Seberapa Penting Psikologi Dalam Suksesnya Strategi Forex?

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang trader yang berkata dengan pedas seperti ini pada saya: “Psikologi trading itu b*llsh*t! Sedikit-sedikit nyalahin psikologi. Giliran loss yang disalahin psikologi, giliran profit, strategi lu puji-puji setinggi langit. Berarti kalau lu loss melulu, artinya lu gila. Kalau gitu, pergi aja lu ke psikiater, siapa tau lu jadi waras dan bisa profit terus. Gitu kan? Kalau lu mau profit, lu cari strategi forex yang jagoan. Lu pelajari sampai jago, baru lu masuk forex trading. Bukan ke dokter jiwa!”

Terus terang saya agak sulit mengikuti logika berpikir orang tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah ia merupakan seorang trader sukses, atau justru trader gagal yang berada dalam fase denial dan menolak untuk mengoreksi kesalahan dirinya, namun lebih suka menyalahkan strategi forex trading yang dipergunakannya.

Tetapi itu tidak penting. Yang saya tangkap adalah bahwa intinya ia menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan. Benarkah pendapat tersebut?

Mengambil keputusan di saat genting

Meskipun sekelompok orang memang menganggap bahwa psikologi trading terlalu dibesar-besarkan, namun dalam pandangan sederhana saya tidaklah demikian. Saya sendiri meyakini bahwa seorang trader harus bisa berpikir jernih dalam segala situasi sesulit dan segenting apa pun. Ia harus bisa mengambil keputusan tanpa ragu dalam kondisi berada di bawah tekanan ketika harga bergejolak dan membuat posisinya mengalami floating loss. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak membuka terlalu banyak posisi hanya untuk mempercepat perolehan profit, apalagi untuk mempercepat mengurangi loss dengan cara – misalnya – martingale. Ia harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menutup posisi yang untung, juga bisa dengan jantan menutup transaksi yang merugi manakala sistem tradingnya memang sudah mensyaratkan demikian.

JIka seorang trader tidak mampu menangani stress yang muncul saat trading, bagaimanapun canggihnya strategi forex trading yang ia miliki tak akan banyak membantu karena ia tak akan bisa mengeksekusi strategi tersebut dengan tepat. Penyebabnya antara lain adalah karena takut atau serakah, atau bahkan keduanya sekaligus.

Tak semua Turtle Traders menjadi juara

Masih ingat kisah sukses Turtle Traders yang diasuh oleh Richard Dennis dan Bill Eckhardt? Mereka adalah sekelompok trader yang memulai belajar forex trading dari NOL. Semua anggota kelompok diajarkan metode dan teknik trading berikut prinsip-prinsip manajemen resiko yang sama. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anggota Turtle Traders meraih prestasi yang sama persis. Ada beberapa orang di antara mereka yang sangat menonjol, ada juga yang kurang berhasil. Kita sebut saja mereka sebagai para “Kura-Kura Biasa” dan “Kura-Kura Juara”.

Para “Kura-Kura Biasa” tak mampu bertahan di bawah tekanan mental ketika pasar mengguncang modal mereka. Mereka cenderung menutup posisi mereka terlalu cepat, atau bahkan membiarkan posisi mereka merugi terlalu lama. Mereka tidak mampu mengoptimalkan sistem trading yang telah diberikan kepada mereka.

Sementara itu, para “Kura-Kura Juara” justru melakukan sebaliknya. Mereka bisa menjalankan prinsip yang sangat terkenal dalam trading: “Cut your losses short, let your profits run.” Kunci untuk menjalankan prinsip ini adalah kemampuan untuk tidak menjadi panik manakala volatilitas pasar bertambah besar, namun justru mampu mempertahankan keyakinan atas argumen yang mendasari pengambilan keputusan atas suatu transaksi. Itu termasuk juga dalam melakukan cut-loss.

Apa perbedaan antara para “Kura-Kura Juara” itu “Kura-Kura Biasa”? Jawabannya adalah psikologi mereka.

Pengemudi biasa vs pembalap

Saya selalu suka mempergunakan analogi ini.

Seorang pengemudi biasa – seperti saya – tidak akan bisa mengendarai mobil Formula-1 dengan optimal. Jika saya diberi kesempatan mengemudikan mobil canggih itu dan Lewis Hamilton (juara dunia Formula-1) mengemudikan sedan biasa yang hanya memiliki mesin bersilinder 2000cc, lalu kami diminta untuk berlomba, sepertinya Lewis Hamilton yang akan menang. Mengapa? Karena saya tidak punya mental pembalap seperti Lewis Hamilton. Kecepatan maksimum yang pernah saya alami selama mengemudi, mentok di 110 km/jam. Saya tidak berani melaju lebih cepat lagi.

Sebuah program televisi BBC Knowledge bernama “Top Gear” pernah menayangkan liputan ketika salah seorang host acara itu, Richard Hammond, mencoba untuk mengendarai Formula-1. Hasilnya? Ia lebih banyak berteriak – meskipun bercampur antara ketakutan dan histeria kegembiraan – ketika ia memacu mobil itu dalam kecepatan yang tinggi.

Padahal, Hammond adalah pengemudi yang berpengalaman. Ia sangat mengenal mobil dan seluk beluknya. Ia pernah beberapa kali memacu super car dalam kecepatan tinggi. Namun Formula-1 adalah hal yang sama sekali berbeda.

Seorang pembalap Formula-1 biasa memacu mobilnya dalam kondisi full throttle selama berjam-jam. Setiap tikungan dilibas tanpa banyak menginjak pedal rem. Berbeda dengan Hammond, yang lebih banyak menginjak pedal rem daripada pedal gas.

Yang membedakan Hammond dengan pembalap Formula-1 sungguhan – selain pengalaman – adalah mental.

Strategi juga penting, tapi….

Kita tidak sedang menafikan pentingnya peranan strategi forex trading yang bagus. Mungkin saja Anda adalah seorang trader yang super disiplin dan “dingin”, dalam arti sama sekali tak melibatkan emosi dalam trading, namun itu pun tak berarti tanpa strategi yang profitable.

Psikologi trading tidak lantas serta-merta bisa mengubah strategi yang buruk menjadi cemerlang, namun bisa membantu Anda untuk melengkapi kemampuan Anda untuk membangun sistem trading yang baik.

Di sisi lain, penguasaan psikologi dalam trading akan bisa membuat Anda berpegang teguh pada trading plan atau sistem trading yang sudah Anda uji keampuhannya. Sederhana saja: tanpa kedisiplinan, mustahil kan Anda bisa stick to the plan? Nah, kedisiplinan ini salah satu bagian psikologi trading.

Kunci dari kebehasilan seorang trader – kembali lagi – adalah 3M: Mind, Method, Money. Ketiganya harus seimbang dan proporsional. Tiga serangkai itu tak boleh dipisah-pisahkan. Ketiadaan salah satu elemen dari 3M akan menutup kemungkinan kesuksesan Anda dalam trading.

Jadi, masih mau mengabaikan pentingnya psikologi dalam trading?

ANALISA FOREX MINGGUAN: 23-27 FEBRUARI 2015

USD bergerak beragam terhadap mata uang utama dunia. Kemelut finansial Yunani masih menjadi pusat perhatian para pelaku pasar, terutama setelah Jerman menolak proposal bailout yang diajukan Yunani.

Dari AS, data klaim pengangguran pekan lalu ternyata dirilis lebih baik daripada perkiraan, namun indeks Philly Fed cukup mengecewakan. Rilis FOMC minutes juga cenderung dovish.

Dari Inggris, data tenaga kerja yang positif tak mampu mendukung penguatan sterling lebih lama karena ternyata data retail sales cukup mengecewakan.

Berikut ini adalah data ekonomi yang perlu diperhatikan sepanjang pekan ini.

  1. German Ifo Business Climate: Senin (23/2), 16.00 WIB

Sentimen bisnis di Jerman naik dalam tiga bulan berturut-turut hingga Januari, mencapai indeks 106.7. Euro yang melemah mendorong sektor ekspor. Euro diperkirakan masih akan tetap lemah di tengah program stimulus yang dilancarkan oleh ECB. Pertumbuhan ekonomi Jerman yang baik diharapkan akan menolong euro. Indeks bisnis Jerman diperkirakan akan naik ke 107.4.

  1. Pernyataan Mario Draghi: Selasa (24/2), 21.00 WIB dan Rabu (25/2), 21.00 WIB

Presiden ECB, Mario Draghi dijadwalkan untuk memberikan pernyataan di depan Parlemen Eropa di Frankfurt dan Brussels. Draghi menahan diri untuk tidak memberikan pernyataan tentang kemungkinan keluarnya Yunani dari zona euro, dan menyatakan bahwa tidak masuk akal untuk berspekulasi mengenai kemungkinan itu.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (24/2), 22.00 WIB

Tingkat kepercayaan konsumen AS naik ke tingkat tertinggi sejak tujuh tahun terakhir di bulan Januari, mencapai indeks 102.9. Optimisme akan prospek lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi meningkat, demikian juga mengenai pertumbuhan gaji. Optimisme ini juga dilatarbelakangi oleh rendahnya inflasi akibat rendahnya harga bahan bakar. Kali ini, kepercayaan konsumen diperkirakan akan tercatat di 99.6.

  1. Pernyataan Janet Yellen: Selasa (24/2), 22.00 WIB dan Rabu (25/2), 22.00 WIB

Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, akan memberikan pernyataan di depan Komisi Keuangan DPR Amerika Serikat di Washington DC. Yellen kemungkinan akan memberikan pernyataan terkait isu kenaikan suku bunga, rendahnya inflasi dan menguatnya sektor lapangan pekerjaan. Sesi ini akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang biasanya akan diikuti oleh volatilitas pasar merespon setiap jawaban dari Ketua Fed.

  1. US New Home Sales: Rabu (25/2), 22.00

Penjualan rumah baru meningkat tajam di bulan Desember sebesar 11,6% yaitu 481.000, mencerminkan perbaikan dari tahun 2014. Membaiknya lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi memiliki andil dalam penguatan tersebut. Namun di bulan Januari diperkirakan akan terjadi penyusutan menjadi 447.000.

  1. HSBC Flash Manufacturing PMI: Rabu (25/2), 08.45 WIB

Seiring usainya liburan tahun baru Imlek, HSBC siap membeurkan gambaran umum dari ekonomi terbesar ke dua di dunia: China. Di bulan Januari, indeks PMI terlihat di angkat 49.7 poin, sedikit di bawah angka 50. Untuk diketahui, indeks di atas 50 menunjukkan pertumbuhan sementara di bawah 50 berarti terjadi kontraksi. Indeks selanjutnya diperkirakan berada di 49.6. Ekonomi China tidak hanya mempengaruhi Australia pada khususnya, namun juga seluruh dunia pada umumnya.

  1. GDP Inggris: Kamis (26/2), 16.30 WIB

Perkiraan awal pertumbuhan GDP Inggris memperlihatkan pertumbuhan 0,5% di kuartal ke-4 tahun 2014, lebih rendah daripada perkiraan. Kemungkinan angka ini akan dikonfirmasi di rilis ke-2. Pertumbuhan ini mencerminkan pelambatan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

  1. Data inflasi AS: Kamis (26/2), 20.30 WIB

Indeks harga konsumen AS tercatat mengalami kejatuhan yang terbesar di bulan Desember, jatuh sebesar 0,4% yang merupakan yang terbesar sejak Desember 2008. Di bulan sebelumnya, penurunan tercatat sebesar 0,3%. Untuk basis tahunan, indeks harga konsumen tercatat naik sekitar 0,8%, yang merupakan kenaikan yang terkecil sejak Oktober 2009. Penurunan yang berkelanjutan ini memudarkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Fed. Data indeks harga konsumen selanjutnya diperkirakan turun 0,6%.

  1. US Durable Goods Orders: Kamis (26/2), 20.30 WIB

Pemesanan barang tahan lama jatuh 2,4% di bulan Desember di tengah pelambatan ekonomi global dan rendahnya harga minyak mentah dunia. Padahal di dua kuartal sebelumnya, data ini tercatat mengalami kenaikan yang bagus. Kali ini data tersebut diperkirakan naik 1,7%.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (26/2), 20.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran turun sebesar 21.000 pekan lalu, menjadi 283.000. Ini merupakan indikasi bahwa memang sektor lapangan pekerjaan mengalami momentum yang baik. Klaim rata-rata empat mingguan yang merupakan pengukur yang lebih stabit tercatat turun 6.500 menjadi 283.250. Pekan ini, klaim pengangguran diperkirakan akan menjadi 285.000.

  1. GDP AS: Jumat (27/2), 20.30 WIB

Setelah tercatat menguat 5% di kuartal ke-3 tahun 2014, perkiraan awal di kuartal ke-4 hanya memperlihatkan pertumbuhan 2,6%. Kemungkinan akan lebih buruk lagi, dengan hanya tercatat 2,1%.

Tinjauan Teknikal

EUR/USD

EUR/USD pekan ini masih berada dalam bias netral. Perhatikan area resistance di 1.14418. Jika sinyal bearish terkonfirmasi di area tersebut, ada kemungkinan euro akan melemah ke area support di kisaran 1.13191-1.12688.

Sebaliknya, jika resistance tersebut tembus, euro diperkirakan akan menguat mengincar area resistnae selanjutnya di 1.15325.

EURUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 23 FEBRUARI 2015

AUD/USD

AUD/USD pekan ini juga masih berada dalam bias netral. Perhatikan area resistance di 0.78751. Jika sinyal bearish terkonfirmasi di area tersebut, ada kemungkinan aussie akan melemah ke area support di kisaran 0.77551. Perhatikan area support itu untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound kembali ke 0.78751.

Sebaliknya, jika support 0.77551, aussie diperkirakan akan melemah mengincar area support selanjutnya di 0.76432.

AUDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 23 FEBRUARI 2015

GBP/USD

GBP/USD berada dalam bias bullish untuk pekan ini, kendati koreksi terjadi ke area support di 1.53372. Rebound diperkirakan akan terjadi dengan sasaran hingga kisaran 1.54122-1.54793.

Meskipun demikian, waspadalah jika support 1.53772 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.52622-1.51951.

GBPUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 23 FEBRUARI 2015

USD/JPY

USD/JPY masih bergerak sideway di area 118.242-119.095. Bias netral untuk pekan ini namun ada potensi bullish jika harga tembus ke atas 119.095, dengan sasaran hingga kisaran 119.672.

Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bearish jika support 118.242 tembus. Potensi bearish kemudian adalah hingga kisaran 117.715-116.863.

USDJPY STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 23 FEBRUARI 2015

USD/CHF

USD/CHF terkoreksi hingga area support di 0.93963-0.93113 namun dari MA bisa dilihat bahwa bias mingguan pada umumnya adalah bullish. Potensi rebound adalah hingga kisaran 0.94489-0.95339, namun waspadai kemungkinan koreksi lebih dalam masuk ke area support tersebut di atas.

Hati-hati apabila support 0.93113 tembus karena hal itu akan mengubah bisa mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.92587-0.91737.

USDCHF STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 23 FEBRUARI 2015

NZD/USD

NZD/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Jika resistance 0.75724 tembus, kemungkinan Kiwi akan terus menguat hingga kisaran 0.76339-0.77028. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support di 0.74420. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 0.75109-0.75724.

Namun waspadalah jika support0.74420 tembus karena hal itu akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kiwi hingga kisaran 0.73731-0.73116.

NZDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 23 FEBRUARI 2015

GOLD

Harga emas masih berada di bawah tekanan untuk outlook mingguan. Perhatikan support 1197.47, karena jika support itu tembus maka pelemahan harga emas lebih lanjut akan terbuka hingga kisaran 1188.22-1177.88.

Meskipun demikian, ada indikasi oversold di stochastic dan CCI H4. Maka dari itu waspadai kemungkinan pull-back dan perhatikan area resistance di kisaran 1212.44-1221.68. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1200.72-1197.47.

Waspada jika resistance 1221.68 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas ke kisaran 1227.40-1236.65.

GOLD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 23 FEBRUARI 2015

Memanfaatkan Fitur-Fitur “Rahasia” MetaTrader (Bagian-1)

MetaTrader merupakan platform yang paling populer di dunia forex trading. Platform ini memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap untuk membantu trader dalam melakukan analisa teknikal. Karena itu, kebanyakan trader forex online lebih suka mempergunakan MetaTrader untuk menjalankan strategi forex mereka.

Anda mungkin telah mengetahui fitur-fitur dasar MetaTrader seperti melakukan transaksi, memasukkan indikator, menarik trendline, Fibonacci retracement dan lain-lain. Namun ada beberapa fitur yang tidak ditampilkan secara eksplisit, sehingga kita harus mau mengeskplorasi MetaTrader untuk mengetahui fitur-fitur yang “tersembunyi” itu.

Fitur-fitur yang akan kita bahas kali ini memang tidak bersentuhan langsung dengan teknik analisa teknikal, namun ada beberapa fitur yang justru akan mempermudah kita dalam melakukan analisa teknikal maupun mengeksekusi transaksi.

Yuk, kita mulai.

Mengatur posisi chart­

Dalam keadaan normal, biasanya Anda melihat tampilan chart di MetaTrader seperti ini:

belajar forex, forex trading

Gambar 1: Tampilan normal chart MetaTrader

Nah, untuk mengatur tampilan chart, Anda bisa meng-klik “Window” di toolbar menu yang berada di bagian atas platform, kemudian pilih Tile Windows. Jadi, langkahnya adalah Window à Tile Windows.

belajar forex, forex trading

Gambar 2: Menu Window à Tile Windows

Hasilnya, Anda akan melihat tampilan seperti di bawah ini.

belajar forex, forex trading

Gambar 3: Tampilan chart setelah Tile Windows diaktifkan

Jumlah window chart yang terlihat tentu tergantung pada berapa banyak chart yang Anda buka. Jika misalnya Anda hanya membuka dua atau tiga chart, maka yang akan terlihat hanya dua atau tiga chart saja. Untuk mengembalikan tampilan chart seperti di Gambar 1, Anda tinggal meng-klik tombol “Maximize” di chart yang Anda kehendaki.

belajar forex, forex trading

Gambar 4: Klik tombol Maximize untuk memperbesar tampilan chart

Anda bisa memanfaatkan fitur ini untuk memantau beberapa currency pair sekalius tanpa harus berpindah-pindah layar. Tentu saja nanti jumlah chart yang bisa Anda pantau sekaligus harus disesuaikan dengan lebar layar monitor yang Anda miliki, agar tidak menjadi terlalu kecil untuk bisa Anda lihat.

Fitur ini juga sering dimanfaatkan oleh trader yang sering menggunakan multi time-frame dalam melakukan analisa teknikalnya. Biasanya, mereka menggunakan tiga time-frame yang dijajarkan sekaligus. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan fitur “Tile Vertically”. Langkah mengaktifkannya adalah menu Windows à Tile Vertically. Tampilannya nanti akan menjadi seperti berikut ini:

belajar forex, forex trading

Gambar 5: Tile Vertically

Template

Template merupakan fitur yang bisa membantu kita untuk mengaplikasikan warna, indikator dan pengaturan-pengaturan lain dengan cepat. Misalnya, Anda selalu mempergunakan Moving Average, Stochastic Oscillator dan CCI dalam melakukan analisa. Nah, Anda bisa menyimpan pengaturan tersebut dalam Template, agar bisa Anda “panggil” secara cepat di kemudian hari.

Cara menyimpannya mudah saja. Pertama kali tentu Anda harus mem-plot indikator-indikator yang Anda inginkan di chart. Setelah itu, klik kanan di layar chart lalu sorot Template, kemudian klik Save Template.

belajar forex, forex trading

Gambar 6: Menyimpan Template

Berikutnya, Anda tinggal menyimpan Template yang telah Anda buat. Dalam contoh pada gambar di bawah ini, Template tersebut disimpan dengan nama “Template-ku”.

belajar forex, forex trading

Gambar 7: Menyimpan Template

Untuk memanggil template yang telah Anda simpan dan buat tadi, cukup dengan meng-klik kanan di layar chart, kemudian sorot Template lalu pilih Load Template.

belajar forex, forex trading

Gambar 8: Memanggil Template

Terakhir, pilih nama Template yang sudah Anda simpan tadi lalu klik Open, maka chart Anda akan segera memiliki tampilan seperti yang telah Anda atur di Template tersebut. Anda tak perlu lagi memasang indikator satu per satu.

belajar forex, forex trading

Gambar 9: Memanggil Template

Profile

Jika Template bisa membantu Anda untuk mengatur tampilan chart dan indikator di dalamnya, maka Profile menawarkan cara yang mudah untuk bekerja dengan beberapa chart. Ketika sebuah Profile diaktifkan, setiap chart akan berada di tempat yang sama seperti yang telah diatur sebelumnya.

Anda bisa membuat beberapa Profile. Misalnya, jika Anda memiliki sistem trading khusus untuk GBP/USD menggunakan multi time-frame, Anda bisa membuat Profile khusus untuk itu. Atau jika Anda ingin membuat Profile khusus untuk memantau Indeks Saham Asia, Anda juga tinggal membuatnya.

Langkah awal adalah menetapkan chart apa saja yang akan dipergunakan. Misalnya Anda telah mengatur chart dan indikator untuk trading GBP/USD seperti dalam contoh yang ditampilkan di Gambar 5: Tile Vertically di atas. Selanjutnya, Anda tinggal meng-klik menu File, lalu sorot Profiles kemudian klik Save As.

belajar forex, forex trading

Gambar 10: Menyimpan Profile

Selanjutnya Anda tinggal mengetik nama untuk Profile tersebut, lalu klik OK.

belajar forex, forex trading

Gambar 11: Memberi nama Profile

Anda bisa membuat Profile dengan nama lain dengan cara yang sama. Misalnya untuk EUR/USD, atau jika Anda mau Anda bisa membuat Profile yang menampilkan semua currency pairs dengan nama “Market Overview”.

Untuk berpindah-pindah Profile, Anda tinggal masuk ke menu File à Profile à pilih Profile yang ingin ditampilkan.

belajar forex, forex trading

Gambar 12: Memanggil Profile

Nah, untuk sementara cukup sekian dulu. Di tulisan berikutnya, akan saya informasikan beberapa fitur “rahasia” lainnya dari MetaTrader.

Sampai jumpa.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 16-20 FEBRUARI 2015

USD tertekan di pekan lalu, pasca melemahnya data retail sales US sebesar 0,8% di bulan Januari, menyusul penurunan sebesar 0,9% di bulan sebelumnya. Rendahnya harga minyak ternyata tidak mendukung penjualan seperti yang diperkirakan. Tingkat keyakinan konsumen juga meleset dari perkiraan. Meskipun demikian, para ekonom masih percaya bahwa tingkat penjualan akan naik seiring dengan membaiknya sektor tenaga kerja dan rendahnya harga.

Dari kawasan euro, meskipun masih berat, harapan baik mulai datang dari Yunani mengiringi membaiknya pertumbuhan ekonomi Jerman. Sementara itu di Inggris, langkah cantik dari Carney membantu penguatan sterling. Namun Aussie tertekan akibat lemahnya data pekerjaan.

Berikut ini adalah beberapa data ekonomi penting yang perlu diperhatikan sepanjang pekan ini.

  1. Pertemuan Eurogroup: Senin (16/2)

Para menteri keuangan Uni Eropa akan terus mencari solusi bagi krisis hutang Yunani setelah gagal menemukan jalan keluar pekan lalu. Pemerintahan baru Yunani diminta untuk mengubah aturan main untuk untuk meringankan tekanan hutang dan melonggarkan parameter penghematan yang ditetapkan oleh pemerintahan sebelumnya. Ada peluang hal itu akan terjadi jika Angela Merkel bisa memenangi pemilihan di Hamburg.

  1. Data inflas Inggris: Selasa (17/2), 16.30 WIB

Tingkat inflasi Inggris turun tajam menjadi 0,5% di bulan Desember 2014, setelah sempat tecatat di angka 1% di bulan November. Tingkat inflasi ini merupakan yang terendah sejak Mei 2000. Penurunan ini disebabkan oleh rendahnya harga bahan bakar. Gubernur Bank of England, Mark Carney masih mencanangkan kenaikan suku bunga dalam dua tahun ke depan meskipun laju inflasi berjalan lambat. Para ekonom memperkirakan bahwa penurunan inflasi akan berlanjut sementara masyarakat akan mendapatkan keuntungan dari rendahnya suku bunga. CPI Inggris kali ini diperkirakan akan naik 0,3%.

  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (17/2), 17.00 WIB

Sentimen ekonomi di Jerman naik di bulan Januari menjadi 48.4 dari angka 34.9 yang tercatat di bulan Desember 2014, di tengah rendahnya harga minyak dunia. Namun para ekonom memperingatkan bahwa situasi yang memburuk di Yunani akan mempengaruhi perekonomian Jerman. Kali ini, ZEW economic sentiment diperkirakan mengalami lonjakan ke 56.2.

  1. Keputusan bunga BOJ: Rabu (18/2)

Pada rapat dewan gubernur di bulan Januari, Bank of Japan (BOJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan menaikkan stimulus sebesar 80 trilyun yen. Keputusan tersebut sejalan dengan perkiraan. BOJ mencatat sedikit perbaikan di sektor ekspor dan naiknya output industri serta memperkirakan bahwa ekspansi akan terjadi berkat rendahnya harga minyak. Proyeksi inflasi juga naik namun diperkirakan akan melambat sejenak seiring penurunan harga minyak dunia.

  1. Data tenaga kerja Inggris: Rabu (18/2), 16.30 WIB

Jumlah pengangguran jauh sebesar 29.700 di bulan Desember menyusul penurunan sebesar 26.900 di bulan November. Ini merupakan indikasi bahwa sektor tenaga kerja di Inggris masih kuat. Lebih jauh lagi, tingkat pendapatan rata-rata juga meningkat. Jumlah pengangguran di bulan Januari diperkirakan turun sebesar 25.200. Tingkat pengangguran di bulan Desember diperkirakan tetap berada di 5,8% sementara pertumbuhan gaji di 1,7%.

  1. US Building Permits: Rabu (18/2), 20.30 WIB

Jumlah izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan pemerintah AS turun sebesar 1,9% di bulan Desember menjadi 1,03 juta unit, sementara dimulainya pembangunan rumah naik 4,4% menjadi 1,09 juta unit. Alasan utama melambatnya pertumbuhan di sektor perumahan adalah melambatnya pertumbuhan gaji yang membuat calon pembeli potensial gagal untuk mendapatkan kredit pemilikan rumah. Kali ini, jumlah izin mendirikan bangunan diperkirakan akan naik menjadi 1,08 juta unit.

  1. US PPI: Rabu (18/2), 20.30 WIB

Indeks harga produsen jatuh 0,3% di bulan Desember, yang merupakan penurunan paling tajam dalam tiga tahun belakangan, di tengah penurunan harga bahan bakar. Menyusul laporan tersebu, Federal Reserve juga menurunkan proyeksi inflasi sehingga menimbulkan keraguan pasar bahwa bank sentral AS tersebut akan segera menaikkan suku bunga. Meskipun demikian, para pejabat Fed menganggap bahwa menurunnya inflasi ini hanya akan bersifat sementara. Data US PPI kali ini diperkirakan naik 0,4%.

  1. US FOMC Meeting Minutes: Kamis (19/2), 02.00 WIB

Dalam keputusan terakhir di bulan Januari, Federal Reserve terdengar cukup optimis mengenai pertumbuhan ekonomi AS dan menyebut-nyebut penguatan sektor lapangan pekerjaan dalam pernyataan resminya. Meskipun demikian, Fed juga menyinggung mengenai perkembangan ekonomi global. Minutes kali ini akan memberikan petunjuk lebih detil mengenai bagaimana anggota FOMC menilai ekonomi AS dan bagaimana kekhawatiran mereka mengenai perekonomian global.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (19/2), 20.30 WIB

Klaim pengangguran pekan lalu naik sebesar 25.000 menjadi 304.000. Meskipun demikian, secara umum pertumbuhan sektor lapangan pekerjaan di Amerika Serikat masih positif. Klaim pengangguran diperkirakan akan turun di tengah meningkatnya lapangan pekerjaan dalam tiga bulan terakhir ini. Angka klaim pengangguran pekan ini diperkirakan naik sebesar 305.000.

  1. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis, 22.00 WIB

Aktivitas manufaktur di kawasan Philadelphia turun di bulan Januari, mencapai 6.3 poin. Ini merupakan penurunan terbesar dalam 11 bulan terakhir. Meskipun demikian mayoritas responden menyatakan bahwa turunnya harga bahan bakar secara umum memberikan dampak positif terhadap bisnis manufaktur dan proyeksi untuk enam bulan ke depan masih positif. Data aktivitas manufaktur selanjutnya diperkirakan naik menjadi 8,8 poin.

Tinjauan Teknikal

EUR/USD

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

EUR/USD masih bergerak di area 1.13185-1.15410. Harga bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. Kedua MA tersebut flat di chart H4 sehingga preferensi untuk pekan ini cenderung netral.

Jika harga kembali tembus ke bawah 1.13185 maka ada potensi bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.12335-1.10960. Namun mengingat kondisi harga di atas MA 20 dan MA 50, waspadai kemungkinan rebound hingga kisaran 1.15410-1.16785, terlebih sinyal bullish terkonfirmasi di stochastic.

AUD/USD

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

AUD/USD kembali melakukan pull-back ke area resistance yang berada di kisaran 0.77774-0.78715. Stochastic dan CCI overbought di chart H4. Dengan demikian bias mingguan masih cenderung bearish meskipun kita bisa melihat bahwa harga mulai bergerak ke atas MA 20 dan MA 50. Potensi bearish untuk pekan ini adalah kisaran 0.77191-0.76249.

Hati-hati jika resistance 0.78715 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Aussie menuju kisaran 0.79298-0.80240.

GBP/USD

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

GBP/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Pergerakan bullish diperkirakan akan berlanjut jika resistance di 1.54355 tembus, dengan potensi target hingga kisaran 1.54922-1.55557. Namun perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli, sehingga ada kemungkinan koreksi di pekan ini. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 1.53437-1.52869. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.53788-1.54355.

Hati-hati jika support di 1.52869 tembus, karena itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.52518-1.51951.

USD/JPY

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Koreksi cukup dalam terjadi pada USD/JPY, namun selama support 118.242 bertahan masih ada potensi rebound. Apalagi stochastic dan CCI di chart H4 memperlihatkan indikasi oversold. Meskipun demikian, potensi rebound baru akan terkonfirmasi jika harga berhasil tembus ke atas 119.095, dengan potensi target hingga kisaran 119.622-120.474.

Waspada jika support 118.242 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY ke kisaran 117.715-116.863.

USD/CHF

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

USD/CHF masih bergerak sideway di chart H4. Maka dari itu bias mingguan adalah netral. Bias mingguan barulah akan berubah menjadi bullish jika resistance 0.93430 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.95542-0.96849.

Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bearish jika support 0.91318 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.90011-0.88955.

NZD/USD

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

NZD/USD mulai bergerak bullish namun masih tertahan di area resistance 0.75153. Bias bullish akan semakin kuat jika resistance tersebut tembus dan berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.75634-0.76172.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI overbought di chart H4. Maka dari itu waspadai kemugkinan koreksi. Sebagai skenario alternatif, perhatikanlah area support di kisaran 0.74375-0.75153. Jika koreksi benar terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal bullish di area itu, dengan potensi rebound hingga kisaran 0.74672-0.75153.

GOLD

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Harga emas masih berada di bawah tekanan. Bias mingguan masih bearish. Sebagai skenario tradingnya, perhatikan area resistance di kisaran 1242.89-1259.28. Jika pull-back berlanjut ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal jual di area tersebut dengan sasaran hingga kisaran 1232.76-1216.37.

Waspada jika resistance 1259.28 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1269.41-1285.80.

Forex Trading Membutuhkan Pengendalian Emosi

Forex trading semakin populer berkat kemajuan internet. Hampir semua lapisan masyarakat mengetahui tentang bisnis ini. Mulai dari pengusaha, karyawan, mahasiswa bahkan sampai operator warnet setidaknya tahu bahwa ada bentuk perdagangan yang disebut forex trading.

Potensi yang luar biasa membuat banyak orang tertarik untuk mencoba. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa trading tidak hanya mengenai tingkat kecerdasan, namun juga mengenai cara mengendalikan pikiran; dalam hal ini: emosi.

Ekspektasi terlalu tinggi

Para pemula biasanya memulai mencoba trading dengan mempergunakan demo account. Seringkali demo account berjalan dengan baik; si pemula bisa menghasilkan “profit virtual” yang besar. Kenyataan itu membuatnya berpikir, “Oh, ternyata trading itu mudah. Saya bisa mendapatkan sekian ribu dollar hanya dalam beberapa jam saja. Mengapa saya tidak tahu dari dulu?”

Berdasarkan kesuksesan demo account-nya, seorang pemula biasanya memiliki ekspektasi yang sangat tinggi. Kepercayaan dirinya menjadi terlalu besar dan perasaan seperti ini sangat berbahaya bagi trader pemula yang belum berpengalaman.

Ketika seorang pemula memulai trading di real account, itu berarti ia telah menempatkan modalnya (real money) berhadapan langsung dengan pasar. Ia akan segera menyadari bahwa trading forex ternyata lebih kompleks daripada yang dibayangkannya. Ketika keselamatan uangnya benar-benar terancam, ia akan merasakan stress yang sesungguhnya. Prestasinya di demo account seolah tak berarti. Kondisi seperti ini kerapkali menggiring seorang trader pemula ke lembah keputusasaan.

Latihan vs. Sungguhan

Memasuki dunia real trading dari tahapan demo trading sebenarnya merupakan tahapan yang paling sulit dalam dunia trading. Pada saat itulah seorang trader benar-benar diuji kemampuannya dari sisi psikologi.

Dalam demo trading, tidak ada resiko finansial yang sungguh-sungguh bisa terjadi. Kerugian yang dialami dalam demo hanyalah kerugian “virtual”. Tidak ada keterlibatan emosi di situ. Namun ketika telah memasuki real trading, ketika resiko finansial (loss) bisa sungguh-sungguh terjadi, besar sekali kemungkinan seorang trader kehilangan fokus. Lebih parah lagi, kehilangan fokus mengarah kepada kehilangan obyektivitas. Ia tidak mampu lagi mengambil keputusan berdasarkan apa yang telah ia pelajari dan latih di demo account.

Waspadai emosi mengambil alih pikiran

Jelaslah bahwa emosi bisa mengambil alih pikiran seorang trader. Emosi yang tak terkendali adalah musuh terbesar trader, yang bisa mengarahkan kepada penilaian yang buruk akibat hilangnya obyektivitas dalam menyikapi perubahan pasar. Hal ini bisa berujung pada membengkaknya kerugian yang diderita.

Beberapa emosi yang kerap mengganggu konsentrasi dan konsistensi seorang trader di antaranya adalah keserakahan (greed), rasa takut (fear) yang pada gilirannya akan melumpuhkan kemampuan mengambil keputusan yang obyektif.

Greed

Keserakahan bisa membuat seorang trader untuk mempertahankan posisi (transaksi) terlalu lama dengan harapan harga akan terus bergerak sesuai dengan keinginannya. Bahkan ketika harga berbalik arah berlawanan dengan harapannya, ia akan terus berharap keadaan akan menjadi seperti yang ia inginkan.

Inilah yang sering melatarbelakangi hilangnya keuntungan yang diperoleh dari posisi, bahkan berubah menjadi kerugian. Untuk menghindarinya, Anda harus mencoba untuk mengukur secara obyektif di mana sebaiknya Anda merealisasikan keuntungan. Betul bahwa target harus sebesar mungkin, namun tetap harus ada alasan yang masuk akal. Kembalikan kepada analisa Anda, apakah memang posisi tersebut layak dipertahankan atau tidak. Jika dari sudut pandang analisa memang sudah waktunya untuk menutup posisi tersebut, tutuplah.

Fear

Rasa takut yang berlebihan cenderung akan mencegah seorang trader untuk membuka posisi, atau bisa juga membuatnya menutup posisinya terlalu cepat.

Jika Anda terlalu takut akan menghadapi resiko atau mengalami kerugian, Anda justru akan sering melewatkan banyak peluang yang bagus. Ketika rasa takut menguasai, Anda akan biasanya akan menutup posisi Anda meskipun keuntungan yang didapatkan masih terlalu kecil dibandingkan dengan potensi yang sebenarnya masih besar.

Cara mengatasinya – lagi-lagi – adalah dengan memiliki trading plan yang baik, yang memiliki aturan mengenai kapan harus masuk dan keluar dari pasar (sistem trading), serta aturan pengelolaan modal (money management) dan pengelolaan resiko (risk management) yang baik. Trading plan yang telah teruji akan memberikan ketenangan bagi Anda.

Kendalikan emosi Anda

Bagaimanapun, seorang trader tetaplah manusia yang tak sempurna. Itulah sebabnya mengapa tidak ada kesempurnaan dalam forex trading. Meskipun demikian, trading memang tidak membutuhkan kesempurnaan. Yang dibutuhkan adalah mengendalikan resiko dan mengoptimalkan peluang yang ada dengan menjalankan trading plan dengan baik. Untuk itu, pengendalian emosi mutlak diperlukan.

Memanfaatkan Analisa Fundamental Dalam Forex Trading (Bagian-2)

Pada bagian pertama kita telah membahas mengenai latar belakang analisa fundamental sebagai salah satu acuan strategi dalam forex trading. Juga telah dibahas beberapa data ekonomi yang tergolong big figure, yang biasa memberi dampak signifikan terhadap pergerakan harga saat data tersebut diumumkan.

Nah, kali ini kita akan membahas lebih banyak data ekonomi yang tergolong big figure. Yuk segera kita mulai saja.

Initial claim/jobless claim/unemployment claim

Data ini mencatat jumlah warga negara yang mendaftarkan diri sebagai pengangguran untuk mendapatkan tunjangan pengangguran setiap minggunya. Di Amerika Serikat, data ini diumumkan sekali dalam seminggu, yaitu setiap hari Kamis.

Bedanya dengan unemployment rate adalah data ini diumumkan sekali dalam seminggu, sementara unemployment rate diumumkan sekali dalam sebulan. Data unemployment rate merupakan persentase tingkat pengangguran dari jumlah total tenaga kerja, sementara initial claim merupakan jumlah orang yang mendaftarkan diri sebagai pengangguran.

Mirip dengan unemployment rate, jika angka initial claim naik daripada data sebelumnya, maka mata uang negara tersebut cenderung akan melemah. Apalagi jika data yang diumumkan lebih tinggi daripada perkiraan.

Trade balance

Merupakan data yang mengukur perbedaan antara sektor ekspor dan impor. Angka positif menunjukkan bahwa kegiatan ekspor lebih tinggi daripada impor. Sebaliknya, jika angkanya negatif maka itu berarti impor lebih tinggi daripada ekspor.

Tingkat ekspor berkaitan secara langsung terhadap penguatan mata uang karena pihak asing harus membeli mata uang negara pengeskpor untuk membayar barang yang dibeli. Tingginya angka ekspor juga akan berdampak positif bagi produksi.

Jika trade balance naik, dampaknya akan positif bagi mata uang negara tersebut.

Gross Domestic Product (GDP)

GDP (dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan PDB; Produk Domestik Bruto) merupakan data yang mengukur nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah (negara) tersebut dalam jangka waktu tertentu. Berbeda dengan GNP (Gross National Product) yang memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut, GDP hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak.

Jika angka GDP naik, dampaknya akan positif bagi mata uang negara tersebut.

Housing starts

Merupakan data yang mengukur jumlah proyek konstruksi rumah tinggal yang telah dimulai di bulan yang bersangkutan. Survey untuk data ini mengikutsertakan semua kontraktor perumahan di negara tersebut.

Data ini dianggap sebagai indikator kekuatan ekonomi, karena berhubungan dengan industri lain seperti perbankan, kredit, bahan bangunan, pekerja, konstruksi manufaktur dan real estate. Jika perekonomian kuat, maka orang cenderung akan membeli rumah baru; sebaliknya, jika perekonomian lemah, sektor perumahan juga akan ikut lesu.

Para trader dan analis mencermati data ini setiap bulan, membandingkannya dengan data bulan sebelumnya dan data di bulan yang sama di tahun sebelumnya. Jika angka data tersebut menujukkan kenaikan, mata uang negara yang bersangkutan biasanya juga akan ikut terapresiasi.

Manufacturing PMI

PMI adalah singkatan dari Purchasing Manager’s Indeks. Merupakan indikator “kesehatan” ekonomi di sektor manufaktur. Indeks PMI berdasar pada lima indikator utama: pemesanan baru, persediaan, produksi, pengiriman penyalur dan tenaga kerja.

Indeks PMI yang berada di atas 50 menunjukkan ekspansi yang terjadi di sektor manufaktur dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang biasanya berdampak pada apresiasi mata uang negara tersebut. Sebaliknya, jika indeks PMI terbaca di bawah angka 50, itu berarti terjadi kontraksi. Jika angka tetap berada di 50, berarti tidak ada perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Retail sales & core retail sales

Mengukur tingkat penjualan barang secara eceran dalam periode tertentu. Sementara itu core retail sales mengukur data penjualan eceran tanpa mengikutsertakan penjualan kendaraan bermotor dan bensin. Data ini dipergunakan oleh Federal Reserve untuk mengukur trend belanja masyarakat.

Jika data retail sales dan core retail sales mengalami kenaikan, biasanya akan berdampak pada apresiasi mata uang negara tersebut.

Building permit

Merupakan izin mendirikan bangungan yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui lembaga khusus sebelum proyek konstruksi bangunan baru atau renovasi bangunan lama boleh dilakukan. Laporan data ini dipantau setiap bulan oleh ekonom dan trader. Seperti yang telah dijelaskan di penjelasan data Housing Starts, sektor perumahan terkait dengan sektor ekonomi lainnya seperti perbankan dan tenaga kerja, sehingga bisa memberikan “bocoran” akan kondisi ekonomi untuk beberapa waktu ke depan.

Naiknya jumlah building permit yang dikeluarkan biasanya berdampak positif bagi mata uang negara yang bersangkutan.

New home sales & existing home sales

New home sales merupakan data tingkat penjualan rumah yang baru dibangun. Sebuah rumah dianggap terjual jika sudah terjadi penyetoran uang atau penandatanganan kontrak untuk rumah tersebut baik di tahun yang sama ketika rumah itu dibangun atau di tahun berikutnya. Sedangkan existing home sales adalah penjualan rumah tinggal yang telah ada sebelumnya. Data ini dianggap sebagai data yang bisa mewakili pertumbuhan di sektor perumahan atau real-estate.

Kenaikan angka kedua data ini biasanya diikuti oleh penguatan mata uang negara yang bersangkutan.

Consumer Price Index (CPI)

Merupakan data yang mengukur rata-rata harga dari beberapa barang konsumsi serta jasa, seperti transportasi, makanan dan layanan kesehatan. CPI dikalkulasi dengan cara mengikuti perubahan harga untuk masing-masing item dan merata-ratakannya. Perubahan data CPI dipergunakan untuk menilai perubahan harga terkait dengan biaya hidup.

CPI merupakan salah satu data yang sering dipergunakan untuk mengindentifikasi inflasi atau deflasi. Ini karena naiknya CPI secara tajam dalam waktu singkat biasanya memperlihatkan kenaikan inflasi, sebaliknya jika turun tajam dengan cepat menandakan deflasi.

Producer Price Index (PPI)

PPI mengukur perubahan rata-rata harga yang diterima produsen domestik untuk barang yang mereka hasilkan. Berbeda dengan CPI, PPI tidak merepresentasikan harga di level konsumen.

Demikian beberapa data ekonomi penting yang tergoong big figure. Pengumuman data tersebut seringkali diikuti oleh pergerakan harga yang signifikan, setidaknya dalam 20 (dua puluh) menit pertama. Dengan mengetahui apa definisi data-data tersebut, diharapkan Anda akan bisa mengatur strategi forex trading Anda pasca dirilisnya data tersebut.

Selamat menganalisa.

ANALISA FOREX MINGGUAN: 9-13 FEBRUARI 2015

Uni Eropa Gelar Pertemuan Khusus Bahas Yunani

Data US Non-Farm Payrolls melampaui perkiraan dengan penambahan 257.000 lapangan pekerjaan di bulan Januari dengan recisi penambahan 147.000. Jumlah pekerja full-time naik sebesar 777.000, mencapai angka lebih dari 120 juta untuk pertama kalinya sejak Juli 2008. Tingkat gaji juga naik sebesar lebih dari 0,5% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Data ini melatarbelakangi penguatan dollar di akhir pekan lalu.

Sementara itu beberapa data ekonomi dari kawasan euro – meskipun cukup baik – masih dibayangi oleh memburuknya krisis di Yunani. Pemerintah Yunani belum selesai membahas strategi ekonomi yang akan dilakukan sementara batas waktu untuk menjawab persyaratan yang diberikan oleh kreditur semakin mendekati akhir.

Di tempat terpisah, RBA memangkas suku bunga sementara harga minyak dunia pun mulai merangkak naik. Poundsterling berhasil menguat, diangkat oleh data PMI yang kuat.

Berikut ini adalah data ekonomi penting yang perlu diperhatikan sepanjang pekan ini :

1. Pertemuan Uni Eropa: Rabu (11/2)
Uni Eropa akan mengadakan pertemuan tanggal 11 Februari mendatang khusus untuk membahas Yunani, menyusul berakhirnya kunjungan menteri keuangan Yunani, Yanis Varoufakis, ke seluruh Eropa yang ditutup dengan perdebatan panas dengan Jerman. Setiap pernyataan resmi yang muncul dari pertemuan ini berpotensi akan mengguncang euro, terutama yang datang dari perwakilan Jerman.

2. Data Tenaga Kerja Australian: Kamis (12/2), 07.30 WIB
Sektor lapangan pekerjaan di Australia berhasil menambah lapangan pekerjaan sebesar 37.400, melampaui perkiraan yaitu 5.300. Kenaikan yang cukup besar ini berperan dalam menurunkan tingkat pengangguran dari 6,2% menjadi 6,1%. Tingkat partisipasi juga meningkat menjadi 64,8% di bulan Desember, dibandingkan dengan angka 64,7% di bulan November, menandakan bahwa perekonomian sedang bertumbuh. Data selanjutnya, diperkirakan akan terjadi kontraksi sebesar 4.700 lapangan pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 6,2%.

3. Pernyataan Mark Carney (Gubernur BoE): Kamis (12/2), 17.30 WIB
Gubernur Bank of England, Mark Carney, dijadwalkan akan memberikan pernyataan di London terkait laporan inflasi. Carney sendiri telah mengkritik program penghematan yang dijalankan di kawasan euro, dengan mengatakan bahwa langkah seperti itu terlalu keras untuk pemulihan ekonomi dan kemungkinan akan menggirin mata uang tunggal yang dipergunakan di 18 negara Eropa tersebut ke pelemahan yang semakin dalam. Ia juga mencatat bahwa inflasi yang rendah di kawasan euro berpotensi membahayakan pertumbuhan ekonomi dan menghimbau Uni Eropa untuk mengambil langkah nyata untuk keluar dari krisis.

4. UK Inflation Data: Kamis (12/2), 17.30 WIB
Di bulan November lalu, dalam laporan inflasinya Bank of England menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris semakin melambat dan harga menurun dari tiga bulan sebelumnya. Pertumbuhan yang melambat ini disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan ekonomi global. BoE juga melaporkan pelambatan yang terjadi di sektor perumahan dan harga komoditi yang rendah juga turun menekan tingkat inflasi.

5. US Retail Sales: Kamis (12/2), 20.30 WIB
Tingkat penjualan eceran di Amerikan Serikat turun sebesar 0,9% di bulan Desember. Ini merupakan penurunan terbesar dalam 11 bulan terakhir sejak positifnya pertumbuhan di kuartal ke-4. Meskipun demikian, rendahnya harga bensin diharapkan bisa kembali meningkatkan belanja masyarakat di bulan-bulan mendatang. Sementara itu data core sales yang tak menyertakan data penjualan kendaraan bermotor jatuh 1%, setelah di bulan sebelumnya sempat naik sebesar 0,5%. Angka retail sales kali ini diperkirakan akan kembali jatuh sebesar 0,3%, sementara core sales diperkirakan turun sebesar 0,4%.

6. US Unemployment Claims: Kamis (12/2), 20.30 WIB
Jumlah klaim pengangguran naik di pekan lalu, tercatat sebesar 278.000, naik dari 267.000 di pekan sebelumnya. Meskipun demikian angka tersebut masih di bawah perkiraan yaitu 287.000. Data klaim pengangguran cukup volatile di beberapa bulan terakhir, terkait pergantian dari musim liburan, namun masih positif. Pekan ini, klaim pengangguran diperkirakan tercatat sebesa 279.000.

7. US Prelim UoM Consumer Sentiment: Jumat (13/2), 22.00 WIB
Indeks kepercayaan konsumen naik di bulan Januari menjadi 98.2, melebihi perkiraan ekonom yaitu 94.2, naik sebesar 4.4 poin dibandingkan dengan angka di bulan Desember. Rendahnya harga BBM serta perbaikan di sektor lapangan pekerjaan memicu peningkatan belanja masyarakat dan kepercayaan konsumen ke angka tertinggi sejak 11 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi cukup kuat di awal tahun 2015 dan diperkirakan akan berlanjut. Kali ini, indeks sentimen konsumen diperkirakan akan terlihat di angka 98.2.

Tinjauan Teknikal

EUR/USD

EUR/USD melakukan pull-back ke area 1.13185-1.15410. Harga masih bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Meskipun stochastic dan CCI 4 jam oversold, namun secara umum masih ada kecenderungan bearish untuk pekan ini.

Jika harga kembali tembus ke bawah 1.13185 maka ada potensi bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.12335-1.10960. Namun mengingat kondisi stochastic dan CCI, waspadai kemungkinan rebound hingga kisaran 1.15410-1.16785.

EURUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 9 FEBRUARI 2015

AUD/USD

AUD/USD masih berada di bawah tekanan. Pull-back tejadi ke area resistance di kisaran 0.77774-0.78715. Perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan target di kisaran 0.77191-0.76249.

Hati-hati jika resistance 0.78715 tembus sebab dengan dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat aussie hingga kisaran 0.79298-0.80240.

AUDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 9 FEBRUARI 2015

GBP/USD

GBP/USD cenderung bergerak bullish sehingga preferensi untuk pekan ini adalah bullish. Koreksi terjadi mendekati area support di kisaran 1.52120-1.51260. Perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.52651-1.53510.

Waspada jika support 1.51260 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling ke kisaran 1.50729-1.49870.

GBPUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 9 FEBRUARI 2015

USD/JPY

USD/JPY cenderung bergerak bullish sehingga preferensi untuk pekan ini adalah bullish. Strategi trading untuk pekan ini adalah memperhatikan area support 118.315-117.760 untuk mencari konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 118.658-119.212.

Waspada jika support 117.760 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY ke kisaran 117.417-116.863.

USDJPY STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 9 FEBRUARI 2015

USD/CHF

USD/CHF cenderung bergerak bullish sehingga preferensi untuk pekan ini adalah bullish. Strategi trading untuk pekan ini adalah memperhatikan area support 0.90011-0.87900 untuk mencari konfirmasi sinyal buy dengan potensi rebound hingga kisaran 0.91318-0.93430.

Waspada jika support 0.87900 tembus karena hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF ke kisaran 0.86593-0.84481.

USDCHF STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 9 FEBRUARI 2015

NZD/USD

NZD/USD secara umum masih berada dalam bias bearish, namun harga telah berada di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. Preferensi untuk pekan ini adalah bearish terutama jika support 0.73408 tembus, dengan potensi target hingga kisaran 0.72606-0.71890.

Namun perhatikan bahwa stochastic dan CCI oversold di chart H4. Waspadai pergerakan bullish hingga kisaran 0.74210-0.74926.

NZDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 9 FEBRUARI 2015

GOLD

Harga emas berada di bawah tekanan. Pelemahan harga emas berpotensi berlanjut jika support 1228.17 tembus, dengan target pelemahan hingga kisaran 1214.57-1199.36.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di 1256.99. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal sell dengan potensi target hingga kisaran 1241.77-1228.17.

Hati-hati jika resistance 1256.99 tembus. Jika itu terjadi, bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1272.20-1285.80.

GOLD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 9 FEBRUARI 2015

Memanfaatkan Analisa Fundamental Dalam Forex Trading (Bagian-1)

Dalam forex trading, kita mengenal dua jenis analisa, yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental. Dalam analisa teknikal dipercaya bahwa semua berita dan sentimen pasar tercermin pada pergerakan harga, sehingga obyek analisa teknikal adalah pergerakan harga itu sendiri, alias chart/grafik. Analisa teknikal pada dasarnya mencoba untuk mencari tahu potensi arah pergerakan harga berdasarkan data historis pergerakan harga, karena dipercaya bahwa pola-pola tertentu cenderung berulang dari masa ke masa (history repeats itself).

Sementara itu, fokus analisa fundamental lebih kepada mempelajari penyebab pergerakan harga. Analisa fundamental sebenarnya tidak dimaksudkan untuk memperkirakan arah pasar selanjutnya; setidaknya tidak secara langsung. Namun peristiwa ekonomi tertentu biasanya berdampak pada perkembangan pasar untuk jangka panjang, sehingga analisa yang dibangun berdasarkan analisa fundamental biasanya lebih valid untuk jangka waktu yang panjang.

Apa sih sebenarnya analisa fundamental itu?

Analisa fundamental memiliki unsur ekonomi dan politik. Analisa fundamental mempelajari keadaan ekonomi dan politik suatu negara untuk memperkirakan dampaknya terhadap nilai mata uang negara tersebut. Seorang trader forex yang trading dengan mempergunakan analisa fundamental harus selalu mengikuti perkembangan data ekonomi seperti tingkat pengangguran, inflasi, suku bunga, juga berita-berita hangat lain yang menjadi fokus pasar. Dengan mengetahui hubungan antara ekonomi suatu negara terhadap mata uangnya, maka pada tahap tertentu seorang trader bisa memperkirakan apakah permintaan (demand) dan/atau penawaran (supply) atas mata uang tersebut akan naik atau turun.

Hal tersebut akan memberikan keuntungan tersendiri bagi si trader. Dalam teori ekonomi, naiknya supply yang tak diimbangi oleh naiknya demand akan diikuti oleh penurunan harga, dan sebaliknya. Dengan mengetahui potensi supply & demand, seorang trader akan mendapatkan “peringatan dini” apakah nilai mata uang negara tersebut akan menguat atau melemah.

Penggunaan data ekonomi

Data ekonomi biasanya diumumkan oleh pemerintah dan institusi independen yang mengumpulkan serta menganalisanya. Ada beberapa data ekonomi yang bisa dimanfaatkan oleh trader untuk mengetahui apakah perekonomian suatu negara membaik atau sebaliknya: memburuk.

Jika laporan data ekonomi suatu negara membaik, maka besar kemungkinan para investor (lokal maupun asing, baik itu korporat maupun perorangan) akan tertarik untuk berinvestasi di negara tersebut. Nah, untuk bisa berinvestasi di negara tersebut, mereka tentu membutuhkan mata uang lokal. Maka, jika kondisi ekonomi diyakini akan memberikan return on investment (ROI) yang bagus, permintaan akan mata uang domestik akan naik yang pada gilirannya akan mengapresiasi mata uang tersebut.

Big figures

Meskipun di atas telah disampaikan bahwa analisa fundamental lebih valid untuk jangka panjang, ada juga beberapa data ekonomi yang tergolong “big figures” yang bisa memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga bahkan dalam waktu singkat. Rilis data tersebut dimanfaatkan oleh para trader forex untuk mencoba mengambil peluang untuk trading jangka pendek (day trading).

Berikut ini dibahas beberapa data ekonomi yang tergolong big figures.

US Non-farm Payrolls (NFP)

Data ini dirilis oleh US Bureau of Labor Statistics. Mengukur perubahan jumlah pekerja di bulan sebelumnya, namun tidak termasuk industri pertanian. Dirilis sebulan sekali, biasanya di hari Jumat pertama setelah bulan tersebut berakhir. Misalnya, data yang diumumkan di Jumat pertama Februari merupakan data yang dikumpulkan di bulan Januari.

Terciptanya lapangan pekerjaan merupakan indikator penting untuk proyeksi tingkat belanja masyarakat, yang merupakan indikator bagi hampir semua aktivitas ekonomi.

Jika angka dirilis lebih baik daripada perkiraan biasanya akan memberikan sentimen positif bagi USD, apalagi jika dirilis lebih baik daripada data sebelumnya.

Unemployment rate

Data ini merupakan persentase dari total tenaga kerja yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. Seperti NFP, data ini dirilis sebulan sekali bersamaan dengan pengumuman data NFP. Angka yang dirilis juga merupakan data yang dikumpulkan di bulan sebelumnya. Biasa juga disebut “jobless rate”.

Tingkat pengangguran merupakan indikator yang penting untuk mengukur tingkat “kesehatan” perekonomian suatu negara karena tingkat belanja masyarakat erat kaitannya dengan kondisi sektor tenaga kerja. Data ini juga merupakan salah satu data yang dicermati oleh dewan gubernur bank sentral sebagai pertimbangan untuk menetapkan arah kebijakan moneter.

Berkebalikan dengan NFP, justru jika angka data ini dirilis lebih besar daripada perkiraan maka biasanya akan memberikan sentimen negatif bagi mata uang negara yang bersangkutan.

Interest rate decision

Merupakan pengumuman keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral. Suku bunga jangka pendek merupakan faktor yang paling penting yang mempengaruhi nilai mata uang.

Suku bunga merupakan kebijakan moneter yang diputuskan melalui rapat dewan gubernur. Berikut ini daftar bank sentral utama dunia dan ketua/presiden/gubernurnya:

  1. The Federal Reserve (Amerika Serikat; biasa disingkat The Fed) diketuai Janet Yellen.
  2. Bank of England (Inggris; disingkat BoE) diketuai Mark Carney.
  3. European Central Bank (untuk kawasan Euro; disingkat ECB). Presiden ECB sekarang adalah Mario Draghi.
  4. Bank of Japan (Jepang; disingkat BOJ). Gubernur BOJ sekarang adalah Haruhiko Kuroda.
  5. Swiss National Bank (Swiss; disingkat SNB), diketuai oleh Thomas Jordan.
  6. Reserve Bank of Australia (Australia; disingkat RBA), gubernur sekarang adalah Glenn Stevens.
  7. Reserve Bank of New Zealand (Selandia Baru; disingkat RBNZ), gubernur sekarang adalah Alan Bollard.
  8. Bank of Canada (Kanada; disingkat BoC), gubernur sekarang adalah Stephen Poloz.

Jika suku bunga dinaikkan, maka dalam waktu singkat pasar biasanya akan merespon dengan mengapresiasi mata uang yang bersangkutan (mata uang menguat). Sebaliknya jika suku bunga diturunkan, biasanya mata uang yang bersangkutan akan terdepresiasi (melemah).

Di tulisan berikutnya, Anda akan mempelajari lebih banyak lagi data ekonomi yang termasuk big figure serta dampaknya terhadap pergerakan harga.

Tetap pantau blog ini.

ANALISA FOREX MINGGUAN 2-6 FEBRUARI 2015

Fed Tunda Kenaikan Suku Bunga?

Pekan lalu, USD bergerak beragam terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Penguatan USD terutama terhadap mata uang komoditi. Fokus pekan ini tentu saja adalah pada data Non-farm Payrolls, selain juga ada jadwal pengumuman suku bunga dari Bank of England.

Di awal pekan lalu, Federal Reserve juga mengadakan pertemuan dewan gubernur. Dalam pertemuan tersebut Fed kembali menekankan ihwal perlunya bersabar untuk menaikkan suku bunga. Fed lebih fokus pada memantau perkembangan ekonomi global dan kemungkinan dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Lebih lanjut, Fed juga menyatakan bahwa sektor pekerjaan telah lebih membaik dan tingkat belanja masyarakat meningkat perlahan, didukung oleh rendahnya harga bahan bakar.

Berikut ini adalah data-data ekonomi yang perlu dipantau dalam sepekan :

1. US ISM Manufacturing PMI: Senin (2/2), 22.00 WIB
Data Manufacturing PMI melemah di bulan Desember, menjadi 55.5 setelah di bulan sebelumnya tercatat di angka 57.6. Output di sektor manufaktur secara konsisten bertambah, namun tingkat pertumbuhannya berkurang di kuartal ke-4. Ini memperlihatkan ketidakpastian keyakinan pengusaha akan proyeksi manufaktur di tahun 2015 terutama yang terkait dengan ekspor. Manufacturing PMI diperkirakan akan dirilis di angka 54.9 kali ini.

2. Australian Rate Decision: Selasa (3/2),10.30 WIB
Bank sentral Australia menahan suku bunga di level terendah dalam sejarah Australia di tengah transisi ekonomi dari sektor investasi pertambangan. Banyak ekonom meyakini bahwa pemangkasan suku bunga dilakukan karena pertumbuhan ekonomi tak kunjung naik pasca kejatuhan sektor pertambangan. Rendahnya suku bunga diharapkan akan menaikkan minat investasi di luar sektor pertambangan. Jatuhnya harga komoditi seperti biji besi dan minyak akan menekan penghasilan dari ekspor. Kali ini, RBA diperkirakan masih akan menahan suku bunga.

3. US ADP Non-Farm Employment Change: Rabu (4/2), 20.15 WIB
Pertumbuhan pekerja di sektor swasta naik 241.000 di bulan Desember. Tak terpengaruh oleh kondisi perusahaan minyak di tengah jatuhnya harga minyak dunia. Hal ini mencerminkan bahwa pasar tenaga kerja di AS masih stabil dan tidak tergantung pada satu sektor industri saja. Kali ini data ADP diperkirakan akan bertambah 221.000.

4. US ISM Non-Manufacturing PMI: Rabu (4/2), 22.00 WIB
Pertumbuhan aktivitas di sektor jasa merupakan yang terlambat dalam 6 bulan, mencapai angka 56.2 di bulan Desember, setelah di bulan sebelumnya tercatat di indeks 59.3. Bulan ini diperkirakan akan naik menjadi 56.6.

5. UK Rate Decision: Kamis (5/2), 19.00 WIB
Para pengambil kebijakan Bank of England secara bulat sepakat untuk menahan suku bunga di level terendah, di tengah inflasi yang melemah. Martin Weale dan Ian McCafferty yang sebelumnya bersikukuh menaikkan suku bunga, telah berubah pendapat seiring kejatuhan harga minyak dunia mengancam tingkat inflasi. Perbaikan tingkat pengangguran dan pertumbuhan gaji tak menjadi cukup alasan bagi MPC untuk menaikkan suku bunga.

6. US Trade Balance: Kamis (5/2), 20.30 WIB
Defisit perdagangan AS mengecil di bulan November, menyentuh level terendah 11 bulan di $39 milyar, yang merupakan defisit terkecil sejak Desember 2013. Jatuhnya harga minyak membantu memperkuat permintaan lokal namun ekspor jatuh 1% di bulan November, menunjukkan bahwa pelambatan ekonomi global mulai berdampak pada AS. Defisit perdagangan kali ini diperkirakan kembali berkurang menjadi $38 milyar.

7. US Unemployment Claims: Kamis (5/2), 20.30 WIB
Klaim tunjangan pengangguran turun ke level terendah 15 tahun, menandakan sektor tenaga kerja AS terus menguat. Meskipun demikian, angka yang luar biasa rendah ini bisa jadi terkait dengan pekan liburan. Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan di angkat 277.000.

8. US Non-Farm Employment Change & Unemployment Rate: Jumat, 20:30 WIB
Pertumbuhan pekerjaan di bulan Desember naik 252.000 direvisi 353.000 di bulan November. Sementara itu tingkat pengangguran turun ke level terendah 6,5 tahun di 5,6%. Meskipun demikian, tidak terjadi kenaikan gaji di bulan Desember, pertanda yang mengkhawatirkan yang mungkin akan membuat Fed menahan suku bunga untuk beberapa waktu lagi. Bulan Januari diperkirakan ada penambahan tenaga kerja sebesar 231,000 sementara tingkat pengangguran tidak berubah.

Tinjauan Teknikal

EUR/USD

EUR/USD melakukan pull-back ke area resistance 1.13873. Harga masih bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart H4. Preferensi untuk pekan ini adalah bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.12335-1.10960.

Hati-hati jika resistance 1.13873 tembus sebab dengan dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.15410-1.16785.

EURUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 2 FEBRUARI 2015

AUD/USD

AUD/USD masih berada di bawah tekanan, menguji support di 0.77188. Preferensi untuk pekan ini adalah bearish terutama jika support tersebut tembus, dengan potensi target hingga kisaran 0.76468-0.75662.

Sebagai alternatif perhatikan area resistance di 0.78714. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal jual dengan target di kisaran 0.79908-0.77188.

Hati-hati jika resistance 0.78714 tembus sebab dengan dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat aussie hingga kisaran 0.79520-0.80240.

AUDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 2 FEBRUARI 2015

GBP/USD

GBP/USD cenderung bergerak sideway sehingga preferensi untuk pekan ini adalah netral. Begitupun, ada potensi bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.50252-1.49501.

Di sisi lain, ada kemungkinan harga akan bergerak menuju area resistance di kisaran 1.51931-1.52682 jika harga mampu tembus ke atas MA 50 yang ada di chart H4. Berhati-hatilah.

GBPUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 2 FEBRUARI 2015

USD/JPY

USD/JPY cenderung bergerak sideway sehingga preferensi untuk pekan ini adalah netral. Begitupun, ada potensi bullish dengan potensi target hingga kisaran 118.382-118.982.

Di sisi lain, ada kemungkinan harga akan bergerak menuju area 116.812-115.842 jika harga mampu tembus ke bawah support 117.412 yang ada di chart H4. Berhati-hatilah.

USDJPY STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 2 FEBRUARI 2015

USD/CHF

USD/CHF melakukan pull-back ke area resistance 0.94058. Perhatikan bahwa harga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart H4. Meskipun demikian masih ada kemungkinan bearish terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi sebelum resistance tersebut tembus, dengan potensi target hingga kisaran 0.85728-0.80581.

Hati-hati jika resistance 0.94058 tembus sebab dengan dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.97242-1.02389.

USDCHF STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 2 FEBRUARI 2015

NZD/USD

NZD/USD masih berada di bawah tekanan, menguji support di 0.72134. Preferensi untuk pekan ini adalah bearish terutama jika support tersebut tembus, dengan potensi target hingga kisaran 0.71475-0.70738.

Sebagai alternatif perhatikan area resistance di 0.73530. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, carilah konfirmasi sinyal jual dengan target di kisaran 0.72793-0.72134.

Hati-hati jika resistance 0.73530 tembus sebab dengan dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat aussie hingga kisaran 0.74267-0.74926.

NZDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 2 FEBRUARI 2015

GOLD

Harga emas melakukan pull-back ke area resistance 1273.09-1286.22. Perhatikan bahwa harga telah bergerak di antara MA 20 dan MA 50 di chart H4. Ada kemungkinan bearish terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi sebelum resistance tersebut tembus, dengan potensi target hingga kisaran 1264.96-1251.82.

Hati-hati jika resistance 1286.22 tembus sebab dengan dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1294.35-1307.49.

GOLD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 2 FEBRUARI 2015

Strategi Forex Trading: Menempatkan Stop-Loss Dengan ATR

Seringkali trader mengalami kesulitan dalam menentukan di mana seharusnya menempatkan stop loss. Pertanyaan ini terutama sering terlontar dari para pemula. Namun cukup mengejutkan ketika pertanyaan tersebut datang dari trader yang telah beberapa bulan aktif melakukan trading. Padahal, dalam menjalankan strategi forex trading, seorang trader mutlak harus menerapkan manajemen resiko.

Menempatkan stop-loss dengan benar

Penempatan stop-loss yang terlalu dekat seringkali berakhir dengan “tragis”, yaitu ketika harga menyentuh level stop-loss – benar-benar hanya menyentuh, tidak tembus – lalu kemudian tanpa basa-basi langsung berbalik arah, justru sesuai dengan arah posisi transaksi sebelumnya. Pengalaman yang menyakitkan, sehingga seringkali menggiring mindset para trader untuk tidak memasang stop-loss sama sekali. Padahal ini berbahaya.

Ada banyak cara menentukan level stop-loss. Dengan cara yang klasik, misalnya, Anda bisa mempergunakan level-level support dan resistance. Untuk menentukan support dan resistance pun ada berbagai macam cara. Anda bisa memanfaatkan area puncak (top) atau lembah (trough/bottom) dari chart yang Anda lihat. Untuk mempelajari lebih detil mengenai dasar-dasar support dan resistance, Anda bisa mengunjungi laman belajar forex kami.

Selain memanfaatkan support dan resistance, Anda juga bisa mempergunakan perhitungan pivot, Fibonacci retracement, dan lain-lain. Nah, di antara sekian banyak metode yang bisa dipergunakan untuk menentukan stop-loss, ada satu indikator teknikal yang bisa Anda manfaatkan, yaitu Average True Range (ATR). Strategi ini memang belum seterkenal pivot atau Fibonacci, yang memang telah populer di jagad forex trading, namun tidak ada salahnya Anda mengetahui metode ATR ini. Siapa tahu cocok dengan style trading Anda.

Apa itu ATR?

ATR adalah indikator yang bisa berfungsi untuk “mengukur” volatilitas pasar. Indikator ini pertama kali diperkenalkan oleh Welles Wilder di bukunya yang berjudul “New Concepts in Technical Trading Systems”. Sejak saat itu, indikator ini dipergunakan sebagai komponen dari beberapa indikator lain dan sistem trading.

ATR seringkali bisa mencapai nilai yang tinggi di saat harga sedang berada di “bottom” setelah terjadinya kejatuhan yang tajam pasca “panic selling”. Jika indikator tersebut secara konstan memperlihatkan nilai yang rendah, biasanya pasar berada dalam keadaan yang sideway. Jika ATR memperlihatkan kenaikan yang signifikan, bisa jadi itu merupakan pertanda bahwa volatilitas (kemungkinan) akan semakin tinggi.

Strategi manajemen resiko untuk forex trading

Telah disebutkan sebelumnya bahwa ATR bisa kita manfaatkan untuk menentukan berapa besar stop-loss yang harus kita pasang. Sebelum kita bahas tentang hal tersebut, mari kita lihat tampilan ATR di chart. Silakan perhatikan gambar berikut ini:

Strategi Forex

Indikator yang berada di bawah chart itulah ATR. Jika Anda lihat di bagian yang dilingkari pada gambar di atas, Anda akan melihat angka 0.0027. Itulah nilai ATR pada saat itu. Angka inilah yang kita jadikan acuan untuk menentukan level stop-loss, bahkan juga bisa dipergunakan untuk menentukan level take-profit.

Angka 0.0027 berarti bahwa range harga rata-rata adalah 270 pips (quote harga 5 desimal). Dengan kata lain, jika ATR kita plot di chart 1 jam-an (H1/hourly) dengan periode 14, itu artinya range rata-rata dalam 14 jam terakhir adalah sekitar 270 pips. Tentu saja perhitungan rata-ratanya tidak sederhana, melainkan melalui rumus tertentu. Aturan-aturan yang diterapkan dalam pemrograman indikator ATR secara sederhana adalah sebagai berikut:

  • Perbedaan antara harga tertinggi dan terendah periode tertentu;
  • Perbedaan antara harga penutupan sebelumnya dan harga tertinggi saat itu;
  • Perbedaan antara harga penutupan sebelumnya dengan harga terendah saat itu.

Sebagai trader, Anda tidak perlu lagi dipusingkan dengan perhitungan seperti di atas. Anda tinggal melihat nilai ATR terakhir. Seperti contoh di atas, nilai ATR adalah 0.0027. Untuk menentukan di level berapa stop-loss harus kita tempatkan, Anda tinggal mengalikan nilai tersebut dengan dua. Artinya, dengan pembacaan nilai ATR seperti di atas, level stop-loss bisa Anda tempatkan sejauh 2×270, yaitu 540 pips (quote harga dengan 5 desimal).

Misalnya: Anda membuka posisi SELL GBP/USD di harga 1.50794, maka berdasarkan ATR Anda bisa menempatkan level stop-loss sejauh 540 pips di atas 1.50794, yaitu di level 1.51334.

Lalu di mana sebaiknya level take-profit Anda tempatkan?

Perhitungannya sama, tinggal kalikan nilai ATR dengan dua. Dengan demikian, Anda bisa menempatkan level take-profit sejauh 540 pips di bawah 1.50794, yaitu di level 1.50254.

Strategi Forex

Dengan mempergunakan strategi ini, berarti risk-reward-ratio yang Anda terapkan dalam trading forex Anda adalah 1:1. Nah, jika Anda ingin menerapkan reward yang lebih besar daripada risk, Anda bisa memperbesar faktor pengali untuk menetapkan take-profit, misalnya 2,5 kali nilai ATR.

Ada juga beberapa trader yang lebih agresif, misalnya para scalper. Jika Anda adalah scalper dan ingin mempergunakan ATR untuk menentukan level stop-loss dan take-profit, Anda masih bisa mempergunakan ATR dengan cara membagi nilai ATR dengan dua. Jika nilai ATR adalah 0.0027, maka stop-loss dan take-profit ditempatkan sejauh 135 pips di atas dan di bawah level open position Anda.

Selamat mencoba.