5 Trader Forex Top Dunia Versi FOREXimf.com

Mungkin selama ini Anda bertanya-tanya, jika memang forex trading benar-benar berpotensi menghasilkan keuntungan yang sangat besar, apakah memang ada trader forex yang pernah merasakan manisnya keuntungan dari forex?

Jawabannya adalah: ada. Saya adalah salah satunya. Tetapi jika Anda bertanya kembali, apakah saya sudah pernah merasakan keuntungan milyaran rupiah dari trading forex, demi kejujuran saya jawab: belum. Tetapi saya tahu setidaknya ada lima orang di dunia ini yang pernah merasakannya.

Inilah mereka.

    1. Bill Lipschutz

Bill LipschutzBill Lipschutz lahir dan dibesarkan di Farmingdale, New York. Ia lahir tahun 1956. Sejak muda ia terkenal sangat cerdas, khususnya di bidang matematika. Ia berhasil memperoleh gelar BA di Cornell College in Fine Arts dan kemudian mendapatkan gelar Master di bidang keuangan pada tahun 1982.

Bill muda sangat suka membaca dan mempelajari apa pun yang terkait dengan saham dan pasar uang. Saat ia tinggal di Cornell, ia melakukan investasi di saham sebanyak $12,000 (dua belas ribu USD), yang dalam beberapa bulan selanjutnya berhasil dilipatgandakannya menjadi sekitar $250,000 (dua ratus lima puluh ribu USD). Prestasi yang sangat jarang bisa terjadi dalam dunia trading. Namun tak lama kemudian ia segera mengalami kerugian yang luar biasa hingga menguras habis keuntungan yang didapatkannya sebelumnya. Suatu bukti bahwa trader paling hebat pun bisa salah dan rugi besar. Lalu ia berkenalan dengan forex trading.

Bill saat ini terkenal sebagai seorang trader forex. Ia dikenal mampu menghasilkan lebih dari 300 juta dollar dalam setahun hanya dari transaksi forex.

    1. George Soros

George SorosSiapa yang tak mengenal orang ini? Saya bahkan pernah membuat artikel mengenainya di sini.

Soros merupakan pria yang lahir di Budapest, Hungaria pada tanggal 12 Agustus 1930. Selain sebagai pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, ia juga dikenal sebagai aktivis politik berkebangsaan Amerika Serikat.

Ia lulus dari London School of Economics dan berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak rekor dalam dunia keuangan. Ia pernah berhasil membukukan keuntungan sebesar 1 milyar dollar dalam satu hari perdagangan hanya dari satu transaks. Namanya pun tercatat sebagai pelaku peristiwa yang dikenal dengan Black Wednesday di mana poundsterling kocar-kacir dan Sors berhasil meraup keuntungan sebesar 1 milyar poundsterling, yang kemudian menyebabkan ia dijuluki “the man who broke Bank of England” (pria yang membuat Bank of England bangkrut). Bank of England adalah bank sentral Kerajaan Inggris Raya.

Namanya juga disebut-sebut saat krisis finansial mulai melanda Asia Tenggara di medio 1997. Perdana Menteri Malaysia waktu itu, Mahathir Mohamad, menuding Soros-lah penyebab krisis tersebut. Bahkan Mahathir sempat mengungkit-ungkit garis keturunan Soros sebagai seorang keturunan Yahudi dan membawa sentimen anti-semitisme.

Soros telah banyak menulis buku mengenai investasi. Ia juga dikenal sebagai dermawan dan diketahui telah mendonasikan hingga 7 milyar USD untuk kegiatan amal dan sosial.

    1. John R. Taylor, Jr.

John R. Taylor, Jr.Lulus dari Princeton University, John memulai karir di sektor keuangan sebagai analis politik untuk Chemical Bank. Hanya setahun menempati posisi tersebut, ia menjadi analis pasar uang untuk bank tersebut dan membuktikan bahwa ia memiliki kesempatan yang luar biasa untuk membangun jaringan di pasar keuangan dunia.

John R. Taylor, Jr. merupakan pemilik FX Concepts, sebuah perusahaan pengelolaan modal untuk diperdagangkan di pasar keuangan. Ia juga merupakan seorang perintis sistem trading yang berbasis komputer, mengembangkan berbagai macam model untuk transaksi forex online yang efektif.

    1. Stanley Druckenmiller

Stanley DruckenmillerStanley lahir di Pittsburgh, Pennsylvania pada tanggal 14 Juni 1953. Ia memulai karirnya sebagai analis minyak mentah untuk Pittsburgh National Bank. Sejak lulus dari Bowdoin College, ia telah berganti banyak pekerjaan. Awalnya, ia keluar dari PNB untuk mendirikan Duquesne Capital Management di tahun 1981, kemudian ia mulai bekerja untuk George Soros di Quantum Fund pada tahun 1988.

Pengalaman bekerja dengan George Soros terbukti baik untuk Stanley Druckenmiller, karena tidak hanya berhasil mendapatkan keuntungan lebih dari 30% di Quantum Fund, ia juga berjasa membantu Soros dalam meraih keuntungan legendaris saat Black Wednesday, peristiwa yang sangat dikenang dalam sejarah forex trading.

Ia kembali ke Duquesne di tahun 2000 dan bekerja penuh waktu di sana sekarang. Ia juga telah mendirikan sebuah organisasi nirlaba di bidang edukasi.

    1. Andrew Krieger

Andrew KriegerAndrew Krieger lahir tahun 1955 dan lulus dari Wharton Business School di University of Pennsylvania yang bergengsi. Ia menjadi terkenal ketika ia menjual dollar New Zealand atau yang dikenal dengan sebutan “Kiwi” senilai sekitar 600 juta hingga 1 milyar USD yang melebihi sirkulasi suplai uang sesungguhnya di New Zealand saat itu. Andrew kemudian berhasil membukukan keuntungan sebesar 300 juta USD dari transaksi tersebut di tahun 1987, ketika ia bekerja di Bankers Trust.

Andrew pindah ke Soros Management Fund di tahun 1988, kemudian pindah ke Northbridge Capital Management. Ia juga dikenal sebagai dermawan. Saat terjadi bencana tsunami pada tahun 2004, ia menyumbangkan sebesar 350 ribu USD untuk korban tsunami.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 29 JUNI-3 JULI 2015

Dolar AS terus menguat dalam seminggu ketika pasar terus fokus pada krisis Yunani. Terlepas dari krisis yang memburuk, Data Non Farm Payrolls AS akan membuat sibuk pergerakan harga di pasar pada minggu ini.

Data ekonomi AS sebagian besar masih positif. Sektor perumahan AS yang masih dalam dalam tren pertumbuhan dengan peningkatan yang konstan serta kondisi pasar kerja dan lapangan kerja yang terus membaik telah membuat dollar akan menjadi pilihan ke depan.

Krisis Yunani terlihat semakin memburuk ketika sebuah pengumuman yang dramatis dari kantor perdana mentri Yunani yang menyatakan akan melakukan referendum di Yunani pada tanggal 5 Juli setelah batas waktu pembayaran yang telah ditentukan. Terlihat Yunani mencoba mengulur waktu untuk pembayaran yang akan jatuh tempo pada hari Selasa tanggal 30 Juni 2015.

Mari kita lihat, apa yang akan dilakukan ECB selaku bank sentral di Eropa yang telah mengeluarkan himbauan agar kantor bank dan bursa di Yunani tutup selama seminggu.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting di pekan ini:

  1. Tenggat Waktu Pembayaran Yunani : Selasa, 30 Juni.

Tanggal 30 Juni 2015 merupakan batas waktu akhir perjanjian bailout dan tenggat waktu pembayaran pinjaman kepada IMF. Saat ini, Yunani sama sekali tidak memiliki uang untuk membayar pinjaman. Hal ini menjelaska nmengapa bank akan tutup pada hari Senin atau pada minggu ini, jika negosiasi memang masih akan terus berlanjut. Pasar akan terus melihat kebijakan yang akan diambil hingga Selasa yang menjadi batas waktu. Jika Yunani tidak membayar pinjaman IMF, maka krisis keuangan di Eropa akan mulai menjalar.

  1. Glenn Stevens Speak : Selasa, 15:40 WIB.

Gubernur RBA Glenn Stevens akan berbicara di London. Stevens akan berbicara tentang pertumbuhan ekonomi yang masih suam-suam kuku ketika pasar perumahan di Australi berada di harga tinggi.

  1. GDP Kanada : Selasa, 19:30 WIB.

Ekonomi Kanada telah mengalami kontraksi sebanyak 0,2% pada bulan Maret, dengan memposting penurunan tiga kali berturut-turut, yang dipimpin penurunan sebanyak 2,6% pada pertambangan, eksplorasi minyak dan gas. Analis memperkirakan ada ekspansi 0,2%. GDP Kanada telah anjlok 0,6% di laju tahunan pada kuartal pertama, karena imbas penurunan harga energi. Gubernur Bank of Canada, Stephen Poloz mengharapkan GDP pada kuartal pertama bergerak netral. Namun, para pembuat kebijakan mengharapkan rebound dalam pertumbuhan pada kuartal kedua yang dipimpin oleh ekspor non-energi. Para ekonom memperkirakan GDP akan bertumbuh sebanyak 0,1% pada bulan April.

  1. Consumer Confidence AS : Selasa, 21:00 WIB.

Kepercayaan konsumen AS telah meningkat melebihi perkiraan pada bulan Mei, dengan menyentuh level 95,4 dibanding data April yang direvisi ke 94,3. Sektor perumahan dan pekerjaan merupakan sector yang kuat yang menjadi penyebab utama kenaikan sentimen. Selanjutnya, upah yang lebih baik telah meningkatkan pengeluaran dan meningkatkan kegiatan ekonomi. Kepercayaan konsumen diperkirakan akan naik 97,1 pada bulan Juni.

  1. ADP Non-Farm Payrolls AS : Rabu, 19:15 WIB.

Pekerjaan di sektor swasta AS meningkat sebanyak 201.000 pekerjaan pada bulan Mei dibandingkan pada bulan April sebanyak dengan 165.000. Angka tersebut lebih baik daripada perkiraan analis yang naik sebanyak 198.000. Pasar tenaga kerja AS kembali menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang sehat. Jika kecepatan pada keuntungan pekerjaan berlanjut, maka perekonomian diperkirakan akan mencapai pekerjaan penuh dalam waktu satu tahun. Sektor pekerjaan swasta AS diperkirakan akan meningkat 216.000 pada bulan Juni.

  1. ISM Manufacturing PMI AS : Rabu, 21:00 WIB.

Aktivitas manufaktur di AS tumbuh pada dengan kecepatan yang diharapkan pada bulan Mei dengan menyentuh level 52,8 dibanding data April yang berada di kisaran 51,5. Analis memperkirakan data yang dirilis akan naik ke 51,9. Pesanan baru juga naik tipis menjadi 55,8, naik 2,3 poin dari bulan April. Indeks produksi diposting 54,5, 1,5 poin di bawah pembacaan April. Indeks Harga telah mencapai 49,5, di atas data bulan April di kisaran 40,5. PMI Manufacturing AS diperkirakan akan menyentuh 53,2.

  1. Non-Farm Payrolls AS : Kamis, 19:30 WIB.

Ekonomi AS naik seiring dengan meningkatnya angkatan kerja sebesar 280.000 pada bulan Mei, yang melebihi perkiraan pasar dengan menambah222.000. Ini adalah tanda lain bahwa perekonomian berada dalam jalur pertumbuhan. Tingkat pengangguran AS juga ikut naik tipis menjadi 5,5% dari 5,4%, namun secara keseluruhan masih menggembirakan. Jika tren positif akan terus berlanjut, The Fed akan dapat melakukan kebijakan moneter dalam waktu dekat ini. NFP diperkirakan akan menambah pekerjaan sebanyak 231.000, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan kembali menurun ke 5,4%.

  1. KlaimPengangguran AS : Kamis, 19:30 WIB.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk bantuan pengangguran naik 3.000 di pekan lalu ke kisaran 271.000. Angka itu sejalan dengan perkiraan pasar. 4 week’s average bergerak menurun 3.250 mencapai 273,750.

Analisa Teknikal

EUR/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKELY EURUSD 29 JUNI 2015

EUR/USD berada di bawah tekanan dan saat ini sedang berkonsolidasi setelah harga sempat jatuh ke bawah pada awal perdagangan minggu ini. Pelemahan euro diperkirakan akan berlanjut jika support 1.09529 ditembus, dimana ada kemungkinan harga akan bergerak hingga kisaran 1.088216 – 1.07116.

Sementara itu, secara teknikal indicator stochastic dan CCI berada dalam indikasi jenuh jual pada grafik 4-jam-an. Sebagai strategi trading, perhatikan area resistance yang berada di 1.10668 – 1.11373. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, maka carilah konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1.09529.

Hati-hati jika resistance 1.11373 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan euro hingga kisaran 1.12511.

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKELY GBPUSD 29 JUNI 2015

Secara umum, GBP/USD berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga sedang berkonsolidasi di psikologis. Perhatikan juga area resistance yang berada di 1.57621. Jika harga menembus area tersebut maka bias mingguan akan tetap bullish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan sterling hingga kisaran 1.59295.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan, jika pelemahan sterling diperkirakan akan berlanjut jika support 1.56586 tembus, maka harga akan bergerak dengan sasaran hingga kisaran 1.55749-1.54912, ketika indicator stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi bearish pada grafik 4 jam-an.

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKELY AUDUSD 29 JUNI 2015

AUD/USD pada grafik 4 jam-an kembali berada di bawah tekanan dan saat ini harga terus mendapat tekanan dengan bergerak ke bawah. Pelemahan Aussie diperkirakan akan berlanjut jika support 0.75854 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.75140 – 0.74541.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi akan bergerak ke atas pada grafik 4 jam-an. Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan area resistance yang berada di 0.76473 – 0.76857. Jika harga pull-back ke area tersebut, maka carilah konfirmasi sinyal jual dimana ada potensi harga akan bergerak dengan target hingga kisaran 0.75854.

Hati-hati jika resistance 0.76857 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan harga Aussie hingga kisaran 0.77476.

USD/CHF

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKELY USDCHF 29 JUNI 2015

USD/CHF bergerak dalam bias bullish dan saat ini sedang terkoreksi tipis di area resistance. Pelemahan Swiss franc diperkirakan akan berlanjut jika resistan 0.94157 ditembus, dimana ada kemungkina harga akan bergerak hingga kisaran 0.94881 – 0.95488.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan berpotensi akan jenuh beli pada grafik 4 jam-an. Strategi trading alternatif, perhatikan juga area support yang berada di 0.93140 – 0.93529. Jika harga terkoreksi ke area tersebut, maka cari konfirmasi sinyal beli yang valid dimana ada ada potensi harga akan bergerak rebound hingga kisaran 0.94157.

Hati-hati jika support 0.93140 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan Swiss franc hingga kisaran 0.92511.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKELY USDJPY 29 JUNI 2015

Harga USD/JPY bergerak dalam bias bearish dan saat ini berpotensi akan menguji support kritis. Penguatan yen diperkirakan akan berlanjut jika support 122.09 ditembus, dimana ada kemungkinan harga akan bergerak dengan sasaran hingga kisaran 121.08 – 120.22.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi akan bergerak ke bawah pada grafik 4 jam-an. Strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistan yang berada di 123.53. Jika harga bergerak rebound ke area tersebut, maka carilah konfirmasi sinyal jual dimana ada potensi harga akan terkoreksi hingga kisaran 122.09.

Hati-hati jika resistan 123.53 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan diikuti oleh pelemahan yen hingga kisaran 124.41 – 124.96.

XAU/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKELY XAUUSD 29 JUNI 2015

Secara umum, pergerakan XAU/USD masih berada di bawah tekanan walaupun saat ini harga sedang melakukan rebound setelah melompat ke atas pada awal perdagangan minggu ini.

Perhatikan indicator stochastic dan CCI mengindikasikan sedang jenuh beli pada grafik 4 jam-an. Maka, strategi tradingnya, perhatikan area resistance yang berada di 1187.09. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, maka carilah konfirmasi sinyal jual di area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak menuju target hingga kisaran 1177.29 – 1168.53.

Penguatan harga emas diperkirakan akan berlanjut jika resistan 1187.09 tembus dimana ada kemungkinan harga akan bergerak dengan sasaran hingga kisaran 1196.89.

George Soros: Sang “Penjagal” Bank Of England

Di Inggris, pernah terjadi suatu peristiwa yang dikenang dengan sebutan “Black Wednesday”. Kejadiannya pada tanggal 16 September 1992. Hari itu diingat oleh masyarakat ekonomi sebagai hari ketika para spekulator memporakporandakan poundsterling, memaksa pemerintahan Inggris waktu itu untuk menarik poundsterling keluar dari European Exchange Rate Mechanism (ERM). Tadinya, dengan bergabung dalam ERM merupakan salah satu cara Inggris untuk ikut ambil bagian dalam pemersatuan ekonomi Eropa.

Meskipun tadinya berdiri sendiri, poundsterling pernah membayang-bayangi mark (mata uang Jerman) di kisaran tahun 1990-an. Sayangnya, tingkat inflasi Inggris menjadi tinggi namun suku bunga rendah. Inggris kemudian memutuskan untuk masuk ERM dengan keinginan menjaga nilai poundsterling di atas 2,7 mark per pound. Secara fundamental, hal tersebut tidak masuk akal karena tingkat inflasi Inggris kala itu jauh lebih tinggi daripada Jerman.

Keluarnya Inggris dari ERM lantaran luluh lantaknya poundsterling merupakan hal yang cukup memukul harga diri bangsa tersebut, maka harus ada seseorang yang dijadikan kambing hitam. Meskipun sasaran yang terlihat jelas adalah pemerintah, namun sepertinya tetap dibutuhkan tokoh yang dianggap lebih gelap dan jahat. Sosok Geroge Soros dianggap cocok memerankan tokoh tersebut.

Maka, tokoh finansial yang tadinya tidak terlalu terkenal itu (kalaupun terkenal, hanya di tingkat regional saja) tiba-tiba menjadi populer dengan julukan “Pria Yang Membangkrutkan Bank of England”.

Siapa Soros?

George Soros lahir di Budapest, Hungaria tanggal 12 Agustus 1930. Pada usia 17 tahun ia hijrah ke Inggris pada akhir Perang Dunia II. Ia mempelajari filsafat di London School of Economics dengan Karl Popper.

Sebelum pindah ke Wall Street dan melanjutkan karir keuangannya di tahun 1956, Soros bergabung dengan Singer dan Friedlander, bankir London. Ia kemudian mendirikan Quantum Fund yang kemudian terkenal sebagai salah satu perusahaan hedge fund yang pertama di dunia. Cara kerjanya adalah menggunakan modal dari orang-orang kaya dan menginvestasikannya ke dalam transaksi internasional yang sangat beresiko namun memiliki potensi keuntungan yang sangat besar.

Quantum Fund berhasil bertahan ketika berakhirnya era kurs tetap di tahun 1970-an dan deregulasi yang terjadi di pasar modal global. Pada tahun 1980, kekayaan Soros sudah mencapai 16,5 juta poundsterling dan perusahaannya memiliki modal sebesar 67 juta poundsterling. Inilah awal intervensinya ke ERM.

“Hancurkan” Poundsterling

Awal musim semi 1992, Soros menganggap bahwa poundsterling akan terdevaluasi karena telah dipaksa untuk masuk ke ERM dengan kurs yang terlalu tinggi. Ia tahu bahwa Bundesbank (bank sentral Jerman) menginginkan devaluasi atas sterling dan lira (mata uang Italia saat itu) dan Soros percaya bahwa hal itu akan terjadi karena dampak merusak yang disebabkan oleh tingginya suku bunga Inggris.

Soros kemudian menghabiskan beberapa bulan berikutnya untuk membuka posisi yang dianggapnya akan membuahkan keuntungan dari devaluasi. Ia menumpuk sterling dengan jumlah massif hingga kisaran 6,5 milyar poundsterling dan mengkonversinya ke Deutschmarks dan Frank Perancis.

Pada Black Wedesday, Soros mendulang keuntungan. Di hari berikutnya ia menutup semua posisinya dan mendapatkan keuntungan sebesar sekitar 1 milyar poundsterling. Pada saat yang sama, Soros membeli saham-saham Inggris hingga senilai 350 juta poundsterling dengan berasumsi bahwa harga saham-saham di suatu negara seringkali menguat setelah mata uangnya melemah.

Ia mengakui bahwa tindakannya itu hanya menguntungkan dirinya pribadi, pada waktu itu. Ia mengklaim bahwa satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan Inggris hanyalah mata uang tunggal (seperti euro sekarang), satu hal yang tetap ia yakini sampai sekarang.

Meskipun terkenal sebagai “Sang Penjagal BoE”, Soros telah membuktikan bahwa ia juga bisa rugi besar. Crash pasar keuangan yang terjadi di tahun 1987 membuatnya mengalami kerugian sebesar 530 juta poundsterling di pasar modal Tokyo.

Ini sekaligus menjadi bukti bahwa siapa pun tidak bisa selamanya menang.

Bagaimana meminimalkan resiko? Ikuti edukasinya di broker forex dengan edukasi terbaik di Indonesia.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 22-26 JUNI 2015

US Dolar berada dalam tekanan terhadap banyak mata uang setelah keputusan dari the Fed yang belum memberikan kepastian tentang kenaikkan suku bunga. Akankah greenback terus meluncur? US Home Sales, Durable Goods Orders, dan GDP merupakan highlights data untuk minggu ini.

The Fed : tidak ada kenaikan suku bunga, proyeksi suku bunga masih rendah, dan masih menunggu untuk menjadi yakin bahwa perekonomian lebih kuat. Dan lebih khusus, Yellen hanya melihat kenaikan suku bunga bisa tahun ini tanpa memberikan petunjuk pasti kapan waktunya. US Dolar terpukul terhadap mata uang utama, dengan GBP / USD mencapai level tertinggi baru dan EUR / USD menembus double top. Di zona euro, krisis Yunani diintensifkan dan ini membebani mata uang umum.

Berikut ini adalah DATA PENTING yang perlu diperhatikan untuk pekan ini.

  • Summit on Greece: Senin. Para menteri keuangan akan bertemu pukul 20.00 WIB dalam upaya parit terakhir untuk menstabilkan krisis Yunani sebagai dampak uang yang mengalir keluar dari perbankan nasional. 30 Juni adalah batas waktu di mana Yunani harus membayar IMF dan ketika program saat ini berakhir. Pejabat Fed juga mengakui bahwa krisis Yunani bisa memukul ekonomi AS.
  • US Existing Home Sales: Senin, 21:00 WIB. Jumlah penjualan rumah yang sebelumnya dimiliki turun menjadi 5.04 juta untuk tahunan di bulan April, setelah hasil yang kuat 5,21 juta di bulan Maret. Analis memperkirakan penjualan rumah mencapai 5.23 juta. Harga melonjak sejak awal 2014. Namun, ekonom memperkirakan pasar perumahan akan terus berkembang dalam beberapa bulan mendatang karena upah yang lebih tinggi dan tingkat hipotek rendah. Penjualan rumah yang ada diperkirakan mencapai 5.29 juta kali ini.
  • China HSBC Flash Manufacturing PMI: Selasa, 08:45 WIB. Ini merupakan data yang memiliki dampak yang signifikan pada Aussie dan juga memberikan kita indikator ekonomi global. Setelah menunjukkan kontraksi dengan 49,2 poin pada Mei, jumlah awal untuk Juni diperkirakan naik ke 49,4 poin. Sebuah skor di atas 50 merupakan pertumbuhan, dan di bawah berarti kontraksi.
  • Jerome Powell speaks: Selasa, 19:00 WIB. Salah seorang pejabat the Fed Jerome Powel akan berpidato di Washington DC dan berbicara mengenai kebijakan moneter saat ini dan keputusannya. Volatilitas market diperkirakan akan meningkat.
  • US Durable Goods Orders: Selasa, 19:30 WIB. Pesanan barang rebound pada bulan April meskipun penurunan tajam terkait pesanan-pesawat. Tidak termasuk inti, transportasi naik tipis 0,5% menyusul kenaikan 0,6 di bulan sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan investasi bisnis. Sebuah penurunan tajam dari 3,6% dalam pesanan pesawat sipil disebabkan pembacaan negatif -0.5%. Analis mengharapkan pembacaan sedikit lebih baik dari -0.4%. Namun, sektor-sektor lainnya menunjukkan peningkatan yang positif. Pesanan barang tahan lama diperkirakan mencapai -0.5% sementara pesanan inti diperkirakan meningkat 0,6%.
  • German Ifo Business Climate: Rabu, 15:00 WIB. kepercayaan bisnis Ifo Jerman turun untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada bulan Mei, menjadi 108,5 dibandingkan 108,6 pada bulan April. Namun, data itu lebih baik daripada yang diperkirakan oleh para analis sebesar 108,3. Penurunan sentimen adalah karena ketidakpastian atas krisis Yunani dikawasan euro. Sentimen bisnis Jerman diperkirakan akan mencapai 108,2.
  • US Final GDP: Rabu, 19:30 WIB. Menurut data GDP, ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,7% (annaulized) di Q1. Penurunan output disebabkan faktor cuaca, pemogokan di pelabuhan dan alasan lainnya. Penilaian saat ini adalah bahwa perekonomian rebound di Q2. kontraksi diperkirakan akan menjadi lebih rendah: hanya 0,2%. Sejumlah hasil yang positif akan memberi sentimen positif bagi the Fed.
  • US Unemployment Claims: Kamis, 19:30 WIB. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun 12.000 klaim dibanding minggu lalu menjadi 267.000. Angka itu jauh di bawah perkiraan, mendorong pergerakan empat minggu rata turun 2.000 ke 276.750. Klaim pengangguran turun 50.000 ke penyesuaian musiman 2,22 juta, yang menunjukkan pasar tenaga kerja AS terus membaik. Jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan mencapai 271.000 pekan ini.

Analisa Teknikal

EUR/USD

Analisa Mingguan EURUSD 22-06-2015

EUR/USD pada grafik 4 jam-an dari trendline masih bergerak bullish sehingga preferensi untuk pekan ini harga masih akan bergerak ke atas. Perhatikan jika Resistance di 1.1435 tembus karena EURUSD diperkirakan akan naik lebih lanjut hingga kisaran 1.1550. Sebagai alternatif perhatikan rebound yang terjadi ketika harga mendekati area trendline atau Support pada kisaran 1.1293 untuk mencari konfirmasi sinyal BUY dimana ada potensi harga akan pullback hingga kisaran 1.1380 – 1.1435.

Waspada jika trendline atau Support di 1.1293 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi Bearish dan dan berpotensi akan menekan EURUSD hingga kisaran 1.1150.

GBPUSD

Analisa Mingguan GBPUSD 22-06-2015

GBPUSD bergerak dalam bias bullish pada outlook mingguan. Pergerakan bullish diperkirakan akan berlanjut jika resistance di 1.5932 tembus, dengan potensi target hingga kisaran 1.6053 – 1.6130. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 1.5735. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.5811 – 1.5932.

Sebaliknya jika support di 1.5735 ditembus maka ada potensi bias mingguan berubah menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBPUSD hingga kisaran 1.5540.

AUDUSD

Analisa Mingguan AUDUSD 22-06-2015

AUDUSD menapaki bias bullish pada outlook mingguan. Pergerakan bullish diperkirakan akan berlanjut jika resistance di 0.7850 tembus, dengan potensi target hingga kisaran 0.7949. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 0.7722. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 0.7800 – 0.7850.

Sebaliknya jika support di 0.7722 ditembus maka ada potensi bias mingguan berubah menjadi bearish dan berpotensi akan menekan AUDUSD hingga kisaran 0.7643.

NZDUSD

Analisa Mingguan NZDUSD 22-06-2015

NZDUSD masih berada di bawah tekanan BEARISH untuk minggu ini. Sebagai skenario tradingnya, Pergerakan Bearish kemungkinan akan berlanjut jika Support dikisaran 0.6877 tembus dengan potensi NZDUSD turun dengan target menguji Support berikutnya dikisaran 0.6700 – 0.6742. Sebagai alternatif perhatikan area resistance di kisaran 0.7054. Jika pull-back berlanjut ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal SELL di area tersebut dengan sasaran NZDUSD akan kembali rebound hingga kisaran 0.6877 – 0.6960.

Waspadai jika resistance 0.7054 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat NZDUSD hingga kisaran 0.7145 – 0.7230

USDJPY

Analisa Mingguan USDJPY 22-06-2015

USDJPY masih bergerak dalam bias Bearish pada outlook mingguan, meski dari grafik terlihat terbentuk pola double Bottom. Oleh karena itu pergerakan bearish diperkirakan akan berlanjut jika double bottom atau support di 122.47 tembus, dengan potensi target hingga kisaran 121.48. Namun sebagai alternatif, jika harga akan terkoreksi di pekan ini, perhatikan area Resistance di kisaran 123.22 – 123.68. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal SELL dengan potensi rebound USDJPY kembali rebound hingga kisaran 122.47.

Sebaliknya waspadai jika Resistance di 123.68 ditembus maka ada potensi bias mingguan berubah menjadi Bullish dan berpotensi akan mengangkat USDJPY hingga kisaran 124.4.

USDCHF

Analisa Mingguan USDCHF 22-06-2015

USDCHF masih berada di bawah tekanan BEARISH untuk minggu ini. Sebagai skenario tradingnya, Pergerakan Bearish kemungkinan akan berlanjut jika Support dikisaran 0.9150 tembus dengan potensi USDCHF turun dengan target menguji Support berikutnya dikisaran 0.9032. Namun dari stochastic oscilator dan CCI yang berada di area over sold memberikan potensi USDCHF untuk terkoreksi, oleh karena itu sebagai alternatif perhatikan area resistance di kisaran 0.9239 – 0.9294. carilah konfirmasi sinyal SELL di area tersebut dengan sasaran hingga kisaran 0.9150.

Waspadai jika resistance 0.9294 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USDCHF hingga kisaran 0.9383

XAUUSD

Analisa Mingguan XAUUSD 22-06-2015

XAU/USD pada grafik 4 jam-an, untuk pekan ini masih berada dalam tekanan Bullish. Pergerakan Bullish kemungkinan akan berlanjut jika Resistance dikisaran 1205.70 tembus dengan potensi XAUUSD akan naik dengan target menguji Resistance berikutnya dikisaran 1217.60, sebagai alternatif perhatikan jika XAUUSD terkoreksi mendekati area support dikisaran 1186.45 – 1193.80. Perhatikan area Support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal BUY dimana ada potensi harga akan pullback hingga kisaran 1205.70.

Waspadai jika Suport di 1186.45 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi Bearish dan dan berpotensi akan menekan XAUUSD lebih lanjut hingga kisaran 1174.55.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 15-19 JUNI 2015

US Dolar tidak menunjukkan taringnya terhadap sebagian besar mata uang utama meskipun beberapa data yang dirilis hasilnya cukup bagus. Fokus pelaku pasar saat ini masih bergerak ke seputar kebijakan yang akan diambil the Fed. Selain itu krisis yang terjadi di Yunani yang sedang berlangsung juga ikut menjadi fokus perhatian untuk minggu ini. Pada minggu kemarin pasar dikejutkan dengan keputusan Bank Sentral New Zealand yang menurunkan tingkat suku bunganya yang langsung menekan pergerakan Kiwi dolllar.

Untuk minggu ini yang patut diperhatikan yaitu pertemuan dari the Fed dimana pelaku pasar menantikan kebijakan apa yang akan diambil oleh the Fed serta pernyataan pernyataan yang akan dikeluarkan yang bisa dijadikan rujukan untuk memperkirakan kebijakan the Fed tentang suku bunga.

Berikut ini adalah DATA PENTING yang perlu diperhatikan untuk pekan ini.

  1. Data Inflasi Inggris : Selasa, 15:30 WIB. Inflasi Inggris berubah negatif pada bulan April, mencapai -0.1%. Ini adalah angka negatif pertama yang pernah tercatat. Bank of England Gubernur Mark Carney memperkirakan tingkat inflasi masih rendah dalam beberapa bulan mendatang. Penurunan tajam harga minyak adalah alasan utama untuk inflasi yang rendah. Namun, kecenderungan global ini positif bagi sektor rumah tangga Inggris meskipun ada kekhawatiran dari investasi bisnis yang lebih lemah. Inflasi Inggris diperkirakan akan pulih pada bulan Mei dan naik 0,1%.
  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa, 16:00 WIB. Sentimen investor Jerman turun untuk bulan Mei, di tengah krisis Yunani dan lemahnya pertumbuhan. Sentimen ekonomi jatuh ke 41,9 dari 53,3 pada bulan April jauh lebih rendah dari 48,8 diperkirakan oleh analis. Responders prihatin tentang data pertumbuhan yang lamban hanya 0,3% pada kuartal pertama dibandingkan dengan 0,7% pada kuartal terakhir dari 2014. Lebih jauh lagi, dampak yang tak terelakkan dari krisis di Yunani menimbulkan kekhawatiran atas prospek ekonomi Eurozone. Iklim investor Jerman diperkirakan menurun lebih lanjut menjadi 38,6.
  1. US Building Permits: Selasa, 19:30 WIB. Izin bangunan di AS naik tipis ke level tertinggi dalam hampir 7-1/2 tahun pada bulan April, mencapai laju tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,14 juta unit, menyusul 1,04 juta pada bulan Maret. Data konstruksi positif lainnya mungkin di sektor perumahan. Kenaikan permintaan untuk rumah baru adalah tren positif setelah musim dingin yang keras untuk tahun 2015. Data perumahan yang kuat diharapkan memiliki efek positif pada pertumbuhan PDB pada kuartal kedua. Jumlah izin bangunan diperkirakan akan mencapai 1,10 juta unit saat ini.
  1. Data Pekerjaan Inggris : Rabu, 15:30 WIB. Pasar tenaga kerja Inggris terus membaik pada bulan April. Pengangguran turun dan jumlah orang yang dipekerjakan terus meningkat. Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran turun 12.600 pada bulan April menjadi 764.000. Pejabat pemerintah senang dengan data positif, mengklaim pemerintah mereka bekerja. Meningkatnya permintaan untuk pekerja mendorong pertumbuhan kenaikkan gaji sebesar 2,2%. Inflasi yang lemah dan upah yang lebih tinggi kabar baik untuk rumah tangga di Inggris. Ini juga akan memiliki efek positif pada pengeluaran konsumen dan pertumbuhan ekonomi.
  1. Fed decision: Kamis, 01:00 WIB, Press Conference : 01:30 WIB. Ini adalah pertemuan pertama yang tidak membawa apapun petunjuk yang jelas tentang suku bunga. Selain itu, disertai dengan perkiraan ekonomi terkini, dan tentu saja, konferensi pers oleh Ketua Fed Janet Yellen, semua membuat pertemuan ini menjadi peristiwa yang sangat besar dan ditunggu pelaku pasar. Skenario dasar adalah bahwa Fed akan menunggu data lebih lanjut sebelum menaikkan suku bunga, dengan ekonom berfokus pada pertemuan bulan September mendatang. Namun, kenaikan suku bunga mungkin saja bisa sekarang dan pada bulan Juli. Di di tangan, The Fed ingin memulai “lepas landas” dan mencegah terjadinya bubble. Di sisi lain, the fed tidak ingin bertindak sebelum waktunya. Setiap kata dalam laporan dan setiap kata yang Yellen katakan akan membawa banyak pengaruh di pasar. Kekhawatiran bisa melemahkan dolar sementara sentimen optimis tentang data positif di musim semi bisa menguatkan US dollar.
  1. Data GDP New Zealand: Kamis, 05:45 WIB. Ekonomi Selandia Baru tumbuh 0,8% pada kuartal keempat 2014, sejalan dengan perkiraan pasar, menyusul pertumbuhan 0,9% pada kuartal ketiga. Ritel dan akomodasi naik tipis 2,3% pada kuartal terakhir 2014, sementara belanja wisata internasional meningkat sebesar 15%. Perdagangan ritel juga naik 1,8%. Tahun ke tahun, ekonomi tumbuh 3,5%, level tertinggi sejak kuartal keempat tahun 2007. PDB Selandia Baru Q1 diperkirakan akan mencapai 0,6%.
  1. Switzerland Rate Decision: Kamis, 14:30 WIB. Bank Sentral Swiss memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di -0,75%, menunggu untuk melihat dampak dari langkah tak terduga pada Januari. Perubahan kondisi moneter dibuat dalam upaya untuk mengatasi terdepresiasinya Swiss franc, tetapi memiliki efek negatif pada tabungan rumah tangga dan dana pensiun menjadi keprihatinan bagi penduduk Swiss. Presiden SNB Thomas Jordan mencatat bahwa franc masih dinilai terlalu tinggi dan bahwa ada ruang untuk tingkat yang lebih rendah di masa depan. Swiss National Bank diharapkan untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level -0,75%.
  1. Data Inflasi AS : Kamis, 19:30 WIB. Data inflasi AS tidak termasuk biaya energi naik 0,3% pada bulan April di tengah kenaikan penampungan dan biaya perawatan medis. Analis memperkirakan naik 0,2% seperti pada bulan Maret. Sementara itu, CPI secara keseluruhan naik 0,1% setelah naik 0,2% pada bulan Maret. Kenaikan itu tertahan oleh penurunan 1,7% pada harga bensin dan tidak ada perubahan harga pangan. Angka April mendukung keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga, menunjukkan tanda-tanda bahwa inflasi bergerak menuju target Fed. CPI diperkirakan naik 0,5% sementara CPI inti diperkirakan sebesar 0,2%.
  1. US Unemployment claims: Kamis, 19:30 WIB. Jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat sedikit pekan lalu, mencapai 279.000, masih di bawah 300.000. Ini adalah minggu ke-14 dimana tingkat klaim di bawah ambang batas 300.000, yang menunjukkan pasar tenaga kerja terus menguat. Para ekonom memperkirakan jumlah klaim akan mencapai 277.000. Empat minggu rata-rata klaim meningkat 3.750 ke 278.750 minggu lalu. Jumlah klaim pengangguran diperkirakan mencapai 278.000 untuk pekan ini.
  1. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis, 21:00 WIB. Sektor Manufaktur di wilayah Philadelphia melemah pada bulan Mei, menurut survey. Prospek bisnis manufaktur Philadelphia Fed jatuh ke level 6,7 di bulan Mei dari level 7,5 pada bulan April. Pesanan baru naik 0,3% setelah 0,7. Indeks pengiriman saat ini juga naik 3 poin dan kondisi Pekerjaan melemah 5 poin menjadi 6,7, dari bulan sebelumnya yang mencapai 11,5. Sektor manufaktur di wilayah New York menemukan beberapa momentum akhir pekan lalu dengan survei manufaktur Empire State memantul kembali ke wilayah positif. Namun, data bulan Mei yang dirilis tetap lemah dari yang diharapkan. Manufaktur sentimen di daerah Philadelphia diperkirakan akan meningkat menjadi 8,1.
  1. Japan rate decision: Jumat : Tentative. Bank of Japan / BoJ memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah pada bulan Mei dan terus melaksanakan operasi pasar uang untuk memastikan basis moneter sebesar 80 triliun yen setahun. Keputusan, yang sejalan dengan perkiraan pasar. BOJ mencatat bahwa ekonomi Jepang terus meningkat. Ekspor meningkat mendorong pertumbuhan di sektor manufaktur dan meningkatkan investasi bisnis. Namun, BoJ juga menyatakan bahwa inflasi akan tetap mendekati 0% dalam waktu dekat karena penurunan harga energi. Tidak ada perubahan tarif diharapkan pada pertemuan kali ini

Analisa Teknikal

EURUSD

Analisa Mingguan EURUSD 15-06-2015

EUR/USD pada grafik 4 jam-an cenderung konsolidasi meski secara umum dari trendline masih bergerak bullish sehingga preferensi untuk pekan ini harga masih akan bergerak ke atas. Rebound yang terjadi pada saat ini ketika harga mendekati area trendline atau Support pada kisaran 1.1128. Perhatikan area Support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal BUY dimana ada potensi harga akan pullback hingga kisaran 1.1305 – 1.1385.

Waspada jika trendline atau Support di 1.1128 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi Bearish dan dan berpotensi akan menekan EURUSD hingga kisaran 1.0968.

GBPUSD

Analisa Mingguan GBPUSD 15-06-2015

GBPUSD bergerak dalam bias bullish pada outlook mingguan. Pergerakan bullish diperkirakan akan berlanjut jika resistance di 1.5597 tembus, dengan potensi target hingga kisaran 1.5693. Namun perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli, sehingga ada kemungkinan harga akan terkoreksi di pekan ini. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 1.5393- 1.5441. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.5500 – 1.5597.

Sebaliknya jika support di 1.5393 ditembus maka ada potensi bias mingguan berubah menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBPUSD hingga kisaran 1.5285.

AUDUSD

Analisa Mingguan AUDUSD 15-06-2015

AUD/USD pada grafik 4 jam-an cenderung konsolidasi dan terlihat membentuk pola Symetrical Triangle yang merupakan pola continuation atau berlanjutnya trend sehingga preferensi untuk pekan ini harga masih akan bergerak ke bawah. Pergerakan Bearish kemungkinan akan berlanjut jika Support dikisaran 0.7672 tembus dengan potensi AUDUSD turun dengan target menguji Support berikutnya dikisaran 0.7597, sebagai alternatif rebound yang terjadi ketika harga mendekati area upper trendline atau Resistance pada kisaran 0.7793. Perhatikan area Resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal SELL dimana ada potensi harga akan rebound hingga kisaran 0.7672.

Waspada jika upper trendline atau Resistance di 0.7793 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi Bullish dan dan berpotensi akan mengangkat AUDUSD hingga kisaran 0.7867.

NZDUSD

Analisa Mingguan NZDUSD 15-06-2015

NZDUSD masih berada di bawah tekanan BEARISH untuk minggu ini. Sebagai skenario tradingnya, Pergerakan Bearish kemungkinan akan berlanjut jika Support dikisaran 0.6940 tembus dengan potensi NZDUSD turun dengan target menguji Support berikutnya dikisaran 0.6795 – 0.6830. Sebagai alternatif perhatikan area resistance di kisaran 0.7010 – 0.7085. Jika pull-back berlanjut ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal SELL di area tersebut dengan sasaran hingga kisaran 0.6940.

Waspadai jika resistance 0.7085 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat NZDUSD hingga kisaran 0.7162

 USDJPY

Analisa Mingguan USDJPY 15-06-2015

USDJPY bergerak dalam bias Bearish pada outlook mingguan. Pergerakan bearish diperkirakan akan berlanjut jika support di 122.45 tembus, dengan potensi target hingga kisaran 121.15. Namun sebagai alternatif, jika harga akan terkoreksi di pekan ini, perhatikan area Resistance di kisaran 123.75 – 124.55. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 122.45.

Sebaliknya waspadai jika Resistance di 124.55 ditembus maka ada potensi bias mingguan berubah menjadi Bullish dan berpotensi akan mengangkat USDJPY hingga kisaran 125.85.

USDCHF

Analisa Mingguan USDCHF 15-06-2015

USDCHF masih berada di bawah tekanan BEARISH untuk minggu ini. Sebagai skenario tradingnya, Pergerakan Bearish kemungkinan akan berlanjut jika Support dikisaran 0.9232 tembus dengan potensi USDCHF turun dengan target menguji Support berikutnya dikisaran 0.9130. Sebagai alternatif perhatikan area resistance di kisaran 0.9398 atau di area trendline. Jika pull-back berlanjut ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal SELL di area tersebut dengan sasaran hingga kisaran 0.9232 – 0.9295.

Waspadai jika resistance 0.9398 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USDCHF hingga kisaran 0.9500

XAUUSD

Analisa Mingguan XAUUSD 15-06-2015

XAU/USD dari trendline pada grafik 4 jam-an, untuk pekan ini harga cenderung masih akan bergerak ke bawah. Pergerakan Bearish kemungkinan akan berlanjut jika Support dikisaran 1173.95 tembus dengan potensi XAUUSD turun dengan target menguji Support berikutnya dikisaran 1162.65, sebagai alternatif perhatikan jika XAUUSD pullback mendekati area upper trendline atau Resistance pada kisaran 1192.25. Perhatikan area Resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal SELL dimana ada potensi harga akan rebound hingga kisaran 1173.95.

Waspadai jika upper trendline atau Resistance di 1192.25 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi Bullish dan dan berpotensi akan mengangkat XAUUSD hingga kisaran 1207.00.

Berapa Kali Sehari Sebaiknya Trading Forex?

Tingginya volatilitas pasar forex memang menjadi penyebab banyaknya peluang yang tercipta yang bisa dimanfaatkan oleh para trader forex. Peluang bisa muncul kapan saja: pagi, siang, sore, malam, atau bahkan dini hari. Tak heran forex trading kian menjadi salah satu bisnis alternatif yang semakin hari semakin banyak peminat.

Kali ini kita justru akan menyoroti tingginya frekuensi peluang keuntungan yang tercipta. Apakah seorang trader forex benar-benar harus melakukan “sikat habis” atas semua peluang yang ada? Ataukah justru harus bersikap “pilih-pilih”? Mana yang benar?

Peluang Berbanding Lurus Dengan Resiko

Kita sudah sama-sama maklum bahwa dalam dunia bisnis (termasuk investasi) berlaku hukum “peluang berbanding lurus dengan resiko”. Artinya semakin besar peluang yang tercipta secara otomatis akan membuat resiko yang dihadapi pun menjadi semakin besar. High risk-high return.

Dengan demikian, peluang yang sangat besar di pasar valas tentu juga diiringi oleh potensi resiko yang besarnya sebanding. Jangan sampai ada pemikiran bahwa setiap transaksi yang Anda lakukan – atau disarankan oleh konsultan Anda – memiliki jaminan bahwa pasti akan memperoleh keuntungan. Tidak ada jaminan seperti itu. Itulah sebabnya dalam setiap kesempatan tim Market Analyst FOREXimf.com selalu mengingatkan perlunya mengantisipasi dan membatasi resiko dengan menerapkan risk management yang baik dan tepat, salah satunya adalah cut loss.

Jangan “Mewajibkan” Trading Tiap Hari

Kembali kepada peluang yang memang sangat besar, Anda juga sebaiknya tidak menjadikan aktivitas trading sebagai “kewajiban” yang harus dilakukan tiap hari. Meskipun misalnya Anda adalah seorang full-time trader yang menjadikan forex trading sebagai satu-satunya mata pencaharian, tetap saja tidak boleh melakukan trading dengan membabi-buta.

Tetaplah mencari peluang yang terbaik berdasarkan analisa yang telah Anda lakukan. Sebagai day trader misalnya, Anda tetap harus mencermati pasar dan mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk membuka posisi.

Jangan “Balas Dendam”

Sering juga seorang trader merasa perlu melakukan transaksi hanya demi “membalas kekalahan” yang terjadi sebelumnya. Ia merasa perlu segera menutupi kerugian yang diakibatkan oleh transaksi sebelumnya dengan membuka transaksi baru secepat mungkin dan seringkali mengabaikan analisa yang baik dan benar. Keinginan untuk segera menebus kerugian yang sebelumnya diderita menjadi motivasi yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Ini yang disebut dengan “trading balas dendam”.

Jangan salah, sikap seperti ini tidak hanya melanda para pemula namun juga para “veteran” yang sudah lama malang melintang di jagad forex trading.

Ketika mengalami loss, para “veteran” justru mendapatkan beban psikologis lebih besar daripada pemula karena biasanya mereka dijadikan “panutan”. Cukup banyak veteran yang merasa malu jika mereka diketahui mengalami kerugian, apalagi jika ternyata mereka menyarankan “pengikut” mereka untuk turut mengikuti mereka membuka posisi yang sama.  Itu akan mencederai ego mereka sehingga mereka terpicu untuk segera “menebus” rasa malu itu dan dengan bernafsu memburu setiap pergerakan harga. Mereka menjadi emosional.

Dalam kondisi psikologis seperti itu seringkali para trader mengabaikan perlunya berhati-hati dalam mengambil keputusan; atau setidaknya kadar kehati-hatian mereka jauh berkurang. Tingkat ketelitian dalam mencermati pergerakan harga juga menurun dan seringkali drastis. Maka tidaklah mengherankan apabila keputusan yang diambil selanjutnya memiliki kualitas yang rendah ditinjau dari sisi analisa.

Selain itu, mereka juga akan cenderung overtrade, yaitu membuka posisi dengan kuantitas yang terlalu besar melampaui toleransi resiko yang telah ditetapkan dalam trading plan. Atau, transaksi yang dilakukan bertubi-tubi dengan harapan agar bisa cepat menutupi kerugian yang diderita sebelumnya.

Ini tidak baik. Ingat kembali bahwa peluang berbanding lurus dengan resiko. Semakin besar, atau semakin sering Anda melakukan transaksi, selain memang membuat peluang untuk mendapatkan untung akan menjadi lebih besar namun juga mengekspos modal Anda untuk menghadapi resiko yang lebih besar. Pikirkan lagi hal tersebut.

Jadi, Berapa Kali Sehari?

Meksipun biasanya seorang day trader melakukan transaksi sekali dalam sehari, sebenarnya tidak ada batasan minimal atau maksimal. Anda sebaiknya membuka posisi jika sudah bisa melihat dengan jelas ada sinyal trading yang valid yang telah disediakan oleh sistem trading yang Anda miliki. Jika tidak ada sinyal valid, saya sarankan untuk tidak melakukan transaksi.

Seringkali bahkan seharian penuh Anda tidak menemukan sinyal trading yang valid. Jika Anda merasa HARUS TRADING HARI ITU niscaya keputusan trading yang Anda ambil tidak akan memiliki dasar analisa yang cukup kuat. Ingatlah bahwa meskipun telah melakukan analisa dengan baik, belum tentu transaksi yang Anda lakukan akan berakhir profit. Maka jika Anda memaksakan diri untuk tetap melakukan transaksi di saat itu sebenarnya Anda telah melakukan gambling. Keputusan yang Anda ambil itu merupakan keputusan yang emosional lantaran Anda galau karena khawatir tidak akan merndapatkan keuntungan di hari itu.

Jika Anda tidak bisa melakukan transaksi di hari ini karena memang tidak ada peluang yang bagus, Anda masih bisa mencoba untuk mencari peluang lain di lain hari. Pasar telah cukup berbaik hati untuk tetap buka selama 24 jam sehari, 5 hari dalam seminggu.

Jadi jika saat ini Anda menggunakan sistem trading yang telah Anda yakini kualitasnya, lakukanlah transaksi hanya jika sistem tersebut memberikan sinyal yang jelas dan valid. Sinyal seperti itu bisa muncul sekali sehari, dua kali sehari, atau bahkan tidak muncul sama sekali. Ikuti saja sinyalnya tiap kali Anda melihatnya dan jangan memaksakan diri untuk bertransaksi jika tidak ada sinyal yang Anda lihat. Sesederhana itu.

Selamat trading.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 8-12 JUNI 2015

US NFP Menggembirakan, Fed Naikkan Suku Bunga?

Data US Non-Farm Payrolls memperlihatkan penambahan lapangan pekerjaan sebesar 280.000 di bulan Mei. Data ini dipermanis dengan data yang memperlihatkan kenaikan pertumbuhan upah. USD menguat tajam pasca rilis data tersebut.

Pekan ini patut diperhatikan data US Unemployment Claims yang akan dirilis di hari Kamis. Meksipun akhir-akhir ini data tersebut cukup volatile, namun selama angkanya dirilis di bawah 300.000 sepertinya masih akan memberikan sentimen positif terhadap USD.

Berikut ini adalah DATA PENTING yang perlu diperhatikan untuk pekan ini.

  1. Pertemuan G7: Minggu-Senin

Para menteri keuangan dan pejabat bank sentral dari 7 negara industri mengadakan pertemuan di Jerman dan mendiskusikan krisis hutang Yunani yang semakin parah di samping kondisi ekonomi global. IMF akan menjadi mediator dalam negosiasi dengan Yunani dalam forum yang “didominasi” oleh Jerman tersebut. Rusia kali ini tidak ambil bagian pada pertemuan tersebut, namun Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa ada banyak cara untuk melakukan komunikasi dengan Presiden Rusia.

  1. Pidato Glenn Stevens: Rabu (10/6), 09.50 WIB

Gubernur RBA, Glenn Stevens akan berbicara di Melbourne. Ia kemungkinan akan membicarakan melambatnya ekonomi Australia.

  1. Pidato Mark Carney: Kamis (11/6), 03.00 WIB

Mark Carney kemungkinan akan berbicara tentang insiden memalukan tentang terungkapnya rencana rahasia Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Dokumen terkait hal tersebut secara tak sengaja terkirim ke editor harian The Guardian.

  1. Data pengangguran Australia: Kamis (12/6), 08.30 WIB

Tingkat pengangguran Australia naik tipis di bulan April, mencapai 6,2%. Tingkat pengangguran di Australia telah berada di atas 6% dalam 11 bulan terakhir, yang mencerminkan bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan di Australia masih lambat.

Tingkat pengangguran selanjutnya diperkirakan tetap berada di 6,2%.

  1. US Retail sales: Kamis (12/6), 19.30 WIB

Data penjualan eceran AS di bulan April tetap tidak memperlihatkan pertumbuhan di tengah menurunnya pembelian kendaraan bermotor. Ini mencerminkan bahwa perekonomian AS masih berusaha untuk kembali ke jalur yang benar setelah terjadinya pelambatan di kuartal pertama tahun ini.

Ini juga menjadi petunjuk bahwa Federal Reserve kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Data penjualan eceran di AS selanjutnya diperkirakan akan naik 1,1% sementarap core retail sales diperkirakan naik 0,7%.

  1. US Unemployment claims: Kamis (12/6), 19.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran di Amerikan Serikat secara mengejutkan turun menjadi 276.000 pekan lalu. Ini berarti klaim tunjangan pengangguran tetap berada di bawah 300.000 selama 13 pekan berturut-turut.

Data selanjutnya diperkirakan akan dirilis di angka 277.000. Seperti diketahui, Federal Reserve mengawasi data tenaga kerja dengan ketat untuk dijadikan pertimbangan sebelum menaikkan suku bunga acuan. Jika data unemployment claims ternyata lebih baik daripada perkiraan, USD kemungkinan besar akan menguat tajam.

  1. US PPI: Jumat (13/6), 19.30 WIB

US PPI melanjutkan penurunan di bulan April seiring berlanjutnya penurunan harga bahan bakar. PPI turun 0,4% untuk ke kita kalinya di tahun ini setelah sempat naik 0,2% di bulan Maret. Dalam 12 bulan terakhir hingga April, PPI jatuh 13%, yang merupakan kejatuhan terbesar sejak tahun 2010.

Kali ini, PPI diperkirakan naik sebesar 0,4%.

Analisa Teknikal

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY GBPUSD 8 MEI 2015

GBP/USD pada grafik 4 jam-an cenderung bergerak bearish karena dalam sehingga preferensi untuk pekan ini harga masih akan bergerak ke bawah. Pullback yang terjadi pada saat ini ketika harga mendekati area resistan pada kisaran 1.52942. Perhatikan area resistan tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal jual dimana ada potensi harga akan tertekan hingga kisaran 1.51692.

Waspada jika resistan 1.52942 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.54341.

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY AUDUSD 8 MEI 2015

AUD/USD pada grafik 4 jam-an terlihat berada dalam kondisi bearish yang ditandai dengan harga bergerak di bawah garis tren yang berfungsi sebagai resistan bagi pergerakan harga.

Perhatikan, jika harga kembali tembus support ke bawah 0.75972 dimana ada potensi harga akan melakukan pergerakan bearish lanjutan dengan potensi target hingga kisaran 0.74440.

Dan perhatikan juga, saat ini harga sedang berpotensi membentuk formasi double bottom dimana ada potensi aussie akan melakukan pull-back ke area 0.77301 merujuk indicator stochastic dan CCI 4 jam yang berada dalam kondisi jenuh jual.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDJPY 8 MEI 2015

USD/JPY bergerak dalam bias bullish pada outlook mingguan. Pergerakan bullish diperkirakan akan berlanjut jika resistance di 125.84 tembus, dengan potensi target hingga kisaran 127.66. Namun perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli, sehingga ada kemungkinan harga akan terkoreksi di pekan ini. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 124.27. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 125.84.

Sebaliknya jika support di 124.27 ditembusmaka ada potensi bias mingguan berubah menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga hingga kisaran 122.51.

 

USD/CHF

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDCHF 8 MEI 2015

Secara umum, USD/CHF pada grafik 4 jam-anberada dalam kondisi bullish dimana harga masih bergerak di atas garis tren. Bias bullish akan semakin kuat jika resistance 0.94327 tembus dan berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.95424.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI berpotensi bearish. Maka dari itu waspadai kemugkinan koreksi. Sebagai skenario alternatif, perhatikanlah area support di kisaran 0.93099 dengan mencari konfirmasi sinyal bullish di area tersebut, dimana ada potensi harga akan rebound hingga kisaran 0.94327.

Tetapi jika support 0.93099 ditembus maka ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 0.91871.

EUR/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY EURUSD 8 MEI 2015

Koreksi terjadi pada pergerakan EUR/USD di grafik 4 jam-an, namun selama support 1.10322 bertahan maka ada potensi harga akan melakukan rebound. Apalagi stochastic dan CCI di chart H4 memperlihatkan indikasi jenuh jual. Meskipun demikian, potensi rebound akan terkonfirmasi jika harga berhasil menembus resistan 1.11646, dimana ada kecenderungan harga akan bergerak hingga kisaran 1.13788.

Waspada jika support 1.10322 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan EUR/USD hingga ke kisaran 1.08180.

NZD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY NZDUSD 8 MEI 2015

NZD/USD pada grafik 4 jam-an terlihat dalam bias mingguan yang cenderung bearish. Kondisi stochastic dan CCI sedang jenuh jual. Potensi bearish akan semakin terbuka untuk pekan ini jika support 0.70227 ditembus dimana ada kemngkinan harga akan bergerak ke kisaran 0.68759.

Meskipun harga berpotensi akan bergerak ke atas, waspadai jika harga bertahan kuat di sekitar resistan 0.71500 dengan mencari sinyal jual yang terkonformasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak menuju support 0.70227.

NZD/USD berpotensi akan melakukan fase pull-back ke area resistance. Hati-hati jika resistance 0.71500 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat NZD/USD menuju kisaran 0.72925.

XAU/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY XAUUSD 8 MEI 2015

Harga emas masih berada di bawah tekanan. Bias mingguan berpotensi masih bearish. Sebagai skenario tradingnya, perhatikan area resistance di kisaran 1179.09 – 1189.25. Jika pull-back berlanjut ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal jual di area tersebut dengan sasaran hingga kisaran 1162.65.

Waspada jika resistance 1189.25 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1205.69.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 1-5 JUNI 2015

Ekonomi AS Alami Kontraksi di Kuartal I-2015

Data GDP Amerika Serikat telah diumumkan dan memperlihatkan indikasi bahwa perekonomian AS mengalami kontraksi sebesar 0,7% di kuartal pertama 2015. Data ini berlawanan dengan data estimasi GDP yang dirilis sebulan yang lalu, yang diperkirakan akan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2%. Para ekonom menilai bahwa data kuartal pertama GDP tersebut tidak akurat dan memperkirakan akan ada peningkatan di kuartal berikutnya. Apalagi data durable goods orders dan sentimen konsumen turut memberikan optimisme akan perekonomian AS.

Berikut ini adalah jadwal rilis data ekonomi penting di pekan ini:

1. US ISM Manufacturing PMI: Senin (1/6), 21.00 WIB

Indes sektor manufaktur AS tidak berubah di bulan April, tercatat di angka 51.5. Angka ini lebih rendah daripada perkiraan yaitu 52.1. Indeks sektor manufaktur AS diperkirakan akan meningkat lagi menjadi 52.8.

2. Keputusan suku bunga Australia: Selasa (2/6), 11.30 WIB

Pada pertemuan di bulan Mei lalu, Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2%, yang merupakan tingkat suku bunga terendah dalam sejarah RBA. Gubernur RBA, Glenn Stevens, menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga kemungkinan akan kembali dilakukan dalam upaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, para ekonom memperkirakan bahwa pemangkasan tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Jadi, di bulan Juni ini RBA diperkirakan menahan suku bunga di 2%.

3. GDP Australian: Rabu (3/6), 08.30 WIB

Perekonomian Australia di kuartal IV-2014 terus tumbuh meskipun tidak terlalu tajam, yaitu sebesar 0,5%; lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya yaitu 0,4%. Data dari sektor non-pertambangan dan tingkat belanja masyarakat cukup menggembirakan. Meskipun demikian, rendahnya tingkat suku bunga, rendahnya harga bahan bakar dan melemahnya dolar Australia ternyata belum memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan. Oleh karena itu ada kemungkinan pemangkasan suku bunga harus kembali dilakukan untuk memicu pertumbuhan ekonomi.

GDP Australia diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,6% kali ini.

4. Pengumuman suku bunga Eurozone: Rabu (3/6), 18.45 WIB

European Central Bank (ECB) menahan suku bunganya pada pertemuan bulan April, di level terendahnya yaitu 0,05%. Suku bunga deposito juga dipertahankan di level minus 0,2%, dimaksudkan untuk mencegah bank-bank swasta dari menumpuk dana cadangan di bank sentral. Presiden ECB, Mario Draghi, menyatakan bahwa kawasan Euro akhirnya telah mulai beranjak dari resesi yang telah berlangsung selama beberapa tahun, namun itu bukan berarti bahwa kebijakan moneter ECB akan berubah. Di saat lemahnya euro telah memicu peningkatan di sektor ekspor, rendahnya harga minyak dunia telah menaikkan daya beli di kawasan tersebut baik dari sisi konsumsi maupun bisnis.

ECB diperkirakan masih akan menuyuntikkan dana hingga lebih dari 1 triliun euro hingga September 2016 untuk kawasan euro dengan cara membeli obligasi. Langkah ini dimaksudkan untuk menaikkan tingkat inflasi kawasan euro ke target jangka menengah ECB yaitu di kisaran 2% atau sedikit di bawahnya. Pada pertemuan kali ini, ECB diperkirakan akan tetap menahan suku bunganya di 0,05%.

5. US ADP Non-Farm Payrolls: Rabu (3/6),19.15 WIB

Jumlah lapangan pekerjaan di sektor swasta Amerika Serikat bertambah sebesar 169.000 di bulan April, Menurut ADP National Employment Report. Angka ini meleset di bawah perkiraan yaitu 199.000, juga berada di bawah data bulan Maret yaitu 175.000. Dengan demikian, data di bulan April berada di bawah 200.000 dan ini merupakan yang ke dua kalinya dalam dua bulan berturut-turut. Meskipun demikian, jatuhnya harga minyak dunia dan menguatnya USD membantu peningkatan lapangan pekerjaan. Penambahan lapangan pekerjaan di sektor swasta AS diperkirakn naik sebesar 200.000 di bulan Mei.

6. US Trade Balance: Rabu (3/6), 19.30 WIB

Defisit neraca perdagangan AS naik di bulan Maret menjadi sebesar $51,4 milyar karena naiknya jumlah impor sebesar 7,7%. Defisit neraca perdagangan ini merupakan defisit yang terbesar dalam 6 setengah tahun terakhir; mencerminkan bahwa kontraksi ekonomi terjadi di kuartal pertama 2015. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi terjadi di bulan April, yang mencerminkan bahwa kontraksi yang terjadi di bulan Maret itu hanya bersifat sementara.

Dalam laporan terpisah, Institute of Supply Management melaporkan bahwa indeks pertumbuhan di sektor jasa mengalami peningkatan menjadi 57.8 di bulan April, yang mana merupakan angka tertinggi sejak November tahun lalu. Sementara itu, sektor ekspor hanya mengalami peningkatan sebesar 0,9% di bulan Maret.

Defisit neraca perdagangan AS kali ini diperkirakan membaik menjadi hanya minus 44,2 milyar USD di bulan April.

7. US ISM Non-Manufacturing PMI: Rabu (3/6), 21.00 WIB

Aktivitas di sektor jasa mengalami peningkatan di bulan April, menjadi 57.8; lebih baik daripada data di bulan Maret yaitu 56.5. Data tersebut juga lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya, yaitu 56.2.

Data tersebut meningkatkan optimisme bahwa ekonomi AS telah pulih dari kontraksi yang terjadi di kuartal I-2015.

Data selanjutnya diperkirakan turun tipis, menjadi 57.2.

8. Pengumuman suku bunga Inggris: Kamis (4/6), 18.00 WIB

Bank of England (BoE) masih mempertahankan suku bunga di level 0,05%, yang juga merupakan level terendahnya sepanjang masa. Kebijakan tingkat suku bunga rendah ini telah berjalan lebih dari enam tahun. Dengan rendahnya tingkat suku bunga memang menyebabkan bunga tabungan kecil, namun di sisi lain para debitur juga mendapatkan manfaat dari rendahnya bunga pinjaman.

BoE masih mempertahankan QE sebesar 375 milyar poundsterling dan masih berjuang untuk menaikkan tingkat inflasi ke kisaran 2%. Tingkat inflasi di Inggris berada di kisaran 0% di bulan Februari dan Maret lalu. Tingkat inflasi diperkirakan akan tetap rendah hingga setidaknya kuartal pertama di tahun 2016. Para pejabat BoE bahkan menyatakan bahwa tingkat inflasi bisa saja berubah menjadi negatif di suatu saat di bulan-bulan mendatang karena rendahnya harga minyak dunia.

Para ekonom memperkirakan BoE belum akan mengubah tingkat suku bunganya pada pertemuan kali ini.

9. US Unemployment Claims: Kamis (4/6), 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran di Amerika Serikat naik di pekan lalu, menjadi 282.000. Peningkatan ini terjadi di luar dugaan namun secara umum jumlah klaim pengangguran masih tetap turun sejak tahun 2009, mencerminkan bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan di AS masih tetap berada dalam trend yang positif.

Pekan ini, jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan mencapai 277.000.

10. US Non-Farm Payrolls: Jumat (5/6), 19.30 WIB

Jumlah lapangan pekerjaan naik di bulan April, dengan penambahan sebesar 223.000. Data ini seakan mengobati kekecewaan yang terjadi di bulan Maret, ketika penambahan lapangan pekerjaan hanya sebesar 85.000. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 5,4%, yang merupakan tingkat terendah sejak Mei 2008.

Pertumbuhan gaji lebih rendah daripada perkiraan, hanya naik 0,1% dibandingkan data bulan Maret yang naik sebesar 0,2%.

Secara umum, data NFP menunjukkan bahwa ekonomi AS menyediakan lapangan pekerjaan dengan baik, yang dianggap oleh Federal Reserve mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang baik untuk bulan-bulan mendatang.

Lapangan pekerjaan di AS diperkirakan akan bertambah sebesar 224.000 dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap 5,4%.

Analisa Teknikal

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 1 JUNI 2015

EUR/USD masih bergerak dalam bias bearish untuk pekan ini. Pull-back telah terjadi ke area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 1.09668-1.10586. Stochastic dan CCI memperlihatkan sinyal bearish di chart H4. Dengan demikian pekan ini euro kemungkinan akan melemah hingga kisaran 1.09099-1.08180.

Waspadalah jika resistance 1.10586 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar akan diikuti oleh penguatan euro hingga kisaran 1.11155-1.12074.

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 1 JUNI 2015

AUD/USD masih bergerak dalam bias bearish untuk pekan ini. Pelemahan Aussie diperkirakan akan berlanjut jika support 0.76166 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.75642-0.75056.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance di kisaran 0.77014-0.77537. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 0.76690-0.76166.

Waspadalah jika resistance 0.77537 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar akan diikuti oleh penguatan Aussie hingga kisaran 0.77861-0.78385.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 1 JUNI 2015

GBP/USD masih bergerak dalam bias bearish untuk pekan ini. Pelemahan sterling diperkirakan akan berlanjut jika support 1.52341 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.51243-1.50016.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance di kisaran 1.54117-1.55214. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1.53438-1.52341.

Waspadalah jika resistance 1.55214 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar akan diikuti oleh penguatan sterling hingga kisaran 1.55893-1.56990.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 1 JUNI 2015

USD/JPY masih bergerak dalam bias bullish untuk pekan ini. Pelemahan yen diperkirakan akan berlanjut jika resistance 124.450 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 125.351-126.359.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area support di kisaran 122.992. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 123.549-124.450.

Waspadalah jika support 122.992 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bearish dan kemungkinan besar akan diikuti oleh penguatan yen hingga kisaran 121.533-120.632.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 1 JUNI 2015

USD/CHF terkoreksi dan sempat jatuh ke bawah MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam, namun telah kembali bergerak di atas 0.93833 sekaligus menguji kembali MA 50 di chart H4. Dengan demikian masih ada potensi rebound pekan ini dengan syarat jika harga kembali tembus ke atas 0.94441, dengan sasaran hingga kisaran 0.94817-0.95424.

Waspadalah jika harga kembali tembus ke bawah 0.93833 karena dengan demikian bias mingguan akan kembali berubah menjadi bearish dan kemungkinan besar akan diikuti oleh penguatan Swiss franc hingga kisaran 0.93457-0.92850.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 1 JUNI 2015

NZD/USD masih bergerak dalam bias bearish untuk pekan ini. Pelemahan Kiwi diperkirakan akan berlanjut jika support 0.70794 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.70053-0.69225.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance di kisaran 0.71993-0.72733. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 0.71535-0.70794.

Waspadalah jika resistance 0.72733 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar akan diikuti oleh penguatan Kiwi hingga kisaran 0.73191-0.73932.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 1 JUNI 2015

Harga emas masih bergerak dalam bias bearish untuk pekan ini. Pull-back telah terjadi ke area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 1193.46-1201.59. Stochastic dan CCI memperlihatkan sinyal bearish di chart H4. Dengan demikian pekan ini harga emas kemungkinan akan kembali melemah hingga kisaran 1188.43-1180.30.

Waspadalah jika resistance 1201.59 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar akan diikuti oleh penguatan harga emas hingga kisaran 1206.62-1214.75.