Trader Yang Hebat Itu Seperti Apa?

Trader mana sih yang tidak ingin menjadi trader yang hebat? Sepertinya tidak ada. Setiap trader tentu menginginkan mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak ada satu pun yang menginginkan berakhir di dasar jurang kehancuran akibat modal yang tergerus habis dimakan gejolak pasar.

Namun tahukah Anda, seperti apakah sebenarnya trader yang hebat itu? Apakah ia yang selalu bisa memetik keuntungan dari setiap transaksi yang dijalankannya? Tidak pernah loss? Atau mereka yang bisa melipatgandakan keuntungan hingga (konon) ratusan persen per bulan? Trader yang mengenal puluhan atau ratusan teori trading?

Trader yang hebat itu seperti apa 1

Mungkin Anda akan terkejut bahwa sebenarnya trader hebat itu justru tidak perlu memenuhi kriteria-kriteria di atas. Tidak ada – saya tegaskan: tidak ada! – trader hebat yang tak pernah mengalami loss. Mungkin pernah ada trader yang bisa meraup keuntungan hingga seratus persen (atau lebih) dalam sebulan, namun hal itu tidak terjadi setiap bulan. Hal seperti itu – jika tak boleh dikatakan tidak mungkin – amat-sangat jarang terjadi dalam dunia trading.

Mungkin Anda pernah bertemu dengan seseorang yang begitu mempesona memaparkan teori-teorinya tentang trading. Anda pun mungkin pernah beranggapan, “Oh, ia sungguh seorang trader yang hebat.” Padahal, seorang trader yang hebat pun belum tentu adalah trader yang hafal puluhan atau ratusan teori trading.

Jadi, sebenarnya trader hebat itu yang seperti apa?

Punya Trading Plan dan Disiplin

Trader hebat adalah trader yang memiliki perencanaan yang matang akan setiap langkah yang akan ia ambil dan melaksanakan rencana itu dengan konsekuen. Ia tidak akan mengambil keputusan tanpa dilatarbelakangi trading plan. Trader hebat itu adalah trader yang menghayati makna “plan your trade, trade your plan.”

Trader yang hebat itu seperti apa 2

Terkait dengan trading plan, trader yang hebat adalah juga ia yang memiliki kedisiplinan menegakkan rule yang telah ia buat sendiri untuk sistem tradingnya, dan dengan jantan mampu memangkas setiap kerugian sesuai dengan rule yang telah ia buat sendiri. Adapun mereka yang selalu menunda-nunda melakukan cut loss (atau strategi manajemen resiko lain) hanya karena berharap pasar akan berbalik arah bukanlah trader hebat meskipun (misalnya) mereka terselamatkan oleh berbaliknya arah pasar. Mereka hanyalah trader keras kepala yang tak menyadari bahwa mereka hanyalah ibarat segumpal buih yang terombang-ambing di samudera, tak mampu berbuat apa-apa selain mengikuti arus.

Trader yang hebat itu seperti apa 3

“Panjang Umur”

Trader hebat adalah trader yang “panjang umur”. Akun tradingnya panjang umur karena equity senantiasa bertambah.

Tidak ada gunanya mampu mencetak keuntungan yang fantastis namun hanya bertahan satu-dua bulan saja, namun selanjutnya hanya diwarnai oleh kemuramdurjaan akibat kerugian yang luar biasa pula, apalagi jika hingga berujung pada habisnya modal Anda. Trader hebat adalah trader yang mampu meningkatkan equity-nya secara konsisten meskipun penambahan yang terjadi tidak mencapai angka yang fantastis. Kemampuan membukukan keuntungan meskipun “hanya” 10-20% per bulan – bahkan mungkin hanya 5% per bulan – asal konsisten dan bertahan lama, sudah cukup membuat seorang trader menyandang predikat hebat.

Trader yang hebat itu seperti apa 4

Teori Penting, Tetapi Yang Lebih Penting Prakteknya

Trader yang hebat tak perlu ngotot menghafal atau mempelajari ratusan teori trading. Trader yang hebat mampu menghasilkan profit yang konsisten dengan satu atau dua sistem trading yang mereka miliki dan benar-benar kuasai. Bisa jadi mereka tak mengerti tentang Elliot Wave Theory, tak paham apa itu intermarket analysis, atau tak pernah mendengar teori-teori trading yang semakin berkembang dan canggih, namun hasil keuntungan trading mereka begitu nyata. Itu karena mereka merasa cukup memahami satu atau dua trik sederhana, namun dengan tekun dan sabar mempraktekkannya hingga mereka benar-benar menguasainya. Pada gilirannya, keuntungan datang menghampiri mereka.

Trader yang hebat itu seperti apa 5

Memang tak ada salahnya berupaya mencetak keuntungan sebesar mungkin, namun pada intinya trader hebat itu dinilai dari bagaimana proses ia memperoleh keuntungan itu, bukan dari berapa besar keuntungan yang ia peroleh.

Semoga tercerahkan. Semoga kita bisa menjadi trader hebat.

Analisa Forex Mingguan: 27-31 Oktober 2014

HOT ISSUE: Pasar Nantikan Komentar Yellen Terkait Suku Bunga

Pergerakan mata uang beragam di pekan lalu. USD menguat terhadap euro dan yen namun melemah terhadap Aussie. Keputusan Fed akan menjadi perhatian pasar pekan ini, bersamaan dengan pernyataan yang akan dikeluarkan oleh Yellen.

Pekan lalu, data ekonomi AS terlihat cukup kuat, dengan naiknya data inflasi dan perumahan melebihi perkiraan. Ada kemungkinan QE akan berakhir sesuai dengan rencana The Fed meskipun Bullard memberikan pernyataan yang bertolak belakang.

Di kawasan euro, optimisme muncul dari data Jerman, namun data dari Perancis tidak memberikan optimisme yang sama. Dari Inggris, data retail sales cukup mengecewakan dan tidak ada tanda-tanda bahwa BoE akan segera menaikkan suku bunga. Aussie terbantu oleh GDP China yang ternyata melebihi perkiraan, namun data CPI segera melenyapkan optimisme Aussie.

Berikut ini adalah beberapa data penting yang akan dirilis pekan ini:

  1. German Ifo Business Climate: Senin (27/10), 16.00 WIB

Indeks iklim bisnis Jerman yang berdasar pada survey atas 7.000 responden turun di bulan September menjadi 104.7 dari angka 106.3 yang tercatat di bulan Agustus. Sentimen memburuk di tengah krisis Ukraina yang berkepanjangan, yang berdampak pada lebih dari 6.000 perusahaan Jerman. Hal ini diperparah oleh lambatnya pemulihan ekonomi di Kawasan Euro. Meskipun demikian, German Bundesbank memperkirakan perkembangan yang positif di akhir tahun ini. Data sentimen bisnis pekan ini diperkirakan akan mencapai angka 104.6.

  1. US Durable Goods Orders:  Selasa (28/10), 19.30 WIB

Data durable goods orders jatuh di bulan Agustus dilatarbelakangi turunnya permintaan pesawat terbang. Meskipun demikian pertumbuhan secara keseluruhan masih positif. Sementara itu, data core orders yang tak mengikutsertakan sektor transportasi naik sebesar 0,7% di bulan Agustus. Data ini; yang mencerminkan pertumbuhan sesungguhnya; naik 17,2% dalam tiga bulan hingga Agustus. Membaiknya data ini juga tercermin pada membaiknya sektor tenaga kerja AS seiring berkurangnya jumlah PHK dan meningkatnya perekrutan. Data durable goods orders kali inidiperkirakan naik 0,4%, sementara core durable goods orders diperkirakan naik sebesar 0,5%.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (28/10), 21.00 WIB

Tingkat kepercayaan konsumen AS memburuk di bulan September, turun ke 86 dari angkat 93.4 di bulan sebelumnya. Rakyat AS memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan stagnan di bulan-bulan mendatang.

  1. US FOMC Statement: Kamis (30/10), 01.00 WIB

The Fed diperkirakan akan mengakhiri QE sesuai rencana. Waktu yang dianggap “tepat” kemungkinan akan tersirat pada pernyataan resmi yang akan disampaikan Yellen. Di pekan lalu, Bullard mengejutkan pasar dengan mengatakan bahwa QE mungkin akan berlanjut. Meskipun demikian, ada beberapa alasan mengapa QE akan dihentikan: sikap FOMC sendiri, data tenaga kerja yang membaik, dan inflasi yang meningkat.

  1. US GDP data: Kamis (30/10), 19.30 WIB

Perkiraan ke-3 real GDP yang dirilis untuk kuartal ke-2 memperlihatkan pertumbuhan 4,6%, yang memperlihatkan meningkatnya belanja masyarakat, eskpor dan pengeluaran pemerintah negara bagian. Yang menahan pertumbuhan di antaranya adalah meningkatnya juga aktivitas impor dan turunnya pengeluaran pemerintah federal sebesar 0,9%. Untuk kuartal ke-3, GDP diperkirkan akan naik 3,1%.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (30/10), 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran di AS naik sebesar 17.000 pekan lalu menjadi 283.000. Meskipun demikian angka tersebut masih berada di bawah 300.000 selama enam minggu berturut-turut, mencerminkan bahwa sektor tenaga kerja terus menguat. Namun pelemahan yang terjadi di negara-negara maju mulai berdampak pada sektor manufaktur AS. Pekan ini, klaim pengangguran diperkirakan akan turun lagi menjadi 277.000.

  1. Pernyataan Janet Yellen: Kamis (30/10), 20.00 WIB

Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, akan memberikan pernyataan di Washington DC. Yellen mungkin akan memberikan pernyataan tentang isu kenaikan suku bunga di tengah berlanjutnya pertumbuhan ekonomi AS dan menguatnya sektor tenaga kerja. Ia juga kemungkinan akan mendiskusikan pelemahan ekonomi global yang mungkin akan berdampak pada ekonomi AS di bulan-bulan mendatang.

  1. Japan rate decision: Jumat (31/10), tentative

Bank of Japan tak mengubah kebijakan moneternya pada pertemuan di bulan Oktober. BOJ merasa pesimis akan kondisi ekonomi terkini, meskipun menyatakan bahwa ekonomi masih membaik secara perlahan. Terkait pertumbuhan global, BOJ melihat ada resiko pelambatan sehubungan dengan membaiknya ekonomi AS dan ketidakjelasan ekonomi Kawasan Euro.

TECHNICAL OUTLOOK:

EUR/USD

Kecenderungan untuk EUR/USD pekan ini adalah bearish. Pull-back terjadi mendekati area resistance Fibonacci yang berada di kisaan 1.27492. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam, sehingga ada potensi euro akan kembali melemah dengan sasaran hingga kisaran 1.26770-1.26125.

Hati-hati jika resistance 1.27492 tersebut tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro hingga kisaran 1.28214-1.28859.

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 OKTOBER 2014

———-o———-

USD/JPY

Kecenderungan untuk USD/JPY pekan ini adalah bullish. Harga menguji area resistance yang berada di 108.343. Pergerakan bullish pekan ini diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan target hingga kisaran 102.840-109.395.

Sebagai alternatif, perhatikan area support yang berada di 107.291. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 107.846-108.343.

Hati-hati jika support 107.291 tersebut tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 106.736-106.239.

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 OKTOBER 2014

———-o———-

GOLD

Harga emas menguji area support di 1226.18. Pelemahan harga emas diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan potensi hingga kisaran 1219.33-1211.67.

Sebagai alternatif, perhatikan area resistance yang berada di kisaran 1237.271-1244.11. Jika pull-back terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1233.03-1226.18.

Hati-hati jika resistance 1244.11 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1248.35-1255.20.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 OKTOBER 2014

———-o———-

NIKKEI

Kecenderungan untuk Nikkei pekan ini adalah bullish. Harga menguji area resistance yang berada di 15450. Pergerakan bullish pekan ini diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan target hingga kisaran 15613-15714.

Sebagai alternatif, perhatikan area support yang berada di 15105. Jika koreksi terjadi ke area tersebut, Anda bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 15287-15450.

Hati-hati jika support 15105 tersebut tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei hingga kisaran 14923-14760.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 OKTOBER 2014

———-o———-

HANGSENG

Kecenderungan untuk HangSeng pekan ini masih bearish. Saat analisa ini dibuat indeks bergerak di area resistance yang berada di kisaran 23457. Pelemahan HangSeng diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut dengan sasaran hingga kisaran 22872-22510.

Hati-hati jika resistance 23457 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat HangSeng hingga kisaran 23680-24042.

HANGSENG ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 27 OKTOBER 2014

Analisa Forex Mingguan: 20-24 Oktober 2014

HOT ISSUE: Retail Sales Tekan USD

Lemahnya data retail sales AS menekan Wall Street serta memicu aksi jual terhadap USD. Data klaim pengangguran dan beberapa data ekonomi lain yang memperlihatkan nada positif tak mampu menahan pelemahan USD, terutama setelah Bullard, salah seorang anggota FOMC, menyarankan untuk memperpanjang QE karena rendahnya perkiraan inflasi.

Di kawasan euro, tingkat kepercayaan bisnis di Jerman kembali tercatat negatif. Di Inggris, inflasi berada di level terendah dalam 5 tahun namunt tidak semua data di sektor pekerjaan memperlihatkan perbaikan.

Berikut ini adalah beberapa data penting yang perlu dipantau sepanjang pekan ini.

  1. Data inflasi AS: Rabu (22/10), 19.30 WIB

Harga-harga konsumen di AS turun untuk pertama kalinya dalam 1 setengah tahun di bulan Agustus sebesar 0,2%, menyusul penurunan 0,1% di bulan Juli. Jika penurunan ini berlanjut, Federal Reserve kemungkinan besar akan menunda kenaikan suku bunga. Kali ini, CPI diperkirakan tidak akan berubah sementara core CPI diperkirakan akan bertambah 0,2%.

  1. Suku bunga BOC (Bank of Canada): Rabu (22/10), 21.00 WIB

Bank of Canada mempertahankan suku bunga di 1% pada pertemuan terakhir yang diadakan di bulan September. Gubernur BOC Stephen Poloz mengatakan bahwa sektor ekspor mengalami surplus terbesar sejak 6 tahun terakhir, yang merupakan sinyal positif untuk bulan-bulan mendatang. Meskipun demikian, sektor investasi bisnis masih belum memperlihatkan perkembangan. Poloz menolak untuk berkomentar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga mendahului Federal Reserve. Suku bunga BOC diperkirakan akan bertahan di 1.0%.

  1. Pidato Glenn Stevens: Kamis (23/10), 04.00 WIB

Gubernur RBA, Glenn Stevens, dijadwalkan akan memberi pidato di Sydney, di depan forum Annual General Meeting of the Australian Payments and Clearing Association. Kemungkinan ia akan berbucara mengenai perlunya menenangkan pinjaman bank ke sektor perumahan.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (23/10), 19.30 WIB

Klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah 14 tahun pekan lalu menyentuh 264.000, turun dari pekan sebelumnya yang mencatat angka 287.000. Perekonomian AS terus tumbuh dengan perkiraan pertumbuhan sekitar 3% di kuartal ke tiga. Pekan ini, klaim pengangguran diperkirakan akan naik sebesar 269.000.

  1. UK GDP: Jumat (24/10), 15.30 WIB

Data pertumbuhan Inggris di kuartal ke-2 memperlihatkan bahwa perekonomian negara tersebut telah tumbuh, setelah sempat terhenti selama enam tahun. Pertumbuhan ekonomi telah mendekati level sebelum terjadinya krisis ekonomi. GDP telah tumbuh sebesar 0,8% di kuartal ke-2, menyusul pertumbuhan dengan angka yang sama di kuartal pertama. Dalam basis tahunan, pertumbuhan ekonomi lebih tinggi 3,1% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini membuat pasar memperkirakan bahwa Gubernur BoE, Mark Carney, akan melakukan hal yang dianggap perlu untuk meningkatkan pertumbuhan gaji guna mencegah melemahnya tingkat pengeluaran masyarakat serta pertumbuhan ekonomi domestik. Pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-3 diperkirakan akan naik sebesar 0,7%.

  1. US New Home Sales: Jumat (24/10), 21.00 WIB

Penjualan rumah baru di AS meningkat di bulan Agustus, menyentuh level tertingginya sejak lebih dari enam tahun terakhir. Data tercatat di angka 504.000, yang mana lebih tinggi dari data di bulan sebelumnya yaitu 412.000. Peningkatan bulanan ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 1992, menjadi pertanda bahwa sektor perumahan sedang menguat. Terjadi kenaikan di tiga dari empat daerah di AS, dipimpin oleh kenaikan sebesar 50% di daerah Barat. Kali ini, data penjualan rumah baru diperkirakan akan mencapai angkat 473.000.

TECHNICAL OUTLOOK:

EUR/USD

Kecenderungan untuk EUR/USD pekan ini adalah bullish. Koreksi terjadi ke area Fibonacci yang berada di kisaan 1.27119-1.27783. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam, sehingga ada potensi euro akan rebound dengan sasaran hingga kisaran 1.28194-1.28859.

Hati-hati jika support 1.27119 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.26708-1.26043.

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20 OKTOBER 2014

———-o———-

USD/JPY

Pull-back terjadi ke area Fibonacci yang berada di kisaran 106.540-107.379. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Penguatan yen diperkirakan akan berlanjut jika sinyal bearish terkonfirmasi di area Fibonacci tersebut, dengan sasaran hingga kisaran 106.022-105.184.

Hati-hati jika resistance 107.379 tembus karena bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 107.897-108.735.

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20 OKTOBER 2014

———-o———-

GOLD

Harga emas terkoreksi ke area support Fibonacci di kisaran 1232.38-1238.97. Rebound berpotensi terjadi ke 1243.04-1249.63.

Sebaliknya, jika justru harga tembus ke bawah 1232.38, harga emas mungkin saja akan jatuh ke kisaran 1228.31-1221.72. Berhati-hatilah.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20 OKTOBER 2014

———-o———-

NIKKEI

Pull-back terjadi ke area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 14985-15365. Pelemahan Nikkei diperkirakan akan berlanjut jika sinyal bearish terkonfirmasi di area tersebut, dengan sasaran hingga kisaran 14750-14370.

Hati-hati jika resistance 15365 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Nikkei hingga kisaran 15600-15980.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20 OKTOBER 2014

———-o———-

HANGSENG

Kecenderungan untuk HangSeng pekan ini masih bearish. Saat analisa ini dibuat indeks bergerak di area resistance yang berada di kisaran 23457. Pelemahan HangSeng diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut dengan sasaran hingga kisaran 22872-22510.

Hati-hati jika resistance 23457 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat HangSeng hingga kisaran 23680-24042.

HANGSENG ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 20 OKTOBER 2014

Tips “Mengawinkan” Analisa Fundamental Dengan Teknikal

Mengawinkan Analisa Fundamental Dengan Teknikal 1Ada dua teknik analisa yang dikenal di kalangan trader, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental melakukan pendekatan melalui data-data ekonomi memiliki jadwal rilis secara berkala, sementara itu analisa teknikal memanfaatkan data pergerakan harga.

Memang, dalam analisa teknikal berlaku ungkapan “price action discounts everything”. Para technicians/teknikalis (orang-orang yang murni hanya melakukan analisa teknikal) mempercayai hal itu dan mampu melakukan analisa dengan baik tanpa menghiraukan data fundamental sama sekali. Namun ternyata tidak semua trader cukup percaya diri untuk menerima dan mengaplikasikan konsep itu secara utuh. Karena alasan tertentu, mereka tetap tidak mampu lepas dari memantau dan mencermati data-data ekonomi dan sangat berhati-hati menyikapinya. Mereka memilih untuk menkonfirmasi analisa fundamental dan teknikal dengan harapan bisa mendapatkan petunjuk yang lebih jelas ke mana arah pasar selanjutnya.

Tidak ada salahnya menjadi teknikalis sejati. Itu adalah kelebihan tersendiri. Namun, bagi Anda yang tak terlalu yakin, tak ada salahnya untuk memadukan analisa fundamental dengan analisa teknikal.

Nah, tanpa bermaksud untuk menafikan konsep “price action discounts everything”, kali ini kita akan membahas mengenai cara mengombinasikan analisa fundamental dan teknikal sebagai salah satu alternatif trik melakukan analisa.

1. Perhatikan dulu faktor teknikalnya

Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah tentu saja melihat trend harga terkini. Apakah harga bergerak dalam uptrend? Downtrend? Atau sideway?

Kita tahu bahwa posisi teraman dalam trading adalah posisi/transaksi yang searah dengan pasar. Maka jika kita melihat pasar sedang bergerak dalam keadaan – misalnya – uptrend, maka sebaiknya kita bersiap mengambil posisi buy. Demikian sebaliknya.

2. Amati faktor fundamental lalu cocokkan dengan faktor teknikal

Perhatikan data-data ekonomi penting atau yang biasa disebut dengan “big figures”. Data-data itu bisa Anda dapatkan di kalender ekonomi yang ada website kami ini.

Mengawinkan Analisa Fundamental Dengan Teknikal 2

Jika Anda melihat ada data ekonomi yang diperkirakan akan memperkuat mata uang tertentu, cocokkanlah dengan tinjauan teknikalnya: apakah mata uang tersebut pun berada dalam trend penguatan? Jika ya, maka Anda bisa bersiap untuk membeli mata uang tersebut ketika rilis data ekonomi tersebut memang positif sesuai perkiraan.

Contohnya: ada data “Retail Sales” dari Inggris yang akan dirilis. Diperkirakan data tersebut akan naik (positif bagi GBP). Secara teknikal, GBP/USD juga berada dalam uptrend. Maka ketika data Retail Sales tersebut dirilis sesuai dengan perkiraan (naik), Anda bisa segera mengambil posisi buy GBP/USD.

3. Kenali sinyal “bahaya” untuk segera keluar dari pasar

Tidak semua analisa berakhir dengan “happy ending”. Ada kalanya pasar justru tidak merespon data yang dirilis, atau bahkan responnya justru berkebalikan dengan teorinya (harusnya mata uang menguat namun justru melemah). Nah, pada keadaan seperti itu Anda harus jeli melihat tanda-tanda melalui analisa teknikal: kapan harus keluar?

Mengawinkan Analisa Fundamental Dengan Teknikal 3

Prinsipnya sebenarnya sederhana. Dalam analisa teknikal Anda akan bisa mengenali level-level support dan resistance. Jika Anda mengambil posisi buy, maka waspadalah jika support tembus. Sebaliknya, jika Anda mengambil posisi sell, hati-hati jika ternyata kemudian resistance tembus. Pada saat seperti itulah Anda sebaiknya berpikir untuk menutup posisi Anda demi menghindari resiko kerugian yang makin besar.

Analisa Forex Mingguan: 13-17 Oktober 2014

HOT ISSUE: USD Sedikit Melunak, Komentar Draghi dan Yellen Dinanti

USD sedikit melunak namun pelemahan yang terjadi hanya sebatas koreksi. Pekan ini pasar akan lebih fokus kepada data inflasi dari Inggris, pernyataan resmi dari Mario Draghi dan Janet Yellen, data retail sales AS dan beberapa data besar lainnya.

Meskipun data ekonomi AS terus memperlihatkan arah yang positif namun minutes FOMC seolah menutup kemungkinan naiknya suku bunga dalam waktu dekat, yang lantas menekan USD. Laporan tersebut memperlihatkan perdebatan mengenai kapankah waktu normalisasi yang tepat, juga memperlihatkan bahwa beberapa pejabat Fed merasa penguatan USD akan menekan inflasi selain fakta bahwa perekonomian global masih bergerak ke arah negatif.

Di Eropa, data-data Jerman juga terlihat lemah namun tidak terlalu menekan euro seperti yang terjadi akibat penegasan Draghi bahwa ia akan berupaya untuk melawan inflasi dan mengatakan bahwa suku bunga tak akan dinaikkan sebelum tahun 2017.

Berikut ini adalah beberapa data ekonomi penting pekan ini:

  1. Data inflasi Inggris: Selasa (14/10), 15.30 WIB

Inflasi tahunan Inggris turun dari 1,6% menjadi 1,5% di bulan Agustus, namun inflasi inti (di luar makanan, alkohol, tembakau dan energi) naik 1,9%. Namun inflasi yang rendah ini sejalan dengan rendahnya daya beli masyarakat akibat tingkat pertumbuhan gaji yang lambat. Kali ini inflasi Inggris diperkirakan akan turun ke 1,4%.

  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (14/10), 16.00 WIB

Indeks tingkat kepercayaan investor di Jerman turun ke angka terendah 21 bulan yaitu 6,9 di bulan September. Angka ini juga lebih rendah daripada angka di bulan sebelumnya yaitu 8,6, di tengah meningkatnya ketegangan politik di Eropa. Perekonomian Jerman memperlihatkan pelambatan di kuartal ke-3 yang mungkin akan berlanjut hingga akhir semester ke-2 tahun ini. Data selanjutnya diperkirakan lebih parah, yaitu turun ke 0,2.

  1. Data tenaga kerja Inggris: Rabu (15/10), 15.30 WIB

Tingkat pengangguran Inggris turun ke level terendah enam tahun, yang menandakan berlanjutnya perbaikan sektor tenaga kerja. Klaim pengangguran turun sebesar 37.200, sementara itu jumlah pekerja naik sebesar 74.000 menjadi 30,6 juta. Meskipun pertumbuhan tingkat gaji terbilang lambat namun Gubernur Bank of Englanf Mark Carney yakin bahwa sektor pekerjaan pada gilirannya akan meningkatkan gaji. Klaim pengangguran Inggris kali ini diperkirakan akan turun lagi sebesar 34.200.

  1. Pernyataan Mario Draghi: Rabu (15/10), 14.00 WIB dan Kamis (16/10) 01.00 WIB

Mario Draghi dijadwalkan akan memberikan dua kali pernyataan di dua kesempatan yang terpisah di markas ECB di Frankfurt. Meskipun kita telah mengetahui data yang buruk dari Jerman dan beberapa pernyataan Draghi sendiri terkait suku bunga, namun pasar mungkin akan kembali merespon pernyataan Draghi meskipun ia tak mengatakan hal-hal yang baru.

  1. US retail sales: Rabu (15/10), 19.30 WIB

Data retail sales US naik 0,6% di bulan Agustus di tengah meningkatnya pembelian mobil dan bahan-bahan pokok lainnya. Tingkat kepercayaan konsumen juga melambung ke level tertinggi dalam 14 bulan di bulan September. Meskipun demikian, rendahnya pertumbuhan gaji mungkin akan menekan penjualan eceran di kemudian hari, namun data di kuartal ke-3 sepertinya cukup menjanjikan. Data retail sales kali ini diperkirakan akan turun sebesar 0,1%.

  1. US PPI: Rabu (15/10), 19.30 WIB

Harga-harga di AS tidak berubah karena turunnya biaya energi yang mengindikasikan rendahnya inflasi. Core PPI naik 0,1% di bulan sebelumnya, dan diperkirakan akan naik lagi 0,1% bulan ini.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (16/10), 19.30 WIB

Klaim pengangguran AS turun di pekan lalu, mengindikasikan bahwa para pekerja tetap mempertahankan pekerjaan mereka. Klaim pengangguran pekan ini diperkirakan akan naik dan mencapai 286.000 pekan ini.

  1. US Building Permits: Jumat (17/10), 19.30 WIB

Jumlah izin yang dikeluarkan untuk membangun rumah tinggal pribadi mencapai 998.000 di bulan Agustus, turun dari data Juli yang direvisi menjadi 1.057.000. Kali ini, jumlah izin yang dikeluarkan diperkirakan akan mencapai 1,04 juta.

  1. Pernyataan Janet Yellen: Jumat (17/10), 19.30 WIB

Ketua Federal Reserve Janet Yellen dijadwalkan akan memberikan pernyataan di Boston. Ia mungkin akan menjelaskan tentang minutes FOMC yang dirilis pekan lalu dan prospek pertumbuhan yang tak jelas meskipun data ekonomi AS pada umumnya positif.

10. US Consumer Sentiment: Jumat (17/10), 20.55 WIB

Indeks kepercayaan konsumen berdasarkan survey yang dilakukan University of Michigan melambung ke 84,6, yang merupakan angkat tertinggi sejak Juli 2013. Meskipun ada kekhawatiran melambatnya pertumbuhan pekerjaan, namun masyarakat meyakini aka nada kenaikan gaji yang signifikan. Tingkat kepercayaan konsumen kali ini diperkirakan akan menyentuh angka 84,3.

TECHNICAL OUTLOOK:

EUR/USD

EURUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 14 OKTOBER 2014

Kecenderungan untuk EUR/USD pekan ini adalah bullish. Penguatan euro diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika resistance 1.27903 tembus dengan sasaran hingga kisaran 1.28589-1.29013.

Sebagai strategi alternatif perhatikan juga area support di kisaran 1.26793-1.26106 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan sasaran rebound ke kisaran 1.27217-1.27903. Hati-hati jika support 1.26106 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.25682-1.24996.

———-o———-

USD/JPY

Secara umum, USD/JPY masih berada dalam bias bearish. Penguatan yen diperkirakan akan berlanjut jika support 106.747 tembus, dengan sasaran hingga kisran 106.278-105.753.

Di sisi lain stochastic dan CCI bullish di chart 4 jam, maka waspadai kemungkinan pull-back ke area ressiatnce di kisran 107.506-107.976. Sebagai alternatif, cari sinyal bearish di area tersebut dengan potensi target kembali ke kisaran 107.216-106.747. Hati-hati jika resistance 107.976 tembus karena bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 108.266-108.735.

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 14 OKTOBER 2014

———-o———-

GOLD

Harga emas di pekan ini bergerak dalam bias bullish. Saat analisa ini ditulis, harga bergerak di area resistance yang berada di 1237.62. Penguatan harga emas pekan ini mungkin akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1250.59-1265.09.

Di sisi lain perhatikan indikasi jenuh beli yang terlihat di stochastic dan CCI 4 jam. Dengan demikian kita perlu mewaspadai kemungkinan koreksi pekan ini. Sebagai skenario alternatif perhatikan area support di kisaran 1216.63-1203.66 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound kembali ke kisaran 1224.65-1237.62.

Sebaliknya, jika justru support 1203.66 tembus, harga emas mungkin saja akan jatuh ke kisaran 1195.64-1182.67. Berhati-hatilah.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 14 OKTOBER 2014

———-o———-

NIKKEI

Nikkei masih tertekan. Pelemahan Nikkei diperkirakan akan berlanjut jika support 14910 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 14567-14375. Namun mengingat indikasi bullish yang terlihat di chart 4 jam, maka pull-back berpotensi terjadi ke area resistance di kisaran 15445. Sebagai skenario alternatif carilah konfrmasi sinyal jual di area resistance tersebut dengan potensi target hingga kisaran 15163-14910.

Hati-hati jika resistance 15445 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Nikkei hingga kisaran 15727-15980.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 14 OKTOBER 2014

———-o———-

HANGSENG

Kecenderungan untuk HangSeng pekan ini masih bearish. Saat analisa ini dibuat indeks bergerak di area resistance yang berada di kisaran 23095-23457. Pelemahan HangSeng diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika sinyal bearish terkonfirmasi di area resistance tersebut dengan sasaran hingga kisaran 22872-22510.

Hati-hati jika resistance 23457 tembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat HangSeng hingga kisaran 23680-24042.

HANGSENG ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 14 OKTOBER 2014

Analisa Forex Mingguan: 6 – 10 Oktober 2014

HOT ISSUE : USD Masih Positif, Pasar Tunggu Pertemuan FOMC

Dollar terus menjadi incaran para pelaku pasar dan investor. Pada Minggu ini, beberapa pertemuan dari bank sentral Negara Negara G-7 akan menjadi sorotan para pelaku pasar terutama ketika FOMC melakukan pertemuan selama dua hari. Pasar sangat menunggu hasil rilis pertemuan tersebut untuk mencari petunjuk terkait spekulasi suku bunga yang akan dinaikan lebih cepat dari yang diharapkan. Apalagi non farm payroll AS pada bulan September meningkat melebihi perkiraan pasar sehingga membuat dollar menguat cukup tajam pada pergerakan minggu lalu

Berikut ini adalah beberapa data ekonomi yang perlu diamati sepanjang pekan ini.

  1. Japan Monetary Policy Statement : Selasa, (6/10), Tentative

Keputusan suku bunga Jepang: Selasa, Bank of Japan (BOJ) kemungkinan akan mempertahankan kebijakan moneter pada pertemuan bulan September, meskipun tanda-tanda pertumbuhan ekonomi terlihat melemah. Bank sentral berjanji akan terus meningkatkan pembelian sebesar 60-70 triliun yen, terutama di obligasi pemerintah Jepang dengan target inflasi sebanyak 2 persen. BOJ sangat mengharapkan ada pemulihan ekonomi yang moderat hingga permintaan domestik menguat. Saat ini, inflasi membaik namun masih jauh dari sasaran inflasi 2%, yang diproyeksikan tercapai pada tahun 2016.

  1. Australian Cash Rate : Selasa (6/10), 10.30 WIB

Keputusan suku bunga Australia : RBA kemungkinan akan mempertahankan suku bunga selama tiga belas bulan berturut-turut sejalan dengan perkiraan pasar, di tengah kondisi keuangan yang positif. Inflasi tetap masih dalam target 2-3 persen. Volatilitas terlihat walaupun harga mata uang masih rendah. Tanda-tanda positif mengenai kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi hanya pada pertengahan 2015.

  1. US FOMC Meeting Minutes: Kamis (9/10), 01.00 WIB

US FOMC Meeting Minutes : dalam pertemuan terakhir, The Fed kembali mengurangi pembelian obligasi bulanan. Dalam pertemuan itu, dewan gubernur juga telah memutuskan untuk tidak terlampau cepat menaikan suku bunga hingga program peruncingan pembelian aset selesai. Pasar mengharapkan meeting minute akan memberikan petunjuk dan gambaran yang lebih hawkish ketika chair’s the Fed, Jannet Yellen akan melakukan konferensi pres-nya untuk membahas waktu kenaikan suku bunga AS.

  1. Australian Employment Change : Kamis (9/10), 07.30 WIB

Data ketenagakerjaan Australia: tingkat pengangguran Australia turun menjadi 6,1% pada bulan Agustus dari level tertinggi 12-tahun dari 6,4% pada bulan Juli. Penurunan tak terduga ini terjadi karena penambahan besar sebanyak 121.000 pekerjaan pada bulan tersebut setelah mengalami kontraksi 4.000 pada bulan Juli. Para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan menurun menjadi 6,3 dengan penambahan pekerjaan sebanyak 15200. Gubernur Reserve Bank, Glenn Stevens mencatat bahwa pengangguran masih tinggi, namun penurunan suku bunga tidak akan dilakukan pada bulan-bulan mendatang. Ekonomi diperkirakan akan menambah sebanyak 29.600 pekerjaan baru sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkat menjadi 6,2%.

  1. UK Official Bank Rate : Kamis (9/10), 18.00 WIB

Keputusan suku bunga Inggris : Bank of England telah menahakan suku bunga Inggris dengan rekor rendah di 0,5% pada bulan September dan terus memberikan program stimulus ekonomi sebanyak 375000000000 £. Suku bunga tidak berubah selama lima tahun tetapi diperkirakan akan meningkat pada awal tahun depan karena tren pertumbuhan ekonomi Inggris. Namun demikian, Gubernur Bank sentral, Mark Carney telah menyatakan bahwa akan ada kenaikan kecil dengan cara bertahap. Para ekonom percaya kenaikan suku bunga akan merugikan rumah tangga dan bisnis karena pertumbuhan upah berpotensi akan melambat.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (9/10), 19.30 WIB

US Unemployment Claims : jumlah klaim tunjangan pengangguran AS turun 8.000 di pekan lalu dan disesuaikan 287.000, sehingga menekan jumlah penerima manfaat ke level terendah dalam lebih dari delapan tahun. 4 week’s average turun 4,250 ke 294.750. Tren peningkatan kegiatan ekonomi berarti akan ada sedikit PHK ketika pengusaha mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

  1. ECB President Draghi Speaks : Kamis (9/10), 22.00 WIB

Pidato Mario Draghi: Kamis, 15:00. Presiden ECB Mario Draghi dijadwalkan akan berbicara di Brookings Institution, di Washington DC. Dia mungkin akan membahas program pembelian obligasi ECB baru-baru ini dan yang bertujuan untuk merangsang bank akan meminjamkan lebih banyak pada konsumen dan perusahaan-perusahaan Eropa.

TECHNICAL OUTLOOK :

AUD/USD

AUD/USD pada minggu ini cenderung akan berada dalam tekanan bearish. Jika Aussie menguat hingga 0.877521 dan muncul sinyal jual di sekitar area tersebut akan memicu harga masuk kembali ke dalam tekanan bearish dengan bergerak ke bawah menuju support 0.86412 – 0.85134.

Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi bullish di chart 4 jam. Rebound berpotensi terjadi jika resistan 0.87521 ditembus dan membuka kemungkinan harga akan bergerak ke atas menuju resistan 0.88762.

 WEEKLY ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF AUDUSD  10-6-2014 8-14-24 AM

———-o———-

GBP/USD

GBP/USD berada dalam bias bearish pada outlook mingguan. Saat ini terlihat harga berpotensi sedang mendekati area resistance di kisaran 1.60600 – 1.61277. Perhatikan area tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal jual dimana ada potensi harga bergerak ke bawah menuju kisaran 1.59505-1.58243.

Waspadai jika harga menembus resistance 1.61277 dan garis tren maka hal tersebut akan membuka kemungkinan bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.63048.

 WEEKLY ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF GBPUSD  10-6-2014 8-14-24 AM

———-o———-

GOLD

Harga emas pada minggu ini masih berada dalam bias bearish. Emas terus melemah terhadap hingga 1182.67. Pelemahan harga emas ini diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut di tembus hingga support berikutnya pada kisaran 1166.55.

Indikator stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke atas. Jika harga melakukan fase pull-back hingga ke resistance 1196.66 – 1205.31 dan jika konfirmasi sinyal jual muncul di sekitar area tersebut akan membuka potensi harga bergerak ke bawah menuju support 1182.67 – 1166.55.

Hati-hati jika resistance 1205.31 ditembus karena hal tersebut akan membuka kemungkinan bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan harga emas akan bergerak ke atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 1219.31.

 WEEKLY ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF XAUUSD  10-6-2014 8-14-24 AM

———-o———-

NIKKEI

Nikkei kembali mencoba bergerak bullish pada outlook mingguan. Saat ini indeks terlihat sedang melakukan fase pullback dan menguji resistance 15977. Penguatan Nikkei diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut ditembus dimana resistan berikutnya pada kisaran 16121 – 16355 akan disentuh oleh pergerakan harga.

Waspadai jika harga bertahan kuat di bawah resistan 15977 dan muncul konfirmasi sinyal jual di sekitar area tersebut yang akan membuat harga indeks kembali mendapat tekanan dengan bergerak ke bawah menuju support 15599.

 WEEKLY ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF NIKKEI 10-6-2014 8-14-24 AM

———-o———-

HANG SENG

Bias bearish masih terasa pada pergerakan indeks Hang Seng pada outlook mingguan. Saat ini, terlihat indeks akan menguji resistan 23177 – 23591. Pelemahan Hang Seng diperkirakan akan berlanjut pada pekan ini jika di sekitar area resistan tersebut muncul sinyal jual dimana ada kemungkinan harga akan bergerak menuju support 22507 – 21735.

Waspadai jika harga menembus resistance 23591 dan garis tren karena hal tersebut akan membuka kemungkinan bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan membawa Hang bergerak ke atas menuju resistan 24262.

WEEKLY ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF HANG SENG 10-6-2014 8-14-24 AM

 ———-o———-