Rahasia Mengamankan Keuntungan Dalam Trading Forex

Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, Anda harus mempersiapkan semua hal dengan baik. Trading plan adalah hal yang mutlak harus Anda miliki. Itu adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan. Saya selalu mengatakan bahwa Anda harus memiliki rencana yang matang. Apakah trading plan saja sudah cukup?

Sebentar, apakah Anda barusan menjawab “YA”? Enak saja…. 🙂

Jawabannya adalah: TIDAK. Trading plan saja tidak akan mengantarkan Anda ke mana-mana. “Plan your trade, trade your plan,” begitu pemeo yang terkenal di dunia trading. Jadi, secanggih dan sedetail apa pun trading plan Anda tidak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya. Setuju?

Namun ternyata trading tidak semata berhenti pada mengeksekusi trading plan dengan baik. Anda pun harus secara aktif memantau posisi (transaksi) terbuka yang telah Anda buat. Ingatlah bahwa pasar sangat dinamis sehingga Anda pun harus bisa mengikuti dinamika pasar. Dengan demikian, Anda tidak boleh dengan kaku berkata, “Saya sudah jalankan trading plan saya. Tugas saya sudah selesai.” Bayangkan Anda mengatakan itu dengan suara robot. 🙂

Jadi, apa yang selanjutnya harus Anda lakukan ketika Anda sudah mengeksekusi trading plan Anda? Ini tips-tipsnya.

Dalam Trading Forex Harus Tetap Amati Pasar

Anda mungkin adalah trader yang sangat menggilai analisa teknikal forex . Anda mungkin juga memiliki teman yang sangat mengandalkan analisa fundamental. Di luar sana, mungkin ada juga trader yang berdiri di tengah-tengah: menggabungkan analisa teknikal dan fundamental sekaligus.

Yang mana pun Anda, tetap saja Anda tak bisa mengingkari fakta bahwa berita atau data ekonomi bisa mempengaruhi pergerakan harga. Pasar bisa berubah arah dengan sangat cepat dan signifikan dalam hitungan detik dalam rangka merespon berita yang mungkin baru saja dirilis. Anda tidak bisa mengatakan, “Saya analis teknikal, tak peduli berita”, atau “Data ekonomi AS sedang dalam performa puncak, tak mungkin USD melemah”. (Pakai suara robot lagi… bibip… bibop….)

Apa pun bisa terjadi. Itulah sebabnya Anda tetap harus tetap mengamati perkembangan pasar.

Trading Plan adalah salah satu kunci sukses di Trading Forex

Memang dalam analisa teknikal forex lebih penting mengamati reaksi pasar daripada repot-repot mencari tahu berita apa yang beredar. Namun bagaimana Anda bisa mengetahui reaksi pasar terkini jika Anda sama sekali tak melihat pergerakan harga?

Tetaplah “terhubung” dengan pasar. Jika Anda adalah orang yang sangat mobile, tak ada salahnya melengkapi diri Anda dengan smartphone yang terinstal Mobile Trader. Dengan demikian, Anda akan bisa segera mengambil keputusan begitu melihat ada “gelagat” yang bisa mengancam transaksi Anda.

Trading plan tak harus kaku

Ayolah, jangan kaku. Bahkan dalam aturan militer pun, seorang sersan boleh melawan perintah letnannya jika ia menilai perintah itu akan membahayakan keselamatan pasukannya dan ia punya opsi lain. Aturan militer pun ternyata bisa fleskibel juga.

Dalam trading forex, Anda pun harus berupaya selugas mungkin dalam membuat dan menerapkan trading plan Anda. Namun ini bukan berarti Anda bebas melabrak semua aturan yang telah Anda buat dalam rencana trading Anda itu. Tidak pula lantas meniadakan trading plan. Menjadi fleksibel itu tidak sama dengan menjadi ceroboh.

Ingin Sukses Trading Forex ? Gunakan Trading Plan Yang Baik

Anda harus bisa membuat beberapa penyesuaian jika pasar berubah dan tentu saja tetap berada dalam kerangka trading plan Anda. Contoh mudahnya, katakanlah Anda membuka posisi sell karena Anda melihat ada pola symmetrical triangle yang telah terkonfimasi di chart. Harga kemudian turun namun belum menyentuh target profit berdasarkan pola tersebut. Setelah beberapa waktu ternyata harga bergerak sideway, tak kunjung mencapai target Anda. Indikasi oversold pun mulai terlihat. Apa yang kemudian akan Anda lakukan? Menunggu target tercapai, atau menutup transaksi tersebut meskipun keuntungannya belum sesuai dengan target Anda?

Ingatlah bahwa semakin lama Anda membiarkan posisi Anda terbuka maka semakin besar peluang posisi Anda akan menghadapi resiko. Maka, dalam kasus di atas, sah-sah saja jika Anda memutuskan untuk menutup transaksi tersebut. Mengapa? Karena Anda memiliki pertimbangan yang obyektif, bukan semata karena takut keuntungan Anda berubah menjadi kerugian.

Sesuaikan transaksi dengan situasi pasar

Dalam trading forex, tentu Anda ingin selalu meminimalisir resiko. Salah satu cara yang Anda gunakan adalah menerapkan kebijakan “risk-to-reward ratio” yang baik, di mana resiko (stop loss) selalu lebih kecil daripada reward (target profit).

Begitupun, bukan berarti Anda tak boleh memodifikasi transaksi Anda. Meskipun resiko yang akan Anda hadapi sudah pasti akan lebih kecil daripada target keuntungan, Anda masih diizinkan untuk memperkecil volume transaksi yang telah Anda buat.

Seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan harapan Anda, namun Anda masih meyakini bahwa posisi Anda masih berpotensi mencapai target, Anda boleh mengurangi besaran transaksi Anda. Misalnya, dari 5 lot dikurangi menjadi 2 atau 3 lot.

Sukses Trading Forex, perhatikan risk-to-reward ratio

Sebaliknya, jika ternyata harga bergerak sesuai dengan analisa Anda, cobalah untuk mengaktifkan trailing stop, yaitu mengubah level stop loss menjadi “stop profit”.

Dalam Trading Forex, memang sebaiknya hal-hal di atas sudah Anda persiapkan dalam trading plan Anda. Namun seandainya belum, tidak ada salahnya untuk mengaplikasikannya segera pada posisi terbuka yang Anda miliki.

Mudah-mudahan tips-tips ini bisa membantu Anda mempertahankan keuntungan pada transaksi yang Anda buat, sehingga trading plan yang sudah Anda susun dengan susah payah tak berakhir dengan kerugian yang tak terduga. Cobalah untuk menerapkannya.

Selamat trading.

Analisa Forex Mingguan: 24 – 28 November 2014

HOT ISSUE : US dollar masih cukup perkasa terhadap Yen dan Euro, Emas mencari momentum

US dollar menguat dengan cukup baik terhadap major currencies, hal ini seiring dengan perekonomian AS yang kembali dalam treknya dan juga kebijakan dari the Fed yang mendukung perekonomian AS. Hasil pertemuan FOMC menunjukkan bahwa the Fed masih memberikan perhatian dengan perkiraan rendahnya tingkat inflasi serta kebijakan seputar suku bunga yang masih belum akan berubah untuk sementara waktu, isu ekonomi global seperti perlambatan di Eropa, China dan Jepang sepertinya tidak mempunyai dampak terhadap perekonomian AS. Sebagian besar data data ekonomi dari AS masih cukup bagus seprti data Inflasi yang lebih besar dari yang diperkirakan demikian juga dengan data existing home sales, building permits dan Philly Fed Index.

Sementara itu secara tidak terduga Jepang jatuh ke dalam resesi setelah data GDP untuk kuartal ketiga mengalami kontraksi dan negara Jepang akan mengadakan pemilu pada bulan Desember. Yen terpantau mencapai level terlemahnya.

Untuk kawasan Eropa Draghi masih mengingatkan tentang perlambatan perkonomian di Eropa serta kembali mengingatkan mengenai kebijakan penambahan stimulus. Komentar ini langsung menekan pergerakan Euro.

Untuk Poundsterling mendapatkan angin segar dari data inflasi dan retail sales yang dirilis dimana hasilnya lebih bagus dari perkiraan analis, sementara untuk Aussie mendapat dorongan dari penurunan suku bunga di China meski secara umum masih dalam kondisi downtrend.

Berikut data data fundamental penting yang perlu diperhatikan untuk pekan ini :

  1. Pidato Haruhiko Kuroda : Selasa (25/11), 08.00 WIB.

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda akan berpidato di Nagoya dan Tokyo. Kuroda memperingatkan tingkat inflasi bisa dibawah 1% setelah data GDP yang mengecewakan yang menunjukkan perekonomian Jepang jatuh ke dalam resesi. Gubernur BoJ akan mulai mengimplementasikan pembelian asetnya yang diputuskan pada pertemuan BoJ terakhir meskipun perdana menteri Jepang Shinzo Abe memutuskan untuk menunda kenaikkan pajak. Pidato Kuroda ini mengkin akan memberikan petunjuk mengenai kebijakan lebih lanjut untuk mendorong inflasi sesuai target sebesar 2%.

  1. GDP AS : Selasa (25/11), 20.30 WIB.

GDP AS sebelumnya yang dirilis menunjukkan perttumbuhan sebesar 3.5%, dimana hasil ini diatas perkiraan, hal ini menunjukkan perekonomian masih tumbuh di atas rata rata. Untuk data yang dirilis kali ini diperkirakan GDP akan mengalami penurunan menjadi 3.3%.

  1. GDP Inggris : Rabu (26/11), 16.30 WIB.

Berdasarkan data yang dirilis sebelumnya pertumbuhan untuk kuartal ketiga menunjukkan penurunan menjadi 0.7% setelah mencapai 0.9% untuk kuartal kedua. Para ekonom memperkirakan krisis yang terjadi di Ukraina akan memberikan pengaruh negatif di sektor manufaktur karena berkurangnya permintaan dari luar negeri, namun demikian saat ketegangan mulai mereda kepercayaan bisnis dan investasi akan kembali pulih dan perekonomian di Inggris akan kembali tumbuh. Untuk data GDP yang akan dirilis kali ini diperkirakan masih akan sebesar 0.7%.

  1. AS Durable Goods Order. Rabu (26/11), 20.30 WIB.

Pesanan untuk barang tahan lama untuk bulan September secara tidak terduga mengalami penurunan sebesar 1.3% sementara perkiraan analis akan naik sebesar 0.4%. Di luar sektor transportasi, durable goods mengalami penurunan 0.2% dan 1.5% diluar pesanan pertahanan. Meskipun demikian secara umum trendnya masih menunjukkan hasil yang positif yang menunjukkan kuatnya permintaan di pasar. Untuk data yang akan dirilis analis memperkirakan penurunan sebesar 0.4% untuk durable goods dan 0.5% untuk core durable goods.

  1. AS Unemplyment Claims : Rabu (26/11), 20.30 WIB.

Jumlah penduduk AS yang mengajukan klaim pengangguran untuk minggu sebelumnya mengalami penurunan menjadi 291 ribu dari sebelumnya 293 ribu. Sementara ekonom memperkirakan penurunan tajam sebesar menjadi 286 ribu. Data yang dirilis ini memberikan gambaran masih bagusnya sektor tenaga kerja di AS. Untuk data yang akan dirilis para ekonom memperkirakan unemplyment claim akan sebesar 287 ribu.

  1. Penjualan Perumahan di AS : Rabu (26/11), 22.00 WIB.

Penjualan perumahan di AS untuk bulan September mencapai level tertinggi dalam enam tahun yaitu mengalami kenaikkan menjadi 467 ribu meskipun para ekonom memperkirakan lebih tinggi yaitu sebesar 473 ribu. Sementara untuk bulan Agustus di revisi menjadi 466 ribu, hal ini mengindikasikan bahwa pemulihan pasar perumahan di AS masih belum pasti. Sektor perumahan kembali menemukan momentum setelah terpuruk untuk semester kedua tahun 2013 lalu. Suku bunga telah mengalami penurunan sedikit demi sedikit seiring dengan kontraksi yang terjadi di bunga obligasi AS akan tetapi lambannya pertumbuhan upah menghambat recovery di sektor perumahan. Untuk data yang dirilis kali ini analis memperkirakan penjualan rumah baru akan mencapai 471 ribu.

  1. Tingkat Inflasi Kawasan Eropa : Jumat (28/11). 17.00 WIB.

Tingkat inflasi di kawasan Eropa masih cukup rendah dan kembali di level terendahnya untuk waktu yang lama, hal ini dipicu kurangnya aksi yang dilakukan oleh ECB. Inflasi untuk bulan November diperkirakan masih akan mengalami penurunan dari 0.4% menjadi 0.3%, seiring dengan turunnya harga minyak dunia, sementara untuk Core inflasi diperkirakan masih akan di level 0.7%.

Technical Outlook :

USDJPY

Untuk pekan ini USDJPY masih berada dalam bias bullish seperti terlihat dari trendline yang terbentuk pada grafik H4 dibawah, Selain itu dilihat dari stochastic dan CCI juga mendukung kenaikkan USDJPY. Untuk itu perhatikan support di area 116.794 – 117.628 untuk mencari konfirmasi sinyal Beli dengan potensi USDJPY akan kembali pullback dengan target dikisaran 118.144 – 118.978.

Namun waspadai jika ternyata support di level 116.794 berhasil tertembus karena hal ini akan menekan USDJPY lebih lanjut dengan target USDJPY akan menguji support kuat di level 115.444.

Sebagai alternatif perhatikan jika ternyata USDJPY naik terlebih dahulu dan menembus resistance di level 118.978 karena USDJPY akan melanjutkan bias bullisnya dengan target dikisaran 119.812 – 120.238

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

GBPUSD

Poundsterling masih dalam bias bearish seperti terlihat dari trendline yang terbentuk pada grafik H4 dibawah, dan jika dilihat dari stochastic oscilator dan CCI memberikan peluang bagi Poundsterling untuk pullback terlebih dahulu. Oleh karena itu perhatikan resistance di area 1.57248 – 1.58084 untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi Poundsterling akan kembali rebound dengan target pertama akan menguji support di level 1.55895.

Akan tetapi harap hati hati jika ternyata resistance di level 1.58085 berhasil tertembus karena berpotensi mengangkat Poundsterling lebih lanjut dengan target akan menguji resistance berikutnya di kisaran level 1.59437.

Sebagai alternatif perhatikan jika Poundsterling turun dan berhasil menembus support di level 1.55895 karena hal ini akan menekan Poundsterling lebih lanjut dan melanjutkan bias bearishnya dengan target dikisaran 1.54542 – 1.55059.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Nikkei

Nikkei secara umum masih dalam bias bullish, namun jika dilihat dari stochastic oscilator dan CCI yang berada di area over bought memberikan peluang bagi Nikkei untuk rebound terlebih dahulu selain itu terlihat juga terbentuk pola double top dikisaran level 17560 yang menjadi resistance kunci untuk pekan ini.

Oleh karena itu ada beberapa skenario yang bisa diperhatikan, yaitu perhatikan support dikisaran level 17118 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi Nikkei akan kembali pullback dikisaran 17350 – 17560, tetapi hati hati jika support di level 17118 berhasil tertembus karena akan menekan Nikkei lebih lanjut dengan target akan menguji support berikutnya dikisaran level 16675.

Sebagai alternatif perhatikan jika resistance di level 17560 berhasil tertembus karena hal ini akan mengangkat Nikkei lebih lanjut dan melanjutkan bias bullishnya dengan target dikisaran 17770 – 17900

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Kospi

Kospi minggu ini masih mencoba menapaki bias bullishnya dan saat ini tertahan di 50% dari fibo yaitu di level 252.95, Jika dilihat dari CCI dan Stochastic oscilator yang cenderung berada dalam area jenuh beli memberikan peluang bagi Kospi untuk rebound terlebih dahulu.

Oleh karena itu perhatikan support dikisaran level 250.10 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan target Kospi akan kembali naik dikisaran 253.00 – 255.95. tetapi waspadai jika support di level 250.10 berhasil tertembus karena hal ini akan menekan Kospi lebih lanjut dengan target Kospi akan menguji support berikutnya di level 246.45.

Sebagai alternatif perhatikan jika ternyata Kospi berhasil menembus resistance di level 255.95 karena hal ini akan mengangkat Kospi lebih lanjut dan melanjutkan bias bullishnya dengan target akan menguji resistance di kisaran level 259.60.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Gold

Emas pada pekan ini masih dalam bias bullish dan saat ini tertahan level 1208.10 yang menjadi resistance kunci untuk minggu ini, dimana jika resistance tersebut berhasil tertembus akan membuat emas melanjutkan bias bullishnya dengan target dikisaran 1222.60 – 1231.55.

Namun demikian jika dilihat dari stochastic oscilator dan CCI memberikan peluang bagi emas untuk terkoreksi, oleh karena itu sebagai alternatif perhatikan support di area 1177.40 – 1184.70 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan target emas akan kembali pullback dikisaran 1193.60 – 1208.10. Tetapi harap hati hati apabila suport di level 1177.40 berhasil tertembus karena hal ini akan mengubah bias menjadi bearish dan menekan emas lebih lanjut dengan target dikisaran 1146.75

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Analisa Forex Mingguan: 17-21 November 2014

HOT ISSUE: USD Kuat Terhadap Yen dan Pound, Melunak Pada Euro

Pergerakan USD cukup beragam pekan lalu. USD menguat terhadap yen dan poundsterling namun kehilangan cengkeraman atas euro dan beberapa mata uang major lainnya. Data ekonomi AS agak meleset dari perkiraan terutama di jobless claims dan JOLT. Meskipun demikian, tingginya jumlah pekerja yang mengundurkan diri dari pekerjaannya merupakan tanda tingginya tingkat kepercayaan bahwa ada prospek yang lebih cerah.

Di kawasan euro, pertumbuhan ekonomi naik melebihi perkiraan, yaitu naik sebesar 0,2% di kuartal III. Jerman lolos dari ancaman resesi dan pertumbuhan ekonomi Perancis tumbuh secara mengejutkan meskipun ada revisi.

Poundsterling terjun bebas pasca laporan kuartal BOE yang mengecewakan meskipun pertumbuhan gaji cukup baik. Sementara itu yen tertekan menjelang rilis data GDP.

Berikut ini adalah faktor-faktor fundamental yang perlu diperhatikan pekan ini:

  1. Pernyataan Mario Draghi: Senin (17/11), 21.00 WIB & Jumat (21/11), 15.00 WIB

Presiden ECB, Mario Draghi, dijadwalkan untuk memberikan pernyataan di depan Committee on Economic and Monetary Affairs di Brussel dan akan memberikan pidato di Frankfurt. Kemungkinan ia akan ditanyai mengenai perbedaan yang terjadi di antara anggota dewan gubernur. Ia juga akan dimintai konfirmasi mengenai rendahnya inflasi dan lambatnya pertumbuhan ekonomi.

  1. Data inflasi Inggris: Selasa (18/11), 16.30 WIB

Inflasi di Inggrsi jatuh ke level terendah lima tahun di 1,2% di bulan September, menyusul pembacaan di 1,5% bulan sebelumnya. Penurunan harga terjadi di sektor energy dan makanan. Meskipun pertumbuhan ekonomi cukup baik namun inflasi masih rendah, sehingga BOE sepertinya tak akan menaikkan suku bunga sebelum tahun 2015. Inflasi Inggris kali ini diperkirakan tetap berada di 1,2%.

  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (18/11), 17.00 WIB

Sentimen investor turun di bulan Oktober ke level terendah sejak November 2012, ke minus 3,6 poin. Indeks ZEW jatuh sebesar 10,5 poin ke area negatif untuk pertama kalinya. Para ekonom memperkirakan tingkat kepercaya­­­an akan tetap rendah untuk jangka menengah. Data ekonomi yang mengecewakan menjadi latar belakang penurunan ini. Kali ini, sentimen ekonomi Jerman diperkirakan akan mencapai 0,9 poin.

  1. US PPI: Selasa (18/11), 20.30 WIB

Harga-harga untuk barang siap pakai turun di bulan September sebesar 0,1%. Sementara itu, core PPI yang tak menyertakan parameter makanan dan energi tak berubah. Data PPI diperkirakan akan turun lagi sebesar 0,1%.

  1. Keputusan Suku Bunga BOJ: Rabu (19/11), tentative

Bank of Japan mengejutkan pasar di bulan Oktober ketika memutuskan untuk memperbesar stimulus. Ini merupakan bentuk pengakuan bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi tidak naik seperti harapan ketika pajak penjualan dinaikkan di bulan April. BOJ diperkirakan belum akan mengubah suku bunganya dalam waktu dekat.

  1. US Building Permits: Rabu (19/11), 20.30 WIB

Izin mendirikan bangunan meningkat di bulan September sebesar 1,5% menjadi 1,02 juta, menandakan bahwa perekonomian AS terus bertumbuh meskipun ada pelambatan global. Tren positif ini juga terlihat di sektor produksi pabrikan dan lapangan kerja, di mana jobless claims turun ke level terendah dalam 14 tahun. US Building permits kali ini diperkirakan akan mencapai 1,04 juta.

  1. FOMC Meeting Minutes: Kamis (19/11), 02.00 WIB

Tak hanya mengakhiri QE di bulan Oktober, Fed juga mengeluarkan pernyataan hawkish dengan menyatakan bahwa pertumbuhan di sektor tenaga kerja “sangat solid”. Minutes yang akan dirilis akan memperlihatkan apakah ada perbedaan pendapat di antara anggota FOMC dan ini akan memberikan petunjuk: apakah mereka akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat atau tidak.

  1. Data inflasi AS: Kamis (20/11), 20.30 WIB

Harga agak naik di bulan September, memperlihatkan tekanan inflasi yang lemah. Ini memberikan kesempatan pada Fed untuk menahan suku bunga di level rendah. CPI naik sebesar 0,1% stelah sempat turun 0,2% di bulan sebelumnya. Pertumbuhan gaji yang lambat turut menahan pergerakan harga. Kali ini CPI diperkirakan turun 0,1% sementara CPI diperkirakan naik 0,2%.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (20/11), 20.30 WIB

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan kenaikan klaim tunjangan penganggguran sebesar 12.000 pekan lalu, hingga data tersebut mencapai 290.000. Meskipun lebih buruk daripada perkiraan namun tetap berada di bawah 300.000 untuk 9 minggu berturut-turut, mencerminkan bahwa lapangan pekerjaan AS sangat kuat. Angka jobless claims diperkirakan akan turun ke 286.000.

10. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (20/11), 22.00 WIB

Sektor manufaktur di kawasan Philadelphia terus melemah di bulan Oktober, jatuh ke 20.7. Meskipun demikian, masih ada pertumbuhan. Kali ini data tersebut diperkirakan akan terbaca di indeks 18.9.

TECHNICAL OUTLOOK:

EUR/USD

EUR/USD naik namun gambaran besar masih memperlihatkan bahwa harga belum bergerak dalam uptrend. Pull-back terjadi ke area Fibonacci di kisaran 1.25145-1.26119. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Namun waspada sebab harga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 yang diplot di chart H4 .

Skenario utama untuk pekan ini adalah masih posisi sell terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut di atas dan kembali tembus ke bawah 1.25145. Target bearish untuk pekan ini adalah kisaran 1.24542-1.23568.

Hati-hati jika resistance 1.26119 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.26722-1.27696.

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 17 NOVEMBER 2014

——————

GBP/USD

GBP/USD pekan ini masih bearish. Pull-back terjadi ke area Fibonacci di kisaran 1.57261-1.58092. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Skenario pekan ini adalah mencari posisi sell terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut di atas, dengan sasaran hingga kisaran 1.56747-1.55916.

Hati-hati jika resistance 1.58092 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.58606-1.59437.

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 17 NOVEMBER 2014

——————

GOLD

Harga emas tertahan di area resistance 1192.65. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Skenario pekan ini adalah mencari posisi sell terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di sekitar area resistance tersebut di atas, dengan sasaran hingga kisaran 1159.62-1130.10.

Hati-hati jika resistance 1192.65 tersebut tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1225.68-1255.20.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 17 NOVEMBER 2014

——————

NIKKEI

Nikkei bergerak konsolidatif namun cenderung bullish. Indeks terkoreksi ke area support 17004. Stochastic dan CCI oversold di chart H4. Skenario trading pekan ini adalah mencari sinyal buy di area support tersebut, dengan potensi rebound hingga kisaran 17348-17560.

Hati-hati jika support 17004 tersebut tembus sebab akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei hingga kisaran 16660.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 17 NOVEMBER 2014

——————

KOSPI

Kecenderungan untuk Kospi pekan ini masih bearish. Saat analisa ini dibuat indeks bergerak di area Fibonacci yang berada di kisaran 250.09-255.96. Pelemahan Kospi diperkirakan akan berlanjut pekan ini terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut, dengan sasaran hingga kisaran 246.46-240.60.

Hati-hati jika resistance 255.96 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kospi hingga kisaran 259.59-265.45.

KOSPI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 17 NOVEMBER 2014

Rahasia Mengoptimalkan SAR Dengan ADX

Anda mungkin pernah mendengar indikator yang bernama Parabolic SAR. Benar?

Kali ini, saya akan mencoba mengulas trik trading menggunakan SAR dan dipadukan dengan indikator yang bernama ADX. Baiklah tanpa perlu berpanjang-panjang, kita mulai saja.

Apa itu SAR?

SAR merupakan singkatan dari “stop and reverse” dan merupakan trend following indicator yang didesain untuk mengenali “turning point” pada pergerakan harga.

Parabolic SAR bisa digunakan untuk:

–          Mengenali trend

–          Strategi entry dan exit

–          Trailing stop

Parabolic SAR terlihat sebagai deretan titik yang terlihat di atas atau di bawah harga. Ketika trend cenderung naik, titik-titik tersebut berada di bawah pergerakan harga. Sebaliknya ketika trend cenderung turun, titik-titik tersebut berada di atas pergerakan harga. Titik-titik tersebut mengikuti pergerakan harga hingga pada suatu saat trend mulai berubah.

Ketika suatu trend hampir berakhir, biasanya parabolic SAR bergerak stabil mendekati hrga hingga harga menyentuh titik SAR tersebut. Kemudian titik SAR mulai terbentuk di sisi lain pergerakan harga. Itulah indikasi awal bahwa harga kemungkinan akan berubah arah.

Berikut ini adalah gambar chart dengan parabolic SAR yang difungsikan untuk mengidentifikasi trend.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM

Label 1 adalah ketika SAR mulai terbentuk di bawah harga. Ini adalah indikasi awal bahwa harga kemungkinan akan berbalik arah.

Label 2 adalah ketika SAR mulai mengikuti pergerakan naik.

Contoh gambar di bawah ini adalah kebalikan dari contoh di atas. Ketika harga tadinya naik, kemudian berubah arah menjadi turun.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 2

Kita juga bisa memanfaatkan SAR sebagai trailing stop, yaitu dengan memindahkan level SL di atas titik SAR yang terakhir muncul (jika harga turun) atau di bawah titik SAR yang terakhir muncul (jika harga naik).

Mengombinasikan SAR dengan indikator lain

Parabolic SAR bisa dikombinasikan dengan banyak indikator. Meskipun demikian, ingatlah bahwa pada prinsipnya fungsi SAR adalah mengidentifikasi trend dan mengindentifikasi kemungkinan perubahan arah harga.

Mengingat bahwa SAR adalah indikator trend following, maka sebaiknya SAR dikombinasikan dengan indikator yang bisa memberikan informasi mengenai “KEKUATAN trend”. Sebaiknya tidak mengombinasikan SAR dengan indikator ARAH trend yang lain (misal: MA, Bollinger Band, dsb), karena hal itu hanya akan memberikan output yang sama, yaitu arah trend. Padahal dengan maksud mengombinasikan indikator adalah untuk mencari konfirmasi sinyal.

Salah satu indikator yang biasa dikombinasikan dengan SAR adalah Average Directional Index (ADX). Indikator ini bisa mengukut apakah suatu trend kuat atau lemah. Jika dalam pembacaan ADX terlihat bahwa trend-nya lemah maka harga cenderung akan bergerak sideway.

Lalu bagaimana mengombinasikan SAR dengan ADX?

Ini dia “rahasianya”. 🙂

Jika nilai ADX terlihat berada di antara 0-25, maka trend dianggap lemah dan biasanya harga akan bergerak sideway (ranging). Jika ADX terbaca di atas 25, maka trend dianggap cukup kuat.

Jika nilai ADX di atas 30, maka trend dianggap lebih kuat lagi dan inilah kondisi yang ideal untuk dikombinasikan dengan SAR.

Namun hati-hati. Jika pembacaan ADX mencapai 50 atau lebih, justru ada kemungkinan bahwa harga akan berhenti rally, bahkan ada kemungkinan akan berubah arah. Jadi hati-hati jika pembacaan ADX menjadi terlalu kuat.

Di gambar berikut ini, ADX terlihat di bawah 25. Artinya trend terbilang lemah dan ada resiko yang cukup besar jika kita memaksa untuk membuka posisi dengan ADX dan SAR. Perhatikan bahwa harga bergerak ranging dan dalam kondisi ini tidak disarankan untuk buka posisi berdasarkan SAR.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 3

Di gambar berikutnya akan saya berikan contoh di mana ADX berada di atas 25. Perhatikan bahwa pasar bergerak trending dan inilah kondisi yang baik untuk trading menggunakan SAR.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 4

Jika Anda ingin mencoba menggunakan sistem ini, maka saya sarankan untuk memulainya dengan setting default untuk SAR maupun ADX. Saya juga menyarankan untuk mencobanya dalam jangka waktu yang agak panjang. Jika menggunakan backtest, disarankan untuk menggunakan data setidaknya 1 atau 2 tahun terakhir.

Selamat mencoba. 🙂

Analisa Forex Mingguan: 10-14 November 2014

HOT ISSUE: Non-farm Payrolls Tak Terlalu Buruk

Lapangan pekerjaan di AS “hanya” bertambah sebanyak 214.000 di bulan Oktober, namun data tersebut tidaklah terlalu buruk setelah adanya revisi dan data-data lain. Data pengukur sektor pekerjaan lain seperti ADP, jobless claims dan komponen PMI terlihat positif.

Di kawasan euro, kekhawatiran akan sikap oposisi Jerman terhadap Draghi memudar. Ada komitmen untuk memperbesar neraca mendekati angka yang tercatat di tahun 2012. Hal tersebut menekan EUR/USD.

Yen secara umum masih melemah dan sempat mencapai level 115, ditekan oleh keputusan BOJ yang memperbesar stimulus.

Berikut ini adalah data-data ekonomi yang perlu diperhatikan sepanjang pekan ini.

  1. Data tenaga kerja Inggris: Rabu (12/11), 16.30 WIB

Sektor tenaga kerja Inggris terus membaik meskipun agak lambat. Tingkat pengangguran turun melampaui perkiraan ke angka 6%. Jumlah klaim tunjangan pengangguran turun sebesar 18.600 di bulan September, menyusul penurunan sebesa 37.200 di bulan sebelumnya. Namun laju pertumbuhan gaji berada di bawah laju inflasi, memberikan efek negatif terhadap standar hidup. Pertumbuhan lapangan pekerjaan baru merupakan yang paling lambat sejak musim semi tahun lalu. Klaim tunjangan pengangguran diperkirakanakan turun sebesar 24.900 di bulan Oktober.

  1. Laporan Inflasi BOE: Rabu (12/11), 17.30 WIB

Berdasarkan laporan inflasi yang dirilis di bulan Agustus, BOE menaikkan proyeksi pertumbuhan tahun 2014 menjadi 3,5% dari 3,4% di tengah membaiknya sektor tenaga kerja. Meskipun demikian, proyeksi pertumbuhan gaji turun 1,25% di bawah tingkat inflasi. Kenaikan suku bunga kemungkinan akan dilakukan bertahap dan terbatas akibat lambatnya pemulihan ekonomi dan pertumbuhan gaji. Gubernur BOE, Mark Carney, dijadwalkan akan memberikan laporan inflasi di London. September lalu, Carney menyatakan bahwa BoE akan mulai menaikkan suku bunga di musim semi mendatang jika sektor tenaga kerja terus membaik, namun akan tetap memantau perkembangan inflasi.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (13/11), 20.30 WIB

Klaim tunjangan pengangguran AS kembali turun pekan lalu menjadi 278.000 setelah di pekan sebelumnya tercatat di angka 288.000. Ini mencerminkan bahwa sektor pekerjaan terus membaik dan memperbesar tingkat kepercayaan konsumen. Pekan ini, data jobless claims AS diperkirakan akan naik ke 282.000.

  1. GDP Jerman: Jumat (14/11), 14.00 WIB

Jerman merupakan negara kawasan euro dengan ekonomi terbesar dan ekonomi negara tersebut tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,2% di kuartal II. Ada harapan yang besar bahwa pertumbuhan gaji setidaknya sebesar 0,1%, sehingga Jerman mungkin bisa terhindar dari resesi. Meskipun demikian, karena adanya beberapa data ekonomi yang buruk maka tidaklah mengejutkan seandainya di kuartal III ekonomi Jerman akan kembali mengalami kontraksi.

  1. US Retail sales: Jumat (14/11), 20.30 WIB

Penjualan eceran turun 0,3% di bulan September di tengah rendahnya tingkat pengeluaran masyarakat, padahal di bulan sebelumnya, tingkat penjualan eceran tercatat naik 0,6%. Penurunan terutama terjadi di sektor otomotif, furniture, bahan bangunan dan pakaian. Rendahnya pertumbuhan gaji menekan tingkat belanja masyarakat. Sementara itu, core retail sales turun 0,2% yang merupakan penurunan pertama sejak Januari, padahal di bulan sebelumnya tercatat naik 0,4%. Data retail sales dan core retail sales diperkirakan naik 0,2% di bulan Oktober.

  1. US UoM Consumer Sentiment: Jumat (14/11), 21.55 WIB

Sentimen konsumen AS naik di bulan Oktober ke 86.4, yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun, di tengaj positifnya respon terhadap kondisi keuangan masyarakat dan perekonomian nasional. Berdasarkan survey yang dilakukan, tingkat inflasi diharapkan turun menjadi 2,8 dari 3,0; sementara tingkat inflasi 5 hingga 10 tahun tetap di 2,8. Tingkat kepercayaan konsumen AS diperkirakan akan naik lagi ke 87.3 kali ini.

TECHNICAL OUTLOOK:

EUR/USD

EUR/USD pekan ini masih bearish. Pull-back terjadi ke area Fibonacci di kisaran 1.24406-1.24925. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Skenario pekan ini adalah mencari posisi sell terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut di atas, dengan sasaran hingga kisaran 1.24086-1.23568.

Hati-hati jika resistance 1.24925 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.25245-1.25763.

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 10 NOVEMBER 2014

——————

GBP/USD

GBP/USD pekan ini masih bearish. Pull-back terjadi ke area Fibonacci di kisaran 1.58836-1.59423. Stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Skenario pekan ini adalah mencari posisi sell terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut di atas, dengan sasaran hingga kisaran 1.58473-1.57886.

Hati-hati jika resistance 1.59423 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.59786-1.60373.

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 10 NOVEMBER 2014

——————

GOLD

Harga emas pekan ini masih bergerak dalam bias bearish. Pull-back terjadi mendekati area Fibonacci di kisaran 1177.89 -1207.41. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart H4. Skenario pekan ini adalah mencari posisi sell terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di dalam atau di sekitar area resistance tersebut di atas, dengan sasaran hingga kisaran 1159.62-1130.10.

Hati-hati jika resistance 1207.41 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1225.68-1255.20.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 10 NOVEMBER 2014

——————

NIKKEI

Nikkei bergerak konsolidatif dan berpotensi untuk membentuk pola “descending triangle top” (lihat area berwarna merah).  Pada dasarnya, pola triangle adalah pola continuation (pelanjutan), namun ketika descending triangle terbentuk di ujung atas chart maka pola tersebut justru berpotensi menjadi pola reversal (pembalikan arah).

Skenario pekan ini: jika indeks tembus ke bawah area triangle maka koreksi diperkirakan akan terjadi setidaknya ke area 16318-16066. Sebaliknya, jika justru indeks tembus ke atas area triangle maka Nikkei kemungkinan akan lanjut menguat ke 17385.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 10 NOVEMBER 2014

——————

KOSPI

Kecenderungan untuk Kospi pekan ini masih bearish. Saat analisa ini dibuat indeks bergerak di area Fibonacci yang berada di kisaran 250.09-255.96. Pelemahan Kospi diperkirakan akan berlanjut pekan ini terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut. Namun untuk menjalankan skenario sell ini, kita harus terlebih dahulu mendapat konfirmasi penembusan ke bawah 250.09, dengan sasaran hingga kisaran 246.46-240.60.

Hati-hati jika resistance 255.96 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kospi hingga kisaran 259.59-265.45.

KOSPI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 10 NOVEMBER 2014

Analisa Forex Mingguan: 3-7 November 2014

HOT ISSUE: USD Perkasa, Pasar Nantikan Langkah BoE dan ECB

USD menguat hampir tehadap semua mata uang utama terutama terhadap yen. Federal Reserve resmi mengumumkan bahwa QE3 diakhiri, dilatarbelakangi oleh membaiknya data tenaga kerja dan data inflasi yang tak terlalu mengkhawatirkan. Rilis GDP pertama memperlihatkan bahwa ekonomi telah tumbuh 3,5% di kuartal ke-3, lebih baik daripada perkiraan. Hal ini mencerminkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS bergerak ke arah positif meskipun komponen-komponen data GDP tersebut beragam.

Sementara itu Bank of Japan secara mengejutkan menambah stimulusnya dan direspon pasar dengan melemahnya yen dan rally di pasar saham global.

Dari kawasa euro, inflasi dilaporkan masih tetap rendah. Data Jerman tidak terlalu menggembirakan meskipun jumlah pengangguran berkurang.

Berikut ini adalah data-data penting yang akan dirilis pekan ini:

1. US ISM Manufacturing PMI: Senin (3/11), 22.00 WIB

Data Manufacturing PMI turun menjadi 56.6 di bulan September, turun dari angka bulan Agustus yaitu 59. Angka September tersebut merupakan level terendah sejak Juni lalu. Meskipun demikian, secara umum perkembangan data tersebut masih positif. Pekan ini, angka tersebut diperkirakan akan turun lagi ke 56.5.

2. Suku bunga RBA: Selasa (4/11), 10.30 WIB

Di pertemuan terakhir, Reserve Bank of Australia (RBA) menahan suku bunga di 2,5% sejalan dengan perkiraan pasar, namun mengingatkan bahwa sektor perumahan mengalami penurunan akibat terlalu mahalnya harga perumahan global. Pertumbuhan ekonomi global berjalan moderat meskipun ekonomi China tercatat melambat. Diperkirakan kali ini pun tidak ada perubahan suku bunga oleh RBA.

3. US Trade Balance: Selasa (4/11), 20.30 WIB

Di luar dugaan, defisit perdagangan AS berkurang menjadi $40.1 milyar, mencatatkan defisit terkecil sejak 7 bulan terakhir. Ekspor meningkat 0,2% menjadi $198.5 milyar di bulan Agustus sementara impor hanya naik 0,1% menjadi $238.6 milyar. Kali ini pun defisit neraca perdagangan AS diperkirakan hanya mencapai $40.1 milyar.

4. Pidato Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda: Rabu (5/11), 09.30 WIB

Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda dijadwalkan akan memberikan pidato di Tokyo. Inflasi Jepang telah menyentuh level terendahnya dalam setengah tahun terakhir, menjauh dari target BOJ di 2%. Kuroda diperkirakan akan memberikan penjelasan lebih jauh mengenai alasan di balik besaran stimulus yang baru yang diumumkan di akhir Oktober, lebih cepat daripada perkiraan.

5. US ADP Non-Farm Employment Change: Rabu (5/11), 20.15

Jumlah perekrutan pekerja sektor swasta di AS naik di bulan September sebesar 213.000 lapangan pekerjaan menurut perhitungan ADP. 88.000 pekerjaan berasal dari bisnis kecil, 48.000 dari bisnis menengah dan 77.000 dari bisnis besar. Pelambatan yang terjadi di bulan Agustus terbukti hanya sementara. Di bulan Oktober, penambahan pegawai swasta diperkirakan sebesar 214.000.

6. US ISM Non-Manufacturing PMI: Rabu (5/11), 22.00 WIB

Angka non-manufacturing PMI turun menjadi 58.6 di bulan September, turun dari data Agustus yaitu 59.6. Sejalan dengang perkiraan pasar, angka ini mengindikasikan bahwa sektor jasa tumbuh lebih cepat daripada manufaktur. Responden yang disurvey berkomentar bahwa aktivitas bisnis agak melambat dalam beberapa bulan terakhir setelah sempat menguat, namun mereka masih optimis akan pertumbuhan ekonomi secara umum. Non-manufacturing PMI kali ini diperkirakan akan mencapai angka 58.2.

7. Data tenaga kerja Australia: Kamis (6/11), 07.30 WIB

Tingkat pengangguran Australia sedikit naik menjadi 6,1% di bulan September di tengah kontraksi yang terjadi sektor tenaga kerja. Di bulan sebelumnya, tingkat pengangguran tercatat 6,0%. Kontraksi yang terjadi seiring dengan melemahnya sektor pertambangan. Reserve Bank of Australia menghadapi tantangan yang besar, apakah mereka akan menaikkan suku bunga atau tidak dalam rangka menekan kenaikan harga perumahan. Meskipun demikian, naiknya suku bunga bisa jadi akan mengacaukan pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan bertambahnya pengangguran. Data tenaga kerja kali ini diperkirakan akan bertambah sebesar 10.300 sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 6,1%.

8. Pengumuman suku bunga BoE: Kamis (6/11), 19.00 WIB

Sembilan anggota MPC (Monetary Policy Committee) yang merupakan dewan gubernur Bank of England (BoE) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 0,5% pada pertemuan terakhir meskipun ada desakan untuk menaikkan suku bunga. Langkah BoE selanjutnya akan sangat tergantung pada European Central Bank (ECB). Pelambatan yang terjadi di Eropa seakan menahan semua rencana kenaikan suku bunga. Para ekonom berpendapat ada kemungkinan ECB akan menahan suku bunga hingga tahun 2015. BoE sendiri diperkirakan akan menahan suku bunga di 0,5% kali ini.

9. Pengumuman suku bunga ECB: Kamis (6/11), 19.45 WIB

ECB menahan suku bunga di 0,05% pada pertemuan di bulan Oktober setelah memangkas suku bunga sebesar 10 basis poin di bulan sebelumnya. Lebih jauh, para pengambil kebijakan di ECB memutuskan untuk mengumumkan stimulus. Langkah baru ini dimaksudkan untuk menstimulasi badan-badan keuangan untuk memperluas pinjaman ke semua sektor ekonomi. ECB juga memutuskan untuk menaikkan kebijakan politik akomodatif untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

10. US Unemployment claims: Kamis (6/11), 20.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran kembali berkurang pekan lalu, memperkuat tanda pertumbuhan di sektor tenaga kerja. Penurunan sebesar 1.000 menjadi 287.750 merupakan level terendah sejak Februari 2006. Jika kondisi seperti ini berlanjut, gaji diperkirakan akan naik di kuartal ke-4. Pekan ini, jumlah klaim pengangguran diperkirakan mencapai 285.000.

11. US Non-Farm Payrolls dan Unemployment rate: Jumat (7/11), 20.30 WIB

Perekrutan karyawan meningkat di bulan September sebesar 248.000 dan tingkat pengangguran turun ke level terendah enam tahun di 5,9%. Data ini menunjukkan bahwa ekonomi AS meningkat dengan stabilnya pertumbuhan lapangan pekerjaan dan rendahnya tingkat PHK. Di bulan Oktober diperkirakan terjadi penambahan lapangan pekerjaan sebesar 229.000 dan tidak ada perubahan tingkat pengangguran.

TECHNICAL OUTLOOK:

EUR/USD

EUR/USD pekan ini masih bearish. Pelemahan euro berpotensi berlanjut jika support 1.23481 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.23599-1.22724.

Meskipun demikian perhatikan bahwa CCI oversold di chart H4. Sebagai alternatif, perhatikan juga area resistance di kisaran 1.26039. Jika pull-back terjadi ke area resistance tersebut, ktia bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan target hingga kisaran 1.25163-1.24381.

Hati-hati jika resistance 1.26039 tersebut tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.26914-1.27696.

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 3 NOVEMBER 2014

——————-

USD/CHF

Kecenderungan untuk USD/CHF pekan ini adalah bullish. Harga menguji area resistance yang berada di 0.96900. Pergerakan bullish pekan ini diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan target hingga kisaran 0.97489-0.98148.

Sebagai alternatif, perhatikan area support yang berada di 0.95946-0.95357. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 0.96311-0.96900.

Hati-hati jika support 0.95946 tersebut tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.94992-0.94403.

USDCHF ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 3 NOVEMBER 2014

——————-

GOLD

Harga emas menguji area support di 1161.06. Pelemahan harga emas diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan potensi hingga kisaran 1138.84-1113.99.

Sebagai alternatif, perhatikan area resistance yang berada di kisaran 1197.02-1219.24. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1183.28-1161.06.

Hati-hati jika resistance 1219.24 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1232.98-1255.20.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 3 NOVEMBER 2014

——————-

NIKKEI

Nikkei bergerak dalam rally bullish. Harga menguji area resistance yang berada di 17065. Pergerakan bullish pekan ini diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan target hingga kisaran 17701-18413.

Sebagai alternatif, perhatikan area support yang berada di kisaran 16036-15399. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 16429-17065.

Hati-hati jika support 15399 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei hingga kisaran 15006-14370.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 3 NOVEMBER 2014

——————-

KOSPI

Kecenderungan untuk Kospi pekan ini masih bearish. Saat analisa ini dibuat indeks bergerak di area resistance yang berada di kisaran 250.09-255.96. Pelemahan Kospi diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut dengan sasaran hingga kisaran 246.46-240.60.

Hati-hati jika resistance 255.96 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat HangSeng hingga kisaran 259.59-265.45.

KOSPI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 3 NOVEMBER 2014