Strategi Menjadi Trader Forex “Part-Time”

Tidak semua orang bisa menjadi trader full-time. Baru saja saya berdiskusi secara online dengan seorang pembaca blog FOREXimf.com bernama Flankie. Beliau mengkritisi pernyataan saya dalam artikel berjudul “Solusi Mengatasi 6 Penyebab Kegagalan Trading” yang saya buat hampir setahun yang lalu. Di situ saya mengatakan bahwa salah satu kegagalan dalam forex trading adalah tidak fokus dan ini biasanya menjangkiti kebanyakan trader pemula, terutama part-timer.

Saya tidak “mengharamkan” status part-time trader. Saya juga mengawali karir trading saya dari situ. Yang saya kritisi justru adalah ketidakfokusan dalam melakukan aktivitas trading; salah satunya adalah ketika melakukan analisa.

Fokus sangat penting. Bayangkan apabila ketika Anda sedang asyik melakukan analisa lalu anak Anda merengek minta ditemani merakit Lego. Jika Anda kemudian memarahi anak Anda karena dianggap mengganggu, maka itu akan menjadi preseden buruk untuk Anda sebagai ayah. Ingat, Anda telah bekerja sepanjang hari dan ia membutuhkan perhatian Anda. Atau, Anda belum menjadi ayah? Mungkin kekasih, atau istri Anda yang bisa jadi akan meminta perhatian “lebih”. 🙂

Intinya, saya ulangi: fokus sangat penting untuk menjaga kualitas analisa yang Anda lakukan ketika trading.

Tidak ada salahnya memang menjadi trader forex part-time. Ada beberapa strategi yang bisa Anda jalankan. Misalnya bagi Anda hanya bisa trading di malam hari mungkin bisa memilih melakukan transaksi di pasangan mata uang yang memang lebih aktif di malam hari.

Nah, berikut ini saya pilihkan untuk Anda beberapa di antara banyak strategi yang bisa dijalankan oleh trader forex part-time.

Pilih Waktu Yang Cocok

Berbicara mengenai memilih waktu juga adalah berarti memilih pasar. Jika Anda bekerja mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore, berarti Anda bisa melakukan trading sebelum Anda berangkat ke kantor atau setelah pulang dari kantor. Saya tidak menyarankan Anda melakukan trading ketika Anda bekerja di kantor, terutama jika status Anda adalah karyawan biasa, bukan bos. Kecuali Anda siap menghadapi resiko yang terjadi seandainya bos Anda naik darah lantaran pekerjaan tidak beres karena Anda sibuk melakukan analisa dan memantau posisi trading. 🙂

Selain itu melakukan forex trading di tengah aktivitas rutin di kantor tentu akan membuat Anda kehilangan fokus. Ingat, seperti yang dikatakan di atas: fokus sangat penting.

Sesuaikan waktu luang yang Anda miliki dengan waktu aktif pasar. Biasanya, mata uang bergerak aktif ketika pasar asal mereka aktif. Misalnya, AUD dan NZD biasanya akan lebih aktif di waktu market New Zealand dan Sydney. Yen biasanya akan lebih aktif ketika pasar Tokyo buka, dan sebagainya. EUR dan GBP biasanya akan lebih aktif ketika pasar Eropa dan London buka, sementara pasar New York akan mempengaruhi aktivitas USD.

Ini daftar waktu aktif pasar keuangan dunia:

Forex Trading

Ketika pasar Tokyo, Eropa dan Inggris aktif, Anda bisa mencoba untuk melakukan transaksi EUR/JPY, EUR/GBP, atau GBP/JPY. Ketika pasar New York aktif, Anda bisa memilih major currency pair seperti EUR/USD, GBP/USD dan pasangan mata uang lain yang berpasangan dengan USD.

Namun tentu saja itu tidak mengikat. Tidak berarti mata uang tersebut di atas tidak akan aktif jika pasar asalnya tidak aktif. Jadi, bisa saja AUD menjadi aktif meskipun pasar yang aktif saat itu adalah pasar New York, misalnya. Banyak faktor yang bisa menjadikan suatu pasangan mata uang bergerak sangat aktif.

Poin yang lebih penting adalah mencari waktu yang tepat untuk melakukan transaksi forex trading dan usahakan di waktu tersebut ada pergerakan harga yang signifikan.

Sebagai informasi, pergerakan harga yang lebih signifikan terjadi biasanya ketika pasar Eropa, London dan New York buka. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat, itu terjadi di kisaran pukul 14.00-21.00 WIB. Terkadang bahkan pergerakan signifikan terjadi hingga pukul 22.00 WIB.

Untungnya kita tinggal di Indonesia, di mana kita masih bisa mencoba untuk menangkap peluang tersebut meskipun berstatus sebagai trader part-time. Seorang rekan saya, trader forex asal New Mexico, Amerika Serikat, pernah bertutur bahwa trader Indonesia sangat beruntung karena mereka bisa trading dengan tenang saat pasar sangat aktif, tanpa harus terganggu oleh rutinitas pekerjaan harian.

Nah, untuk itu Anda bisa mencoba untuk melakukan trading ketika sudah pulang kantor. Namun sekali lagi, ini tidak mengikat. Yang penting Anda menemukan waktu untuk bisa trading tanpa gangguan agar bisa FOKUS.

Manfaatkan Stop-Loss

Sebagai part-timer, waktu yang Anda miliki tentu tidak seleluasa full-time trader. Anda hanya bisa melakukan transaksi dengan waktu yang terbatas. Keterbatasan itu mau tidak mau harus membuat Anda mencari “rekan” yang bisa dipercaya untuk menjaga transaksi yang Anda lakukan. “Rekan” yang paling efisien justru adalah komputer Anda sendiri.

Lho, bagaimana caranya?

Anda tentu menginstall MetaTrader di komputer, laptop, atau smartphone Anda bukan? Nah, Anda tinggak memasang stop-loss untuk setiap transaksi yang Anda lakukan. Jadi ketika trading time Anda sudah habis untuk hari itu, Anda bisa melakukan aktivitas lain dengan tenang karena sudah ada yang mengantisipasi resiko untuk Anda.

Penggunaan smartphone adalah hal lain. Memang bisa membantu Anda melakukan trading di mana pun Anda berada, tentu saja selama tersambung dengan internet. Namun jangan salah mengartikan bahwa Anda pasti bisa leluasa ber-forex trading-ria saat jam kerja karena merasa dipermudah oleh smartphone. Trading bukan hanya masalah kepraktisan namun juga – lagi-lagi – fokus.

Jadi, jika Anda ingin trading atau memantau pasar saat meeting penting di kantor, pastikan Anda memiliki kemampuan untuk membagi perhatian namun tetap bisa memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi untuk kedua hal tersebut. Jika tidak, jangan deh.

Gunakan Time-Frame Besar, “Intip” Sesekali

Kebanyakan part-timer tidak cocok menjadi scalper. Sekali lagi: kebanyakan. Mungkin ada beberapa part-timer yang bisa eksis sebagai scalper, namun tidak banyak karena metode scalping membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi daripada metode lain. Maka dari itu metode yang cocok untuk part-timer pada umumnya adalah day trading.

Untuk itu pergunakanlah time-frame yang besar untuk melakukan analisa. Paling kecil mungkin adalah time-frame H1 (1 jam).

Nah, untuk ini ada tips yang bisa Anda manfaatkan, namun hanya untuk mereka yang benar-benar bisa membagi waktu di sela-sela kesibukan pekerjaan. Hati-hati, tips ini tidak direkomendasikan untuk mereka yang super sibuk dan tidak bisa memecah konsentrasi. Apalagi bagi para pekerja yang senantiasa diawasi oleh atasan.

Ketika Anda mempergunakan time-frame H1 maka candlestick chart akan berganti setiap satu jam sekali. Ini bisa Anda manfaatkan untuk sesekali “kabur” sejenak dari rutinitas Anda dan melongok chart barang dua atau lima menit untuk melihat perkembangan pasar. Anda bisa melakukannya setiap 1 jam sekali, atau bahkan dua hingga tiga jam sekali karena seringnya tidak ada perubahan signifikan dalam waktu satu jam.

Lebih panjang time-frame yang Anda pergunakan, berarti makin jarang frekuensi Anda mengintip chart.

Trading Jangka Panjang

Katakanlah Anda tidak bisa mengatur waktu reguler untuk trading. Jangan berkecil hati karena masih ada hal yang bisa Anda lakukan.

Anda bisa mempergunakan time-frame yang lebih besar daripada H1, misalnya H4 atau lebih besar. Konsekuensinya tentu saja transaksi yang Anda lakukan bukan lagi bersifat day trade, melainkan lebih panjang; mungkin bisa seminggu atau lebih. Namun hal ini justru memberikan keleluasaan bagi Anda, karena Anda hanya perlu mengecek keadaan transaksi Anda sekali dalam sehari dan tidak membutuhkan waktu yag lama; mungkin hanya sepuluh atau lima belas menit. Ini karena target dan batasan resiko yang Anda tetapkan akan menjadi lebih besar daripada jika Anda melakukan day trading.

The Bottom Line

Meskipun pasar forex berlangsung selama 24 jam sehari dan 5 hari seminggu, bukan berarti Anda harus tetap online selama itu. Bahkan trader full-time pun tidak ada yang seperti itu. Trader full-time tetap memilih waktu yang sesuai dengan strategi trading yang mereka miliki.

Tidak ada yang salah menjadi trader part-time, selama Anda bisa fokus dan memiliki strategi yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Happy hunting.

Berpikir Positif Dalam Forex Trading? Perlu Ya?

Pasar forex adalah “makhluk” yang sebenarnya misterius. Mungkin seperti bajaj di Ibukota, tidak ada yang tahu ke mana ia akan belok. Karena itulah seringkali dalam perjalanan forex trading kita merasakan pasar tidak bergerak sesuai dengan keinginan kita. Mungkin juga pada saat itu keraguan mulai muncul, “Benar nggak sih saya bisa menghasilkan sukses dengan forex?”

Sukses. Kata itu menjadi tujuan bagi siapa pun: pelajar, mahasiswa, supir bajaj, pebisnis dan tentu saja trader. Masalahnya, menjadi sukses tidak bisa instan. Kita membutuhkan proses untuk mengembangkan kemampuan sebagai trader. Di situlah tantangannya, mengingat sebagai trader Anda tentu setiap hari harus berhadapan dengan pasar yang tiada menentu. Belum lagi faktor-faktor non-teknis sebagai manusia, tentu Anda biasa bersinggungan dengan masalah-masalah sosial seperti rekan kerja yang payah, anak dan istri yang menuntut perhatian, hutang, pacar gelap… #eh.

Bagaimana cara Anda menghadapi sekian banyak masalah – sebagai manusia yang juga trader – akan menentukan bagaimana arah karir trading Anda. Sukses, atau justru terpuruk?

Berpikir Positif

Saya yakin ada waktu di mana Anda baru saja kehilangan beberapa puluh, ratus, atau ribu dolar karena loss. Mungkin saat itu Anda berada dalam kondisi psikologis yang terendah dan berpikir, “Ah… kalau tahu begini, aku tidak akan trading. Lebih baik uangku dipergunakan untuk membeli mobil atau tanah.”

Jika Anda pernah – atau mungkin sedang – berada dalam kondisi seperti itu, maka saat itulah waktu yang tepat untuk rehat dan mencoba menggali kembali optimisme Anda melalui cara berpikir yang lebih positif. Percayalah, jika saat itu Anda bertemu dengan seorang trader forex yang sukses maka ia akan berkata pada Anda, “Saya pernah berada di posisi seperti Anda. Saat seperti inilah saat yang menentukan arah pilihan Anda. Namun saya berhasil mengubah mindset saya dan berpikir positif sebisa mungkin dalam setiap situasi. Itulah yang penting bagi seorang trader.”

Bagaimana caranya agar bisa berpikir positif?

Sebenarnya harus dimulai dari diri sendiri. Mungkin terdengar konyol dan klise, namun cobalah awali hari Anda dengan penuh semangat terbarukan (mirip slogan Pertamina ya?).

Anda pernah mengikuti seminar motivasi? Mungkin juga Anda skeptis, namun trik meningkatkan “energi positif” yang biasa diadakan di seminar semacam itu bisa Anda coba. Salah satu caranya adalah mengucapkan kalimat-kalimat positif pada diri Anda sendiri. Misalnya, “Saya optimis hari ini bisa meraih profit.” Oh ya, jangan lupa untuk mengucapkannya dengan penuh semangat.

Eliminasi Pikiran Negatif

Ada positif, tentu ada negatif. Pikiran positif akan kalah jika Anda masih memiliki pikiran negatif. Maka, Anda perlu menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Jika Anda berhasil melakukan hal itu maka dengan sendirinya pikiran-pikiran positif akan memenuhi otak Anda.

Pasar senantiasa bergerak naik-turun; seperti yang dikatakan tadi, ia misterius. Tak ada yang bisa tahu pasti ke mana ia akan bergerak. Kemungkinan akan mengalami loss sudah pasti tidak bisa dihilangkan. Dengan demikian pasti prestasi trading Anda juga akan mengalami pasang-surut.  Semua trader forex mengalami hal tersebut.

Iya: semua tanpa terkecuali. Nah, jika memang semua trader mengalami hal tersebut, bagaimana mungkin ada orang-orang yang bisa menjadi trader sukses? Lha iya, mereka pun mengalami hal tersebut. Yang membedakan mereka dengan trader gagal adalah sikap mereka menghadapi resiko. Mereka menghadapinya dengan penuh percaya diri. Meskipun mengalami loss, tidak pernah hal tersebut mengendap dalam pikiran mereka karena kalau itu terjadi maka hal itu akan segera berubah menjadi pikiran negatif tiap kali mereka akan melakukan transaksi forex trading. Pikiran negatif seperti itulah yang seringkali menghalangi keberhasilan seseorang.

Contoh paling mudah: pengalaman loss menyebabkan seorang trader menjadi takut untuk kembali melakukan transaksi. Padahal bisa jadi analisanya memang sudah tepat dan potensi memperoleh profit jauh lebih besar daripada resiko loss.

Berpikirlah bahwa Anda akan menjadi trader forex yang sukses. Namun ingat: percaya diri bukan berarti gegabah apalagi sombong. Kepercayaan diri akan terbentuk dari pengetahuan, pengalaman dan kemampuan berpikir positif.

Lakukan yang terbaik yang Anda bisa. Berpikir positif merupakan langkah permulaan yang kecil namun dampaknya sangat luar biasa.

Buktikan saja sendiri.

Tentang Quote, Desimal, Nilai Pip dan Position Sizing

Ketika mengecek komentar-komentar yang masuk sebagai respon atas tulisan saya di blog FOREXimf.com berjudul “Position Sizing: Rahasia Profit Trading Forex, saya melihat ada pertanyaan dari seorang pembaca bernama Ikhsan, “Bagaimana cara menghitung (menentukan jumlah lot, pen.) untuk USD/JPY yang lima desimal? Balance saya $ 1000 dengan resiko 5%? Stop loss 100 pips.”

Hm… sejujurnya saya belum pernah melihat broker forex yang memberikan quote harga USD/JPY dengan lima angka desimal. Setahu saya quote untuk USD/JPY umumnya menggunakan dua hingga tiga angka desimal. Bahkan, untuk currency pair yang counter currency-nya adalah JPY, setahu saya maksimal tiga desimal.

Munculnya pertanyaan seperti yang saya kutip di atas membuat saya berpikir, sepertinya masih ada rekan trader yang keliru memahami arti “desimal”. Jadi, daripada kekeliruan seperti itu berlanjut, kali ini saya ingin menjelaskan sedikit mengenai quote dua desimal, tiga desimal, empat desimal dan lima desimal.

Quote, desimal dan nilai pip

Dalam bahasa matematika, “lima angka desimal” itu artinya “lima angka di belakang koma”. Nah, dalam quote harga yang biasa kita lihat, “koma” tersebut digantikan oleh “titik”.

Contoh:

120.12 adalah contoh quote dengan DUA DESIMAL.

120.123 adalah contoh quote dengan TIGA DESIMAL.

1.1234 adalah contoh quote dengan EMPAT DESIMAL.

1.12345 adalah contoh quote dengan LIMA DESIMAL.

Tetapi, sebenarnya mau berapa desimal-pun caranya sama saja.

Ikhsan mengatakan bahwa batasan stop loss yang ia tetapkan adalah sejauh 100 pips. Masalahnya, 100 pips di USD/JPY belum bisa diketahui berapa USD persisnya, sebelum kita mengetahui di level harga berapa stop loss itu ditempatkan. Yang kita tahu, 100 pips tersebut (untuk quote dengan TIGA desimal) adalah senilai 10,000 JPY (sepuluh ribu yen). Dari mana nilai tersebut kita peroleh?

Ceritanya bermula dari rumus berikut ini:

Pip Value = Minimum Price Fluctuation x Contract Size

Rumus di atas adalah rumus untuk menentukan nilai per pip dalam forex trading.

Contract size untuk forex (reguler) adalah sebesar 100,000 (seratus ribu) base currency. Dalam quote USD/JPY yang menggunakan tiga desimal, maka Minimum Price Fluctuation-nya adalah 0.001. Jika angka-angka tersebut kita masukkan ke dalam rumus di atas, maka hasilnya adalah:

Pip Value = 0.001 (JPY/USD) x 100,000 USD = 100 JPY

Jadi, 1 pip untuk USD/JPY dengan quote 3 desimal adalah senilai 100 JPY.  Dengan demikian, 100 pips itu senilai dengan 10,000 JPY (sepuluh ribu yen).

Mohon jangan bingung karena saya justru menggunakan “koma” untuk memisahkan ribuan, bukannya titik. Itu lumrah dipergunakan dalam cara penulisan internasional. Di samping itu, “titik” dalam forex trading justru dipergunakan untuk memisahkan DESIMAL, bukan ribuan.

Jadi, ketika kita berbicara dalam “bahasa forex trading”, mulailah membiasakan diri dengan tata cara penulisan ini. Tentu saja kebiasaan itu tidak perlu dibawa-bawa ketika kita berbicara tentang hal-hal di luar trading. Harus bisa menyesuaikan waktu dan tempat.

Perhitungan untuk dua desimal

Nah, kalau misalnya ternyata quote USD/JPY adalah DUA DESIMAL, berarti Minimum Price Fluctuation-nya adalah 0.01. Dengan demikian, berasumsi bahwa besarnya Contract Size adalah 100,000 (seratus ribu) base currency, maka perhitungan nilai per pip (pip value)-nya adalah sebagai berikut:

Pip Value = 0.01 (JPY/USD) x 100,000 USD = 1,000 JPY

Ikhsan telah menentukan batasan resiko 5% dari $1,000 berarti besarnya stop loss hanyalah $50 sekali “tembak”.

Jika stop loss sejauh 100 pips, itu berarti senilai 100,000 JPY (seratus ribu yen). Pertanyaannya kemudian, 100,000 JPY itu senilai berapa USD? Pertanyaan ini BELUM BISA DIJAWAB sebelum kita mengetahui DI LEVEL BERAPA stop loss itu ditempatkan. Begitu kita mengetahui di level berapa stop loss ditempatkan, maka kita tinggal memasukkan angka tersebut ke rumus yang telah saya contohkan dalam artikel di atas.

Misal: Ikhsan melakukan buy di 120.00. Lalu secara teknikal Ikhsan melihat bahwa level stop loss adalah di harga 119.00 (sejauh 100 pips). Itu artinya, ketika harga menyentuh 119.00; stop loss Ikhsan itu senilai dengan kira-kira 840.34 USD.

Angka itu diperoleh dari rumus yang bisa Anda temukan dalam artikel saya yang membahas position sizing. Rumusnya seperti di bawah ini:

forex trading, strategi forex, broker forex

Karena batasan resiko Ikhsan hanya 50 USD per transaksi (5% dari $1,000), dengan menerapkan rumus dalam artikel tentang position sizing tersebut di atas maka Ikhsan hanya boleh masuk posisi sebesar  0.05 lot.

Perhitungannya seperti ini:

forex trading, strategi forex, broker forex

Sayangnya, di FOREXimf.com atau di pialang legal Indonesia lainnya, minimum lot adalah 0.1 lot. Dengan demikian, berdasarkan trading plan seperti yang disampaikan oleh Ikhsan, ia tidak bisa masuk posisi. Solusinya adalah memperbesar batasan resiko atau memperkecil jarak stop loss.

Kalau seandainya memang quote yang Anda lihat untuk USD/JPY adalah LIMA DESIMAL, Anda pun sebenarnya tinggal memasukkan angka-angka tersebut seperti dalam contoh ini.

Selamat berhitung.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 25-29 MEI 2015

Suku Bunga Fed Batal Naik Juni Ini?

Minutes dari pertemuan FOMC yang berasal dari pertemuan tanggal 28-29 April lalu mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan di bulan Juni 2015. Meskipun ada optimisme bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) akan terus pulih, pada kenyataannya data ekonomi terkini yang diumumkan memperlihatkan bahwa masih ada pelambatan perekonomian. Para pejabat Fed juga merasa kecewa karena rendahnya harga minyak dunia tidak diikuti oleh pertumbuhan ekonomi yang signifikan; belum lagi tingkat inflasi yang relatif rendah.

The Fed telah menegaskan bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga hingga memiliki “keyakinan yang beralasan” bahwa inflasi sedang bergerak menuju target 2%.

Sementara itu, aksi quantitative easing yang dijalankan European Central Bank masih memberi beban pada euro. Dari Inggris, tingkat inflasi terjun ke bawah 0%. Dari Jepang, angka GDP ternyata muncul melampaui perkiraan.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting di pekan ini:

  1. US Durable Goods Orders: Selasa (26/5), 19.30 WIB

Sektor manufaktur AS mengalami rebound di bulan Maret di tengah ekspansi yang terjadi di industri transportasi. Tingkat pemesanan barang tahan lama naik sebesar 4% menjadi 204,2 milyar dolar, menutupi penurunan sebesar 1,4% yang terjadi di bulan Februari. Meskipun demikian, tingkat pemesanan inti yang tidak mengikutsertakan sektor transportasi mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi 159,9 milyar dolar. Data tersebut melengkapi pelemahan yang terjadi dalam tujuh bulan terakhir berturut-turut, yang mencerminkan bahwa pertumbuhan kuartal ke-2 tahuan ini kemungkinan tidak akan sebaik perkiraan. Tingkat pemesanan barang tahan lama diperkirakan akan turun sebesar 0,4% sementara pemesanan inti kemungkinan justru akan naik 0,5%.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (26/5), 21.00 WIB

Tingkat keyakinan konsumen di bulan April turun menjadi 95.2 dari 101.4 yang tercatat di bulan Maret, di tengah lambatnya pertumbuathan lapangan pekerjaan. Penurunan ini merupakan yang terendah di tahun 2015. Angka selanjutnya diperkirakan akan tercat di 95.3.

  1. GDP Inggris: Kamis (28/5), 15.30 WIB

Menurut rilis data pendahuluan untuk kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi Inggris hanya bertambah 0,3%. Data ini kemungkinan akan direvisi menjadi 0,4%. Adalah penting mengamati data ini karena sebelumnya pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan melambat.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (28/5), 19.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran AS naik sebesar 10.000 pekan lalu, menjadi 274.000. Meskipun terjadi peningkatan, angka tersebut tetap berada di bawah 300.000; mencerminkan bahwa sektor lapangan pekerjaan masih berada dalam tren penguatan. Pekan ini diperkirakan akan tercatat sebesar 272.000.

  1. US GDP: Jumat (29/5), 19.30 WIB

Menurut rilis data pertama untuk kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi tahunan hanya 0,2% dan ini di bawah perkiraan. Pertumbuhan kemungkinan akan lebih lambat lagi kali ini, dengan kontraksi sekitar 0,9%. Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, mendiskusikan kemungkinan menaikkan suku bunga jika sektor tenaga kerja memperlihatkan pertumbuhan yang substansial dan signifikan.

Analisa Teknikal

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 25 MEI 2015

EUR/USD berada di bawah tekanan; menguji support 1.09701 saat analisa ini dibuat. Pelemahan euro diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.08531-1.07222.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Maka, sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di 1.12180. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1.10871-1.09701.

Hati-hati jika resistance 1.12180 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan euro hingga kisaran 1.13489-1.14659.

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 25 MEI 2015

AUD/USD berada di bawah tekanan; menguji support 0.78021 saat analisa ini dibuat. Pelemahan Aussie diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.77175-0.76229.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Maka, sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di 0.79390-0.80236. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 0.78867-0.78021.

Hati-hati jika resistance 0.80236 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan Aussie hingga kisaran 0.80759-0.81605.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 25 MEI 2015

GBP/USD berada di bawah tekanan; menguji support 1.54455 saat analisa ini dibuat. Pelemahan sterling diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.53048-1.52613.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Maka, sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di 1.55862-1.56732. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1.55324-1.54455.

Hati-hati jika resistance 1.56732 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan sterling hingga kisaran 1.57270-1.51813.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 25 MEI 2015

USD/JPY bergerak dalam bias bullish; menguji resistance 121.766 saat analisa ini dibuat. Pelemahan yen diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 122.447-123.210.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Maka, sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area support yang berada di 120.663-119.982. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 121.085-121.766.

Hati-hati jika support 110.982 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan yen hingga kisaran 119.560-118.879.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 25 MEI 2015

USD/CHF bergerak dalam bias bullish; menguji resistance 0.94584 saat analisa ini dibuat. Pelemahan Swiss franc diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.95439-0.96435.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Maka, sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area support yang berada di 0.93106-0.92216. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 0.93657-0.94548.

Hati-hati jika support 0.92216 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan Swiss franc hingga kisaran 0.91665-0.90774.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 25 MEI 2015

NZD/USD berada di bawah tekanan; menguji support 0.72800 saat analisa ini dibuat. Pelemahan Kiwi diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.72135-0.71391.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Maka, sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di 0.73876-0.74541. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 0.73465-0.72800.

Hati-hati jika resistance 0.74541 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan harga Kiwi hingga kisaran 0.74592-0.75617.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 25 MEI 2015

Harga emas berada di bawah tekanan; menguji support 1201.45 saat analisa ini dibuat. Pelemahan harga emas diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1189.67-1182.39.

Sementara itu perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Maka, sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di 1213.23-1220.51. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1208.73-1201.45.

Hati-hati jika resistance 1220.51 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh penguatan harga emas hingga kisaran 1225.01-1232.29.

Mengupas Strategi Locking Dalam Forex Trading

Ayo, jujur saja, berapa banyak di antara Anda yang dengan sadar melakukan cut loss ketika kerugian yang diderita telah mencapai batasan resiko? Sepertinya sedikit. Sekarang pertanyaannya diganti: berapa banyak di antara Anda yang lebih memilih melakukan strategi locking (populer juga dengan sebutan hedging) ketika kerugian terjadi? Sepertinya jauh lebih banyak. Tetapi apakah strategi locking ini benar-benar efisien untuk diterapkan dalam forex trading?

“Locking” itu yang bagaimana sih?

Pelaku locking  biasanya memaparkan argumen seperti ini:

“Begini lho… misal saya buy 1 lot EUR/USD di level 1.39500, lalu harga turun ke 1.39000. Di situ kan saya floating loss $500 toh? Nah, di level 1.39000 itu saya lalu open sell 1 lot. Jadi posisi saya sudah aman, ke mana pun harga bergerak, loss saya tetap hanya sebesar $500.”

forex trading, strategi forex, broker forex

Lalu biasanya “kubu anti-locking” menyanggah, “Lho, lalu apa bedanya dengan melakukan cut loss? Bukankah dengan cut loss juga sama: ke mana pun harga akan bergerak, loss Anda tetap hanya sebesar $500?”

Terkadang dijawab dengan enteng, “Yaah… setidaknya nggak sakit-sakit amat….”

Tetapi kelompok pro-locking “garis keras” biasanya menjawab dengan penuh semangat, “Tapi kan saat locking itu saya belum loss. Hanya sementara saja. Nanti kalau harga turun misalnya ke 1.38500 dan saya melihat ada potensi rebound, saya buka locking-annya. Caranya, posisi sell yang di 1.39000 tadi dilepas, nah kan ada profit sebesar $500. Kan lumayan tuh.

Nah kalau nanti setelah itu harga naik lagi ke 1.39000, posisi saya sudah impas. Posisi buy tadi bisa saya tutup. Kalau lanjut ke 1.39500, total saya untung $500, yang diperoleh dari posisi sell yang tadi. Kalau naiknya lebih tinggi lagi, misal ke 1.40000, untung saya jadi dua kali lipat!”

forex trading, strategi forex, broker forex

Skenario ini memang hanya salah satu “varian” buka-tutup locking. Sebenarnya ada setidaknya empat varian teknik buka-tutup. Saya tidak akan membahasnya satu per satu, karena pada dasarnya sama saja.

Hm… terdengar masuk akal ya? Kalau jawaban Anda adalah “ya”, waspadalah, mungkin Anda perlu berpikir ulang. Mengapa?

Izinkan saya menjelaskan.

Equity is The King!

Mari kita kutip dan telaah bagian per bagian argumen trader Pro-locking di atas, “Tapi kan saat locking itu saya belum loss. Hanya sementara saja….”

Hm… benarkah sementara? Mari kita kaji.

Asumsikan trader tersebut memiliki modal sebesar $10,000. Berdasarkan skenario di atas, ketika harga turun ke 1.39000, ia mengalami loss sebesar $500. Tepat di saat itu, equity yang ia miliki sudah berkurang, tinggal $9,500.

forex trading, strategi forex, broker forex

Locking 3 a

Ketika sudah melakukan locking, ke mana pun harga bergerak, equity tidak akan berkurang juga tidak bertambah. Nah, ketika ia melakukan OPEN SELL 1 lot di harga 1.39000, sesungguhnya tanpa ia sadari, ia telah menutup posisi BUY yang ia buka di harga 1.3950!

Lho,kok begitu? Bukannya posisi Buy-nya masih ada?

Coba baca lagi kalimat dalam kotak kuning di atas. Ketika trading, yang dilihat adalah equity, bukan balance. Dalam skenario di atas, equity sudah berkurang sebesar $500. Tidak ada bedanya dengan melakukan cut loss!

forex trading, strategi forex, broker forex

Ups! See now? Memang posisi buy masih ada, tapi apa artinya jika tidak mempengaruhi equity? Tak ada. 🙂

Locking memang “menahan” agar balance tetap berada di angka semula, namun ingat-ingat lagi aturan di “kotak kuning” di atas.

Sebentar, ini belum selesai. Masih ada yang lebih “seru”. Yuk, kita lanjutkan.

Semu

Kita bedah lagi argumen pro-locking di atas.

“… kalau harga turun misalnya ke 1.38500 dan saya melihat ada potensi rebound, saya buka locking-annya. Caranya, posisi sell yang di 1.39000 tadi dilepas, nah kan ada profit sebesar $500. Kan lumayan tuh….”

Jika benar-benar dicermati, profit sebesar $500 itu sebenarnya semu.

Sekali lagi: dalam trading, kekuatan modal ada di equity!

“Profit” sebesar $500 itu memang tercatat di account history dan masuk ke balance, tetapi coba kita cermati lagi.

Jangan lupa, masih ada posisi BUY yang terbuka di 1.39500. Apa yang terjadi pada posisi buy tersebut? Tentu saja, pada saat harga berada di 1.38500 maka loss yang dialami posisi buy tersebut sudah membengkak menjadi -$1,000. Minus seribu dolar.

forex trading, strategi forex, broker forex

Jadi, meskipun posisi SELL @ 1.39000 di-close dan menghasilkan “profit” sebesar $500, pada kenyataannya equity tidak bertambah karena posisi BUY yang “tertinggal” masih memiliki tanggungan loss sebesar $1000. Jadi, pada saat itu, keadaannya masih loss $500. Equity tetap masih berada di angka $9,500, bahkan bisa jadi kurang dari itu kalau komisi dan swap (kalau ada) turut dihitung.

Nah lho!

Utopis

Selanjutnya dikatakan juga: “… Nah kalau nanti setelah itu harga naik lagi ke 1.39000, posisi saya sudah impas. Posisi buy tadi bisa saya tutup. Kalau lanjut ke 1.39500, total saya untung $500, yang diperoleh dari posisi sell yang tadi. Kalau naiknya lebih tinggi lagi, misal ke 1.40000, untung saya jadi dua kali lipat!”

Jika pasar memang menuruti skenario tersebut, alangkah indahnya. Namun kita telah lama sama-sama sepakat bahwa pasar memiliki kehendaknya sendiri.

Bagaimana seandainya jika setelah posisi sell ditutup, namun harga justru semakin terpuruk? Tentu kerugian yang diderita akan semakin besar. Terlalu berharap harga akan bergerak sesuai keinginan kita adalah hal yang utopis dalam forex trading.

forex trading, strategi forex, broker forex

Seperti yang dikatakan di atas, ini baru satu varian teknik buka-tutup locking dalam forex trading. Mungkin kaum ­pro-locking akan berkata, “Kalau diperkirakan harga akan turun, justru yang dibuang itu posisi buy-nya. Posisi sell dibiarkan, karena akan profit.”

Sebentar, berarti cut loss juga dong? Ah… mengapa tidak dari awal?

Banyak alasan yang bisa dikemukakan untuk membenarkan tindakan locking saat loss. Tetapi jika diurutkan lagi dengan perhitungan equity seperti yang diuraikan di atas, akan terlihat bahwa selain menyita waktu dan pikiran, strategi ini juga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan equity. Dibandingkan dengan cut loss, beban psikologisnya akan semakin besar.

Sekarang kita bandingkan dengan jika Anda melakukan cut loss.

forex trading, strategi forex, broker forex

Setelah cut loss dilakukan di level 1.39000, tak ada lagi beban pikiran. Loss adalah loss. Sudah tinggal sejarah. Titik.

Ketika harga turun ke 1.38500, jika Anda melihat ada potensi rebound (seperti yang dilihat oleh pelaku locking), Anda bisa kembali membuka posisi buy. Meskipun tetap ada resiko harga akan terus turun, beban psikologis Anda tak akan seberat pelaku locking. Mengapa?

Sinyal buy di level 1.38500 sangat mungkin tidak muncul di hari yang sama ketika locking dibuka (dalam hal ini adalah dengan menutup posisi sell). Mungkin saja muncul di hari berikutnya, atau justru dua hari kemudian. Tidak ada yang tahu persis. Pengguna teknik locking, kemungkinan besar tidak akan bisa tidur selelap trader yang telah melakukan cut loss.  Bagaimana jika seandainya harga terus turun ketika ia tertidur, sementara ia tak bisa kembali melakukan locking?

Tentu saja masih ada argumen: pasang stop order. Sell stop di level 1.38000. Ah, locking lagi. Tentu akan kembali menyita waktu dan pikiran.

Kalau cut-loss? Ya sudah. Seperti yang dikatakan tadi: hanya tinggal sejarah. Tidak akan mempengaruhi keputusan transaksi selanjutnya.

Tidak sepenuhnya “haram”

Begitupun, saya tidak menyatakan bahwa hukum locking dalam forex trading adalah sepenuhnya “haram”. Silakan jika Anda ingin menjalankan teknik ini, namun Anda harus memenuhi spesifikasi ini:

  • Sangat berpengalaman. Jika Anda adalah pemula, sangat tidak disarankan mempergunakan teknik ini.
  • Sangat akurat. Ingat, posisi selanjutnya yang Anda ambil akan sangat mempengaruhi posisi sebelumnya. Jika akurasi analisa Anda tidak tinggi, hindari mempergunakan teknik ini.
  • Tidak emosional. Jika saat trading Anda masih cenderung emosional, mempergunakan teknik locking hanya akan memperburuk kondisi psikologis Anda. Pada gilirannya akan menghancurkan akun trading Anda.

Sebenarnya ada teknik locking yang lebih aman dan “benar”. Seperti apa itu?

Tunggu saja. Akan kita bahas di artikel lain.

Sampai jumpa.

Pentingnya Mengantisipasi Bahaya Dalam Forex Trading

Anda tentu sudah sering mendengar bahwa potensi atau peluang keuntungan yang ditawarkan oleh forex trading sedemikian besarnya. Contoh mudah saja: perhatikanlah pergerakan harga harian lewat grafik/chart. Pergerakan sebesar 1000-2000 pips per hari (untuk quote/harga dengan lima desimal)  bukanlah hal yang luar biasa. Dengan asumsi 1 pip senilai $1, itu artinya harga bergerak sejauh $1000-$2000 per hari. Bayangkan jika Anda memulai transaksi buy di harga terendah hari tertentu, lalu harga kemudian naik sejauh 1000 pips, itu artinya Anda akan memperoleh keuntungan sebesar $1000 di hari itu.

Ada potensi, ada resiko

forex trading, strategi forex, broker forex

Gambar di atas adalah “rekaman” pergerakan harga untuk currency pair USD/CHF. Berdasarkan pergerakan tanggal 15 Mei 2015, Anda bisa melihat bahwa rentang harga terendah (0.91135) hingga harga tertinggi di hari tersebut (0.92540) adalah sejauh 1405 pips. Itu artinya setara dengan $1405.

Pada tanggal 16 Mei 2015, terlihat pergerakan sejauh 1107 pips, yang artinya setara dengan $1107. Itulah bukti bahwa potensi di forex trading memang besar.

Seandainya Anda telah melakukan transaksi Buy di harga – katakanlah – kisaran 0.91524, lalu transaksi tersebut Anda tutup di 0.92631, itu berarti Anda memperoleh keuntungan sebesar sekitar $1107.

Tetapi, itu jika perkiraan Anda benar. Bagaimana seandainya harga turun drastis setelah Anda membuka posisi Buy? Tentu saja Anda akan rugi.

Jadi jelaslah, bahwa peluang yang ditawarkan dalam forex trading berbanding lurus dengan resiko yang dihadapi. Untuk itulah tak bosan-bosannya saya mengingatkan pentingnya manajemen resiko alias risk management.

Antisipasi resiko sebelum terjadi

Anda tentu sering mendengar peribahasa, “Sedia payung sebelum hujan.” Pesannya jelas, jangan tunggu kehujanan dulu baru sibuk mencari-cari payung. Artinya, jangan tunggu terjadi “sesuatu” baru Anda sibuk memikirkan jalan keluarnya. Jika dihubungkan dengan trading, jangan tunggu mengalami loss baru Anda kebingungan mencari jalan keluarnya.

Resiko selalu ada.  Anda bisa mengalami loss kapan saja saat melakukan transaksi. Itu harus Anda sadari sebelum memulai transaksi agar bisa mempersiapkan langkah antisipasi yang sesuai. Untuk itu, siapkan teknik manajemen resiko yang tepat dalam trading plan Anda.

Jika Anda sudah mempersiapkan teknik manajemen resiko, maka ketika terjadi loss Anda akan segera bisa menentukan langkah apa yang akan diambil. Sejauh ini, kami masih merekomendasikan cut loss sebagai alat manajemen resiko yang paling efektif dan efisien. Meskipun demikian, bukan berarti Anda tak boleh menggunakan alat lain semisal cost averaging atau bahkan martingale sekalipun. Hanya saja yang harus diingat adalah cost averaging apalagi martingale menyimpan potensi resiko yang lebih besar. Anda pun harus mempersiapkan langkah-langkah antisipasi jika pasar tidak “bersetuju” dengan teknik tersebut.

Intinya, persiapkan langkah-langkah antisipasi resiko jauh sebelum Anda meng-klik tombol buy atau sell.

Don’t play “macho man” with forex market

Saya lupa kapan dan di mana persisnya saya memperoleh istilah “macho man”. Yang jelas, istilah “macho man” kira-kira berarti “sok jago”. Ini sebenarnya penyakit yang umum menjangkiti trader. Mungkin bahkan Anda tanpa sadar terjangkiti penyakit tersebut.

Pernahkah Anda:

  • merasa transaksi yang akan Anda lakukan pasti akan berbuah profit?
  • membiarkan posisi floating loss karena yakin harga akan berbalik arah sesuai dengan keinginan Anda?
  • membombardir pasar dengan lot raksasa karena yakin akan mendapatkan keuntungan dengan cepat?
  • menambah atau melipatgandakan posisi saat mengalami floating loss?

Jika Anda menjawab “ya” pada salah satu (atau bahkan semua!) pertanyaan di atasmaka saat itu Anda sedang terjangkit penyakit “macho man”.

Ingatlah bahwa Anda tidak bisa menentukan arah pergerakan pasar. Seandainya pasar diibaratkan padang pasit, Anda hanyalah ibarat setitik debu di padang pasir yang tidak memiliki kekuatan apa pun, apalagi jika bermimpi ingin mengubah arah angin yang bertiup. Ups, lebay ya?

Tetapi memang demikianlah adanya. Di atas kita telah berulang-ulang menyebutkan masalah resiko dalam forex trading. Dikombinasikan dengan ketidakmampuan Anda melawan pasar, maka playing “macho man” jelas merupakan tindakan bunuh diri.

Penutup

Baru saja dunia kepecintaalaman berduka atas meninggalnya Erri Yunanto akibat tergelincir dari Puncak Garuda di gunung Merapi, jatuh ke dalam kawah. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada almarhum, kita bisa menarik pelajaran penting dari peristiwa tersebut: jangan melakukan tindakan berbahaya yang di luar kapasitas kemampuan kita.

Kerugian terjadi bukan hanya karena ada resiko di pasar, tetapi bisa juga karena perilaku trader itu sendiri. Waspadalah, waspadalah!

ANALISA FOREX MINGGUAN: 18-22 MEI 2015

Ekonomi AS Kembali Melambat?

USD kembali dibayangi oleh tanda-tanda pelambatan ekonomi Amerika Serikat. Data penjualan eceran (retail sales) pekan lalu mengecewakan dengan tidak adanya peningkatan alias nol persen. Indeks harga produsen juga turun 0,4% di bulan April setelah di bulan sebelumnya sempat naik 0,2%. Indeks sentimen konsumen turun menjadi 88,6 dari 95,9. Meskipun demikian, klaim tunjangan pengangguran masih melanjutkan tren penurunan, mencapai 264.000 pekan lalu dari angka 265.000 di pekan sebelumnya.

Apa saja data penting yang perlu diperhatikan pekan ini? Berikut ulasannya.

  1. Data inflasi Inggris: Selasa (19/5), 15.30 WIB

Data CPI Inggris masih berada di kisaran 0% di bulan Maret; ini berarti sudah dua bulan berturut-turut. Penurunan harga minyak dunia merupakan penyebab utama penurunan tingkat inflasi. Para ekonom berpendapat bahwa inflasi akan mulai naik di pertengahan tahun 2015 setelah tekanan terhadap harga minyak dunia berkurang. Di bulan April, data CPI diperkirakan tidak akan berubah.

  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (19/5), 16.00 WIB

Sentimen investor Jerman secara tak terduga turun di bulan April, setelah sebelumnya mengalami kenaikan selama enam bulan berturut-turut. Salah satu penyebabnya adalah efek ketidakpastian hutang Yunani. Meskipun demikian ECB meyakinkan bahwa perekonomian Jerman akan terus menguat berkat kebijakan stimulus ekonomi di Eropa. Indeks sentimen investor Jerman kali ini diperkirakan akan jatuh lagi menjadi 50.1.

  1. US Building Permits: Selasa (19/5), 19.30 WIB

Jumlah izin mendirikan bangunan tempat tinggal yang dikeluarkan di bulan Maret mengalami penurunan sebesar 5,7% dibandingkan Februari, menyentuh angka 1.039.000. Data ini mencerminkan bahwa ekonomi AS masih berjuang untuk pulih setelah awal yang mengecewakan di tahun 2015. Jumlah izin mendirikan bangunan bulan April diperkirakan naik menjadi 1.070.000.

  1. GDP Jepang: Rabu (20/5), 06.50 WIB

Ekonomi Jepang menguat di kuartal IV-2014 sebesar 0,6%. Terjadi peningkatan di sektor ekspor sebesar 0,2% seiring dengan pelemahan yen yang menaikkan permintaan dari luar negeri. Pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal I-2015 diperkirakan mencapai 0,4%.

  1. FOMC Meeting Minutes: Kamis (21/5), 01.00 WIB

Dalam pertemuan terakhir yang digelar bulan April lalu, Fed membuka peluang untuk kenaikan suku bunga. Meskipun ada kekhawatiran tentang prospek perekonomian, pernyataan yang dikeluarkan tetap bernada hawkish. Minutes yang akan dirilis diperkirakan akan memperlihatkan kekhawatiran yang lebih besar terhadap perekonomian AS dan mungkin akan menekan USD.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (21/5), 19.30 WIB

Angka klaim pengangguran terus berkurang, di pekan lalu mencapai angka 264.000. Ketua Fed, Janet Yellen, terus memantau data tenaga kerja untuk memutuskan apakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga atau tidak. Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan naik tipis menjadi 267.000.

  1. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (21/5), 21.00 WIB

Indeks manufaktur yang dirilis Federal Reserve Philadelphia secara mengejutkan naik menjadi 7.5 poin di bulan April, dari 5.0 di bulan Maret. Data selanjutnya diperkirakan naik lagi menjadi 8.3 untuk bulan Mei.

  1. Keputusan suku bunga Jepang: Jumat (22/5), tentative

Bank of Japan memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter meskipun gagal mencapai target inflasi 2%. Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, mengatakan bahwa tidak diperlukan perubahan kebijakan moneter dan menyebut rendahnya harga minyak dunia sebagai penyebab rendahnya inflasi. BOJ diperkirakan tidak akan mengubah tingkat suku bunga dalam waktu dekat.

  1. Data inflasi AS: Jumat (22/5), 19.30 WIB

CPI naik 0,2% di bulan Maret, melanjutkan kenaikan yang terjadi di bulan sebelumnya. Meskipun demikian untuk basis tahunan, angka inflasi justru turun sebesar 0,1%. CPI diperkirakan naik sebesar 0,1% dan core CPI diperkirakan naik 0,2% di bulan April.

Analisa Teknikal

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18 MEI 2015

Untuk outlook mingguan, EUR/USD masih bergerak dalam uptrend. Saat analisa ini dibuat harga sedang bergerak di area resistance 1.14659. Penguatan euro diperkirakan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.15283-1.15981.

Stochastic dan CCI overbought di chart H4. Sebagai skenario trading alternatif, perhatikan juga area support di kisaran 1.13337. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda masih bisa mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1.14035-1.14659.

Waspadalah jika support 1.13337 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.12639-1.12015.

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18 MEI 2015

Aussie terkoreksi hingga ke area support Fibonacci yang berada di kisaran 0.80465-0.79762. Stcohastic memperlihatkan sinyal bullish, sementara CCI oversold di chart 4 jam. Maka preferensi untuk pekan ini adalah bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 0.80901-0.81605.

Hati-hati jika support 0.79762 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.79326-0.78622.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18 MEI 2015

Untuk outlook mingguan, GBP/USD. Koreksi terjadi mendekati area support di kisaran 1.56380-1.55292. Perhatikan juga area support tersebut. Jika koreksi terjadi ke dalam area tersebut, Anda masih bisa mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1.57052-1.58139.

Waspadalah jika support 1.55292 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.54620-1.53533.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18 MEI 2015

USD/JPY masih bergerak sideway jika dilihat di gambaran yang lebih besar, namun untuk pekan ini cenderung bergerak dalam bias bearish. Perhatikan area kisaran 119.409-119.737 untuk mencari konfirmasi sinyak jual dengan potensi target hingga kisaran 119.207-118.879.

Hati-hati jika resistance 119.737 tembus karena hal tersebut akan membuka potensi bagi pergerakan bullish hingga kisaran 119.939-120.267.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18 MEI 2015

USD/CHF secara umum masih bergerak dalam bias bearish. Kemungkinan harga akan melanjutkan pergerakan turun hingga kisaran 0.91435-0.9074. Tetap waspadai kemungkinan pull-back kembali ke area resistance di kisaran 0.91844-0.92504.

Hati-hati jika harga berhasil tembus ke atas 0.92504 karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.92913-0.93574.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18 MEI 2015

Di chart 4 jam, NZD/USD berhasil tembus ke atas trendline dan sempat tembus ke atas MA 20 dan MA 50. Koreksi kembali terjadi ke area support yang berada di kisaran 0.74680-0.74097. Tunggulah konfirmasi sinyal bullish sebelum kembali membuka posisi beli dengan potensi rebound hingga kisaran 0.75040-0.75623.

Hati-hati jika support 0.74097 tembus karena hal tersebut akan mengembalikan bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kiwi hingga kisaran 0.73737-0.73154.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18 MEI 2015

Untuk outlook mingguan, harga emas masih bergerak dalam uptrend. Saat analisa ini dibuat harga sedang bergerak di area resistance 1227.19. Penguatan euro diperkirakan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1238.61-1251.39.

Stochastic dan CCI overbought di chart H4. Sebagai skenario trading alternatif, perhatikan juga area support di kisaran 1208.70-1197.38. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda masih bisa mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1215.77-1227.19.

Waspadalah jika support 1197.38 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan emas hingga kisaran 1190.21-1178.79.

Forex Trading: Dari Politik, Gempa, Hingga Perang

Pasar forex merupakan pasar finansial yang teraktif sekaligus terbesar di dunia. Wajar, mengingat semua aktivitas ekonomi selalu melibatkan uang, terlebih aktivitas ekspor dan impor yang mau tak mau harus melibatkan valuta asing. Perputaran uang per hari mencapai USD 4 triliun; fluktuasi yang tercipta pun tak jarang terjadi dalam rentang harga yang lebar. Inilah salah satu penyebab forex trading semakin populer. Broker forex pun bermunculan di mana-mana, termasuk di Indonesia.

Pasar forex dunia selalu terkait satu sama lain, karena perputaran uang yang terjadi pun global. Itulah sebabnya kejadian-kejadian penting di penjuru dunia bisa dengan cepat mempengaruhi nilai tukar mata uang tertentu. Karena satu mata uang juga terkait dengan mata uang lain dalam currency pair, secara tidak langsung penguatan atau pelemahan mata uang tersebut juga berdampak pada mata uang lainnya.

Cukup banyak pertanyaan melalui webinar atau live chat mengenai apa saja yang bisa mempengaruhi naik-turunnya harga. Ini sebenarnya sudah masuk ke ranah analisa fundamental. Nah, kali ini kita akan membahas secara umum apa saja peristiwa yang bisa mempengaruhi harga.

Indikator/data ekonomi

Data ekonomi dirilis oleh instansi tertentu yang memberikan informasi pertumbuhan sektor ekonomi suatu negara seperti tingkat inflasi, suku bunga oleh bank sentral lapangan pekerjaan dan tingkat pengangguran, neraca perdagangan, perumahan, penjualan retail, sentimen bisnis dan sebagainya.

Selain itu perlu juga diperhatikan komentar atau pernyataan-pernyataan resmi yang berhubungan dengan kebijakan atau prospek ekonomi dari pejabat terkait seperti menteri keuangan atau menteri ekonomi, juga pejabat bank sentral.

Politik

Pemilu juga bisa berdampak cukup besar terhadap nilai mata uang suatu negara. Para pelaku pasar biasa melihat hasil pemilu sebagai pintu masuk bagi penentu kebijakan ekonomi negara tersebut. Jika pemenang pemilu adalah kubu yang dirasa “berpihak” pada kemajuan perekonomian, seringkali mata uang negara tersebut akan menguat. Contoh terbaru mungkin adalah pemilu di Inggris beberapa hari yang lalu. Kemenangan kubu Konservatif dengan rekam jejak kebijakan ekonomi yang cukup baik direspon oleh penguatan poundsterling.

Seringkali bahkan hasil survey-survey politik yang dilakukan telah membentuk sentimen pasar akan prospek ekonomi ke depan. Meskipun belum terbukti hasil ataupun kinerja pemerintahan yang baru, seringkali hasil survey telah direspon.

Ini juga termasuk – misalnya – apabila kandidat kuat calon pemimpin negara dipercaya bisa menelurkan kebijakan positif bagi ekonomi.

Kita ambil contoh kasus dari dalam negeri. Mungkin masih segar dalam ingatan Anda tentang “Jokowi Effect” beberapa waktu yang silam. Meskipun saat itu belum terbukti, Jokowi telanjur menjadi figur yang cukup disenangi, sehingga pencalonannya saja pun telah mampu mempengaruhi nilai tukar rupiah dan IHSG.

Namun perkembangan politk selanjutnya justru membuat pelaku pasar”wait and see”. Rupiah masih tetap tertekan, IHSG pun naik-turun meskipun masih berada dalam uptrend sejak Jokowi menjabat presiden. Pergulatan politik yang terjadi meredam optimisme pasar. Kendati masih mempercayai program-program yang dicanangkan, namun ada kekhawatiran program tersebut akan dijegal oleh kepentingan beberapa golongan.

Intinya, jika situasi politik dianggap tak bersahabat bagi pertumbuhan ekonomi, maka biasanya pasar juga akan merespon negatif.

Bencana alam

Bencana alam yang luar biasa juga bisa berdampak. Gempa bumi, banjir, atau badai bisa merusak kehidupan rakyat suatu negara.  Secara langsung atau tidak, bisa juga berdampak pada nilai tukar mata uang.

Kerusakan infrastruktru memerlukan perhatian khusus karena ketersediaan infrastruktur dasar merupakan tulang punggung perekonomian. Jika tidak tersedia infrastruktur yang memadai, output ekonomi suatu kawasan tentu akan terganggu atau bahkan lumpuh. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki dan merevitalisasi; tentu harus diambil dari dana yang dimiliki oleh pemerintah yang bisa jadi semestinya dipergunakan untuk keperluan pertumbuhan ekonomi.

Tingkat belanja masyarakat juga bisa dipastikan akan berkurang karena mereka harus fokus pada upaya pemulihan pasca bencana. Jika respon pemerintah dianggap lambat, tingkat kepercayaan masyarakat – dan investor –  juga akan berkurang. Belum lagi jika ternyata negara tersebut harus melakukan impor barang jika tak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri akibat kerusakan infrastruktur. Pada tahapan yang ekstrim, ini bisa berakibat pada pelambatan ekonomi.

Perang

Dampak terjadinya perang juga sama dengan bencana alam. Kerusakan infrastruktur yang masif terjadi saat perang. Biaya yang dikeluarkan saat perang juga sangat besar, hampir pasti akan menyedot dana dari sektor lain; termasuk ekonomi.

Aktivitas perekonomian akan terganggu. Lebih daripada itu, perasaan aman yang diinginkan setiap investor juga sudah barang tentu akan hilang ketika terjadi perang; minimal terkikis. Ketika investor merasa tak aman, mereka akan angkat kaki dari sana.

Meskipun demikian, terjadinya perang juga bisa jadi akan membawa manfaat bagi sektor tertentu, misalnya industri. Contohnya adalah seperti yang terjadi pada Amerika Serikat saat berlangsungnya Perang Dunia II. Amerika Serikat resmi melibatkan diri dalam perang setelah Jepang menyerang Peral Harbor, tragedi sejarah yang memilukan sekaligus memalukan bagi negeri adidaya tersebut.

Terlibatnya Amerika Serikat dalam Perang Dunia II membuat sektor industri di negara tersebut bangkit dari keterpurukan akibat Resesi Besar (Great Recession, sekitar tahun 1930-an). Sektor industri digenjot untuk memenuhi kebutuhan logistik dan persenjataan angkatan perang. Namun tetap saja kebangkitan ekonomi di atas terbunuhnya puluhan juta nyawa bukanlah pilihan yang baik. But that’s another topic.

The Bottom Line

Pada dasarnya, peristiwa-peristiwa penting dunia memberikan dampak bagi pergerakan harga pasar, termasuk di forex.  Inti dari tulisan ini adalah untuk menunjukkan bahwa nilai tukar mata uang suatu negara tergantung pada pertumbuhan ekonomi negara tersebut; sementara kondisi ekonomi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang telah dibicarakan di atas.

Terlepas dari gaya trading Anda, tidak ada salahnya memiliki pengetahuan akan hal-hal yang dipaparkan di atas. Setidaknya bisa memperluas wawasan Anda tentang faktor-faktor yang bisa mempengaruhi keputusan orang di dunia forex trading.

ANALISA FOREX MINGGUAN 11-15 MEI 2015

Sektor Pekerjaan AS Selamatkan USD

USD cenderung tertekan pekan lalu, namun tertolong oleh rilis data Non-Farm Payrolls di akhir pekan yang memperlihatkan penambahan lapangan pekerjaan sebanyak 223.000 di bulan April, naik dibandingkan data bulan Maret. Meskipun detil data yang dirilis beragam namun secara umum positif.

Euro berhasil menguat ke kisaran level tertinggi Februari namun kembali terkoreksi, kendati secara teknikal trend jangka menengah masih memperlihatkan uptrend. Dari Inggris ada kabar bahwa partai Konservatif memenangkan suara terbanyak dalam pemilu; yang direspon dengan penguatan poundsterling.

Berikut adalah data ekonomi yang perlu diperhatikan di pekan ini:

  1. Keputusan Suku Bunga Inggris: Senin (11/5), 18.00 WIB

Bank of England (BOE) memutuskan untuk mempertahankan tingka suku bunga di level 0,5% pada pertemuan di bulan April. Menurut BOE langkah tersebut diambil menyusul data inflasi yang lebih rendah daripada perkiraan. Menurunnya inflasi dikaitkan dengan kejatuhan harga minyak dunia. Ekonomi Inggris sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 3% sepanjang tahun 2014. Meskipun petumbuhan ekonomi melambat di tahun 2015, ada kemungkinan akan naik di bulan-bulan mendatang. BOE tetap mempertahankan stimulus ekonomi sebesar 375 milyar dalam bentuk pembelian obligasi pemerintah guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Inggris. Suku bunga diperkirakan belum akan berubah kali ini.

  1. GDP Jerman: Rabu (13/5), 13.00 WIB

Perekonomian Jerman tumbuh melebihi perkiraan di kuartal IV-2014. GDP naik sebesar 0,7% berkat naiknya permintaan domestik karena rendahnya inflasi dan meningkatnya penghasilan masyarakat. Apalagi rendahnya bunga deposito – mendekati area negatif – tidak menarik minat masyarakat untuk menabung. Pertumbuhan GDP diperkirakan akan mencapai 0,5%.

  1. Data tenaga kerja Inggris: Rabu (13/5), 15.30 WIB

Klaim pengangguran di Inggris turun ke level terendah dalam empat puluh tahun; turun ke angka 772.000 di bulan Maret. Ini merupakan angka terendah sejak tahun 1975. Pertumbuhan gaji melambat dengan drastic karena tingkat inflasi mencapai kisaran nol persen. Meskipun demikian tingkat pendapatan masyarakat diperkirakan akan meningkat dengan cepat di tahun 2015 ini. Angka lapangan pekerjaan naik menjadi 743.000 di kuartal pertama tahun 2015, yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 2001. Jumlah klaim pengangguran kali ini diperkirakan turun menjadi 20.100.

  1. Laporan inflasi oleh Mark Carney: Rabu (13/5), 16.30 WIB

Gubernur BOE, Mark Carney, dijadwalkan akan memberikan laporan inflasi di London. Carney mengatakan bahwa bank sentral sebaiknya tidak terlalu melawan rendahnya tingkat inflasi saat ini denga memberikan stimulus ekonomi karena rendahnya inflasi ini bersifat semntara terkait rendahnya harga minyak dunia.

  1. US Retail sales: Rabu (13/5), 19.30 WIB

Data penjualan eceran di Amerika Serikat (AS) naik untuk pertama kalinya sejak November tahun lalu; naik sebesar 0,9%. Naiknya pembelian kendaraan bermotor dan lain-lain menandakan bahwa pelambatan ekonomi yang terjadi di kuartal I-2015 hanya bersifat sementara. Sementara itu, penjualan inti (tanpa unsur kendaran bermotor) naik sebesar 0,4% di bulan Maret, sedikit lebih rendah daripada perkiraan yaitu 0,6%. Untuk data penjualan eceran kali ini, diperkirakan akan meningkat 0,3% sementara penjualan inti diperkirakan naik 0,4%.

  1. US PPI: Kamis (14/5), 19.30 WIB

Indeks Harga Produsan AS naik sebesar 0,2% di bulan Maret, membalas penurunan yang terjadi berturut-turut dalam empat bulan sebelumnya. Harga bahan bakar telah kembali stabil, namun rendahnya permintaan global mungkin akan tetap menekan inflasi untuk beberapa waktu ke depan. Rendahnya tingkat inflasi ini kemungkinan akan membuat Federal Reserve kembali menunda kenaikan suku bunga. Indeks Harga Produsen diperkirakn naik 0,1% di bulan April.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (14/5), 19.30 WIB

Klaim tunjangan pengangguran hanya naik sebanyak 3.000 di pekan lalu, menjadi 265.000. Peningkatan tipis ini memperkuat argumen bahwa sektor pekerjaan di AS masih positif. Pekan ini, klaim pengangguran diperkirakn naik menjadi 271.000.

  1. US UoM Consumer Sentiment: Jumat (15/5), 21.00 WIB

Tingkat keyakinan kosumen di AS naik menjadi 95.9 di bulan April, setelah mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut. Tingkat keyakinan konsumen diperkirakan naik lagi menjadi 96.5 kali ini.

Analisa Teknikal

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 11 MEI 2015

EUR/USD telah tembus ke bawah trendline yang terlihat di chart H4; juga telah bergerak di bawah MA 50. Dengan demikian bias mingguan untuk pekan ini tidak lagi sepenuhnya bullish. Untuk pekan ini, perhatikan area resistance yang berada di kisaran 1.11895-1.12664 untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target di kisaran 1.11420-1.10652.

Sebaliknya waspadalah jika resistance 1.12664 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.13126-1.13907.

AUD/USD

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 11 MEI 2015

Ada potensi terbentuk pola symmetrical triangle di chart H4 AUD/USD. Pola ini pada dasarnya adalah pola bullish continuation. Maka dari itu perhatikanlah area garis resistance dari pola tersebut (hijau putus-putus); jika tembus dengan sempurna maka kemungkinan besar AUD/USD akan melanjutkan pergerakan bullish dengan sasaran hingga kisaran 0.82282-0.83699.

Sebaliknya waspadalah jika justru garis support dari pola yang sedang terbentuk itu tembus (merah putus-putus); hal itu akan membatalkan pola symmetrical triangle tersebut dan akan membuka peluang bagi pelemahan Aussie hingga kisaran 0.77863-0.76817.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 11 MEI 2015

GBP/USD masih bergerak dalam bias bullish, menguji area resistance di 1.55216. Penguatan sterling diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.56240-1.57400.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan juga area support yang berada di kisaran 1.53559-1.52535. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1.54175-1.55216.

Hati-hati jika support 1.52535 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterlin hingga kisaran 1.51902-1.50878.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 11 MEI 2015

USD/JPY sedang bergerak dalam bias netral untuk outlook mingguan. Saat analisa ini dibuat, harga bergerak di area resistance yang berada di kisaran 120.084-120.496. Ada kemungkinan harga akan kembali bergerak turun menuju area support di kisaran 119.046 pekan ini, namun sebaliknya pelemahan yen kemungkinan akan berlanjut jika resistance 120.496 tembus. Jika itu terjadi, USD/JPY diperkirakan akan bergerak terus menuju kisaran 120.900-121.500.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 11 MEI 2015

Pull-back terjadi pada USD/CHF. Saat analisa ini dibuat harga berada di area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 0.92721-0.93963, juga menguji area MA 50 di chart H4. Secara umum masih ada potensi bearish terutama jika stochastic dan CCI yang telah overbought di chart H4 memberian konfirmasi sinyal bearish. Sasaran pergerakan selanjutnya adalah kisaran 0.91973-0.90709.

Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance 0.93963 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.94732-0.95975.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 11 MEI 2015

Kiwi masih berada di bawah tekanan,; sementara analisa ini dibuat harga bergerak di area 0.73909. Pelemahan Kiwi diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran untuk pekan ini adalah kisaran 0.73079-0.72151.

Meskipun demikian, sebagai strategi alternatif perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran 0.75252-0.76082. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan sasaran hingga kisaran 0.74753-0.73909.

Hati-hati jika resistance 0.76082 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kiwi hingga kisaran 0.76595-0.77425.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 11 MEI 2015

Harga emas secara umum masih bergerak dalam bias bearish untuk outlook mingguan. Perhatikan area resistance Fibonacci di kisaran 1187.05-1197.70; jika sinyal bearish terkonfirmasi di area tersebut maka besar kemungkinan harga emas akan kembali turun hingga kisaran 1180.64-1169.80 di pekan ini.

Sebaliknya, awasi terus area resistance di 1197.70. Penembusan harga ke atas area tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1204.29-1214.95.

Strategi Trading Forex Dengan Channel

Strategi trading forex tidak perlu rumit. Semakin rumit, semakin membingungkan, semakin sulit pula untuk bisa mencetak profit dengan konsisten. Nah, kali ini kita akan membahas cara melakukan trading dengan dasar strategi price channel.

Channel bisa menjadi strategi trading yang cukup baik sebenarnya. Salah satu alasan mengapa penggunaan channel menjadi cukup popular adalah karena mudah untuk dikenali dan dimengerti dibandingkan dengan pola-pola pergerakan harga (price patterns) lainnya. Strategi yang diterapkan juga sederhana.

Bagaimana mengenali channel?

Yang perlu Anda ketahui sebelum melangkah lebih jauh tentu saja adalah mengenali channel itu sendiri. Di EduSpot, channel sempat disinggung, meskipun tidak dibahas strategi penggunaannya secara detil.

Sebenarnya mudah saja mengenali channel. Anda cukup mengenali serangkaian puncak dan lembah yang semakin tinggi, atau rendah. Puncak-puncak dan lembah-lembah tersebut berfungsi sebagai support dan resistance. Untuk lebih mempermudah pemahaman, coba lihat gambar di bawah ini.

forex trading, strategi forex, belajar forex

Perhatikan lingkaran hijau (puncak) dan merah (lembah) yang semakin tinggi. Garis resistance (bagian atas) terbentuk dengan cara menghubungkan dua puncak, sementara garis support (bagian bawah) terbentuk dengan menghubuungkan dua lembah. Dua garis tersebutlah (garis support dan resistance) yang menjadi channel. Pada contoh di atas, karena arahnya naik maka disebut up channel atau ascending channel.

Bagaimana strategi tradingnya?

Setelah Anda bisa mengenali channel, maka barulah Anda bisa merencanakan di mana bisa membuka posisi Buy atau Sell.

Anda tentu sudah mengetahui bahwa pada prinsipnya posisi buy sebaiknya dibuka di area support, sebaliknya posisi sell sebaiknya dibuka di area resistance. Betul?

Nah, pada channel Anda sudah bisa mengetahui area support dan resistance-nya; yaitu  garis-garis channel itu sendiri. Dengan demikian, Anda boleh mencari sinyal untuk membuka posisi buy ketika harga berada di area garis support (bawah) atau mencari sinyal sell ketika harga berada di area resistance (garis atas).

Untuk menentukan target dan stop-loss, Anda juga bisa memanfaatkan area garis support dan resistance tersebut. Jika Anda membuka posisi buy, maka target sebaiknya ditempatkan di area garis resistance. Sebaliknya, jika Anda membuka posisi sell maka tempatkanlah target di area support.

Sebagai stop-loss, manfaatkan juga area support dan resistance-nya. Untuk posisi buy, tempatkanlah stop-loss di bawah area garis support. Sebaliknya untuk posisi sell, tentu saja garis resistance yang menjadi patokan.

Agar lebih mudah memahami pemaparan di atas, ada baiknya Anda memperhatikan gambar berikut ini.

forex trading, strategi forex, belajar forex

Sebaiknya Anda membuka posisi searah dengan trend yang berlangsung. Artinya, bukalah posisi Buy saat harga sedang dalam uptrend, sebaliknya sell jika harga sedang dalam downtrend.

Untuk kondisi downtrend, set up strategi yang bisa Anda terapkan adalah sebagai berikut:

forex trading, strategi forex, belajar forex

Area support dan resistance hanya area “acuan” untuk membuka posisi buy atau sell. Untuk mencari “entry signal”, Anda bisa memanfaatkan indikator teknikal seperti stochastic atau CCI sebagai konfirmasi sinyal jual atau beli. Atau, Anda bisa juga memanfaatkan pola candlestick sebagai sinyal.

Bagaimana, cukup sederhana kan? Seperti yang disampaikan di awal artikel ini: strategi trading forex tak perlu rumit.

Selamat mencoba.