Strategi Forex Trading: Kunci Sukses Paham Harmonic Pattern (2)

Di tulisan bagian pertama kita sudah membahas ABCD Pattern dan Three-Drive Pattern. Kedua pola tersebut merupakan jenis harmonic pattern yang bisa Anda manfaatkan sebagai salah satu teknik melakukan analisa dalam forex trading.

Kali ini kita akan membahas varian lain dari harmonic pattern, yaitu Gartley pattern. Pola ini diperkenalkan oleh seorang pialang saham bernama Harold McKinley Gartley di pertengahan tahun 1930-an. Ia mengklaim bahwa dengan metode ini ia bisa menjawab dua pertanyaan besar dalam dunia trading: kapan waktunya buy dan kapan waktunya sell.

Tidak lama setelah Gartley mempublikasikan temuannya, orang-orang mulai mencoba menerapkan metode tersebut di instrumen selain saham. Sejak itulah banyak buku maupun diskusi membahas metode Gartley tersebut.

Gartley pattern (atau juga disebut 222 pattern) sebenarnya memiliki dasar yang sama dengan ABCD pattern. Perbedaannya adalah pola ini didahului oleh kemunculan harga high (tertinggi) atau low (terendah) yang signifikan.

Pola-pola ini biasanya akan terbentu ketika terjadi koreksi dari sebuah trend. Biasanya juga terlihat seperti huruf M atau W. Pola ini bisa membantu untuk menemukan entry point yang baik.

Bearish Gartley Bullish Gartley

Pola Gartley terbentuk ketika harga berada dalam uptrend atau downtrend namun telah mulai terlihat ada tanda-tanda akan terjadi koreksi.

Yang menarik adalah bahwa ketika terjadi titik balik (reversal) maka titik-titik reversal tersebut merupakan level-level Fibonacci. Hal tersebut menjadikan pola ini menjadi indikator yang kuat untuk potensi reversal.

Sayangnya, pola ini cukup sulit untuk dikenali dan cukup riskan menimbulkan kebingungan karena banyaknya Fibonacci yang ditarik. Kuncinya adalah: tarik Fibonacci satu per satu, jangan bersamaan.

Pola Gartley sebenarnya mengandung pola ABCD yang telah dibahas di bagian pertama, hanya saja diawali oleh titik X.

Sebagai panduan bagi Anda, berikut ini adalah beberapa poin yang perlu diingat terkait dengan pola Gartley ini:

  1. Pergerakan AB harus merupakan koreksi sejauh 61.8% dari ergerakan XA.
  2. Pergerakan BC harus merupakan koreksi 38.2% (atau 88.6%) dari pergerakan AB.
  3. Jika koreksi BC merupakan koreksi 38.2% dari AB, maka CD harus merupakan perpanjangan 127.2% dari pergerakan BC. Namun jika BC merupakan koreksi sejauh 88.6% dari AB, maka CD merupakan perpanjangan sejauh 161.8% dari pergerakan BC.
  4. Pergerakan CD haruslah merupakan koreksi (retracement) 78.6% dari pergerakan XA.

Seperti biasa, kami menyarankan untuk terlebih dahulu mencoba mengenali pola-pola ini sebelum menerapkannya dalam real account. Anda bisa mendapatkan demo account untuk sarana berlatih secara cuma-cuma. Untuk mendapatkannya, silakan klik di sini.

OK, demikian bagian ke-2 tentang harmonic pattern kali ini. Di bagian selanjutnya, kita akan membahas pengembangan lain dari Gartley pattern.

Tunggu saja.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 28 SEPTEMBER – 2 OKTOBER 2015

Minggu ini akan menjadi hari-hari yang akan membuat pasar cukup bergerak volatile setelah dolar kembali berhasil pulih. Data Consumer Confidence AS, data pekerjaan ADP AS, pidato Janet Yellen, dan data non farm payrolls AS merupakan data bulanan yang sangat penting yang akan menjadi highlights pada minggu ini. Berikut ini adalah prospek di penggerak pasar pada kalender Forex.

Pada saat dolar menderita untuk sementara waktu dikarenakan hasil pertemuan the Fed untuk bulan September. Janet Yellen secara mengejutkan membalikkan kondisi pasar dengan memberikan pernyataan dengan nada hawkish yang menekankan bahwa pada tahun 2015 kenaikan suku bunga masih dapat dilakukan. Estimasi data GDP akhir untuk kuartal kedua di AS dirlis dengan mengalahkan perkiraan pertumbuhan tahunan sebanyak 3,9%. Di tempat lain, Aussie sedang berjuangketika pertumbuhan ekonomi Cina melemah dan membuat Aussie terdeperesiasi.

Berikut adalah ulasan data ekonomi penting minggu ini yang berhasil dirangkum oleh tim Market Analyst FOREXimf.com :

  1. Pidato William Dudley: Senin, 19:30 WIB. William Dudley, Presiden New York Federal Reserve akan memberikan sebuah wawancara untuk Wall Street Journal dan berbicara tentang isu kenaikan suku bunga dan sekitar ekspektasi inflasi. Dalam pembicaraan sebelumnya, Dudley menentang kenaikan suku bunga pada bulan September di tengah perkembangan pasar internasional dan keuangan, tetapi ia berharap The Fed masih akan menaikkan suku bunga pada tahun ini.

  1. CB Consumer Confidence AS : Selasa, 21:00 WIB. Kepercayaan konsumen AS naik tipis pada bulan Agustus, setelah mengalami penurunan tajam pada bulan Juli. Indeks kepercayaan konsumen naik ke 101,5 dari 91 setelah mengalami revisi pada bulan sebelumnya terutama karena peningkatan pasar tenaga kerja. Pasar percaya data yang kuat akan mendukung sector belanja konsumen yang menguat di bulan-bulan berikutnya.

  1. ADP Non-Farm Payrolls AS : Rabu, 21:15 WIB. Data pekerja AS dari sektor swasta terus meningkatpada bulan Agustus, meskipun ada gejolak di pasar keuangan global. Laporan ADP telah menunjukkan bahwa sector gaji swasta meningkat 190.000 dari 177.000 pada bulan Juli. Tetapi angka tersebut masih di bawah ekspektasi ekonom. Para ekonom memperkirakan data pekerja ADP akan naik.

  1. Pidato Janet Yellen: Kamis, 02:00 WIB. Chair’s Federal Reserve, Janet Yellen dijadwalkan untuk berbicara di St Louis. Setelah pertemuan Fed bulan September yang menunda kenaikan suku bunga. Janet Yellen mengatakan bank sentral AS masih bersiap untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini. Yellen mengatakan bahwa pelemahan inflasi baru-baru ini hanya bersifat sementara, yang disebabkan oleh dolar menguat dan harga minyak yang. Dia mengatakan prospek ekonomi AS masih solid.

  1. Klaim Pengangguran AS: Kamis, 19:30 WIB. Jumlah aplikasi untuk tunjangan pengangguran, yang diajukan pekan lalu, naik kurang dari perkiraan dengan mencapai 267.000 aplikasi ketika tren pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan naik tipis. Para ekonom memperkirakan jumlah klaim mencapai 268.000. 4 week’s average turun 750 ke level terendah dalam lebih dari sebulan dengan menyentuh 271.750. Jumlah klaim baru diperkirakan naik pada minggu ini.

  1. ISM Manufacturing PMI AS : Kamis, 21:00 WIB. Sektor manufaktur AS tumbuh di laju yang paling lambat sejak Mei 2013 dengan mencapai 51,1. Pesanan baru juga ikut turun 4,8% menjadi 51,7, yang merupakan tingkat terendah sejak Mei 2013. Indeks pekerja turun menjadi 51,2 dari 52,7 pada bulan Juli. Para ekonom memperkirakan PMI manufaktur akan naik tipis pada bulan September.

  1. Non-farm payrolls AS : Jumat, 19:30 WIB. Pertumbuhan pekerjaan AS naik moderat pada bulan Agustus, dan tingkat pengangguranturun ke dekat level 7½tahun terendah, sementarasector upah meningkat. Nonfarm payrolls bulan Agustus meningkat 173.000 setelah direvisi dengan naik 245.000 pekerjaan pada bulan Juli. Meskipun laporan pekerjaan tercampur tetapi masih dalam kecenderungan positifdan menunjukkan ekonomi AS masih kuat. Analis memperkirakan non farm payrolls AS akan naik pada bulan Septemberdan tingkat pengangguran masih tetap tetapi upah bulanan diperkirakan akan meningkat.

 

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY AUDUSD 28 SEP 2015

Secara umum, bias mingguan harga AUD/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam tekanan bearish dan saat ini harga mencoba untuk melakukan rebound dengan bergerak ke atas. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BEARISH.

Waspadai jika Aussie masih melemah terhadap dollar maka perhatikan resistan di kisaran 0.70677 – 0.71079 dengan mencari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada kemungkinan Aussie kembali tertekan dengan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 0.69373.

Perhatikan juga, jika aussie menguat terhadap dollar menembus resistan 0.71079 maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemunginan besar akan membawa Aussie bergerak ke atas hingga kisaran 0.70981.

NZD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY NZDUSD 28 SEP 2015

Secara umum, bias mingguan pergerakan NZD/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi NETRAL. Preferensi minggu ini, harga kemungkinan akan bergerak BEARISH. Waspadai karena secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan, Jika harga tertahan kuat di sekitar area resistan 0.64031 maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada peluang harga akan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 0.63448 – 0.62866.

Sebaliknya, waspadai jika resistance 0.64031 ditembus karena momen tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat NZD/USD dengan bergerak ke atas menujua resistan pada kisaran 0.64552.

 

USD/CHF

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDCHF 28 SEP 2015

Secara umum, bias mingguan pergerakan USD/CHF pada grafik 4 jam-an terlihat berada dalam kondisi BULLISH. Preferensi harga pada minggu ini, harga masih akan bergerak BULLISH. Perhatikan, secara teknikal indicator stochastic dan CCI berpotensi berada akan bergerak bullish.

Wasapdai, pergerakan bullish kemungkinan akan terjadi dengan mencari sinyal beli yang terkonfirmasi di sekitar support 0.97675 dimana ada kemungkinan USD/CHF akan kembali bergerak ke atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 0.98420 – 0.99279.

Tetapi sebaliknya jika ternyata support 0.97675 ditembus maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi kembali bearish dan kemungkinan akan membawa harga dengan bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 0.96841.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDJPY 28 SEP 2015

Bias mingguan pergerakan USD/JPY pada grafik 1 jam-an berada dalam kondisi NETRAL dan saat ini harga sedang terkoreksi dengan bergerak ke bawah. Preferensi hari ini, harga kemungkinan akan bergerak BULLISH.

Jika kita perhatikan indicator stochastic yang berada berada dalam kondisi jenuh jual maka ada kemungkinan harga akan bergerak ke atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 121.22.

Sebaliknya perhatikan juga jika support 120.22 ditembus sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan dalam tekanan dan berpotensi akan membawa USD/JPY bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 119.69 – 119.21.

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY GBPUSD 28 SEP 2015

Secara umum bias mingguan, GBP/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang berkonsolidasi di area support. Preferensi minggu ini, harga masih akan bergerak BEARISH. Perhatikan, indikator stochastic berada dalam kondisi bullish minor.

Waspadai jika harga bergerak ke atas dan tertahan kuat di area resistan 1.525796 – 1.53340 maka carilah sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju support terdekatnya pada kisaran 1.51341 – 1.49918.

Sebaliknya, perhatikan jika poundsterling menguat terhadap dollar dan menembus resistan 1.53340 maka berhati-hatilah sebab hal tersebut berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan dimana harga akan bergerak atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 1.54575.

EUR/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY EURUSD 28 SEP 2015

Bias mingguan pergerakan EUR/USD pada grafik 4 jam-an bergerak dalam kondisi bearish. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BEARISH. Secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan jika harga tertahan kuat di sekitar resistan 1.12397 maka ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah untuk menguji support berikutnya pada kisaran 1.11041 – 1.10075.

Sebaliknya waspadai, jika EUR/USD bergerak ke atas dan menembus area resistan 1.12397 maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan akan membawa harga bergerak ke atas menuju resistan pada kisaran 1.13235.

EMAS

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY XAUUSD 28 SEP 2015

Bias mingguan pergerakan XAU/USD pada grafik 4 jam-an bergerak dalam kondisi bullish. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BULLISH. Secaar teknikal indicator stochastic berpotensi dalam kondisi bullish

Waspadai jika harga emas tertahan kuat di sekitar support 1134.49 – 1142.95 maka cari sinyal beli yang terkonfirmasi di sekitar area terserbut dimana ada kemungkinan harga akan kembali bergerak ke atas menuju resistan pada kisaran 1156.62 – 1172.38.

Sebaliknya waspadai juga jika support 1134.49 ditembus maka ada kemungkinan harga emas akan melemah terhadap dollar dan akan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 1120.81.

Strategi Forex Trading: Kunci Sukses Paham Harmonic Pattern (1)

Anda mungkin telah mempelajari beberapa pola pergerakan harga (price pattern) di laman edukasi FOREXimf.com yang diberi nama EduSpot. Dalam forex trading pengenalan pola tersebut bisa membantu trader untuk mencari peluang bahkan tanpa memerlukan bantuan indikator teknikal lain.

Artikel kali ini akan membahas salah satu jenis pattern kontemporer, dalam arti berbeda dengan pattern konvensional yang mungkin sering Anda temui semisal double top, head and shoulders dan lain-lain. Nama pattern tersebut adalah “harmonic pattern”. Pattern ini relatif lebih sulit untuk dipahami, namun jika Anda telah menguasainya bisa bermanfaat untuk mencari peluang yang tersembunyi.

Ide dasar dari harmonic pattern adalah untuk mengenali potensi koreksi dari sebuah trend. Bisa dikatakan merupakan sebuah cara untuk “mencuri kesempatan” dengan mencari waktu yang tepat  untuk melakukan  “pembangkangan” terhadap arah major trend. Nah, karena teknik ini merupakan “perbuatan melanggar hukum trading” alias melanggar kaidah utama trading (yaitu: the trend is your friend), maka Anda harus benar-benar berhati-hati dalam menerapkannya meskipun seandainya Anda sudah menguasai teorinya.

Meskipun demikian, pada perkembangannya justru harmonic pattern bisa dipergunakan untuk mengenali potensi continuation atau pelanjutan trend.

Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, sebaiknya Anda telah menguasai penggunaan Fibonacci Retracement. Anda bisa menonton pemaparan materi tentang Fibonacci retracement di sini. Pelajari dan pahami dulu sebelum Anda memutuskan untuk mempelajari harmonic pattern.

Di artikel kali ini kita akan mempelajari dua jenis harmonic pattern, yaitu:

  • ABCD Pattern
  • Three-Drive Pattern

Ada satu hal yang perlu Anda ingat. Untuk SEMUA harmonic pattern, Anda HARUS MENUNGGU sampai pola tersebut terbentuk sebelum membuka posisi sell atau buy. Kesabaran adalah hal yang mutlak harus Anda miliki jika ingin melakukan analisa berdasarkan harmonic pattern.

Pola ABCD

Ini merupakan harmonic pattern yang paling sederhana. Namun tetap saja untuk bisa mengenali pola ini Anda harus memiliki penglihatan yang cukup tajam dan pengamatan yang jeli. Anda juga harus bisa mempergunakan Fibonacci dengan baik.

Ada dua versi pola ABCD: bullish dan bearish. Garis AB dan CD disebut dengan “kaki” (leg) sementara BC disebut “koreksi” atau “retracement”. Jika kita mempergunakan Fibonacci Retracement dengan mempergunakan kaki sebagai acuan, maka pergerakan garis BC harus mencapai area koreksi 61.8% (0.618). Selanjutnya, pergerakan CD merupakan perpanjangan sejauh 127.2% (1.272) berdasarkan pergerakan BC.

Dalam membantu mencari peluang dalam forex trading, Anda mengenal pola pergerakan harga (price pattern). Dalam artikel ini membahas pattern yang disebut harmonic pattern. Apakah itu dan bagaimana mengenalinya? Simak artikel ini lebih lanjut. Dalam membantu mencari peluang dalam forex trading, Anda mengenal pola pergerakan harga (price pattern). Dalam artikel ini membahas pattern yang disebut harmonic pattern. Apakah itu dan bagaimana mengenalinya? Simak artikel ini lebih lanjut.

Cukup sederhana. Yang perlu Anda lakukan hanya menunggu hingga pola ini selesai (sudah mencapai titik D) sebelum membuka posisi sell atau buy.

Sebagai catatan, panjang CD lebih kurang harus sama dengan panjang AB. Tidak harus sama persis, namun perbedaannya tidak signifikan.

Three-Drive Pattern

Three-drive pattern mirip dengan ABCD pattern, hanya saja ia memiliki tiga kaki dan dua koreksi. Ketiga kaki itu kemudian kita sebut dengan “drive”.

Jika Anda jeli, Anda bisa menemukan kesamaan pola ini dengan pola Elliott. Konon pola ini memang “leluhur” teori Elliott Wave.

Dalam membantu mencari peluang dalam forex trading, Anda mengenal pola pergerakan harga (price pattern). Dalam artikel ini membahas pattern yang disebut harmonic pattern. Apakah itu dan bagaimana mengenalinya? Simak artikel ini lebih lanjut. Dalam membantu mencari peluang dalam forex trading, Anda mengenal pola pergerakan harga (price pattern). Dalam artikel ini membahas pattern yang disebut harmonic pattern. Apakah itu dan bagaimana mengenalinya? Simak artikel ini lebih lanjut.

Dari gambar di atas bisa Anda lihat bahwa titik A harus merupakan koreksi sejauh 61.8% dari Drive 1. Demikian juga titik B harus merupakan koreksi sejauh 61.8% dari Drive 2. Lalu Drive 2 sendiri harus merupakan perpanjangan sejauh 127.2% dari koreksi pertama (1 ke A).

Ketika Drive 3 terbentuk, Anda bisa mempertimbangkan untuk membuka posisi sell atau buy.

Penting untuk Anda perhatikan, sebelum memutuskan untuk membuka posisi sell atau buy, coba periksa apakah persyaratan ini terpenuhi:

  • Waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan Drive 2 harus sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan Drive 3.
  • Waktu yang diperlukan untuk membentuk koreksi A harus sama dengan waktu yang diperlukan untuk membentuk koreksi B.

Ada baiknya Anda mencoba teknik ini dalam simulasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menerapkannya di real account. Anda bisa melakukan simulasi dengan mempergunakan demo account yang bisa Anda dapatkan di sini secara cuma-cuma.

Di artikel selanjutnya akan kita bahas pola harmonic yang lain, yaitu Gartley.

Sampai jumpa.

Tips Forex Trading: Rahasia Menghindari Loss Berulang (2-Habis)

Dalam tulisan sebelumnya telah dibahas lima hal yang perlu Anda perhatikan dalam forex trading. Hal-hal tersebut diharapkan bisa menjadi panduan bagi Anda dalam menjalankan aktivitas sebagai seorang trader.

Di bagian yang ke-2 ini, akan dipaparkan beberapa hal lagi yang sebaiknya Anda ketahui agar tidak terjebak melakukan kesalahan yang berulang sehingga menghasilkan kerugian yang berulang pula.

6. Selalu gunakan “uang dingin”

Setelah seorang trader merasa siap – tentunya setelah melalui proses belajar dan membangun trading plan – maka sudah waktunya untuk melakukan real trading. Artinya, ada uang yang benar-benar terlibat di dalamnya.

Perlu diketahui bahwa hasil simulasi tidak menjamin hasil yang sama saat real trading. Artinya, meskipun hasil demo account Anda memperlihatkan hasil yang mengagumkan, belum tentu hasil real trading Anda akan memberikan hasil yang sama.

Mengapa? Setidaknya ada dua penyebab.

Pertama, situasi pasar yang dinamis. Keadaan pasar bisa jadi berubah 180 derajat ketika Anda melakukan real trading. Mungkin saat melakukan simulasi, kondisi pasar sangat cocok dengan sistem trading yang Anda uji coba, namun berubah ketika real trading telah dijalankan.

Meskipun demikian, poin pertama ini semestinya tidak akan terlalu mengganggu jika Anda telah melakukan simulasi dalam waktu yang cukup panjang dan benar-benar menerapkan trading plan dengan disiplin. Ketika situasi pasar berubah, Anda akan tahu kapan harus berhenti dan kembali mengamati kapan waktunya untuk kembali beraksi.

Yang lebih sering menjadi penyebab justru adalah poin ke-2 ini: faktor psikologis. Seringkali seorang trader menjadi sangat emosional ketika melakukan trading. Wajar, mengingat kali ini uang sungguhan yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Perasaan takut merugi justru seringkali memicu kerugian yang lebih besar dan – sialnya – beruntun.

Maka disarankan untuk mempergunakan “uang dingin” ketika trading. Yang dimaksud dengan uang dingin adalah the money that you can let go. Artinya, meskipun terjadi sesuatu yang buruk atas uang tersebut (baca: LOSS), kehidupan Anda tidak akan terpengaruh. Anda akan tetap bisa melanjutkan hidup dengan normal meskipun kehilangan uang tersebut. Dengan demikian Anda akan bisa ber-forex trading-ria dengan tenang.

7. Buat catatan

Buat catatan untuk semua transaksi yang Anda lakukan. Cara ini efektif untuk membantu Anda mengevaluasi setiap keuntungan maupun kerugian yang Anda alami.

Memang setiap transaksi yang Anda lakukan akan terekam dengan sendirinya di Account History, namun ada baiknya Anda juga membuat catatan terutama ketika mengalami kerugian tentang – misalnya – bagaimana kondisi pasar saat itu, apakah Anda berada dalam kondisi yang emosional, dan sebagainya. Intinya, kenali apa kesalahan yang mungkin Anda lakukan saat itu.

Trader cenderung mengulangi kesalahan yang sama. Dengan membuat semacam jurnal trading, Anda akan bisa meminimalisir kemungkinan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

8. Perlakukan forex trading selayaknya bisnis

Adalah penting menganggap bahwa forex trading merupakan bisnis. Setiap pebisnis harus mampu berpikir jernih dan matang sebelum mengambil keputusan, demikian juga trader.

Dalam trading, hasil akhir bukanlah fokus utama. Hasil memang penting, tetapi yang lebih penting adalah proses.

Salah satu proses sukses forex trading adalah kemampuan mengendalikan emosi. Banyak trader yang menjadi terbawa perasaan ketika mengalami kerugian, juga ketika memperoleh keuntungan. Anda harus menghindari itu. Tidak peduli berapa ribu dollar keuntungan Anda hari ini, tetap tidak boleh membuat Anda besar kepala dan menganggap enteng resiko yang mungkin akan muncul. Demikian juga ketika misalnya Anda baru saja mengalami kerugian, tidak boleh menjadi alasan merasa takut mengambil keputusan di esok hari.

Perencanaan, kemampuan mengendalikan diri, serta kelihaian mengatur modal dan mengantisipasi resiko. Itulah yang dibutuhkan seorang pebisnis. Demikian juga, itulah ynag harus dimiliki seorang trader.

The Bottom Line

Dunia forex trading memang sangat menarik karena rendahnya modal yang dibutuhkan, perdagangan yang bisa berlangsung 24 jam sehari dari Senin hingga Sabtu dini hari, serta potensi peluang yang luar biasa besar. Ketika diperlakukan sebagai bisnis, maka selayaknya bisnis forex trading pun bisa memberikan keuntungan yang besar. Namun untuk itu Anda perlu melakukan beberapa hal untuk menghindari kerugian, setidaknya meminimalisirnya.

Sebagai rangkuman, beberapa hal ini akan sangat Anda butuhkan:

–          Persiapan yang matang

–          Kesabaran dan kedisiplinan untuk belajar dan melakukan pendalaman

–          Penerapan teknik manajemen resiko dan manajemen modal

–          Menganggap trading sebagai bisnis

Jadi, apakah Anda memang sudah benar-benar siap untuk trading? Jika ya, kami tunggu Anda untuk bergabung bersama kami. Buka akun trading di sini dan dapatkan fasilitas serta layanan yang tidak pernah Anda dapatkan sebelumnya, mulai dari konsultasi analisa hingga informasi terkini tentang peluang yang bisa Anda raih di pasar.

Tips Forex Trading: Rahasia Menghindari Loss Berulang (1)

Perputaran modal di forex trading lebih dari 4 trilyun USD per hari. Itulah sebabnya mengapa pasar uang menjadi pasar finansial yang terbesar di dunia. Forex trading telah menjadi semakin populer di masyarakat, mulai lapisan menengah ke bawah hingga kalangan jetset.

Cara melakukan transaksi kian mudah. Kecanggihan teknologi informasi telah membuat trading menjadi semakin praktis. Belum lagi pasar yang memang berjalan 24 jam sehari dari Senin hingga Jumat.

Kendatipun, tidak bisa dipungkiri bahwa resiko yang tersimpan juga cukup tinggi. Berangkat dari kepedulian akan keselamatan modal Anda, maka kami putuskan untuk kembali berbagi kepada Anda cara untuk menghindari kerugian yang menyakitkan.

1. Belajar sebelum dihajar

Memang forex trading itu sederhana, namun untuk bisa berkata demikian Anda harus tahu ilmunya dulu. Sederhananya trading tidak lantas membuat resiko hilang begitu saja.

Mempelajari ilmu trading merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan seorang trader. Belajarlah dengan cara yang benar, yaitu mulai dari dasar baru kemudian bertahap meningkat ke level yang lebih tinggi.

No pain, no gain. Tidak ada kesuksesan yang instan. Semua butuh waktu. Semua butuh ilmu.

2. Cari broker (pialang) yang bereputasi baik

Industri perdagangan berjangka (forex termasuk di dalamnya) – meskipun semakin populer – masih belum sepopuler sektor bisnis lain. Sebut saja properti, perdagangan saham atau investasi reksadana sekalipun, masih lebih populer dibandingkan forex.

Itulah mengapa masyarakat masih belum terlalu memiliki informasi yang cukup tentang forex, sehingga mudah tertipu oleh oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan tersebut. Mulai dari penipuan berkedok investasi forex, hingga broker (pialang berjangka) yang tidak memiliki izin resmi dari otoritas (illegal). Akhirnya modal masyarakat hilang entah dibawa ke mana.

Maka dari itu, demi keamanan dana Anda, pastikan Anda bergabung dengan pialang berjangka yang sudah memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) selaku otoritas pengawas perdagangan berjangka di Republik Indonesia.

FOREXimf.com (yang merupakan situs resmi PT. International Mitra Futures) sudah mendapatkan izin resmi dimaksud. Silakan cek di sini, Anda akan melihat nama PT. International Mitra Futures di website resmi Bappebti.

3. Berlatih dengan demo account

FOREXimf.com menyediakan fasilitas demo account sebagai sarana Anda untuk berlatih trading sebelum turun ke gelanggang trading sesungguhnya. Dengan demo account Anda bisa berlatih trading dengan situasi pasar sesungguhnya tanpa harus khawatir kehilangan uang. Ini karena meskipun kondisi pasar yang dipergunakan adalah situasi real, namun modal yang dipergunakan adalah modal “virtual”.

Klik di sini untuk mendapatkan fasilitas demo account secara gratis.

4. Keep it simple

Seorang trader cenderung tergoda untuk memasukkan terlalu banyak indikator ke chart-nya. Seringkali bahkan ia menggunakan beberapa indikator yang sebenarnya memiliki fungsi yang sama, atau bahkan tanpa mengetahui apa sebenarnya fungsinya. Jadi “asal comot”.

Akhirnya chart-nya menjadi sangat crowded dan ia justru menjadi bingung sendiri. Maka sebaiknya buang indikator yang tidak Anda mengerti fungsi dan penggunaannya. Pakailah maksimal 4 jenis indikator dalam chart Anda dan pastikan semuanya memiliki fungsi yang Anda mengerti dan kuasai.

5. Gunakan Pengaman

Adalah penting untuk mengetahui bagaimana cara menghindari kerugian; minimal mengurangi resikonya. Teknik manajemen modal (money management/MM) yang benar dan tepat merupakan hal yang tak terpisahkan dari sukses forex trading. Siapa pun bisa masuk pasar kapan saja, namun yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mereka keluar dengan selamat.

Mempergunakan stop loss adalah cara yang paling efektif untuk memastikan bahwa resiko yang Anda hadapi tidak terlalu besar, atau setidaknya masih dalam batas toleransi Anda. Intinya adalah pada pembatasan resiko.

Di bagian ke-2 nanti akan saya lanjutkan pembahasan hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk menghindari kerugian berulang.

Sampai jumpa.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 21-25 SEPTEMBER 2015

USD mendapatkan tekanan akibat keputusan Federal Reserve (Fed) untuk menunda kenaikan suku bunga. Keputusan itu diambil di tengah kekhawatiran akan perekonomian global, ketidakstabilan pasar dan tingkat inflasi yang masih rendah di Amerika Serikat (AS). Meskipun demikian, Fed masih membuka kemungkinan untuk kenaikan suku bunga di akhir tahun 2015. Di saat yang sama, Federal Open Market Committee (FOMC) merilis proyeksi ekonomi.

13 dari 17 anggota FOMC memperkirakan akan terjadi kenaikan suku bunga di akhir tahun ini. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan pertemuan yang diadakan bulan Juni lalu, ketika ada 15 anggota FOMC yang berpendapat perlunya kenaikan suku bunga di tahun ini.

Di pekan ini kita akan menanti hasil pemilu Yunani, pidato Mario Draghi, data US Durable Goods Orders, Unemployment Claims, GDP dan piradto Janet Yellen.

Berikut adalah ulasan data ekonomi penting pekan ini yang berhasil dirangkum oleh tim Market Analyst FOREXimf.com:

  1. Pemilu Legilatif Yunani: Minggu (20/9)

Mantan Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, mengundurkan diri setelah memerintah selama tujuh bulan menyusul protes keras yang dilancarkan justru oleh kelompok garis keras Syriza setelah Tsipras menyetujui persyaratan bailout dengan para kreditur Yunani. Hal ini bertolak belakang dengan janji kampanyenya yang menjanjikan untuk mengakhiri program penghematan. Tsipras mengumumkan pemilu sela dengan harapan ia akan kembali bisa mendapatkan kepercayaan dari para pemilihnya.

Kubu garis keras Syriza kemudian membentuk partai sempalan, Popular Unity, yang mendorong Yunani untuk segera keluar dari zona euro, namun hasil jajak pendapat memperlihatkan bahwa partai baru tersebut tidak berhasil masuk ke dalam parlemen. Syriza masih memimpin perolehan suara, disusul oleh partai New Democracy. Sentimen positif akan diperoleh euro jika salah satu di antara kedua partai itu memenangkan pemilu dengan suara mayoritas; jika terjadi sebaliknya, euro akan mendapat sentimen negatif.

  1. Chinese Caixin Flash Manufacturing PMI: Rabu (23/9), 08.45 WIB

Data independen ini sangat penting bagi pasar, terutama setelah Fed menganggap bahwa pelambatan ekonomi China merupakan hal yang perlu mendapat perhatian. Setelah data Agustus yang dirilis di angka 47.3, data pendahuluan September diperkirakan naik tipis menjadi 47.6. Jika memang demikian, maka data tersebut mencerminkan bahwa ekonomi China masih mengalami kontraksi (di bawah 50).

  1. Pidato Mario Draghi: Rabu (23/9), 20.00 WIB

Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, dijadwalkan akan memberikan pernyataan di depan Perlemen Ekonomi dan Komite Moneter Eropa di Brussels. Setelah ECB memangkas proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 dan menyusul sinyal dari Draghi bahwa jika dianggap perlu, quantitative easing (QE) kemungkinan akan kembali diluncurkan untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Draghi juga mengakui bahwa tingkat inflasi bisa saja berubah menjadi negatif dalam waktu dekat. Pasar diperkirakan akan volatile merespon pernyataan Draghi nanti.

  1. German Ifo Business Climate: Kamis (24/9), 15.00 WIB

Indeks sentimen bisnis di Jerman membaik di bulan Agustus, menjadi 108.3 dari pembacaan di angka 108 di bulan Juli, menyusul positifnya rilis data sektor manufaktur. Perekonomian Jerman terlihat terus tumbuh di kuartal II-2015 sebesar 0,4%, menyusul ekspansi yang terjadi sebesar 0,3% di kuartal sebelumnya. Para responden merasa semakin yakin akan situasi ekonomi terkini. Meskipun demikian, banyak perusahaan agak pesimis tentang kondisi bisnis di masa datang.

Indeks sentimen bisnis diperkirakan akan turun menjadi 107.8 di bulan September.

  1. US Durable Goods Orders: Kamis (24/9), 19.30 WIB

Pemesanan untuk barang pabrikan tahan lama di AS terus meningkat di bulan Juli, naik untuk dua bulan berturut-turut. Pemesanan baru naik sebesar 2% menjadi $241.1 milyar di bulan Juli, menyusul kenaikan sebesar 4,1% di bulan Juni. Data Juli tersebut jauh di atas perkiraan para ekonom yang memperkirakan penurunan 0,4%.

Sementara itu, pemesanan untuk barang manufaktur termasuk transportasi mengalami kenaikan 0,6% menjadi $158 milyar di bulan Juli, setelah mengalami penurunan sebesar 0,6% di bulan Juni. Hasil positif ini diperkirakan akan menunjang pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2015.

Data durable goods orders bulan ini diperkirakan turun 2%, sementara core orders diperkirakan naik 0,2%.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (24/9), 19.30 WIB

Jumlah warga negara AS yang mengisi klaim awal untuk tunjangan pengangguran secara tidak terduga mengalami penurunan di pekan lalu sebesar 11.000 menjadi 264.000. Ini menjadi indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi terus membaik di sektor lapangan pekerjaan. Angka rata-rata empat mingguan turun menjadi 272.500 dari angka 275.250 di pekan sebelumnya. Di pekan ini klaim tunjangan pengangguran diperkirakan mencapai angka 268.000.

  1. Pidato Janet Yellen: Jumat (25/9), 04.00 WIB

Ketua Fed, Janet Yellen, dijadwalkan akan berpidato di University of Massachusets. Ia kemungkinan akan berbicara mengenai keputusan Fed yang mempertahankan suku bunga dan memaparkan rencana baru terkait kenaikan suku bunga yang telah lama dinanti-nanti. Seperti biasa, volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat merespon pernyataan Yellen.

  1. US GDP: Jumat (25/9), 19.30 WIB

Perekonomian AS mengalami pertumbuhan sebesar 3,7% di kuartal II-2015. Kenaikan tersebut memberikan sentiment yang sangat positif untuk USD. Di rilis ke-3 (final), data ini kemungkinan akan dikonfirmasi.

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

AUD/USD masih bergerak dalam uptrend. Harga terkoreksi masuk ke area di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart yang sama. Harga juga masih berada di area acuan Fibonacci yaitu kisaran 0.71585-0.72043. Dengan demikian bias mingguan untuk AUD/USD adalah BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area acuan Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish), barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.72327-0.72786.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 0.71585 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.71301-0.70842.

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

EUR/USD masih bergerak dalam uptrend. Kendati koreksi terjadi cukup dalam namum masih berada di area di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart yang sama. Harga memang sempat turun ke bawah 1.13070 namun masih tertahan oleh MA 50. Selain itu harga kembali rebound dan berada di dekat area acuan Fibonacci yang berada di kisaran 1.13070-1.13651. Dengan demikian bias mingguan untuk EUR/USD cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area acuan Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish) dan diikuti oleh penembusa ke atas 1.13651, barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.14010-1.14591.

Sebaliknya berhati-hatilah jika harga tembus ke bawah MA 50 karena hal tersebut kemungkinan besar justru akan akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.12711-1.12130.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

GBP/USD masih bergerak dalam uptrend. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart yang sama. Harga terkoreksi ke area support Fibonacci di kisaran 1.55318-1.54542. Dengan demikian bias mingguan untuk GBP/USD adalah BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area support Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish), barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.55798-1.56574.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 1.54542 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.54062-1.53286.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

USD/JPY kembali bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart yang sama. Harga masih berada di area acuan Fibonacci yaitu kisaran 119.787-120.244. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/JPY adalah BEARISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bearish di area acuan Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 119.504-119.046.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 120.244 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 120.527-120.985.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

USD/CHF kembali melakukan pull-back dan masuk ke area di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart yang sama. Harga terlihat menguji area resistance di kisaran 0.97058. Dengan demikian bias mingguan untuk USD/CHF cenderung BEARISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bearish), barulah Anda bisa membuka posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 0.96437. Penembusan ke bawah 0.96437 diperkirakan akan memperbesar momentum bearish dan kemungkinan akan diikuti oleh penguatan Swiss franc lebih jauh dengan potensi hingga kisaran 0.95817.

Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 0.97058 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.97613 atau mungkin bahkan 0.98168.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

NZD/USD mulai bergerak dalam uptrend. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart yang sama. Harga terkoreksi ke area support Fibonacci di kisaran 0.63784-0.63310. Di saat yang sama mendekati MA 20 dan MA 50 yang keduanya mulai bergerak naik. Dengan demikian bias mingguan untuk NZD/USD cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area support Fibonacci tersebut di atas. Jika ada (konfirmasi sinyal bullish), barulah Anda bisa membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.64078-0.64552.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 0.63310 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kiwi hingga kisaran 0.63016-0.62542.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN 21-25 SEPTEMBER 2015

GOLD mulai bergerak dalam uptrend. MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart H4 dan harga emas saat ini bergerak di atas kedua MA tersebut. Pada saat analisa ini dibuat, harga emas masih bergerak menguji area resistance yang berada di 1141.50. Dengan demikian bias mingguan untuk emas cenderung BULLISH.

Sebagai strategi trading pekan ini, Anda bisa menunggu sampai terlihat ada konfirmasi penembusan ke atas 1141.50 sebelum membuka posisi buy dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1151.61-1162.91. Ingat bahwa penembusan yang terjadi harus valid dan signifikan.

Sebagai strategi alternatfnya Anda bisa menunggu koreksi ke area support Fibonacci yang berada di kisaran 1125.14-1115.04. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal bullish sebelum membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1131.39-1141.50.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 1115.04 tembus karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1108.79-1098.68.

Tips Trading Menghadapi FOMC Meeting

Dalam forex trading, cara terbaik untuk mengantisipasi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menghasilkan keputusan tingkat suku bunga Federal Reserve (Fed) di tengah ketidakpastian adalah: menunggu. Tak diragukan lagi bahwa pengumuman tingkat suku bunga kali ini berpotensi memicu volatilitas pasar. Apalagi setelah itu Janet Yellen, Ketua Fed, akan memberikan pernyataan resmi yang akan dijadikan petunjuk oleh para pelaku pasar dan akan mempengaruhi USD.

Hampir semua sektor bisnis di Amerika Serikat (AS), terutama perumahan, menjadikan skenario yang akan dijalankan FOMC. Berdasarkan survey terakhir yang dilakukan Bloomberg, 50% ekonom percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dan 50% lagi memperkirakan tidak akan ada perubahan. Meskipun demikian, ada kemungkinan akan ada kejutan kenaikan sebesar 25 basis poin. Mungkin saja, meskipun tidak ada yang berani memastikan hal tersebut.

Sayangnya, melakukan trading berdasarkan keputusan suku bunga Fed tidaklah sederhana. Pada rapat FOMC kali ini, Fed juga akan merilis proyeksi ekonomi bersamaan dengan keputusan suku bunga dan akan diikuti oleh konferensi pers oleh Janet Yellen.

Kita mungkin akan melihat reaksi pasar segera setelah pengumuman dilakukan, diikuti oleh sedikit koreksi dan kemudian terjadi konsolidasi harga sebelum Yellen mengadakan konferensi pers. Pada saat konferensi pers berakhir, USD kemungkinan akan mulai bergerak ke arah tertentu, dan itulah reaksi pasar yang sesungguhnya.

Ada setidaknya tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengumuman tersebut:

  1. Tingkat suku bunga
  2. Petunjuk dari pernyataan resmi Fed
  3. Proyeksi ekonomi

Dan inilah skenario yang mungkin bisa terjadi dan efeknya terhadap USD:

  1. Suku bunga naik namun ada implikasi bahwa kenaikan tersebut adalah yang terakhir di tahun ini.

    Efek yang mungkin terjadi: USD pada awalnya akan menguat kemudian terkoreksi

  1. Tidak ada kenaikan suku bunga namun ada indikasi bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan tahun berikutnya.

    Efek yang mungkin terjadi: pada awalnya USD akan melemah namun kemungkinan akan diikuti oleh penguatan yang cukup panjang.

  1. Tidak ada kenaikan suku bunga dan tidak ada petunjuk kapan kenaikan suku bunga akan dilaksanakan.

    Efek yang mungkin terjadi: pelemahan USD dalam beberapa hari selanjutnya.

  1. Ada kenaikan suku bunga dan ada indikasi bahwa tahun depan akan ada kenaikan suku bunga lagi, jika ekonomi AS terus menguat.

    Efek yang mungkin terjadi: rally penguatan USD, dan mungkin bisa terjadi selama beberapa hari.

Salah satu hal yag menyebabkan keputusan suku bunga kali ini demikian rumitnya adalah bahwa ada perbaikan sekaligus pelemahan terhadap ekonomi AS sejak pertemuan FOMC di bulan Juli lalu. Pertumbuhan lapangan pekerjaan dan manufaktur melambat, retail sales naik sebagian dan tingkat kepercayaan konsumen beragam. Meskipun demikian, tingkat penghasilan naik, tingkat pengangguran turun dan sektor perumahan sedang memperoleh momentum positif.

Bersiaplah menghadapi keputusan FOMC. Pergunakan modal Anda dengan bijak dan batasi resiko Anda.

Tips Memulai Forex Trading Saat Kurs USD Mahal

Kurs rupiah terhadap USD masih terpuruk. Sekarang, kurs USD/IDR telah bertengger di area 14.000-an. Itu berarti 1 USD seharga sekitar Rp 14.000,00. Nah, jika saat ini Anda ingin memiliki uang sejumlah – misalnya – USD 500, maka Anda setidaknya harus menyediakan sekitar Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah). Anda bisa melakukan hal itu di money changer atau bank (dan saat Anda lakukan itu sebenarnya Anda sudah melakukan forex trading).

Rupiah memang saat ini sedang melemah terhadap USD, seperti halnya hampir semua mata uang lain di dunia ini. Namun kita tidak bisa lantas meniadakan kemungkinan rupiah akan kembali menguat terhadap USD. Jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana pemerintah, penguatan rupiah bisa saja kembali terjadi cukup tajam.

Pelemahan dan Penguatan Rupiah

Kita lihat contoh kejadian pada tahun 2008. Pada pertengahan November 2008 rupiah pernah tertekan hingga kisaran 13.000-an. Namun dalam tujuh pekan selanjutnya berangsur-angsur pulih hingga kisaran 10.700-an. Anda bisa melihat bahwa ada penguatan sebesar 2.300 poin sejak mencapai level terlemah 2008 hingga awal tahun 2009.

Bayangkan Anda telanjur membeli USD di harga 13.000 sebesar USD 500 seperti contoh di atas. Ketika rupiah menguat ke kisaran 10.700, nilai USD 500 Anda tinggal sebesar Rp 5.350.000,00. Secara nilai, Anda sudah rugi sebesar Rp 1.650.000,00.

Membuka Akun Trading

Nah, katakanlah saat ini Anda sudah siap untuk terjun ke dunia forex trading. Anda telah belajar dan melakukan simulasi. Lalu Anda melakukan registrasi di salah satu broker yang menerapkan floating rate untuk kurs USD/IDR (alias sama dengan kurs yang berlaku saat ini). Anda memutuskan untuk memulai dengan modal senilai – misalnya – USD 500. Dengan kurs sekarang (14.000), maka modal sebesar USD 500 itu berarti senilai Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah).

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: bagaimana jika seandainya rupiah menguat?

Tentu saja hal tersebut tidak akan menjadi masalah jika Anda membuka akun dengan menggunakan mata uang USD, bukan rupiah. Artinya, Anda sebelumnya memang sudah memiliki uang dollar (USD) dalam bentuk “fisik” sebesar USD 500 sebelum membuka akun.

Tetapi jika Anda sebelumnya tidak pernah memiliki USD dalam bentuk fisik maka Anda harus menukar rupiah Anda ke USD; dengan kata lain: membeli USD di harga yang cukup tinggi. Anda harus menyediakan uang sejumlah tujuh juta rupiah.

Di situlah masalahnya.

Katakanlah seandainya USD/IDR jatuh ke 12.000. Ketika itu terjadi, maka nilai USD 500 Anda tidak lagi sebesar tujuh juta rupiah melainkan telah berkurang menjadi 6.000.000 rupiah. Berkurang 1.000.000 rupiah atau sekitar 15%. Tanpa melakukan trading pun, modal Anda telah menyusut sebesar 1 juta rupiah.

Lalu Bagaimana?

Apakah sebaiknya Anda menunggu sampai USD kembali menjadi murah?

Sebenarnya tidak perlu. Solusinya sangat sederhana.

Anda tinggal membuka akun trading bersama broker forex yang menetapkan fixed rate. Artinya, kurs yang ditetapkan dipatok di angka tertentu.

FOREXimf memiliki fasilitas tersebut. Fixed rate yang ditetapkan adalah Rp 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) atau Rp 12.000.000,00 (dua belas ribu rupiah). Kebanyakan trader memilih fixed rate yang disebutkan pertama, yaitu sepuluh ribu rupiah.

Jadi, jika Anda ingin membuka akun trading (real account) dengan modal awal misalnya senilai USD 500, maka Anda cukup menyediakan dana sebesar lima juta rupiah saja. Bandingkan dengan jika Anda membuka akun dengan kurs yang berlaku saat ini. Ada selisih dua juta rupiah. Jauh lebih murah.

Bagaimana Perhitungan Untung/Ruginya?

Dengan menggunakan fixed rate, Anda tak perlu lagi dipusingkan oleh naik-turunnya kurs dollar terhadap rupiah. Pokoknya USD 1 dipatok senilai sepuluh ribu rupiah. Jadi, ketika nanti Anda melakukan withdrawal, pengalinya tetap sepuluh ribu rupiah.

Katakanlah Anda berhasil memperoleh keuntungan sebesar USD 100, maka jika Anda cairkan keuntungan itu akan dikalikan dengan sepuluh ribu rupiah, yaitu menjadi satu juta rupiah. (Tentu saja untuk bisa mendapatkan keuntungan Anda harus melakukan transaksi. Jika Anda ingin mencoba berlatih transaksi terlebih dahulu, silakan klik di sini.)

Jika Anda tarik semua dana Anda yaitu sebesar USD 500 tadi, maka Anda akan tetap memperoleh senilai lima juta rupiah.

Jadi, mahalnya kurs dollar tidak perlu menjadi penghalang Anda untuk memulai forex trading, karena FOREXimf menyediakan fixed rate seperti yang telah dijelaskan. Modal yang Anda butuhkan sekarang bisa jauh lebih murah.

Apakah hanya itu benefit yang akan Anda dapatkan? Tentu tidak.

Anda akan mendapatkan bantuan dalam melakukan analisa dan mencari peluang pasar. Anda juga akan memiliki akses untuk edukasi trading yang lebih lengkap (misalnya webinar khusus nasabah). Anda juga bisa mendapatkan layanan analisa secara langsung melalui handphone Anda dengan mempergunakan aplikasi WhatsApp GRATIS tanpa biaya tambahan. Anda akan bisa mendapatkan update peluang dan situasi pasar terkini di mana pun Anda berada. Dikombinasikan dengan FOREXimf Mobile Trader, fitur ini bisa menjadi sangat bermanfaat.

Tunggu apa lagi? Segeralah mulai petualangan trading Anda. Dapatkan fasilitas-fasilitas tersebut untuk Anda sekarang dengan mengklik tautan ini.

Aplikasi Strategi Locking Dalam Forex Trading

Salah satu strategi manajemen resiko dalam forex trading adalah locking.  Ada juga yang menyebutnya sebagai position hedge/hedging. Di blog ini pernah dimuat tulisan yang membahas strategi ini dilihat dari sisi negatifnya (baca: Mengupas Strategi Locking Dalam Forex Trading).

Jika dalam artikel tersebut penulis membeberkan “kemubaziran” strategi locking yang biasa dilakukan trader, kali ini – untuk menepati janji dalam artikel tersebut –  akan dibahas penggunaan strategi locking yang lebih “aman”.

Menyiasati ketidakpastian

Semua trader tentu maklum bahwa ada ketidakpastian dalam pergerakan pasar. Biasanya kita menerapkan penggunaan stop loss (SL) untuk menyiasati ketidakpastian, dengan tujuan untuk meminimalisir resiko. Dengan menggunakan stop loss, dengan sendirinya kita sudah membatasi resiko.

Tetapi tidak cukup banyak yang menyadari bahwa ketika transaksi kita dalam keadaan untung pun bisa saja dengan cepat berubah menjadi kerugian, terutama ketika ada rilis data ekonomi penting (big figures). Anda mungkin cukup sering menemui keadaan ketika harga berbalik arah sedemikian cepatnya bahkan hingga menghajar level stop loss yang telah dipasang sebelumnya, padahal tadinya posisi Anda sedang dalam keadaan untung (floating profit).

Itu karena pasar merespon data yang dirilis. Data big figure memang biasanya (tidak selalu) memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga, sehingga pergerakan yang volatile sering terjadi setidaknya 20 menit pertama setelah data tersebut diumumkan.

Kejadian tersebut tentu mengesalkan. Untuk mengantisipasinya ada setidaknya tiga pilihan strategi yang bisa Anda lakukan:

–          Menutup posisi menjelang rilis data penting

–          Menerapkan trailing stop

–          Menerapkan strategi locking

Yang akan kita bahas di artikel kali ini adalah menerapkan strategi locking  tersebut.

“Locking profit”

Lho, mengapa di-locking? Bukankah kondisi transaksi sedang untung? Bukankah itu berarti membatasi keuntungan? Mengapa tidak membiarkannya hingga mencapai level take profit (TP)?

Memang benar. Saya tidak sedang menganjurkan Anda untuk menganggap bahwa strategi ini sebagai satu-satunya pilihan, melainkan sedang membagikan pandangan bahwa justru pada kondisi seperti inilah locking bolehdilakukan. Adapun keputusan pilihan Anda, tentu terserah Anda.

Konsep dasarnya adalah menyiasati ketidakpastian akibat efek pengumuman data penting tadi.

Anggaplah saat menjelang rilis data penting posisi Anda sedang floating profit. Biasanya, menjelang rilis data penting, harga cenderung akan bergerak sideways. Secara teknikal, sistem trading Anda mengatakan bahwa masih ada potensi harga akan bergerak sesuai dengan posisi Anda, namun kondisi pasar yang sideway menjelang data cukup menyebalkan.

Nah, dalam kondisi seperti itu tidak ada salahnya Anda “mengunci” keuntungan yang telah didapatkan dengan melakukan “locking profit”. Ketika kemudian data dirilis dan harga bergerak searah dengan posisi sebelumnya, Anda tinggal “buka kuncian” dengan membuang posisi yang berlawanan dengan pasar. Setelah itu Anda tinggal membiarkan pasar menentukan ending posisi yang masih terbuka. Ini tidak bertentangan dengan konsep “let your profits run”.

Contohnya seperti ini:

Anda telah memiliki posisi terbuka yaitu buy GBP/USD sebanyak 1 lot, misalkan di level 1.50000. SL dipasang di 1.49000 dan TP di 1.52000. Kemudian harga bergerak naik dan mencapai area 1.51000. Pada saat itu, kondisi transaksi Anda adalah floating profit 1000 pips.

Beberapa waktu menjelang rilis data penting, harga bergerak sideway padahal TP Anda belum tercapai. Dengan menggunakan strategi locking profit, Anda membuka satu lot posisi sell di 1.51000. Dengan demikian, kondisi transaksi Anda adalah “terkunci” dengan keuntungan 1000 pips.

Ingat bahwa ketika harga bergerak sideway, pada dasarnya terbentuk resistance di pasar. Perhatikan level resistance tersebut. Misalnya di kisaran 1.51200.

Nah, ketika data penting diumumkan dan efeknya positif bagi poundsterling lalu diikuti oleh penembusan ke atas 1.51200, segera buang (tutup) posisi sell yang Anda buka tadi. Posisi tersebut tentu mengalami kerugian sebesar 200 pips. Namun ketika ternyata harga terus naik menyentuh level 1.52000, posisi Buy yang terbuka akan membukukan keuntungan sebesar 2000 pips. Keuntungan bersih Anda menjadi 2000-200 = 1800 pips.

Ini tentu lebih baik daripada jika misalnya rilis data penting tersebut buruk dan memberikan sentimen negatif bagi poundsterling. Katakanlah harga kemudian turun hingga 1.49900, maka seandainya Anda tidak mempersiapkan antisipasinya Anda akan merugi sebesar 100 pips (padahal tadinya sempat untung 1000 pips).

Ilustrasinya seperti ini:

Sebelum data penting diumumkan:

Locking Profit Sebelum Data Dirilis

Strategi jika data penting sudah diumumkan dan hasilnya positif:

Buka Locking Profit Setelah Data Rilis

Bagaimana seandainya setelah menerapkan strategi locking profit di atas, ternyata rilis data penting itu buruk dan harga turun? Mudah saja. Anda tinggal tutup semua transaksi tersebut di atas dengan keuntungan 1000 pips (brutto, sebelum komisi dan swap jika ada).

Nah, demikianlah salah satu cara penerapan strategi locking dalam forex trading. Silakan Anda coba terlebih dahulu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim Market Analyst kami melalui Live Chat. Untuk mendapatkan layanan yang lebih baik, silakan buka demo account di sini. Jika Anda sudah siap bertransaksi, bukalah real account di sini. Dengan membuka real account bersama FOREXimf.com, Anda akan mendapatkan layanan yang lebih lengkap lagi, di antaranya konsultasi langsung melalui handphone Anda menggunakan aplikasi WhatsApp.

ANALISA FOREX MINGGUAN 14-18 SEPTEMBER 2015

Pasar kembali menantikan hasil dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Angka klaim pengangguran pekan lalu kembali memperlihatkan perbaikan yang berkelanjutan di sektor lapangan pekerjaan, dengan turunnya jumlah klaim sebesar 6.000. Ini merupakan rilis data yang ke-27 kalinya dengan pencatatan di bawah 300.000 klaim, yang sepertinya bisa meningkatkan keyakinan Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunga.

Meskipun inflasi menurun, namun pertumbuhan lapangan pekerjaan yang masih stabil dan tingkat pengangguran yang rendah diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan gaji, yang pada gilirannya diharapkan akan menaikkan inflasi ke target Fed di 2%.

Apakah Fed akan memutuskan langkahnya di bulan ini?

Berikut adalah data ekonomi penting pekan ini:

Data Jadwal Komentar
Suku bunga Jepang Selasa (15/9); tentative Bank of Japan memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga pada pertemuan bulan Agustus lalu dan mempertahankan program stimulus besar-besaran yang dipercaya akan menaikkan inflasi menuju target 2%. Kuroda mencatat bahwa pelemahan yen positif untuk ekspor namun pada saat yang sama memberikan dampak negatif bagi rumah tangga dan perusahaan-perusaahaan kecil karena dengan naiknya ongkos impor. Tingkat kepercayaan konsumen terus membaik dan tingkat belanja masyarakat masih bagus.
Data inflasi Inggris Selasa (15/9); 15.30 WIB Indeks harga konsumen naik 0,1% di bulan Juli setelah bergerak flat selama hampir enam bulan terakhir dan turun di bulan April. Harga pakaian turun lebih dari perkiraan hingga kenaikan CPI menjadi kecil. Para analis memperkirakan bahwa inflasi akan tetap rendah karena jatuhnya harga minyak dunia.Meskipun ada spekulasi bahwa Bank of England (BOE) akan menaikkan suku bunga, namun kenaikan suku bunga oleh BOE diperkirakan paling cepat di semester ke-2 tahun 2016. Inflasi Inggris diperkirakan akan turun lagi ke nol persen.
German ZEW Economic Sentiment   Sentimen Jerman terus turun di bulan Agustus, mencapai indeks 25.0 setelah sebelumnya tercatat di 29.7 poin di bulan Juli dan 31.5 di bulan Juni. Ini merupakan penurunan yang ke-5 kalinya secara berturut-turut. Meskipun secara fundamental perekonomian Jerman masih kuat, namun kondisi geopolitik dan ekonomi global menimbulkan ketidakpastian pada prospek ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi Jerman mungkin akan tersendat. Sentimen investor Jerman diperkirakan kembali turun ke 18.3 di bulan September.
US Retail sales Selasa (15/9), 19:30 WIB Penjualan eceran AS rebound di bulan Juli, naik 0,6% karena naiknya permintaan, menunjukkan bahwa tingkat belanja masyarakat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Data ini sejalan dengan perkiraan. Naiknya jumlah pekerja, gaji serta murahnya harga bahan bakar meningkatkan daya beli masyarakat. Data belanja masyarakat merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh Fed dalam memutuskan tingkat suku bunga. Ekonom memperkirakan data penjualan eceran akan naik 0,4% sementara penjualan inti diperkirakan naik sebesar 0,1%.
Data tenaga kerja Inggris Rabu (16/9); 15.30 WIB Jumlah warga Inggris yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran di luar dugaan turun di bulan Juli, turun sebesar 4.900 sementara tingkat pengangguran stabil (5,6%) di dekat level terendah enam tahun. Klaim pengangguran kali ini diperkirakan turun sebesar 5.100.
Data inflasi AS Rabu (16/9); 19:30 WIB Indeks harga konsumen AS sedikit naik di bulan Juli seiring penurunan terbesar sejak tahun 1995 pada harga tiket pesawat terbang. CPI naik 0,1%, menandai kenaikan untuk yang ke-6 kalinya secara berturut-turut. Meskipun tingkat inflasi rendah, Fed meyakini inflasi akan meningkat dan mencapai target 2%. Para pejabat Fed telah menyatakan bahwa mereka tidak harus melihat kenaikan inflasi sebelum menaikkan suku bunga dan rendahnya inflasi bukan alasan untuk menunda kenaikan suku bunga. Inflai inti hanya naik 0,1% karena turunnya harga tiket pesawat terbang sebesar 5,6%. CPI kali ini diperkirakan turun sebesar 0,1% dan inflasi inti kemungkinan naik 0,1%.
Suku bunga Swiss Kamis (17/9); 13.30 WIB Swiss National Bank (SNB) mempertahankan tingkat suku bunga pada pertemuan Juni lalu. Para ekonom memperkirakan SNB akan memeprtahankan suku bunga di -0.75% tahun ini. SNB juga menaikkan proyeksi inflasi 2015-2016 namun menurunkan proyeksinya untuk tahun 2017. Para pejabat SNB mengumumkan bahwa SNB tidak berniat mengubah tingkat suku bunga untuk saat ini dan tetap memantau efeknya.
US Building Permits Kamis (17/9); 19.30 WIB Proyek pembangunan rumah di AS naik ke angka tertingi dalam delapan tahun terakhir yaitu 1,21 juta unit di bulan Juli, namun jumlah izin mendirikan bangunan turun 16,3% di bulan yang sama menjadi 1,12 juta unit setelah tiga bulan berturut-turut sebelumnya mengalami kenaikan. Penurunan ini sebagai dampak kadaluarsanya insentif pajak di New York dan kemungkinan hanya bersifat sementara. Jumlah izin mendirikan bangunan diperkirakan akan kembali naik menjadi 1,15 juta unit.
US Unemployment claims Kamis (17/9); 19.30 WIB Klaim pengangguran turun pekan lalu sehingga bisa menjadi satu lagi alasan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga. Klaim turun sebesar 6.000 menjadi 275.000. Jumlah klaim pengangguran pekan ini diperkirakan mencapai 276.000.
US Philly Fed Manufacturing Index Kamis (17/9); 21.00 WIB Aktivitas manufaktur di kawasan Philadephia naik melebihi perkiraan di bulan Agustus, tercatat 8.3 poin. Data positif ini terkait optimisme akan prospek ekonomi Amerika Serikat. Data selanjutnya diperkirakan mencapai 6.1.
Proyeksi ekonomi FOMC dan keputusan suku bunga Jumat (18/9), 01.00 WIB; konferensi pers Yellen pukul 01.30 WIB  Perdebatan tentang kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Fed untuk yang pertama kalinya sejak tahun 2006 telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Laporan tenaga kerja bulan Agustus memperlihatkan data non-farm payrolls naik sebesar 173.000 sementara tingkat pengangguran turun menjadi 5,1%. Lebih jauh lai, data penjualan eceran bulan Agustus mendukung kenaikan suku bunga. Terkait inflasi, Wakil Ketua Fed, Stanley Fischer mengatakan “ada alasan baik untuk percaya” bahwa inflasi akan meningkat, menandakan bahwa tingkat inflasi bukanlah faktor penting bagi Fed saat ini. Para analis memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga menjadi 0.50%. Sebaiknya pantau apa pun yang berkaitan dengan keputusan Fed ini.

ANALISA TEKNIKAL

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

EUR/USD bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart yang sama. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak menguji area resistance di kisaran 1.13583. Bias mingguan cenderung bullish terutama jika resistance tersebut tembus.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi buy dengan setidaknya dua alternatif strategi. Strategi pertama adalah menunggu konfirmasi penembusan ke atas 1.13583, dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1.14224-1.14942.

Sebagai strategi alternatifnya adalah menunggu koreksi ke area support yang berada di kisaran 1.12543-1.11900. Jika koreksi terjadi ke area itu, carilah konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.12940-1.13582.

Berhati-hatilah jika support 1.11900 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.11503-1.10861.

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

AUD/USD bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart yang sama. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak di area resistance di kisaran 0.71344. Bias mingguan cenderung bullish.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi buy dengan strategi menunggu koreksi ke area support yang berada di kisaran 0.70477-0.69941. Jika koreksi terjadi ke area itu, carilah konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.70808-0.71344.

Berhati-hatilah jika support 0.69941 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan aussie hingga kisaran 0.69610-0.69074.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

GBP/USD bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart yang sama. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak menguji area resistance di kisaran 1.54748. Bias mingguan cenderung bullish terutama jika resistance tersebut tembus.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi buy dengan setidaknya dua alternatif strategi. Strategi pertama adalah menunggu konfirmasi penembusan ke atas 1.54748, dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1.55481-1.56302.

Sebagai strategi alternatifnya adalah menunggu koreksi ke area support yang berada di kisaran 1.53561-1.52827. Jika koreksi terjadi ke area itu, carilah konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.54015-1.54748.

Berhati-hatilah jika support 1.52827 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.52373-1.51640.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

USD/JPY bergerak di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Kedua MA bergerak relatif flat di chart yang sama. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak di area resistance di kisaran 121.574. Bias mingguan cenderung netral.

Bias mingguan baru akan berubah menjadi bullish jika terjadi penembusan ke atas 121.574, dengan potensi pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 122.577-124.565.

Sebaliknya, berhati-hatilah jika support 118.571 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 117.230-116.142.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

USD/CHF bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4, namun kedua MA 20 masih berada di atas MA 50 di chart yang sama. Dengan demikian bias mingguan belum bisa dikatakan berubah menjadi bearish, terutama jika support 0.96651 belum tembus. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak di area acuan Fibonacci di kisaran 0.97253-0.96651. Dengan demikian bias mingguan masih berpotensi bullish.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi buy di area Fibonacci tersebut di atas. Carilah konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.97624-0.98225.

Berhati-hatilah jika support 0.96651 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.96275-0.95678.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

NZD/USD bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart yang sama. Dengan demikian bias mingguan cenderung bearish.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi sell di area resistance 0.63220-0.64688. Carilah konfirmasi sinyal sell di area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 0.62311-0.60843.

Berhati-hatilah jika resistance 0.64688 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kiwi hingga kisaran 0.65597-0.67065.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN 14 SEPTEMBER 2015

Harga emas bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4 dan kedua MA tersebut masih mengarah ke bawah. Pull-back terjadi mendekati area resistance yang berada di kisaran 1109.36-1115.95. Dengan demikian bias mingguan cenderung bearish.

Sebagai strategi trading pekan ini adalah mencari posisi sell di area resistance tersebut di atas. Carilah konfirmasi sinyal sell di area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 1105.28-1098.68.

Berhati-hatilah jika resistance 1115.95 tembus karena hal tersebut berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat emas hingga kisaran 1120.03-1126.63.