Strategi Forex Trading: Kunci Sukses Paham Harmonic Pattern (1)

Anda mungkin telah mempelajari beberapa pola pergerakan harga (price pattern) di laman edukasi FOREXimf.com yang diberi nama EduSpot. Dalam forex trading pengenalan pola tersebut bisa membantu trader untuk mencari peluang bahkan tanpa memerlukan bantuan indikator teknikal lain.

Artikel kali ini akan membahas salah satu jenis pattern kontemporer, dalam arti berbeda dengan pattern konvensional yang mungkin sering Anda temui semisal double top, head and shoulders dan lain-lain. Nama pattern tersebut adalah “harmonic pattern”. Pattern ini relatif lebih sulit untuk dipahami, namun jika Anda telah menguasainya bisa bermanfaat untuk mencari peluang yang tersembunyi.

Ide dasar dari harmonic pattern adalah untuk mengenali potensi koreksi dari sebuah trend. Bisa dikatakan merupakan sebuah cara untuk “mencuri kesempatan” dengan mencari waktu yang tepat  untuk melakukan  “pembangkangan” terhadap arah major trend. Nah, karena teknik ini merupakan “perbuatan melanggar hukum trading” alias melanggar kaidah utama trading (yaitu: the trend is your friend), maka Anda harus benar-benar berhati-hati dalam menerapkannya meskipun seandainya Anda sudah menguasai teorinya.

Meskipun demikian, pada perkembangannya justru harmonic pattern bisa dipergunakan untuk mengenali potensi continuation atau pelanjutan trend.

Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, sebaiknya Anda telah menguasai penggunaan Fibonacci Retracement. Anda bisa menonton pemaparan materi tentang Fibonacci retracement di sini. Pelajari dan pahami dulu sebelum Anda memutuskan untuk mempelajari harmonic pattern.

Di artikel kali ini kita akan mempelajari dua jenis harmonic pattern, yaitu:

  • ABCD Pattern
  • Three-Drive Pattern

Ada satu hal yang perlu Anda ingat. Untuk SEMUA harmonic pattern, Anda HARUS MENUNGGU sampai pola tersebut terbentuk sebelum membuka posisi sell atau buy. Kesabaran adalah hal yang mutlak harus Anda miliki jika ingin melakukan analisa berdasarkan harmonic pattern.

Pola ABCD

Ini merupakan harmonic pattern yang paling sederhana. Namun tetap saja untuk bisa mengenali pola ini Anda harus memiliki penglihatan yang cukup tajam dan pengamatan yang jeli. Anda juga harus bisa mempergunakan Fibonacci dengan baik.

Ada dua versi pola ABCD: bullish dan bearish. Garis AB dan CD disebut dengan “kaki” (leg) sementara BC disebut “koreksi” atau “retracement”. Jika kita mempergunakan Fibonacci Retracement dengan mempergunakan kaki sebagai acuan, maka pergerakan garis BC harus mencapai area koreksi 61.8% (0.618). Selanjutnya, pergerakan CD merupakan perpanjangan sejauh 127.2% (1.272) berdasarkan pergerakan BC.

Dalam membantu mencari peluang dalam forex trading, Anda mengenal pola pergerakan harga (price pattern). Dalam artikel ini membahas pattern yang disebut harmonic pattern. Apakah itu dan bagaimana mengenalinya? Simak artikel ini lebih lanjut. Dalam membantu mencari peluang dalam forex trading, Anda mengenal pola pergerakan harga (price pattern). Dalam artikel ini membahas pattern yang disebut harmonic pattern. Apakah itu dan bagaimana mengenalinya? Simak artikel ini lebih lanjut.

Cukup sederhana. Yang perlu Anda lakukan hanya menunggu hingga pola ini selesai (sudah mencapai titik D) sebelum membuka posisi sell atau buy.

Sebagai catatan, panjang CD lebih kurang harus sama dengan panjang AB. Tidak harus sama persis, namun perbedaannya tidak signifikan.

Three-Drive Pattern

Three-drive pattern mirip dengan ABCD pattern, hanya saja ia memiliki tiga kaki dan dua koreksi. Ketiga kaki itu kemudian kita sebut dengan “drive”.

Jika Anda jeli, Anda bisa menemukan kesamaan pola ini dengan pola Elliott. Konon pola ini memang “leluhur” teori Elliott Wave.

Dalam membantu mencari peluang dalam forex trading, Anda mengenal pola pergerakan harga (price pattern). Dalam artikel ini membahas pattern yang disebut harmonic pattern. Apakah itu dan bagaimana mengenalinya? Simak artikel ini lebih lanjut. Dalam membantu mencari peluang dalam forex trading, Anda mengenal pola pergerakan harga (price pattern). Dalam artikel ini membahas pattern yang disebut harmonic pattern. Apakah itu dan bagaimana mengenalinya? Simak artikel ini lebih lanjut.

Dari gambar di atas bisa Anda lihat bahwa titik A harus merupakan koreksi sejauh 61.8% dari Drive 1. Demikian juga titik B harus merupakan koreksi sejauh 61.8% dari Drive 2. Lalu Drive 2 sendiri harus merupakan perpanjangan sejauh 127.2% dari koreksi pertama (1 ke A).

Ketika Drive 3 terbentuk, Anda bisa mempertimbangkan untuk membuka posisi sell atau buy.

Penting untuk Anda perhatikan, sebelum memutuskan untuk membuka posisi sell atau buy, coba periksa apakah persyaratan ini terpenuhi:

  • Waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan Drive 2 harus sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan Drive 3.
  • Waktu yang diperlukan untuk membentuk koreksi A harus sama dengan waktu yang diperlukan untuk membentuk koreksi B.

Ada baiknya Anda mencoba teknik ini dalam simulasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menerapkannya di real account. Anda bisa melakukan simulasi dengan mempergunakan demo account yang bisa Anda dapatkan di sini secara cuma-cuma.

Di artikel selanjutnya akan kita bahas pola harmonic yang lain, yaitu Gartley.

Sampai jumpa.

Tips Forex Trading: Rahasia Menghindari Loss Berulang (2-Habis)

Dalam tulisan sebelumnya telah dibahas lima hal yang perlu Anda perhatikan dalam forex trading. Hal-hal tersebut diharapkan bisa menjadi panduan bagi Anda dalam menjalankan aktivitas sebagai seorang trader.

Di bagian yang ke-2 ini, akan dipaparkan beberapa hal lagi yang sebaiknya Anda ketahui agar tidak terjebak melakukan kesalahan yang berulang sehingga menghasilkan kerugian yang berulang pula.

6. Selalu gunakan “uang dingin”

Setelah seorang trader merasa siap – tentunya setelah melalui proses belajar dan membangun trading plan – maka sudah waktunya untuk melakukan real trading. Artinya, ada uang yang benar-benar terlibat di dalamnya.

Perlu diketahui bahwa hasil simulasi tidak menjamin hasil yang sama saat real trading. Artinya, meskipun hasil demo account Anda memperlihatkan hasil yang mengagumkan, belum tentu hasil real trading Anda akan memberikan hasil yang sama.

Mengapa? Setidaknya ada dua penyebab.

Pertama, situasi pasar yang dinamis. Keadaan pasar bisa jadi berubah 180 derajat ketika Anda melakukan real trading. Mungkin saat melakukan simulasi, kondisi pasar sangat cocok dengan sistem trading yang Anda uji coba, namun berubah ketika real trading telah dijalankan.

Meskipun demikian, poin pertama ini semestinya tidak akan terlalu mengganggu jika Anda telah melakukan simulasi dalam waktu yang cukup panjang dan benar-benar menerapkan trading plan dengan disiplin. Ketika situasi pasar berubah, Anda akan tahu kapan harus berhenti dan kembali mengamati kapan waktunya untuk kembali beraksi.

Yang lebih sering menjadi penyebab justru adalah poin ke-2 ini: faktor psikologis. Seringkali seorang trader menjadi sangat emosional ketika melakukan trading. Wajar, mengingat kali ini uang sungguhan yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Perasaan takut merugi justru seringkali memicu kerugian yang lebih besar dan – sialnya – beruntun.

Maka disarankan untuk mempergunakan “uang dingin” ketika trading. Yang dimaksud dengan uang dingin adalah the money that you can let go. Artinya, meskipun terjadi sesuatu yang buruk atas uang tersebut (baca: LOSS), kehidupan Anda tidak akan terpengaruh. Anda akan tetap bisa melanjutkan hidup dengan normal meskipun kehilangan uang tersebut. Dengan demikian Anda akan bisa ber-forex trading-ria dengan tenang.

7. Buat catatan

Buat catatan untuk semua transaksi yang Anda lakukan. Cara ini efektif untuk membantu Anda mengevaluasi setiap keuntungan maupun kerugian yang Anda alami.

Memang setiap transaksi yang Anda lakukan akan terekam dengan sendirinya di Account History, namun ada baiknya Anda juga membuat catatan terutama ketika mengalami kerugian tentang – misalnya – bagaimana kondisi pasar saat itu, apakah Anda berada dalam kondisi yang emosional, dan sebagainya. Intinya, kenali apa kesalahan yang mungkin Anda lakukan saat itu.

Trader cenderung mengulangi kesalahan yang sama. Dengan membuat semacam jurnal trading, Anda akan bisa meminimalisir kemungkinan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

8. Perlakukan forex trading selayaknya bisnis

Adalah penting menganggap bahwa forex trading merupakan bisnis. Setiap pebisnis harus mampu berpikir jernih dan matang sebelum mengambil keputusan, demikian juga trader.

Dalam trading, hasil akhir bukanlah fokus utama. Hasil memang penting, tetapi yang lebih penting adalah proses.

Salah satu proses sukses forex trading adalah kemampuan mengendalikan emosi. Banyak trader yang menjadi terbawa perasaan ketika mengalami kerugian, juga ketika memperoleh keuntungan. Anda harus menghindari itu. Tidak peduli berapa ribu dollar keuntungan Anda hari ini, tetap tidak boleh membuat Anda besar kepala dan menganggap enteng resiko yang mungkin akan muncul. Demikian juga ketika misalnya Anda baru saja mengalami kerugian, tidak boleh menjadi alasan merasa takut mengambil keputusan di esok hari.

Perencanaan, kemampuan mengendalikan diri, serta kelihaian mengatur modal dan mengantisipasi resiko. Itulah yang dibutuhkan seorang pebisnis. Demikian juga, itulah ynag harus dimiliki seorang trader.

The Bottom Line

Dunia forex trading memang sangat menarik karena rendahnya modal yang dibutuhkan, perdagangan yang bisa berlangsung 24 jam sehari dari Senin hingga Sabtu dini hari, serta potensi peluang yang luar biasa besar. Ketika diperlakukan sebagai bisnis, maka selayaknya bisnis forex trading pun bisa memberikan keuntungan yang besar. Namun untuk itu Anda perlu melakukan beberapa hal untuk menghindari kerugian, setidaknya meminimalisirnya.

Sebagai rangkuman, beberapa hal ini akan sangat Anda butuhkan:

–          Persiapan yang matang

–          Kesabaran dan kedisiplinan untuk belajar dan melakukan pendalaman

–          Penerapan teknik manajemen resiko dan manajemen modal

–          Menganggap trading sebagai bisnis

Jadi, apakah Anda memang sudah benar-benar siap untuk trading? Jika ya, kami tunggu Anda untuk bergabung bersama kami. Buka akun trading di sini dan dapatkan fasilitas serta layanan yang tidak pernah Anda dapatkan sebelumnya, mulai dari konsultasi analisa hingga informasi terkini tentang peluang yang bisa Anda raih di pasar.

Tips Forex Trading: Rahasia Menghindari Loss Berulang (1)

Perputaran modal di forex trading lebih dari 4 trilyun USD per hari. Itulah sebabnya mengapa pasar uang menjadi pasar finansial yang terbesar di dunia. Forex trading telah menjadi semakin populer di masyarakat, mulai lapisan menengah ke bawah hingga kalangan jetset.

Cara melakukan transaksi kian mudah. Kecanggihan teknologi informasi telah membuat trading menjadi semakin praktis. Belum lagi pasar yang memang berjalan 24 jam sehari dari Senin hingga Jumat.

Kendatipun, tidak bisa dipungkiri bahwa resiko yang tersimpan juga cukup tinggi. Berangkat dari kepedulian akan keselamatan modal Anda, maka kami putuskan untuk kembali berbagi kepada Anda cara untuk menghindari kerugian yang menyakitkan.

1. Belajar sebelum dihajar

Memang forex trading itu sederhana, namun untuk bisa berkata demikian Anda harus tahu ilmunya dulu. Sederhananya trading tidak lantas membuat resiko hilang begitu saja.

Mempelajari ilmu trading merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan seorang trader. Belajarlah dengan cara yang benar, yaitu mulai dari dasar baru kemudian bertahap meningkat ke level yang lebih tinggi.

No pain, no gain. Tidak ada kesuksesan yang instan. Semua butuh waktu. Semua butuh ilmu.

2. Cari broker (pialang) yang bereputasi baik

Industri perdagangan berjangka (forex termasuk di dalamnya) – meskipun semakin populer – masih belum sepopuler sektor bisnis lain. Sebut saja properti, perdagangan saham atau investasi reksadana sekalipun, masih lebih populer dibandingkan forex.

Itulah mengapa masyarakat masih belum terlalu memiliki informasi yang cukup tentang forex, sehingga mudah tertipu oleh oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan tersebut. Mulai dari penipuan berkedok investasi forex, hingga broker (pialang berjangka) yang tidak memiliki izin resmi dari otoritas (illegal). Akhirnya modal masyarakat hilang entah dibawa ke mana.

Maka dari itu, demi keamanan dana Anda, pastikan Anda bergabung dengan pialang berjangka yang sudah memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) selaku otoritas pengawas perdagangan berjangka di Republik Indonesia.

FOREXimf.com (yang merupakan situs resmi PT. International Mitra Futures) sudah mendapatkan izin resmi dimaksud. Silakan cek di sini, Anda akan melihat nama PT. International Mitra Futures di website resmi Bappebti.

3. Berlatih dengan demo account

FOREXimf.com menyediakan fasilitas demo account sebagai sarana Anda untuk berlatih trading sebelum turun ke gelanggang trading sesungguhnya. Dengan demo account Anda bisa berlatih trading dengan situasi pasar sesungguhnya tanpa harus khawatir kehilangan uang. Ini karena meskipun kondisi pasar yang dipergunakan adalah situasi real, namun modal yang dipergunakan adalah modal “virtual”.

Klik di sini untuk mendapatkan fasilitas demo account secara gratis.

4. Keep it simple

Seorang trader cenderung tergoda untuk memasukkan terlalu banyak indikator ke chart-nya. Seringkali bahkan ia menggunakan beberapa indikator yang sebenarnya memiliki fungsi yang sama, atau bahkan tanpa mengetahui apa sebenarnya fungsinya. Jadi “asal comot”.

Akhirnya chart-nya menjadi sangat crowded dan ia justru menjadi bingung sendiri. Maka sebaiknya buang indikator yang tidak Anda mengerti fungsi dan penggunaannya. Pakailah maksimal 4 jenis indikator dalam chart Anda dan pastikan semuanya memiliki fungsi yang Anda mengerti dan kuasai.

5. Gunakan Pengaman

Adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara menghindari kerugian; minimal mengurangi resikonya. Teknik manajemen modal (money management/MM) yang benar dan tepat merupakan hal yang tak terpisahkan dari sukses forex trading. Siapa pun bisa masuk pasar kapan saja, namun yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mereka keluar dengan selamat.

Mempergunakan stop loss adalah cara yang paling efektif untuk memastikan bahwa resiko yang Anda hadapi tidak terlalu besar, atau setidaknya masih dalam batas toleransi Anda. Intinya adalah pada pembatasan resiko.

Di bagian ke-2 nanti akan saya lanjutkan pembahasan hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk menghindari kerugian berulang.

Sampai jumpa.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 21-25 SEPTEMBER 2015

USD mendapatkan tekanan akibat keputusan Federal Reserve (Fed) untuk menunda kenaikan suku bunga. Keputusan itu diambil di tengah kekhawatiran akan perekonomian global, ketidakstabilan pasar dan tingkat inflasi yang masih rendah di Amerika Serikat (AS). Meskipun demikian, Fed masih membuka kemungkinan untuk kenaikan suku bunga di akhir tahun 2015. Di saat yang sama, Federal Open Market Committee (FOMC) merilis proyeksi ekonomi.

13 dari 17 anggota FOMC memperkirakan akan terjadi kenaikan suku bunga di akhir tahun ini. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan pertemuan yang diadakan bulan Juni lalu, ketika ada 15 anggota FOMC yang berpendapat perlunya kenaikan suku bunga di tahun ini.

Di pekan ini kita akan menanti hasil pemilu Yunani, pidato Mario Draghi, data US Durable Goods Orders, Unemployment Claims, GDP dan piradto Janet Yellen.

Berikut adalah ulasan data ekonomi penting pekan ini yang berhasil dirangkum oleh tim Market Analyst FOREXimf.com:

  1. Pemilu Legilatif Yunani: Minggu (20/9)

Mantan Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, mengundurkan diri setelah memerintah selama tujuh bulan menyusul protes keras yang dilancarkan justru oleh kelompok garis keras Syriza setelah Tsipras menyetujui persyaratan bailout dengan para kreditur Yunani. Hal ini bertolak belakang dengan janji kampanyenya yang menjanjikan untuk mengakhiri program penghematan. Tsipras mengumumkan pemilu sela dengan harapan ia akan kembali bisa mendapatkan kepercayaan dari para pemilihnya.

Kubu garis keras Syriza kemudian membentuk partai sempalan, Popular Unity, yang mendorong Yunani untuk segera keluar dari zona euro, namun hasil jajak pendapat memperlihatkan bahwa partai baru tersebut tidak berhasil masuk ke dalam parlemen. Syriza masih memimpin perolehan suara, disusul oleh partai New Democracy. Sentimen positif akan diperoleh euro jika salah satu di antara kedua partai itu memenangkan pemilu dengan suara mayoritas; jika terjadi sebaliknya, euro akan mendapat sentimen negatif.

  1. Chinese Caixin Flash Manufacturing PMI: Rabu (23/9), 08.45 WIB

Data independen ini sangat penting bagi pasar, terutama setelah Fed menganggap bahwa pelambatan ekonomi China merupakan hal yang perlu mendapat perhatian. Setelah data Agustus yang dirilis di angka 47.3, data pendahuluan September diperkirakan naik tipis menjadi 47.6. Jika memang demikian, maka data tersebut mencerminkan bahwa ekonomi China masih mengalami kontraksi (di bawah 50).

  1. Pidato Mario Draghi: Rabu (23/9), 20.00 WIB

Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, dijadwalkan akan memberikan pernyataan di depan Perlemen Ekonomi dan Komite Moneter Eropa di Brussels. Setelah ECB memangkas proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 dan menyusul sinyal dari Draghi bahwa jika dianggap perlu, quantitative easing (QE) kemungkinan akan kembali diluncurkan untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Draghi juga mengakui bahwa tingkat inflasi bisa saja berubah menjadi negatif dalam waktu dekat. Pasar diperkirakan akan volatile merespon pernyataan Draghi nanti.

  1. German Ifo Business Climate: Kamis (24/9), 15.00 WIB

Indeks sentimen bisnis di Jerman membaik di bulan Agustus, menjadi 108.3 dari pembacaan di angka 108 di bulan Juli, menyusul positifnya rilis data sektor manufaktur. Perekonomian Jerman terlihat terus tumbuh di kuartal II-2015 sebesar 0,4%, menyusul ekspansi yang terjadi sebesar 0,3% di kuartal sebelumnya. Para responden merasa semakin yakin akan situasi ekonomi terkini. Meskipun demikian, banyak perusahaan agak pesimis tentang kondisi bisnis di masa datang.

Indeks sentimen bisnis diperkirakan akan turun menjadi 107.8 di bulan September.

  1. US Durable Goods Orders: Kamis (24/9), 19.30 WIB

Pemesanan untuk barang pabrikan tahan lama di AS terus meningkat di bulan Juli, naik untuk dua bulan berturut-turut. Pemesanan baru naik sebesar 2% menjadi $241.1 milyar di bulan Juli, menyusul kenaikan sebesar 4,1% di bulan Juni. Data Juli tersebut jauh di atas perkiraan para ekonom yang memperkirakan penurunan 0,4%.

Sementara itu, pemesanan untuk barang manufaktur termasuk transportasi mengalami kenaikan 0,6% menjadi $158 milyar di bulan Juli, setelah mengalami penurunan sebesar 0,6% di bulan Juni. Hasil positif ini diperkirakan akan menunjang pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2015.

Data durable goods orders bulan ini diperkirakan turun 2%, sementara core orders diperkirakan naik 0,2%.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (24/9), 19.30 WIB

Jumlah warga negara AS yang mengisi klaim awal untuk tunjangan pengangguran secara tidak terduga mengalami penurunan di pekan lalu sebesar 11.000 menjadi 264.000. Ini menjadi indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi terus membaik di sektor lapangan pekerjaan. Angka rata-rata empat mingguan turun menjadi 272.500 dari angka 275.250 di pekan sebelumnya. Di pekan ini klaim tunjangan pengangguran diperkirakan mencapai angka 268.000.

  1. Pidato Janet Yellen: Jumat (25/9), 04.00 WIB

Ketua Fed, Janet Yellen, dijadwalkan akan berpidato di University of Massachusets. Ia kemungkinan akan berbicara mengenai keputusan Fed yang mempertahankan suku bunga dan memaparkan rencana baru terkait kenaikan suku bunga yang telah lama dinanti-nanti. Seperti biasa, volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat merespon pernyataan Yellen.

  1. US GDP: Jumat (25/9), 19.30 WIB

Perekonomian AS mengalami pertumbuhan sebesar 3,7% di kuartal II-2015. Kenaikan tersebut memberikan sentiment yang sangat positif untuk USD. Di rilis ke-3 (final), data ini kemungkinan akan dikonfirmasi.

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

AUD/USD masih bergerak dalam uptrend. Harga terkoreksi masuk ke area di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart yang sama. Harga juga masih berada di area acuan Fibonacci yaitu kisaran 0.71585-0.72043. Dengan demikian bias mingguan untuk AUD/USD adalah BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area acuan Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish), barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.72327-0.72786.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 0.71585 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.71301-0.70842.

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

EUR/USD masih bergerak dalam uptrend. Kendati koreksi terjadi cukup dalam namum masih berada di area di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart yang sama. Harga memang sempat turun ke bawah 1.13070 namun masih tertahan oleh MA 50. Selain itu harga kembali rebound dan berada di dekat area acuan Fibonacci yang berada di kisaran 1.13070-1.13651. Dengan demikian bias mingguan untuk EUR/USD cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area acuan Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish) dan diikuti oleh penembusa ke atas 1.13651, barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.14010-1.14591.

Sebaliknya berhati-hatilah jika harga tembus ke bawah MA 50 karena hal tersebut kemungkinan besar justru akan akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.12711-1.12130.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

GBP/USD masih bergerak dalam uptrend. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart yang sama. Harga terkoreksi ke area support Fibonacci di kisaran 1.55318-1.54542. Dengan demikian bias mingguan untuk GBP/USD adalah BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area support Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish), barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.55798-1.56574.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 1.54542 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.54062-1.53286.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

USD/JPY kembali bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart yang sama. Harga masih berada di area acuan Fibonacci yaitu kisaran 119.787-120.244. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/JPY adalah BEARISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 119.504-119.046.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 120.244 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 120.527-120.985.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

USD/CHF kembali melakukan pull-back dan masuk ke area di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart yang sama. Harga terlihat menguji area resistance di kisaran 0.97058. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/CHF cenderung BEARISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 0.96437. Penembusan ke bawah 0.96437 diperkirakan akan memperbesar momentum bearish dan kemungkinan akan diikuti oleh penguatan Swiss franc lebih jauh dengan potensi hingga kisaran 0.95817.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 0.97058 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.97613 atau mungkin bahkan 0.98168.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

NZD/USD mulai bergerak dalam uptrend. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart yang sama. Harga terkoreksi ke area support Fibonacci di kisaran 0.63784-0.63310. Di saat yang sama mendekati MA 20 dan MA 50 yang keduanya mulai bergerak naik. Dengan demikian bias mingguan untuk NZD/USD cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area support Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish), barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.64078-0.64552.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 0.63310 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kiwi hingga kisaran 0.63016-0.62542.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

GOLD mulai bergerak dalam uptrend. MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart H4 dan harga emas saat ini bergerak di atas kedua MA tersebut. Pada saat analisa ini dibuat, harga emas masih bergerak menguji area resistance yang berada di 1141.50. Dengan demikian bias mingguan untuk emas cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, Anda bisa menunggu sampai terlihat ada konfirmasi penembusan ke atas 1141.50 sebelum membuka posisi buy dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1151.61-1162.91. Ingat bahwa penembusan yang terjadi harus valid dan signifikan.

Sebagai strategi alternatfnya Anda bisa menunggu koreksi ke area support Fibonacci yang berada di kisaran 1125.14-1115.04. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal bullish sebelum membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1131.39-1141.50.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 1115.04 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1108.79-1098.68.

Tips Trading Menghadapi FOMC Meeting

Dalam forex trading, cara terbaik untuk mengantisipasi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menghasilkan keputusan tingkat suku bunga Federal Reserve (Fed) di tengah ketidakpastian adalah: menunggu. Tak diragukan lagi bahwa pengumuman tingkat suku bunga kali ini berpotensi memicu volatilitas pasar. Apalagi setelah itu Janet Yellen, Ketua Fed, akan memberikan pernyataan resmi yang akan dijadikan petunjuk oleh para pelaku pasar dan akan mempengaruhi USD.

Hampir semua sektor bisnis di Amerika Serikat (AS), terutama perumahan, menjadikan skenario yang akan dijalankan FOMC. Berdasarkan survey terakhir yang dilakukan Bloomberg, 50% ekonom percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dan 50% lagi memperkirakan tidak akan ada perubahan. Meskipun demikian, ada kemungkinan akan ada kejutan kenaikan sebesar 25 basis poin. Mungkin saja, meskipun tidak ada yang berani memastikan hal tersebut.

Sayangnya, melakukan trading berdasarkan keputusan suku bunga Fed tidaklah sederhana. Pada rapat FOMC kali ini, Fed juga akan merilis proyeksi ekonomi bersamaan dengan keputusan suku bunga dan akan diikuti oleh konferensi pers oleh Janet Yellen.

Kita mungkin akan melihat reaksi pasar segera setelah pengumuman dilakukan, diikuti oleh sedikit koreksi dan kemudian terjadi konsolidasi harga sebelum Yellen mengadakan konferensi pers. Pada saat konferensi pers berakhir, USD kemungkinan akan mulai bergerak ke arah tertentu, dan itulah reaksi pasar yang sesungguhnya.

Ada setidaknya tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengumuman tersebut:

  1. Tingkat suku bunga
  2. Petunjuk dari pernyataan resmi Fed
  3. Proyeksi ekonomi

Dan inilah skenario yang mungkin bisa terjadi dan efeknya terhadap USD:

  1. Suku bunga naik namun ada implikasi bahwa kenaikan tersebut adalah yang terakhir di tahun ini.

    Efek yang mungkin terjadi: USD pada awalnya akan menguat kemudian terkoreksi

  1. Tidak ada kenaikan suku bunga namun ada indikasi bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan tahun berikutnya.

    Efek yang mungkin terjadi: pada awalnya USD akan melemah namun kemungkinan akan diikuti oleh penguatan yang cukup panjang.

  1. Tidak ada kenaikan suku bunga dan tidak ada petunjuk kapan kenaikan suku bunga akan dilaksanakan.

    Efek yang mungkin terjadi: pelemahan USD dalam beberapa hari selanjutnya.

  1. Ada kenaikan suku bunga dan ada indikasi bahwa tahun depan akan ada kenaikan suku bunga lagi, jika ekonomi AS terus menguat.

    Efek yang mungkin terjadi: rally penguatan USD, dan mungkin bisa terjadi selama beberapa hari.

Salah satu hal yag menyebabkan keputusan suku bunga kali ini demikian rumitnya adalah bahwa ada perbaikan sekaligus pelemahan terhadap ekonomi AS sejak pertemuan FOMC di bulan Juli lalu. Pertumbuhan lapangan pekerjaan dan manufaktur melambat, retail sales naik sebagian dan tingkat kepercayaan konsumen beragam. Meskipun demikian, tingkat penghasilan naik, tingkat pengangguran turun dan sektor perumahan sedang memperoleh momentum positif.

Bersiaplah menghadapi keputusan FOMC. Pergunakan modal Anda dengan bijak dan batasi resiko Anda.

Tips Memulai Forex Trading Saat Kurs USD Mahal

Kurs rupiah terhadap USD masih terpuruk. Sekarang, kurs USD/IDR telah bertengger di area 14.000-an. Itu berarti 1 USD seharga sekitar Rp 14.000,00. Nah, jika saat ini Anda ingin memiliki uang sejumlah – misalnya – USD 500, maka Anda setidaknya harus menyediakan sekitar Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah). Anda bisa melakukan hal itu di money changer atau bank (dan saat Anda lakukan itu sebenarnya Anda sudah melakukan forex trading).

Rupiah memang saat ini sedang melemah terhadap USD, seperti halnya hampir semua mata uang lain di dunia ini. Namun kita tidak bisa lantas meniadakan kemungkinan rupiah akan kembali menguat terhadap USD. Jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana pemerintah, penguatan rupiah bisa saja kembali terjadi cukup tajam.

Pelemahan dan Penguatan Rupiah

Kita lihat contoh kejadian pada tahun 2008. Pada pertengahan November 2008 rupiah pernah tertekan hingga kisaran 13.000-an. Namun dalam tujuh pekan selanjutnya berangsur-angsur pulih hingga kisaran 10.700-an. Anda bisa melihat bahwa ada penguatan sebesar 2.300 poin sejak mencapai level terlemah 2008 hingga awal tahun 2009.

Bayangkan Anda telanjur membeli USD di harga 13.000 sebesar USD 500 seperti contoh di atas. Ketika rupiah menguat ke kisaran 10.700, nilai USD 500 Anda tinggal sebesar Rp 5.350.000,00. Secara nilai, Anda sudah rugi sebesar Rp 1.650.000,00.

Membuka Akun Trading

Nah, katakanlah saat ini Anda sudah siap untuk terjun ke dunia forex trading. Anda telah belajar dan melakukan simulasi. Lalu Anda melakukan registrasi di salah satu broker yang menerapkan floating rate untuk kurs USD/IDR (alias sama dengan kurs yang berlaku saat ini). Anda memutuskan untuk memulai dengan modal senilai – misalnya – USD 500. Dengan kurs sekarang (14.000), maka modal sebesar USD 500 itu berarti senilai Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah).

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: bagaimana jika seandainya rupiah menguat?

Tentu saja hal tersebut tidak akan menjadi masalah jika Anda membuka akun dengan menggunakan mata uang USD, bukan rupiah. Artinya, Anda sebelumnya memang sudah memiliki uang dollar (USD) dalam bentuk “fisik” sebesar USD 500 sebelum membuka akun.

Tetapi jika Anda sebelumnya tidak pernah memiliki USD dalam bentuk fisik maka Anda harus menukar rupiah Anda ke USD; dengan kata lain: membeli USD di harga yang cukup tinggi. Anda harus menyediakan uang sejumlah tujuh juta rupiah.

Di situlah masalahnya.

Katakanlah seandainya USD/IDR jatuh ke 12.000. Ketika itu terjadi, maka nilai USD 500 Anda tidak lagi sebesar tujuh juta rupiah melainkan telah berkurang menjadi 6.000.000 rupiah. Berkurang 1.000.000 rupiah atau sekitar 15%. Tanpa melakukan trading pun, modal Anda telah menyusut sebesar 1 juta rupiah.

Lalu Bagaimana?

Apakah sebaiknya Anda menunggu sampai USD kembali menjadi murah?

Sebenarnya tidak perlu. Solusinya sangat sederhana.

Anda tinggal membuka akun trading bersama broker forex yang menetapkan fixed rate. Artinya, kurs yang ditetapkan dipatok di angka tertentu.

FOREXimf memiliki fasilitas tersebut. Fixed rate yang ditetapkan adalah Rp 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) atau Rp 12.000.000,00 (dua belas ribu rupiah). Kebanyakan trader memilih fixed rate yang disebutkan pertama, yaitu sepuluh ribu rupiah.

Jadi, jika Anda ingin membuka akun trading (real account) dengan modal awal misalnya senilai USD 500, maka Anda cukup menyediakan dana sebesar lima juta rupiah saja. Bandingkan dengan jika Anda membuka akun dengan kurs yang berlaku saat ini. Ada selisih dua juta rupiah. Jauh lebih murah.

Bagaimana Perhitungan Untung/Ruginya?

Dengan menggunakan fixed rate, Anda tak perlu lagi dipusingkan oleh naik-turunnya kurs dollar terhadap rupiah. Pokoknya USD 1 dipatok senilai sepuluh ribu rupiah. Jadi, ketika nanti Anda melakukan withdrawal, pengalinya tetap sepuluh ribu rupiah.

Katakanlah Anda berhasil memperoleh keuntungan sebesar USD 100, maka jika Anda cairkan keuntungan itu akan dikalikan dengan sepuluh ribu rupiah, yaitu menjadi satu juta rupiah. (Tentu saja untuk bisa mendapatkan keuntungan Anda harus melakukan transaksi. Jika Anda ingin mencoba berlatih transaksi terlebih dahulu, silakan klik di sini.)

Jika Anda tarik semua dana Anda yaitu sebesar USD 500 tadi, maka Anda akan tetap memperoleh senilai lima juta rupiah.

Jadi, mahalnya kurs dollar tidak perlu menjadi penghalang Anda untuk memulai forex trading, karena FOREXimf menyediakan fixed rate seperti yang telah dijelaskan. Modal yang Anda butuhkan sekarang bisa jauh lebih murah.

Apakah hanya itu benefit yang akan Anda dapatkan? Tentu tidak.

Anda akan mendapatkan bantuan dalam melakukan analisa dan mencari peluang pasar. Anda juga akan memiliki akses untuk edukasi trading yang lebih lengkap (misalnya webinar khusus nasabah). Anda juga bisa mendapatkan layanan analisa secara langsung melalui handphone Anda dengan mempergunakan aplikasi WhatsApp GRATIS tanpa biaya tambahan. Anda akan bisa mendapatkan update peluang dan situasi pasar terkini di mana pun Anda berada. Dikombinasikan dengan FOREXimf Mobile Trader, fitur ini bisa menjadi sangat bermanfaat.

Tunggu apa lagi? Segeralah mulai petualangan trading Anda. Dapatkan fasilitas-fasilitas tersebut untuk Anda sekarang dengan mengklik tautan ini.

Aplikasi Strategi Locking Dalam Forex Trading

Salah satu strategi manajemen resiko dalam forex trading adalah locking.  Ada juga yang menyebutnya sebagai position hedge/hedging. Di blog ini pernah dimuat tulisan yang membahas strategi ini dilihat dari sisi negatifnya (baca: Mengupas Strategi Locking Dalam Forex Trading).

Jika dalam artikel tersebut penulis membeberkan “kemubaziran” strategi locking yang biasa dilakukan trader, kali ini – untuk menepati janji dalam artikel tersebut –  akan dibahas penggunaan strategi locking yang lebih “aman”.

Menyiasati ketidakpastian

Semua trader tentu maklum bahwa ada ketidakpastian dalam pergerakan pasar. Biasanya kita menerapkan penggunaan stop loss (SL) untuk menyiasati ketidakpastian, dengan tujuan untuk meminimalisir resiko. Dengan menggunakan stop loss, dengan sendirinya kita sudah membatasi resiko.

Tetapi tidak cukup banyak yang menyadari bahwa ketika transaksi kita dalam keadaan untung pun bisa saja dengan cepat berubah menjadi kerugian, terutama ketika ada rilis data ekonomi penting (big figures). Anda mungkin cukup sering menemui keadaan ketika harga berbalik arah sedemikian cepatnya bahkan hingga menghajar level stop loss yang telah dipasang sebelumnya, padahal tadinya posisi Anda sedang dalam keadaan untung (floating profit).

Itu karena pasar merespon data yang dirilis. Data big figure memang biasanya (tidak selalu) memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga, sehingga pergerakan yang volatile sering terjadi setidaknya 20 menit pertama setelah data tersebut diumumkan.

Kejadian tersebut tentu mengesalkan. Untuk mengantisipasinya ada setidaknya tiga pilihan strategi yang bisa Anda lakukan:

–          Menutup posisi menjelang rilis data penting

–          Menerapkan trailing stop

–          Menerapkan strategi locking

Yang akan kita bahas di artikel kali ini adalah menerapkan strategi locking  tersebut.

“Locking profit”

Lho, mengapa di-locking? Bukankah kondisi transaksi sedang untung? Bukankah itu berarti membatasi keuntungan? Mengapa tidak membiarkannya hingga mencapai level take profit (TP)?

Memang benar. Saya tidak sedang menganjurkan Anda untuk menganggap bahwa strategi ini sebagai satu-satunya pilihan, melainkan sedang membagikan pandangan bahwa justru pada kondisi seperti inilah locking bolehdilakukan. Adapun keputusan pilihan Anda, tentu terserah Anda.

Konsep dasarnya adalah menyiasati ketidakpastian akibat efek pengumuman data penting tadi.

Anggaplah saat menjelang rilis data penting posisi Anda sedang floating profit. Biasanya, menjelang rilis data penting, harga cenderung akan bergerak sideways. Secara teknikal, sistem trading Anda mengatakan bahwa masih ada potensi harga akan bergerak sesuai dengan posisi Anda, namun kondisi pasar yang sideway menjelang data cukup menyebalkan.

Nah, dalam kondisi seperti itu tidak ada salahnya Anda “mengunci” keuntungan yang telah didapatkan dengan melakukan “locking profit”. Ketika kemudian data dirilis dan harga bergerak searah dengan posisi sebelumnya, Anda tinggal “buka kuncian” dengan membuang posisi yang berlawanan dengan pasar. Setelah itu Anda tinggal membiarkan pasar menentukan ending posisi yang masih terbuka. Ini tidak bertentangan dengan konsep “let your profits run”.

Contohnya seperti ini:

Anda telah memiliki posisi terbuka yaitu buy GBP/USD sebanyak 1 lot, misalkan di level 1.50000. SL dipasang di 1.49000 dan TP di 1.52000. Kemudian harga bergerak naik dan mencapai area 1.51000. Pada saat itu, kondisi transaksi Anda adalah floating profit 1000 pips.

Beberapa waktu menjelang rilis data penting, harga bergerak sideway padahal TP Anda belum tercapai. Dengan menggunakan strategi locking profit, Anda membuka satu lot posisi sell di 1.51000. Dengan demikian, kondisi transaksi Anda adalah “terkunci” dengan keuntungan 1000 pips.

Ingat bahwa ketika harga bergerak sideway, pada dasarnya terbentuk resistance di pasar. Perhatikan level resistance tersebut. Misalnya di kisaran 1.51200.

Nah, ketika data penting diumumkan dan efeknya positif bagi poundsterling lalu diikuti oleh penembusan ke atas 1.51200, segera buang (tutup) posisi sell yang Anda buka tadi. Posisi tersebut tentu mengalami kerugian sebesar 200 pips. Namun ketika ternyata harga terus naik menyentuh level 1.52000, posisi Buy yang terbuka akan membukukan keuntungan sebesar 2000 pips. Keuntungan bersih Anda menjadi 2000-200 = 1800 pips.

Ini tentu lebih baik daripada jika misalnya rilis data penting tersebut buruk dan memberikan sentimen negatif bagi poundsterling. Katakanlah harga kemudian turun hingga 1.49900, maka seandainya Anda tidak mempersiapkan antisipasinya Anda akan merugi sebesar 100 pips (padahal tadinya sempat untung 1000 pips).

Ilustrasinya seperti ini:

Sebelum data penting diumumkan:

Locking Profit Sebelum Data Dirilis

Strategi jika data penting sudah diumumkan dan hasilnya positif:

Buka Locking Profit Setelah Data Rilis

Bagaimana seandainya setelah menerapkan strategi locking profit di atas, ternyata rilis data penting itu buruk dan harga turun? Mudah saja. Anda tinggal tutup semua transaksi tersebut di atas dengan keuntungan 1000 pips (brutto, sebelum komisi dan swap jika ada).

Nah, demikianlah salah satu cara penerapan strategi locking dalam forex trading. Silakan Anda coba terlebih dahulu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim Market Analyst kami melalui Live Chat. Untuk mendapatkan layanan yang lebih baik, silakan buka demo account di sini. Jika Anda sudah siap bertransaksi, bukalah real account di sini. Dengan membuka real account bersama FOREXimf.com, Anda akan mendapatkan layanan yang lebih lengkap lagi, di antaranya konsultasi langsung melalui handphone Anda menggunakan aplikasi WhatsApp.

ANALISA FOREX MINGGUAN 14-18 SEPTEMBER 2015

Pasar kembali menantikan hasil dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Angka klaim pengangguran pekan lalu kembali memperlihatkan perbaikan yang berkelanjutan di sektor lapangan pekerjaan, dengan turunnya jumlah klaim sebesar 6.000. Ini merupakan rilis data yang ke-27 kalinya dengan pencatatan di bawah 300.000 klaim, yang sepertinya bisa meningkatkan keyakinan Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunga.

Meskipun inflasi menurun, namun pertumbuhan lapangan pekerjaan yang masih stabil dan tingkat pengangguran yang rendah diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan gaji, yang pada gilirannya diharapkan akan menaikkan inflasi ke target Fed di 2%.

Apakah Fed akan memutuskan langkahnya di bulan ini?

Berikut adalah data ekonomi penting pekan ini:

Data Jadwal Komentar
Suku bunga Jepang Selasa (15/9); tentative Bank of Japan memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga pada pertemuan bulan Agustus lalu dan mempertahankan program stimulus besar-besaran yang dipercaya akan menaikkan inflasi menuju target 2%. Kuroda mencatat bahwa pelemahan yen positif untuk ekspor namun pada saat yang sama memberikan dampak negatif bagi rumah tangga dan perusahaan-perusaahaan kecil karena dengan naiknya ongkos impor. Tingkat kepercayaan konsumen terus membaik dan tingkat belanja masyarakat masih bagus.
Data inflasi Inggris Selasa (15/9); 15.30 WIB Indeks harga konsumen naik 0,1% di bulan Juli setelah bergerak flat selama hampir enam bulan terakhir dan turun di bulan April. Harga pakaian turun lebih dari perkiraan hingga kenaikan CPI menjadi kecil. Para analis memperkirakan bahwa inflasi akan tetap rendah karena jatuhnya harga minyak dunia.Meskipun ada spekulasi bahwa Bank of England (BOE) akan menaikkan suku bunga, namun kenaikan suku bunga oleh BOE diperkirakan paling cepat di semester ke-2 tahun 2016. Inflasi Inggris diperkirakan akan turun lagi ke nol persen.
German ZEW Economic Sentiment   Sentimen Jerman terus turun di bulan Agustus, mencapai indeks 25.0 setelah sebelumnya tercatat di 29.7 poin di bulan Juli dan 31.5 di bulan Juni. Ini merupakan penurunan yang ke-5 kalinya secara berturut-turut. Meskipun secara fundamental perekonomian Jerman masih kuat, namun kondisi geopolitik dan ekonomi global menimbulkan ketidakpastian pada prospek ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi Jerman mungkin akan tersendat. Sentimen investor Jerman diperkirakan kembali turun ke 18.3 di bulan September.
US Retail sales Selasa (15/9), 19:30 WIB Penjualan eceran AS rebound di bulan Juli, naik 0,6% karena naiknya permintaan, menunjukkan bahwa tingkat belanja masyarakat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Data ini sejalan dengan perkiraan. Naiknya jumlah pekerja, gaji serta murahnya harga bahan bakar meningkatkan daya beli masyarakat. Data belanja masyarakat merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh Fed dalam memutuskan tingkat suku bunga. Ekonom memperkirakan data penjualan eceran akan naik 0,4% sementara penjualan inti diperkirakan naik sebesar 0,1%.
Data tenaga kerja Inggris Rabu (16/9); 15.30 WIB Jumlah warga Inggris yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran di luar dugaan turun di bulan Juli, turun sebesar 4.900 sementara tingkat pengangguran stabil (5,6%) di dekat level terendah enam tahun. Klaim pengangguran kali ini diperkirakan turun sebesar 5.100.
Data inflasi AS Rabu (16/9); 19:30 WIB Indeks harga konsumen AS sedikit naik di bulan Juli seiring penurunan terbesar sejak tahun 1995 pada harga tiket pesawat terbang. CPI naik 0,1%, menandai kenaikan untuk yang ke-6 kalinya secara berturut-turut. Meskipun tingkat inflasi rendah, Fed meyakini inflasi akan meningkat dan mencapai target 2%. Para pejabat Fed telah menyatakan bahwa mereka tidak harus melihat kenaikan inflasi sebelum menaikkan suku bunga dan rendahnya inflasi bukan alasan untuk menunda kenaikan suku bunga. Inflai inti hanya naik 0,1% karena turunnya harga tiket pesawat terbang sebesar 5,6%. CPI kali ini diperkirakan turun sebesar 0,1% dan inflasi inti kemungkinan naik 0,1%.
Suku bunga Swiss Kamis (17/9); 13.30 WIB Swiss National Bank (SNB) mempertahankan tingkat suku bunga pada pertemuan Juni lalu. Para ekonom memperkirakan SNB akan memeprtahankan suku bunga di -0.75% tahun ini. SNB juga menaikkan proyeksi inflasi 2015-2016 namun menurunkan proyeksinya untuk tahun 2017. Para pejabat SNB mengumumkan bahwa SNB tidak berniat mengubah tingkat suku bunga untuk saat ini dan tetap memantau efeknya.
US Building Permits Kamis (17/9); 19.30 WIB Proyek pembangunan rumah di AS naik ke angka tertingi dalam delapan tahun terakhir yaitu 1,21 juta unit di bulan Juli, namun jumlah izin mendirikan bangunan turun 16,3% di bulan yang sama menjadi 1,12 juta unit setelah tiga bulan berturut-turut sebelumnya mengalami kenaikan. Penurunan ini sebagai dampak kadaluarsanya insentif pajak di New York dan kemungkinan hanya bersifat sementara. Jumlah izin mendirikan bangunan diperkirakan akan kembali naik menjadi 1,15 juta unit.
US Unemployment claims Kamis (17/9); 19.30 WIB Klaim pengangguran turun pekan lalu sehingga bisa menjadi satu lagi alasan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga. Klaim turun sebesar 6.000 menjadi 275.000. Jumlah klaim pengangguran pekan ini diperkirakan mencapai 276.000.
US Philly Fed Manufacturing Index Kamis (17/9); 21.00 WIB Aktivitas manufaktur di kawasan Philadephia naik melebihi perkiraan di bulan Agustus, tercatat 8.3 poin. Data positif ini terkait optimisme akan prospek ekonomi Amerika Serikat. Data selanjutnya diperkirakan mencapai 6.1.
Proyeksi ekonomi FOMC dan keputusan suku bunga Jumat (18/9), 01.00 WIB; konferensi pers Yellen pukul 01.30 WIB  Perdebatan tentang kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Fed untuk yang pertama kalinya sejak tahun 2006 telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Laporan tenaga kerja bulan Agustus memperlihatkan data non-farm payrolls naik sebesar 173.000 sementara tingkat pengangguran turun menjadi 5,1%. Lebih jauh lai, data penjualan eceran bulan Agustus mendukung kenaikan suku bunga. Terkait inflasi, Wakil Ketua Fed, Stanley Fischer mengatakan “ada alasan baik untuk percaya” bahwa inflasi akan meningkat, menandakan bahwa tingkat inflasi bukanlah faktor penting bagi Fed saat ini. Para analis memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga menjadi 0.50%. Sebaiknya pantau apa pun yang berkaitan dengan keputusan Fed ini.

ANALISA TEKNIKAL

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

EUR/USD bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart yang sama. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak menguji area resistance di kisaran 1.13583. Bias mingguan cenderung bullish terutama jika resistance tersebut tembus.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi buy dengan setidaknya dua alternatif strategi. Strategi pertama adalah menunggu konfirmasi penembusan ke atas 1.13583, dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1.14224-1.14942.

Sebagai strategi alternatifnya adalah menunggu koreksi ke area support yang berada di kisaran 1.12543-1.11900. Jika koreksi terjadi ke area itu, carilah konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.12940-1.13582.

Berhati-hatilah jika support 1.11900 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.11503-1.10861.

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

AUD/USD bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart yang sama. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak di area resistance di kisaran 0.71344. Bias mingguan cenderung bullish.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi buy dengan strategi menunggu koreksi ke area support yang berada di kisaran 0.70477-0.69941. Jika koreksi terjadi ke area itu, carilah konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.70808-0.71344.

Berhati-hatilah jika support 0.69941 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan aussie hingga kisaran 0.69610-0.69074.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

GBP/USD bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart yang sama. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak menguji area resistance di kisaran 1.54748. Bias mingguan cenderung bullish terutama jika resistance tersebut tembus.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi buy dengan setidaknya dua alternatif strategi. Strategi pertama adalah menunggu konfirmasi penembusan ke atas 1.54748, dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1.55481-1.56302.

Sebagai strategi alternatifnya adalah menunggu koreksi ke area support yang berada di kisaran 1.53561-1.52827. Jika koreksi terjadi ke area itu, carilah konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.54015-1.54748.

Berhati-hatilah jika support 1.52827 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.52373-1.51640.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

USD/JPY bergerak di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Kedua MA bergerak relatif flat di chart yang sama. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak di area resistance di kisaran 121.574. Bias mingguan cenderung netral.

Bias mingguan baru akan berubah menjadi bullish jika terjadi penembusan ke atas 121.574, dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 122.577-124.565.

Sebaliknya, berhati-hatilah jika support 118.571 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 117.230-116.142.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

USD/CHF bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4, namun kedua MA 20 masih berada di atas MA 50 di chart yang sama. Dengan demikian bias mingguan belum bisa dikatakan berubah menjadi bearish, terutama jika support 0.96651 belum tembus. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak di area acuan Fibonacci di kisaran 0.97253-0.96651. Dengan demikian bias mingguan masih berpotensi bullish.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi buy di area Fibonacci tersebut di atas. Carilah konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.97624-0.98225.

Berhati-hatilah jika support 0.96651 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.96275-0.95678.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

NZD/USD bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart yang sama. Dengan demikian bias mingguan cenderung bearish.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi sell di area resistance 0.63220-0.64688. Carilah konfirmasi sinyal sell di area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 0.62311-0.60843.

Berhati-hatilah jika resistance 0.64688 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kiwi hingga kisaran 0.65597-0.67065.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

Harga emas bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4 dan kedua MA tersebut masih mengarah ke bawah. Pull-back terjadi mendekati area resistance yang berada di kisaran 1109.36-1115.95. Dengan demikian bias mingguan cenderung bearish.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi sell di area resistance tersebut di atas. Carilah konfirmasi sinyal sell di area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 1105.28-1098.68.

Berhati-hatilah jika resistance 1115.95 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat emas hingga kisaran 1120.03-1126.63.

Perlukah Mengganti Strategi Trading Forex?

Ada kalanya Anda mengalami kerugian meskipun telah menerapkan strategi trading dengan benar, dalam arti sesuai dengan rule yang ditetapkan oleh sistem trading tersebut. Terkadang kerugian demi kerugian bahkan terjadi dengan beruntun. Anda telah paham bahwa forex trading memang beresiko, namun kerugian beruntun itu membuat Anda bertanya-tanya apakah memang sistem trading yang Anda pergunakan memang benar-benar efektif?

Jika Anda telah memahami bahwa resiko memang adalah bagian tak terpisahkan dari trading, maka mindset Anda sudah benar. Bahwa Anda menjadi ragu akan efektivitas dan akurasi sistem trading yang Anda pergunakan, itu lain hal. Perlu Anda ketahui bahwa bukan hanya Anda yang pernah merasakan hal seperti itu.

Lalu apa yang bisa Anda lakukan?

Stay calm and stick to the plan

Ingat bahwa sebelum Anda memutuskan untuk menerapkan strategi trading tertentu, Anda telah lebih dahulu melakukan uji coba. Uji coba tidak cukup hanya dilakukan beberapa kali saja, melainkan harus dalam kurun waktu tertentu.

Ada dua tahap uji coba sebuah sistem trading. Tahap pertama adalah backtest, yaitu mempergunakan data pergerakan harga beberapa waktu sebelumnya. Kami menyarankan untuk melakukan backtest setidaknya dengan data pergerakan tiga tahun terakhir, agar Anda bisa mengetahui reaksi sistem trading tersebut dalam berbagai kondisi pasar.

Tahap selanjutnya adalah forward test, yaitu melakukan trading dengan dalam situasi pasar sesungguhnya (real time). Tahapan forward test ini dibagi lagi menjadi dua tahap: demo dan real. Di tahap demo, Anda menguji coba sistem tersebut (tepatnya: simulasi) dengan melakukan transaksi di demo account. Anda bisa mendapatkan demo account dengan mendaftar di sini.

Forward test tahap demo ini juga sebaiknya tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Minimal Anda lakukan selama enam bulan dengan konsisten. Minimal tiga bulan. Ketika sudah bisa memperlihatkan hasil positif, barulah Anda lanjutkan di ke tahap real di real account.

Di tahap real Anda akan menguji coba sistem tersebut dengan modal sungguhan. Untuk itu Anda perlu membuka real account di sini.

Catatan: dengan membuka real account di FOREXimf.com, Anda akan berkesempatan melakukan uji coba sistem trading yang telah diuji coba dan dikembangkan oleh tim Market Analyst FOREXimf.com yang dibagikan khusus untuk nasabah FOREXimf.com. 

Jadi, tidak ada alasan untuk cepat berputus asa dengan strategi trading yang Anda pergunakan meskipun – misalnya – saat ini bertubi-tubi dilanda kerugian. Toh Anda sebelumnya sudah membuktikan bahwa sistem atau strategi trading tersebut memang profitable.

Tetapi masih ada pertanyaan: mengapa kerugian terjadi bertubi-tubi? Nah, untuk menjawab rasa penasaran itu, lakukan langkah selanjutnya: review kondisi pasar.

Review kondisi pasar

Tidak semua sistem trading bisa bekerja dengan baik di semua kondisi pasar. Sebagai contoh, sistem trading yang berbasis trend following biasanya tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan saat pasar bergerek sideway atau flat. Sebaliknya, sistem trading yang memanfaatkan range sempit biasanya juga kelabakan ketika disuguhi rally pasar yang panjang.

Maka, ketika kerugian-kerugian yang Anda alami mulai terasa “tidak wajar”, cobalah untuk mengkaji ulang kondisi pasar saat itu sebelum memutuskan untuk mengganti sistem trading yang sudah Anda miliki.

Coba evaluasi, apakah kondisi pasar saat itu memang memungkinkan penggunaan sistem trading tersebut?

Sesuaikan trading plan

Trading plan tidak boleh kaku. Salah satu bentuk fleksibilitas trading plan Anda adalah menyesuaikan pengelolaan modal dan pembatasan resiko.

Jika misalnya dalam trading plan sebelumnya Anda menetapkan toleransi resiko 5% per transaksi, ubahlah menjadi – misalnya – 3%, jika memungkinkan.

Jika pada mulanya Anda mematok risk-to-reward ratio 1:2, cobalah untuk sedikit berkompromi dengan memperkecil perbandingannya menjadi 1:1.

Jangan lupa untuk juga menyesuaikan toleransi resiko sesuai dengan kondisi modal terkini. Jika misalnya modal awal Anda adalah $1,000, dengan toleransi resiko 5% per transaksi maka artinya resiko yang Anda hadapi adalah loss $500 per transaksi.

Tetapi seandainya karena kerugian yang terjadi modal Anda tinggal – katakanlah – $700, maka Anda harus sesuaikan toleransi resiko Anda. Kalaupun akan tetap menggunakan batasan 5%, maka Anda harus menghitungnya dari sisa modal, yaitu $700. Dengan demikian, resiko per transaksi selanjutnya menjadi 5% dari $700, yaitu $35. Dengan demikian, “nafas” Anda di dunia forex trading akan lebih panjang.

Kaji juga kekuatan modal Anda, jangan-jangan justru modal Anda terlalu kecil untuk bisa mengoptimalkan sistem trading yang Anda miliki. Sebagai contoh, saya mencoba untuk menerapkan strategi trading dengan dana minim dan terbukti sulit untuk bisa berhasil. Itu karena keterbatasan modal membuat saya tidak leluasa untuk “menangkap” peluang di beberapa currency pair sekaligus. Silakan baca ulasannya di sini.

Pertimbangkan modifikasi sistem trading

Jika memang Anda merasa – tentunya melalui analisa yang obyektif – bahwa sistem trading yang Anda pergunakan tidak lagi bisa memenuhi kondisi pasar, tidak ada salahnya untuk melakukan perbaikan.

Anda bisa mencoba menilik kembali, bagian-bagian mana yang mungkin terlewat. Apakah sistem tersebut telah “lengkap”, dalam arti telah memiliki komponen-komponen standar? Yang dimaksud dengan “komponen standar” misalnya adalah indikator trend, indikator “trigger” untuk mendapatkan informasi kapan membuka posisi serta indikator yang bisa memberikan Anda informasi kapan harus menutup posisi.

Jika belum lengkap, cobalah lengkapi. Jika sudah lengkap, cobalah perbaiki dan jika memungkinkan: upgrade.

Jadi, jangan terburu-buru mengganti strategi yang Anda miliki, karena hal itu juga berarti Anda harus kembali melakukan adaptasi dalam menerapkan strategi yang baru. Sebelum memutuskan untuk “pindah ke lain hati”, cobalah lakukan langkah-langkah yang disampaikan di atas.

Bagaimana Menyusun Trading Plan Yang Baik?

Forex trading merupakan salah satu sektor di mana pasar bisa berubah dengan signifikan dalam waktu yang singkat. Pasar sangat dinamis, bahkan pada beberapa kesempatan bisa dikatakan “liar”. Jika Anda tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan pasar yang super-dinamis itu, Anda akan kewalahan.

Untuk mengantisipasinya Anda memerlukan trading plan yang baik. Anda harus merancang sedemikian rupa sehingga dengan berbekal trading plan tersebut Anda akan tetap bisa tenang bahkan ketika menghadapi perubahan situasi yang ekstrim.

Perhatikan Detil

Trading plan yang Anda miliki sebaiknya dibuat serinci mungkin.

Jika selama ini trading plan Anda hanya berisi (misalnya) seperti ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : $500

maka ada baiknya Anda lengkapi sedikit lagi menjadi seperti ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari modal awal
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan demikian setiap tindakan yang akan Anda ambil memiliki dasar yang jelas. Anda tahu berapa besar resiko yang akan Anda hadapi, berapa besar potensi keuntungan, berapa besar lot yang harus dibuka, hingga apa dasar pengambilan keputusan (buy, sell, atau close posisi).

Semakin detail trading plan Anda, semakin mudah Anda mengambil keputusan dalam forex trading.

Nah, contoh kasusnya misalnya Anda melakukan analisa seperti ini:

“Harga bergerak dalam uptrend. Bias intraday bullish. Koreksi telah terjadi ke area Fibonacci Retracement kisaran 38.2-61.8. Sinyal bullish terlihat dari stochastic dan CCI 1 jam. Area SL 450 pips dari harga sekarang.”

Dengan trading plan yang lebih rinci seperti contoh di atas, Anda tidak perlu berpikir panjang untuk memutuskan membuka posisi BUY sebesar 1.1 LOT dan memasang SL dan TP sesuai dengan trading plan tersebut.

(Angka 1.1 lot diperoleh dengan perhitungan tertentu, silakan baca artikel mengenai position sizing)

Perhatikan Fleksibilitas

Meskipun kita telah menyusun trading plan dengan rinci, bukan berarti trading plan tersebut harus kita jalankan dengan kaku. Disiplin memang perlu, namun di sisi lain fleksibilitas juga perlu.

Menjadi fleksibel tidak sama dengan menjadi tidak disiplin. Di sisi lain, disiplin juga tidak berarti kaku. Dalam hal menjalankan trading plan, ada beberapa hal yang bisa Anda beri kelonggaran.

Misalnya adalah ketika harga belum menyentuh level SL atau TP namun secara teknikal Anda melihat bahwa sudah saatnya menutup posisi Anda. Pada situasi seperti itu, sah-sah saja jika Anda menutup posisi Anda meskipun resiko belum tersentuh atau keuntungan belum mencapai target.

Namun tentu saja keputusan tersebut harus didasari oleh analisa teknikal yang obyektif, bukan hanya karena ketakutan semata (faktor psikologi); misalnya takut keuntungan yang telah diperoleh berubah menjadi kerugian.

Bentuk fleksibilitas lain adalah “memperbesar” toleransi resiko per transaksi. Jika awalnya Anda menetapkan resiko 5% dari modal untuk setiap transaksi (seperti dalam contoh trading plan di atas), maka untuk selanjutnya Anda bisa menetapkan resiko 5% per transaksi dari equity terakhir.

Misalnya dari modal $10,000 ternyata bisa berkembang menjadi $15,000. Nah, jika sebelumnya Anda menetapkan toleransi resiko per transaksi adalah sebesar $500 (5% dari $10,000), maka setelah equity menjadi $15,000 toleransi resiko per transaksi berubah menjadi $750.

Semua hal itu adalah bentuk-bentuk fleksibilitas yang tidak melanggar kedisiplinan Anda menjalankan trading plan.

Backup Plan

Ingatlah bahwa kita hanya bisa membuat rencana namun tidak bisa mengatur ke arah mana pasar akan bergerak. Resiko mungkin bisa terjadi dan kerugian mungkin menghampiri Anda setiap saat.

Untungnya, trading plan telah memberikan panduan mengenai apa yang harus dilakukan bilamana resiko terjadi.

Sebagaimana contoh trading plan di atas, resiko maksimum telah dibatasi sebesar 50% dari modal awal. Pertanyaannya kemudian adalah: bagaimana seandainya Anda benar-benar merugi hingga 50% dari modal awal?

Jika Anda memang tidak mau lagi melakukan trading ketika sudah merugi sebesar 50% dari modal awal, maka pembahasan akan selesai sampai di sini.

Namun ketika Anda memutuskan untuk membuka akun dengan modal sejumlah dana awal yang Anda setorkan, sejatinya Anda sudah siap menghadapi resiko sebesar itu. Artinya, ketika Anda membuka akun trading dengan modal – misalnya – sebesar $10,000, semestinya Anda sudah mempersiapkan uang itu untuk berinvestasi dengan segala resiko yang menyertainya.

Kita tidak menyiapkan 50% dari modal itu tanpa alasan. Sisa modal itulah – kalau resiko memang terjadi – yang sejak awal memang dipersiapkan sebagai backup plan. Artinya, Anda tidak mengirim semua “pasukan” Anda ke medan pertempuran. Ada separuh yang memang dipersiapkan di “markas” untuk dikirim lagi seandainya “pasukan pertama” gagal meraih kemenangan.

Jika Anda ingin melanjutkan perjuangan dengan modal yang tersisa, maka Anda harus menyiapkan kembali trading plan yang sesuai. Dalam contoh di atas, modal yang tersisa menjadi tinggal $5,000. Dengan demikian, Anda bisa kembali menyusun “strategi pertempuran” misalnya seperti contoh berikut:

Modal : $5,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($2,500)
Resiko per transaksi : 5% dari modal awal
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Anda bisa melihat bahwa dari $5,000 yang tersisa pun tidak semuanya “dikirim ke medan pertempuran”. Kita masih menyiapkan separuh dari mereka sebagai “pasukan cadangan”. Begitu seterusnya.

Mungkin trading plan seperti ini relatif baru bagi Anda. Mungkin juga tidak. Bagi Anda yang ingin mencoba trading plan seperti ini, silakan coba di demo account terlebih dahulu. Begitu Anda bisa mengendalikan modal Anda dengan baik, barulah Anda bisa segera membuka real account.

Selamat mencoba.