Forex Trading : Mengubah Kekalahan Menjadi Kemenangan

Kekalahan terkadang memang menyakitkan. Apalagi “kekalahan” yang terjadi ketika Anda melakukan transaksi di forex trading, alias loss. Tentu saja, karena itu berarti Anda kehilangan sejumlah uang ditelan pasar. Tentu bukan hal yang menggembirakan.

Namun Anda juga tentu sering mendengar kalimat motivasi semacam ini, “Orang yang hebat bukanlah orang yang tidak pernah gagal, melainkan orang yang selalu bisa bangkit tiap kali mengalami kegagalan.”

Jadi, Anda tak perlu berkecil hati jika sekali-dua kali mengalami kerugian. Yang menentukan apakah Anda akan keluar sebagai pemenang atau pecundang adalah bagaimana cara Anda mempelajari dan menerima “pukulan demi pukulan” lalu dengan strategi tertentu mengubahnya menjadi kemenangan yang gemilang. Ya, trading memang seperti itu. Beberapa kali loss adalah hal yang sangat biasa.

Tentu saja, untuk memutarbalikkan keadaan bukanlah hal yang bisa dilakukan secara instan. Diperlukan pengetahuan, kesabaran dan kedisiplinan yang cukup selain – tentu saja – kekuatan modal yang memadai.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebagai bekal dalam upaya mengubah “kekalahan” menjadi “kemenangan”.

Cut-Loss? Segera Tutup Platform Trading Anda

Kesalahan umum yang sering dilakukan seorang trader adalah membiarkan pikirannya dikuasai perasaan “dendam” setelah mengalami kerugian. Ia ingin segera membalas kekalahan yang baru saja ia alami, maka ia dengan tergesa-gesa segera mencari-cari peluang untuk kembali membuka posisi.

Kekalahan memang menyakitkan, namun Anda harus sadar bahwa setiap keputusan harus dilakukan dengan kepala dingin. Dari pengalaman kami, sulit untuk bisa tetap obyektif dalam mengambil keputusan dalam trading jika kondisi kita sedang emosional. Anda akan cenderung melewatkan beberapa poin penting dalam analisa Anda karena tak ingin tertinggal peluang dan ingin segera “membayar” kekalahan Anda barusan. Ini berbahaya, karena jika demikian maka besar kemungkinan Anda akan kembali mengalami kerugian dan semakin membebani pikiran serta perasaan Anda.

Maka langkah yang paling tepat adalah segera menutup platform trading Anda setelah mengalami kerugian. Anda baru boleh kembali bertarung jika kerugian yang telah lalu tidak lagi terbayang ketika Anda ingin melakukan transaksi.

Atur Ulang Trading Plan

Dalam hal ini, yang harus diatur ulang adalah pembatasan resiko dalam setiap transaksi. Jika Anda sudah menetapkan resiko per transaksi – misalnya – adalah 5%, maka terapkan juga 5% tersebut dari posisi modal terakhir yang Anda miliki.

Contohnya, jika modal sebelumnya adalah $1,000 berarti 5%-nya adalah sebesar $50. Setelah mengalami kerugian, modal Anda menjadi $950. Maka jika Anda ingin kembali bertransaksi, batasan resikonya adalah sebesar $47.5. Nah, dengan strategi modal seperti itu, Anda akan memiliki “cadangan peluru” lebih banyak.

Ilustrasinya seperti tabel berikut ini:

Tabel MM

Berdasarkan tabel tersebut, Anda memiliki “jatah” 10 (sepuluh) “tembakan” sebelum total kerugian mencapai batasan resiko maksimum. Itu pun jika kesepuluh transaksi yang Anda lakukan berakhir dengan kerugian.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika Anda melakukan trading dengan gaya yang normal (misalnya swing trading), maka batasan resiko yang “masuk akal” terhenti di transaksi yang ke-10. Mengapa? Karena “swing” terkecil yang terjadi pada pergerakan harga forex rata-rata adalah di kisaran 300-an pips. Jika Anda masuk posisi dengan 0.1 lot, maka itu setara dengan $30.

Bandingkan dengan jika Anda menggunakan dana yang lebih kecil daripada itu, misalnya $500.

Tabel MM kecil

Terlihat bahwa dengan resiko 5% per transaksi, batasan resiko yang ditetapkan sangat “mepet”. Pada transaksi pertama saja Anda tingkat keleluasaan Anda hanya sebesar 250 pips. Untuk forex, batasan resiko seperti ini sangatlah sempit. Hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sangat berpengalaman dalam scalping dan tentunya memiliki “jam terbang” tinggi.

Untuk bisa melakukan trading dengan gaya yang normal, mau tidak mau Anda harus memperbesar toleransi resiko per transaksi menjadi 10% (sepuluh persen). Dengan demikian, toleransi resiko Anda menjadi sedikit lebih “lega” setidaknya  hingga transaksi ke-6. Lewat dari transaksi ke-6, trading Anda sudah masuk area “lampu kuning”. Selain karena toleransi resiko menjadi semakin sempit, kerugian yang mungkin akan diderita melebihi batasan resiko maksimum yang telah ditetapkan. Hati-hati.

Tabel_MM 10

Dengan demikian terlihat bahwa semakin besar modal Anda, “cadangan peluru” Anda juga akan semakin banyak. Terlihat pula bahwa semakin kecil modal, untuk bisa trading dengan nyaman, resiko per transaksi justru semakin besar (10% versus 5%).

Evaluasi Transaksi

Terkadang kita mengalami kerugian karena kesalahan kita menginterpretasi chart, sinyal yang muncul dari sistem trading, atau bahkan kesalahan menghitung position size. Untuk itu, ada baiknya Anda melakukan evaluasi apa yang menyebabkan Anda mengalami kerugian.

Apakah Anda telah menjalankan trading plan dengan baik? Apakah Anda telah benar-benar melakukan check & re-check pada sinyal yang diberikan oleh sistem trading? Apakah Anda telah benar-benar menghitung potensi resiko? Apakah ada berita yang mempengaruhi pasar secara signifikan?

Pertanyaan-pertanyaan itu nanti akan menjadi dasar bagi Anda untuk menilai apakah kerugian yang Anda alami adalah good loss atau bad loss. Jika Anda telah melakukan semuanya dengan benar namun tetap loss juga, maka itu memang adalah bagian dari resiko trading yang – sekali lagi – sangat biasa terjadi. Dengan terbiasa melakukan evaluasi, Anda justru akan bisa meningkatkan kemampuan trading Anda.

Jadi, apakah Anda baru saja mengalami “kekalahan”? Jangan khawatir, bisa jadi itu akan menjadi awal langkah kemenangan. Tetap semangat.

Analisa Forex Mingguan : 31 Agt – 4 Sept 2015

Pasar tidak terlalu bergerak pada akhir minggu kemarin setelah mengalami volatilitas yang ekstrim. US Dollar muncul sebagai pemenang besar meski tidak terhadap semua instrumen. Untuk minggu ini akan menjadi minggu yang sangat sibuk karena banyak data penting yang dirilis : keputusan suku bunga di Australia dan zona euro, data GDP dari Australia, dan data paling ditunggu yaitu non-farm payrolls di AS. Ini adalah penggerak pasar utama untuk minggu ini.

Gejolak di pasar keuangan global meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin menunda kenaikan suku bunga di bulan September. Kekhawatiran atas pertumbuhan global, terjunnya harga komoditas, pasar saham yang anjlok oleh kejadian di China dan devaluasi mata uang baru-baru ini menyarankan perubahan dalam kebijakan the Fed. Namun demikian, data ekonomi AS masih positif dengan revisi ke atas tajam untuk pertumbuhan Q2, mencapai 3,7% dibandingkan dengan ekspansi 2,3% yang diperkirakan sebelumnya. Selanjutnya, Durable Goods Orders menunjukkan kenaikkan yang solid yaitu naik 2% sementara pesanan inti meningkat 0,6%, jauh di atas perkiraan, menunjukkan meningkatnya permintaan domestik dan ekspansi pada kuartal ketiga. Mata uang komoditas umumnya menderita tapi berhasil untuk tahap pemulihan secara perlahan

Data Ekonomi Penting Minggu ini :

  1. Australian rate decision: Selasa, 11:30 WIB. Bank Sentral Australia mempertahankan suku bunga pada 2%. Gubernur RBA Glenn Stevens menegaskan bahwa mata uang harus terdevaluasi. Keuntungan yang solid dalam penjualan ritel dan belanja konsumen, yang dirilis setelah pertemuan RBA, dikonfirmasi adanya optimis dalam laporan RBA. Namun, kenaikan harga di pasar perumahan terus menjadi perhatian para pembuat kebijakan. RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada 2% saat ini. Namun demikian, ada kesempatan di luar tindakan sekarang, untuk mengurangi perlambatan China dan mengurangi penurunan pengeluaran.
  2. US ISM Manufacturing PMI: Selasa, 21:00 WIB. PMI manufaktur, menurut laporan ISM, menunjukkan hasil lebih rendah dari yang diharapkan yaitu 52,7, dibanding 53,5 pada bulan Juni. Rilis itu yang di atas garis 50 poin menunjukkan ekspansi, menunjukkan sektor manufaktur masih tumbuh. Komponen kerja menurun menjadi 52,7 dari 55,5. Pesanan baru naik tipis menjadi 56,5 dari 56,0. Produksi melonjak menjadi 56,0 dari 54,0. Para ekonom memperkirakan PMI Manufacturing mencapai 52,8 kali ini.
  3. Australian GDP: Rabu, 08:30 WIB. Aktivitas ekonomi Australia meningkat pada kuartal pertama, posting yang terbaik pertumbuhan kuartalan dalam 15 tahun. Kenaikan 0,9% didahului oleh kenaikan 0,5% dalam tiga bulan terakhir 2014. Faktor utama untuk ekspansi adalah ekspor, pengeluaran domestik dan sektor konstruksi. Ekonomi bergeser dari kegiatan pertambangan untuk pariwisata, pendidikan dan layanan profesional. Pembuat kebijakan berusaha untuk menemukan cara untuk mengkompensasi hilangnya dana besar-besaran sebelumnya yang diinvestasikan di sektor pertambangan. Ekonomi Australia diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,4% pada kuartal kedua.
  4. Eurozone rate decision: Kamis, 18:45 WIB, press conference at 19:30 WIB. ECB diperkirakan tidak mengubah kebijakan sekarang: suku bunga telah mencapai “level rendah” menurut Bank dan QE mencapai beberapa hasil di pelonggaran moneter dan secara tidak langsung membuat melemahnya euro. Namun, gejolak pasar baru-baru ini telah memicu komentar mengisyaratkan tentang stimulus lebih lanjut. ECB akan mengumumkan percepatan program QE di luar € 60 miliar/ bulan atau sampai jangka waktu September 2016? Ini secara resmi bisa membantu perekonomian dan pada dasarnya berfungsi sebagai partisipasi ECB dalam perang mata uang. Kenaikan euro tidak diinginkan karena pemulihan yang rapuh. Sebuah perubahan kebijakan tidak diharapkan, tapi Presiden Mario Draghi bisa memberi petunjuk tentang potensi untuk bertindak.
  5. US Trade Balance: Kamis, 19:30 WIB. Defisit perdagangan AS melebar pada bulan Juni dari $ 40.9 miliar pada bulan Mei menjadi $ 43.8 miliar pada bulan Juni, di tengah meningkatkan impor belanja konsumen yang kuat, sementara ekspor tertahan karena dolar yang kuat. Impor naik tipis 1,2% menjadi $ 232.4 milair, sementara ekspor turun menjadi $ 188.6 miliar dari $ 188.7 miliar. Dolar yang kuat membebani produsen, membuat produk mereka lebih mahal di luar negeri. Defisit perdagangan AS diperkirakan akan tumbuh 44,5 miliar.
  6. US Unemployment Claims: Kamis, 19:30 WIB. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pengangguran awal turun 6.000 menjadi 271.000 minggu lalu. Angka itu sejalan dengan perkiraan pasar. Empat minggu rata-rata klaim naik tipis ke 273,000 dari 272,000. Klaim berlanjut naik menjadi 2.269.000 dari pembacaan revisi dari 2.256.000. Pembacaan data pekerjaan stabil menunjukkan pasar tenaga kerja AS terus membaik. Jumlah klaim pengangguran baru diperkirakan akan mencapai 273.000 untuk minggu ini.
  7. US ISM Non-Manufacturing PMI: Kamis, 21:00. Indeks ISM non-manufaktur Juli hasilnya mencapai level tertinggi dalam 10 tahun, mencapai 60,3 setelah 56,0 pada bulan Juni. Para ekonom memperkirakan angka yang lebih rendah dari 56,3. Pesanan baru naik tipis menjadi 63,8, dan pesanan backlog menunjukkan 54,0, menunjukkan percepatan substansial dari bulan Juni. Pesanan ekspor juga meningkat pesat meskipun dolar yang kuat. Indeks ISM non-manufaktur diperkirakan akan mencapai 58,3 pada bulan Agustus.
  8. US Non-Farm Payrolls: Jumat, 19:30. US nonfarm payrolls menunjukkan hasil yang solid pada bulan Juli yaitu sebesar 215.000 pekerjaan setelah kenaikan pada bulan Juni 223,000. Tingkat pengangguran tetap stabil di level terendah tujuh tahun 5,3%. The Fed telah upgrade penilaian dari pasar tenaga kerja, menggambarkannya sebagai sektor pekerjaan yang solid dan menurunnya pengangguran. Penghasilan per jam rata-rata meningkat lima sen, atau 0,2%, setelah datar di bulan Juni, tetapi jauh lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 3,5%. Untuk bulan Agustus diperkirakan menjadi 220.000 sementara tingkat pengangguran diperkirakan menurun menjadi 5,2%.

ANALISA TEKNIKAL

 

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKELY FOREXIMF AUDUSD 31 AGS 2015

Secara umum, bias mingguan AUD/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bearish. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BEARISH.

Waspadai jika Aussie masih melemah terhadap dollar dengan memperhatikan resistan 0.71765-0.72207 dengan mencari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah menuju support 0.70334 – 0.69315.

Perhatikan juga, jika aussie menguat terhadap dollar menembus resistan 0.72207 maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemunginan besar akan membawa Aussie bergerak ke atas hingga kisaran 0.0.73196.

EUR/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKELY FOREXIMF EURUSD 31 AGS 2015

Outlooks mingguan EUR/USD pada grafik 4 jam-an bergerak dalam bias bullish. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BULLISH. Perhatikan area resistan 1.13681, jika ditembus maka ada kemungkinan harga akan bergerak ke atas untuk menguji resistan berikutnya pada kisaran 1.15812.

Sebaliknya waspadai, jika harga bergerak ke bawah dan menembus area support 1.11549 dan garis tren karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan akan membawa harga bergerak ke bawah dengan sasaran hingga kisaran 1.10031.

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKELY FOREXIMF GBPUSD 31 AGS 2015

Secara umum bias mingguan, GBP/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam tekanan bearish dan saat ini harga sedang melakukan pull-back ke area resistance. Preferensi minggu ini, harga masih akan bergerak BEARISH. Perhatikan, indikator stochastic berada dalam kondisi jenuh beli.

Jika harga tertahan kuat di area resistan 1.54483-1.55189 maka carilah sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju support terdekatnya pada kisaran 1.53343-1.52029.

Sebaliknya, perhatikan jika harga bergerak ke atas dengan menembus resistan 1.55189 maka berhati-hatilah sebab hal tersebut berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish dan harga akan bergerak ke kisaran 1.56329.

NZD/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKELY FOREXIMF NZDUSD 31 AGS 2015

Secara umum, bias mingguan pergerakan NZD/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bearish. Preferensi minggu ini, harga masih akan bergerak BEARISH. Waspadai karena secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh jual.

Perhatikan, Jika harga bergerak ke atas dan tertahan kuat di sekitar area resistan 0.64688-0.65597 maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada peluang harga akan bergerak ke bawah menuju support 0.63220-0.62311.

Berhati-hatilah jika resistance 0.65597 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat NZD/USD hingga kisaran 0.67065.

USD/CHF

ANALISA TEKNIKAL WEEKELY FOREXIMF USDCHF 31 AGS 2015

Secara umum, bias mingguan pergerakan USD/CHF pada grafik 4 jam-an terlihat berada dalam kondisi BEARISH. Preferensi harga pada minggu ini, harga masih akan bergerak BEARISH. Waspadai, secara teknikal indicator stochastic dan CCI berpotensi berada akan bergerak jenuh jual.

Perhatikan, pergerakan bearish kemungkinan akan terlihat dengan mencari sinyal jual yang terkonfirmasi di sekitar resistan 0.96709 dimana ada kemungkinan harga akan kembali bergerak ke bawah menuju sasaran di kisaran 0.95126-0.93544.

Tetapi waspadai juga jika kondisi ini diikuti oleh penembusan ke atas 0.96709 karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemungkinan akan membawa harga hingga kisaran 0.98781.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL WEEKELY FOREXIMF USDJPY 31 AGS 2015

Bias mingguan USD/JPY pada grafik 1 jam-an berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang rebound dengan bergerak ke atas. Preferensi hari ini, harga masih akan bergerak BEARISH.

Perhatikan juga indicator stochastic berpotensi berada dalam kondisi bearish, jika harga terkoreksi dan menembus support 120.35 maka ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah dengan target di kisaran 118.13.

Sebaliknya perhatikan juga jika resistan 122.57 ditembus sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan membawa USD/JPY hingga kisaran 124.56.

EMAS

ANALISA TEKNIKAL WEEKELY FOREXIMF EMAS 31 AGS 2015

Outlooks mingguan XAU/USD pada grafik 4 jam-an bergerak dalam bias bullish. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BULLISH. Perhatikan area resistan 1137.62, jika ditembus maka ada kemungkinan harga akan bergerak ke atas untuk menguji resistan berikutnya pada kisaran 1157.60.

Pergerakan bearish kemungkinan akan terlihat dengan mencari sinyal jual yang terkonfirmasi di sekitar resistan 1137.62 dimana ada kemungkinan harga akan kembali bergerak ke bawah menuju sasaran di kisaran 1117.63-1103.40.

6 Cara Tingkatkan Profit Tanpa Perbesar Resiko

Trader mana yang tidak mau meningkatkan profit dalam forex trading? Jawabannya hampir bisa dipastikan: tidak ada. Setiap trader tentu setidaknya bercita-cita untuk bisa meningkatkan keuntungan dalam trading. Tetapi Anda perlu juga menyadari bahwa dalam trading peluang keuntungan pasti berbanding lurus dengan tingkat resikonya. Dengan demikian, ketika Anda berniat untuk memperbesar keuntungan Anda, jangan pernah lupakan bahwa di balik itu ada resiko loss yang tak kalah besarnya.

Lalu bagaimana cara meningkatkan keuntungan tanpa perlu takut menghadapi resiko?

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk meniadakan kemungkinan loss dalam trading. Tidak. Tulisan ini diniatkan untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman agar tetap bisa menikmati trading meskipun senantiasa berjalan beriringan dengan resiko loss yang siap “menyenggol” kita kapan saja.

Solusinya sesungguhnya terletak pada kepiawaian Anda dalam mengelola modal Anda. Telah banyak tulisan yang membahas mengenai money management, risk management, trading plan dan psikologi trading.  Semua tulisan itu berangkat dari “jiwa” trading, yaitu 3M: Mind, Method, Money.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda coba, berdasarkan pengalaman kami selama bergelut dengan dunia trading selama setidaknya sepuluh tahun terakhir.

1. Petakan Kekuatan Modal

Lihat seberapa besar kekuatan modal Anda, lalu petakan dengan menyusun trading plan.

Target keuntungan sebaiknya realistis. Sebagai contoh, rata-rata trader biasanya memperoleh keuntungan 10-20% per bulan dari modal awal.

Kita bicara trader rata-rata, bukan super trader sekelas Ed Seykota. Di dunia forex trading memang memungkinkan memperoleh profit hingga 100% dari modal per bulan (saya bahkan pernah hingga 80%), tetapi kejadian seperti itu bisa dikatakan jarang terjadi atau tidak konsisten. Mungkin memang ada yang bisa konsisten menghasilkan profit ratusan persen per bulan dan berlangsung hingga bertahun-tahun. Tetapi kalaupun ada, jelas dia bukan trader kebanyakan.

Mari kita bicara kenyataan yang sering kita temui saja, di mana bahkan untuk bisa sekedar profit konsisten pun orang masih kesulitan. Ini yang ingin kami coba bantu.

Nah, jika Anda ingin mendapatkan – misalnya –  $1,000 atau $2,000 per bulan, maka wajar jika Anda mempersiapkan modal sebesar sekitar $10,000. Agak tidak realistis jika Anda menargetkan $1,000 – $2,000 per bulan jika modal Anda hanya $500.

Mohon dimengerti, saya bukan meremehkan trader dengan modal kecil. Poinnya adalah: targetkan keuntungan sesuai dengan kekuatan modal Anda. Berdasarkan pengalaman, dengan modal $500 (misalnya), sudah cukup realistis jika Anda menargetkan memperoleh $50 hingga $100 per bulan.

2. Perluas Pandangan

Kebanyakan trader hanya terpaku pada satu instrumen perdagangan saja. Kalau dia trading forex, biasanya hanya terpaku pada satu currency pair saja. Jika ia trader indeks saham, mungkin hanya melihat Nikkei saja. Atau ada juga yang hanya trading emas.

Memang tidak salah jika Anda pun melakukan hal seperti itu, tetapi itu juga berarti Anda akan mengabaikan begitu saja peluang di mata uang lain, atau indeks saham lain. Padahal, ada begitu banyak subyek perdagangan yang bisa Anda transaksikan. 17 (tujuh belas) currency pair, 3 (tiga) komoditi, 8 (delapan) indeks saham dan 183 (seratus delapan puluh tiga) saham pilihan yang bisa ditransaksikan secara CFD.

Tidak harus memantau kesemua produk yang disebutkan di atas, namun setidaknya cobalah perluas pandangan Anda karena peluang bisa muncul di produk yang lain. (Baca juga: Banyak “Pintu” di Forex Trading, Ketuklah Semua!)

3. Atur Resiko

Seperti yang telah disampaikan, resiko berbanding lurus dengan peluang. Untuk itulah Anda perlu mengatur seberapa besar toleransi Anda terhadap resiko yang mungkin akan terjadi.

Resiko dalam forex trading tentu adalah loss. Jika Anda tidak membatasi toleransi resiko, sama saja dengan membiarkan semua modal Anda (kemungkinan) habis ditelan pasar.

Pembatasan resiko ini juga diatur dalam trading plan. Salah satu tekniknya adalah position sizing. Dengan position sizing Anda bisa bertransaksi dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan mengalami loss terlalu besar.

Di saat yang sama, Anda juga bisa memaksimalkan peluang keuntungan yang ada. Anda tidak perlu takut untuk membuka posisi sebanyak dua, tiga, atau bahkan sepuluh lot sekaligus selama perhitungan resikonya masih berada di bawah batas toleransi Anda. Lebih lengkap tentang position sizing, bisa Anda baca di sini.

4. Segera Tarik Keuntungan Yang Diperoleh

Kebanyakan trader tidak menyadari bahwa keuntungan tidak boleh dicampur dengan modal. Jika misalnya Anda memulai trading dengan modal sebesar $5,000 dan Anda telah berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar $1,000, maka segeralah tarik keuntungan tersebut. Biarkan balance di akun Anda kembali menjadi $5,000.

Mengapa demikian?

Ini agar Anda tidak “terlena” dengan menganggap modal Anda masih “aman” meskipun tengah mengalami kerugian. Seperti contoh di atas, Anda telah berhasil meraup keuntungan sebesar $1,000 sehingga balance Anda menjadi $6,000. Pada transaksi berikutnya ternyata Anda mengalami kerugian (floating loss) hingga mencapai $1,000. Pada situasi seperti ini seringkali seorang trader berpikir, “Ah, equity saya masih $5,000… yang ‘hilang’ hanya profit yang kemarin.”

Perasaan tenang seperti ini menghanyutkan. Seringkali trader yang berada dalam kondisi seperti itu justru sebenarnya berharap harga akan memantul kembali, agar ia bisa mendapatkan keuntungan. Seringkali justru ketika ia benar-benar loss, penyesalan muncul karena menganggap kerja kerasnya mengumpulkan profit sebelumnya menjadi sia-sia. Bahkan cukup sering juga trader yang mentalnya drop pada saat itu dan bertanya-tanya, “Apakah forex trading ini memang cocok untuk saya?”

Lain halnya jika Anda memang berniat memperbesar modal. Jika misalnya dari $5,000 modal Anda berkembang menjadi $6,000, maka segeralah menyesuaikan trading plan Anda dengan nominal modal yang ada. Jika misalnya tadinya toleransi resiko per transaksi adalah $500 per trade (10 persen dari modal), maka bisa ditingkatkan menjadi $600 per trade.

5. Tahu Waktunya Keluar

Strategi “exit” juga penting. Yang paling sederhana adalah menutup posisi setelah target profit tercapai, atau stop-loss kena. Bisa juga menutup posisi segera setelah sistem trading Anda mengharuskan demikian.

Yang kurang banyak disadari adalah segera menutup posisi setelah kerugian mencapai persentase tertentu dari keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya.

Contoh kongkritnya seperti ini: sebelumnya Anda telah berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar $1,000. Sebaiknya kemudian Anda tetapkan bahwa jika transaksi selanjutnya menyebabkan keuntungan tersebut berkurang hingga 50%, maka Anda akan menutup posisi. Dengan demikian, mental dan modal Anda akan tetap terjaga.

Tentu saja ini tidak perlu diterapkan secara letter lijk. Terapkan aturan tersebut untuk kelipatan tertentu, misalnya tiap kelipatan $1,000, tergantung pada besaran modal dan keuntungan yang Anda peroleh.

6. Move On

Poin terakhir ini erat kaitannya dengan psikologi trading.

Kita sama-sama maklum bahwa tidak mungkin ada sistem trading yang bisa 100% akurat. Ada kalanya Anda mengalami kerugian karena pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan Anda.

Pada saat seperti itu, yang harus Anda lakukan adalah melakukan evaluasi, dan segera move on. Tidak ada gunanya menyesali uang yang hilang ditelah pergerakan pasar yang tanpa ampun. Jika Anda telah benar-benar memiliki trading plan yang baik dan mengatur toleransi resiko, tak ada yang perlu Anda khawatirkan. Show must go on.

Demikianlah beberapa poin yang bisa membantu Anda memaksimalkan trading tanpa perlu menjadi paranoid dihantui ketakutan akan loss. Mudah-mudahan berguna.

Salam no fear.

Banyak “Pintu” di Forex Trading, Ketuklah Semua!

Dahulu, sebelum “menjerumuskan diri” ke dalam dunia forex trading, saya pernah terdaftar sebagai seorang salesman alat elektronik rumah tangga. Barang-barang yang dipasarkan adalah peralatan rumah tangga seperti penyedot debu, mesin cuci, blender dan sebagainya. Tugas salesman adalah menawarkan produk-produk tersebut ke rumah-rumah, dari pintu ke pintu.

Salah satu “petuah” yang sangat saya ingat adalah, “Jangan terlalu lama mengetuk satu pintu, masih banyak pintu lain yang menunggu untuk diketuk.” Maksudnya, jika memang tak berhasil mendapatkan pelanggan di satu rumah, segeralah  beralih ke rumah lain karena di sana mungkin justru ada seorang ibu rumah tangga yang suaminya baru saja mendapat bonus dari bosnya dan sedang berpikir untuk membeli vacuum cleaner keluaran terbaru.

Dalam dunia forex trading memang kita tidak perlu berlelah-lelah menawarkan penyedot debu atau mesin cuci dari rumah ke rumah. Akan tetapi, petuah bijak di dunia salesman itu bisa diaplikasikan juga. Bagaimana caranya?

Pasar Menyimpan Banyak Peluang

Di forex saja Anda bisa menemukan setidaknya 17 currency pair; di komoditi ada emas (XAU/USD), perak (XAG/USD) dan minyak mentah (CLSC); indeks saham ada Nikkei, Hang Seng, Kospi, Dow Jones, S&P 500, Nasdaq, FTSE dan DAX. Belum lagi CFD saham dari Amerika Serikat, Hong Kong dan Tokyo yang totalnya sejumlah 183 saham pilihan.

Memang Anda tidak perlu memantau semua chart dari sekian banyak instrumen yang bisa Anda perdagangkan. Ilustrasi di atas hanya dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa banyak sekali peluang yang bisa Anda manfaatkan.

Pada kenyataannya banyak trader yang hanya terpaku pada satu atau dua pasangan mata uang. Ada trader yang tidak mau melakukan transaksi selain pada currency pair EUR/USD, atau AUD/USD saja.

Tidak ada yang salah untuk fokus hanya pada satu atau dua pasangan mata uang saja. Yang kurang tepat adalah menjadi “fanatik” hanya pada currency pair itu saja tanpa bahkan mau untuk sekedar melirik peluang yang ditawarkan di – misalnya – GBP/USD, USD/JPY, Nikkei, Hang Seng dan lain-lain.

Fokus Tidak Peduli

Memang benar bahwa untuk memaksimalkan peluang Anda harus fokus pada mata uang yang Anda transaksikan (jika Anda hanya trading forex). Namun jangan mempersempit makna “fokus” menjadi “tidak peduli” pada peluang yang tersimpan di instrumen lain.

Yang dimaksud dengan fokus adalah ketika misalnya Anda sudah mengincar peluang di satu pair, maka Anda sebaiknya terus memantau perkembangan harga di pair tersebut. Tetapi sebelum Anda sampai di tahap itu, sebaiknya Anda sudah terlebih dahulu memantau potensi peluang yang mungkin juga ada di beberapa pair yang lain.

Sebagai contoh, jika Anda memang hanya membuka akun trading forex, maka setidaknya ada tujuh major currency pairs (majors) yang tersedia, yaitu EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, USD/JPY, USD/CHF, NZD/USD dan USD/CAD.

Nah, sebelum menjatuhkan pilihan pada salah satu currency pair, cobalah terlebih dahulu memperhatikan ketujuh majors yang tersedia. Jika Anda hanya “fanatik” pada satu currency pair saja, Anda akan melewatkan peluang yang mungkin muncul di enam pair yang lain.

Bagaimana jika Anda sama sekali tidak menemukan peluang di tujuh majors? Di sinilah “petuah salesmanship” yang disampaikan di atas perlu diterapkan.

Cobalah perluas eksplorasi ke sepuluh cross currency pairs yang tersedia. Tidak ada juga? Tidak ada salahnya melirik Nikkei, Hang Seng, atau Kospi.

Intinya, “jangan berhenti di satu pintu saja”.

Transaksi Simultan

Trader pemula memang disarankan untuk fokus pada satu atau dua currency pair saja, ketika sedang melakukan trading. Ini untuk mencegah agar konsentrasi tidak terbelah. Lebih penting lagi adalah agar tidak menjadi terlalu serakah (ini penyakit umum yang menjangkiti trader pemula) dan melakukan overtrade, yaitu membuka posisi trading terlalu banyak. Tujuan akhirnya adalah untuk menjaga agar tidak stress.

Namun apakah memang haram membuka beberapa posisi sekaligus?

Sebenarnya tidak. Kondisi psikologi seorang trader erat kaitannya dengan kekuatan modal. Anda diperbolehkan membuka lebih dari satu posisi jika memang resiko yang dihadapi masih dalam batas toleransi Anda. Dengan demikian, kondisi psikologi Anda akan tetap stabil karena kalaupun terjadi loss, Anda masih akan tetap bisa melanjutkan hidup dengan tenang.

Contoh kasusnya seperti ini:

Anda memiliki modal sebesar $5,000 (lima ribu USD). Berdasarkan analisa yang Anda lakukan, ada beberapa peluang yang bisa Anda ambil, misalnya di AUD/USD, EUR/USD dan GBP/USD secara bersamaan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menghitung seberapa besar resiko yang mungkin bisa terjadi jika Anda membuka posisi di tiga pair tersebut secara simultan.

Katakanlah resiko per transaksi yang Anda tetapkan adalah 10% dari modal. Artinya adalah sebesar $500. Ketika Anda melakukan analisa dan perhitungan, Anda melihat bahwa resiko loss di AUD/USD adalah sebesar $100, di EUR/USD adalah sebesar $200 dan di GBP/USD adalah sebesar $200. Itu artinya, kalaupun Anda mengalami loss dari transaksi di ketiga pair tersebut, total kerugian hanya sebesar $500. Resiko yang dihadapi masih dalam batas toleransi Anda. (Lebih lengkap bisa dibantu dengan position sizing, klik di sini untuk penjelasannya).

Dalam kondisi seperti itu, Anda boleh dengan tenang membuka posisi di ketiga pair tersebut secara bersamaan.

Namun tentu saja strategi ini hanya bisa Anda jalankan dengan modal yang mencukupi. Anda mungkin tidak akan bisa menjalankan strategi seperti ini jika modal yang Anda miliki terbatas (baca: Forex Trading: Modal “Mepet” vs. Modal Besar).

Untuk bisa “mengetuk” lebih banyak “pintu”, pastikan “jemari tangan” Anda cukup kuat. Kalau tidak, ya lecet. 🙂

ANALISA FOREX MINGGUAN : 24 – 28 AGUSTUS 2015

Bagaimana Nasib Dollar AS Minggu ini ?

US Dollar mengalami tekanan dalam minggu kemarin seiring dengan kesuraman di pasar global. Apakah hal ini akan berlanjut untuk minggu ini ?

Federal Reserve merilis hasil pertemuan yang diadakan Juli lalu, dimana the Fed mengungkapkan masih adanya tarik ulur mengenai waktu kenaikan suku bunga. Meskipun sinyal yang jelas dari beberapa pejabat Fed menyerukan kenaikan suku bunga pada bulan September, banyak pembuat kebijakan masih percaya langkah tersebut adalah prematur. Dalam kapasitasnya sebagai ketua dan pemimpin, Janet Yellen akan menjadi kekuatan pendorong di balik keputusan bulan September. Apakah kita akan melihat kenaikan suku bunga pada bulan September? Namun isu kenaikan suku bunga AS ini tertahan dengan adanya kekhawatiran tentang China dan ketidakpastian politik baru tentang Yunani. Lalu data Iklim Bisnis di Jerman, US CB Consumer Confidence, US Durable Goods Orders dan data PDB dari AS dan Inggris adalah highlights utama dalam kalender Forex untuk minggu ini.

Berikut data data fundamental penting untuk minggu ini yang perlu diperhatikan :

1. German Ifo Business Climate: Selasa, 15:00 WIB. Sentimen bisnis membaik tak terduga pada bulan Juli setelah dua penurunan bulanan atas kesepakatan antara Yunani dan kreditor. Indeks iklim bisnis Ifo naik ke 108.0 dari 107.5 direvisi pada bulan Juni, mengalahkan ekspektasi analis 107.6. Resolusi krisis Yunani dan kesepakatan nuklir dengan Iran mendorong sentimen ini. Hasil survei menunjukkan harapan cerah, serta kondisi saat ini lebih baik. Sentimen bisnis diperkirakan mencapai 107,6 pada bulan Agustus.

2. US CB Consumer Confidence: Selasa, 19:30 WIB. Konsumen AS kurang optimis pada bulan Juli. The Conference Board Consumer Confidence Index turun ke 90.9 pada Juli dari 99.8 di bulan sebelumnya, sementara perkiraan sebesar 100.1. Angka ini merupakan level terendah sejak September 2014. Kondisi saat ini tetap positif, tetapi harapan jangka pendek memburuk, di tengah ketidakpastian mengenai pasar tenaga kerja, dan volatilitas di pasar keuangan akibat situasi di Yunani dan China. Konsumen AS diperkirakan akan lebih positif pada bulan Agustus. Indeks diperkirakan akan meningkat menjadi 93.1.

3. US Durable Goods Orders: Rabu, 19:30 WIB. Pesanan untuk barang-barang manufaktur tahan lama naik tipis 3.4% pada bulan Juni setelah jatuh 1.8% pada bulan Mei. Ekonom memperkirakan sebesar 3.2%. Investasi bisnis di bidang manufaktur peralatan dan perangkat lunak juga menunjukkan kenaikan dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, pesanan tidak termasuk transportasi naik 0.8%, kenaikan terbesar sejak Agustus 2014. Secara keseluruhan, pesanan baru pada semester pertama 2015 tetap lemah, turun 2% dari periode yang sama di 2014. Pesanan untuk barang tahan lama diperkirakan menurun 0.5%, sementara pesanan inti diperkirakan akan naik 0.3%.

4. Jackson Hole Symposium: Kamis, Jumat dan Sabtu. Sejumlah gubernur bank sentral akan mengadakan simposium dalam rangka Jackson Wymong untuk konferensi tahunan. Sementara Fed Janet Yellen Chair tidak akan menghadiri tetapi beberapa tokoh penting lainnya akan berbicara. Ini termasuk Wakil Ketua Stanley Fischer, Gubernur BOE Mark Carney dan lain-lain. Keterangan tentang perlambatan China, pemulihan zona euro dan tentu saja potensi kenaikan Fed AS dari orang-orang yang paling penting semua akan menggerakkan pasar.

5. Data GDP AS: Kamis, 19:30 WIB. Menurut perkiraan awal, ekonomi AS tumbuh sebesar 2.6% di Q2, rebound kembali dari revisi 0.6% di Q1 tetapi tentu saja tidak cukup meyakinkan. Dalam perkiraan kedua, kenaikan ke 3.2%. Akankah revisi ke atas yang signifikan meningkatkan mood? Atau menjadi kesuraman untuk Q3?

6. US Unemployment Claims: Kamis, 19:30 WIB. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran meningkat sedikit pekan lalu, mencapai 277.000. kenaikkan 4.000 masih konsisten dengan pasar kerja yang solid. Empat minggu rata-rata meningkat 5.500 ke 271.500. Jumlah rata-rata klaim tetap dekat di level rendah dalam 15 tahun, menunjukkan pasar tenaga kerja AS terus menguat. Namun, pertumbuhan upah belum membaik. Rata-rata gaji per jam meningkat hanya 2.1% dari 12 bulan sebelumnya, jauh lebih sedikit 3.5% sampai 4% keuntungan dilihat dalam ekonomi yang sehat. Jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan mencapai 275.000 pekan ini.

7. UK GDP data: Jumat, 15:30 WIB. Ekonomi Inggris kembali ke pertumbuhan yang lebih kuat di Q2 yaitu tumbuh sebesar 0.7%. Angka ini adalah seperti yang diperkirakan dan lebih kuat dari + 0.3% yang terlihat pada Q1.

8. US Goods Trade Balance: Jumat, 19:30 WIB. Ini laporan baru dari Departemen Perdagangan AS dirilis pada bulan Juli. Data ini dikeluarkan 4-7 hari sebelum laporan yang memuat Perdagangan Internasional Barang dan Jasa, tidak termasuk jasa atau perdagangan barang pada neraca pembayaran. Data ini termasuk dalam laporan GDP bertujuan untuk meningkatkan akurasi perkiraan pertama. Neraca Perdagangan untuk Juni menunjukkan defisit perdagangan di $ 62,26 milyar.

ANALISA TEKNIKAL

GBP/USD

Pergerakan GBP/USD pada grafik 4-jam terpantau merangkak naik secara pelahan dan tertahan di area resistance 1.5722. Preferensi untuk pekan ini masih BULLISH. Tekanan bullish berpotensi berlanjut ke kisaran 1.5792 – 1.5836 jika GBP/USD berhasil menembus resistance 1.5722.

Kondisi indikator teknikal menunjukkan sinyal bearish. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support dikisaran 1.5537 – 1.5608 dimana jika terjadi koreksi dan carilah konfirmasi sinyal beli dengan target sasaran dikisaran 1.5651 – 1.5722.

Berhati – hatilah, jika support 1.5537 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan GBP/USD akan bergerak bearish menuju area support dikisaran 1.5494 – 1.5423.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

EUR/USD

EUR/USD bergerak dalam bias bullish dan terlihat sedang menguji resistance yang berada di kisaran 1.1497. Kecenderungan untuk pekan ini adalah bullish dan skenario untuk pekan ini adalah mencari posisi BUY setidaknya dengan dua alternatif skenario.

Skenario pertama adalah menunggu tembusnya resistance tersebut di atas, dengan sasaran pergerakan selanjutnya hingga kisaran 1.1611 – 1.1681. Skenario ke-2 adalah memperhatikan area support yang berada di kisaran 1.1200 – 1.1313. Anda bisa mencoba untuk kembali mencari sinyal beli jika pull-back terjadi ke area tersebut, dengan potensi target di kisaran 1.1384 – 1.1497.

Hati-hati jika terjadi penembusan ke bawah support 1.1200 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan kemungkinan besar akan kembali mendorong euro hingga kisaran 1.1130 – 1.1016.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

USD/JPY

Yen terpantau mengalami penguatan yang cukup signifikan. Untuk pekan ini, kecenderungannya masih berada dalam bias BEARISH. Penguatan yen diperkirakan akan berlanjut jika support 120.71 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 119.64 – 118.98.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance di kisaran 122.45 – 123.53. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi hingga kisaran 121.79 – 120.71.

Waspadalah jika resistance 123.53 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar akan diikuti oleh pelemahan yen hingga kisaran 124.19 – 125.27.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

USD/CHF

USD/CHF terpantau bergerak dalam bias BEARISH yang cukup kuat untuk pekan ini. Pergerakan bearish ini diperkirakan akan berlanjut jika support 0.9364 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.9262 – 0.9199.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance di kisaran 0.9529 – 0.9632. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 0.9466 – 0.9364.

Waspadalah jika resistance 0.9632 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar harga akan naik hingga kisaran 0.9695 – 0.9797.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

AUD/USD

Pergerakan AUD/USD pada grafik 4-jam terlihat kembali tertekan deras dan saat ini tengah menguji area support dikisaran 0.7199. Peluang untuk terus bergerak BEARISH masih terbuka, jika aussie berhasil menembus support tersebut dengan target sasaran dikisaran 0.7143 – 0.7108.

Kondisi indikator teknikal menunjukkan sinyal jenuh jual pada grafik 4-jam yang bisa memicu terjadinya pullback. Perhatikan area resistance 0.7255 dimana di area tersebut aussie sempat tertahan, dan jika ditemukan sinyal bearish, maka aussie berpeluang kembali melemah menuju area support dikisaran 0.7199 sebagai target pertamanya.

Berhati – hatilah, jika resistance 0.7255 berhasil ditembus oleh aussie, karena hal tersebut bisa membuka kemungkinan aussie terkoreksi lebih jauh menuju area resistance dikisaran 0.7318

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

NZD/USD

NZD/USD terlihat masih berada dalam bias bullish meski terpantau saat ini terkoreksi cukup deras. Terlihat bahwa harga telah memasuki area support Fibonacci yang terlihat di kisaran 0.6557 – 0.6614. Pekan ini masih dimungkinkan untuk mencari posisi BUY.

Skenarionya adalah menunggu konfirmasi kemunculan sinyal bullish di area support Fibonacci tersebut, di mana targetnya adalah kisaran 0.6649 – 0.6706.

Waspadalah jika support 0.6557 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bearish dan kiwi kemungkinan besar akan kembali turun ke kisaran 0.6522 – 0.6465.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

EMAS

Pergerakan emas secara garis besar masih menunjukkan kecenderungan untuk terus menguat setelah naik cukup deras pekan kemarin. Melihat kondisi saat ini, preferensinya adalah BULLISH untuk pekan ini. Jika emas berhasil menembus resistance 1168.17, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas akan melanjutkan penguatannya mengincar area resistance dikisaran 1182.00 – 1197.47.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan jika emas kembali terkoreksi ke kisaran 1131.96 – 1145.79. Maka carilah sinyal bullish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi emas akan kembali bergerak ke atas menuju kisaran 1154.34 – 1168.17.

Sebaliknya, hati-hati jika support 1131.96 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan membawa emas bergerak ke bawah menuju kepada kisaran 1123.41 – 1109.58.

8-24-2015 10-10-04 AM emas mingguan

Forex Trading : Modal “Mepet” vs. Modal Besar

Saya yakin Anda sependapat bahwa modal merupakan salah satu faktor utama dalam trading. Bahkan dalam trading dikenal 3M: Mind, Method, Money, sebagai “tiga pilar utama” dalam trading, termasuk forex trading.

Judul tulisan kali ini secara eksplisit membandingkan modal “mepet” alias terbatas dengan modal besar. Perlu ditegaskan di sini bahwa ketika bicara modal tidaklah melulu berbicara tentang – meskipun nantinya akan berkaitan – nominal angka uang yang kita miliki. Kita tidak akan berbicara tentang “kekuatan modal” di sini, karena – percayalah – kami juga mengerti bahwa kecil belum tentu lemah, besar belum tentu kuat. Semua tergantung pada manajemen modal. Bahwa belum tentu modal kecil akan gagal dan modal besar akan sukses, itu kami pun 110% paham.

Yang akan kita bahas kali ini lebih kepada “keleluasaan” menjalankan strategi. Diakui atau tidak, besaran modal akan turut menentukan strategi yang bisa diaplikasikan dalam kegiatan trading kita.

Ibarat Amunisi

Saya selalu suka menggunakan analogi “militer”. Bayangkan Anda adalah seorang prajurit yang dikirim ke garis depan, namun Anda hanya dibekali dengan sepucuk senapan M1 Garand dan delapan butir peluru. Tentu Anda harus menghemat peluru Anda dan benar-benar memilih sasaran yang berharga. Anda tak bisa leluasa memilih sasaran, karena tiap butir peluru sangat berharga.

Dalam forex trading, modal ibarat amunisi yang dimiliki seorang prajurit. Ketika modal Anda terbatas, Anda pun akan “dipaksa” untuk lebih berhati-hati mempergunakan modal Anda.

Anda harus bersikap lebih “pilih-pilih” dalam melakukan transaksi.

Real Deal

Belum lama ini saya melakukan uji coba suatu sistem trading dengan dana (REAL) yang memang sengaja dibuat terbatas. Sengaja menggunakan real account karena disukai atau tidak, “sensasi” di real account berbeda dengan demo account. Dengan menggunakan real account, uang kita “dipertaruhkan” sehingga pengambilan keputusan pun semestinya akan melalui proses yang benar.

Akhirnya, meskipun hingga saat ini berhasil mendapat keuntungan, namun kami merasakan benar ketidakleluasaan menerapkan strategi trading dibandingkan dengan akun yang memiliki modal yang lebih longgar. Keuntungan yang diperoleh pun tidak maksimal karena tidak setiap peluang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bahkan pernah tidak melakukan transaksi hingga berhari-hari. Bukan karena tidak ada peluang, namun karena resiko (stop loss) secara teknikal tidak mampu diantisipasi dengan manajemen modal yang telah diatur dalam trading plan.

Untuk mudahnya: akun tersebut mengalami kurang modal sehingga berdasarkan  aturan position sizing maka saya tak diperkenankan membuka posisi untuk mengambil peluang tersebut, karena resikonya melampaui toleransi resiko saya.

Contoh kasus lain yang belum lama terjadi adalah, ketika ada peluang yang sama-sama bagus di beberapa currency pair sekaligus, pada saat yang sama padahal modal yang dimiliki sangat kecil. Tidak cukup untuk membuka posisi di semua pair tersebut sekaligus jika merujuk pada trading plan. Modalnya “mepet”. Akhirnya saya “terpaksa” memilih salah satu pair yang saya anggap memiliki potensi paling besar untuk menghasilkan profit.

Namun apa yang terjadi? Pilihan saya ternyata “salah” (dalam tanda kutip, karena proses yang dilalui sebenarnya sudah benar, sehingga jika loss pun tidak terlalu menjadi masalah), karena justru saya mengalami loss. Sementara jika saya membuka posisi pada currency pair yang lain, harusnya mendapatkan keuntungan.

Waktu itulah kembali disadari bahwa seandainya modal yang dimiliki setidaknya dua kali lipatnya saja, maka setidaknya saya sudah bisa membuka dua posisi di dua pair yang berbeda tanpa perlu khawatir overtrade karena semua sudah diperhitungkan di trading plan.

Ini Tentang Keleluasaan Berstrategi

Jangan salah mengerti. Baiklah saya ulangi pernyataan saya bahwa kali ini kita tidak sedang membicarakan “kekuatan modal”. Sekali lagi, ini tentang “keleluasaan berstrategi”.

Saya sepakat bahwa besarnya modal yang dimiliki bukanlah faktor penentu kesuksesan seseorang dalam forex trading. Yang menjadi penentu adalah kemampuannya mengimplementasikan 3M yang kita singgung di awal tulisan ini. Tidak ada sangkalan untuk itu.

Namun berdasarkan pengalaman, terkait strategi, seandainya saya memiliki kapital yang lebih besar, minimal dua kali lipatnya, saya akan bisa membuka posisi di currency pair lain yang juga memunculkan peluang.

Saya juga akan bisa mengambil lebih banyak peluang tanpa terbentur position sizing yang super hemat.

Saya tidak akan khawatir mengalami kerugian terlalu besar, karena jumlah lot yang akan saya ambil tentu juga akan disesuaikan dengan toleransi resiko sesuai trading plan saya. Dengan demikian, potensi untuk memperbesar keuntungan akan semakin terbuka.

ANALISA FOREX MINGGUAN : 17 AGUSTUS – 21 AGUSTUS 2015

Saat ini, China menjadi pusat perhatian karena melakukan kebijakan devaluasi dan memicu perdagangan pada musim panas. Apakah devaluasi yuan akan memperkuat atau malah melemahkan dolar pada minggu ini ? Data GDP Jepang, Inflasi Inggris, dan FOMC Meeting Minutes akan menjadi data yang harus diperhatikan dan berpotensi penggerak pasar untuk minggu ini.

Data ekonomi AS yang dirilisdi pekan lalu telah membuat harapan bahwa kenaikan suku bunga Fed akan dilakukan pada akhir kuartal ketiga. Penjualan ritel AS yang berhasil rebound pada bulan Juli di tengah kenaikan pembelian mobil dan barang-barang lainnya, telah memberikan petunjuk bahwa pertumbuhan terlihat positif pada kuartal kedua dan ketiga. Kuatnya rilis data ketenagakerjaan telah menunjukkan bahwa ekonomi AS berada pada pijakan yang cukup kokoh.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting di pekan ini:

  1. Inflasi Inggris: Selasa, 15:30 WIB. Indeks Inflasi Inggris jatuh ke level 0% di bulan Juni, dari 0,1% di bulan sebelumnya karena penurunan dari sector pakaian dan makanan. Gubernur Bank of England, Mark Carney memperkirakan inflasi masih akan tetap rendah dalam beberapa bulan mendatang, untuk mengantisipasi pick-up pada akhir tahun ini. Namun, kenaikan dari sector upah diharapkan akan meningkatkan sector konsumsi yang akan menyebabkan tekanan inflasi lebih kuat. CPI Inggris diperkirakan akan tetap statis pada saat ini.
  1. Izin Bangunan AS: Selasa, 19:30 WIB. Jumlah izin bangunan yang dikeluarkan pada bulan Juni naik tipis sebanyak 7,4% dengan kenaikan 1,34 juta unit, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2007. Kepercayaan pembangun perumahan juga mencapai level 91/2 tahun tertinggi pada bulan Juli yang menunjukkan bahwa pasar perumahan diharapkan akan meluas lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Para ekonom memperkirakan bahwa pasar perumahan akan mengimbangi sektor manufaktur yang sedang berjuang. Jumlah izin diperkirakan akan mencapai 1.21 juta pada bulan Juli.
  1. Inflasi AS: Rabu, 19:30 WIB. Harga konsumen AS telah meningkat 0,3% pada bulan Juni, naik untuk kelima kalinya berturut-turut setelah aksi rebound pada harga bensin serta berbagai barang lainnya yang menunjukkan bahwa inflasi kembali berada dalam trek. Data ekonomi yang positif baru-baru ini seperti tren pertumbuhan pasar perumahan telah menimbulkan peluang untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat ini. CPI inti diharapkan akan mencapai 0,2%. Apakah CPI akan ikut naik ?
  1. FOMC Meeting Minutes AS : Kamis, 01:00 WIB. Dalam pertemuan FOMC pada bulan Juli telah jelas ada peningkatan yang berkelanjutan di pasar kerja dengan gambaran inflasi yang masih lambat. Meeting minute akan mengungkapkan seberapa lebar kesenjangan antara pendapat yang dovish dan hawkish dan bagaimana kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September.
  1. Keputusan Suku Bunga Jepang: Kamis, Tentative. Bank of Japan telah mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif dengan tujuan agar mencapai inflasi sebanyak 2% tanpa moneter tambahan. Namun, ekonom percaya batas 2% dapat berubah, tergantung pada harga minyak di masa depan. Melemahnya yen akan membuat positif bagi ekspor dan perusahaan tetapi akan membuat buruk bagi rumah tangga dan perusahaan kecil melalui kenaikan biaya impor. Sementara itu, sentimen rumah tangga membaik dan belanja konsumen masih tetap, mengingat devaluasi yuan oleh pemerintah Cina. Pertemuan ini akan diawasi lebih seksama.
  1. Klaim Pengangguran AS: Kamis, 19:30 WIB. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran meningkat secara tiba-tiba sebanyak 5.000 pada pekan lalu, dengan mencapai 274.000. Namun, secara umum masih cenderung positif yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih terus menguat. Jumlah klaim baru diperkirakan akan mencapai 272.000 pada minggu ini.
  1. Indeks US Philly Fed Manufacturing: Kamis, 21:00 WIB. Ukuran manufaktur untuk daerah Philadelphia jatuh pada bulan Juni menjadi 5,7 dari 15.2 di bulan Juni. Menguatnya dolar dan permintaan global yang melembut telah menurunkan jumlah pesanan untuk barang-barang manufaktur. Indeks manufaktur Philadelphia diperkirakan akan mencapai 7,2 pada bulan Juli.

Analisa Teknikal

AUD/USD

Secara umum, bias mingguan pergerakan AUD/USD terlihat berada dalam kondisi netral dan saat ini harga sedang berada di area resistan. Pergerakan bearish pada minggu ini diperkirakan akan terlihat jika AUD/USD akan bergerak ke bawah menuju support 0.73264.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan jika Aussie kembali tertekan oleh dollar dengan menembus support di atas maka tekanan bearish akan semakin terlihat dimana ada kemungkinan support 0.7672-0.72143.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 0.73855 ditembus karena hal itu akan mengubah outlooks mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat aussie menuju resistan pada kisaran 0.74384.

 ANALISA TEKNIKAL WEEKLY AUDUSD FOREXIMF 17 AGS 2015

USD/JPY

Bias mingguan pergerakan USD/JPY terlihat berada dalam kondisi bullish dan perhatikan karena saat ini harga sedang mencoba menguji resistan penting. Secara teknikal indicator stochastic berpotensi berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan, jika harga tertahan di area resistan 124.73 maka ada kemungkinan harga akan terkoreksi dengan bergerak ke bawah, maka cari sinyal beli yang terkonfirmasi di sekitar area garis trend dan support 123.86 dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas hingga kisaran 124.73.

Sebaiknya waspadai juga jika support di kisaran 123.86 ditembus maka ada potensi harga akan bergerak ke bawah untuk melakukan tekanan lanjutan dengan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 123.00.

 ANALISA TEKNIKAL WEEKLY USDJPY FOREXIMF 17 AGS 2015

EUR/USD

Bias mingguan untuk EUR/USD masih berada dalam kondisi bullis tetapi saat ini harga sedang melakukan fase koreksi. Secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh jual. Perhatikan, jika harga melakukan pull-back ke area support 1.10298, maka carilah konfirmasi sinyal jual beli di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju target pada kisaran 1.12128.

Perhatikan, tekanan koreksi diperkirakan akan semakin terlihat jika harga berhasil menembus support 1.10298 – 1.08469 dan akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro lebih dalam lagi.

 ANALISA TEKNIKAL WEEKLY EURUSD FOREXIMF 17 AGS 2015

GBP/USD

Bias mingguan pergerakan GBP/USD berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga sedang mencoba menguji resistan penting. Pergerakan bullish diperkirakan akan berlanjut jika resistan 1.56869 ditembus. Secara teknikal indicator stochastic dan CCI berada dalam kondisi jenuh beli.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.55864 – 1.56248, jika harga melakukan pull-back ke area tersebut, maka cari konfirmasi sinyal beli di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju kisaran 1.1.5869 – 1.57585.

Sebaliknya, hati-hati jika support 1.55864 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling dengan bergerak ke bawah menuju kisaran 1.54858.

 ANALISA TEKNIKAL WEEKLY GBPUSD FOREXIMF 17 AGS 2015

USD/CHF

Bias mingguan USD/CHF berada dalam kondisi bullish. Tekanan bullish diperkirakan akan semakin besar jika resistance 0.98174 ditembus oleh pergerakan harga dimana ada potensi harga akan bergerak ke sasaran 0.99008 – 0.99970.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 0.96823 – 0.97240. Jika harga terkoreksi ke area support tersebut, maka cari konfirmasi sinyal beli di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak rebound hingga kisaran 0.98174 – 0.99008.

Sebaliknya, waspadai jika support 0.96823 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.95472.

 ANALISA TEKNIKAL WEEKLY USDCHF FOREXIMF 17 AGS 2015

NZD/USD

Bias mingguan pergerakan NZD/USD terlihat masih berada dalam tekanan. Pergerakan bearish akan semakin terlihat ketika support 0.65296 ditembus oleh pergerakan harga. Secara teknikal indicator stochastic berpotensi berada dalam kondisi bearish.

Perhatikan area support di kisaran 0.65296. Jika harga melakukan pull-back terjadi ke area tersebut, maka cari sinyal bullish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke atas dengan potensi target hingga kisaran 0.66331.

 ANALISA TEKNIKAL WEEKLY NZDUSD FOREXIMF 17 AGS 2015

EMAS

Bias mingguan pergerakan emas terlihat berada dalam kondisi bullish. Tekanan bullish diperkirakan akan semakin besar jika resistan 1126.67 berhasil ditembus, dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke atas dengan sasaran 1139.32.

Perhatikan area support di kisaran 1103.41 – 1108.90. Jika harga melakukan pull-back terjadi ke area tersebut, maka cari sinyal bullish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas menuju target kisaran 1126.67.

Tetapi sebaliknya, hati-hati jika support 1103.41 ditembus maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1091.13.

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY XAUUSD FOREXIMF 17 AGS 2015

ANALISA FOREX MINGGUAN : 10 – 14 AGUSTUS 2015

Data Non-Farm Payrolls Cukup Solid

NFP menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan adanya penambahan 215.000 pekerjaan, yang menunjukkan tenaga kerja AS berada di jalur yang benar. Meski sedikit Lebih rendah dari yang diharapkan, peningkatan pekerjaan sejalan dengan tingkat upah yang baik dan tingkat pengangguran yang tidak berubah. Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa hal ini bisa memberikan lampu hijau bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan September. Namun, kenaikan suku bunga di bulan September bukanlah hal yang pasti. Inflasi yang rendah sedikit menghambat pertumbuhan dan dapat menunda the Fed mengambil keputusan. Di tempat lain, pound mendapat pukulan dari BOE, Aussie mendapat beberapa data positif dan euro tetap stabil.

Sementara itu, pidato Dennis Lockhart, Jerman ZEW Economic Sentiment, data pekerjaan Inggris dan penjualan ritel AS, menjadi beberapa berita penting untuk minggu ini. Berikut ini beberapa data penggerak pasar pekan ini :

1. Pidato Dennis Lockhart : Senin, 23:25 WIB. Presiden Federal Reserve bagian Atlanta Dennis Lockhart akan berbicara di Atlanta. Melalui pidato ini diharapakan Lockhart memberikan sinyal yang jelas bahwa the Fed sedang mempersiapkan perubahan kebijakan mengenai suku bunga. Berpotensi akan adanya volatilitas di pasar.

2. German ZEW Economic Sentiment: Selasa, 16:00 WIB. Sentimen ekonomi Jerman melemah pada bulan Juli ke 29.7 dari 31.5 pada bulan Juni. Angka itu lebih rendah dari 30.6 yang diperkirakan oleh para ekonom. Sentimen ekonomi menurun ke level terendah dalam delapan bulan di tengah krisis utang Yunani dan melemahnya dari data industri dari yang diharapkan. Sementara itu, sentimen ekonomi zona euro jatuh ke level terendah tujuh bulan 42.7 pada Juli dari 53.7 di bulan Juni. Sentimen diperkirakan akan meningkat menjadi 31.1 pada pembacaan nanti.

3. Data Pekerjaan Inggris: Rabu, 15:30 WIB. Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran pada bulan Juni meningkat 7.000, bertentangan dengan perkiraan analis yakni dengan penurunan 8.900. Namun, upah terus meningkat. Pendapatan rata-rata mingguan termasuk bonus naik pada laju tahunan sebesar 3.2% antara April sampai Juni, dan 2.8% tidak termasuk bonus, tingkat tercepat dalam lima tahun. Kemunduran pada bulan Juni menunjukkan pemulihan di Inggris masih rapuh dan dibutuhkan langkah-langkah untuk meningkatkan pertumbuhan.

4. US Retail Sales: Kamis, 19:30 WIB. Penjualan ritel AS tak terduga turun pada bulan Juni di tengah perlambatan pembelian mobil dan barang-barang lainnya. Penjualan ritel turun 0.3% yang merupakan pembacaan terburuk sejak Februari. Termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan jasa makanan, penjualan ritel turun 0.1% setelah kenaikan 0.7% pada bulan Mei. Data mengecewakan lain seperti laporan kerja Juni dan penurunan kepercayaan bisnis menunjukkan pemulihan AS mungkin telah terhenti pada bulan Juni. Hal ini bisa berdampak pada keputusan kenaikan suku bunga the Fed pada bulanSeptember. Penjualan ritel AS diperkirakan akan tumbuh sebesar 0.5%, sedangkan penjualan inti diperkirakan memperoleh 0.5% pada bulan Juli.

5. Klaim Pengangguran AS : Kamis, 19:30 WIB. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran naik 3.000 ke 270.000 minggu lalu. Sementara itu, pergerakan empat minggu rata-rata untuk klaim baru turun 6.500 klaim. Jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan mencapai 272.000.

6. GDP German : Jumat, 13:00 WIB. Ekonomi Jerman diperluas 0.3% pada kuartal pertama setelah kenaikan 0.7% dalam tiga bulan sebelumnya. Analis memperkirakan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari 0.5%. Perlambatan dalam perdagangan global dan belanja konsumen yang lemah menyebabkan penurunan ini. Jerman diperkirakan akan tumbuh sebesar 0.5% pada kuartal kedua.

7. US PPI : Jumat, 19:30 WIB. Harga produsen AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni di tengah rebound harga bensin dan kenaikan barang-barang lainnya. Harga produsen naik 0.4% menyusul kenaikan 0.5% pada bulan sebelumnya yang menunjukkan sektor manufaktur stabil dan inflasi menguat. Dalam 12 bulan hingga Juni, PPI turun 0.7% setelah turun 1.1% pada bulan Mei. Sementara itu, inti PPI naik 0.3% menyusul penurunan 0.1% pada bulan sebelumnya. PPI diperkirakan akan meningkat sebesar 0.1% saat ini.

8. US UoM Consumer Sentiment : Jumat, 21:00 WIB. US UoM Consumer Sentiment menurun lebih dari yang diharapkan pada bulan Juli, jatuh ke 93.3 dari 96.1 pada bulan Juni. Sentimen konsumen AS diperkirakan akan mencapai 93.5 pada bulan Agustus.

ANALISA TEKNIKAL

GBP/USD

Pound terlihat sudah mulai bergerak dan cenderung untuk kembali bergerak dalam bias bearish. Melihat kondisi ini, skenario untuk pekan ini adalah mencari posisi SELL setidaknya dengan dua alternatif skenario.

Skenario pertama adalah menunggu tembusnya support 1.5423, dengan sasaran pergerakan selanjutnya hingga kisaran 1.5361 – 1.5322. Skenario ke-2 adalah memperhatikan area resistance yang berada di kisaran 1.5556. Anda bisa mencoba untuk kembali mencari sinyal jual jika pull-back terjadi ke area tersebut, dengan potensi target di kisaran 1.5486 – 1.5423.

Hati-hati jika terjadi penembusan ke atas resistance 1.5556 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemungkinan besar akan kembali mengangkat sterling hingga kisaran 1.5626 – 1.5688.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

EUR/USD

EUR/USD terlihat masih berada dalam bias bearish meski saat ini sedang berada dalam fase koreksi. Terlihat bahwa harga telah memasuki area referensi Fibonacci yang terlihat di kisaran 1.0954 – 1.1020. Pekan ini masih dimungkinkan untuk mencari posisi SELL.

Skenarionya adalah menunggu konfirmasi kemunculan sinyal bearish di area referensi Fibonacci tersebut, di mana targetnya adalah kisaran 1.0913 – 1.0846.

Waspadalah jika resistance 1.1020 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan euro kemungkinan besar akan kembali naik ke kisaran 1.1061 – 1.1128.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

USD/CHF

Sesuai dengan analisa pekan sebelumnya, USD/CHF berhasil menembus resistance 0.9717 dan berhasil mencapai targetnya dikisaran 0.9763 – 0.9792. Saat ini, USD/CHF pada grafik 4-jam tertahan di area resistance 0.9882. Preferensi untuk pekan ini masih BULLISH. Tekanan bullish berpotensi berlanjut ke kisaran 0.9961 – 1.0010 jika USD/CHF berhasil menembus resistance 0.9882.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support 0.9715 jika terjadi koreksi dan carilah konfirmasi sinyal beli dengan target sasaran dikisaran 0.9803 – 0.9982. Berhati – hatilah, jika support 0.9715 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan USD/CHF akan bergerak bearish menuju area support dikisaran 0.9626 – 0.9547

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

USD/JPY

Sesuai dengan analisa pekan sebelumnya, USD/JPY berhasil menembus resistance 123.97 dan berhasil mencapai targetnya dikisaran 124.20 – 124.57. Saat ini, USD/JPY ada peluang kembali naik, seiring memantulnya harga di area sekitar trendline. Diperkirakan USD/JPY akan mengincar target dkisaran 124.57 – 125.06 seiring dengan kondisi indikator teknikal yang berada dalam kondisi jenuh jual.

Berhati – hatilah, jika trendline pecah atau support 124.03 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan bias USD/JPY akan kembali menjadi bearish dan harga berpeluang turun ke kisaran 123.48 – 123.00.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

AUD/USD

Pergerakan AUD/USD pada grafik 4-jam terpantau sedang berada dalam fase rebound dan saat ini berada disekitar area resistance 0.7427. Resistance tersebut bisa dijadikan resistance kunci untuk pekan ini dimana jika harga terus tertahan dibawah resistance tersebut, maka harga berpeluang kembali jatuh menuju area support dikisaran 0.7353 – 0.7307 seiring kondisi indikator teknikal yang berada dalam kondisi jenuh beli.

Berhati – hatilah, jika resistance 0.7427 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan aussie melanjutkan pergerakan bullishnya mengincar area resistance dikisaran 0.7473 – 0.7524.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

NZD/USD

NZD/USD terlihat masih bergerak dalam kondisi downtrend dan saat ini sedang berada dalam fase koreksi. Skenario untuk pekan ini masih mencari posisi SELL.

Skenarionya adalah menunggu konfirmasi kemunculan sinyal bearish di area 0.6583 – 0.6641, di mana target pelemahannya adalah di kisaran 0.6547 – 0.6488.

Waspadalah jika terjadi resistance 0.6641 tembus karena dengan demikian bias pekan ini akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar akan kembali mengangkat kiwi hingga kisaran 0.6678 – 0.6736.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

EMAS

Emas masih belum beranjak. Terus bergerak sideways hingga saat ini. Ada peluang emas akan kembali mencoba menguji resistance 1104.13. Untuk minggu ini, resistance tersebut masih bisa di jadikan resistance kunci untuk pergerakan selanjutnya. Jika harga emas terus tertahan di bawah resistance tersebut maka hal ini bisa membuka kemungkinan emas akan kembali turun ke kisaran 1077.22.

Berhati – hatilah, jika ternyata resistance 1104.13 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas akan bergerak naik menuju area resistance dikisaran 1120.75 – 1147.66

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

 

Pyramiding & Anti-Martingale: Cara Aman Perbesar Profit

Kesalahan umum para pemula dalam strategi forex tradingnya adalah melipatgandakan posisi justru ketika sedang mengalami kerugian, atau istilahnya: floating loss. Di antara beberapa cara yang bisa dilakukan adalah cost averaging (atau averaging saja) dan martingale. Memang benar bahwa kerugian yang diderita bisa tertutup dengan cepat bahkan digantikan dengan keuntungan yang lebih besar asalkan pasar mau “berbaik hati” berbalik arah, namun bahaya yang lebih besar mengintai (dan sering terjadi) ketika pasar tanpa ampun melaju ke arah yang  berlawanan dengan posisi yang diambil.

Averaging

Penjelasan singkat tentang averaging adalah sebagai berikut: seorang trader membuka posisi SELL, ketika harga naik ia bukannya melakukan cut loss melainkan kembali membuka posisi SELL dengan jumlah lot yang sama dengan sebelumnya. Harapannya, jika harga kembali ke harga SELL yang pertama, maka kerugiannya akan tertutup dan tergantikan oleh keuntungan yang diperoleh dari SELL yang ke-2. Demikian seterusnya.

Ilustrasinya begini kira-kira:
strategi forexNah, perhatikan bahwa si trader baru akan mengurangi kerugian yang dialaminya sedikit demi sedikit ketika harga sudah bergerak turun dari level 1.51000. Level 1.50500 dalam contoh kasus di atas merupakan level BEP (break event point). Ia baru akan mendapatkan keuntungan bertahap ketika harga bergerak turun dari level 1.50500. Ingat bahwa contoh kasus ini belum melibatkan komisi, swap dan biaya transaksi lainnya.

Namun ilustrasi di atas adalah “cerita manis”-nya saja. Pada kenyataannya, dalam forex trading tidak selamanya skenario di atas terjadi. Bahkan sangat sering terjadi harga meneruskan pergerakannya, misalnya dari 1.51000 terus membubung tinggi sehingga kerugian yang diderita akan semakin besar.

Martingale

Adapun pada martingale, jumlah lot yang dipergunakan dilipatgandakan tiap kali mengalami kerugian. Bisa dikatakan bahwa teknik ini lebih “ekstrim” daripada averaging yang dijelaskan di atas.

Singkatnya, tiap kali mengalami floating loss dalam jarak tertentu, si trader akan kembali membuka posisi yang sama namun melipatgandakan besaran lot-nya. Misalnya, ketika seorang trader membuka posisi SELL sebesar 1 lot, maka ketika harga naik sekian pips ia akan kembali membuka posisi SELL sebesar 2 LOT atau dua kali lipat lot sebelumnya. Jika harga naik lagi, maka ia akan membuka posisi SELL sebanyak 4 LOT. Demikian seterusnya.

Berikut ini adalah ilustrasinya:

strategi forex

Nah, kalau Anda perhatikan, si trader baru akan mengurangi kerugiannya ketika harga mulai berbalik arah. Dalam contoh di atas, kerugian yang diderita berangsur berkurang ketika harga turun dari level 1.51000. Ketika harga sampai kembali ke level 1.50500, ia sudah memperoleh keuntungan yang besar. Itu kisah manisnya.

Bagaimana kisah pahitnya? Bayangkan saja jika harga terus naik ke atas 1.51000. Jumlah posisi yang terbuka sangat besar, kerugian tentu semakin besar pula. Ini yang harus dipikirkan juga jika Anda ingin menerapkan strategi forex martigale ini.

Modal Harus Besar

Memang, saya tidak mengatakan bahwa teknik averaging atau martingale adalah haram dan tak mungkin bisa berhasil. Bisa kok, tetapi modal yang harus Anda sediakan haruslah besar.

Selain Anda harus benar-benar mengerti karakteristik pergerakan harga, sangat tidak disarankan menggunakan kedua teknik tersebut dengan modal yang minim. Jika kita melihat sekilas pergerakan harga forex rata-rata, secara sederhana bisa kita pergerakan harian rata-rata sekitar 1000-2000 pips (5 desimal). Itu artinya sekitar $1,000-2,000 per hari. Bisa Anda bayangkan jika Anda hanya memiliki modal sebesar $1,000 dan memaksakan diri melakukan averaging, apalagi martingale, sudah barang tentu “nafas” Anda akan “ngos-ngosan”. Ada gejolak sedikit saja, tamat riwayat Anda.

Lakukan Kebalikannya

Dalam forex trading, ada pemeo yang berbunyi, “Never add to a losing position.” Maknanya kurang lebih adalah, “Kalau sedang floating loss, jangan tambah posisi lagi.” Ya, ini memang terjemahan bebas, sebebas merpati. Tetapi memang itu makna intrinsiknya.

Anda dibolehkan untuk menambah posisi baru justru ketika sedang dalam keadaan untung alias floating profit. Jika dikembalikan ke psikologi trading – “fear and greed”—maka Anda dibolehkan untuk sedikit “serakah” justru jika posisi Anda sedang positif. Tentu saja, ada batasannya.

Pembatasnya adalah analisa teknikal dan manajemen modal. Jika secara teknikal sudah tidak terlihat ada indikasi trend akan berlanjut, maka jangan memaksakan diri untuk membuka posisi lagi. Begitu juga jika modal Anda terbatas.

Jadi, daripada menambah posisi ketika mengalami floating loss, akan lebih baik menambah posisi ketika mengalami floating profit. Tujuannya sederhana: mencoba untuk memperbesar keuntungan yang sudah ada. Teknik ini lebih “aman” dan nyaman daripada menambah posisi saat loss, karena pada saat profit Anda biasanya tidak akan mendapatkan beban psikologis seperti ketika loss. Tidak ada loss yang perlu dipikirkan, bukan?

Ada setidaknya dua teknik yang bisa Anda jalankan, yang merupakan counter dari averaging dan martingale, yaitu pyramiding dan anti-martingale.

Pyramiding

Pyramiding merupakan kebalikan dari averaging. Dengan teknik ini, Anda boleh membuka posisi baru tiap kali mendapatkan keuntungan pada besaran tertentu yang telah Anda tetapkan. Contohnya: setelah membuka posisi BUY, Anda boleh membuka posisi BUY lagi setelah harga naik beberapa ratus pips, demikian seterusnya.

Ilustrasinya seperti ini:

strategi forex

Dalam contoh di atas, keuntungan yang diperoleh akan menjadi semakin besar jika harga berhasil melanjutkan pergerakan ke atas 1.51000. Di level 1.51500, 1.52000 dan seterusnya boleh saja membuka posisi BUY 1 lot lagi, namun sebaiknya Anda memiliki target berapa besar keuntungan yang ingin Anda peroleh. Ketika mencapai target, ada baiknya mempertimbangkan untuk berhenti sejenak dan menikmati kemenangan Anda.

Perhatikan level 1.50750 dalam contoh di atas. Jika koreksi terjadi dari 1.51000 ke level itu disarankan untuk “merelakan” keuntungan Anda ditutup di plus 750 pips, daripada malah berubah menjadi kerugian jika harga turun ke bawah 1.50500.

Anti-Martingale

Sesuai namanya, teknik anti-martingale ini merupakan kebalikan dari teknik martingale. Dalam teknik ini, Anda menambah posisi dan melipatgandakan lot-nya tiap kali mencapai keuntungan tertentu.

Gambar berikut ini adalah ilustrasinya.

strategi forex

Teknik ini lebih menyenangkan daripada martingale, karena ketika menerapkan teknik ini Anda sedang dalam kondisi “hijau” alias profit.

Yang perlu Anda ingat adalah bahwa baik teknik pyramiding maupun anti-martingale sebaiknya dijalankan pada saat pasar sedang dalam keadaan TRENDINGMenerapkan teknik ini pada saat pasar dalam keadaan sideway sangat tidak direkomendasikan.

Nah, selamat mencoba memperbesar keuntungan Anda dengan teknik pyramiding dan anti-martingale. Ada baiknya dicoba dulu lewat demo account yang bisa Anda peroleh di sini. Butuh penjelasan lebih lanjut? Tinggalkan saja komentar di bawah dan/atau hubungi tim Market Analyst kami lewat Live Chat. Kalau Anda nasabah, silakan chat lewat nomor WhatsApp yang telah kami berikan kepada Anda.

Salam.

ANALISA FOREX MINGGUAN : 3 – 7 AGUSTUS 2015

The Fed Cari Moment Yang Tepat

Pekan lalu, FOMC mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali bahwa ekonomi AS terus menguat, yang semakin membuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September. Para pembuat kebijakan mencatat perekonomian telah kembali pulih dari perlambatan, meskipun adanya penurunan di sektor energi. The Fed juga menyatakan bahwa pasar tenaga kerja terus menunjukkan kinerja yang solid dalam beberapa bulan terakhir, yang mengisyaratkan adanya pertumbuhan berkelanjutan. The Fed mempertahankan suku tidak berubah dan mencatat bahwa pasar tenaga kerja perlu untuk selangkah lebih maju dan inflasi harus terus naik menuju target jangka menengah 2%, sebelum The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga. Apakah kita akan melihat kenaikan suku bunga pada bulan September?

Sementara itu data US ISM Manufacturing PMI, Neraca Perdagangan, US ISM Non-Manufacturing, keputusan suku bunga di Jepang, data  pekerjaan dari Selandia Baru, Kanada dan Amerika Serikat, menjadi beberapa laporan penting untuk pekan ini. Berikut ini beberapa data penggerak pasar pekan ini :

1. US ISM Manufacturing PMI: Senin, 21:00 WIB. Aktivitas manufaktur di AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, mencapai 53.5 dibandingkan 52.8 yang diposting pada bulan Mei. Pembacaan positif ini sejalan dengan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Indeks pesanan baru naik tipis menjadi 56.0, dari 55.8 di bulan sebelumnya, sementara indeks kerja naik menjadi 55.5 dari 51.7 pada bulan Mei, menunjukkan tingkat pekerjaan yang lebih kuat. Analis memperkirakan PMI kali ini mencapai 53.6.

2. Australian Rate Decision : Selasa, 11:30 WIB. Bank sentral Australia mempertahankan suku bunga pada rekor terendah di 2% pada bulan Juli mencerminkan stabilitas kebijakan moneter. Bank Sentral menyatakan bahwa mata uang yang lebih rendah diperlukan untuk membantu mencapai pertumbuhan yang seimbang. Belanja yang standar serta merta membuat mata uang yang kuat yang dapat mencegah mencapai pertumbuhan yang seimbang. Lalu volatilitas baru-baru ini di pasar ekuitas Cina, dapat mempengaruhi prospek ekonomi Australia. Diperkirakan tidak ada perubahan tarif untuk pembacaan kali ini.

3. NZ Employment Data : Rabu, 05:45 WIB. Reserve Bank of New Zealand memangkas suku pada bulan Juli di tengah data ekonomi yang suram. Inflasi melunak lebih dari yang diharapkan dan pengangguran tetap tinggi di 5.8%. Pertumbuhan pekerjaan juga berada di tingkat moderat, naik 0.7% pada kuartal pertama menambahkan 16.000 posisi dibandingkan dengan ekspansi 1.2% pada kuartal terakhir 2014. Pasar kerja Selandia Baru diperkirakan akan tumbuh sebesar 0.5%, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkat menjadi 5.9% .

4. US ADP Non-Farm Employment Change : Rabu, 19:15 WIB. Laporan lapangan kerja AS untuk sektor swasta diperluas pada tingkat tercepat dalam enam bulan dengan tambahan 237.000 pekerjaan pada bulan Juni. Pasar tenaga kerja yang kuat dengan data ekonomi lainnya yang menjanjikan seperti kenaikan di sektor perumahan, peningkatan belanja konsumen dan peningkatan dalam kegiatan pabrik, menunjukkan ekonomi AS kembali ke pertumbuhan yang solid, mendukung pandangan bahwa AS sedang berada di jalur kenaikan suku bunga. Pasar pekerjaan AS diharapkan untuk menambah 218.000 di bulan Juli.
    
5. US Trade Balance: Rabu, 19:30 WIB. Defisit perdagangan AS melebar pada bulan Mei di tengah melemahnya ekspor yang mencapai defisit $ 41.9 milyar dari $ 40.7 milyar yang terdaftar di bulan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan akan adanya defisit yang lebih besar menjadi $ 42.6 milyar. Ekspor turun 0.8% karena permintaan yang lebih rendah untuk pesawat komersial dan peralatan industri. Namun permintaan domestik yang kuat yang meningkatkan impor terutama di kendaraan roda empat.

6. US ISM Non-Manufacturing PMI: Rabu, 21:00 WIB. Laporan non-manufaktur ISM menunjukkan kenaikan yang solid pada bulan Juni, indeks komposit naik menjadi 56,0 dari 55,7 pada bulan Mei. Pesanan baru naik menjadi 58,3 dibandingkan dengan 57,9 pada bulan Mei. Pesanan ekspor moderator tapi masih tetap lebih dari 50 di 52,0. Kegiatan usaha naik tipis 2 poin menjadi 61,5, tapi kerja melambat menjadi 52,7 dari 55 pada bulan Mei. Meskipun kenaikan positif, indeks PMI jasa menunjukkan kurangnya pertumbuhan pada akhir kuartal kedua.

7. Data Ketenagakerjaan Australia : Kamis, 08:30 WIB. Tingkat pengangguran Australia tetap di 6% pada bulan Juni, sementara ekonomi menambahkan 7.300 pekerjaan. Para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran naik menjadi 6.1% dan diperkirakan adanya penambahan 12.500 pekerjaan. Tingkat partisipasi, yang mengacu pada jumlah orang yang bekerja secara aktif dan mencari pekerjaan, tetap stabil di 64.8%. Namun, meskipun bacaan positif, pembuat kebijakan khawatir tentang kenaikan terus-menerus dalam tingkat pengangguran.

8. UK Rate Decision : Kamis, 18:00 WIB. Bank of England terus mempertahankan suku bunga selama lebih dari enam tahun dan tidak mengharapkan akan adanya kenaikan hingga tahun depan. Ekonom tidak melihat adanya alasan untuk menaikkan suku karena tekanan inflasi yang mendekati rekor terendah. Namun, Gubernur Mark Carney mencatat bahwa inflasi akan sesuai dengan harapkan menjelang akhir tahun. Bank of England diperkirakan tidak mengubah kebijakannya untuk saat ini.

9. US Unemployment Claims : Kamis, 19:30 WIB. Jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat kurang dari yang diperkirakan pekan lalu, meskipun pasar tenaga kerja AS terus berada pada jalur penguatan. Jumlah klaim pengangguran naik 12.000 ke 267.000. Jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan mencapai 269.000 pekan ini.

10. Japan Rate Decision : Jumat – Tentative. Bank sentral Jepang menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun fiskal 2015-1.7% dari estimasi sebelumnya 2.0%. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menyuarakan keprihatinannya atas kemerosotan harga saham di China dan efek krisis ekonomi pada Jepang. Harga saham Cina anjlok lebih dari 30% dalam beberapa minggu. Selain itu, perekonomian China telah bergeser fokusnya dari ekspor ke permintaan domestik, mengurangi volume perdagangan di Asia. BOJ mungkin harus menurunkan proyeksi pertumbuhan sekali lagi jika perekonomian China melambat lebih lanjut.

11. US Non-Farm Employment Change and Unemployment rate : Jumat, 19:30 WIB. Laporan pekerjaan AS untuk Juni menunjukkan pertumbuhan moderat 223.000 pekerjaan, setelah kenaikan yang solid sebesar 280.000. Para ekonom memperkirakan kenaikan lebih tinggi sebesar 224.000. Sementara itu, tingkat pengangguran semakin berkurang menjadi 5.3% dari 5.5% di bulan Mei. Laporan bulan Juni cukup kuat untuk mendukung rencana kenaikan suku bunga Fed, yang menunjukkan pasar tenaga kerja terus berkembang. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah pada 5.3%.

ANALISA TEKNIKAL

GBP/USD

Pergerakan GBP/USD secara garis besar lebih menunjukkan kecenderungan untuk menguat meskipun sempat naik dan turun pekan kemarin. Melihat kondisi saat ini, preferensinya adalah BULLISH untuk pekan ini. Jika pound berhasil menembus resistance 1.5688, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan pound akan melanjutkan penguatannya mengincar area resistance dikisaran 1.5741 – 1.5773.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan jika harga kembali terkoreksi ke kisaran 1.5550 – 1.5603. Maka carilah sinyal bullish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan kembali bergerak ke atas menuju kisaran 1.5636 – 1.5688.

Sebaliknya, hati-hati jika support 1.5550 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan membawa pound bergerak ke bawah menuju kepada kisaran 1.5518 – 1.5465.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

EUR/USD

Pergerakan EUR/USD pada grafik 4-jam terpantau kembali melemah setelah sempat mengalami penguatan. Melihat kondisi saat ini, kecenderungannya adalah BEARISH untuk pekan ini. Skenario pertama adalah menunggu tembusnya support 1.0892, dengan sasaran pergerakan selanjutnya hingga kisaran 1.0836 – 1.0801. Skenario ke-2 adalah memperhatikan area resistance yang berada di kisaran 1.0982 – 1.1038. Anda bisa mencoba untuk kembali mencari sinyal jual jika pull-back terjadi ke area tersebut, dengan potensi target di kisaran 1.0836 – 1.0801.

Hati-hati jika terjadi penembusan ke atas resistance 1.1038 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemungkinan besar akan kembali mengangkat euro hingga kisaran 1.1072 – 1.1128.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

USD/CHF

Pergerakan USD/CHF pada grafik 4-jam terpantau terus tertahan di area support 0.9524 dan kembali bergerak naik. Melihat preferensi untuk pekan ini adalah BULLISH. Tekanan bullish berpotensi berlanjut ke kisaran 0.9763 – 0.9792 jika USD/CHF berhasil menembus resistance 0.9717.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support 0.9598 – 0.9643 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan target sasaran dikisaran 0.9672 – 0.9717. Berhati – hatilah, jika support 0.9598 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan USD/CHF akan bergerak bearish menuju area support dikisaran 0.9569 – 0.9524

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

USD/JPY

Yen sempat kembali melemah meski saat ini terpantau sedang berada dalam fase koreksi. Secara teknikal, terlihat harga masih berpotensi untuk bergerak naik dengan kecenderungan untuk skenario mingguan adalah mencari posisi BUY.

Skenarionya adalah menunggu konfirmasi sinyal bullish di area kisaran 123.60 – 123.97, di mana targetnya adalah di kisaran 124.20 – 124.57. Meksipun demikian, penembusan ke atas 123.97 diperlukan untuk mencapai target tersebut.

Waspadalah jika support 123.60 tembus karena dengan demikian bias intraday berpotensi berubah menjadi bearish dan kemungkinan besar akan kembali mendorong USD/JPY hingga kisaran 123.37 – 123.00.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia 

AUD/USD

Resistance sekitar 0.7366 tampaknya menjadi resistance yang cukup kuat untuk menahan aussie pekan ini. Oleh karena itu, pekan ini akan bijaksana untuk mencari sinyal JUAL. Skenario pertama adalah menunggu tembusnya support 0.7233, dengan sasaran pergerakan selanjutnya hingga kisaran 0.7182 – 0.7151. Skenario ke-2 adalah memperhatikan area resistance yang berada di kisaran 0.7315 – 0.7366. Anda bisa mencoba untuk kembali mencari sinyal jual jika pull-back terjadi ke area tersebut, dengan potensi target di kisaran 0.7284 – 0.7233.

Hati-hati jika terjadi penembusan ke atas resistance 0.7366 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemungkinan besar akan kembali mengangkat aussie hingga kisaran 0.7397 – 0.7448.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia 

NZD/USD

Pergerakan NZD/USD pada grafik 4-jam terpantau berpotensi untuk kembali melemah. Preferensi untuk kiwi adalah BEARISH. Jika support 0.6533 berhasil ditembus oleh kiwi, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan kiwi akan melemah menuju area support dikisaran 0.6485 – 0.6455.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance dikisaran 0.6610 – 0.6658. Jika ditemukan sinyal bearish di area tersebut, maka hal tersebut dapat membuka kemungkinan kiwi akan kembali melemah menuju area support dikisaran 0.6581 – 0.6533.

Berhati – hatilah, jika resistance 0.6658 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan kiwi akan menguat menuju area resistance dikisaran 0.6688 – 0.6736.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

GOLD

Pergerakan emas pada grafik 4-jam terpantau terus kesulitan untuk menembus area resistance 1104.13. Untuk minggu ini resistance tersebut bisa di jadikan resistance kunci untuk pergerakan selanjutnya. Preferensi masih BEARISH. Jika harga emas terus tertahan di bawah resistance tersebut maka hal ini bisa membuka kemungkinan emas akan kembali turun ke kisaran 1077.22 sebagai targetnya pertamanya dan kemudian ke kisaran 1060.60 – 1050.31.

Berhati – hatilah, jika ternyata resistance 1104.13 pecah, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas akan bergerak naik menuju area resistance dikisaran 1120.75 – 1147.66.

 Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia