARISH)

Support: 0.97361, 0.96597, 0.95716

Resistance: 0.97834, 0.98599, 0.99836

USDCHF ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 15-19 JANUARI 2016

Komentar:

MA 20 dan MA 50 masih mengarah ke bawah di chart H4. Pull-back terjadi ke area resistance di kisaran 0.97834-0.98599. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Tunggu konfirmasi sinyal jual di area acuan tersebut dengan potensi target di kisaran 0.97361-0.96597. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance 0.98599 tembus dengan potensi hingga kisaran 0.99143-0.99836.

USD/JPY

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 113.468-115.013 (cari sinyal BEARISH)

Support: 112.512, 110.966, 109.185

Resistance: 116.114, 115.013, 117.515

USDJPY ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 15-19 JANUARI 2016

Komentar:

MA 20 dan MA 50 masih bergerak turun di chart H4 sementara stochastic dan CCI overbought. Pull-back telah terjadi ke area acuan di kisaran 113.468-115.013. Tunggu konfirmasi sinyal jual di area acuan tersebut dengan target di kisaran 112.512-110.966. Hati-hati jika resistance 115.013 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mendorong USD/JPY naik ke kisaran 116.114-117.515.

NZD/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan:0.66222-0.65430 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.66222, 0.65430, 0.64147

Resistance: 0.66713, 0.67505, 0.68418

NZDUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 15-19 JANUARI 2016

Komentar:

NZD/USD masih bergerak dalam bias bullish kendati momentum mulai berkurang dan harga bergerak di area acuan di kisaran 0.66222-0.65430. MA 20 dan MA 50 masih mengarah ke atas di chart H4 sementar sinyal bullish terlihat dari stochastic dan CCI 4 jam. Rebound kemungkinan terjadi ke kisaran 0.66713-0.67505. Namun hati-hati jika support 0.65430 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan Kiwi hingga kisaran 0.64866-0.64147.

GOLD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1232.10-1212.80 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1232.10, 1212.80, 1181.55

Resistance: 1244.02, 1263.32, 1285.56

GOLD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 15-19 JANUARI 2016

Komentar:

MA 20 dan MA 50 masih bergerak naik di chart H4. Harga bergerak di atas kedua MA juga trendline yang terlihat di chart yang sama. Stochastic dan CCI hampir oversold. Sebagai alternatif, cari konfirmasi sinyal bullish di area 1232.10-1212.80 dengan potensi rebound ke 1244.02-1263.32. Hati-hati jika support 1212.80 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan emas hingga kisaran 1199.05-1181.55.

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 8-12 FEBRUARI 2016

USD sempat tertekan di pekan pertama Januari dan hanya mampu pulih sedikit. Data ISM Non-Manufacturing PMI memperlihatkan pelambatan yang signifikan di sektor terbesar ekonomi AS tersebut dan sempat menghantam USD. Pada awalnya, sikap dovish Draghi dan Carney tidak mampu membendung pelemahan USD. Namun data tenaga kerja akhirnya memberikan sedikit tenaga pada USD, meskipun beragam. Non-farm payrolls (NFP) hanya memperlihatkan pertumbuhan sebesar 151.000 namun tingkat pengangguran turun dari 5% menjadi 4,9%. Tingkat upah pun naik signifikan di bulan Januari sebesar 2,5%.

Meskipun data NFP mengecewakan, para analis memperkirakan hal ini akan memberikan dampak positif bagi kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Fed di tahun ini.

Berikut adalah data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini:

  1. US JOLTs: Selasa (9/2), 22.00 WIB

Data tenaga kerja merupakan data yang diperhatikan dengan seksama oleh Fed untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Angka pembukaan lapangan pekerjaan diperkirakan akan menintkat dari 5,43 juta menjadi 5,54 juta.

  1. Pidato Janet Yellen: Rabu (10/2) dan Kamis (11/2), 22.00 WIB

Ketua Fed, Janet Yellen, akan memberikan pernyataan pada laporan kebijakan moneter di depan DPR AS di Washington. Yellen diperkirakan akan memberikan penjelasan terkait keputusan Fed yang mempertahankan suku bunga di bulan Januari dan kemungkinan akan memberikan petunjuk mengenai kapan waktu kenaikan suku bunga selanjutnya. Pelemahan ekonomi China, Jepang dan Eropa merupakan hal-hal yang dikhawatirkan akan mempengaruhi perekonomian AS.

  1. US Crude Oil Inventories: Rabu (10/2), 22.30 WIB

Persediaan minyak mentah AS naik melebihi perkiraan pekan lalu. Inventori naik 7,8 juta barrel ke 502,7 barrel melebih perkiraan analis yaitu kenaikan 4,8 barrel. Para ekonom memperkirakan kenaikan akan berlanjut.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (11/2), 20.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran pekan lalu naik di luar dugaan sebesar 8.000 menjadi 285.000. Meskipun demikian, angka tersebut masih mencerminkan bahwa para pengusaha masih membuka peluang lapangan pekerjaan karena angka klaim masih berada di bawah 300.000. Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan dirilis di angka 287.000.

  1. Pidato Glenn Stevens: Jumat (12/2), 05.30 WIB

Gubernur RBA, Glenn Stevens, dijadwalkan akan memberikan pernyataan di depa DPR Australia di Sydney. RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada rapat dewan gubernur yang diadakan pekan lalu. Pelambatan ekonomi global, terutama China yang merupakan salah satu mitra dagang utama Australia, menyebabkan penurunan aktivitas ekspor-impor Australia. Meskipun demikian perekonomian Australia telah membaik di tahun 2015 dengan meningkatnya kondisi bisnis di atas rata-rata. Tingkat pengangguran pun turun.

  1. US Retail Sales: Jumat (12/2), 20.30 WIB

Retail Sales AS mengalami penurunan di bulan Desember sebesar 0,1%, yang merupakan data terlemah sejak tahun 2009. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya tingkat belanja masyarakat di tahun 2016. Rilis data tersebut sejalan dengan perkiraan pasar. Di tahun 2015, tingkat penjualan eceran naik 2,1%, yang merupakan kenaikan terkecil dari ekspansi ekonomi saat itu. Menurunnya penjualan barang elektronik, pakaian dan bahan makanan mencerminkan bahwa rakyat AS lebih suka menabung meskipun perbaikan di sektor tenaga kerja terus meningkat. Kontraksi juga terlihat di penjualan eceran inti, yang tidak mengikutsertakan unsur kendaraan bermotor, sebesar 0,1%. Para ekonom memperkirakan tingkat penjualan eceran akan naik 0,1% sementara penjualan eceran inti tetap bertahan di 0,1%.

  1. US UoM Consumer Sentiment: Friday, 15:30

Indeks keyakinan konsumen meningkat di bulan Januari, ke level tertingginya sejak tujuh bulan terakhir di 93.3. Angka tersebut mencerminkan bahwa rendahnya inflasi telah memberikan efek yang baik pada masyarakat yang proyeksi pertumbuhan upahnya masih terbatas. Indeks kondisi terkini jatuh ke 105.1 dari bulan sebelumnya yaitu 108.1, sementara proyeksi enam bulan ke depan diperkirakan naik dari 82.7 ke 85.7 yang merupakan angka tertinggi sejak Juni lalu. Indeks keyakinan konsumen diperkirakan naik ke 92.6 kali ini.

Analisa Teknikal

AUD/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 0.71177-0.70413 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.70413, 0.69868, 0.69175

Resistance: 0.71177, 0.71650, 0.72415

AUDUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 8-12 JANUARI 2016

Komentar:

AUD/USD terkoreksi ke area acuan di kisaran 0.71177-0.70413. Stochastic dan CCI 4 jam oversold. Tunggu konfirmasi sinyal buy di area acuan tersebut dengan potensi rebound ke kisaran 0.71650-0.72415. Hati-hati jika support 0.70413 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.69868-0.69175.

EUR/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1.10783-1.09755 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1.10783, 1.09755, 1.08089

Resistance: 1.11420, 1.12449, 1.13635

EURUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 8-12 JANUARI 2016

Komentar:

Euro bergerak dalam bias bullish. Koreksi terjadi mendekati area acuan di kisaran 1.10783-1.09755. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi oversold di chart H4. Jika sinyal bullish terkonfirmasi di area acuantersebut, euro kemungkinan rebound ke kisaran 1.11420-1.12449. Namun jika support 1.10783 tembus justru euro kemungkinan akan tertekan hingga kisaran 1.09022-1.08089.

GBP/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1.46691-1.43466 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1.46691, 1.43466, 1.41483

Resistance: 1.45449, 1.46674, 1.48086

GBPUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 8-12 JANUARI 2016

Komentar:

GBP/USD masih bergerak dalam bias bullish kendati koreksi terjadi mendekati area acuan di kisaran 1.46691-1.43466. MA 20 dan MA 50 masih mengarak ke atas diperkuat oleh kemunculan sinyal bullish dari stochastic dan CCI 4 jam. Rebound kemungkinan terjadi ke kisaran 1.45449-1.46647. Namun hati-hati jika support 1.43466 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan sterling hingga kisaran 1.42594-1.41483.

USD/CHF

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.00232-1.01117 (cari sinyal BEARISH)

Support: 0.98801, 0.97782, 0.96928

Resistance: 1.00232, 1.01117, 1.02548

USDCHF ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 8-12 JANUARI 2016

Komentar:

MA 20 memotong ke bawah MA 50 di chart H4. USD/CHF bergerak menguji support di kisaran 0.98801 yang jika tembus kemungkinan diikuti oleh pergerakan bearish ke 0.97782-0.96928. Sebagai alternatif, cari konfirmasi sinyal bearish jika terjadi pull-back ke area acuan di kisaran 1.00232-1.01117 dengan potensi target di kisaran 0.99685-0.98801. Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance 1.01117 tembus dengan potensi hingga kisaran 1.01746-1.02548.

USD/JPY

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 118.348-119.620 (cari sinyal BEARISH)

Support: 116.287, 114.820, 113.590

Resistance: 118.348, 119.620, 121.681

USDJPY ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 8-12 JANUARI 2016

Komentar:

USD/JPY bergerak dalam bias bearish untuk pekan ini. Support kunci mingguan ada di 116.287 yang jika tembus kemungkinan akan diikuti oleh pergerakan bearish lanjutan ke kisaran 114.820-113.590. Sebagai alternatif, perhatikan area acuan di kisaran 118.348-119.620 jika terjadi pull-back untuk mencari sinyal jual dengan target di kisaran 117.560-116.287. Hati-hati jika resistance 119.620 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mendorong USD/JPY ke kisaran 120.527-121.681.

NZD/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan:0.66222-0.65430 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.66222, 0.65430, 0.64147

Resistance: 0.66713, 0.67505, 0.68418

NZDUSD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 8-12 JANUARI 2016

Komentar:

NZD/USD masih bergerak dalam bias bullish untuk pekan ini meskipun koreksi terjadi ke area acuan di kisaran 0.66222-0.65430. MA 20 dan MA 50 masih mengarah ke atas sementara sinyal bullish terlihat dari stochastic dan CCI 4 jam. Rebound berpotensi terjadi pekan ini ke area 0.66713-0.67505. Namun hati-hati jika support 0.65430 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan Kiwi hingga kisaran 0.64866-0.64147.

GOLD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1149.16-1133.55 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1149.16, 1133.55, 1108.29

Resistance: 1174.42, 1192.41, 1207.49

GOLD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 8-12 JANUARI 2016

Komentar:

MA 20 dan MA 50 masih bergerak naik di chart H4. Harga bergerak di atas kedua MA dan menguji resistance 1174.42. Jika resistance tersebut tembus, penguatan harga emas kemungkinan akan berlanjut ke 1192.41-1207.49. Perhatikan stochastic dan CCI yang overbought di chart H4. Sebagai alternatif, cari konfirmasi sinyal bullish jika terjadi koreksi ke area 1149.16-1133.55 dengan potensi rebound ke 1158.51-1174.42. Hati-hati jika support 1133.55 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan emas hingga kisaran 1122.44–1108.29. .

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 1 – 5 FEBRUARI 2016

Pekan lalu, Federal Reserve (Fed) mengumumkan bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) kehilangan momentumnya di akhir tahun 2015 meskipun pertumbuhan di sektor lapangan pekerjaan masih berlanjut. Fed tidak mengubah rencananya untuk tetap menaikkan suku bunga di tahun 2016, namun sepertinya tidak dalam waktu dekat. Jatuhnya harga minyak dunia serta melambatnya ekonomi global masih menjadi perhatian Fed. Banyak ekonom berpendapat bahwa tidak realistis untuk berharap Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali di tahun 2016 ini.

Berikut ini adalah data ekonomi yang perlu diperhatikan sepanjang pekan ini:

1.    US ISM Manufacturing PMI: Senin (1/2), 22.00 WIB
Data PMI manufaktur melanjutkan kontraksi di bulan Desember menyusul data yang mengecewakan di angka 48.6 di bulan sebelumnya. Angka itu merupakan angka terendah sejak Juli 2009 ketika terjadi pelemahan di semua lini. Data PMI manufaktur diperkirakan bertahan di 48.6 kali ini.

2.    Keputusan suku bunga Australia: Selasa (2/2), 10.30 WIB
Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga di 2% pada pertemuan Desember lalu. Gubernur RBA, Glenn Stevens, mencatat perbaikan pada kondisi ekonomi namun kemungkinan membutuhkan pemangkasan suku bunga lagi. Stevens mengatakan bahwa RBA kemungkinan akan memangkas suku bunga jika data ekonomi memburuk. Untuk saat ini, dengan tingkat inflasi yang masih melebihi perkiraan, RBA diperkirakan tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga.

3.    Data tenaga kerja New Zealand: Rabu (3/2), 04.44 WIB
Sektor tenaga kerja New Zealand di luar dugaan mengalami kontraksi untuk yang pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir di kuartal III/2015, dengan penyebab utama menurunnya jumlah pekerja paruh waktu. Jumlah pekerja jatuh 0,4% setelah sempat naik sebesar 0,3% di kuartal sebelumnya. Lebih jauh lagi, tingkat pengangguran meningkat menjadi 6%, naik 0,1% dari kuartal sebelumnya. Para ekonom memperkirakan di kuartal IV lapangan pekerjaan di New Zealand akan mengalami peningkatan sebesar 0,8% sementara tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 6,1%.

4.    US ADP Non-Farm Payrolls: Rabu (3/2), 20.15 WIB
Lapangan pekerjaan di sektor swasta mengalami penambahan sebesar 257.000 di bulan Desember menurut data yang dilaporkan ADP. Angka tersebut menandakan penguatan menyusul pertumbuhan sebesar 211.000 di bulan sebelumnya. Kuatnya sektor tenaga kerja merupakan salah satu parameter kuatnya perekonomian dan mungkin menjadi salah satu pertimbangan Fed unuk menaikkan suku bunga lagi. Sektor swasta AS diperkirakan akan menambah lapangan pekejraan sebesar 191.000 di bulan Januari.

5.    US ISM Non-Manufacturing PMI: Rabu (3/2), 22.00 WIB
Pertumbuhan sektor jasa AS di bulan Desember tidak sesuai harapan. Pertumbuhan yang terjadi merupakan yang paling lambat dalam hampir dua tahun terakhir. Indeks tersebut mengalami penurunan ke 55.3 dari 55.9 yang tercatat di bulan November. Meskipun demikian komentar mayoritas responden masihpositif terkait kondisi bisnis dan ekonomi AS secara umum. Indeks aktivitas sektor jasa AS kali ini diperkirakan akan mengalami penurunan ke 55.2.

6.    Keputusan suku bunga Inggris: Kamis (4/2), 19.00 WIB
Bank of England (BOE) mempertahankan suku bunga di bulan Januari di tengah volatilitas pasar global dan berlanjutnya pelemahan harga minyak dunia telah semakin memperlambat laju inflasi. Dari semua anggota MPN, hanya Ian McCafferty yang menginginkan kenaikan suku bunga menjadi 0.75%. Mayoritas anggota MPC meyakini bahwa tingkat inflasi mungkin akan berubah dari perkiraan yang dilakukan di bulan November. Namun notulen pertemuan tersebut juga mencatat volatilitas pasar finansial khususnya saham. Lebih jauh lagi, MPC menyoroti penurunan harga minyak dunia yang kemungkinan akan sangat mempengaruhi laju inflasi.

7.    Pidato Mark Carney: Kamis (4/2), 19.00 WIB
Gubernrur BOE, Mark Carney, akan memberikan laporan inflasi di London. Carney sebelumnya mengatakan bahwa BOE sebaiknya tidak menaikkan suku bunga di bulan-bulan mendatang mengingat lemahnya kondisi ekonomi global dan pelambatan pertumbuhan ekonomi Inggris.

8.    US Unemployment Claims: Kamis (4/2), 20.30 WIB
Angka klaim pengangguran AS pekan lalu turun dari level tertinggi enam bulan di 294.000 ke 278.000. Data ini memperteas penguatan sektor tenaga kerja AS. Klaim pekan ini diperkirakan mencapai 286.000.

9.    Data tenaga kerja Kanada: Jumat (5/2), 20.30 WIB
Sektor tenaga kerja Kanada di luar dugaan menambah lapangan pekerjaan sebesar 22.800 di bulan Desember. Jumlah pekerja purnawaktu sebenarnya berkuran sebesar 6.400 sementara pekerja paruh waktu bertambah 29.200. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap berada di 7,1%.

10.    US Non-Farm Payrolls: Jumat (5/2), 20.30 WIB
US NFP mengalami kenaikan sebesar 292.000 di bulan Desember, menyusul kenaikan sebesar 252.000 di bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran bertahan di angka terendah 7 ½ tahun di 5%. Pertumbuhan NFP Januari diperkirakan 192.000 sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap 5%.

11.    US Trade Balance: Jumat (5/2), 20.30 WIB
Defisit neraca perdagangan AS menyusut di bulan November ke angka terendah sembilan bulan di $42.4 miliar karena turunnya impor secara tajam. Meskipun demikian secara umum baik sektor impor maupun ekspor mengalami penurunan karena penguatan USD dan melambatnya ekonomi global. Eskpor sendiri turun 0,9% yang merupakan angka terendah dalam lebih dari empat tahun terakhir. Defisit neraca perdagangan Desember diperkirakan akan bertambah sebesar $42.8 miliar.

Analisa Teknikal

AUD/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 0.70549-0.70025 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.70549, 0.70025, 0.69175

Resistance: 0.70874, 0.71399, 0.72004

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

AUD/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Perhatikan harga terkoreksi mendekati area support di kisaran 0.70549-0.70025. Stochsatic 1 jam oversold. Cari konfirmasi sinyal buy di area support tersebut dengan potensi rebound ke kisaran 0.70874-0.71399. Hati-hati jika support 0.70025 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akna menekan Aussie hingga kisaran 0.69651-0.69175.

EUR/USD

Preferensi: NETRAL

Area Acuan: 1.08255-1.07766 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1.08255, 1.07766, 1.07203

Resistance: 1.09393, 1.09836, 1.10399

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

Euro masih bergerak dalam fase konsolidasi, saat ini menguji area support di kisaran 1.08255-1.07766. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi oversold di chart H4. Jika sinyal bullish terkonfirmasi di area support tersebut, euro kemungkinan rebound ke kisaran 1.09393-1.09836. Namun jika support 1.07766 tembus justru euro kemungkinan akan tertekan hingga kisaran 1.07203-1.06731.

GBP/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.42290-1.43100 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.42290, 1.41483, 1.40793

Resistance: 1.43100, 1.44123, 1.44750

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

GBP/USD mengkonfirmasi pola bearish rising wedge di chart H4. Saat ini harga berada di area acuan di kisaran 1.42290-1.43100. Carilah konfirmasi sinyal sell di area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 1.41483-1.40793. Namun hati-hati jika resistance 1.43100 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi mengangkat sterling hingga kisaran 1.44123-1.44750.

USD/CHF

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1.00908-1.01534 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1.01534, 1.00908, 0.99894

Resistance: 1.01922, 1.02548, 1.03174

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

USD/CHF bergerak menguji resistance di kisaran 1.02548. Jika resistance tersebut tembus, Swiss franc kemungkinan akan melanjutkan pelemahan terhadap USD hingga kisaran 1.03174 -1.03562. Di sisi lain perhatikan stochastic dan CCI overbought di chart H4. Sebagai alternatif, cari konfirmasi sinyal bullish jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 1.05134-1.00908 dengan potensi rebound hingga kisaran 1.01922-1.02548. Sebaliknya bias intraday akan berubah menjadi bearish jika support 1.00908 tembus dengan potensi hingga kisaran 1.00462-0.99894.

USD/JPY

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 119.187-120.139 (cari sinyal BULLISH)

Support: 119.187, 118.509, 117.645

Resistance: 121.681, 122.630, 123.219

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

USD/JPY bergerak dalam bias bullish untuk pekan ini. Jika resistance 121.681 pecah, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan USD/JPY bergerak bullish menuju area resistance dikisaran 122.630 – 123.219. Perhatikan jika harga bergerak ke kisaran 119.187 – 120.139. Jika sinyal bullish terkonfirmasi di area tersebut, yen kemungkinan akan kembali melemah ke kisaran 120.729 – 121.681. Hati-hati jika support 119.187 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi mendorong USD/JPY hingga kisaran 118.509 – 117.645.

 

NZD/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 0.64264 – 0.64763 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.64264, 0.63955, 0.63456

Resistance: 0.64763, 0.65072, 0.65571

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

NZD/USD bergerak dalam bias bullish untuk pekan ini. Perhatikan harga bergerak di sekitar area 0.64264 – 0.64763. Jika sinyal bullish terkonfirmasi di area tersebut, kiwi kemungkinan akan kembali menguat ke kisaran 0.65072 – 0.65571. Hati-hati jika support 0.64264 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi mendorong Kiwi hingga kisaran 0.63955 – 0.63456.

GOLD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1105.97 – 1114.37 (cari sinyal BULLISH)

Support: 1105.97, 1099.99, 1092.37

Resistance: 1127.97, 1136.37, 1141.57

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Komentar:

Emas masih berpotensi bullish pekan ini, dengan sasaran hingga kisaran 1127.97. Jika resistance tersebut tembus, emas kemungkinan akan melanjutkan penguatan hingga kisaran 1136.37 – 1141.57. Sebagai alternatif, cari konfirmasi sinyal bullish jika kembali terjadi koreksi ke area acuan di kisaran 1105.97 – 1114.37 dengan potensi target di kisaran 1119.57 – 1127.97. Hati-hati jika support 1105.97 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi menekan emas hingga kisaran 1099.99 – 1092.37.

0 Comments