Ketika Forex Trading Mulai Merasuki Kehidupan Anda

Kali ini saya ingin mengangkat tema yang ringan saja. Trader forex tidak harus tiap hari mengerutkan kening karena melulu memikirkan strategi trading forex. Sesekali kita bahas topik yang santai saja. Intermezzo saja. Boleh dong? 🙂

Sudah berapa lama Anda trading? Seminggu? Sebulan? Setahun? Lebih? Apa yang pernah atau sedang Anda rasakan sekarang?

Saya mau berbagi pengalaman mulai dari awal saya trading di tahun 2005. Ada beberapa fase ketika forex trading mulai merasuki kehidupan saya. Mungkin juga Anda mengalaminya.

Fase 1: Up to empat bulan pertama

Di fase ini, Anda merasa sangat bersemangat. Biasanya justru di fase ini keuntungan dari trading bisa Anda dapatkan dengan relatif mudah (aneh ya?). Bahkan akhir pekan merupakan saat yang menyedihkan, karena pada hari Sabtu dan Minggu pasar tutup. Itu artinya tiada pips di dua hari tersebut, yang artinya juga tiada dollar yang masuk ke rekening Anda. Kalau ada pemeo berbunyi “I hate Mondays”, justru Anda memiliki jargon “I hate weekends”. Begitu hari Senin tiba, Anda bangun pagi dengan wajah berseri-seri. Ready to rumble! 🙂

Obrolan Anda setiap hari pun tidak jauh dari hal-hal berbau trading. Di setiap kesempatan, bertemu dengan siapa pun, Anda berupaya untuk menggiring topik percakapan ke arah trading. Status-status Facebook atau Twitter tiap hari juga seperti itu, dilampiri screenshot chart lengkap dengan level entry yang tengah floating profit, berhias status semacam “Lanjut atau close yaaa…?”, atau “Lumayan juga buat beli cendol”, atau diberi bumbu relijius seperti “Alhamdulillah hari ini bisa wihtdraw lagi.” Ya, semacam itulah. Istilah saya, lagi “genit-genitnya trading”. 🙂

Fase 2: Beberapa bulan kemudian…. 

Nah, beda dengan fase pertama, di fase ini biasanya kerugian demi kerugian mulai menghampiri. Biasanya juga, trader pemula (termasuk saya dulu) mulai “rajin” menggunakan locking. Ini mungkin bisa juga disebut fase “pusing tujuh keliling”.

Karena kerugian yang di-locking itu biasanya berlanjut berhari-hari (bahkan bisa sampai berbulan-bulan), biasanya terbawa dalam mimpi. Bisa jadi Anda terbangun di tengah malam karena mimpi buruk, melihat locking­-an tiba-tiba sudah terbuka tetapi minus-nya jadi makin besar. Atau bahkan ketika baru memejamkan mata ketika akan tidur, yang terbayang di pelupuk mata adalah running price. 1.0334… 1.0330… 1.0300… 1.0100… “Lho, lho… kok makin turun? Masih ada buy di atas nih…!” Akhirnya tidak jadi tidur, balik ke meja komputer dan memelototi chart.

Di fase ini, biasanya mata akan lebih bengkak daripada biasanya. Wajah pun bisa jadi lebih pucat, seakan menanggung beban hidup yang teramat berat.

Oh ya, di fase ini biasanya seseorang akan menjadi lebih relijius. Ia akan lebih banyak berdoa pada Tuhan, dan doanya semakin gencar ketika lagi loss. Apalagi mereka yang kebetulan mengelola modal orang lain. Bila perlu sampai nangis bombay. 🙂

Fase 3: To be or not to be

Fase ini menentukan masa depan karir trading seseorang. Entah dia berhenti, atau lanjut. Kalau berhenti, biasanya karena kapok atau memang uangnya sudah habis. Kalau lanjut, biasanya karena ia masih penasaran ingin berhasil di dunia trading forex, atau karena memang sudah mendapatkan “ilmu” yang memadai. Intinya sudah belajar lebih baik lagi lah.

Kalau berhenti, ya sudah, kisahnya berakhir sampai di sini. Kalau lanjut, berarti masuk ke fase selanjutnya.

Fase 4: Show must go on

Di fase ini ada dua jenis trader: trader yang bebal, dan yang sudah belajar. Kalau jenis yang bebal, ia melanjutkan trading forexnya karena memang penasaran dan “uang lebih”-nya masih banyak. Yang jenis ini tidak usah kita bahaslah.

Adapun yang golongan “well-educated trader”, ia merasa sudah mantap menjadi trader karena sudah banyak belajar. Entah itu full-time atau part-time trader, pokoknya trader. Di fase ini, Anda justru sudah tidak terlalu sering berbicara tentang trading dengan non-trader, kecuali jika ditanya.

Teman-teman Anda sudah mengetahui kemampuan Anda dan bagusnya adalah Anda sendiri sudah mampu menilai kemampuan diri sendiri. Tidak jarang ada teman (non-trader) bertanya, “Dollar mau ke mana nih?” padahal Anda tidak pernah trading USD/IDR. Atau ada yang bertanya, “IHSG menguat lagi ya?” Atau, “Gimana pendapat lo tentang ekonomi pada masa Jokowi ini?” Anda sudah dianggap sekaliber ekonom. Pusing deh. Tapi positifnya, pengetahuan dan wawasan Anda justru jadi makin luas.

Namun, di fase ini Anda bisa dikatakan matang sebagai seorang trader. Matang lho ya, bukan expert. Artinya, Anda akan mempertimbangkan dengan baik setiap keputusan yang Anda ambil. Bahkan kehati-hatian seperti itu juga akan Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tiap tindakan atau keputusan akan Anda ukur plus-minusnya.

Nah, itulah sekelumit apa yang pernah saya alami mulai dari awal karir saya sebagai trader. Seperti yang saya katakan tadi, ini hanya intermezzo. Jangan ditanya dasar teorinya, ya jelas tidak ada.

Jangan terlalu serius. Woles saja. 🙂

ANALISA FOREX MINGGUAN : 27 JULI – 31 JULI 2015

Pekan lalu klaim pengangguran AS secara mengejutkan mengalami penurunan jumlah klaim baru sebanyak 26.000, yang datanya disesuaikan ke 255.000. Rilis data ini mencapai level terendah sejak November 1973 dan menunjukkan pasar tenaga kerja AS terus berkembang dengan pertumbuhan jumlah pekerjaan dan kondisi kerja yang terus membaik. Para ekonom memperkirakan klaim mencapai 279.000 pada pekan ini. Tren positif di pasar kerja bersama-sama dengan data perumahan AS akan membuat the Fed menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Berikut ini adalah data yang berpotensi akan menjadi penggerak pasar di minggu ini :

  1. Ifo Business Climate Jerman : Senin, 15:00 WIB. Indeks iklim bisnis Jerman telah turun ke 107,4 poin pada bulan Juni dibanding bulan sebelumnya di 108,5 poin.Analis dan investor tidak lagi mengkhawatirkan tentang situasi Yunani. Sentimen bisnis diperkirakan akan meningkat pada bulan Juli menjadi 107,6.
  1. Durable Goods Orders AS : Senin, 19:30 WIB. Manufaktur AS telah kehilangan momentum di bulan Mei, pesanan baru untuk barang tahan lama manufaktur menurun 1,8%, ke $ 228.900.000.000 setelah mengalami penurunan April yang direvisi dari 1,0%. Namun demikian, ekonom percaya data akan stabil, dan mengabaikan sektor transportasi. Pesanan untuk barang tahan lama diharapkan akan naik sebesar 3,2% pada bulan Juni, sedangkan pesanan inti diperkirakan akan meningkat sebesar 0,4%.
  1. GDP Inggris : Selasa, 15:30 WIB. Pemulihan ekonomi Inggris sedikit tertahan pada kuartal pertama 2014 dengan pertumbuhan GDP 0,3%, sesuai dengan perkiraan awal. Salah satu titik lemah berada pada sektor konstruksi di mana output turun untuk dua kuartal berturut-turut. Tingkat pertumbuhan tahunan GDP menurun menjadi 2,4% dari 2,8% yang diukur pada kuartal akhir 2014. Sektor jasa yang menyumbang 75% dari semua barang dan jasa dalam perekonomian, naik tipis 0,5% setelah 0,9% pada kuartal keempat 2014. Perkiraan pertama pertumbuhan ekonomi Inggris untuk kuartal kedua di kisaran 0,7%.
  1. CB Consumer Confidence AS : Selasa, 21:00 WIB. Kepercayaan konsumen AS telah menguat pada bulan Juni dengan naik ke 101,4 dari bulan sebelumnya di 94,6, yang menunjukkan keuntungan pekerjaan baru-baru ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi. Perbaikan pada kondisi pasar kerja dan upah yang lebih besar telah meningkatkan optimisme dan belanja konsumen. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan lebih dari 2% pada kuartal kedua. Kepercayaan konsumen diperkirakan akan mencapai 100,1.
  1. Pertemuan FOMC : Kamis, 01:00 WIB. Pernyataan Fed pada tanggal 17 Juni menunjukkan bahwa ekonomi AS telah bertumbuh sedikit setelah sempat mengalami tekanan pada musim dingin sehingga menimbulkan harapan bahwa kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini akan dilakukan. FOMC memperkirakan bahwa pertumbuhan tahunan lebih dari 2%. Namun, Janet Yellen mengatakan bahwa keputusan suku bunga masih tergantung pada bukti yang lebih tegas dari pasar tenaga kerja dan inflasi yang menguat. Pasar tidak memperkirakan ada kenaikan suku bunga.
  1. GDP AS : Kamis, 19:30 WIB. Perkiraan GDP Q1, yang dirilis 29 April menunjukkan ekonomi hanya bertumbuh 0,2% dalam tiga bulan pertama tahun 2015, jauh di bawah perkiraan 1%. Permintaan konsumen hanya naik 1,8%, kurang dari perkiraan 2%. Ekspor menunjukkan kontribusi negatif serta investasi asing, sedangkan impor meningkat. Analis memperkirakan akan ada rebound pada kuartal kedua dengan perkiraan pertumbuhan lebih dari 2%. Diperkirakan GDP untuk Q2 menjadi 2,5%.
  1. Klaim Pengangguran AS: Kamis, 19:30 wib. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran telah turun di pekan lalu ke 255.000. Kontraksi tajam dalam klaim menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS terus menguat pada bulan Juli. Jumlah klaim diperkirakan akan menyentuh 264.000 di pekan ini.

Analisa Teknikal

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY AUDUSD 27 JUL 2015

Bias mingguan pergerakan AUD/USD terlihat berada di bawah tekanan bearish. Pergerakan bearish pada minggu ini diperkirakan masih akan terus terlihat.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan jika harga melakukan rebound ke area resistance di kisaran 0.73142 – 0.73487 maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan kembali bergerak ke bawah menuju kisaran 0.72586 – 0.71945.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 0.73487 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan membawa aussie bergerak ke atas menuju resistan pada kisaran 0.74043.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDJPY 27 JUL 2015

Bias mingguan pergerakan USD/JPY terlihat masih berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga sedang terkoreksi dengan mencoba menguji support. Secara teknikal indicator stochastic berpotensi berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan, jika harga tertahan di area support 122.91 maka cari sinyal beli yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan kembali bergerak ke atas menuju kisaran 124.46 – 125.57.

Sebaiknya perhatikan jika support di kisaran 122.91 ditembus maka ada potensi harga akan melanjutkan pergerakan ke bawah untuk melakukan koreksi lanjutan menuju support berikutnya pada kisaran 121.95.

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY GBPUSD 27 JUL 2015

Secara umum, bias mingguan pergerakan GBP/USD berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga sedang terkoreksi ke bawah. Pergerakan bullish diperkirakan akan berlanjut jika resistan 1.55927 ditembus. Secara teknikal indicator stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 1.1.54105 – 1.54609, jika harga melakukan pull-back ke area tersebut, maka cari konfirmasi sinyal beli di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas hingga kisaran 1.55927 – 1.56742.

Sebaliknya, hati-hati jika support 1.54105 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling dengan bergerak ke bawah menuju kisaran 1.53290.

USD/CHF

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDCHF 27 JUL 2015

Bias mingguan untuk USD/CHF berada dalam bias bullish dan saat ini harga sedang tertahan kuat di area support . Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 0.95260. Jika harga terkoreksi ke area support tersebut, maka cari konfirmasi sinyal bullish di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak rebound hingga kisaran 0.96480.

Tekanan bullish diperkirakan akan semakin besar jika resistance 0.96480 ditembus oleh pergerakan harga dimana ada potensi harga akan bergerak ke sasaran 0.97349.

Sebaliknya, waspadai jika support 0.95260 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.94506 – 0.94040.

EUR/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY EURUSD 27 JUL 2015

Bias mingguan untuk EUR/USD sedang berada dalam kondisi rebound bullish. Tekanan bullish diperkirakan akan semakin terlihat jika harga berhasil menembus resistan 1.11188. Secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan, jika harga melakukan pull-back ke area resistan 1.11188, maka carilah konfirmasi sinyal jual di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju target pada kisaran 1.09632.

NZD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY NZDUSD 27 JUL 2015

Bias mingguan pergerakan NZD/USD terlihat masih dalam kondisi bearish. Pergerakan bearish akan semakin terlihat ketika support 0.65608 ditembus oleh pergerakan harga. Secara teknikal indicator stochastic berpotensi berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan area resistance di kisaran 0.66651. Jika harga melakukan pull-back terjadi ke area tersebut, maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 0.65608 – 0.64964.

Hati-hati jika resistance 0.66651 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat dollar NZ akan bergerak ke atas menuju kisaran 0.67693.

EMAS

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY XAUUSD 27 JUL 2015

Bias mingguan pergerakan emas terlihat berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga emas sedang melakukan rebound dengan bergerak ke atas. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin besar jika support 1077.22 berhasil ditembus, dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah dengan sasaran 1050.80.

Perhatikan area resistance di kisaran 1114.33. Jika harga melakukan pull-back terjadi ke area tersebut, maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dengan potensi target hingga 1077.22.

Tetapi sebaliknya, hati-hati jika resistance 1114.33 ditembus maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat emas hingga kisaran 1137.26.

ANALISA FOREX MINGGUAN : 20 JULI – 24 JULI 2015

Akhirnya Kesepakatan bailout Yunani akhirnya tercapai, tetapi momen tersebut tidak banyak membantu mata uang Euro. Kesimpulan yang dicapai pada Senin dini hari yaitu kapitulasi Yunani pada penghematan setelah kondisi Grexit tidak akan terjadi. Pasar melihat tanda-tanda kembali dalam keadaan normal, tidak ada orang yang benar-benar senang mata uang Euro bergerak lebih rendah.

Secara umum, dolar menikmati keuntungan yang lebih luas, wakapun penjualan ritel AS dirilis buruk dari perkiraan. Namun, beberapa data ekonomi yang lebih baik dan dengan niat Yellen untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini membuat dolar muncul sebagai pemenang terutama terhadap mata uang komoditas. Satu-satunya mata uang yang dapat mengalahkan dolar adalah poundsterling, berkat komentar hawkish oleh Carney.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting di pekan ini:

  1. Pernyataan Glenn Stevens: Rabu, 10:05 WIB.Gubernur Reserve Bank Australia, Glenn Stevens dijadwalkan untuk berbicara di Sydney. Dia mungkin akan berbicara tentang keputusan terakhir RBA yang baru-baru ini masih mempertahankan suku bunga di 2% serta niat untuk memberikan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut, untuk meningkatkan pemulihan termasuk penurunan suku bunga. Akankah Stevens membuat Aussie akan bergerak turun?
  1. Existing Home Sales: Rabu, 21:00 WIB.Penjualan rumah yang ada atau rumah tangan kedua telah mencapai 5,35 juta (tahunan) pada bulan Mei. Diperkirakan pada rilis bulan ini ada kenaikan ke 5,41 juta.
  1. Official Cash Rate Selandia Baru: Kamis, 04:00 WIB.Suku bunga bank sentral Selandia Baru dipotong untuk pertama kalinya dalam empat tahun, di kisaran 3,25%. Meskipun terjadi empat kenaikan suku bunga berturut-turut pada bulan Juli 2014. Bank Sentral memutuskan untuk menurunkan suku bunga karena harga susu telah turun lebih dari 50% dan permintaan susu dari China melunak. Para ekonom memperkirakan, setidaknya suku bunga akan dipotong satu kali sebelum akhir tahun ini.
  2. Klaim Pengangguran AS: Kamis, 19:30 WIB.Jumlah aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih dari yang diperkirakan di pekan lalu, dengan mencapai 281.000yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS cukup kuat untuk mendukung kenaikan suku bunga pada tahun ini meskipun ada pelemahan di sektor manufaktur. Jumlah klaim diperkirakan akan mencapai 285.000 pada pekan ini.
  1. Markit Flash Manufacturing PMI China : Jumat, 08:45 WIB.Perekonomian China berpotensi akan sedikit lebih baik, setelah data GDP China dirilis positif. Data bulan Juni sempat menyentuh 49,4 poin. Diperkirakan ada kenaikan kecil ke 49,8, tepat di bawah kisaran 50 yang memisahkan pertumbuhan dengan kontraksi ekonomi.
  1. New Home Sales AS : Jumat, 21:00 WIB.Penjualan rumah baru di AS di bulan sebelumnya menyentuh 546Kdimana setiap penjualan rumag yang terjadi memiliki dampak yang lebih luas pada infrastruktur dan belanja tambahan. Diperkirakan ada penurunan kecil ke 541K pada rilis bulan ini.

Analisa Teknikal

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF AUDUSD 20 JULI 2015

Secara umum, outlooks mingguan pergerakan AUD/USD terlihat masih berada di bawah tekanan bearish. Pergerakan bearish pada minggu ini diperkirakan masih akan terlihat.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan jika harga melakukan rebound ke area resistance di kisaran 0.74234-0.7483. Jika harga melakukan pull-back ke area tersebut maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi dimana ada potensi harga akan kembali bergerak ke bawah menuju kisaran 0.73265-0.72148.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 0.74834 ditembus karena hal itu akan mengubah outlooks mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat aussie menuju resistan pada kisaran 0.75803.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF USDJPY 20 JULI 2015

Outlooks mingguan pergerakan USD/JPY terlihat berada dalam kondisi bullish dan waspadai karena saat ini harga sedang mencoba menguji resistan penting. Secara teknikal indicator stochastic berpotensi berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan, jika harga tertahan di area resistan 124.22 maka ada kemungkinan harga akan terkoreksi dengan bergerak ke bawah, maka cari sinyal beli yang terkonfirmasi di sekitar area 122.76-123.32 dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas hingga kisaran 124.22 – 125.26.

Sebaiknya perhatikan jika support di kisaran 122.76 ditembus maka ada potensi harga akan bergerak ke bawah untuk melakukan koreksi lanjutan menuju support pada kisaran 121.86.

 

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF GBPUSD 20 JULI 2015

Outlooks mingguan pergerakan GBP/USD berada dalam kondisi rebound bullish dan saat ini harga sedang berkonsolidasi. Pergerakan bullish diperkirakan akan berlanjut jika resistan 1.56796 ditembus. Secara teknikal indicator stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi bullish minor.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.56796, jika harga melakukan pull-back ke area tersebut, maka cari konfirmasi sinyal jual di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah hingga kisaran 1.55584.

Sebaliknya, hati-hati jika support 1.555584 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling dengan bergerak ke bawah menuju kisaran 1.54373.

USDCHF

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF USDCHF 20 JULI 2015

Outlook mingguan untuk USD/CHF berada dalam bias bullish. Tekanan bullish diperkirakan akan semakin besar jika resistance 0.96333 ditembus oleh pergerakan harga dimana ada potensi harga akan bergerak ke sasaran 0.97162 – 0.97857.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 0.95169-0.95614. Jika harga terkoreksi ke area support tersebut, maka cari konfirmasi sinyal bullish di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak rebound hingga kisaran 0.96333.

Sebaliknya, waspadai jika support 0.95169 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.94450.

EURUSD

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF EURUSD 20 JULI 2015

Outlooks mingguan untuk EUR/USD masih berada dalam tekanan bearish. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin terlihat jika harga berhasil menembus support 1.08194. Secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh jual.

Perhatikan, jika harga melakukan pull-back ke area resistan 1.09128-1.09705, maka carilah konfirmasi sinyal jual di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju target pada kisaran 1.08194 – 1.07118.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 1.09705 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.10639.

NZD/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF NZDUSD 20 JULI 2015

Outlooks mingguan pergerakan NZD/USD terlihat masih berada dalam tekanan. Pergerakan bearish akan semakin terlihat ketika support 0.64964 ditembus oleh pergerakan harga. Secara teknikal indicator stochastic berpotensi berada dalam kondisi bullish.

Perhatikan area resistance di kisaran 0.66329. Jika harga melakukan pull-back terjadi ke area tersebut, maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 0.64964.

Hati-hati jika resistance 0.66329 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat dollar NZ akan bergerak ke atas menuju kisaran 0.67049 – 0.67963.

EMAS

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF XAUUSD 20 JULI 2015

Outlooks mingguan pergerakan emas terlihat berada dalam tekanan yang cukup tajam. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin besar jika support 1084.47 berhasil ditembus, dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah dengan sasaran 1056.29.

Perhatikan area resistance di kisaran 1136.27-1148.49. Jika harga melakukan pull-back terjadi ke area tersebut, maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 1084.47.

Tetapi sebaliknya, hati-hati jika resistance 1148.49 ditembus maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat emas hingga kisaran 1188.07.

Mengapa Position Sizing Penting Dalam Forex Trading?

Ini berarti adalah tulisan ke-5 yang membahas tentang position sizing dalam forex trading. Dengan diangkatnya kembali topik ini, mudah-mudahan bisa menambah keyakinan para trader bahwa position sizing memang benar-benar penting.

Position sizing merupakan elemen penting dalam manajemen resiko. Inilah yang bisa menentukan apakah Anda benar-benar memanfaatkan modal Anda dengan baik dan efisien sehingga “umur” Anda dalam trading bisa panjang. Position sizing juga bisa menahan Anda agar tidak melakukan overtrade, yang tentu akan menghancurkan karir trading Anda.

Memang ketika Anda melibatkan jumlah lot yang besar, Anda akan bisa mendapatkan keutungan yang berlipat ganda. Tetapi pernahkah Anda berpikir, apa yang akan terjadi jika ternyata pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda? Tentu kerugian yang akan Anda derita tak kalah besarnya.

Jika Anda tidak tahu bagaimana cara mempergunakan modal Anda dengan baik (baca: lot), akan sangat mungkin Anda akan menggunakan lot yang terlalu besar. Padahal penggunaan lot terlalu besar akan membuat modal Anda rentan bahkan ketika pasar hanya bergerak  beberapa pips saja melawan posisi Anda.

Ketika melakukan perhitungan position sizing, Anda harus mengetahui dan menentukan risk profile Anda. Jika Anda ingin melakukan transaksi dengan jumlah lot yang besar, cobalah bertanya ulang pada diri Anda sendiri mengapa Anda ingin melakukan itu. Tidak ada orang yang melakukan sesuatu begitu saja dalam bisnis, pasti ada perencanaan dan antisipasi resiko dengan memperhitungkan kekuatan modal. Dalam forex trading pun demikian.

Kembali kepada sikap trading yang terlalu agresif: bayangkan Anda masuk pasar dengan lot “raksasa”, berharap pasar akan bergerak sesuai dengan keinginan Anda sehingga keuntungan besar mengalir dalam hitungan menit atau bahkan mungkin detik. Namun bayangkan apa yang terjadi ketika ternyata – dan ini sering terjadi – pasar melawan keinginan Anda?

Tidak banyak trader yang paham betapa besar kerugian yang bisa mereka derita. Ketika kerugian telah terjadi, justru banyak yang tak mampu mengendalikan emosi mereka. Ingat, semakin besar lot yang dipergunakan, bahkan pergerakan beberapa pips pun bisa menghasilkan kerugian yang masif.

Nah, untuk menyikapinya, Anda harus menyadari bahwa masalah seperti yang disampaikan di atas sungguh-sungguh ada dan bisa menimpa diri Anda. Kesadaran ini akan membuat seorang trader mengetahui ada yang harus diperbaiki pada mindset-nya selama ini. Seiring waktu, ia akan menyadari bahwa jumlah lot yang besar tidak ada hubungannya dengan keberhasilannya dalam trading. Tidak terlalu penting, karena yang paling penting adalah kemampuan mengantisipasi resiko dengan jumlah lot yang TEPAT, bukan besar.

Dengan mengatur jumlah lot, dengan sendirinya Anda juga akan mengatur toleransi resiko dengan baik.  Anda akan membatasi potensi kerugian tak lebih dari batasan resiko yang telah ditetapkan dalam trading plan. Karena sudah mengetahui persis berapa besar kerugian (maksimal) yang akan dialami, maka Anda akan dengan mudah menerapkan strategi yang telah diramu sebelumnya. Beban psikologis akan sangat ringan, karena kalaupun rugi maka kerugian itu tidak sampai menohok lantaran memang sudah siap sebelumnya.

Di samping itu, ketika kerugian menghampiri Anda tidak akan terjebak dalam kebingungan, apa yang harus dilakukan. Anda akan dengan tenang  mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan strategi trading dan trading plan. Bahkan cut loss pun bisa dilakukan hampir tanpa emosi. Ya, karena pada dasarnya Anda telah menyadari bahwa itu (kerugian) akan terjadi.

Seringkali trader membuat kesalahan dengan hanya fokus pada mencari entry dan exit level yang “sempurna”, padahal sebenarnya apa yang membedakan trader sukses dengan trader gagal adalah manajemen resiko dan manajemen modal. Langkah pertama untuk menerapkan manajemen resiko dan manajemen modal yang baik adalah melakukan position sizing. 

ANALISA FOREX MINGGUAN : 13 JULI – 17 JULI 2015

Yunani terus mendominasi berita di pasar dengan beberapa optimisme, tetapi masih belum ada kepastian. Krisis Yunani, keputusan suku bunga ECB, inflasi AS, penjualan ritel, testimony Yellen dan keputusan suku bunga akan mejadi penggerak utama pasar pada minggu ini.

Krisis Yunani terus berlanjut ketika Uni Eropa Summit dilakukan pada hari Minggu. Tekanan untuk restrukturisasi utang pada akhirnya membuat Yunani mengajukan proposal baru, yang terdiri dari kapitulasi pada penghematan dengan beberapa rencana investasi dan utang. Mata uang Euro sempat menguat namun masih ada keraguan jika kesepakatan akan dilakukan. Mata uang safe haven seperti yen dan dolar menjadi tempat investasi.

Federal Reserve telah merilis meeting minute untuk pertemuan Juni dengan menunjukkan pembuat kebijakan khawatir tentang krisis utang Yunani. Kenaikan suku bunga juga dibahas, karena data ekonomi AS masih bercampur dan membuat Fed lebih sulit untuk mengambil langkah pada bulan Juni. Aussie mencapai posisi terendah ketika krisis Cina dan keinginan RBA agar mata uang Aussie melemah.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting di pekan ini:

  • ZEW Sentimen Ekonomi Jerman : Selasa, 16:00 WIB. Indeks sentimen ekonomi Jerman jatuh ke 31,5 pada bulan Juni, menyusul postingan 41,9 pada bulan Mei. Jerman sedang ingin menjaga Yunani tetap di zona Eropa untuk mempertahankan mata uang, tetapi ada suara-suara lain yang menginginkan Grexit. Sentimen diperkirakan akan memburuk menjadi 30,6.
  • Penjualan Ritel AS : Selasa, 19:30 WIB. Di Amerika terjadi peningkatan pengeluaran di pengecer pada bulan Mei. Selama 12 bulan terakhir, penjualan telah naik 2,7%. Jika tren ini berlanjut, Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Penjualan ritel AS diperkirakan akan meningkat 0,4%, sedangkan penjualan inti diperkirakan untuk naik 0,7%.
  • Suku Bunga Jepang : Rabu, Tenatitive. Bank of Japan dipastikan akan tetap mempertahankan kebijakan moneter dalam pertemuan Juni. Bank sentral akan terus memperluas basis moneter sebanyak ¥ 80000000000000. Penurunan ekspor telah menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi Kuroda mengatakan bahwa inflasi masih tetap berada di jalur sesuai dengan target BOJ. Gubernur bank sentral menegaskan bahwa ekonomi Jepang pulih secara moderat.
  • Data ketenagakerjaan Inggris : Rabu, 15:30 WIB. Jumlah warga Inggris yang mengklaim tunjangan pengangguran terlihat turun 6.500 pada Mei. Ekonom memperkirakan penurunan klaim akan terjadi lebih besar hingga – 12.500. Tingkat pengangguran tetap berada di level terendah tujuh tahun di 5,5% dan sector upah meningkat dalam empat tahun terakhir. Jumlah pengangguran telah turun 43.000 hingga bulan April yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Inggris terus membaik. Jumlah pengangguran di Inggris diperkirakan menurun 9.300 pada bulan Juni.
  • PPI AS : Rabu, 19:30 WIB. Indeks harga produsen AS naik 0,5% pada bulan Mei. Sedangkan inflasi tahunan turun 1,1%. Analis memperkirakan bahwa ada tekanan inflasi lebih tinggi yang disebabkan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan September. Harga produsen diperkirakan naik 0,2%.
  • Testimoni Janet Yellen: Rabu, 21:00 WIB. Chair’s Federal Reserve, Janet Yellen akan memberikan kesaksian di depan House Financial Services Committee, di Washington DC, untuk memberikan laporan kebijakan moneter tengah tahunan. Setiap pembicaraan tentang kenaikan suku bunga akan membuat peluang di pasar.
  • Suku Bunga Eropa : Kamis, 18:45 WIB dan konferensi pers pukul 19.30 WIB. Bank Sentral Eropa akan memainkan peran kunci dalam krisis Yunani. Dengan asumsi bahwa ECB akan membeli obligasi Yunani? Selain itu, penilaian inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi kunci, meskipun tidak ada perkiraan yang baik pada saat ini.
  • Klaim Pengangguran AS: Kamis, 19:30 WIB. Jumlah klaim awal untuk tunjangan pengangguran di AS naik tipis 15.000 pekan lalu, dengan mengalami penyesuaian ke 297.000. 4 week’s average bergerak naik 4.500 ke 275.000. Minggu ini diperkirakan jumlah klaim akan mencapai 282.000.
  • Indeks Philly Fed Manufacturing AS : Kamis, 21:00 WIB. Kondisi manufaktur di wilayah Philadelphia telah meningkat pada bulan Juni di 15,2. Data menunjukkan bahwa ada pertumbuhan yang lebih tinggi di paruh kedua tahun 2015. Aktivitas manufaktur diperkirakan akan menurun ke 12.1.
  • Izin Bangunan AS : Jumat, 19:30 WIB. Izin bangunan AS melonjak 11,8% pada bulan Mei dengan kecepatan tahunan yang disesuaikan secara musiman ke 1,28 juta unit. Data lebih solid yang berasal dari penjualan ritel dan sector pekerjaan akan menunjukkan pelemahan pada kuartal pertama. Izin bangunan AS diperkirakan akan menyentuh 1.11 juta pada bulan Juni.
  • Data Inflasi AS: Jumat, 19:30 WIB. Harga konsumen AS meningkat 0,4% pada bulan Mei. Sementara itu, CPI inti tidak termasuk biaya makanan dan energi, mengalami kenaikan terkecil di 0,1%. Pada basis tahunan, CPI inti naik 1,7%, melambat dari kenaikan tahunan 1,8% pada bulan April. CPI diperkirakan akan 0,3%, sementara CPI inti diperkirakan tumbuh sebesar 0,2%.
  • Consumer Sentiment AS : Jumat, 21:00 WIB. Kepercayaan konsumen melonjak ke 96,1. Kepercayaan konsumen diperkirakan akan mencapai 96,7 pada bulan Juli ketika penjualan ritel mengalami peningkatan lebih.

Analisa Teknikal

EUR/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY EURUSD 13 JULI 2015

Outlooks mingguan untuk EUR/USD masih berada dalam tekanan tetapi jika diperhatikan euro sedang melakukan rebound. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin terlihat jika harga tertahan kuat di sekitar resistan.

Perhatikan, jika harga melakukan pull-back ke area resistan, maka carilah konfirmasi sinyal jual di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju target pada kisaran 1.10319 – 1.09153.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 1.12207 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.12928 – 1.14094.

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY GBPUSD 13 JULI 2015

Outlooks mingguan untuk GBP/USD terlihat harga masih berada di bawah tekanan walaupun saat ini poundsterling sedang mencoba melakukan penetrasi ke atas. Tekanan bearish diperkirakan akan berlanjut jika support 1.54535 ditembus.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.55927, jika harga melakukan pull-back ke area tersebut, maka cari konfirmasi sinyal jual di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah hingga kisaran 1.54535 – 1.53290.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 1.55927 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling dengan bergerak ke atas menuju kisaran 1.57319.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDJPY 13 JULI 2015

Secara umum, analisa mingguan untuk USD/JPY terlihat berada dalam tekanan bearish tetapi waspadai karena harga akan mencoba menguji resistan penting. Secara teknikal indicator stochastic berpotensi berada dalam kondisi bearish.

Perhatikan, jika harga tertahan di area resistan 123.43 maka cari sinyal jual yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan menekan USD/JPY hingga kisaran 122.38 – 121.33.

Sebagai alternative maka perhatikan resistan di kisaran 123.43 maka cari sinyal bullish yang terkonfirmasi dimana ada potensi harga akan bergerak ke atas dan melekukan rebound ke atas hingga kisaran 124.36.

USD/CHF

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDCHF 13 JULI 2015

Outlook mingguan untuk USD/CHF berada dalam bias bullish. Tekanan bullish diperkirakan akan semakin besar jika resistance 0.94296 ditembus oleh pergerakan harga dimana ada potensi harga akan bergerak ke sasaran 0.95413 – 0.96119.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 0.93349. Jika harga terkoreksi ke area support tersebut, maka cari konfirmasi sinyal bullish di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak rebound hingga kisaran 0.94296.

Sebaliknya, waspadai jika support 0.93349 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.92401.

 

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY AUDUSD 13 JULI 2015

Secara umum, analisa mingguan AUD/USD terlihat berada di bawah tekanan. Pergerakan bearish pada minggu ini diperkirakan masih akan terjadi.

Maka strategi alternatif, perhatikan jika harga melakukan rebound ke area resistance di kisaran 0.75223. Jika harga melakukan pull-back ke area tersebut maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah hingga kisaran 0.73709 – 0.76264.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 0.75223 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat aussie hingga kisaran 0.76175.

 

NZD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY NZDUSD 13 JULI 2015

Secara umum, analisa mingguan NZD/USD masih berada dalam tekanan bearish. Perhatikan area resistance di kisaran 0.67704. Jika harga melakukan pull-back terjadi ke area tersebut, maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dengan potensi target hingga kisaran 0.66902 – 0.66186.

Hati-hati jika resistance 0.67704 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat dollar NZ akan bergerak ke atas menuju kisaran 0.68506.

 

EMAS

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY XAUSD 13 JULI 2015

Secara umum, analisa mingguan pergerakan emas masih terlihat berada dalam tekanan. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin besar jika support 1147.13 berhasil ditembus, dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah dengan sasaran 1134.01.

Tetapi sebaliknya, hati-hati jika resistance 1165.55 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat emas hingga kisaran 1176.93.

 

ANALISA FOREX MINGGUAN : 6 JULI – 10 JULI 2015

Yunani telah membuat mata uang safe haven naik lebih tinggi dan harga komoditas bergerak lebih rendah. Minggu ini dimulai dengan referendum di Yunani tetapi masih ada data eknomi penting lain juga: PMI ISM Non-Manufacturing AS, FOMC Meeting Minutes, keputusan suku bunga di Australia dan Inggris dan masih banyak lagi. Ini adalah peristiwa penting bagi pergerakan Forex untuk minggu ini.

Krisis Yunani telah mendominasi berita. Situasi memburuk ketika pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan. Bank Yunani ditutup, negara gagal membayar pinjaman kepada IMF dan semua mata tertuju kepada hasil referendum Yunani. Namun, semua ini masih jauh dari akhir cerita, terutama karena IMF sangat mendukung restrukturisasi utang. Sementara kontibusi Yunani hanya 2% dari ekonomi zona Eropa, implikasi politik yang besar. Mata uang Euro telah jatuh pada awal minggu ini.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting di pekan ini:

  1. PMI ISM Non-Manufacturing AS : Senin, 21:00 WIB.

Aktivitas sektor jasa melambat melebihipekiraan bulan Mei. Indeks pembelian manajer non-manufaktur jatuh ke 55,7 dibandingkan dengan 57,8 yang diposting pada bulan April. Indeks Order Baru dirilis 1,3 poin lebih rendah dari kisaran 59,2 yang merupakan data bulan April. Indeks Ketenagakerjaan AS turun 1,4 poin menjadi 55,3. Secara keseluruhan, data tersebut masih mengindikasikan ekspansi dan sebagian besar responden mengatakan masih positif terhadap bisnis dan kondisi prospek pertumbuhan ekonomi.

  1. Keputuan suku bunga Australia: Selasa, 11:30 WIB.

Reserve Bank of Australia masih mempertahankan suku bunga resmi pada pada bulan Juni di 2,0%, menyusul pemotongan 0,25% pada bulan Mei dan pemotongan 0,25% pada bulan Februari. Para ekonom memperkirakan RBA akan memotong sebanyak 25 basis poin pada bulan Agustus menyusul data ekonomi yang mengecewakan seperti pada belanja konsumen dan investasi bisnis sehingga melemahkan perkiraan pertumbuhan ekonomi. Namun, ekonomi Australia masih terus bertumbuh dengan kecepatan yang lebih lambat dari yang diharapkan. RBA masih menunggu data keuangan lanjutan sebelum memutuskan penurunan suku bunga.

  1. Trade Balance AS : Selasa, 19:30 WIB.

Perdagangan AS mengalami kontraksi 10% di bulan April, dengan mencapai $ 40900000000 dibandingkan data bulan Maret yang direvisi ke $ 50600000000. Ekspor naik tipis ke $ 189.900.000.000 pada bulan April dari bulan Maret sebanyak $ 188,0 miliar. Impor turun menjadi $ 230.800.000.000 pada bulan April dari $ 238.600.000.000 pada bulan Maret, termasuk barang dan jasa konsumen.

  1. FOMC Meeting Minutes AS : Kamis , 01:00 WIB.

Pada keputusan meeting minute Juni, the Fed memberikan pernyataan dengan nada dovish yang umumnya keputusan tersebut dari komposisi dovish dari anggota voting. Selain itu, masih ada kekhawatiran tentang Yunani, keadaan inflasi dan topik lainnya masih akan menarik untuk dijadikan bahan pertimbangan.

  1. Data ketenagakerjaan Australia: Kamis, 08:30 WIB.

Pasar kerja Australia terus meningkat pada bulan Juni dengan mendapatkan gain 42.000lebih besar dari perkiraan dan mendorong tingkat pengangguran turun ke 6% dari revisi 6,1% pada bulan Mei. Naiknya angkatan kerja terutama menyebabkan tenaga kerja paruh waktu meningkat 29.800. Analis percaya bahwa tingkat pengangguran akan naik dalam beberapa bulan mendatang karena pertumbuhan ekonomi flat.

  1. Keputusan suku bunga Inggris: Kamis, 18:00 WIB.

Bank of England telah mempertahankan suku bunga di level rendah di 0,50%, dan terus memberikan program stimulus dengan pembelian obligasi tidak berubah di £ 375bn. BoE menyatakan akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun depan setelah 6 tahun berada di level yang sangat rendah. Mengingat data perumahan yang positif membuat ekonom percaya bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan pada semester pertama 2016 tetapi masih akan tergantung pada data pertumbuhan ekonomi.

  1. Data ketenagakerjaan Kanada: Jumat, 19:30 WIB.

Pasar tenaga kerja Kanada terlihat rebound tipis di bulan Mei setelah mengalami kontraksi pekerjaan pada bulan April sebanyak 19.700. Pada bulan Mei penciptaan lapangan kerja terjadi pada sekitar 59K posisi, meskipun hampir setengahnya adalah pekerjaan paruh waktu. Ekonom menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan sebenarnya masih lemah, dan tidak memperlihatkan jumlah orang yang memasuki dunia kerja. Tingkat pengangguran tetap di 6,8%, naik dari 6,6 persen pada Oktober lalu.

 

Analisa Teknikal

EUR/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF EURUSD 6 JULI 2015

EUR/USD masih berada di bawah tekanan. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin besar jika support 1.09529 tembus dimana ada kemungkinan harga akan bergerak menuju support 1.08216.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi bearish pada grafik 4 jam-an. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.10668-1.11373. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, maka carilah konfirmasi sinyal jual di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke target 1.09529.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 1.11373 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.12511.

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF GBPUSD 6 JULI 2015

Secara umum, GBP/USD pada grafi k4 jam-an masih berada di bawah tekanan. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin terlihat jika support 1.55299 ditembus dimana ada kemungkinan poundsterling akan bergerak hingga kisaran 1.54339.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual. Maka strategi alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.56318-1.56887. Jika harga melakukan pull-back ke area tersebut, maka cari konfirmasi sinyal jual dimana ada potensi harga akan bergerak hingga kisaran 1.55399.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 1.56887 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.57807.

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF AUDUSD 6 JULI 2015

AUD/USD pada grafik 4 jam-an terlihat berada di bawah tekanan. Pergerakan bearish pada minggu ini diperkirakan akan menguji support 0.74612. Dengan perhatikan kondisi stochastic yang memperlihatkan indikasi bullish maka strategi alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 0.75525. Jika harga melakukan pull-back ke area tersebut maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi dimana ada potensi harga akan bergerak hingga kisaran 0.74612.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 0.75525 ditembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat aussie hingga kisaran 0.76546.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF USDJPY 6 JULI 2015

USD/JPY pada grafik 4 jam-an berada dalam tekanan bearish. Waspadai jika support 122.45 ditembus oleh pergerakan harga karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 121.84 – 121.13.

Sebagai alternative maka perhatikan support di kisaran 122.45. Jika harga tertahan di area tersebut maka cari sinyal bullish yang terkonfirmasi dimana ada potensi harga akan bergerak rebound ke atas hingga kisaran 123.13 – 123.82.

USD/CHF

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF USDCHF 6 JULI 2015

USD/CHF pada grafik 4 jam-an berada dalam bias bullish. Tekanan bullish diperkirakan akan semakin besar jika resistance 0.95025 ditembus oleh pergerakan harga dimana ada potensi harga akan bergerak ke sasaran 0.95985.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 0.93676-0.94192. Jika harga terkoreksi ke area support tersebut, maka cari konfirmasi sinyal bullish dimana ada potensi harga akan bergerak rebound hingga kisaran 0.95025.

Sebaliknya, hati-hati jika support 0.93676 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.0.92843.

NZD/USD

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF NZDUSD 6 JULI 2015

NZD/USD pada grafik 4 jam-an masih berada di bawah tekanan dengan memperhatikan area resistance di kisaran 0.37349-0.67875. Jika harga melakukan pull-back terjadi ke area tersebut, maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi dengan potensi target hingga kisaran 0.66498-0.65518.

Hati-hati jika resistance 0.67875 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat kiwi hingga kisaran 0.68725.

EMAS

ANALISA TEKNIKAL WEEKLY FOREXIMF XAUUSD 6 JULI 2015

Harga emas pada grafi k4 jam-an terlihat berada dalam tekanan. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin besar jika support 1156.99 berhasil ditembus, dimana ada kemungkinan harga akan bergerak dengan sasaran 1143.75.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1168.47-1175.68. Jika harga melakukan pull-back ke area tersebut, maka cari konfirmasi sinyal bearish dimana ada potensi harga akan bergerak menuju kisaran 1156.99.

Sebaliknya, hati-hati jika resistance 1175.58 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat emas hingga kisaran 1187.06.

Tahukah Anda Sejarah Trading Forex?

Sudah berapa lama Anda trading forex? Mungkin sudah lama. Tetapi tahukah Anda bagaimana sejarah terciptanya perdagangan mata uang di dunia ini? Memang topik ini tidak berkaitan dengan kemampuan Anda meraih keuntungan dalam  trading, namun tidak ada salahnya mempelajari fakta-fakta pentiing terkait bisnis yang kita jalani ini. Setidaknya kita bisa bercerita kepada orang yang ingin tahu tentang forex trading.

Sejarah Forex

Sistem Standar Emas (Gold Standard System)

Sistem keuangan standar emas tercipta di tahun 1875, yang merupakan suatu peristiwa paling penting dana sejarah pasar uang. Sebelum standar emas diciptakan, negara-negara di dunia pada umumnya mempergunakan emas dan perak sebagai alat pembayaran internasional. Masalah utama penggunaan emas dan perak untuk alat pembayaran adalah bahwa nilai kedua logam mulia ini sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran global. Sebagai contoh, penemuan sebuah tambang emas baru biasanya (waktu itu) akan menekan harga emas.

Ide yang mendasari terciptanya sistem standar emas ini adalah bahwa pemerintah menjamin nilai tukar suatu mata uang terhadap sejumlah emas, demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain, suatu mata uang di-back up oleh sejumlah emas. Dengan demikian jelaslah bahwa pemerintah membutuhkan sejumlah cadangan emas yang cukup untuk memenuhi permintaan akan pertukaran mata uang. Selama akhir abad ke-19, semua negara ekonomi maju telah mematok sejumlah mata uang senilai dengan satu ons emas. Seiring dengan berjalannya waktu, perbedaan harga antara satu ons emas di antara dua mata uang yang berbeda menjadi kurs valuta asing antara dua mata uang tersebut. Ini menjadi definisi awal valuta asing dalam sejarah.

Standar emas ternyata runtuh selama permulaan Perang Dunia I. Karena meningkatnya ketegangan dengan Jerman, negara-negara di Eropa merasa bahwa mereka harus menyelesaikan proyek-proyek militer yang besar. Maka mulailah mereka mencetak uang untuk membiayai proyek-proyek tersebut. Beban finansial dari proyek-proyek tersebut sangat besar sehingga tidak tersedia cukup emas untuk mem-back up uang yang telah dicetak dalam jumlah besar itu. Terjadilah inflasi.

Although the gold standard would make a small comeback during the years between the wars, most countries had dropped it again by the onset of World War II. However, gold never stopped being the ultimate form of monetary value.

Meskipun standar emas sempat kembali dipergunakan setelah Perang Dunia I usai, namun kebanyakan negara kembali “merusak” sistem tersebut pada saat permulaan Perang Dunia II. Meskipun demikian, emas tidak pernah berhenti cadangan devisa yang terbaik.

Bretton Woods System

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara yang tergabung dalam aliansi Sekutu merasa bahwa mereka perlu membangun sebuah sistem moneter untuk mengisi kekosongan akibat ditinggalkannya sistem standar emas. Pada bulan Juli tahun 1944, lebih dari 700 perwakilan Sekutu mengadakan pertemuan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk menghasilkan kesepakatan yang kita kenal dengan nama Bretton Woods System sebagai bentuk pengelolaan moneter internasional.

Singkatnya, Bretton Woods menetapkan sebagai berikut:

  • Merupakan metode dengan kurs valas tetap
  • US dollar menggantikan peran standar emas menjadi mata uang cadangan utama
  • Pembentukan tiga badan internasional untuk memantau aktivitas ekonomi dunia: International Monetary Fund (IMF), International Bank for Reconstruction and Development, serta General Agreement on Tariffs and Trade (GATT).

Fitur utama dari sistem Bretton Woods adalah USD menggantikan emas sebagai standar utama nilai tukar untuk mata uang dunia. Lebih jauh lagi, USD menjadi satu-satunya mata yang di dunia yang akan dilindungi oleh cadangan emas. Inilah yang di kemudian hari menjadi alasan utama gagalnya sistem Bretton Woods.

Dalam sekitar 25 tahun kemudian, sistem tersebut mengalami beberapa masalah. Di awal tahun 1970-an, cadangan emas Amerika Serikat (AS) sangat sedikit sehingga Departemen Keuangan AS tidak mempunyai cukup emas untuk membiayai semua USD yang dimiliki oleh bank-bank sentral negara-negara di dunia. Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 1971, Presiden AS kala itu, Richard Nixon mengambil langkah untuk menolah semua permintaan penukaran USD ke emas. Inilah akhir era Bretton Woods.

Meskipun sistem Bretton Woods tidak bertahan lama, namun sistem tersebut meninggalkan jejak yang masih memiliki dampak yang signifikan hingga hari ini. Jejaknya tertinggal dalam bentuk tiga badan yang dibentuk waktu diresmikannya sistem tersebut, yaitu IMF, Bank for Reconstruction and Development (sekarang merupakan bagian dari World Bank) dan GATT, yang kemudian bertransformasi menjadi World Trade Organization (WTO).

Demikianlah sekelumit sejarah dunia perdagangan mata uang. Setidaknya Anda sekarang sudah punya topik untuk mengobrol di kafe. 🙂