Belajar Tentang Leverage Forex: Si Pedang Bermata Dua

Mengapa Anda tertarik pada forex trading? Apakah karena peluangnya yang besar? Two-way opportunity? Strategi forex yang memukau? Atau justru Anda memang sedang ingin belajar lebih dalam lagi tentang forex?

Apa pun alasan Anda, tidak menjadi masalah. Namun yang jelas ada satu faktor yang mungkin tidak didapati dalam perdagangan instrumen finansial yang lain: yaitu leverage.

Baru-baru ini, Bursa Berjangka Jakarta dan Lembaga Kliring Berjangka Indonesia mengeluarkan keputusan untuk memangkas leverage yang berlaku, dari 1:100 menjadi 1:50. FOREXimf sendiri baru menjalankan kebijakan tersebut efektif mulai hari Senin, 26 Januari 2015.

Mungkin di antara Anda ada yang ingin protes: “Wah, biaya transaksi saya jadi makin mahal dong!”

Sebentar. Sebelum Anda melanjutkan “protes” Anda, yuk kita coba bedah sedikit saja mengenai leverage ini.

Bagaimana leverage bekerja?

Dalam forex trading, keberadaan leverage memungkinkan Anda untuk melakukan transaksi dengan modal yang jauh lebih kecil daripada modal sesungguhnya. Sebagai contoh, untuk melakukan transaksi (contract size) senilai $100,000 (seratus ribu dollar), Anda cukup mengeluarkan modal sebesar $1,000 saja (disebut dengan margin) dengan leverage 1:100. Perhitungannya seperti ini:

Margin yang diperlukan = Leverage x Nilai transaksi

Jadi, meskipun misalnya Anda hanya mempunyai $10,000, Anda masih bisa melakukan transaksi senilai $100,000 karena modal yang Anda butuhkan hanya $1,000. Cukup 1% saja dari nilai transaksi sesungguhnya.

Nah, jika leverage berubah menjadi 1:50, itu artinya Anda membutuhkan margin sebesar $2,000 untuk melakukan transaksi senilai $100,000.

Leverage sebesar 1:100 disebut dengan “margin leverage”.

Real leverage

Anda harus belajar memahami real leverage dalam forex trading, sebab ini jauh lebih penting daripada margin leverage itu sendiri. Untuk bisa mengetahui real leverage, sebenarnya cukup mudah. Anda tinggal membagi total nilai transaksi dari posisi terbuka yang Anda miliki dengan total modal yang Anda miliki.

belajar forexSebagai contoh: Anda memiliki modal sebesar $10,000 di akun Anda, lalu Anda membuka posisi sebanyak 1 lot standar; yang senilai dengan $100,000. Nah, dalam kondisi tersebut, artinya Anda melakukan transaksi dengan leverage 10 kali lebih besar dibanding modal Anda (100.000 dibagi 10.000). Jika Anda membuka posisi sebesar 2 lot standar (senilai $200,000), maka leverage terhadap modal Anda adalah 20 kali.

Dalam forex trading, kita senantiasa memantau pergerakan harga dalam satuan pip. Pergerakan satu pip bisa merupakan pergerakan desimal ke-5 atau ke-3 dari harga yang Anda pantau, tergantung pada curency pair apa strategi forex Anda diterapkan. Namun ternyata pergerakan pip tersebut hanyalah senilai sepersekian sen. Sebagai ilustrasi, jika Anda melihat ada pergerakan harga – misalnya EUR/USD – dari 1.13000 ke 1.14000 (sejauh 1000 pips), sebenarnya harga hanya bergerak sebesar 1 sen saja.

Itulah sebabnya untuk bisa memperoleh keuntungan yang lebih “cepat”, Anda harus melakukan transaksi dalam jumlah besar agar pergerakan setiap pip bisa memberikan efek yang signifikan. Seperti yang disebut-sebut di atas, nilai transaksi (contract size) untuk 1 lot reguler forex adalah senilai 100,000 dollar.

Anda memang tidak bisa menentukan margin leverage, karena bursa sudah menentukan besarannya. Yang bisa Anda kelola dengan leluasa adalah real leverage-nya, berdasarkan style trading dan trading plan Anda tentunya.

Resiko berbanding lurus dengan leverage

Real leverage berpotensi memperbesar keuntungan yang Anda peroleh dari tiap pergerakan pip, namun di saat yang sama juga berpotensi memperbesar kerugian yang mungkin akan Anda derita. Semakin besar leverage yang Anda pakai, semakin besar pula resiko yang membayangi. Memang hal ini tidak secara langsung berkaitan dengan margin leverage, meskipun demikian besarnya margin leverage juga bisa menyebabkan hal yang sama.

Mari kita lihat perhitungan real leverage-nya dulu:

Katakanlah Trader A dan Trader B sama-sama memiliki modal sebesar $10,000 dan membuka transaksi sell. Trader A membuka posisi sebesar 5 lot standar, yang artinya senilai dengan $500,000. Ini berarti ia menggunakan real leverage sebesar 50 kali lebih besar daripada modalnya. Jika ia mengalami kerugian sebesar 1000 pips (asumsi 1 pip = $1), maka itu berarti ia mengalami kerugian sebesar $5,000. Kerugian ini berarti sebesar 50% dari modal awalnya.

Sementara, Trader B membuka posisi sebesar 1 lot standar, yang artinya senilai dengan $10,000. Dengan kata lain, real leverage yang diterapkannya hanya sebesar 1 kali dari modalnya. Jika Trader B juga mengalami kerugian 1000 pips (asumsi 1 pip = $1), maka itu beraarti ia hanya mengalami kerugian sebesar $1,000; hanya 10% dari modalnya.

Auto cut

Sekarang kitalihat contoh kasus dengan perhitungan margin leverage dulu.

Trader A menggunakan margin leverage 1:100, sementara Trader B menggunakan margin leverage 1:50. Keduanya sama-sama membuka posisi buy sebesar 1 lot standar. Dengan demikian, Trader A membutuhkan modal transaksi sebesar $1,000 sementara Trader B membutuhkan $2,000.

Asumsikan keduanya mengalami kerugian sebesar 1000 pips, yang berarti sebesar $1,000 (asumsi 1 pip = $1). Maka, Trader A mengalami kerugian sebesar 100% dibandingkan dengan modalnya, sementara Trader B hanya mengalami kerugian sebesar 50% dari modalnya.

Itu baru dari margin. Kita telah sama-sama tahun bahwa dalam forex margin trading adayangnamanya level “auto-cut”. Posisi terbuka Anda akan dilikuidasi secara paksa oleh sistem jika kerugian yang Anda derita sudah cukup besar sehingga membuat margin level Anda berada di angka kurang dari atau sama dengan 20%.

Itu artinya, kalau ternyata Trader A mengalami auto-cut, maka sisa dana yang tersisa hanya tinggal $200 (20% dari margin requirement). Sementara, kalaupun Trader B mengalami auto-cut, ia masih menyisakan modal sebesar $400.

Kesimpulan

Ada dua jenis leverage: margin leverage dan real leverage. Dampak margin leverage memang tak terlalu terlihat pada manajemen resiko atau manajemen modal, namun dari perhitungan yang dipaparkan dalam contoh di atas, jelas ada perbedaannya. Dengan leverage yang lebih kecil, potensi kerugian Anda pun bisa diperkecil.

Yang lebih penting memang adalah memperhatikan real leverage yang Anda pergunakan. Semakin besar leverage-nya maka semakin besar pula resiko yang dihadapi. Dengan belajar memahami leverage dalam forex, mudah-mudahan Anda bisa semakin bijak mengelola dana Anda.

Selamat belajar forex!

0 Comments

Belajar Memanfaatkan Swing Sebagai Strategi Trading Forex

Jika Anda telah cukup lama melakukan forex trading, Anda tentu telah belajar bahwa harga di pasar forex tidak pernah bergerak dalam satu garis lurus yang sempurna. Selalu ada koreksi-koreksi di mana harga kembali bergerak berlawanan dengan arah trend, meskipun seringkali koreksi tersebut tidak sampai mengubah arah trend besarnya. Koreksi-koreksi tersebut sering disebut sebagai “swing”. Nah, kali ini kita akan membahas strategi memanfaatkan swing tersebut untuk mengoptimalkan peluang di pasar forex.

Jika Anda bisa mengidentifikasi swing dengan benar, maka Anda bisa mengetahui di mana level yang tepat untuk menempatkan stop-loss untuk meminimalkan resiko. Jika Anda sudah mengetahui seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, Anda akan lebih tenang meskipun jika keputusan yang Anda ambil berujung pada kerugian. Ketenangan ini akan membantu Anda untuk tidak menjadi emosional, karena jika Anda menjadi emosional maka hampir bisa dipastikan setiap keputusan yang Anda ambil akan salah.

Untuk menempatkan stop-loss biasanya sekitar 70-150 pips (untuk harga dengan 5 desimal) di bawah harga terendah dari bullish swing untuk posisi Buy, dan di atas harga tertinggi dari bearish swing untuk posisi Sell. Ingat selalu: tidak pernah ada strategi forex yang 100% akurat; itulah kenyataan dalam trading forex. Untuk itulah Anda harus belajar menerapkan pembatasan resiko dengan stop-loss tiap kali Anda “bertarung” di pasar forex.

#strategiforex #belajarforex #forextrading

Gambar 1

Ada lagi keuntungan dalam memahami swing, yaitu Anda akan bisa menggambar atau menggunakan Fibonacci retracement dengan tepat, sehingga Anda bisa mengetahui di mana target ataupun batasan resiko yang masuk akal.

Strategi counter-trend

Salah satu strategi memanfaatkan swing ini yaitu dengan menggunakan teknik counter trend. Dengan teknik ini, kita memanfaatkan peluang saat harga terkoreksi atau rebound dari trend yang terbentuk.

Jadi, ketika harga melakukan pull-back pada saat trend turun atau downtrend, pada saat itulah kita mencari peluang SELL. Sebaliknya, apabila trend harga sedang naik atau uptrend maka kita akan mencari peluang BUY ketika harga terkoreksi.

Perhatikan contoh berikut :

#strategiforex #belajarforex #forextrading

Gambar 2

Pada gambar 2 diatas terlihat grafik AUD/USD yang menunjukkan harga terkoreksi saat uptrend. Anda bisa melihat ada semacam level resistance yang menahan pergerakan harga naik (garis merah).

Ini artinya merupakan peluang untuk mengambil posisi Buy jika harga berhasil menembus level resistance tersebut, tetapi sebelumnya kita harus mengetahui di mana akan menentukan target profit dan di mana menentukan level stop loss-nya. Dengan menggunakan informasi dari swing yang terbentuk maka kita akan mudah menentukan target profit serta stop loss-nya.

Nah, untuk mempermudah Anda dalam belajar menerapkan strategi forex tadi, perhatikan Gbr 3 berikut:

#strategiforex #belajarforex #forextrading

Gambar 3

Setelah mengetahui Swing yang terbentuk (kotak berwarna kuning) seperti pada gambar 3, maka kita bisa menetapkan Stop Loss beberapa pips di bawah swing. Hal itu merupakan hal yang mudah.

Pertanyaan selanjutnya yaitu dimana kita menempatkan target profit? Untuk menentukan target profit bisa menggunakan tool Fibonacci, tetapi hanya bisa berhasil apabila Anda bisa mengindentifikasi Swing dengan benar, karena apabila tidak bisa mengindentifikasi Swing dengan benar maka Anda akan menempatkan target yang terlalu jauh.

Untuk menentukan target profit tempatkan di kisaran level 150.0 dari Fibo, seperti terlihat pada gambar 4 di bawah berikut ini:

#strategiforex #belajarforex #forextrading

Gambar 4

Oh ya, jika Anda ingin belajar lebih dalam lagi tentang Fibonacci retracement sebagai strategi trading forex, silakan kunjungi channel youtube belajar forex kami.

Seperti Anda lihat pada gambar 4, harga bergerak naik setelah menembus resistance dan menyentuh target profit yang sudah kita tetapkan di awal sebelumnya.

Meskipun tidak semua grafik bisa memberikan gambaran yang jelas bisa dibaca seperti contoh di atas tetapi poin yang paling penting yaitu menentukan Swing dengan benar. Banyak trader khususnya trader pemula hanya asal menggambar menggunakan Fibonacci.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang trading. Ada baiknya anda meningkatkan skill atau kemampuan trading yang telah Anda pelajari. Maka silakan mencoba terlebih dahulu di demo account yang bisa anda dapatkan di forexIMF.com.

Selamat mencoba.

Article by: Adhi Nugroho

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 26-30 JANUARI 2015

USD Masih Di Jalur Penguatan; Syriza Menang Di Yunani

USD masih berjalan di jalur penguatan. Pekan lalu, euro mengalami pelemahan yang terparah di antara mata uang utama lainnya. Kekhawatiran belum berakhir untuk euro, mengingat hasil pemilu Yunani masih mungkin untuk menyebabkan keluarnya negeri dewa-dewi tersebut dari Uni Eropa.

Mario Draghi telah mengumumkan untuk meluncurkan program stimulus dengan cara melakukan pembelian obligasi. Dana yang diperlukan untuk program itu direncanakan lebih dari 1 trilyun euro. Pembelian obligasi itu lebih banyak akan dilakukan oleh bank-bank sentral setiap negara di kawasan euro.

Di tempat terpisah, angka GDP China dirilis sedikit lebih kuat daripada perkiraan, namun data ini tak mampu menyokong Aussie untuk waktu yang cukup lama dan AUD/USD kembali diperdagangkan di bawah kisaran 0.8. Sterling juga jatuh ke bawah 1.5, sebagian disebabkan oleh minutes yang memperlihatkan bahwa seluruh anggota Monetary Policy Committe sepakat untuk tidak menaikkan suku bunga.

  1. Pemilu Yunani: Minggu (25/1)

Partai Syriza pimpinan Alexis Tsipiras menang. Perdana Menteri Antonis Samaras telah mengakui kekalahan. Dalam pernyataannya di televisi, Samaras mengatakan bahwa “rakyat telah berbicara” dan berharap pemerintahan selanjutnya dapat mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai. Tsipiras sendiri menyatakan akan mengakhiri masa lima tahun yang “memalukan dan menyulitkan” akibat penghematan besar-besaran yang disyaratkan oleh para kreditur internasional. Namun belum jelas apakah Syriza akan meraih 151 kursi untuk bisa memerintah sendiri atau tidak. Kemenangan Syriza merupakan pukulan bagi euro.

  1. German Ifo Business Climate: Senin (26/1), 16.00 WIB

Tingkat keyakinan bisnis di Jerman naik sebesar 0,8 poin di bulan Desember, mencapai angka 105,5 sejalan dengan perkiraan. Turunnya harga minyak mentah dan melemahnya euro justru mendongkrak perekonomian Jerman. Data-data ekonomi memperlihatkan perbaikan di sektor manufaktur dan penjualan meskipun adanya penurunan penjualan ke Rusia. Kali ini indeks sentimen bisnis Jerman diperkirakan mencapai angka 106,7.

  1. GDP Inggris: Selasa (27/1), 16.30 WIB

Pertumbuhan ekonomi Inggris melambat di kuartal ke-3 di tengah melambatnya aktivitas perekonomian di kawasan euro. Angka GDP hanya naik 0,7% di kuartal ke-3, menyusul kenaikan 0,9% di kuartal sebelumnya. Dalam basis tahunan, GDP Inggris naik 2,8% di kuartal ke-3 ini. Tanda-tanda stagnasi di kawasan euro bisa jadi akan berdampak negatif untuk Inggris. Di kuartal ke-4 2014, pertumbuhan ekonomi Inggris diperkirakan menjadi 0,6%.

  1. US Durable Goods Orders: Selasa (27/1), 20.30 WIB

Pemesanan barang tahan lama di bulan November turun 0,7% setelah sempat naik 0,3% di bulan Oktober. Sektor transportasi turun 1,2%, sementara naiknya pemesanan mobil dan pesawat non-militer dibayangi oleh jatuh tajamnya pemesanan di sektor pesawat militer. Kali ini, data durable orders maupun core durable orders diperkirakan akan naik 0,6%.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (27/1), 22.00 WIB

Tingkat keyakinan konsumen di Amerika lebih positif di bulan Desember di tengah kuatnya data ekonomi. Sentimen naik ke 92,6 dari 91 di bulan sebelumnya. 17,1% responden mengapresiasi meningkatnya lapangan pekerjaan, naik dibandingkan persentase di bulan sebelumnya yaitu 16,2%. Jumlah responden yang menganggap kondisi bisnis memburuk tinggal 19,6%, turun dari 21,8% di bulan November. Meningkatnya keyakinan ini sejalan dengan pertumbuhan GDP dan perbaikan yang konsisten di sektor lapangan pekerjaan. Kali ini, tingkat keyakinan konsumen diperkirakan naik menjadi 95.7.

  1. US New Home Sales: Selasa (27/1), 22.00 WIB

Penjualan rumah baru di AS mengalami kontraksi 1.6% di bulan November menjadi 483.000 unit untuk rentang waktu tahunan, masih jauh dari angka 700.000 yang pernah tercatat di tahun 1990-an. Ini merupakan indikasi bahwa sektor perumahan belum merasakan dampak dari perbaikan lapangan pekerjaan. Data di bulan Desember diperkirakan tercatat di 452.000.

  1. US Rate Decision: Kamis (29/1), 02.00 WIB

Federal Reserve telah berkali-kali mengisyaratkan keinginan untuk menaikkan suku bunga di tahun 2015. Meskipun demikian, penurunan inflasi di bulan Desember mungkin akan menahan mereka untuk mengambil langkah tersebut. Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, mengklaim bahwa penurunan tajam harga minyak mentah merupakan hal yang positif bagi pereknomuan AS, namun anggota FOMC lainnya merasa perlu untuk melihat naiknya angka inflasi sebelum menaikkan suku bunga. Pejabat Fed merasa bahwa pertengahan tahun merupakan waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga. Pada pengumuman kali ini, diperkirakan belum akan ada perubahan tingkat suku bunga, namun setiap kata dalam pernyataan resmi Fed akan dicermati oleh pasar.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (29/1), 20.30 WIB

Pekan lalu, jumlah klaim tunjangan pengangguran tercatat lebih tinggi daripada perkiraan, menunjukkan bahwa volatilitas pasca liburan masih berlanjut. Jumlah klaim tunjangan pengangguran diperkirakan akan tercatat sebesar 301.000 pekan ini.

  1. US GDP Data: Jumat (30/1), 20:30 WIB

Ekonomi AS mengalami ekspansi sebesar 5% di kuartal ke-3, menandakan bahwa perekonomian AS terus membaik sehingga quantitative easing tidak diperlukan lagi. Meskipun tingkat investasi dan belanja konsumen sedikit melemah di kuartal ke-2, namun defisit perdagangan menyusut. Pertumbuhan di empat dari lima kuartal terakhir tercatat setidaknya 3,5%, menunjukkan pertumbuhan. Di kuartal ke-4, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 3,1%.

Tinjauan Teknikal

EUR/USD

EURUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 26 JANUARI 2015

EUR/USD masih bergerak di bawah tekanan, menguji support di 1.10960. Preferensi untuk pekan ini masih bearish terutama jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.09585-1.08047.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran 1.13185-1.14560. Jika pull-back terjadi ke area tersebut sebelum support tembus, carilah konfirmasi sinyal jual di area resistance tersebut dengan potensi target kembali ke kisaran 1.12335-1.10960.

Hati-hati jika resistance 1.14560 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.15410-1.16785.

AUD/USD

AUDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 26 JANUARI 2015

AUD/USD masih bergerak di bawah tekanan, menguji support di 0.78566. Preferensi untuk pekan ini masih bearish terutama jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.77914-0.77185.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran 0.79261-0.80274. Jika pull-back terjadi ke area tersebut sebelum support tembus, carilah konfirmasi sinyal jual di area resistance tersebut dengan potensi target kembali ke kisaran 0.79218-0.78566.

Hati-hati jika resistance 0.80274 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat aussie hingga kisaran 0.80667-0.81329.

GBP/USD

GBPUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 26 JANUARI 2015

GBP/USD masih bergerak di bawah tekanan, menguji support di 1.49501. Preferensi untuk pekan ini masih bearish terutama jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.48885-1.48195.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran 1.50807. Jika pull-back terjadi ke area tersebut sebelum support tembus, carilah konfirmasi sinyal jual di area resistance tersebut dengan potensi target kembali ke kisaran 1.50117-1.49501.

Hati-hati jika resistance 1.50807 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.51497-1.52113.

USD/JPY

USDJPY STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 26 JANUARI 2015

USD/JPY bergerak dalam fase konsolidasi. Saat analisa ini dibuat, harga bergerak menguji support di 117.412. Jika support tersebut tembus, yen diperkirakan akan menguat dengan sasaran hingga kisaran 116.812-115.842.

Sebaliknya waspadai potensi rebound ke 118.9982 mengingat stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi bullish di chart H4. Hati-hati pula jika resistance 118.982 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 119.952.

USD/CHF

USDCHF STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 26 JANUARI 2015

USD/CHF masih berada dalam tekanan bearish yang kuat. Saat analisa ini dibuat, harga tengah berkonsolidasi. Penguatan Swiss franc diperkirakan akan berlanjut dengan sasaran hingga kisaran 0.80581.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 0.91485 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish sebagai sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 0.85728-0.80581.

Hati-hati jika resistance 0.91485 tembus sebab hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.97242-1.02389.

NZD/USD

NZDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 26 JANUARI 2015

NZD/USD masih bergerak di bawah tekanan, menguji support di 0.74037. Preferensi untuk pekan ini masih bearish terutama jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.72894-0.71615.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran 0.75887-0.77031. Jika pull-back terjadi ke area tersebut sebelum support tembus, carilah konfirmasi sinyal jual di area resistance tersebut dengan potensi target kembali ke kisaran 0.75180-0.74037.

Hati-hati jika resistance 0.77031 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat kiwi hingga kisaran 0.77738-0.78881.

GOLD

GOLD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 26 JANUARI 2015

Emas masih bergerak dalam bias bullish, menguji resistance di 1307.49. Preferensi untuk pekan ini masih bullish terutama jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1319.92-1333.82.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan juga area support yang berada di kisaran 1281.16. Jika koreksi terjadi ke area tersebut sebelum resistance tembus, carilah konfirmasi sinyal beli di area support tersebut dengan potensi rebound ke kisaran 1295.06-1307.49.

Hati-hati jika support 1281.16 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1267.26-1254.83.

0 Comments

Belajar Lagi Yuk: Macam-Macam Support & Resistance Forex

Support dan resistance merupakan istilah yang populer yang dalam dunia trading. Konon, trading tanpa menentukan support dan resistance akan menyebabkan kerugian. Namun benarkah demikian? Sebetulnya apa itu support dan resistance? Nah, kali ini kita akan belajar mengenali metode-metode support dan resistance untuk trading forex.

Pengertian Support dan Resistance

Support dan resistance adalah level-level kritis yang digunakan oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Level-level ini digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah. Jika digabungkan dengan bentuk-bentuk candlestick dipercaya akan dapat menentukan pergerakan selanjutnya.

Support secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level di mana penawaran mulai berkurang dan permintaan bertambah sehingga jika hal tersebut terjadi, harga harga akan naik pada level tersebut. Pada prinsipnya apabila harga pasar berhasil menembus level support tersebut, maka diperkirakan harga pasar akan melanjutkan penurunannya sampai level support berikutnya. Namun apabila harga pasar tidak mampu menembus level tersebut maka harga pasar akan berbalik arah. Level support yang sudah ditembus, dapat menjadi level resistance dan menahan harga pasar untuk naik.

Resistance secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level di mana penawaran sudah terlalu banyak dan permintaan sudah mulai berkurang sehingga harga pasar akan turun pada level tersebut. Apabila harga pasar berhasil naik dan menembus level resistance tersebut, maka diperkirakan harga pasar akan terus naik hingga level resistance berikutnya. Level resistance yang sudah ditembus akan menjadi support dan dapat menahan pasar untuk turun melewati level tersebut.

Untuk bisa mengenali support dan resistance, mau tidak mau Anda harus belajar mengamati chart forex. Pelan-pelan saja, tak perlu terburu-buru. Pasti bisa.

Menentukan Support dan Resistance

Setelah memahami pengertian dari support dan resistance, kini saatnya Anda menentukan support dan resistance tersebut. Tahukah kalian ada banyak cara menentukan support dan resistance ? ada beberapa cara untuk menentukan support dan resistance. Mari kita membahasnya satu demi satu.

  1. Titik Tertinggi (Top) atau Titik Terendah (Bottom)

Metode ini merupakan cara sederhana untuk menentukan support resistance, dengan melihat data historis dimana harga-harga tertahan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa langsung melihat saja dari gambar.

belajar forex

belajar forex

Inti dari cara ini adalah Anda cukup melihat dimana harga banyak tertahan. Semakin besar timeframe yang digunakan, kecenderungannya akan semakin valid support dan resistance tersebut. Oh ya, chart di atas menggunakan candlestick chart. Jika Anda ingin belajar mengenai candlestick yang populer di forex, Anda bisa klik di sini.

  1. Trendline

Trendline dapat berlaku sebagai support dan resistance. Untuk bisa menggambar trendline dengan baik, tentunya Anda harus mengenali tren-nya terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menghubungkan minimal dua titik lembah jika dalam keadaan uptrend, sedangkan dalam keadaan downtrend, hubungkanlah minimal dua titik puncak. Jika harga mendekati garis trendline maka hal tersebut dapat membuka peluang area tersebut menjadi area resistance atau support. Untuk memperjelas, Anda bisa langsung melihat saja dari gambar.

belajar forex

belajar forex

Anda ingin mengenal trendline lebih detail? Kunjungi kelas belajar forex kami di sini.

  1. Fibonacci Retracement

Jika anda sudah mahir menggunakan meta trader, tools Fibonacci retracement mungkin istilah yang tidak asing di telinga Anda. Tools ini kerap digunakan para trader untuk melakukan analisa. Namun tahukah anda bahwa Fibonacci retracement bisa berlaku sebagai support dan resistance ? Fibonacci memiliki level-level yang biasa digunakan yakni level 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%, 76.4% dan 100.0%. Level-level tersebut kerap dijadikan sebagai acuan untuk menentukan area support dan resistance. Dengan menggunakan Fibonacci ini, Anda dapat mengambil beberapa level populer yang biasa dijadikan acuan untuk menentukan support dan resistance yakni 38.2%, 50.0% dan 61.8%. disinyalir di level-level tersebut seringkali muncul sinyal buy atau sell yang akurasinya cukup tinggi. Untuk memperjelas, Anda melihat gambar di bawah ini :

belajar forex

Jika Anda masih penasaran mengenai Fibonacci retracement ini, silakan kunjungi laman belajar forex kami di sini.

  1. Round Number

Apa itu round number? Round number adalah suatu level yang merupakan angka bulat dan mudah diingat. Contohnya adalah USD/JPY dengan level psikologis 100, EUR/USD dengan level 1.30000 atau 1.40000 atau AUD/USD pada angka psikologis 1.00000dsb. Dalam trading forex, round number merupakan level psikologis yang bisa berlaku sebagai area support dan resistance.

belajar forex

belajar forex

  1. Pivot Point

Pivot point merupakan salah satu cabang dari analisa teknikal yang juga merupakan cara perhitungan untuk menentukan area support dan resistance. Pivot point bukan merupakan indikator, namun dapat dikatakan sebagai cabang dari analisa teknikal. Para trader biasanya menyebutkan pivot point sebagai support & resistance objektif.

Dasar perhitungan Pivot diperoleh dari penjumlahan harga high, low dan close kemudian di bagi 3

Pivot = ( H + L + C ) : 3

Namun ada pula yang menambahkan harga high, low, dan close periode sebelumnya, tambah open periode sekarang kemudian di bagi 4

Pivot = ( O1 + H + L + C ) : 4

Variasi yang lain adalah dengan cara menambahkan bobot yang dianggap penting, misalnya dengan cara lebih menekankan pada penutupan pasar

Pivot = (H + L + C + ) : 4

Penggunaan pivot point biasanya bersamaa dengan penggunaan support dan resistance yang berlapis bahkan hingga beberapa kali. Untuk menentukan level support dan resistance dapat menggunakan rumus bebagai berikut :

  • Resistance 1 = (2 x Pivot point) – L
  • Resistance 2 = Pivot point + (H – L)
  • Support 1     = (2 x Pivot point) – H
  • Support 2     = Pivot point – (H – L)

Cara pengunaan pivot point sama seperti penggunaan support dan resistance pada umumnya. Ketika harga pasar mendekati support, kemungkinan harga akan berbalik kembali ke atas. Namun jika, harga pasar berhasil menembusnya, maka tekanan bearish akan berlanjut menuju support berikutnya dan begitupun juga sebaliknya.

belajar forex

  1. Moving Average

Moving average juga bisa berfungsi sebagai support dan resistance. Biasanya moving average sering disebut support dan resistance dinamis (dynamic support and resistance). Dinamakan demikian karena ia bergerak sesuai dengan pergerakan harga. Pada saat uptrend, Moving average berfungsi sebagai support. Sebaliknya pada saat downtrend, Moving average berfungsi sebagai resistance.

belajar forex

belajar forex

Anda tertarik untuk mengetahui lebih detil tentang moving average? Tenang, kunjungi saja halaman belajar forex kami di sini.

Demikan 6 cara yang bisa dijadikan acuan sebagai support dan resistance. Lalu support dan resistance mana yang Anda sukai?

Article by: Garry Adrian

1 Comment

Belajar Menjalankan Strategi Trading Forex Jangka Pendek

Strategi trading forex jangka pendek bisa sangat menguntungkan, namun juga memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi. Dalam hal ini, bukan besarnya potensi kerugian, melainkan karena kerugian bisa saja terjadi dalam hitungan menit hingga satu hari. Berbeda dengan strategi jangka panjang, di mana seorang trader bisa lebih santai, trading jangka pendek membutuhkan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi. Untuk bisa berhasil, Anda harus memahami dan benar-benar memahami risk-reward ratio dalam setiap transaksi, lebih detil daripada trading jangka panjang. Anda tidak hanya dituntut untuk bisa mendeteksi setiap peluang yang muncul, namun juga harus bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan mendadak pada pergerakan harga. Untuk itu, kali ini kita akan belajar mengenai dasar-dasar mengenali peluang dan bagaimana cara memafaatkannya.

Ada beberapa konsep dasar yang harus Anda pahami – dan tentu saja kuasai – untuk bisa melakukan trading jangka pendek. Yuk, kita telaah satu per satu.

Mengenali potensi

Dengan mengenali potensi, Anda akan bisa mengetahui mana yang boleh Anda ambil dan mana yang harus dihindari. Seringkali para trader terjebak pada situasi yang tidak menguntungkan karena sebelumnya mereka menyangka bahwa hanya dengan memanfaatkan rilis data ekonomi maka mereka akan bisa membukukan keuntungan yang fantastis.

Padahal, pada saat kita membaca data ekonomi tertentu, pasar telah terlebih dahulu menyerap berita/data tersebut dan seringkali telah bereaksi justru sebelum data tersebut dirilis. Oleh karenanya kita harus bisa mencari petunjuk kapan tepatnya kita harus membuka dan menutup posisi. Untuk itu, ada langkah-langkah yang harus diikuti.

Pertama kali Anda harus mengenali trend yang sedang berlangsung. Jika Anda melihat trend yang sedang berlangsung adalah uptrend, maka Anda sebaiknya mencari peluang beli. Sebaliknya, jika pasar sedang berada dalam keadaan downtrend, sebaiknya carilah peluang jual. Ini sangat penting. Jika Anda belum memahami konsep trend ini, ada baiknya Anda belajar mengenai konsep trend (baca di sini) dan penerapan strateginya dalam trading forex (baca di sini).

Pembatasan resiko

Membatasi resiko merupakan salah satu aspek yang terpenting yang ikut menentukan sukses atau tidaknya strategi yang Anda jalankan ketika Anda trading forex. Sangat penting meminimalkan resiko dan memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu, penggunaan stop-loss menjadi mutlak diperlukan untuk melindungi posisi Anda dari perubahan pasar yang ekstrim dan mendadak. Ada banyak teknik menempatkan stop-loss ini, namun pada umumnya disarankan untuk membatasi resiko Anda tidak lebih dari 10% dari modal Anda tiap kali melakukan transaksi.

Libatkan analisa teknikal

Diakui atau tidak, pasar selalu bereaksi atas berita, data, hingga rumor apa pun yang beredar. Reaksi tersebut terlihat dari naik atau turunnya harga. Itu artinya semua informasi – entah itu data inflasi, isu kebijakan moneter, atau isu politik – dengan sendirinya “terlebur” ke dalam perilaku pergerakan harga.

Berbicara mengenali peluang lewat pergerakan harga, berarti Anda memerlukan keterlibatan analisa teknikal. Mau tak mau, Anda harus belajar analisa teknikal lebih dalam lagi. Dalam strategi trading forex – terutama jangka pendek – analisa teknikal merupakan alat yang sangat penting.

Apa saja yang minimal harus Anda ketahui, terkait analisa teknikal? Berikut ini saya coba ulas.

Indikator

Ada beberapa indikator yang bisa Anda pergunakan untuk menentukan kapan membuka posisi beli atau jual. Di FOREXimf.com, tim analis kami mempergunakan stochastic oscillator dan Commodity Channel Index (CCI).

Hal yang perlu ditekankan adalah kedua indikator teknikal hanya memberi petunjuk berupa: kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold), serta sinyal buy (beli) dan sell (jual). Kedua indikator tersebut bukanlah merupakan patokan arah trend, seperti yang salah dipahami kebanyakan trader.

Oleh karena itu, pastikan sinyal yang muncul dari kedua indikator tersebut adalah sinyal yang searah dengan trend. Jadi, jika Anda ingin membuka posisi buy, maka sebagai strategi tradingnya Anda harus mengonfirmasi bahwa sinyal buy muncul di stochastic dan CCI ketika harga berada dalam uptrend. Sebaliknya, sinyal sell yang bisa dianggap valid adalah sinyal sell yang muncul saat downtrend. Itulah kaidah menggunakan indikator dalam trading forex.

Untuk belajar stochastic untuk forex, silakan kunjungi laman ini; untuk CCI bisa di sini. Anda juga bisa mempelajari kombinasi trendline dengan indikator tersebut di sini.

Pattern

Selain indikator, pola-pola pergerakan harga – yang biasa disebut price pattern ­- telah lama terbukti bisa memberikan petunjuk akan potensi pergerakan pasar selanjutnya. Meskipun tidak 100% akurat (akurasinya “hanya” sekitar 70%), namun kita tahu bahwa kombinasi dengan manajemen resiko yang baik bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Anda tidak perlu menghafalkan segala jenis pattern. Cukup kenali beberapa pattern yang populer saja, seperti head and shoulders, triangle, double top dan double bottom.

Keep it simple!

Tetaplah melakukan analisa dengan metode yang sesederhana mungkin. Ingat, trading jangka pendek memanfaatkan peluang dalam tempo yang sesingkat mungkin. Jika metode analisa Anda rumit, otomatis akan membutuhkan waktu untuk mengonfirmasi peluang yang muncul. Peluang kemungkinan besar akan terlewatkan.

Di samping itu, semakin rumit metodeAnda, maka semakin berat beban yang diterima otak Anda. Padalah, dalam trading forex, Anda harus se-rileks mungkin. Belajarlah membuat strategi forex yang sederhana.

Kesimpulan

Trading jangka pendek bisa mempergunakan beberapa metode analisa, namun yang paling penting adalah Anda harus mengerti apa yang harus dipergunakan dan kapan mempergunakannya. Jika Anda benar-benar telah memahaminya, Anda tetap akan bisa mencari peluang dan memanfaatkannya seoptimal mungkin dalam keadaan pasar seperti apa pun.

Tak bosan-bosannya saya ingatkan: pergunakanlah modal Anda dengan bijak dan displinlah pada trading plan Anda. Batasi resiko, pergunakan stop loss, jangan over-trade. Jika Anda langgar semua itu, maka trading jangka pendek tak akan memberikan apa pun bagi Anda, kecuali bencana.

Selamat trading. :)

2 Comments

FOREXimf.com Goes to Campus – “MEA, Siapa Takut?”

FOREXimf Goes to CampusPembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nantinya akan mempermudah penjualan barang dan jasa dari satu negara ke negara lain di kawasan Asia Tenggara yang menandakan semakin ketatnya kompetisi yang akan terjadi. Untuk menghadapi persaingan perdagangan bebas ini, ada banyak hal yang perlu diperbaiki seperti misalnya sistem birokrasi, infrastruktur maupun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

 Hal itulah yang melatarbelakangi tema talk show kali ini, MEA ditelaah dari sisi Perdagangan Berjangka dan Komoditi yang mengangkat judul : “MEA, Siapa Takut?” Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 21 Januari 2015 di Ruang M2CD Universitas Bina Nusantara, Kampus Syahdan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Hadir sebagai pembicara, Bapak Pahotan R. Sitohang (Business Development FOREXimf.com) yang pada sesi pertama menyampaikan bahwa secara Sumber Daya Alam, Indonesia jauh mengungguli negara – negara Asia Tenggara lainnya, hanya saja kita terbentur pada kenyataan bahwa birokrasi di negara ini sangatlah rumit, infrastruktur yang tidak tertata dan juga kualitas Sumber Daya Manusia yang masih kurang baik terutama dalam hal kepercayaan diri. Jika kita tidak segera berbenah diri, ini akan sangat merugikan, apalagi Indonesia adalah negara dengan populasi yang cukup tinggi di kawasan Asia Tenggara yang tergolong ke dalam target empuk konsumen bagi produsen di negara lain.

Seusai sesi 1, acara dilanjutkan dengan break time selama 15 menit dan 156 peserta talk show yang hadir diberikan waktu untuk menikmati snack yang telah disediakan.

Memasuki sesi 2, materi disampaikan oleh Ibu Stella N. Lukman (Head of Products and Services ICDX). Beliau menyampaikan pengantar mengenai Perdagangan Berjangka dan Komoditi. Beliau membuka dengan review mengenai pengertian bursa, derivatif dan komoditi. Yang menjelaskan bahwa risk management, discovery, operational advantages dan market efficiency adalah beberapa manfaat dari bursa berjangka.

Salah satu tips yang disampaikan oleh Ibu Stella N. Lukman tentang cara memilih perusahaan pialang berjangka adalah dengan memperhatikan faktor legalitas perusahaan tersebut, disamping beliau juga menekankan pentingnya untuk selalu teliti dan memahami setiap isi dari agreement yang telah ditandatangani oleh calon nasabah.

Dalam menghadapi MEA ini beliau menyampaikan yang secara garis besar sama dengan yang disampaikan oleh Bapak Pahotan R. Tohang di sesi 1.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan yang disampaikan sangat menarik dan beragam dari para peserta.

Pembagian doorprize kepada peserta dan sesi foto bersama perwakilan Universitas Bina Nusantara dan narasumber merupakan tanda berakhirnya talk show “MEA, Siapa Takut?” kali ini.

TE REVOIR!!!

0 Comments

4 Kesalahan Fatal Dalam Strategi Forex Trading

Suatu ketika seorang trader mencoba untuk benar-benar mempergunakan analisa teknikal sebagai strategi trading forexnya. Ia telah seringkali mendengar bahwa analisa teknikal merupakan alat yang cukup ampuh dalam menghasilkan keuntungan. Ia juga telah berkali-kali mendengar bahwa analisa teknikal cukup mudah untuk dipahami, bahkan tanpa perlu direpotkan oleh jadwal kalender ekonomi yang terkadang bisa sangat padat.

Lalu mulailah ia berpetualang dengan analisa teknikal. Namun apa yang ia peroleh ternyata jauh dari harapannya. Apa yang terjadi? Di mana letak kesalahannya?

Sebenarnya, jika dipergunakan dengan benar, analisa teknikal (maupun fundamental sebenarnya) memang bisa membantu Anda untuk mencetak keuntungan yang konsisten. Contoh yang paling mudah adalah Anda bisa melihat pengulangan-pengulangan dari pola-pola pergerakan harga tertentu. Yang perlu Anda lakukan tinggal mengenali pola-pola tersebut dan mengikuti “kebiasaan” pasar ketika pola-pola tersebut muncul.

Meskipun demikian, menjalankan analisa teknikal sebagai strategi forex trading memang tidak semudah kelihatannya. Itulah mengapa cukup banyak trader yang mengalami kerugian meskipun telah mempergunakan analisa teknikal. Itu karena kebanyakan tidak menyadari telah melakukan beberapa kesalahan fatal yang justru membuat analisa teknikal menjadi bumerang yang tak mampu mereka kendalikan.

Sangat penting mengenali “senjata” yang Anda pergunakan saat bertempur, agar “senjata” tersebut bisa Anda pergunakan dengan optimal. Nah, agar tak terjadi “senjata makan tuan”, Anda perlu mengetahui apa saja kesalahan yang sering tanpa sadar dilakukan orang ketika menggunakan analisa teknikal.

Menganggap analisa teknikal seperti bola kristal peramal

Banyak orang beranggapan bahwa dengan menguasai analisa teknikal maka seorang trader bisa “memprediksi” (dalam arti: “memastikan”) apa yang akan terjadi selanjutnya. Ini SALAH! Lho, kok?

Begini, mari kita berpikir secara sederhana saja. Jika analisa teknikal memang benar bisa memprediksi “masa depan”, maka itu artinya kita akan tahu berapa harga yang akan muncul esok. Dengan demikian kita tak lagi perlu berstrategi dalam forex trading, karena harga bergerak karena adanya perbedaan “pandangan” di antara para pelaku pasar. Jika kita semua memiliki pandangan yang sama tentang harga yang akan muncul esok, maka tak akan ada pergerakan harga!

Analisa teknikal hanya memberikan petunjuk kepada kita apa yang terjadi SAAT INI dan WAKTU SEBELUMNYA. Berdasarkan prinsip “history repeats itself”, kita akan bisa mengambil keputusan posisi apa yang akan kita ambil (beli atau jual). Pola-pola tertentu yang kita lihat di grafik merupakan pola-pola yang sering terjadi di masa lampau, sehingga dengan mengenali pola-pola tersebut kita bisa “mengikuti” tabiat pasar di waktu-waktu sebelumnya.

Inilah esensi analisa teknikal: membaca apa yang sedang terjadi dan mencoba mengikuti alurnya, bukan meramal apa yang belum terjadi. Konsep ini berlaku untuk SEMUA strategi forex trading  yang berbasis analisa teknikal.

Pakai “time-frame” yang terlalu pendek

Tujuan analisa teknikal adalah untuk memperoleh peluang berdasarkan pergerakan harga. Untuk itu Anda mutlak memerlukan data pergerakan harga yang valid dan cukup. Semakin besar peluang yang Anda incar, semakin banyak data yang harus Anda miliki.

Kesalahan yang mungkin akan Anda lakukan adalah mencoba untuk memperoleh hasil yang besar – terkadang maunya tak terhingga – hanya dengan mempergunakan data pergerakan harga yang sedikit. Adalah tidak realistis jika Anda berkeinginan untuk memperoleh seribu dollar per transaksi hanya dengan menggunakan chart 15 menitan (M15) atau mungkin 5 menitan (M5) di pair USD/JPY, misalnya. Ya, memang mungkin saja terjadi, namun kejadian seperti itu hanya semacam “blessing in disguise” jika terjadi, seperti kejadian pada USD/CHF beberapa waktu yang lalu. Artinya, sangat – SANGAT – kecil peluang seperti itu ada, jika tak bisa dikatakan MUSTAHIL.

Yang realistis untuk target tersebut adalah menggunakan chart 1 jam-an (H1) atau 4 jam-an (H4) untuk strategi forex trading Anda.

Tidak menunggu konfirmasi

Banyak sekali trader – yang mengaku menggunakan analisa teknikal – melakukan buy dan sell hanya karena mereka menganggap harga sudah berada di support atau resistance. Memang pada dasarnya dalam analisa teknikal area buy yang baik adalah di area support dan area sell adalah di area resistance, namun tidak sesederhana itu aplikasinya.

Tunggulah momentum yang tepat. Ketika Anda merencanakan untuk melakukan buy di area support, ada baiknya Anda menunggu konfirmasi bahwa support tersebut memang bertahan. Anda harus melihat ada “sinyal” yang membuat potensi rebound semakin besar, semisal konfirmasi sinyal indikator teknikal atau pola candlestick. Aturan ini juga berlaku jika Anda berencana ingin membuka posisi sell di area resistance.

Memenuhi chart dgn indikator

Nah, ini dia “penyakit” yang paling sering menjangkiti trader, terutama pemula. Mereka merasa kurang mantap jika layar monitor mereka tidak dipenuhi aneka indikator yang berwarna-warni. Dalam pandangan mereka, semakin “ramai” chart mereka, semakin canggihlah analisa yang dihasilkan. Benar? SALAH!

Faktanya, semakin banyak indikator berarti semakin besar aturan yang harus dilewati. Seringkali terjadi: indikator nomor 1 sudah mengkonfirmasi sinyal jual, namun nomor 3 dan 5 – misalnya – masih menunjukkan indikasi bullish. Sementar itu indikator nomor 2 menunjukkan harga sudah jenuh beli, tetapi di saat yang sama indikator nomor 4 justru oversold. Otak Anda akan dipaksa bekerja lebih keras, bahkan terjebak dalam kebingungan: mana yang harus diikuti?

Terlalu banyak indikator hanya akan membuat Anda menjadi “katro”. J

Pada kenyataannya, strategi trading yang berhasil dengan baik di forex adalah strategi yang sederhana. Yang Anda perlukan dalam sistem trading tersebut hanyalah indikator trend, momentum, serta kemampuan menentukan support dan resistance.

Bottom line

Itulah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan trader dalam mempergunakan analisa teknikal. Sebenarnya masih banyak kesalahan lain, namun empat hal yang saya sampaikan di atas adalah kesalahan terbesar yang sering dilakukan.

Jika Anda ingin menikmati gelombang pasar dengan senyuman, hindarilah empat hal tersebut. Dengan begitu, Anda akan berada di jalur yang tepat untuk mengoptimalkan analisa teknikal Anda.

Selamat menganalisa.

Video  Strategi Forex yang wajib Anda Tonton :

0 Comments

Mengadopsi Petuah Jesse Livermore Dalam Forex Trading

Jesse Lauriston Livermore (lebih terkenal dengan nama Jesse Livermore saja) lahir di Massachusetts pada tanggal 26 Juli 1877. Ia dikenal sebagai trader legendaris hingga kini. Banyak “ajaran-ajarannya” yang masih dianggap relevan untuk dunia trading di masa kini. Ia memulai karir tradingnya pada usia empat belas tahun. Ia kabur dari rumah untuk melarikan diri dari keinginan ayahnya untuk mengelola perkebunan milik keluarganya. Ia memulai karirnya sebagai juru tulis harga saham di sebuah perusahaan pialang di Boston. Meskipun ia lebih dikenal sebagai seorang trader saham, namun para trader di dunia forex trading pun sering menggunakan “petuah-petuah” dari Livermore kala menerapkan strategi forex mereka.

Awal karir di forex trading

Sambil bekerja, ia sering menulis beberapa analisa harga pasar berjangka dan ia akan mengecek akurasinya. Seorang teman kemudian meyakinkannya untuk melakukan transaksi dengan uang sungguhan dengan melakukan transaksi betting atas beberapa saham di sebuah bandar. Betting adalah semacam transaksi yang memungkinkan seseorang mendapat keuntungan dari pergerakan harga saham tanpa memiliki saham tersebut.

Di usia lima belas tahun, ia telah berhasil mengantongi keuntungan sebesar lebih dari seribu dollar. Angka itu saat ini setara dengan sekitar 23 ribu dollar. Dalam beberapa tahun berikutnya, ia terus melakukan betting dan akhirnya di-black-list oleh bandar karena terlalu banyak menang. Ia kemudian pindah ke New York dan mencurahkan semua kemampuannya ke pasar yang sesungguhnya.

Jesse Livermore pernah berkata, “Tidak ada hal yang baru di Wall Street. Tidak akan ada karena (aktivitas) spekulasi sama tuanya dengan pegunungan. Apa pun yang terjadi di pasar hari ini telah terjadi sebelumnya dan akan terjadi lagi.” Bagi para analis teknikal, ucapan Jesse Livermore ini senada dengan prinsip “history repeats itself”, prinsip yang juga dipergunakan dalam penerapan strategi forex trading.

jesse livermore

Jesse Livermore. (Sumber foto: Wikipedia)

Berikut ini adalah beberapa “petuah bijak” dari Jesse Livermore. Tulisan ini mencoba mengurai makna dari kalimat-kalimat yang pernah diucapkan oleh Jesse Livermode. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran yang berguna.

Petuah #1: Duduk tenang

Bukan cara berpikirku yang menghasilkan uang yang banyak bagiku, melainkan caraku duduk dengan tenang. Mengerti? Caraku duduk dengan tenang!”

Menghasilkan banyak uang adalah satu hal, sementara tetap konsisten dalam mendulang keuntungan adalah lain hal. Jesse Livermore secara tidak langsung mengatakan bahwa mencari momentum yang tepat sama pentingnya dengan pengetahuan melakukan analisa. Jesse hanya mau melakukan transaksi jika dan hanya jika sistem trading yang ia pergunakan menunjukkan sinyal yang valid. Tidak ada sinyal valid, tidak ada transaksi. Begitulah filosofi yang dianutnya.

Dan, untuk bisa mematuhi aturan tersebut, Anda harus bisa bersabar dan menunggu sinyal itu dengan tenang. Tidak terburu-buru.

Petuah #2: Jangan mencoba untuk sempurna

“Rencana trading saya cukup sekedar baik dan lebih banyak menang daripada kalah. Jika saya berpegang pada rencana itu, saya mungkin akan 7 kali benar dari 10 kali (transaksi).”

Menghasilkan 7 kali transaksi yang membawa keuntungan dari total 10 kali transaksi merupakan hal yang cukup baik. Namun masih ada saja trader yang menginginkan “kesempurnaan” untuk meraih akurasi 100% dalam setiap transaksi yang ia lakukan dalam forex trading. Padahal, strategi forex yang “hanya” mampu menghasilkan keuntungan 7 kali dari 10 kali percobaan sudah cukup baik jika didukung oleh manajemen resiko dan manajemen modal yang baik.

Perilaku seperti itulah yang meyebabkan mereka sering “terperangkap” dalam kondisi floating loss yang berlarut-larut. Kerugian yang diderita sedemikian membengkaknya hanya karena tak cukup “jantan” untuk menerima kekalahan. Padahal, tentu menahan loss yang semakin membesar menyita waktu, perhatian, tenaga, konsentrasi, pikiran dan pada gilirannya: stamina. Ketika stamina merosot, mustahil seorang trader bisa mengambil keputusan yang obyektif dan efektif.

Petuah #3: Belajar

“Permainan itu mengajari saya cara memainkannya.”

Beradaptasilah. Belajarlah. Berlatihlah.

Membaca buku dan mendengarkan pengalaman berdasarkan dari strategi trading trader forex lain memang bisa membantu untuk memperluas wawasan. Namun sebenarnya “learning by doing” merupakan cara terbaik untuk belajar trading. Dengan merasakan sendiri apa yang terjadi di pasar, akan lebih mudah bagi Anda untuk mencerna apa yang tertulis dalam buku atau apa yang Anda dengar dari trader senior.

Berlatihlah di akun demo terlebih dahulu sebagai proses untuk menemukan strategi yang paling pas untuk Anda. Kemudian, praktekkanlah di akun real, di mana pelajaran sesungguhnya akan Anda dapatkan ketika uang Anda benar-benar “berada di garis depan”. Jangan takut, tim analis dan edukasi FOREXimf.com selalu siap membantu.

Petuah #4: HADAPI RESIKO

“Kerugian tak pernah mengganggu saya. Saya segera melupakannya keesokan harinya. Namun berbuat salah – dengan tak membuang kerugian – itulah yang menghancurkan dompet dan jiwa.”

Tetapkanlah batasan resiko. Pasanglah stop-loss dalam setiap transaksi yang Anda lakukan, dan konsistenlah pada batasan tersebut.

Setiap transaksi yang Anda lakukan haruslah berpatokan pada trading plan karena trading plan tersebut sudah teruji dan telah terbukti mampu memberikan hasil positif yang konsisten, dan membatasi resiko termasuk dalam hal itu.

Jika resiko menghampiri, buanglah segera kerugian Anda sesuai dengan rencana sebelumnya, lalu: move on.

Petuah #5: FOKUS PADA PROSES

“Seorang profesional berkonsentrasi dalam mengerjakan proses yang benar, daripada (fokus pada) menghasilkan keuntungan, karena ia tahu bahwa keuntungan akan datang sendiri jika hal lain (proses) dilakukan dengan benar.”

Tujuan seorang trader semestinya bukanlah mencetak keuntungan sebanyak-banyaknya. Tujuan yang benar (mungkin terdengar aneh) justru adalah menerapkan trading plan sesempurna mungkin. Dalam forex trading, jika Anda konsisten menjalankan strategi dan trading plan yang telah Anda susun dan uji “kekuatannya”, keuntungan akan datang dengan sendirinya.

Bottom line untuk strategi forex anda 

Jesse Livermore telah meraih kejayaan dari dunia forex trading. Namun jangan salah, meskipun namanya sedemikian melegenda, ia pun pernah melakukan kesalahan dalam trading. Ia pun pernah mengalami kerugian hingga mengalami kebangkrutan, sampai-sampai pernah meminta istri pertamanya untuk menggadaikan perhiasannya untuk menutupi kebangkrutannya.

Jesse mengakui bahwa kerugian yang luar biasa itu disebabkan oleh hal yang “sepele”, yaitu melanggar aturan-aturan yang telah ia buat sendiri. Namun Jesse belajar dari pengalaman. Ia memperbarui dan menjalankan aturan-aturan yang dibuatnya dengan penuh disiplin, di antaranya adalah lima “petuah” yang dibahas di artikel ini. Pada akhirnya, ia mampu bangkit dan menjadi salah satu milyuner Wall Street.

Selamat belajar bersama Jesse. J

Oh ya ini ada Video menarik  ”  3 Hal Penting Dalam Membangun Sistem Trading Anda “

0 Comments

Biarkan Swiss Franc Menguat: SNB Beri Kejutan!

Kamis lalu (15 Januari 2015), bank sentral Swiss – yaitu Swiss National Bank (SNB) – berhasil membuat kejutan yang “mengguncang” pasar. SNB mengumumkan bahwa mereka akan mencabut batasan kurs Swiss franc terhadap euro yang tadinya ditetapkan untuk mencegah Swiss franc menjadi terlalu kuat terhadap euro. Swiss franc menguat tajam pasca pengumuman tersebut hingga 41% terhadap euro, yang merupakan penguatan terbesar dalam sejarah.

Apa cerita di balik semua itu?

Kita telah lama mengetahui bahwa Swiss merupakan negara yang memiliki track record akan stabilitas finansial yang luar biasa stabil. Siapa sih yang tidak mengenal reputasi bank-bank di Swiss?

Nah, pada tahun 2011 lalu, di kala kawasan euro dicekam oleh krisis ekonomi, banyak sekali aliran dana yang masuk ke Swiss, terutama dari euro. Para pelaku pasar kala itu menganggap Swiss franc sebagai “tempat pelarian” yang cukup baik untuk melindungi aset mereka. Walhasil, Swiss franc pun menguat hampir tak terkendali. Sebelum krisis terjadi, mata uang Swiss franc hanya seharga 0,7 euro di sekitar awal tahun 2010. Masuknya dana secara masif membuat Swiss franc berhasil mencapai kesetaraan (parity) terhadap euro di pertengahan tahun 2011.

Pada umumnya, tidak ada negara yang merasa nyaman apabila mata uang mereka menjadi terlalu kuat. Lho, kok begitu? Alasan utamanya biasanya adalah bahwa hal itu akan memberikan dampak yang buruk bagi para eksportir; harga barang-barang mereka menjadi kurang kompetitif.

Swiss sendiri dikenal sebagai pengekspor barang-barang yang memiliki nilai yang tinggi. Kita tentu tahu kualitas jam produksi Swiss yang dikenal memiliki kualitas yang tinggi. Belum lagi sektor farmasinya. Maka dari itu, penguatan Swiss franc yang tak terkendali justru berpotensi akan membahayakan para eksportir dari barang-barang yang bernilai tinggi itu.

Selain itu, ada juga alasan lain mengapa Swiss merasa tak nyaman dengan penguatan Swiss franc yang terlalu hebat. Kaitannya adalah justru dengan sisi finansial; masuknya dana asing yang terlampau besar justru berpotensi akan memberikan efek buruk bagi sistem finansial Swiss.

Dengan alasan-alasan tersebut di atas, SNB lantas mengumumkan bahwa mereka menetapkan batasan bagi penguatan Swiss franc terhadap euro. SNB menyatakan tidak akan membiarkan Swiss franc menguat terlalu jauh, melampaui level 1.2 terhadap euro. Untuk tujuan tersebut, intervensi yang dilakukan SNB adalah dengan mencetak uang (dalam hal ini Swiss franc) dalam jumlah tertentu yang dipergunakan untuk membeli euro. Skenario ini berjalan selama lebih dari tiga tahun.

swissfranc-menguat

Apa yang terjadi kemudian?

Jreng! SNB – dengan tiba-tiba tanpa ada peringatan atau gelagat sebelumnya – kemarin memutuskan untuk menghentikan kebijakan mereka untuk membatasi penguatan Swiss franc terhadap euro. Kebijakan ini diikuti oleh penguatan yang luar biasa oleh Swiss franc terhadap mata uang lainnya. Mengapa bisa demikian?

Efek tersebut bisa dipahami. Selama tiga tahun, SNB “menahan diri” untuk membiarkan Swiss franc menguat terhadap euro. Ketika “rem” tersebut dilepas, para pelaku pasar – terutama yang banyak memiliki aset di euro – merasa melihat peluang untuk lepas dari prospek suram euro. Swiss kembali dianggap menjadi “tempat berlindung” yang paling tepat, mengingat euro diperkirakan akan terus melemah. Seperti yang diketahui, European Central Bank (ECB) – yang merupakan bank sentral untuk kawasan euro – telah mengumumkan akan kembali menjalankan quantitative easing alias meluncurkan stimulus.

Para pelaku pasar tentu tak ingin berlama-lama dibayangi kekhawatiran pelemahan euro. Maka segera setelah SNB mengumumkan untuk membuka “kran” penguatan Swiss franc, mereka berbondong-bondong memborong Swiss franc. Yang terkena dampak paling parah tentu saja adalah euro, karena kebijakan tersebut jelas-jelas telah membuka “portal” bagi penguatan Swiss franc terhadap euro.

Alasan SNB

Dalam pernyataan resminya, SNB memberikan penjelasan mengenai langkah yang diambilnya. Krisis yang terjadi sejak 2011 pada dasarnya memang telah berlalu, namun euro masih tetap dihantui oleh pelemahan lebih lanjut.

SNB menjelaskan bahwa batasan yang ditetapkan tersebut adalah untuk mencegah penguatan Swiss franc yang terlalu jauh dan keputusan tersebut diambil di tengah ketidakpastian pasar finansial. Langkah tesebut melindungi perekonomian Swiss dari bahaya. Dengan langkah tersebut, penguatan Swiss franc yang berlebihan bisa dicegah.

Namun perbedaan di antara kebijakan moneter di area mata uang utama dunia telah semakin menajam. Euro telah terdepresiasi terhadap USD dan hal ini pada gilirannya telah membuat Swiss franc melemah terhadap USD. Dalam situasi ini, SNB menyimpulkan bahwa penetapan batas minimum untuk Swiss franc terhadap euro tak lagi bisa dipertahankan.

Dalam pandangan kami, SNB merasa bahwa sudah tidak masuk akal untuk terus mencetak uang guna membeli euro terus menerus, karena hal itu justru memperlemah Swiss franc terhadap USD.

Bagaimana selanjutnya?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak ada negara yang mau mata uangnya menjadi terlalu kuat, apalagi dalam waktu yang sangat singkat. Hal tersebut justru akan membahayakan sektor ekspor. Namun SNB semestinya tidak akan tinggal diam. Kemungkinan besar SNB akan kembali melakukan intervensi, namun tidak terhadap euro melainkan terhadap USD. Lagipula, pasar terbesar ekspor barang mewah produksi Swiss saat ini tidak lagi Frankfurt atau Paris, melainkan Beijing atau Shanghai, sehingga mungkin tidak lagi ada alasan untuk “memelihara perdamaian” dengan euro.

SNB kemungkinan besar berharap pada efek suku bunga yang baru. Suku bunga negatif diperkirakan akan berdampak pada selera para pelaku pasar untuk tetap menyimpan dana mereka dalam bentuk Swiss franc. Ditambah adanya kemungkinan Federal Reserve – bank sentral Amerika Serikat – akan menaikkan suku bunga, maka kemungkinan Swiss franc akan kembali melemah akan terbuka.

SNB telah benar-benar sukses mengejutkan pasar, namun juga “bermain cantik” jika skenario yang kami paparkan ini memang telah diantisipasi. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 19-23 JANUARI 2015

HOT ISSUE: SNB Kejutkan Pasar, Swiss Franc Menguat Tajam

Swiss franc secara mengejutkan berhasil menguat pasca pengumuman Swiss National Bank yang mencabut batas penguatan Swiss franc terhadap euro di angka 1.2, setelah menerapkan kebijakan tersebut selama lebih dari tiga tahun. Hal ini tidak hanya memperkuat Swiss franc namun juga mengahantam euro. European Central Bank berpotensi untuk mengucurkan dana stimulus sebesar 2 trilyun euro.

Kejadian ini kemungkinan besar akan memberikan dampak jangka panjang bagi euro, dollar dan Swiss franc sendiri.

Sementara itu data ekonomi Amerika Serikat secara mengejutkan memperlihatkan penurunan di sektor penjualan eceran, yaitu turun sebesar 0,9%, yang merupakan penurunan terbesar dalam 11 bulan terakhir. Data ini bertolak belakang dengan naiknya tingkat keyakinan konsumen. Indeks manufaktur Philadelphia Fed memperlihatkan penururunan 6,3 poin. Angka klaim pengangguran juga mengecewakan.

Di tempat terpisah, poundsterling dan Kiwi memperlihatkan stabilitas dan Aussie terbantu oleh positifnya data tenaga kerja.

  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (20/1), 17.00 WIB

Sentimen investor di Jerman meningkat di bulan Desember dari 34.9 menjadi 11.5 di bulan -November. Ini merupakan peningkatan yang ke-2 berturut-turut, mengindikasikan meningkatnya optimisme negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

  1. Pengumuman suku bunga Bank of Japan: Rabu (21/1), tentative

Bank of Japan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Desember lalu dan meningkatkan stimulus menjadi 80 trilyun yen. Keputusan tersebut sejalan dengan perkiraan. Terjadi peningkatan di sektor ekspor dan pemulihan di sektor industri. Tingkat inflasi pun diharapkan akan meningkat. Diperkirakan tidak akan terjadi perubahan tingkat suku bunga kali ini.

  1. Data tenaga kerja Inggris: Rabu (21.1), 16.30 WIB

Klaim tunjangan pengangguran di Inggris turun di bulan November sebesar 26.900. Untuk jangka waktu triwulan, tingkat pendapatan rata-rata termasuk bonus meningkat sebesar 1,6%. Jumlah pengangguran di Inggris untuk kuartal ke-3 turun sebesar 63.000 menjadi 1,9 juta, mengindikasikan terjadinya perbaikan di sektor tenaga kerja Inggris. Klaim tunjangan pengangguran Inggris diperkirakan turun sebesar 24.200 di bulan Desember.

  1. US Building Permits: Rabu (21/1), 20.30 WIB

Jumlah izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan di bulan November jatuh 5,2% ke 1,04 juta, menunjukkan pelemahan di sektor konsktruksi perumahan. Meskipun demikian, para analis memperkirakan bahwa sektor perumahan akan memperoleh momentum di tahun 2015 seiring dengan pertumbuhan sektor tenaga kerja dan tetap akomodatifnya bunga KPR. Jumlah izin yang dikeluarkan bulan Desember diperkirakan naik menjadi 1,06 juta.

  1. Pengumuman suku bunga ECB: Kamis (22/1), 19.45 WIB; konferensi pers pukul 20.30 WIB

European Central Bank (ECB) menahan suku bunga melalui pertemuan di bulan Desember dan mempertahankan bunga deposito di minus 0,2%. Draghi mengatakan bahwa ECB membutukan waktu untuk memperhitungkan dampat anjloknya harga minyak mentah terhadap tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebelum menetapkan kebijakan baru. Anjloknya harga minyak mentah berdampak pada deflasi. ECB terus mengevaluasi kemungkinan quantitative easing jika langkah yang telah diambil gagal untuk menaikkan harga. Pasar menanti pengumuman QE ini.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (22/1), 20.30 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran naik sebesar 19.000 pekan lalu, menjadi 316.000 dari angka revisi sebelumnya yaitu 299.000. Peningkatan yang signifikan seperti ini lumrah terjadi di minggu-minggu pertama tahun baru, karena banyaknya pemutusan hubungan kerja dengan pekerja musiman yang biasa bekerja di musim liburan. Volatilitas seperti ini cukup mempersulit pemerintah untuk menentukan apakah jumlah klaim pengangguran benar-benar naik atau bersifat sementara. Pekan ini, jummlah klaim pengangguran diperkirakan naik menjadi 301.000.

Tinjauan Teknikal:

EUR/USD

EURUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 19 JANUARI 2015

EUR/USD masih berada dalam tekanan bearish yang kuat. Saat analisa ini dibuat, harga bergerakdi dekat area resistance di kisaran 1.16160-1.17130. Perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish sebagai sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1.15560-1.14590.

Hati-hati jika resistance 1.17130 tembus sebab hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.17730-1.18700.

AUD/USD

AUDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 19 JANUARI 2015

AUD/USD masih berada dalam bias bullish. Saat analisa ini dibuat, harga bergerak di area support 0.81810. Penguatan Aussie diperkirakan akan berlanjut dengan sasaran hingga kisaran 0.82407-0.82940.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support di kisaran 0.81810 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish sebagai sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 0.82407-0.82940.

Hati-hati jika support 0.81810 tembus sebab hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.81213-0.80680.

GBP/USD

GBPUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 19 JANUARI 2015

GBP/USD masih berada dalam tekanan bearish yang kuat. Saat analisa ini dibuat, harga tengah berkonsolidasi. Pelemahansterling diperkirakan akan berlanjut dengan sasaran hingga kisaran 1.50340.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 1.52575 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish sebagai sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1.51721-1.50340.

Hati-hati jika resistance 1.52575 tembus sebab hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.54089-1.56190.

USD/JPY

USDJPY STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 19 JANUARI 2015

USD/JPY berada dalam bias netral. Saat analisa ini dibuat, harga tengah berada di area resistance yang berada di kisaran 116.962-117.648. Rebound kemungkinan akan terjadi jika resistance 117.648 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 118.073-118.760.

Sebaliknya jika support 116.962 tembus, maka mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 116.537-115.850.

USD/CHF

USDCHF STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 19 JANUARI 2015

USD/CHF masih berada dalam tekanan bearish yang kuat. Saat analisa ini dibuat, harga tengah berkonsolidasi. Penguatan Swiss franc diperkirakan akan berlanjut dengan sasaran hingga kisaran 0.80581.

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 0.91485 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish sebagai sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 0.85728-0.80581.

Hati-hati jika resistance 0.91485 tembus sebab hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/CHF hingga kisaran 0.97242-1.02389.

NZD/USD

NZDUSD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 19 JANUARI 2015

NZD/USD berada dalam bias netral. Saat analisa ini dibuat, harga tengah menguji area support yang berada di 0.77757. Rebound kemungkinan akan terjadi jika sinyal bullish terkonfirmasi sebelum support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.78465-0.78888.

Hati-hati jika support 0.77757 tembus sebab hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan NZD/USD hingga kisaran 0.76881-0.76160.

GOLD

GOLD STRATEGI TRADING ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 19 JANUARI 2015

Harga emas masih berada dalam uptrend. Saat analisa ini dibuat, harga emas tengah menguji area resistance yang berada di 1281.86. Penguatan harga emas diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1295.30-1310.33.

Meskipun demikian perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Maka dari itu waspadai kemungkinan koreksi pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support di kisaran 1260.11-1246.66 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish sebagai sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1268.42-1281.86.

Hati-hati jika support 1246.66 tembus sebab hal itu akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1238.55-1224.91.

0 Comments