Gugup Ketika Trading Forex; Bagaimana Mengatasinya?

Mayoritas trader pemula biasanya akan merasa gugup ketika baru memulai trading. Meskipun sebelumnya pernah melakukan simulasi melalui demo account yang disediakan oleh broker forex yang telah dipilih, tetap saja “sensasi” yang akan dirasakan di real account berbeda. Jelas, karena kali ini uang sungguhan yang dilibatkan. Kalau merugi, kerugian yang diderita tidak hanya sekedar angka minus di laporan transaksi. Yang akan “terluka” bukan hanya “harga diri”, melainkan juga pundi-pundi uang.

Sebenarnya, bukan hanya pemula yang sering merasa gugup ketika akan melakukan transaksi. Banyak juga “trader lama” yang mengalami hal yang sama, yaitu ketika mereka akan kembali memulai trading setelah sempat vakum karena hal tertentu; biasanya karena habis loss.

Tahukah Anda bahwa semua trader pernah mengalami hal seperti itu?

Kegugupan menjelang transaksi perdana adalah hal yang wajar dan sering terjadi. Kebanyakan penyebabnya – selain faktor yang disebutkan di paragraf pertama – adalah minimnya pengalaman. Namun sebenarnya bukan hanya itu penyebabnya. Ada setidaknya beberapa hal yang menyebabkan seorang trader pemula merasa gugup ketika akan memulai trading.

Kali ini, saya akan membahas beberapa hal yang bisa menyebabkan kegugupan ketika Anda baru akan memulai trading forex. Harapannya, jika Anda sudah mengetahui penyebabnya maka Anda akan bisa menghindarinya.

  1. Tidak punya skill trading

    Tentu saja. Jangankan trading forex, disuruh nyebur ke kolam renang pun orang akan gugup jika ia tak bisa berenang.

    Untuk mengatasinya, mau tak mau Anda harus mempersiapkan diri dengan belajar trading dengan cara yang benar. Anda beruntung menemukan website ini, karena FOREXimf.com menyediakan laman edukasi bertajuk EduSpot yang memaparkan  A to Z yang perlu Anda ketahui tentang trading. Anda pun bisa bertanya langsung pada tim Market Analyst & Education melalui Live Chat jika ada yang ingin Anda tanyakan. Selain itu, ada webinar juga yang bisa Anda ikuti secara online. Manfaatkanlah.

  1. Tidak punya sistem trading

    Kebanyakan pemula hanya mencoba-coba saja. Sangat jarang pemula yang memiliki sistem trading yang baik. Kalaupun ada, mereka cenderung hanya “mengekor” apa yang dilakukan oleh trader lama.

    Yang dimaksud dengan sistem trading di sini adalah metode analisa/metode trading yang sesuai dengan karakter Anda sebagai trader. Tentu saja, selain cocok dengan karakter, sistem trading tersebut juga harus sudah “lolos uji”.

    Di awal tulisan ini sempat disinggung mengenai demo account. Nah, Anda mutlak harus menguji coba sistem trading yang akan Anda pergunakan melalui simulasi di demo account. Jika hasilnya baik (profit konsisten), maka tidak ada alasan untuk ragu akan keabsahan sistem trading tersebut. Tetapi ingat bahwa dalam menguji sistem trading tersebut Anda juga harus bersikap obyektif. Pastikan Anda mengikuti rule yang diterapkan oleh sistem tersebut. Jangan dilanggar, karena itu akan mencerminkan apa yang akan Anda lakukan dan dapatkan dalam real trading.

  1. Tidak punya trading plan

    Ini juga salah satu penyebab kegugupan. Begini, ibarat Anda akan menjelajah hutan, tentu Anda akan merasa lebih tenang jika telah mempersiapkan perbekalan yang diperlukan. Anda tidak akan terlalu khawatir jika sudah mempersiapkan peta (atau lebih canggih lagi: GPS), bahan makanan, peralatan P3K, alat komunikasi dan mungkin senjata untuk berjaga-jaga.

    Dalam trading pun demikian. “Peralatan” yang diperlukan dimasukkan ke dalam “backpack” yang bernama trading plan.

    Masukkanlah dalam trading plan tersebut sistem trading dan komponen pembatasan resiko (risk management). Anda juga harus memasukkan komponen pengelolaan modal (money management) yang erat kaitannya dengan risk management.

  1. Keinginan menjadi sempurna

    Sifat perfeksionis – menurut pakar psikologi – justru adalah penyebab kegelisahan atau kegugupan. Trader yang perfeksionis cenderung selalu ingin benar di setiap keputusan yang ia ambil. Ia selalu ingin bisa memprediksi dengan tepat kapan harga naik atau turun. Yang ia inginkan adalah harga akan senantiasa naik segera setelah ia membuka posisi buy dan segera turun ketika ia membuka posisi sell. Intinya, ia ingin setiap transaksi yang dilakukan harus berbuah keuntungan. Ia takut rugi.

    Jangan berharap menjadi sempurna. Faktanya, tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk trader. Yang perlu Anda lakukan adalah tetap fokus dan menjalankan trading plan dengan disiplin. Bukankah dalam trading plan itu ada pembatasan resiko yang bisa Anda tolerir?

    Untung-rugi adalah hal yang biasa dalam trading. Yang penting akumulasi keseluruhan transaksi Anda berujung positif. tidak peduli besar atau kecil.

  1. Tegang, tidak santai

    Di poin nomor 4 sudah dijelaskan, bahwa untung-rugi adalah hal yang biasa. Jadi, apa yang perlu dikhawatirkan? Bukankah Anda sejak awal sudah membatasi resiko dalam penyusunan trading plan?

    Salah satu hal yang perlu Anda sadari adalah bahwa resiko merupakan bagian dari bisnis, termasuk trading. Jadi, kembali saja ke trading plan. Jalani dengan santai. Percayalah bahwa jika proses yang Anda jalankan sudah benar, atas izin Tuhan maka hasil yang akan Anda peroleh juga akan baik.

Lima poin di atas memang tidak komplit, namun setidaknya jika Anda bisa memahami lima poin tersebut Anda akan bisa mengatasi kegugupan yang melanda ketika akan memulai trading forex.

Tenanglah, semua akan baik-baik saja.

0 Comments

Lagi, Rahasia Sukses Trading Forex

Anda mungkin telah sering mendengar bahwa trader forex yang sukses itu adalah trader yang berpengalaman, memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dan ulet. Broker forex mana pun di dunia ini pasti mengenal mereka. Namun apa sih yang sebenarnya membuat mereka berhasil? Apa yang mereka miliki sehingga bisa sukses?

Yang saya maksud dengan “sukses” di sini adalah kemampuan untuk mencetak keuntungan dengan konsisten; itu yang utama. Namun jika mengacu pada pendapat awam, kesuksesan biasanya juga diukur dengan tingkat keberhasilan dan peningkatan taraf hidup seseorang. Itulah sebabnya kita akan menyepakati dulu definisi “trader forex yang sukses”.

Saya berpendapat bahwa definisi “trader forex yang sukses” adalah “mereka yang melakukan trading forex dengan benar dan mampu mencapai target finansial melalui keuntungan yang diperoleh dengan konsisten melalui trading forex”.

Benarkah Ada Trader Forex yang Sukses?

Kita telah sama-sama maklum bahwa di luar sana ada banyak pertanyaan mengenai apakah benar seseorang dapat menghasilkan keuntungan dengan konsisten melalui trading forex? Saya sendiri dulu sempat ragu dan dari keraguan itu membawa saya untuk mencari bukti. Pencarian itu saya lakukan bahkan sejak pertama kali saya berkenalan dengan bisnis ini pada tahun 2005 silam.

Proses pembuktian itu berlangsung selama setahun. Pada akhirnya, menjelang tahun 2006, pencarian saya membuahkan jawaban: ya, orang bisa profit dengan konsisten dalam trading forex. Saya mungkin adalah sedikit di antara orang-orang yang menjawab “ya”.

Di luar sana – saya yakin – sangat banyak orang yang skeptis dengan bisnis ini. Wajar, karena memang mungkin mereka belum membuktikannya. Adalah pilihan yang masuk akal untuk tidak mempercayai apa yang belum bisa dibuktikan kebenarannya. Mereka yang bisa membuktikannya dan menjawab “ya” memang termasuk golongan minoritas.

Mengapa mereka bisa menjawab “ya”?

Karena mereka tidak berharap terlalu muluk-muluk. Ingat definisi awal “sukses” dalam trading forex: menghasilkan keuntungan yang konsisten. Kita tidak berbicara keuntungan dalam persentase “raksasa”, semisal 100% per bulan. Kita bicara KONSISTENSI.

Mereka yang gagal membuktikannya justru berangkat dari definisi “sukses” yang berbeda: yaitu menghasilkan keuntungan “raksasa”.  Kalau itu definisinya, jelas sulit. Trading forex adalah salah satu bentuk bisnis, bukan “skema cepat kaya”. Salah besar jika menganggap trading forex adalah salah satu cara cepat kaya.

Anggapan “cepat kaya” itu pula yang kemudian membuat kebanyakan orang melakukan trading forex tanpa terencana dengan baik. Kalaupun terencana, biasanya rencana itu tidak akan dijalankan dengan baik. Ya, kita sedang bicara tentang trading plan.

Sangat banyak orang yang “trading” tanpa trading plan. Banyak pula orang yang tadinya membuat trading plan, namun tidak menjalankannya dengan baik. Kalau sudah begitu, boro-boro profit konsisten.

Jadi, Rahasianya Apa?

Maaf. Sebenarnya TIDAK ADA RAHASIA sama sekali. Sebenarnya semua orang sudah sadar bahwa untuk menjadi trader forex sukses yang pertama kali harus dilakukan adalah belajar trading dengan benar, lalu menjalankan trading dengan benar pula.

Sudah puluhan artikel yang diterbitkan di website ini membahas tentang pentingnya memperoleh pengetahuan dengan cara yang benar dan menjalankan trading plan dengan baik pula. Jadi, sudah tak bisa disebut rahasia lagi, bukan?

Okelah, memang ada satu hal yang membedakan seorang trader forex yang sukses dengan trader yang tidak sukses. Apa itu?

PANTANG MENYERAH!

Masalahnya, sangat banyak trader yang memulai trading dengan penuh semangat, melewati dua-tiga tahun, lalu berhenti begitu ketika menghadapi kerugian yang bertubi-tubi. Kesalahannya adalah mereka tidak mau melakukan evaluasi: apa yang menyebabkan kerugian besar itu?

Sikap pantang menyerah tentu harus diterapkan di semua jenis bisnis, jika ingin berhasil di bisnis tersebut. Apalagi di bisnis beresiko tinggi yang bernama “trading forex”.

Jadi, bersemangatlah. Jangan mudah menyerah. Itulah rahasia terbesar sebuah kesuksesan.

8 Comments

Tubuh Bugar: Modal Sukses Trader Forex

Tahukah Anda bahwa hampir semua penyanyi profesional menjauhi air dingin (es) untuk menjaga suara mereka, terutama menjelang pementasan? Tahukah Anda bahwa atlet profesional menjalani diet ketat (dalam arti mengatur asupan gizi) serta latihan kebugaran melebihi orang awam untuk menjaga kondisi tubuh mereka? Mereka melakukan semua itu agar menjadi yang terbaik di bidang mereka. Lalu bagaimana dengan Anda sebagai trader forex?

Tahukah Anda bahwa trader forex pun perlu menjaga kesehatan? Oh, Anda tidak tahu? Mungkin karena Anda menganggap bahwa profesi sebagai trader forex tidak membutuhkan stamina seperti halnya atlet renang atau sepakbola. Hm… jika Anda berpikir seperti itu: salah. Seorang trader – apalagi forex yang “hidup” 24 jam sehari, 5 hari seminggu – mutlak memiliki tubuh yang bugar untuk menunjang otak yang segar.

Mengapa Perlu Menjaga Stamina?

Ya, memang benar bahwa aktivitas forex trading tidak melibatkan aktivitas fisik yang tinggi seperti halnya bermain sepakbola atau angkat beban. Bahkan seorang trader forex bisa trading dengan nyaman dari atas kasurnya yang empuk.

Pada kenyataannya trading memerlukan konsentrasi, fokus dan kewaspadaan yang tinggi. Betul bahwa otak yang memegang peranan, namun tahukah Anda bahwa kebugaran tubuh bisa mempengaruhi kinerja otak? Artinya, tanpa tubuh yang bugar, akan sulit bagi Anda untuk berkonsentrasi, fokus dan memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Profesor Art Kramer, direktur Institut Beckman for Advanced Sains dan Teknologi dari University of Illinois, sebagaimana dikutip oleh Fitnessformen.co.id mengungkapkan bahwa olahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda secara teratur akan meningkatkan daya ingat dan kemampuan Anda dalam memecahkan masalah. Ternyata, latihan fisik seperti itu bisa menambah ukuran bagian-bagian tertentu pada otak kita. Itu baru sebagian kecil contoh dan manfaat saja. Silakan Anda cari di Google, ada banyak referensi mengenai hubungan yang erat antara kebugaran fisik dengan kemampuan otak seseorang.

Rasa letih, lesu dan lelah bisa membatasi kemampuan Anda untuk memperhatikan hal-hal yang detil. Anda akan cenderung membuat kesalahan semisal tidak menuruti trading plan, salah menghitung besaran posisi (lot) ketika trading, atau bahkan salah klik di platform trading Anda! Misalnya Anda ingin “buy” namun justru meng-klik tombol “sell”. Sialnya, harga ternyata terus bergerak naik. Oh, no!

Tubuh yang tidak bugar juga bisa menimbulkan kemalasan. Anda menjadi malas untuk duduk di depan komputer atau laptop Anda untuk melakukan analisa dan mencari peluang dari pergerakan harga. Akhirnya banyak peluang terlewat, padahal semestinya cukup mudah untuk bisa Anda manfaatkan.

Menyebalkan, bukan?

Jadi, Bagaimana Cara Menjaga Kebugaran?

Menjadi bugar tidak berarti harus memiliki tubuh sebesar dan sekekar Ade Rai, atau Vin Diesel dan Dwayne “The Rock” Johnson yang terkenal dari film “Fast and Furious”. Tidak.

Menjadi bugar itu sederhana saja, sesederhana menjaga kesehatan saja.

Makanlah makanan bergizi secukupnya dan lakukan olahraga ringan untuk memperlancar sirkulasi darah dan menjaga stamina agar Anda tak gampang terserang lelah. Bahkan olahraga sederhana bisa Anda lakukan asal Anda mau bangkit dari kursi dan berjalan keluar rumah. Tidak perlu terlalu berat. Jalan kaki atau lari kecil, atau bersepeda selama 30 menit per hari pun sudah cukup sebenarnya. Jika Anda mampu dan mau, boleh lah menyempatkan diri ke gym sekali-dua kali seminggu.

Berenang juga baik untuk menjaga kebugaran. Ketika berenang, semua otot tubuh Anda bergerak. Tidak perlu terlalu lama, cukup 30 menit saja sekali latihan. Tapi harus konsisten ya, jangan sampai di kolam renang Anda hanya menggunakan 10 menit untuk berenang dan 20  menit untuk “cuci mata”….

Body & Soul

Menjaga kesehatan jiwa juga penting.  Tidurlah dengan cukup, itu suatu keharusan. Hindari konsumsi alkohol, apalagi obat-obatan terlarang (ini juga termasuk ganja, Bro! Ganja hanya membuat otak lemot).

Hentikan juga mengisi pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak penting. Sudahlah, hentikan menonton atau membaca gosip tentang artis A yang cerai dengan artis B karena artis B selingkuh dengan artis C lalu B dan C menikah sementara artis A kemudian pacaran dengan artis D….

Jika Anda memiliki masalah pribadi, selesaikan secepat mungkin sebelum memulai aktivitas forex trading. Bergaullah dengan orang-orang yang bisa memberikan nilai positif bagi Anda.

Membaca buku atau bermain musik di waktu luang juga bisa me-recharge pikiran Anda. Oh ya, trader forex juga harus memiliki waktu luang. Jangan sampai seharian Anda nongkrong di depan monitor harga.

Anda juga bisa mengikuti senam pernafasan seperti yoga, Chi Kung, atau sejenisnya. Bagus untuk melatih konsentrasi. Dan tentu saja: beribadah adalah cara paling efektif untuk mengisi jiwa. Profesi sebagai trader forex sangatlah  stressful, hanya kepada-Nya-lah tempat kita mengadu.

Santai Saja

Sangat mudah kehilangan kontrol emosi ketika Anda sedang trading forex. Ingat, trading itu seperti lari marathon, jarak jauh. Pelari marathon tidak pernah berlari kencang seperti seorang sprinter. Yang  dinomorsatukan bukanlah kecepatan, melainkan stamina yang tinggi agar bisa sampai ke finish. Dalam marathon, kecepatan menjadi yang dinomorduakan.

Jadi, santai saja. Masih banyak waktu tersisa.

Selamat berolahraga. Mens sana in corpore sano. 

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN 27 APRIL-1 MEI 2015

USD Kehilangan Dukungan Dari Data Ekonomi

Data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu tidak terlalu mendukung penguatan USD. Jumlah klaim pengangguran naik sebanyak 1.000, mencapai angka 295.000. Rilis data yang mengecewakan juga muncul dari sektor perumahan, yang menunjukkan penurunan yang tajam di sektor penjualan rumah tinggal. Penurunan terjadi sebesar 11,4% yang merupakan kejatuhan terbesar dalam lebih dari 1,5 tahun terakhir.

Sementara itu dari kawasan euro, data ekonomi juga mengecewakan. Kabar seputar Yunani juga hanya memberikan ketidakpastian yang membingungkan pasar. Begitupun, euro sepertinya memanfaatkan kondisi ini dengan menguat secara perlahan mulai pertengahan pekan lalu.

Berikut adalah data ekonomi yang perlu diperhatikan pekan ini:

  1. GDP Inggris: Selasa (28/4), 15.30 WIB

Pemulihan ekonomi Inggris seakan kehilangan momentum di kuartal ke-4 2014 dengan hanya tumbuh sebesar 0,6%, lebih lambat daripada pertumbuhan di kuartal sebelumnya yaitu 0,7%. Pelambatan sektor konstruksi menjadi penyumbang utama pelambatan pertumbuhan GDP Inggris ini. Sektor jasa mengalami pertumbuhan 0,8% di kuartal terakhir. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Inggris di tahun 2014 merupakan laju pertumbuhan tertinggi sejak sebelum terjadi krisis finansial.

Untuk data Prelim GDP kali ini diperkirakan pertumbuhan kuartal pertama 2015 sebesar 0,5%.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (28/4), 21.00 WIB

Tingkat kepercayaan konsumen di bulan Maret naik menjadi 101.3 (sebelumnya 98.8 di bulan Februari) di tengah optimisme yang tercipta dari sektor lapangan pekerjaan. Di awal kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi akan melambat karena cuaca musim dingin yang buruk dan menurunnya permintaan global. Beberapa pengamat berpendapat bahwa pertumbuhan yang agak lambat bisa membuat Fed menunda rencana kenaikan suku bunga. Meskipun demikian, tren pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih positif.

Tingkat kepercayaan konsumen di bulan April diperkirakan akan terus menguat ke 102.6.

  1. GDP Amerika Serikat: Rabu (29/4), 19.30 WIB

Perekonomian Amerika Serikat melambat di kuartal ke-4 2014 seiring menurunnya belanja negara dan terhentinya investasi bisnis. Meskipun demikian perekonomian AS tumbuh 2,4% di tahun 2014, sementara di tahun 2013 hanya 2,2%. Para analis memperkirakan terjadi lonjakan pertumbuhan di tengah jatuhnya harga minyak dunia. Diperkirakan akan terjadi ekspansi sebesar 1,1% di kuartal pertama 2015.

  1. Keputusan Suku Bunga Federal Reserve: Kamis (30/4), 01.00 WIB

Federal Reserve hampir menaikkan suku bunga pada pertemuan Maret lalu, namun turunnya pertumbuhan dan proyeksi pertumbuhan ekonomi memperlihatkan bahwa mereka tampaknya tak terlalu tergesa-gesa untuk menyesuaikan tingkat suku bunga. Meskipun kata “bersabar” telah dihapus dari pernyataan resmi bank sentral tersebut, namun tidak dibarengi dengan kepastian waktu kenaikan suku bunga. Janet Yellen menyatakan bahwa ada kemungkinan hal tersebut akan dilakukan di bulan Juni. Para analis memperkirakan bahwa Federal Reserve belum akan menaikkan suku bunga bulan ini.

  1. Keputusan Suku Bunga RBNZ: Kamis (30/4), 04.00 WIB

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memutuskan untuk menahan suku bunga pada pertemuan Maret lalu, menegaskan bahwa mereka tidak akan memangkas suku bunga seperti yang dilakukan 18 bank sentral negara lain. RBNZ juga menjanjikan “periode stabilitas” untuk hingga dua tahun ke depan. Gubernur RBNZ Graeme Wheeler masih menyuarakan kekhawatirannya tentang penguatan USD dan mengharapkan depresiasi USD dalam waktu dekat.

Proyeksi inflasi RBNZ masih rendah hingga akhir tahun 2015. Tingkat suku bunga diperkirakan tidak akan berubah, namun bisa jadi komentar dovish akan kembali terdengar.

  1. Keputusan Suku Bunga Jepang: Kamis (30/4)

Bank of Japan (BOJ) telah memutuskan menahan suku bunga pada pertemuan 8 April lalu, meskipun deadline dua tahun untuk target inflasi 2% telah lewat namun inflasi tetap berada di kisaran nol persen. Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda menyatakan bahwa perkiraan inflasi positif meskipun terjadi penurunan karena jatuhnya harga minyak dunia. Ia juga menyatakan bahwa BOJ masih berada di jalur yang tepat dan kebijakan moneter akan tetap dijalankan sesuai rencana. Kali ini juga diperkirakan tidak akan ada perubahan tingkat suku bunga.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (30/4), 19.30 WIB

Jumlah warga negara Amerika Serikat yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran naik sebesar 1.000 orang pekan lalu, sehingga klaim pengangguran mencapai angka 295.000. Meskipun lebih tinggi daripada perkiraan (yaitu 288.000), angka tersebut masih berada di level rendah 15 tahun. Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan akan mencapai angka 297.000.

  1. US ISM Manufacturing PMI: Jumat (1/5), 21.00 WIB

Indeks US Manufacturing PMI jatuh di bulan Maret lalu, untuk pertama kalinya dalam 14 bulan terakhir menjadi 51.1 (angka di bulan Februari adalah 52.9). Angka yang dirilis ini berada di bawah perkiraan pasar yaitu 52.5. Di blan April diperkirakan naik menjadi 52.1.

Tinjauan Teknikal

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 APRIL 2015

EUR/USD bergerak dalam bias bullish. Saat analisa ini ditulis, harga tengah menguji area resistance di kisaran 1.08990. Penguatan euro diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.09557-1.10192.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area support yang berada di kisaran 1.08072-1.07504. Jika koreksi kembali terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk kembali mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1.08423-1.08990.

Hati-hati jika support 1.07504 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.07153-1.06856.

AUD/USD

ADUUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 APRIL 2015

AUD/USD masih bergerak dalam bias bullish setelah rebound dari area support. Saat analisa ini ditulis, harga tengah menguji area resistance di kisaran 0.78413. Penguatan Aussie diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.79096-0.79861.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area support yang berada di kisaran 0.77307-0.76623. Jika koreksi kembali terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk kembali mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 0.77730-0.78413.

Hati-hati jika support 0.76623 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.76200-0.75517.

GBP/USD

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 APRIL 2015

GBP/USD masih bergerak dalam bias bullish. Saat analisa ini ditulis, harga tengah menguji area resistance di kisaran 1.51850. Penguatan sterling diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.52629-1.53500.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area support yang berada di kisaran 1.50589-1.49811. Jika koreksi kembali terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk kembali mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1.51071-1.51850.

Hati-hati jika support 1.49811 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.49329-1.48550.

USD/JPY

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 APRIL 2015

USD/JPY masih bergerak dalam bias bearish setelah rebound kembali jatuh dari area resistance yang berada di kisaran 119.406-116.952. Saat analisa ini ditulis, harga semakin mendekati area support di kisaran 118.522. Penguatan yen diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 117.976-117.365.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance yang disebutkan di atas. Jika pull-back kembali terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk kembali mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 119.068-118.522.

Hati-hati jika resistance 119.952 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 120.290-120.836.

USD/CHF

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 APRIL 2015

USD/CHF kembali bergerak dalam bias bearish setelah kembali jatuh dari area resistance yang berada di kisaran 0.96337-0.97209. Saat analisa ini ditulis, harga kembali bergerak menguji support yang berada di kisaran 0.94926. Penguatan Swiss franc diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.94054-0.93079.

Sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran 0.96773-0.97209. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk kembali mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 0.95798-0.94926.

Hati-hati jika resistance0.97209tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.97748-0.98620.

NZD/USD

NZDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 APRIL 2015

NZD/USD terkoreksi ke area support yang berada di kisaran 0.76169-0.75416. Secara umum masih ada potensi rebound terutama jika harga kembali berakselerasi ke atas 0.76169, dengan potensi rebound hingga kisaran 0.76634-0.77386.

Di sisi lain perhatikan bahwa stochastic dan CCI overbought di chart H4. Harga juga telah bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart yang sama. Hati-hati jika kondisi ini diikuti oleh penembusan ke bawah support 0.75416karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kiwi hingga kisaran 0.74951-0.74199.

GOLD

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 APRIL 2015

Harga emas bergerak dalam bias bearish menguji support yang berada di kisaran 1175.01. Pelemahan harga emas ini diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1169.60-1163.55.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI cenderung memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart H4. Maka, sebagai strategi trading alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran 1183.77-1189.17. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk kembali mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 11180.42-1175.10.

Hati-hati jika resistance1189.17 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1192.52-1197.93.

0 Comments

Merasa Jagoan Prediksi Pasar Forex? Hati-Hati!

Ketika seorang trader merasa telah cukup berpengalaman di dunia trading forex, ia akan rentan terserang “penyakit sombong”. Ia mulai percaya bahwa ia memang benar-benar bisa memprediksi dengan tepat ke mana harga akan bergerak. Ia merasa jumawa, merasa berada di puncak dunia. “Penyakit” ini sungguh sangat rentan menyerang siapa pun yang telah berkecimpung di dunia trading forex selama bertahun-tahun. Apalagi ternyata mayoritas analisa yang ia buat ternyata valid, sehingga ada beberapa institusi seperti broker forex dan/atau penyedia layanan analisa trading tertarik untuk memanfaatkan jasa analisa darinya. Jangankan yang “veteran forex” dan sukses, yang pemula dan remuk redam pun sering terserang “penyakit” ini; bahkan lebih parah. Ironis memang.

Penyakit “merasa hebat” seperti ini kerap menggiring seorang trader untuk berpikir bahwa ia telah benar-benar mengetahui setiap inci dari pergerakan pasar. Asumsi seperti ini – celakanya – justru berbahaya karena bisa membuat seorang trader forex merasa seperti “Dewa Trading”. Pengidap “Sindrom Dewa Trading” memiliki semacam keyakinan bahwa ia bisa benar-benar memprediksi ke mana harga bergerak tanpa pernah meleset. Dalam pikirannya ia PASTI AKAN UNTUNG. Dalam keadaan seperti ini, ia telah benar-benar merasa bisa menihilkan kemungkinan bahwa ia bisa saja melakukan kesalahan.

Tetapi sayangnya pada kenyataannya tidak seorang trader pun bisa menghilangkan unsur ketidakpastian di pasar forex. Ketidakpastian telah menjadi karakter setiap bentuk bisnis; itulah yang disebut dengan resiko. Tidak ada seorang pun yang bisa memberikan prediksi yang 100% akurat mengenai apa yang akan terjadi di pasar selanjutnya. Sekali lagi: TIDAK ADA.

Prediksi 100% Akurat? Ah, Jangan Mimpi!

Berupaya memprediksi pergerakan pasar ibarat berusaha memprediksi masa depan. Saya yakin Anda akan sepakat dengan saya: tidak ada seorang pun yang bisa TAHU PERSIS apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, even in the next five minutes.

Masih segar dalam ingatan saya, ketika saya berbicara di sebuah forum tentang ketidakmampuan manusia memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa menit kemudian “kecelakaan kecil” terjadi: segelas air menumpahi laptop saya. Jelas, saya sebelumnya tidak tahu hal itu akan terjadi. Seperti itulah resiko.

Sebagai trader, jika Anda bersikeras memiliki “bakat supranatural” yang bisa memprediksi arah pasar selanjutnya dan dengan keras kepala mengesampingkan setiap kemungkinan yang ada, maka bersiaplah untuk menghadapi keterpurukan.

Tentu saja kita tidak sedang membicarakan mengenai kemampuan seorang trader berpengalaman dalam mengenali tingkah laku pasar. Dalam analisa teknikal kita mempercayai bahwa “history repeats itself”. Sejarah selalu berulang, dalam arti perilaku pasar telah terbukti secara historis selalu berulang. Itulah sebabnya kita bisa mempelajari dan memanfaatkan – misalnya – pola-pola candlestick, price action dan perilaku indikator teknikal. Dari studi dan pengamatan seperti itu kita kemudian bisa memperkirakan ke mana kemungkinan harga akan bergerak.

Kemungkinan Bukan Kepastian

Nah, ini kata kuncinya: “kemungkinan”. Memperkirakan potensi pergerakan harga BERBEDA dengan merasa jumawa bisa meramal ke mana harga akan bergerak. Pendekatan model “kemungkinan” ini kemudian yang membuat seorang trader forex mengambil langkah hati-hati dan antisipasi dengan memasang stop loss. Ia juga akan mengatur modalnya dengan position sizing. Kalaupun ia mengalami loss, ia akan menerimanya dengan lapang dada dan kemudian akan mengevaluasi strategi trading yang dipergunakannya. Ini yang tidak pernah akan dilakukan oleh seorang trader yang mengidap “Sindrom Dewa Trading”.

Pengidap “Sindrom Dewa Trading” sangat mungkin tidak akan melakukan tindakan antisipasi resiko. Untuk apa, jika ia merasa akan selalu benar? Kalaupun ternyata ia mengalami kerugian, ia akan dengan keras kepala menyalahkan pasar (bagian ini yang selalu paling menggelikan) dan tidak mau melakukan evaluasi pada strategi trading yang ia miliki.

Fokus Pada Proses

Sebagai trader, sebaiknya Anda tidak berupaya untuk meramal, melainkan “membaca”. Apa yang dibaca? Tentu adalah perilaku dan situasi pasar terkini, untuk kemudian mengambil langkah strategis dan antisipasi yang perlu.

Ibarat menyetir mobil, ketika Anda ingin menyalip mobil di depan, sebaiknya Anda tidak berasumsi “pasti tidak ada kendaraan dari arah berlawanan”. Sebaliknya, yang harusnya Anda lakukan adalah mengamati apakah dari arah berlawanan ada kendaraan yang sedang berjalan? Jika tidak, silakan pacu mobil Anda untuk mendahului. Jika ternyata ada, amati lagi: apakah kendaraan itu melaju kencang? Jika ya, sebaiknya tunda dulu niat untuk menyalip. Konyol dan pandir jika Anda bersikeras “tidak akan terjadi apa-apa” lalu nekat menyalip, sementara banyak faktor yang sangat memungkinkan untuk “terjadi apa-apa”.

Dalam trading, pola berpikir seperti di atas merupakan proses meminimalisir resiko. Apakah sudah ada sinyal trading yang valid? Apakah posisi yang akan diambil sudah sesuai dengan trend? Apakah lot yang akan ditransaksikan sesuai dengan kekuatan modal? Apakah batasan stop loss tidak terlalu besar? Apakah target profit sudah realistis? Dan sebagainya.

Proses seperti ini, kemungkinan besar diabaikan oleh pengidap Sindrom Dewa Trading. “Ah, tak perlu, nanti juga pasti akan untung,” begitu mungkin yang ada dalam pikirannya. Jika Anda sudah berpikir seperti itu – sorry to say – karir trading forex Anda sepertinya tak akan lama.

Mungkin saat ini di luar sana ada seorang pengidap “Sindrom Dewa Trading” sedang menertawakan tulisan ini dan melontarkan segala macam apologi dan justifikasi. Tidak apa-apa. Tugas saya hanya mengingatkan. Mudah-mudahan diterima.

0 Comments

Tipe Trader Forex Seperti Apakah Anda?

Saya yakin Anda – dan sekian banyak trader lain di dunia ini – telah mengetahui dengan pasti bahwa pasar forex menyimpan potensi keuntungan yang luar biasa. Banyaknya orang yang mencoba untuk mencari peruntungan menyebabkan broker-broker forex – yang legal maupun ilegal – bermunculan bagai cendawan di musim penghujan.

Sayangnya banyak trader forex yang tidak mengetahui dengan baik kapan sebaiknya mereka melakukan transaksi; buy atau sell. Itu karena mereka tidak mengetahui sebenarnya tipe trader seperti apa mereka.  Ketidaktahuan ini menyebabkan mereka dengan “buta” menuruti/meng-copy saja apa yang dilakukan trader lain yang lebih senior.

Tipe trading erat kaitannya dengan karakter seorang trader forex. Tentu kita sepakat bahwa karakter orang berbeda-beda. Nah, karena trader juga manusia, tentu karakter masing-masing trader berbeda-beda. Itulah sebabnya tipe trading pun berbeda-beda.

Bagi trader forex – khususnya pemula – sangat penting mengetahui tipe trading agar bisa mengetahui metode seperti apa yang cocok. Jadi, kalaupun Anda ingin mengikuti gaya trading trader lain, Anda tidak akan merasa “terjebak” karena memang trader tersebut memiliki tipe trading yang sama dengan Anda.

Fundamental Trader

Trader yang menggunakan analisa fundamental sebagai metode analisanya akan memusatkan perhatiannya pada data atau berita ekonomi sebelum memutuskan untuk trading. Ia akan melihat berita yang terkait dengan mata uang tertentu sebelum melakukan transaksi.

Pada dasarnya analisa fundamental lebih cocok untuk dipergunakan untuk trading jangka panjang. Memang ada beberapa data ekonomi yang bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek, namun sifatnya insidental semisal efek data US Non-farm Payrolls atau keputusan suku bunga dari bank sentral.

Jika beberapa metode trading berdasar pada analisa yang dilakukan secara singkat, maka analisa fundamental bisa saja tidak mengalami perubahan hingga berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Mungkin juga dalam hitungan tahun. Jadi jangan heran jika ada trader fundamental (asli) bisa menahan posisi mereka selama berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan mungkin bertahun-tahun.

Technical Trader

Berbeda dengan Fundamental Trader, para Technical Trader (atau sering disebut “technician”) tidak memedulikan data atau berita ekonomi apa pun sebagai dasar pengambilan keputusan. Mereka mempergunakan analisa teknikal dalam melakukan analisa, pada umumnya (namun tidak terbatas pada) mempergunakan grafik pergerakan harga (chart).

Analisa teknikal juga bisa diterapkan pada trading jangka pendek hingga jangka panjang. Meksipun demikian, para technician pada umumnya lebih suka melakukan trading jangka pendek hingga menengah. Fleksibilitas seperti ini kurang dimiliki oleh analisa fundamental yang lebih condong kepada trading jangka panjang.

Dalam analisa teknikal berlaku kaidah “market action discounts everything”, yang secara bebas bisa diterjemahkan menjadi “perilaku pergerakan harga mencerminkan sentimen yang beredar di pasar”. Menurut para technician “totok”, pergerakan harga sudah bisa memberikan petunjuk mengenai ke mana pasar akan bergerak sehingga mereka tak lagi membutuhkan informasi dari data atau berita ekonomi.

Anda yang masih memanfaatkan data ekonomi sebagai acuan dalam trading forex mungkin tidak akan nyaman jika mengikuti langkah para technician ini, sebab seringkali mereka – terutama para day trader – mengambil posisi trading yang berlawanan dengan prediksi data ekonomi yang akan dirilis.

Sentiment Trader

Tipe ini sebenarnya merupakan kombinasi Fundamental Trader dengan Technical Trader. Mereka menggabungkan analisa fundamental dan teknikal untuk mengidentifikasi potensi pergerakan harga. Sentiment Trader mengacu pada trend utama pergerakan harga dan mencoba untuk mencari peluang dari currency pair yang bergerak searah dengan momentum pasar.

Misalnya begini, ketika analisa teknikal menyatakan bahwa saat itu pasar berada dalam uptrend, maka para sentiment trader akan mencoba untuk mencari momentum atau alasan fundamental yang tepat yang mendukung pergerakan harga ke atas. Jika misalnya EUR/USD berada dalam uptrend, maka mereka akan menunggu konfirmasi data fundamental yang memperkuat sentimen positif bagi euro.

Sentiment trader juga biasanya adalah technician yang “lurus”. Prinsip “the trend is your friend” benar-benar dipegang teguh. Mereka tidak akan membuka posisi sell pada saat uptrend (meskipun misalnya indikator teknikal telah mengkonfirmasi ada peluang koreksi), atau membuka posisi buy pada saat downtrend.

Bottom Line

Mungkin beberapa contoh tipe trading di atas bisa menjadi panduan bagi Anda – terutama pemula – untuk menemukan strategi atau role model yang tepat. Sebenarnya masih ada banyak tipe trading yang belum dijelaskan di artikel ini, namun tiga tipe di atas merupakan dasar bagi berbagai tipe yang lain.

Tidak menemukan tipe yang tepat sesuai dengan karakteristik Anda? Hubungi saya melalui Live Chat, atau tinggalkan komentar di bawah ini.

0 Comments

Position Sizing: Rahasia Profit Trading Forex

(Update dari artikel sebelumnya)

Katakanlah Anda telah memilih salah satu broker forex (alias pialang berjangka) sebagai perantara melakukan transaksi di pasar uang internasional. Anda telah melakukan deposit dan bersiap untuk mencari peluang dari pergerakan harga. Anda telah mempersiapkan strategi yang telah diuji sebelumnya sehingga Anda yakin akan akurasinya. Namun sebelum Anda melangkah lebih jauh, ada baiknya Anda juga telah mempersiapkan metode pengelolaan modal yang baik, salah satunya adalah menguasai “position sizing”.

Alkisah ada seorang trader pemula (sebut saja namanya Melati) yang mengalami kerugian yang luar biasa karena ia membuka posisi dengan jumlah lot yang terlalu besar.  Kala itu Melati mengira bahwa semakin besar lot yang ia pakai maka akan semakin besar pula keuntungan yang ia peroleh. “Mengapa harus trading dengan 1 lot kalau modal saya cukup untuk membuka posisi sebesar 10 lot?” pikirnya.

Melati benar di satu sisi: bahwa semakin besar lot, faktor pengali keuntungannya juga akan semakin besar. Namun Melati lupa bahwa kerugian yang akan diderita juga tak kalah besarnya. Mindset seperti ini yang membuat banyak trader – terutama pemula – berakhir dengan kehancuran. Setidaknya itu yang saya perhatikan dalam karir saya sebagai analis dan edukator di beberapa broker forex.

Anda tentu tidak mau mengalami nasib seperti Melati. Maka dari itu Anda memutuskan untuk membaca artikel ini hingga selesai.

Apa Itu “Position Sizing”?

Sederhananya, “position sizing” pada dasarnya adalah cara mengatur modal dalam melakukan transaksi. Ketika trading, Anda benar-benar harus memperhitungkan berapa lot yang harus dibuka tiap kali melakukan transaksi. Jika terlalu besar, maka resiko yang Anda hadapi akan menjadi terlalu besar pula. Sebaliknya jika terlalu kecil maka itu bisa berarti “menyia-nyiakan” potensi yang Anda miliki. Intinya, Anda perlu tahu besaran lot yang tepat ketika akan membuka posisi.

Position sizing erat kaitannya dengan manajemen resiko. Dalam konteks yang sederhana, Anda mungkin telah mengetahui bahwa resiko dalam trading forex bisa dibatasi dengan menetapkan batasan kerugian. Misalnya, dengan modal awal $10,000 Anda membatasi resiko sebesar 50%-nya, atau sama dengan $5,000 (disebut risk capital). Berarti, kerugian yang akan Anda tanggung (jika terjadi) tak akan lebih dari $5,000.

Nah, position sizing ini akan membuat risk capital Anda menjadi lebih berdaya guna.

Mengapa Perlu Position Sizing?

Anda perlu memahami dulu, bahwa trader forex pada dasarnya adalah “risk manager”. Anda harus bisa “mengatur” potensi resiko yang ada. Position sizing adalah skill yang terpenting dalam manajemen modal dan bisa membantu Anda tetap berada di zona “aman dan nyaman” ketika trading.

Jadi, sebelum Anda benar-benar memulai trading dengan uang yang telah Anda kumpulkan dengan susah payah, sebaiknya pahami dulu teknik yang satu ini. Bahkan kalau bisa, Anda mampu melakukannya di luar kepala.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

Position sizing sebenarnya relatif mudah untuk dipahami dan dijalankan. Ya, memang melibatkan sedikit matematika, tetapi masih berada di level dasar.

Ini ada contoh yang mudah-mudahan bisa mempermudah pemahaman. Saya akan memperlihatkan bagaimana cara menghitung besaran lot yang boleh dipergunakan berdasarkan modal dan batasan resiko yang telah ditetapkan.

Mari kembali ke Melati, yang sekarang telah memahami position sizing.

Melati memiliki uang sejumlah $10,000 di akun trading ia dan telah menetapkan risk capital sebesar $5,000. Karena ia tidak mau pengalaman sebelumnya terulang, Melati telah menetapkan resiko sebesar 10% per transaksi dari risk capital. Itu artinya adalah sebesar $500/transaksi.

Setelah mengamati pasar, Melati memutuskan untuk trading di pair EUR/USD. Berdasarkan analisa teknikal yang dilakukannya, ia melihat bahwa batasan resikonya adalah sebesar 200 pips (1 pip = $1). Itu artinya secara teknikal batasan stop loss Melati adalah $200.

Pertanyaannya: berapa lot yang boleh dipergunakan oleh Melati untuk membuka posisi?

Mudah saja. Melati tinggal membagi resiko per transaksi dengan besaran stop loss yang telah diperoleh berdasarkan analisa tadi. Dalam contoh ini, resiko per transaksi adalah $500 dan batasan stop loss adalah $200. Dengan demikian, besaran lot maksimum yang boleh dibuka oleh Melati adalah:

forex trading, strategi forex, broker forex

Mudah kan? Dengan jumlah lot tersebut, Melati tidak akan mengalami kerugian yang melebihi “comfort level”-nya. Ia pun bisa mengoptimalkan modal yang ia miliki, namun tetap berada di zona aman.

Bagaimana Jika Trading di Indirect Currency Pair?

Oke, memang ini sedikit lebih rumit daripada contoh di atas. Tapi hanya sedikit kok.

Bagi Anda yang belum tahu, yang dimaksud dengan indirect currency pair  adalah pasangan mata uang yang counter currency­-nya adalah selain USD. Contohnya adalah USD/JPY, USD/CHF dan USD/CAD.

Nilai per pip untuk pasangan mata uang tersebut pun bukanlah $1. Misalnya untuk USD/JPY: nilai per pip-nya adalah 100 JPY (untuk quote dengan 3 desimal). Nah, untuk bisa memasukkan nilai ini ke perhitungan seperti di atas, Anda perlu melakukan konversi ke dalam USD.

Kembali ke Melati. Misalnya dengan skema yang sama persis seperti contoh kasus di atas, ia melakukan transaksi Sell USD/JPY di harga 120.000. Ia menemukan bahwa secara teknikal stop loss ada di level 120.500, yaitu 500 pips.

Kita sudah tahu bahwa untuk USD/JPY, 1 pip = 100 JPY. Ini artinya besaran stop loss Melati kali ini adalah 50,000 JPY. Berapa USD-kah itu?

Ketika harga menyentuh level stop loss (120.500), maka 50,000 JPY akan senilai dengan kira-kira $414.94. Cara menghitungnya begini:

forex trading, strategi forex, broker forex

Dengan demikian, jumlah lot yang boleh dibuka oleh Melati untuk transaksi di USD/JPY adalah:

forex trading, strategi forex, broker forex

Perlu dicatat bahwa semua contoh perhitungan di atas belum mengakomodir biaya transaksi seperti komisi atau swap (jika ada).

The Bottom Line

Pertanyaan seperti “Berapa lot saya bisa trading?” merupakan pertanyaan yang sering saya terima selama karir sebagai analis dan edukator di beberapa broker forex, bahkan hingga saat ini di FOREXimf.com.

Banyak sekali yang mengira bahwa mereka boleh “membombardir pasar” dengan lot-lot “raksasa”, tanpa menyadari bahwa yang mereka lalukan hanyalah pemborosan modal yang justru memperbesar resiko yang mereka hadapi.

Dengan pengetahuan tentang position sizing, diharapkan Anda akan bisa menempatkan modal dengan tepat dan efisien.

Selamat berhitung.

2 Comments

8 Langkah Lepas Dari Perangkap “Gambling Forex”

Setiap trader tentunya tidak hanya ingin sekedar “survive” ketika memutuskan untuk membuka akun trading pada sebuah broker forex. Tentu ada keinginan untuk bisa menghasilkan keuntungan yang konsisten; syukur kalau bisa sebesar mungkin. Masalahnya, tidak sedikit mereka yang memulai trading dengan niat yang benar namun akhirnya salah langkah. Alih-alih menjadi trader sukses, mereka justru menjadi gambler yang selalu galau. Mengapa galau? Karena dengan perilaku gambler, keuntungan yang mereka peroleh tidak pernah bertahan lama.

Anda jangan mengira bahwa yang disebut dengan “gambler forex” itu hanya mereka yang melakukan transaksi tanpa analisa saja. Ya, memang mereka adalah salah satu golongan gambler. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya sebutan gambler forex juga bisa disematkan kepada mereka yang melakukan transaksi tanpa dibarengi penerapan trading plan yang baik?

Pada artikel sebelumnya Anda bisa membaca – dan mudah-mudahan memahami – perbedaan antara seorang trader dengan gambler. Nah, setelah mengetahui perbedaan-perbedaanya, seharusnya Anda bisa menghindari hal-hal yang bisa membuat Anda “tersesat” hingga menjadi “gambler forex”, bukannya trader forex.

Apalagi jika ternyata Anda telah menjelma menjadi seorang gambler. Jika demikian, ada baiknya Anda segera mengambil langkah-langkah “penyembuhan”.

Nah, untuk “sembuh” dari penyakit gambling, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

  • Langkah pertama adalah berhenti trading selama “masa pemulihan”. 

    Anda harus mengambil waktu untuk rehat sejenak dari aktivitas trading untuk menenangkan emosi Anda.

  • Langkah ke-2 adalah Anda harus segera memiliki dan menguasai sebuah strategi trading.

    Perlu diketahui bahwa dalam kebanyakan kasus, para “gambler” itu pun punya strategi trading yang seringkali justru bagus. Masalahnya adalah ia tidak bisa menguasai emosinya sehingga tak bisa menjalankan strategi tersebut dengan disiplin.

    Pastikan Anda telah memahami strategi tersebut dan mencobanya kembali di demo account.

  • Langkah ke-3: Buat trading plan.

    Ada baiknya trading plan tersebut tidak hanya disimpan di kepala, namun juga tulislah di atas secarik kertas agar Anda bisa melihatnya tiap kali akan trading.

  • Langkah ke-4: Sertakan risk management.

    Dalam trading plan tersebut, jangan lupa bahwa Anda harus menyertakan risk management dan pastikan Anda mematuhinya. Jangan lupa bahwa setiap transaksi pada dasarnya adalah loss, jadi tetap sertakan manajemen resiko.

  • Langkah ke-5: Batasi transaksi yang Anda lakukan.

    Batasi berapa lot maksimal tiap kali Anda membuka posisi. Atau, batasi berapa kali Anda masuk pasar. Misalnya, maksimal 1 lot tiap kali buka posisi dan maksimal 3 kali buka posisi dalam sehari. Tentu saja jumlah lot harus disesuaikan dengan modal dan manajemen resiko.

  • Langkah ke-6: Percaya dirilah.

    Lakukan transaksi berdasarkan strategi yang telah Anda miliki dengan penuh percaya diri. Untuk bisa melakukan ini, tentu saja Anda harus nyaman dulu dengan batasan resiko yang telah Anda tetapkan. Jangan lupa, strategi ini telah Anda uji sebelumnya di langkah ke-2.

  • Langkah ke-7: Kontrol emosi.

    Jaga mindset Anda dengan tetap fokus pada prosesnya, bukan pada hasilnya. Selalu tegaskan dan yakinkan diri Anda, “Proses saya harus benar, proses saya harus benar, proses saya harus benar!” Kalimat itulah yang harus Anda ulang-ulang tiap kali Anda ingin bertransaksi.

  • Langkah ke-8: Evaluasi

    Selalu lakukan evaluasi berkala, apa pun hasil trading Anda. Jika loss, Anda harus bisa menemukan kesalahan apa yang Anda lakukan. Kalaupun untung, Anda juga harus bisa menemukan alasan keberhasilan tersebut, lalu ulangi di masa datang.

Nah, setelah membaca delapan langkah di atas, Anda seharusnya bisa melihat sesuatu: bahwa menjadi trader forex pro bukan dimulai dari skill, melainkan dari mindset. Mindset pada gilirannya akan menjadi tindakan; tindakan akan menjadi kebiasaan.

Jadi untuk bisa lepas dari “penyakit” gambling, Anda harus mengubah kebiasaan-kebiasaan seorang gambler. Kenali apakah ada kebiasaan-kebiasaan gambler dalam aktivitas trading Anda (dan Anda harus jujur tentang itu!), lalu perbaiki dengan melakukan delapan langkah yang telah dijabarkan di atas.

Selamat trading, jangan gambling!

0 Comments

FOREXimf.com Goes to Campus (Universitas Trilogi)

Bonjour!

Kampus selanjutnya yang menjadi tujuan kegiatan edukasi FOREXimf.com adalah Universitas Trilogi, Jakarta. Kampus yang semula bernama STEKPI, baru dua tahun ini berubah menjadi Universitas Trilogi. Berlokasi di Jl.Taman Makam Pahlawan No.1 Kalibata, Jakarta Selatan, seminar yang diselenggarakan pada hari Jumat, 17 April 2015 ini dihadiri oleh 220 peserta.

Acara diawali dengan sambutan yang cukup unik, yaitu disampaikan dalam Bahasa Inggris oleh Bapak Aam Bustamam, Wakil Rektor II Universitas Trilogi. Disampaikan oleh beliau bahwa ternyata setiap hari Jumat di Universitas Trilogi merupakan English Day. Jadi semua percakapan yang terjadi di lingkungan kampus wajib dilakukan dalam Bahasa Inggris. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Dominggus Alexander, Compliance Director FOREXimf.com

Memasuki sesi 1, Business Development FOREXimf.com, Bapak Pahotan R. Sitohang mempresentasikan materinya berupa pengenalan FOREXimf.com, visi dan misi serta pengetahuan dasar Perdagangan Berjangka Komoditi bagi mahasiswa.

Dilanjutkan dengan pembicara ke dua yaitu Bapak Eko Trijuni, Head Market Analyst FOREXimf.com yang menjelaskan hal – hal teknis dalam trading, termasuk Analisa Teknikal dan Fundamental bagi trader pembula. Beliau juga menyampaikan bahwa yang terpenting dalam industri ini adalah miliki ilmu trading yang cukup sebelum mulai terjun dalam live trading.

Ketika sesi tanya jawab dibuka, beragam pertanyaan diajukan oleh peserta, seperti berapa besar minimal dana yang dibutuhkan oleh calon trader baru, adakah jaminan bagi keamanan dana yang sudah diinvestasikan untuk trading, sampai dengan pertanyaan mengenai jaminan kesejahteraan bagi para petani komoditi di Indonesia.

Dari beberapa pertanyaan yang diajukan peserta, dipilihlah lima pertanyaan terbaik yang penanyanya berhak mendapatkan gift dari FOREXimf.com. Acara diakhiri dengan foto bersama antaar panitia dan pembicara dari FOREXimf.com.

Au Revoir!

0 Comments

Trader Forex Atau Gambler Forex?

Pengalaman 10 tahun di broker forex memberikan saya semacam kemampuan “menerawang” karakter seorang trader; apakah ia benar-benar trader ataukah gambler.

Yuk, kita coba untuk melakukan analisa kecil-kecilan. Mari kita tengok definisi berjudi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia: “Mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dalam permainan tebakan berdasarkan kebetulan, dengan tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yang lebih besar daripada jumlah uang atau harta semula”.

Nah, topik kali ini diharapkan bisa membuka wawasan Anda mengenai perbedaan yang tegas antara seorang trader dengan gambler. Mungkin meskipun misalnya Anda beranggapan bahwa Anda bukanlah tipe gambler, Anda sebaiknya tetap membaca artikel ini sampai tuntas, sebab justru banyak trader yang tidak sadar bahwa dirinya sedang menjalani perilaku gambler.

Yang namanya gambler, jika mereka punya $500 di akun mereka dan habis, maka mereka akan tambah lagi $500 dan selalu begitu berulang-ulang. Mereka tidak pernah mengganti strategi atau cara mereka melakukan transaksi namun tetap berharap akan untung. Itu kebodohan yang keterlaluan.

Perbedaan trader dengan gambler

Dalam trading, Andalah yang menentukan apakah akan keluar sebagai pemenang atau pecundang. Masalahnya, setiap orang berpotensi untuk menjadi penjudi, makanya Anda harus memiliki rencana yang matang untuk melawan godaan tersebut.

Untuk itu, Anda harus tahu ciri-ciri yang membedakan seorang trader dengan gambler.

Ciri-ciri seorang “gambler forex” adalah:

  • Tidak punya strategi trading yang efektif
  • Tidak punya atau tidak menggunakan trading plan
  • Tidak memedulikan manajemen resiko
  • Hanya fokus pada peluang keuntungan, tidak mau fokus pada proses
  • Selalu emosional ketika trading
  • Panjang angan-angan, sehingga berharap keuntungan yang terlalu tinggi
  • Overtrade, yaitu membuka posisi terlalu sering dan/atau terlalu banyak
  • Tidak mau melakukan evaluasi
  • Ingin cepat untung

Sementara itu, ciri-ciri seorang trader forex sejati adalah:

  • Menguasai strategi trading yang efektif
  • Memiliki trading plan dan menerapkannya dengan baik (disiplin)
  • Sangat fokus pada manajemen resiko dan mengatur batasan resiko tiap kali trading
  • Berfokus pada proses. Baginya jika prosesnya benar maka ia tak perlu mengkhawatirkan keuntungan
  • Menghindari emosi ketika trading entah ketika sedang untung ataupun rugi
  • Hanya melakukan transaksi pada saat dan jumlah yang tepat, sesuai dengan strategi dan trading plan
  • Menetapkan target sesuai dengan analisa dan trading plan
  • Selalu melakukan evaluasi berkala atas hasil tradingnya
  • Memperlakukan trading seperti bisnis lainnya; ia sadar bahwa untuk mendapatkan keuntungan membutuhkan proses

Nah, sekarang Anda sudah bisa melihat perbedaan antara trader dengan gambler. Jika Anda perhatikan, mayoritas pembedanya adalah faktor-faktor psikologis. Tentu saja itu datang dari diri sendiri ketika seorang trader berinteraksi dengan pasar yang memang tidak “jinak”.

Jika Anda menemukan ciri-ciri gambler pada diri Anda, sebaiknya segera eliminasi unsur-unsur tersebut dan menggantikannya dengan sifat-sifat trader sejati seperti yang ada dalam daftar di atas.

Untungnya, tidak seperti tabiat pejudi asli, seorang trader forex harusnya lebih mudah untuk lepas dari kebiasaan-kebiasaan gambler. Batasan-batasannya sudah jelas, sehingga yang perlu dilakukan hanyalah mengubahnya dengan kebiasaan-kebiasaan trader forex sejati. Jika Anda bisa, maka Anda sudah selangkah lebih dekat untuk menjadi trader forex profesional.

0 Comments