Rahasia Menekan Biaya Transaksi Forex Trading

Ketika Anda akan memilih sebuah pialang berjangka (lebih populer dengan sebutan broker forex), apakah yang pertama kali Anda lihat? Apakah spread-nya? Apakah komisi yang dibebankan untuk setiap transaksi (makin murah makin bagus)? Apakah layanannya? Atau kemampuan para analisnya dalam menyediakan analisa forex trading?

Salah satu (atau mungkin semua) hal yang disebutkan di atas mungkin menjadi pertimbangan Anda. Idealnya, Anda memang harus mendapatkan semua hal tersebut dari pialang pilihan Anda. Akan tetapi terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan transaksi, apakah Anda yakin bahwa pialang pilihan Anda sudah memberikan biaya yang termurah?

Bukan Hanya Spread

Kebanyakan trader mengira bahwa spread yang rendah adalah salah satu ciri pialang yang baik. Tidak sepenuhnya salah.

Memang spread yang kecil biasanya lebih diminati karena selisih harga yang harus Anda “kejar” untuk minimal mendapatkan kondisi break event point (BEP) untuk transaksi Anda akan menjadi lebih kecil.

Sebagai contoh, jika Anda melakukan transaksi buy EUR/USD di harga 1.14100 (Bid)/1.14115 (Ask), maka transaksi tersebut akan dieksekusi di harga 1.14115 (harga Ask). Pada saat itu juga Anda akan mengalami floating loss sebesar spread yang berlaku saat itu, yaitu minus 15 pips (quote lima desimal). Artinya, Anda tinggal menunggu harga naik sejauh 15 pips saja untuk memperoleh kondisi impas (BEP).

Akan berbeda ceritanya jika spread yang berlaku selebar – misalnya – 25 pips. Ketika Anda buy di harga 1.14100 (Bid)/1.14125 (Ask), maka Anda harus menunggu harga naik minimal sejauh 25 pips untuk bisa BEP.

Apakah Anda berpikiran seperti itu? Mari kita pikir lagi.

Lihat Juga Komisi

Masalahnya adalah spread bukan satu-satunya hal yang harus kita cermati.

Perlu diketahui bahwa semua pialang berjangka yang beroperasi secara legal di Indonesia (dalam hal ini mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) bisa dipastikan membebankan biaya atas setiap transaksi yang dilakukan. Biaya itu disebut dengan “komisi”.

Komisi ini ibarat “upah” yang harus Anda kepada pialang atas jasanya mengantarkan transaksi Anda ke bursa berjangka, entah itu Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Kedua bursa itu adalah bursa berjangka yang resmi beroperasi di Indonesia. Semua transaksi berjangka Anda (termasuk ketika Anda melakukan forex trading) akan diteruskan ke salah satu atau kedua bursa tersebut.

Di sinilah Anda harus lebih cermat. Mengapa?

Karena komisi juga merupakan salah satu parameter biaya transaksi yang Anda lakukan. Dengan demikian, cara menghitung biaya transaksi adalah:

Biaya Transaksi = Spread + Komisi

Mana Yang Lebih Murah?

Coba lihat contoh berikut ini:

Pialang A menetapkan spread sebesar 15 pips. Ingat ini adalah spread untuk quote dengan lima desimal. Jika di quote empat desimal, ini biasanya ditulis 1.5 (satu koma lima) pips. Komisi yang dibebankan adalah $30 per/lot.

Katakanlah Anda melakukan buy 1 lot di harga 1.14100 (Bid)/1.14115 (Ask), maka itu berarti biaya transaksi Anda saat itu adalah 15 pips ditambah $30. Artinya, biaya transaksi Anda adalah sebesar $45.

Dengan demikian, untuk mengejar BEP saja, bukan pergerakan naik 15 pips yang Anda butuhkan, melainkan 45 pips.

Sekarang coba kita lhat perhitungan biaya transaksi untuk forex trading di FOREXimf.

FOREXimf.com memang tidak menetapkan fixed spread, melainkan mengikuti pergerakan spread di market. Namun rata-rata spread yang sering muncul adalah di kisaran 25 pips. Sementara, komisi yang dibebankan untuk tiap transaksi adalah hanya $5 (lima USD) saja per lot.

Asumsikan Anda melakukan buy 1 lot di harga 1.14100 (Bid)/1.141125 (Ask), maka itu berarti biaya transaksi Anda saat itu adalah 25 pips ditambah $5. Artinya, biaya transaksi Anda adalah sebesar $30 saja.

Maka berdasarkan contoh di atas, pialang manakah yang membebankan biaya transaksi PALING RINGAN? :)

Ini pertanyaan retoris. Anda tentu sudah bisa menjawabnya dengan benar.

Jadi, jangan terlalu mudah terpesona pada rendahnya spread yang ditawarkan. Cermati juga berapa besar total biaya transaksi yang Anda perlukan. Semakin murah, semakin baik, karena akan lebih cepat dan mudah dalam mengejar keuntungan.

Tidak Sekedar Ringan

Biaya transaksi di FOREXimf.com sangat ringan, apalagi jika dlihat dari layanan yang bisa Anda dapatkan. Dengan membuka akun di FOREXimf.com Anda akan mendapatkan fasilitas analisa gratis melalui Live Chat bersama tim Market Analyst. Anda juga akan berkesempatan untuk menikmati layanan update peluang pasar langsung ke smartphone Anda melalui aplikasi WhatsApp. Ini berarti Anda bisa mendapatkan info peluang terkini di mana pun Anda berada.

Anda tertarik untuk melakukan forex trading dengan biaya ringan namun layanan prima? Segera klik Open Real Account sekarang juga. Kami tidak sabar untuk segera bisa melayani Anda.

4 Comments

Tips Forex Trading: Rahasia Perbesar Modal Dengan Aman

Siapa pun yang telah memutuskan untuk memulai forex trading tentu menginginkan modalnya bisa berkembang. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana mengembangkan modal Anda tanpa perlu terpapar resiko yang terlalu besar?

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

  1. Bersabar

Ini kunci terpentingnya: kesabaran. Ingatlah bahwa forex trading adalah bisnis yang memerlukan ketekunan, kesabaran dan kedisiplinan. Ini bukan bisnis yang penuh dengan keajaiban. Tidak ada peri biru yang datang di malam hari dan memberikan keuntungan berlipat ganda hanya karena Anda telah menjadi anak baik hari ini.

Trading juga memerlukan ilmu yang memadai. Oleh karena itu Anda juga harus bersabar dalam mempelajari setiap ilmu, trik dan tips trading. Jangan terburu-buru, baik dalam belajar maupun melakukan transaksi. Santai saja agar Anda tidak stress.

  1. Jangan serakah

Keserakahan adalah salah satu musuh besar trader dan sialnya sangat berkaitan dengan ketidaksabaran seorang trader dalam melakukan trading. Dalam hal ini adalah kurangnya kesabaran dalam mengumpulkan keuntungan demi keuntungan.

Sebagai contoh, Anda sudah memperoleh keuntungan sesuai dengan target yang telah diperkirakan berdasarkan analisa yang dilakukan. Ketika harga sudah mencapai target, apa yang Anda lakukan? Jika Anda adalah tipe trader yang mengaplikasikan trading plan dengan super disiplin, Anda akan tutup transaksi tersebut.

Namun kebanyakan trader justru akan berharap untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi. Salahkah keinginan tersebut? Tidak, selama Anda memiliki alasan yang kuat untuk itu.

Boleh saja Anda mengharapkan keuntungan yang lebih besar selama keinginan tersebut bersandar pada argumen yang tepat. Misalnya: target Anda telah tercapai namun pada saat yang sama Anda melihat bahwa resistance (atau support) kunci di hari itu telah tembus dengan valid dan signifikan. Jika itu alasannya, silakan geser target profit Anda lebih jauh lagi. Sebagai antisipasinya, aktifkan trailing stop, agar jika ternyata harga berbalik arah Anda tidak akan merugi. Dengan melakukan ini, tidak berarti Anda melanggar trading pan, melainkan menyesuaikan trading plan (bersikap fleksibel, tidak kaku).

Tetapi jika Anda berharap keuntungan yang lebih besar tanpa ada alasan yang sahih seperti contoh di atas, maka berhati-hatilah karena sangat mungkin keserakahan telah menguasai Anda. Anda tidak boleh memperbesar target keuntungan hanya karena berprinsip, “Pokoknya gue harus untung gede hari ini.”

  1. Lipat gandakan dengan nyaman

Silakan berusaha melipatgandakan keuntungan dengan memperbesar jumlah lot dengan menyesuaikan trading plan.

Misalnya, Anda memiliki modal sebesar $10,000.

Di awal, Anda telah menetapkan batasan resiko per transaksi adalah 10% dari equity. Di awal, equity Anda hanya sebesar $10,000, itu artinya tiap kali melakukan transaksi kerugian yang akan Anda tanggung tidak boleh lebih dari $1,000. Seandainya Anda melihat bahwa Stop Loss sebaiknya ditempatkan di jarak 1000 pips (5 desimal) dari entry level, maka Anda bisa membuka posisi sebesar 1 lot.

Jika ternyata Anda berhasil memperoleh keuntungan, misalnya sebesar $2,000, maka saat itu equity Anda bertambah menjadi $12,000. Katakanlah kemudian Anda melihat ada peluang untuk membuka posisi dengan batasan Stop Loss sejauh 1000 pips juga, maka saat itu Anda boleh membuka posisi sebesar 1.2 lot. Demikian seterusnya. (Perhitungan mengapa bisa 1.2 lot bisa Anda pelajari di sini.)

Dengan demikian, resiko yang Anda hadapi untuk setiap transaksi terbuka tidak akan lebih dari 10% dari equity Anda. Resiko tetap terjaga, namun faktor pengali (lot) bisa menjadi semakin besar sehingga peluang keuntungan Anda pun menjadi semakin besar.

Demikianlah cara memperbesar modal Anda tanpa perlu dihantui resiko yang juga menjadi semakin besar. Anda tertarik mencoba?

Jika Anda tertarik untuk mencoba, saran kami pergunakanlah demo account terlebih dahulu. Silakan dapatkan di sini plus fasilitas live chat yang bisa Anda lakukan dengan tim Research & Market Analyst FOREXimf.com. Tim ini dibuat khusus untuk melayani pertanyaan-pertanyaan seputar forex trading.

Bahkan, Anda bisa bertanya lebih banyak lagi jika Anda membuka real account bersama FOREXimf.com. Bukan hanya tips dasar seperti di artikel ini yang bisa Anda dapatkan, namun bahkan Anda juga bisa berkonsultasi mengenai situasi pasar terkini. Anda bahkan bisa mendapatkan informasi mengenai peluang terkini langsung ke handphone Anda melalui WhatsApp.

Tertarik? Silakan buka real account di sini. Kami menunggu pertanyaan-pertanyaan Anda.

2 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 26-30 OKTOBER 2015

Euro berada di bawah tekanan yang cukup hebat sementara USD berhasil menguat pekan lalu. Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, mengeluarkan pernyataan yang semakin menambah sentimen negatif atas mata uang tunggal kawasan Eropa tersebut. Draghi membicarakan kemungkinan memperpanjang dan menambah stimulus (quantitaive easing/QE) dan kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Kekhawatiran yang diperlihatkan Draghi ini diperburuk oleh pemangkasan suku bunga oleh bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC).

Dengan latar belakang fundamental seperti di atas, USD mendapat keuntungan dan menguat. Belum lagi membaiknya data perumahan dan lapangan pekerjaan sehingga semakin memperbesar peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) dan mungkin saja akan dilakukan di akhir tahun ini.

Berikut ini adalah rangkaian data ekonomi penting yang perlu diperhatikan pekan ini:

  1. German Ifo Business Climate: Senin (26/10), 16.00 WIB

Sentimen bisnis di Jerman menguat di luar dugaan pada bulan September, mencapai angka 108.5 setelah direvisi menjadi 108.4 di bulan Agustus. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pelambatan ekonomi yang terjadi di China tidak terlalu berdampak pada eksportir Jerman. Meskipun demikian, ada kemungkinan sentimen bisnis di bulan Oktober turun terkait skandal emisi gas buang yang menimpa Volkswagen. Para analis memperkirakan iklim bisnis Jerman akan berada di angka 108.1 kali ini.

  1. UK GDP data: Selasa (27/10), 16.30 WIB

Perekonomian Inggris tumbuh 0,7% di kuartal ke-2, naik jika dibandingkan dengan pertumbuhan di kuartal sebelumnya yaitu 0,4%. Output ekonomi tercatat lebih tinggi 2,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi yang stabil ini sudah memasuki kuartal ke sepuluh.

Output industri tercatat mengalami pertumbuhan terbesar sejak akhir 2010, naik 7,8%. Permintaan lokal juga meningkat karena rendahnya inflasi sehingga memicu belanja masyarakat. Meskipun demikian, masih ada resiko global terkait ketidakstabilan kawasan euro dan China.

GDP Inggris diperkirakan akan tercatat di 0,6% untuk kuartal ke-3.

  1. US Durable Goods Orders: Selasa (27/10), 19.30 WIB

Jumlah pemesanan barang tahan lama yang berada dalam trend positif akhirnya tertahan di bulan Agustus di tengah volatilitas yang terjadi di pasar finansial dan pelambatan ekonomi global. Meskipun demikian, jumlah pengiriman barang diperkirakan akan mengalami peningkatan di kuartal ke-3. Angka durable goods orders diperkirakan turun 1,1%, sementara core durable goods orders diperkirakan tidak mengalami perubahan.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (27/10), 21.00 WIB

Indeks Conference Board’s Consumer Confidence naik menjadi 103 di bulan September, melampaui perkiraan 96.2. Di bulan Agustus, indeks tersebut tercatat di angkat 101.8. Persentase konsumen yang menganggap kondisi bisnis adalah “baik” bertambah dari 23,7% menjadi 28%, sementara yang beranggapan bahwa kondisi bisnis “buruk” turun dari 17,8% menjadi 16,7%.

Perkiraan jangka pendek masih flat di bulan September. Persentase konsumen yang memperkirakan bahwa kondisi bisnis akan membaik dalam enam bulan ke depan naik dari 16,6% menjadi 17,9%.

Consumer Confidence diperkirakan mencapai angka 102.5 kali ini.

  1. Suku bunga Fed: Kamis (29/10), 01.00 WIB

Fed diperkirakan akan kembali menahan suku bunga pada pertemuan kali ini. Pasar akan fokus pada pernyataan resmi Fed dan mencari petunjuk apakah akan ada kenaikan suku bunga di bulan Desember. Sejak pertemuan terakhir Fed terlihat lebih berhati-hati, terlebih pasca buruknya data NFP September. Data lainnya beragam: inflasi meningkat namun penjualan eceran menurun. Ada kemungkinan Fed akan tetap membiarkan pasar dalam kebimbangan dan tetap membuka segala kemungkinan.

  1. US GDP data: Kamis (29/10), 19.30 WIB

Perekonomian AS memperoleh momentum di kuartal ke-2, meningkat 3,9% berdasarkan perhitungan tahunan menurut data terkini. Para ekonom percaya bahwa ekonomi AS telah melambat di kuartal ke-3, dengan perkiraan hanya tumbuh 1,6% berdasarkan data terkini. Perlu diingat bahwa rilis pertama biasanya akan direvisi pada rilis berikutnya.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (29/10), 19.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran naik menjadi 259.000 pekan lalu, dari 256.000 di pekan sebelumnya. Angka tersebut masih lebih baik daripda perkiraan yaitu 266.000, mengindikasikan bahwa sektor lapangan pekerjaan masih relatif kuat. Angka rata-rata empat mingguan dari klaim pengangguran turun menjadi 263.000, terendah sejak tahun 1973.

  1. Suku bunga Jepang: Jumat (30/10), tentative

Bank of Japan (BOJ) menahan suku bunga pada pertemuan pertama di bulan Oktober, menggarisbawahi pelambatan yang terjadi di pasar negara berkembang namun masih tetap optimis terkait kekuatan ekonomi dalam negeri. BOJ menyatakan bahwa mereka akan tetap melanjutkan pembelian obligasi pemerintah sebesar 80 trilyun yen per tahun.

Hingga saat ini pemerintah Jepang belum memberikan sinyal akan mengambil langkah kebijakan moneter baru. Namun melilhat kondisi terkini di kawasan euro da China, BOJ mungkin saja akan membuat kejutan.

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 26 OKTOBER 2015

AUD/USD mulai bergerak sideway. Harga telah bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 sementara kedua MA tersebut mulai bergerak turun. Meskipun demikian momentum bearish masih belum terlalu besar dan harga tertahan di area support yang berada di kisaran 0.72150-0.71637. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4 dan CCI mulai bergerak naik. Bias mingguan untuk AUD/USD adalah NETRAL namun berpotensi rebound.

Sebelum membuka posisi buy, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area support tersebut di atas. Potensi rebound kemungkinan adalah hingga area resistance mingguan di kisaran 0.93297-0.73810. Hati-hati jika support 0.71637 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.71046-0.70550.

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 26 OKTOBER 2015

EUR/USD bergerak di bawah tekanan bearish yang kuat. MA 20 telah memotong ke bawah MA 50; kedua MA tersebut mengarah ke bawah. Harga tengah menguji area support di kisaran 1.09956. Bias mingguan untuk EUR/USD pekan ini adalah BEARISH.

Sebagai salah satu strategi trading, perhatikan area support di 1.09956. Anda bisa membuka posisi sell jika support tersebut tembus dengan potensi pelemahan lanjutan hingga kisaran 1.08600-1.07464.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Sebagai skenario alternatif Anda juga bisa memperhatikan area resistance di kisaran 1.11860-1.13037. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target kembali ke kisaran 1.11132-1.09956.

Berhati-hatilah jika resistance 1.13037 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat EUR/USD hingga kisaran 1.13765-1.14941.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 26 OKTOBER 2015

GBP/USD terkoreksi ke area support Fibonacci yang berada di kisaran 1.53169-1.53896. Stochastic dan CCI 4 jam telah memperlihatkan indikasi jenuh jual. Perhatikan bahwa harga menguji area support kritis di area 1.53169. Meskipun harga telah jatuh ke bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4, selama support kritis tersebut belum tembus maka masih ada kemungkinan rebound. Maka dengan demikian bias mingguan untuk GBP/USD hingga saat ini masih berpotensi BULLISH.

Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal bullish di area 1.53169-1.53896 sebelum membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.54346-1.55073. Namun perhatikan bahwa untuk bisa mencapai target rebound tersebut, harga harus terlebih dahulu tembus ke atas 1.53896.

Hati-hati jika harga berhasil kembali tembus ke bawah 1.53169 dengan signifikan karena itu akan benar-benar mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.52719-1.51192.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 26 OKTOBER 2015

USD/CHF bergerak naik cukup tajam. MA 20 telah memotong ke atas MA 50; kedua MA tersebut mengarah ke atas. Harga tengah menguji area resistance di kisaran 0.97985. Bias mingguan untuk USD/CHF pekan ini adalah BULLISH.

Sebagai salah satu strategi trading, perhatikan area resistance di 0.97985. Anda bisa membuka posisi buy jika resistance tersebut tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.98865-0.99603.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Sebagai skenario alternatif Anda juga bisa memperhatikan area support di kisaran 0.96749-0.95985. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound kembali ke kisaran 0.97221-0.97985.

Berhati-hatilah jika support 0.95985 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.95513-0.94749.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 26 OKTOBER 2015

USD/JPY bergerak naik cukup tajam. MA 20 telah memotong ke atas MA 50; kedua MA tersebut mengarah ke atas. Harga tengah menguji area resistance di kisaran 121.476. Bias mingguan untuk USD/JPY pekan ini adalah BULLISH.

Sebagai salah satu strategi trading, perhatikan area resistance di 121.476. Anda bisa membuka posisi buy jika resistance tersebut tembus dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 122.404-123.183.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Sebagai skenario alternatif Anda juga bisa memperhatikan area support di kisaran 120.172-119.367. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound kembali ke kisaran 120.671-121.476.

Berhati-hatilah jika support 119.367 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 118.868-118.063.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 26 OKTOBER 2015

NZD/USD mulai bergerak sideway. Harga telah bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 sementara kedua MA tersebut masih bergerak cenderung mendatar. Meskipun demikian momentum bearish masih belum terlalu besar dan harga tertahan di area support Fibonacci yang berada di kisaran 0.67888-0.67233. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Bias mingguan untuk NZD/USD adalah NETRAL namun berpotensi rebound.

Sebelum membuka posisi buy, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area support Fibonacci tersebut di atas. Potensi rebound kemungkinan adalah hingga area 0.68294-0.68950. Sebaliknya hati-hati jika support 0.67233 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kiwi hingga kisaran 0.66827-0.66171.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 26 OKTOBER 2015

Harga emas telah bergerak di bawah MA 20 dan MA 50. Meskipun demikian momentum bearish masih belum terlalu besar dan harga tertahan di area support Fibonacci yang berada di kisaran 1170.53-1157.55. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Bias mingguan untuk emas adalah NETRAL namun berpotensi rebound.

Perhatikan bahwa untuk jangka pendek harga bergerak dalam down channel kecil. Sebelum membuka posisi buy, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area support Fiboancci tersebut di atas. Potensi rebound kemungkinan adalah hingga area 1178.56-1191.54; namun target tersebut baru akan mungkin tercapai jika harga berhasil tembus ke atas area upper channel.

Hati-hati jika support 1157.55 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1149.52-1136.54.

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 19-23 OKTOBER 2015

USD memperlihatkan pelemahan terhadap mayoritas mata uang utama menyusul data ekonomi yang kurang menggembirakan. Retail sales dan Philly Fed Manufacturing Index tidak sesuai dengan perkiraan sehingga semakin memperkecil peluang bagi Federal Reserve (Fed) untuk menaikkan suku bunga di tahun ini. Retail sales hanya naik 0,1% di bawah perkiraan yaitu 0,2% sementara Philly Fed  Index kembali mengalami kontraksi di bulan Oktober.  Data inflasi yang meningkat memberikan peluang bagi USD untuk pulih, terutama terhadap euro.

Berikut ini adalah data ekonomi penting untuk diperhatikan pekan ini:

  1. Pernyataan Mark Carney: Selasa (20/10), 17.00 WIB

Gubernur Bank of England (BOE), Mark Carney, dijadwalka akan memberikan pernyataan di London. Indeks harga konsimen telah jatuh 0,1% di bulan September, mendesak gubernur BOE untuk menaikkan harga-harga agar bisa mencapai target inflasi 2%. Lebih jauh lagi, resiko pelambatan seperti pelemahan ekonomi global dan domestik masih ada. Pasar diperkirakan akan volatile menyikapi pernyataan Carney.

  1. US Building Permits: Selasa (20/10), 19.30 WIB

Jumlah izin mendirikan bangunan naik 3,5% di bulan Agustus menjadi 1,17 juta, setelah tercatat sebesar 1,13 juta di bulan Juli. Untuk perhitungan tahunan, jumlah izin yang dikeluarkan naik 12,5 % dibandingkan bulan Agustus 2014, yang merupakan indikasi positif bagi sektor perumahan Amerika Serikat (AS). Kali ini jumlah izin yang dikeluarkan diperkirakan mencapai 1,16 juta.

  1. Pernyataan Janet Yellen: Selasa (20/10), 22.00 WIB

Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, dijadwalkan akan memberikan pernyataan di Washington DC. Pada konferensi pers FOMC (Federal Open Market Committee) meskipun menahan suku bunga di bulan September, Yellen menyatakan bahwa ia masih melihat ada kemungkinan kenaikan suku bunga di tahun 2015. Meskipun demikian situasi telah berubah. Dua anggota FOMC menyuarakan keberatan mereka akan kenaikan suku bunga di tahun 2015 dan Yellen sepertinya harus menghadapi perlawanan dari kubu dovish di FOMC. Pasar diperkirakan akan volatile merespon pernyataan Yellen.

  1. Eurozone rate decision: Kamis (22/10); keputusan: 18.45 WIB, konferensi pers 19.30 WIB

European Central Bank (ECB) diperkirakan masih akan menahan suku bunga di 0.05%, bunga deposito di -0,2% dan program quantitative easing (QE) tetap di angka 60 juta euro per bulan hingga September 2016. Meskipun demikian, seiring melemahnya beberapa indikator ekonomi di kawasan euro, pelambatan ekonomi China dan naiknya nilai tukar, berkembang spekulasi bahwa ECB kemungkinan akan mengambil langkah baru terkait suku bunga pada pertemuan di bulan Desember 2016. Pernyataan-pernyataan terkini menyiratkan keraguan untuk mengubah kebijakan moneter, namun hal itu belum bisa dipastikan.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (22/10), 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran baru di AS kembali turun sebesar 7.000 menjadi 255.000 pekan lalu. Ini merupakan angka terendah dalam 42 tahun terakhir. Pergerakan rata-rata empat minggu juga menyentuh level terendah sejak tahun 1973 dan klaim yang diperbarui turun ke level terendah 15 tahun

TINJAUAN TEKNIKAL  

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 19 OKTOBER 2015

Secara umum AUD/USD masih bergerak dalam uptrend namun mulai memasuki fase konsolidasi. Harga telah bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam, namun  MA 20 masih berada di atas MA 50. Stochastic dan CCI mulai memperlihatkan indikasi bullish di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk AUD/USD cenderung BULLISH.

Sebagai skenario trading pekan ini adalah membuka posisi buy di area di kisaran 0.72467-0.72980 dengan potensi rebound hingga kisaran 0.73297-0.73810. Namun berhati-hatilah jika harga tembus ke bawah 0.72467 karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.72150-0.71637.

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 19 OKTOBER 2015

Secara umum EUR/USD masih bergerak dalam uptrend namun mulai memasuki fase koreksi mendekati area support di kisaran 1.13706-1.12943. Harga telah bergerak di antara MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam sementara kedua MA masih bergerak naik. CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk EUR/USD cenderung BULLISH.

Sebagai skenario trading pekan ini adalah mencari konfirmasi sinyal buy di area support tersebut di atas dengan potensi rebound hingga kisaran 1.14178-1.14941. Namun berhati-hatilah jika harga tembus ke bawah 1.12943 karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.12471-1.11708.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 19 OKTOBER 2015

Secara umum GBP/USD masih bergerak dalam uptrend namun mulai memasuki fase koreksi mendekati area support di kisaran 1.53986-1.53169. Harga telah bergerak mendekati MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam sementara kedua MA masih bergerak naik. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk GBP/USD cenderung BULLISH.

Sebagai skenario trading pekan ini adalah mencari konfirmasi sinyal buy di area support tersebut di atas dengan potensi rebound hingga kisaran 1.54346-1.55073. Perhatikan juga area di antara MA 20 dan MA 50. Namun berhati-hatilah jika harga tembus ke bawah 1.53169 karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.52719-1.51992.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 19 OKTOBER 2015

Secara umum USD/CHF masih bergerak dalam downtrend. Pull-back terjadi mendekati area resistance di kisaran 0.95754-0.96376. Harga telah bergerak di antara MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam sementara kedua MA masih bergerak turun. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/CHF cenderung BEARISH.

Sebagai skenario trading pekan ini adalah mencari konfirmasi sinyal jual di area resistance tersebut di atas dengan potensi target hingga kisaran 0.95370-0.94749. Perhatikan juga area di antara MA 20 dan MA 50. Namun berhati-hatilah jika harga tembus ke atas 0.96376 karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.96760-0.97381.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 19 OKTOBER 2015

Secara umum USD/JPY masih bergerak di bawah tekanan. Pull-back terjadi ke area resistance di kisaran 119.016-119.606. Harga juga telah bergerak di antara MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam sementara kedua MA masih bergerak turun. Stochastic memperlihatkan sinyal bearish sementara CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/JPY cenderung BEARISH.

Sebagai skenario trading pekan ini adalah mencari konfirmasi sinyal jual di area resistance tersebut di atas dengan potensi target hingga kisaran 118.652-118.063. Namun berhati-hatilah jika harga tembus ke atas 119.606 karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 119.970-120.559.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 19 OKTOBER 2015

Secara umum NZD/USD masih bergerak dalam uptrend. Koreksi terjadi ke area support di kisaran 0.67887-0.67229. MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam masih bergerak naik. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk NZD/USD cenderung BULLISH.

Sebagai skenario trading pekan ini adalah mencari konfirmasi sinyal beli di area support tersebut di atas dengan potensi rebound hingga kisaran 0.68293-0.68950. Namun berhati-hatilah jika harga tembus ke bawah 0.67229 karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan NZD/USD hingga kisaran 0.66823-0.66166.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 19 OKTOBER 2015

Secara umum harga emas masih bergerak dalam uptrend. Koreksi terjadi ke area support di kisaran 1176.32-1166.91. MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam masih bergerak naik. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk emas cenderung BULLISH.

Sebagai skenario trading pekan ini adalah mencari konfirmasi sinyal beli di area support tersebut di atas dengan potensi rebound hingga kisaran 1182.14-1191.54. Namun berhati-hatilah jika harga tembus ke bawah 1166.91 karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan NZD/USD hingga kisaran 1161.09-1151.69.

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 12-16 OKTOBER 2015

Federal Open Market Committee (FOMC) merilis catatan hasil pertemuan yang diakukan pada bulan September lalu, ketika mereka memutuskan untuk menahan suku bunga. Para anggota FOMC mengakui bahwa sektor lapangan pekerjaan telah mengalami peningkatan sepanjang tahun ini, semakin mendekati target jangka panjang. Terkait inflasi, FOMC memperkirakan bahwa inflasi akan meningkat dalam waktu dekat dan akan kembali ke level normal dalam jangka waktu menengah.

Ketua Federal Reserve (Fed), Janet Yellen mengatakan bahwa FOMC telah memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga di bulan September namun mempersiapkan diri untuk kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun ini.

Di tempat terpisah, naiknya harga komoditi telah membantu penguatan mata uang komoditi. Naiknya harga minyak mentah dunia mendorong penguatan dolar Kanada, naiknya harga tembaga memberi tenaga pada Aussie sementara naiknya harga suku membantu penguatan Kiwi. Euro juga mulai memperlihatkan penguatan.

Berikut adalah rangkuman data ekonomi penting pekan ini:

1. Data inflasi Inggris: Selasa (13/10), 15.30 WIB

Tingkat inflasi Inggris kembali jatuh ke kisaran 0% di bulan Agustus karena rendahnya harga bahan bakar. Harga minyak mentah kembali turun ke leve terendah enam setengah tahun di kisaran $42.50 per barrel. Sementara itu inflasi inti melemah menjadi 1% sehingga tidak memungkinkan bagi Bank of England (BOE) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Para analis memperkirakan bahwa BOE akan mulai menaikkan suku bunga di kuartal pertama tahun 2016.

Inflasi Inggris diperkirakan masih akan berada di level rendah kali ini.

2. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (13/6), 16.00 WIB

Sentimen ekonomi Jerman jatuh di bulan September, ke level terendah 10 bulan di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi negara berkembang, terutama disebabkan oleh pelambatan ekonomi China. Indeks sentimen ekonomi jatuh untuk ke-6 kalinya dalam enam bulan berturut-turut, ke angka 12.1 di bulan September. Angka ini jauh di bawah angka di bulan Agustus yaitu 25.0.

Para analis memperkirakan indeks sentimen ekonomi Jerman akan kembali jatuh kali ini, menjadi 6.8 di bulan Oktober.

 3. UK Employment data: Rabu (14/6), 16.00 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran naik sebesar 1.200 di bulan Agustus. Tingkat klaim pengangguran masih berada di 2,3%, yang merupakan level terendah sejak Februari 1975. Pertumbuhan upah terus meningkat sebesar 2,9% di luar bonus. Sementara itu tingkat penghasilan termasuk bonus juga meningkat sebesar 2,9%. Data ini kemungkinan akan menjadi pertimbangan BOE untuk menaikkan suku bunga di kuartal pertama tahun 2016 mendatang.

Jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan turun sebesar 2.300 kali ini.

4. US Retail sales: Rabu (14/6), 19.30 WIB

Penjualan eceran di Amerika Serikat (AS) naik 0,2% di bulan Agustus menyusul revisi kenaikan sebesar 0,7% di bulan Juli. Kendati terjadi gejolak di bursa saham, para konsumen terus membelanjakan uangnya karena rendahnya harga bahan bakar. Lebih jauh lagi, stabilnya perbaikan yang terjadi di sektor lapangan pekerjaan termasuk kenaikan upah juga turut memperkuat daya beli masyarakat.

Retail sales kali ini diperkirakan naik 0,2% sementara core retail sales diperkirakan turun sebesar 0,1%.

5. US PPI: Rabu (14/6), 19.30 WIB

Indeks harga produsen AS tetap di 0,2% di bulan Agustus, menandakan rendahnya tekanan inflasi. Data ini menyusul kenaikan 0,2% di bulan Juli. Rendahnya harga minyak mentah dunia terus menekan harga produsen.

PPI bulan September diperkirakan turun sebesar 0,2%.

6. Data pekerja Australia: Kamis (15/6), 07.30 WIB

Jumlah lapangan pekerjaan di Australia naik sebesar 17.400 di bulan Agustus, melampaui perkiraan ekonom yaitu sebesar hanya 2.500. Angka positif ini menurunkan jumlah pengangguran sebesar 14.400. Meskipun terjadi naik-turun yang cukup tajam, dalam tiga bulan terkakhir Australia berhasil menambah 60.000 lapangan pekerjaan baru, menandakan bahwa terjadi pertumbuhan positif di sektor lapangan pekerjaan Australia.

Lapangan pekerjaan baru di Australia diperkirakan akan bertambah sebesar 7.200 kali ini, sementara tingkat pengangguran tetap 6,2%.

7. Data inflasi AS: Kamis (15/6), 19.30 WIB

Tekanan inflasi AS masih rendah. Indeks harga konsumen turun 0,1%. Untuk tahunan, inflasi masih positif, naik 0,2% seperti di bulan sebelumnya. Jatuhnya harga bahan bakar memicu rendahnya data inflasi. Semebntara itu, core CPI meningkat 0,1% sejalan dengan perkiraan.

8. US Unemployment Claims: Kamis (15/6), 19.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran turun lebih dari perkiraan di pekan lalu, menyentuh level terendah 42 tahun di angka 263.000. Penurunan sebesar 13.000 ini merupakan angin segar bagi sektor lapangan pekerjaan pasca mengecewakannya data Non-Farm Payrolls yang dirilis awal bulan ini.

Klaim pengangguran AS pekan ini diperkirakan naik ke 269.000.

9. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (15/6), 21.00 WIB

Aktivitas bisnis di sektor manufaktur di wilaya Philadelphia kehilangan momentumnya di bulan September dan jatuh ke area negatif di minus 6. Meskipun demikian indeks order baru naik menjadi 9.4 dan indeks jumlah pegawai naik menjadi 10.2. Para ekonom meyakini bahwa data September yang mengecewakan tersebut dipicu oleh sentimen.

Philly Fed Manufacturing Index diperkirakan mencapai minus 1.8 di bulan Oktober.

10. US UoM Consumer Sentiment: Jumat (16/6), 21.00 WIB

Indeks sentimen konsumen AS jauh ke angka 87.2 di bulan September. Data ini merupakan angka terendah tahun ini, mencerminkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya berjalan moderat dan inflasi juga relatif rendah.

Sentimen konsumen di bulan Oktober diperkirakan membaik menjadi 88.8.

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 12-16 OKTOBER 2015

Secara umum, AUD/USD masih bergerak dalam uptrend. Harga masih menguji area resistance di kisaran 0.73431. Harga masih bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4dan kedua MA tersebut masih mengarah ke atas. Dengan demikian bias mingguan untuk AUD/USD cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi penembusan ke atas resistance 0.73431 yang valid dan signifikan sebelum membuka posisi beli dengan potensi penguatan lanjutan aussie hingga kisaran 0.73919-0.74328.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan sinyal bearish di chart H4. Sebagai strategi alternatif, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bullish jika koreksi terjadi ke area support di kisaran 0.72534. Jika ada, barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.73008-0.73431.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 0.72534 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.72060-0.71637.

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 12-16 OKTOBER 2015

EUR/USD masih bergerak dalam pola sideway namun perlahan mulai terangkat seperti yang terlihat di chart. Perhatikan bahwa harga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4, sementara kedua MA tersebut mulai bergerak naik. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart yang sama. Bias mingguan untuk EUR/USD cenderung NETRAL.

Euro kemungkinan akan melanjutkan penguatan jika berhasil tembus ke atas 1.13753 untuk kemudian bergerak menguji resistance selanjutnya di kisaran 1.14591. Namun perhatikan bahwa indikasi jenuh beli terlihat di chart H4 sehingga ada kemungkinan kembali terjadi koreksi jika sinyal bearish terkonfirmasi sebelum resistnce 1.13753 tembus, dengan sasaran hingga ke area support di kisaran 1.12816.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 12-16 OKTOBER 2015

GBP/USD secara umum masih bergerak di bawah tekanan jika dilihat dari pergerakan yang lebih besar. Harga bergerak menguji area resistance yang berada di kisaran 1.53816. Namun perhatikan bahwa harga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4, sehingga meskipun bias mingguan untuk GBP/USD cenderung BEARISH namun tidak terlalu kuat.

Potensi pelemahan sterling pekan ini baru akan semakin besar jika sinyal bearish terkonfirmasi sebelum resistance di 1.53816 tembus. Jika itu terjadi, ada kemungkinan sterling akan melanjutkan pelemahan hingga kisaran 1.52360-1.51058.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 1.53816 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran1.55272-1.56574.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 12-16 OKTOBER 2015

USD/JPY secara umum masih bergerak dalam pola sideways sebagaimana yang terlihat di chart H4. MA 20 dan MA 50 cenderung bergerak mendatar di chart H4. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/JPY adalah NETRAL dengan kecenderungan bearish.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance 120.623-121.226. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 119.276-118.673.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 121.226 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 121.920-122.503.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 12-16 OKTOBER 2015

USD/CHF masih bergerak ke bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Harga menguji area support di kisaran 0.95851. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/CHF masih cenderung BEARISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi penembusan valida dan signifikan ke bawah support 0.95851 sebelum membuka posisi sell dengan potensi pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 0.95358-0.94945.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Sebagai strategi alternatif, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bearish jika pull-back terjadi ke area resistance di kisaran 0.96543-0.96970. Jika ada, barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 0.96278-0.95851.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 0.96970 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.97235 atau mungkin bahkan 0.97662.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 12-16 OKTOBER 2015

NZD/USD bergerak naik dan menguji area resistance di kisaran 0.67196 saat analisa ini dibuat. Harga masih bergerak di atas MA 20 dan MA 50 dan kedua MA tersebut masih bergerak naik. Dengan demikian bias mingguan untuk NZD/USD cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu penembusan ke atas resistance 0.67196 sebelum membuka posisi buy. Ingat bahwa penembusan yang terjadi harus valid dan signifikan. Jika terjadi penembusan yang valid dan signifikan, Kiwi kemungkinan akan melanjutkan penguatan hingga kisaran 0.67857-0.68411 pekan ini.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan juga area support Fibonacci di kisaran 0.66268-0.65694. Jika terjadi koreksi ke area tersebut Anda bisa mencari konfirmasi sinyal bullish sebagai sinyal untuk membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.66623-0.67196.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 0.65694 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kiwi hingga kisaran 0.65339-0.64766.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 12-16 OKTOBER 2015

Harga emas mengalami rebound yang cukup kuat hingga menguji area resistance di 1159.57. harga juga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk emas cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu penembusan ke atas resistance 1159.57 sebelum membuka posisi buy. Ingat bahwa penembusan yang terjadi harus valid dan signifikan. Jika terjadi penembusan yang valid dan signifikan, emas kemungkinan akan melanjutkan penguatan hingga kisaran 1174.55-1187.05 pekan ini.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan juga area support Fibonacci di kisaran 1138.56-1125.58. Jika terjadi koreksi ke area tersebut Anda bisa mencari konfirmasi sinyal bullish sebagai sinyal untuk membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1146.60-1159.57.

Sebaliknya berhati-hatilah jika terjadi penembusan ke bawah support 1125.58 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1117.55-1104.57.

0 Comments

Strategi Forex Trading: Kunci Sukses Paham Harmonic Pattern (4)

Bagi Anda yang telah membaca artikel-artikel sebelumnya tentang harmonic pattern, mungkin bertanya-tanya bagaimana penerapannya dalam forex trading sesungguhnya. Dengan kata lain, bagaimana mengaplikasikan rasio-rasio Fibonacci yang disajikan dalam gambar-gambar/ilustrasi pola yang ada. Ini juga adalah pertanyaan yang sering muncul dari para trader yang baru memulai mempelajari harmonic pattern.

Jika Anda belum membaca artikel sebelumnya terkait harmonic pattern ini, silakan baca di tautan-tautan berikut ini: bagian pertama, bagian ke-2 dan bagian ke-3.

Sebagai contoh kasus, kita akan membahas aplikasi pola ABCD (ABCD pattern) di grafik candlestick.  Pola ini merupakan pola yang paling sederhana dalam keluarga harmonic pattern. Meskipun demikian, pola inilah sebenarnya yang menjadi dasar dari semua pengembangan harmonic pattern. Dengan demikian, jika Anda sudah bisa mengaplikasikan pola ini dalam analisa forex trading Anda, diharapkan akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan analisa mempergunakan harmonic pattern turunannya.

Baik, kita mulai saja.

Contoh yang saya sajikan adalah penerapan pola Bearish ABCD. Sekedar penyegaran ingatan, ada dua jenis ABCD pattern, yaitu Bullish ABCD dan Bearish ABCD.

Bearish ABCD - Harmonic Pattern Bullish ABCD - Harmonic Pattern

Pertanyaan yang biasa muncul – seperti yang disinggung di awal tulisan ini – biasanya adalah, “Apa maksudnya .618 dan 1.272 itu??

Kedua angka tersebut merupakan rasio Fibonacci. Dalam tool Fibonacci retracement yang biasa kita pergunakan, .618 adalah level retracement 61.8% sementara 1.272 merupakan level ekspansi 127.2%.

OK, tetapi bagaimana mempergunakannya? Mari baca artikel ini sampai selesai karena selanjutnya akan saya bahas penerapannya.

LANGKAH PERTAMA

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengidentifikasi trend (tentu saja!). Setelah itu Anda aplikasikan Fibonacci retracement di swing terakhir yang signifikan. Lihat gambar di bawah ini:

ABCD Pattern practice 1

Jika Anda perhatikan, titik A merupakan swing low sementara titik B merupakan swing high yang dipakai sebagai acuan menarik Fibonacci retracement. Sebagai langkah awal mengidentifikasi pola ABCD ini Anda harus melihat ada koreksi yang terjadi hingga ke area retracement 61.8%. Jika Ada koreksi dimaksud, maka Anda kemudian bisa menetapkan titik C.

Dengan demikian Anda sudah memiliki leg (kaki) pertama dari pola ABCD, yaitu pergerakan A ke B (selanjutnya kita mempergunakan istilah pergerakan AB). Anda juga sudah memiliki retracement yang merupakan pergerakan BC.

LANGKAH KE-2

Langkah ke-2 adalah mengidentifikasi potensi letak titik D alias leg ke-2. Bagaimana caranya? Coba perhatikan gambar berikut ini:

ABCD Pattern practice 2

Anda telah memiliki retracement CD dari langkah pertama di atas. Nah, untuk mengetahui di mana letak titik D, Anda perlu menarik Fibonacci retracement dari titik B ke C. Letak titik D ada di perpanjangan sejauh 127.2% (1.272) dari BC.

Selamat, Anda sudah menemukan leg ke-2! Sebagaimana yang telah Anda ketahui, Anda bisa membuka posisi sell di titik D tersebut. Dalam contoh di atas, memang titik D tidak persis berada di level 127.2%. Tetapi ingat bawah level tersebut sejatinya adalah level resistance. Sedikit penembusan ke atas level tersebut tidak menjadi masalah selama penembusan yang terjadi tidak signifikan.

Di samping itu, ingat bahwa dalam pola ABCD, panjang leg pertama (AB) lebih kurang sama dengan panjang leg ke-2 (CD). Jadi, selain level 127.2% perhatikan juga panjang CD-nya.

Sayangnya, pada Fibonacci retracement standar yang biasa dipergunakan dalam forex trading kita tidak bisa menemukan level 127.2%. Untuk itu Anda perlu menambahkan sendiri level tersebut. Trik menambahkan level baru di Fibonacci retracement bisa Anda pelajari dalam video YouTube ini.

LANGKAH KE-3

Pertanyaan selanjutnya biasanya adalah, “OK, saya sudah sell di titik D. Lalu bagaimana dengan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit)-nya?”

Untuk menjawabnya, perhatikan gambar berikut ini:

ABCD Pattern practice 3

Anda bisa mempergunakan titik D sebagai acuan menempatkan SL. Dalam contoh ini, Anda membuka posisi sell, sehingga SL bisa ditempatkan di atas titik D. Perhitungan yang umum dipergunakan adalah dua hingga tiga kali spread, atau diberi jarak 100-200 pips (5 desimal).

Atau, Anda bisa mempergunakan area TP sebagai acuan memperhitungkan risk-to-reward ratio. Beri rasio yang rasional antara resko dengan target keuntungan Anda.

Berbicara TP, Anda perlu melakukan langkah yang ke-3, yaitu menarik Fibonacci retracement sekali lagi. Kali ini, tarik Fibonacci retracement dari C ke D. Area TP yang rasional berdasarkan pengalaman kami adalah area 38.2-61.8%. Mengapa? Karena di area tersebut berpotensi kembali terjadi rebound.

Tips

Jika Anda perhatikan, dari langkah pertama hingga ke-3 ada tiga kali penarikan Fibonacci retracement. Jika ada tiga Fibonacci retracement tumpang- tindih maka kemungkinan besar akan membuat Anda kebingungan. Maka sebaiknya setelah masuk ke langkah selanjutnya, hapus saja Fibonacci retracement yang telah ditarik di langkah sebelumnya.

Kemudian, untuk benar-benar bisa memanfaatkan harmonic pattern, Anda harus memiliki kejelian dalam mengamati pasar plus pemahaman mengenai Fibonacci retracement yang memadai. Pada kenyataannya, harmonic pattern merupakan pola yang cukup jarang bisa ditemui, terlebih jika Anda kurang jeli dan kurang menguasai teknik Fibonacci retracement.

Maka dari itu ada baiknya Anda memperkuat pemahaman mengenai Fibonacci retracement terlebih dahulu.

Tertarik mencoba? Kami sarankan untuk mencobanya dulu dalam simulasi. Lakukan dengan menggunakan demo account yang bisa Anda dapatkan di sini. Jika Anda ingin mendapatkan panduan yang lebih detail, dapatkan fasilitas tersebut dari tim edukasi dan Market Analyst kami dengan membuka real account di sini.

Selamat mencoba.

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 5-9 OKTOBER 2015

USD terpukul akibat data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan, meskipun tidak menyebabkan mata uang tersebut menjadi lemah secara umum. Pelemahan USD terutama terjadi terhadap harga emas. Meskipun sempat melemah juga terhadapm yen dan Swiss franc namun USD bisa segera pulih di awal pekan ini.

Data US Non-Farm Payrolls untuk bulan September yang dirilis Jumat lalu merupakan data yang sangat mengecewakan dengan hanya pertambahan sebesar 142.000 lapangan pekerjaan baru, jauh di bawah perkiraan yaitu 201.000 pertambahan lapangan pekerjaan. Sementara itu, tingkat pengangguran masih tetap berada di 5,1%. Menambah kekecewaan, tingkat pertumbuhan gaji stagnan, menandakan bahwa tekanan inflasi masih tetap rendah. Data ini seolah meredam optimisme bahwa Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat.

Berikut adalah data ekonomi penting yang dijadwalkan akan diumumkan pekan ini:

  1. US ISM Non-Manufacturing PMI: Senin (5/10), 21.00 WIB

Sektor jasa di AS mengalami pertumbuhan di bulan Agustus namun lebih rendah daripada data di bulan Juli. Non-manufacturing purchasing managers index turun ke 59 di bulan Agustus, lebih rendah daripada data sebelumnya yaitu 60.3. Data di bulan Juli tersebut merupakan data terbaik sejak tahun 2008. Rangkaian data ini menandakan pertumbuhan ekonomi AS yang solid.

Data Non-manufacturing purchasing managers index selanjutnya diperkirakan turun lagi ke 58.0.

  1. Keputusan suku bunga Australia: Selasa (6/10), 10.30 WIB

Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk menahan suku bunga di level 2% dalam empat bulan terakhir berturun-turut, setelah melakukan pemangkasan suku bunga di bulan Mei. Volatilitas pasar domestik China dan kekhawatiran akan efek negatifnya terhadap perekonomian global merupakan alasan utama RBA untuk menahan suku bunga.

Kebanyakan analis memperkirakan bahwa RBA akan menahan suku bunga hingga akhir tahun ini. Meskipun demikian beberapa ekonom berpendapat bahwa RBA bisa saja akan kembali memangkas suku bunga di bulan November mendatang.

  1. US Trade Balance: Selasa (6/10), 19.30 WIB

Defisit neraca perdagangan AS mengalami penyusutan di bulan Juli menjadi minus $41.9 milyar, yang merupakan angka terkecil dalam lima bulan terakhir. Hal ini menjadi pertanda bahwa pemulihan ekonomi AS berlanjut di tengah pelambatan ekonomi global.

Ekspor mengalami peningkatan 0,4% menjadi $188.5 milyar, yang merupakan kenaikan pertama sejak bulan April. Impor barang konsumsi mengalami penurunan di bulan Juli.

Defisit perdagangan AS kali ini diperkirakan mencapai $42.2 milyar.

  1. Pidato Mario Draghi: Selasa (6/10), 24.00 WIB

Presiden ECB, Mario Draghi, dijadwalkan berpidato di Frankfurt. Ia diperkirakan akan membahas pelambatan ekonomi kawasan Euro serta terus menurunnya tingkat inflasi. Kemungkinan juga akan ada petunjuk mengenai kelanjutan QE. Pasar kemungkinan akan volatile.

  1. Keputusan suku bunga Jepang: Rabu (7/10), tentative

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga pada pertemuan di bulan September. BOJ mengakui bahwa perekonomian Jepang terhambat akibat melambatnya perekonomian negara-negara berkembang. Meskipun demikian BOJ tetap yakin bahwa perekonomian akan tumbuh perlahan. BOJ juga akan melanjutkan stimulus sebesar $667 milyar untuk mendongkrak inflasi.

  1. Keputusan suku bunga Inggris: Kamis (8/10), 18.00 WIB

Bank of England (BOE) menahan suku bunga pada pertemuan di bulan September. BOE juga menurunkan proyeksi ekonomi Inggris di kuartal ke-3 dari 0,7% menjadi 0,6%. Para pejabat BOE mengklaim bahwa pelambatan ekonomi China dan negara berkembang bisa berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Inggris. Meskipun demikian, Monetary Policy Committee (MPC/dewan gubernur BOE) masih optimis bahwa perekonomian Inggris akan bertahan.

BOE diperkirakan akan menaikkan suku bunga secara bertahap mulai semester pertama 2016.

 

  1. US Unemployment Claims: Kamis (8/10), 19.30 WIB

US jobless claims meningkat sebesar 10.000 menjadi 277.000 pekan lalu, namun tetap berada di dekat level terendah 15 tahun. Jumlah total warga AS yang menerima santunan pengangguran adalah 2,19 juta. Sektor tenaga kerja terus membaik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Pekan ini, angka jobless claims diperkirakan mencapai 274.000.

  1. US FOMC Meeting Minutes: Jumat (9/10), 02.00 WIB

Juli lalu, para pejabat Fed menyatakan bahwa mereka semakin dekat dengan langkah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir. Meksipun demikian pada pertemuan bulan September, Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga walaupun data ekonomi saat itu cukup mendukung. Notulensi pertemuan tersebut akan memberikan petunjuk yang lebih lengkap mengenai keputusan tersebut.

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

AUDUSD

Secara umum, AUD/USD masih bergerak di bawah tekanan. Harga mengalami pull-back mendekati area resistance Fibonacci di kisaran 0.70665-0.71475. Meskipun harga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4 belum bisa menjadi dasar bagi perubahan trend. CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk AUD/USD cenderung BEARISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi pelemahan Aussie hingga kisaran 0.70164-0.69354.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 0.71475 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Aussie hingga kisaran 0.71976-0.72786.

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 5-9 OKTOBER 2015

EUR/USD bergerak dalam pola sideway seperti yang terlihat di chart. Perhatikan bahwa harga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4, sementara kedua MA tersebut bergerak mendatar. Stochastic memperlihatkan indikasi bearish di chart yang sama sementara CCI berada dalam kondisi overbought. Bias mingguan untuk EUR/USD cenderung NETRAL, dengan kemungkinan bearish.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan Fibonacci di kisaran 1.12397-1.13235. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 1.11879-1.11041.

Sebaliknya berhati-hatilah jika harga tembus ke atas 1.13235 karena hal tersebut kemungkinan besar justru akan akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.13753-1.14591.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 5-9 OKTOBER 2015

GBP/USD masih bergerak di bawah tekanan. Harga bergerak di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4 sementara kedua MA tersebut secara umum masih bergerak turun. CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart yang sama. Dengan demikian bias mingguan untuk GBP/USD cenderungBEARISH.

Pelemahan sterling pekan ini kemungkinan akan berlanjut jika support di 1.51058 tembus. Jika itu terjadi, ada kemungkinan sterling akan melanjutkan pelemahan hingga kisaran 1.49756-1.48300.

Sebagai strategi alternatif, tunggu pull-back hingga area resistance Fibonacci di kisaran 1.53165-1.54467. Carilah konfirmasi sinyal bearish di area tersebut. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 1.52360-1.51058.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance1.54467 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.55272-1.56574.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 5-9 OKTOBER 2015

USD/JPY secara umum bergerk dalam pola sideways sebagaimana yang terlihat di chart H4. MA 20 dan MA 50 cenderung bergerak mendatar di chart H4. Meskipun demikian harga cenderung bergerak turun secara perlahan. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/JPY adalah NETRAL dengan kecenderungan bearish.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan Fibonacci di kisaran 119.648-120.251. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 119.276-118.673.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 120.251 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 120.623-121.226.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 5-9 OKTOBER 2015

USD/CHF terkoreksi dan jatuh ke bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Meskipun demikian harga tertahan di area kritis Fibonacci di kisaran 0.96468. Oleh karena itu bias mingguan belum sepenuhnya berubah menjadi bullish. CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/CHF masih berpotensi BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area Fiboancci di kisaran 0.96468-0.97214. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish) dan diikuti oleh penembusan ke atas 0.97214, barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.97675-0.98420.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support0.96468 yang tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.96007 atau mungkin bahkan 0.95262.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 5-9 OKTOBER 2015

NZD/USD bergerak naik dan menguji area resistance di kisaran 0.64587 saat analisa ini dibuat. Harga masih bergerak di atas MA 20 dan MA 50 dan kedua MA tersebutmasih bergerak naik. Dengan demikian bias mingguan untuk NZD/USD cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu penembusan ke atas resistance 0.94587 sebelum membuka posisi buy. Ingat bahwa penembusan yang terjadi harus valid dan signifikan. Jika terjadi penembusan yang valid dan signifikan, Kiwi kemungkinan akan melanjutkan penguatan hingga kisaran 0.65116-0.65708 pekan ini.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan juga area support Fibonacci di kisaran 0.63731-0.63201. Jika terjadi koreksi ke area tersebut Anda bisa mencari konfirmasi sinyal bullish sebagai sinyal untuk membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.64058-0.64587.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 0.63201 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kiwi hingga kisaran 0.62874-0.62345.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 5-9 OKTOBER 2015

Harga emas mengalami pull-back yang cukup kuat hingga menguji area resistance di 1136.74. harga juga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4, namun MA 20 masih berada di bawah MA 50. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Dengan demikian bias mingguan untuk emas cenderung BEARISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, Anda bisa menunggu mencari konfirmasi sinyal bearish di area 1124.45-1136.74 sebelum membuka posisi sell dengan potensi bearish hingga kisaran 1116.85-1104.57. Namun Anda harus melihat penembusan ke bawah 1124.45 terlebih dahulu, barulah terbuka peluang mencapai target bearish tersebut.

Sebaliknya berhati-hatilah jika terjadi akselerasi ke atas 1136.74 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mempertegas bias bullish untuk outlook mingguan dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1144.34-1156.62.

0 Comments

Strategi Forex Trading: Kunci Sukses Paham Harmonic Pattern (3)

Dalam tulisan sebelumnya telah dibahas salah satu pola “turunan” harmonic pattern yaitu Gartley pattern. Pola tersebut bisa dimanfaatkan sebagai salah satu referensi untuk melakukan analisa teknikal dalam forex trading.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pula “turunan” harmonic pattern yang lebih jauh lagi.

Sebenarnya yang akan dipaparkan kali ini adalah pengembangan dari pola Gartley. Uniknya, pola-pola tersebut dinamai dengan nama hewan.

Di antaranya adalah:

  • Crab (kepiting)
  • Bat (kelelawar)
  • Butterfly (kupu-kupu)

Mari kita sebut saja ketiga model pola tersebut sebagai “mutasi” dari pola Gartley yang telah kita pelajari dalam artikel sebelumnya.

Pada dasarnya bentuk ketiga pola yang akan dibahas ini tidak jauh berbeda dengan pola Gartley itu sendiri. Yang membedakan satu sama lain (nanti akan bisa Anda lihat sendiri) adalah rasio Fibonacci yang dipergunakan pada masing-masing pola.

Kita mulai saja.

The Crab

bearish crab bullish crab

Pola ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2000 oleh salah seorang fans berat harmonic pattern bernama Scott Carney. Ia memberi nama pola ini: Crab.

Scott Carney berpendapat bahwa pola ini merupakan yang paling akurat di antara semua varian harmonic pattern karena ekstrimnya area potensi reversal (Potential Reversal Zone) jika menggunakan pergerakan XA sebagai acuan.

Pola ini memiliki risk-to-reward ratio yang bagus karena Anda bisa menempatkan stop loss dengan jarak yang sesempit mungkin. Namun untuk bisa mempergunakannya, Anda harus terlebih dahulu mengetahui apa saja persyaratan sebuah pola Crab yang baik.

Sebuah pola Crab harus memiliki persyaratan sebagai berikut:

  1. Pergerakan AB haruslah merupakan koreksi (retracement) sejauh 38.2%atau 61.8%dengan mempergunakan XA sebagai acuan.
  2. Pergerakan BC merupakan retracementsejauh 38.2%atau 88.6% denganmempergunakan AB sebagai acuan.
  3. Jika Anda mempergunakan koreksi 38.2% untuk mengukur BC (dengan AB sebagai acuan), maka pergerakan CD harus merupakan perpanjangan (ekstensi) sejauh 224%dengan BC sebagai acuan. Namun jika Anda mempergunakan rasio 88.6%, maka CD harus merupakan ekstensi sejauh 361.8%.
  4. CD merupakan perpanjangan 161.8%dari XA.

 

The Bat

bearish bat bullish bat

Sang Kelelawar muncul setahun setelah Sang Kepiting. Pola Bat ini diperkenalkan oleh Scott Carney pada tahun 2001. Pola Bat ini memiliki ciri yaitu “kaki” terakhir (sejauh ini kita sebut CD) merupakan koreksi (retracement) sejauh 88.6% dari XA.

Pola Bat memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. AB merupakan retracement sejauh 38.2% atau 50% dari XA.
  2. BC bisa merupakan retracement sejauh 38.2% atau 88.6% dari AB.
  3. Jika retracement BC adalah 38.2%dari AB, maka CD harus merupakan ekstensi sejauh 161.8%dari BC. Namun jika retracement BC adalah 88.6% dari AB, maka CD adalah ekstensi 261.8%dari BC.
  4. CD merupakan retracement sejauh 88.6%dari XA.

The Butterfly

bearish butterfly bullish butterfly

Lalu muncullah Sang Kupu-Kupu dari kepompongnya. Pola Butterfly ini diperkenalkan oleh Bryce Gilmore. Ciri pola ini adalah koreksi AB merupakan retracement sejauh 78.6% dari XA.

Berikut ini adalah pemaparan ciri-ciri pola Butterfly:

  1. AB merupakan retracement sejauh 78.6% dari XA.
  2. BC bisa merupakan retracement sejauh 38.2% atau 88.6% dari AB.
  3. Jika retracement BC adalah sejauh 38.2%dari AB, maka CD merupakan ekstensi 161.8% dari BC. Namun jika retracement BC adalah 88.6%dari AB, maka CD merupakan ekstensi 261.8%dari BC.
  4. CD merupakan ekstensi 127%atau 161.8%dari XA.

Pola-pola ini jelas sudah tidak sesederhana ABCD atau Three-Drive Pattern. Maka dari itu disarankan untuk benar-benar mempelajarinya sebelum menerapkannya sebagai salah satu strategi forex trading Anda. Metode ini bisa membantu Anda untuk memaksimalkan setiap peluang yang ada yang seringkali sulit untuk bisa dikenali tanpa pengetahuan mengenai harmonic pattern.

Tips untuk Anda: mulailah mempelajari dan mempraktekkannya dalam simulasi terlebih dahulu. Pergunakan demo account (FOREXimf menyediakan GRATIS untuk Anda, dapatkan di sini), diskusikan dengan orang yang memang telah memahami metode analisa ini. Anda bisa mendiskusikannya dengan lebih dalam lagi dengan tim Market Analyst FOREXimf jika Anda sudah terdaftar sebagai nasabah aktif FOREXimf.

Tertarik untuk mendapatkan lebih? Silakan daftar di sini.

Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya, di mana kita akan membahas cara sederhana menerapkan analisa dengan mempergunakan harmonic pattern.

Salam,

3 Comments