Analisa Forex Mingguan: 25-29 Agustus 2014

HOT ISSUE: USD Perlihatkan Keperkasaan Kendati Sektor Perumahan Tersendat

Dollar kembali memperlihatkan keperkasaannya, menguat terhadap beberapa mata uang utama dunia. Pekan lalu, data ekonomi AS (terutama data dari sektor perumahan) berhasil memberikan sentimen positif bagi USD, ditambah lagi dengan minutes FOMC yang ternyata tidak terlalu dovish. Dalam pidatonya di Jackson Hole, Janet Yellen tidak memberikan pernyataan yang terlalu mengejutkan; dan hal itu membiarkan penguatan USD berlanjut.

EUR/USD jatuh ke level terendah 11-bulan. Pelemahan euro ini juga antara lain dilatarbelakangi oleh meningkatnya ketegangan di Ukraina. Sementara itu poundsterling mendapat pukulan yang cukup telah dari data inflasi yang lemah, meskipun ada dua anggota MPC yang memberikan suaranya untuk menaikkan suku bunga.

Berikut ini adalah tinjauan data penting yang perlu diperhatikan pekan ini.

  1. German Ifo Business Climate: Senin (25/8), 15.00 WIB

Sentimen bisnis di Jerman terus melemah di bulan Juli. Indeks tercatat di angka 108.0, menyusul angka 109.7 yang tercatat di bulan Juni. Ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah masih menjadi kekhawatiran. Kali ini, data tersebut diperkirakan akan kembali mengalami penurunan, yaitu ke 107.1.

  1. US New Home Sales: Senin (25/8), 21.00 WIB

Sektor perumahan AS tidak mampu melanjutkan pertumbuhan di bulan Juni, tercatat di angka 406.000 padahal di bulan Mei berhasil mencatatkan angka 442.000. Penurunan ini diperkirakan diakibatkan oleh peraturan kredit yang ketat, terbatasnya lahan dan tingginya bunga pinjaman. Ketua Fed, Janet Yellen, menunjukkan kekhawatirannya akan hal tersebut. Kali ini, data tersebut diperkirakan akan mencapai 426.000m yang merupakan data bulan Juli.

  1. US Durable Goods Orders: Selasa (26/8), 19.30 WIB

Di bulan Juni, pemesanan barang pabrikan tahan lama di AS naik melebihi perkiraan yaitu 0,7% di tengah meningkatnya permintaan dari peralatan transportasi hingga mesin, komputer dan alat elektronik. Hal ini mencerminkan meningkatnya perekonomian di kuartal ke-2. Core order juga naik 0,8%. Data selanjutnya, durable goods order diperkirakan akan naik menjadi 7,4%, sementara core order diperkirakan bertambah 0,5%.

  1. US CB Consumer Confidence: Selasa (26/8), 21.00 WIB

Kepercayaan konsumen AS naik di bulan Juli mendekati level tertinggi 7-tahun ke 90.9. Pertumbuhan sektor tenaga kerja memberikan efek positif terhadap tingkat pengeluaran masyarakat. Namun FOMC diperkirakan masih akan menahan suku bunga di level rendah hingga tahun 2015 meskipun stimulus dihentikan. Kepercayaan konsumen kali ini diperkirakan mencapai angka indeks 89.1.

  1. US GDP: Kamis (28/8), 19.30 WIB

Ekonomi AS tumbuh sebesar 4% di kuartal pertama, menurut publikasi awal. Hal ini cukup menggembirakan mengingat kontraksi yang sempat diperkirakan (sebelum direvisi). Estimasi ke dua diperkirakan menunjukkan penurunan kecil menjadi 3,9%.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (28/8), 19.30 WIB

Klaim pengangguran di AS turun sebesar 14.000 menjadi 298.000 pekan lalu, mencerminkan kemajuan yang terjadi di sektor tenaga kerja. Data pekan ini diperkirakan akan ada kenaikan menjadi 299.000.

  1. US Pending Home Sales: Kamis (28/8), 21.00 WIB

Jumlah perjanjian untuk membeli rumah bekas di luar dugaan turun 1,1% di bulan Juni. Ini menjadi indikasi bahwa sektor perumahan berusaha untuk kembali bangkit. Terbatasnya kemampuan memperoleh kredit dan lambatnya pertumbuhan gaji menjadi penyebab utama kemunduran ini. Data selanjutnya diperkirakan akan naik 0,6%.

TECHNICAL OUTLOOK:

GBP/USD

Kecenderungan untuk GBP/USD pekan ini masih bearish. Sterling melemah hingga 1.65376, melampaui target kita dalam analisa mingguan pekan lalu. Saat analisa ini dibuat, terlihat harga menguji area support yang berada di 1.65376. Pelemahan sterling diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika support tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 1.64907-1.64382.

Di sisi lain CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka sebagai strategi alternatif waspadai potensi terjadinya pull-back hingga area resistance di kisaran 1.66135-1.66604. Area tersebut bisa menjadi acuan untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan sasaran hingga kisaran 1.65845-1.65376. Beri perhatian khusus pada area trendline yang terlihat di chart 4 jam.

Hati-hati jika harga tembus ke atas resistance 1.66604 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.66894-1.67363.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

———-o———-

USD/JPY

USD/JPY bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Saat analisa ini dibuat, terlihat harga menguji area resistance yang berada di 104.264. Pelemahan yen diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika resistance tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 104.768-105.331.

Di sisi lain stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka sebagai strategi alternatif waspadai potensi terjadinya koreksi hingga area support di kisaran 103.448-102.945. Area tersebut bisa menjadi acuan untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 103.760-104.264.

Hati-hati jika harga tembus ke bawah support 102.945 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 102.633-102.129.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

———-o———-

GOLD

Harga emas di pekan ini masih berada dalam bias bearish. Harga emas melemah hingga 1269.58, yang bisa dianggap sebagai support pekan ini. Pelemahan harga emas ini diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika support tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 1257.05-1243.04.

Di sisi lain CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka sebagai strategi alternatif waspadai potensi terjadinya pull-back hingga area resistance di kisaran 1289.86-1302.38. Area tersebut bisa menjadi acuan untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan sasaran hingga kisaran 1282.11-1269.58.

Hati-hati jika harga tembus ke atas resistance 1302.38 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1310.13-1322.66.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

———-o———-

NIKKEI

Nikkei bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Saat analisa ini dibuat, terlihat indeks menguji area resistance yang berada di 15630. Penguatan Nikkei diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika resistance tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 15859-16115.

Sebagai strategi alternatif waspadai potensi terjadinya koreksi hingga area support di kisaran 15259-15031. Area tersebut bisa menjadi acuan untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 15401-15630.

Hati-hati jika harga tembus ke bawah support 15031 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei hingga kisaran 14889-14660.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

———-o———-

HANGSENG

HangSeng bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Saat analisa ini dibuat, terlihat indeks menguji area resistance yang berada di 25186. Penguatan HangSeng diperkirakan akan berlanjut pekan ini jika resistance tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 25436-25717.

Sebagai strategi alternatif waspadai potensi terjadinya koreksi hingga area support di kisaran 24781-24530. Area tersebut bisa menjadi acuan untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 24936-25186.

Hati-hati jika harga tembus ke bawah support 24530 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan HangSeng hingga kisaran 24375-24125.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

———-o———-

0 Comments

5 Langkah Mudah Melakukan Analisa Teknikal

“Analisa teknikal itu sulit!”

Pernahkah Anda mendengar kalimat seperti itu? Sering? Baiklah. Pada kesempatan ini biarlah saya tegaskan; diketik dengan huruf kapital nan tebal: ITU BOHONG!

Analisa teknikal tidak serumit seperti yang terlihat. Tidak percaya?

Begini saja. Coba lihat gambar berikut dan katakan ke mana arah pergerakan harga pada umumnya. Naik, atau turun?

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal TRENDLINE

Apakah jawaban Anda? Turun? Hei, Anda baru saja melakukan analisa teknikal dan jawaban Anda BENAR. Jadi, tidak sulit kan?

Yang baru saja Anda lakukan adalah aplikasi dasar analisa teknikal, yaitu menentukan arah atau TREND. Anda sudah melakukannya dengan baik. Artinya, Anda sudah memiliki dasar yang cukup kuat untuk bisa melakukan analisa teknikal yang lebih canggih. Apa yang Anda butuhkan? Salah satu yang paling penting adalah: KESABARAN. Ke dua: sumber belajar yang tepat. Dan selamat, Anda sudah menemukannya sejak pertama kali masuk ke website FOREXimf.com.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal LEARNING

Sekarang, Anda mungkin justru sudah tak sabar untuk mengetahui apa saja langkah dalam melakukan analisa teknikal. Sebelumnya, Anda harus mengetahui dulu tiga hal penting dalam analisa teknikal, yaitu konsep dasar analisa teknikal, konsep mengenai trend, serta konsep support dan resistance. Artikel sebelumnya membahas mengenai hal tersebut. Silakan Anda baca-baca dulu sebentar.

Kemudian, barulah Anda bisa melakukan lima langkah sederhana berikut untuk melakukan analisa teknikal dengan baik. Mari kita kupas satu per satu.

1. Buka chart dan kenali trend yang tengah berlangsung

Langkah pertama yang harus Anda lakukan tentu saja adalah membuka chart, kemudian lihat trend yang sedang berlangsung. Anda bisa memilih, trend yang mana yang ingin Anda ikuti dan manfaatkan. Kenalilah trend yang sedang berlangsung, mulai dari trend jangka panjang, baru kemudian mundur ke trend jangka menengah atau jangka pendek.

Meskipun Anda boleh memilih trend mana yang akan Anda manfaatkan, disarankan untuk mencari trend jangka panjang (major trend) dan mengikutinya. Ingat, “the trend is your friend”.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal TREND IS YOUR FRIEND

Jika Anda telah mengenali trend-nya, maka strategi yang terbaik bagi Anda adalah mengambil posisi (transaksi) yang searah dengan trend yang sedang berlangsung. Jika trend saat itu adalah naik (uptrend), maka sebaiknya Anda mencari peluang “buy”. Sebaliknya, jika trend-nya adalah turun (downtrend), maka carilah peluang “sell”.

2. Tentukan support dan resistance

Setelah Anda bisa mengenali trend yang sedang berlangsung, langkah selanjutnya adalah menentukan di mana level support dan resistance. Anda bisa mencari peluang “buy” di area support atau “sell” di area resistance. Tentu saja Anda tak boleh melupakan langkah pertama di atas, yaitu mengambil posisi yang searah dengan trend.

Dengan kata lain, jika Anda melihat trend saat itu adalah uptrend, maka carilah posisi “buy” di area support, demikian sebaliknya.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal BUY SELL

Level-level support dan resistance juga bisa Anda manfaatkan sebagai “peringatan” jika ternyata harga tidak bergerak seperti yang Anda harapkan. Jika misalnya support tembus padahal Anda sebelumnya sudah membuka posisi “buy”, maka tembusnya support tersebut seharusnya menjadi peringatan untuk melakukan cut-loss.

3. Manfaatkan Moving Average

Anda juga bisa memanfaatkan indikator moving average (MA) untuk mengenali trend yang berlangsung. Jika sulit untuk menggambar trendline, Anda bisa melihat pergerakan MA untuk membantu Anda mengidentifikasi trend. Sederhananya, jika Anda melihat MA bergerak turun dan harga bergerak di bawah MA, maka trend saat itu adalah downtrend. Sebaliknya, jika Anda melihat MA bergerak naik dan harga bergerak di atas MA, maka trend saat itu adalah uptrend.

Selain itu, MA juga bisa berfungsi sebagai support dan resistance. Jika MA berada di atas pergerakan harga, ia berfungsi sebagai resistance. Jika MA berada di bawah pergerakan harga, fungsinya adalah sebagai support.

4. Filter dengan indikator osilator

Indikator osilator bisa memberikan gambaran apakah pasar sedang berada dalam keadaan jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Kondisi overbought artinya adalah keadaan ketika harga dianggap sudah cukup tinggi pada saat itu. Kondisi ini seringkali diikuti oleh penurunan harga. Sebaliknya, kondisi oversold berarti harga dianggap sudah cukup rendah pada saat itu, dan seringkali diikuti oleh naiknya harga.

Ketika indikator osilator sudah memperlihatkan indikasi overbought, maka yang perlu Anda lakukan adalah menunggu konfirmasi sinyal sell. Sebaliknya, jika osilator memperlihatkan indikasi oversold, tunggulah konfirmasi sinyal buy.

Namun perlu Anda catat bahwa tidak selalu kondisi overbought atau oversold diikuti oleh pembalikan arah pergerakan harga. Ada kalanya indikator terus berada di area overbought atau oversold untuk beberapa waktu namun harga terus bergerak melanjutkan arah sebelumnya. Untuk menyiasatinya, Anda harus menyesuaikan sinyal yang diberikan oleh indikator dengan trend yang sedang berlangsung. Dalam kondisi uptrend, carilah hanya sinyal buy saja, sebaliknya dalam kondisi downtrend carilah hanya sinyal sell saja. Cara ini relatif lebih aman.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal SIMPLEIndikator yang bisa Anda gunakan di antaranya adalah stochastic dan CCI. Oh ya, ada hal penting yang perlu Anda ingat: JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN INDIKATOR, sebab justru “kelatahan” itulah yang membuat analisa teknikal menjadi rumit. Gunakanlah satu atau dua indikator teknikal saja, maksimal tiga. Di blog ini, sudah ada artikel yang membahas teknik analisa sederhana dengan hanya menggunakan trendline, stochastic dan CCI. Silakan Anda baca di sini.

5. Tentukan stop loss dan target profit

Langkah terakhir, tentukanlah level stop loss dan target profit dari transaksi yang Anda lakukan. Dalam menentukan stop loss dan target profit, Anda tidak boleh lupa pada aturan risk-reward-ratio, di mana stop loss (resiko kerugian) tidak boleh lebih besar daripada target profit. Ini aturan yang tak boleh dilanggar.

Anda pun harus menentukan seberapa besar volume transaksi yang Anda lakukan. Sesuaikan dengan trading plan Anda, sehingga seandainya Anda mengalami kerugian maka resiko yang Anda terima tidak melebihi toleransi resiko Anda. Lebih lengkap mengenai hal ini, silakan baca mengenai manajemen modal di halaman edukasi kami.

Nah, setelah Anda mengikuti lima langkah mudah di atas, mudah-mudahan Anda tak lagi akan berpikir bahwa analisa teknikal itu sulit. Justru sebenarnya para trader sendirilah yang membuat analisa yang dilakukannya semakin rumit, karena tidak mengikuti lima langkah mudah seperti yang dipaparkan dalam artikel ini.

Jadi, selamat melakukan analisa teknikal dengan gembira. :)

29 Comments

Analisa Forex Mingguan: 18-22 Agustus 2014

HOT ISSUE: Yellen dan Draghi Akan Berpidato di Jackson Hole

Data penjualan eceran di AS tidak mengalami perkembangan di bulan Juli; cukup mengecewakan. Ini merupakan awalan yang cukup buruk untuk memulai kuartal ke-3. Jobless claims tercatat kembali berada di atas 300 ribu. JOLTS job opening cukup menggembirakan.

Sementara itu poundsterling tertekan akibat pernyataan Mark Carney. Tanpa pertumbuhan gaji yang baik, tak mungkin BOE akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Ini juga menjadi isu di negara-negara lain.

Di Jerman, sentimen bisnis kembali turun dan hal itu mengkhawatirkan. GDP juga dirilis lebih buruk daripada perkirakaan, yang mencerminkan rapuhnya pemulihan ekonomi di kawasan euro.

Berikut ini adalah data-data penting yang perlu dicermati pekan ini.

  1. Data Inflasi Inggris: Selasa (19/8), 15.30 WIB

CPI Inggris naik 1,9% di bulan Juni, seiring naiknya harga bahan makanan dan pakaian musim panas. Kenaikan ini bisa menjadi pertimbangan BOE untuk menaikkan suku bunga lebih cepat daripada perkiraan. Inflasi diperkirakan akan tetap terkontrol di bulan-bulan mendatang, namun akan meningkat jika gaji juga naik. Kali ini, data CPI diperkirakan akan mencapai 1,8%.

  1. US Building Permits: Selasa (19/8), 19.20 WIB

Data pembangunan rumah baru dan izin membangun di luar dugaan jatuh di bulan Juni, mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor perumahan tidak merata. Data selanjutnya diperkirakan akan naik menjadi satu juta unit.

  1. Data Inflasi AS: Selasa (19/8), 19.30 WIB

CPI AS naik 0,3% di bulan Juni, menyusul kenaikan 0,4% di bulan Mei, seiring naiknya harga bensin. Untuk basis tahunan, CPI naik 2,1% di bulan Mei, pertanda bahwa inflasi mulai meningkat. Ketua Fed Janet Yellen memperingatkan bahwa ada kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada perkiraan, jika sektor tenaga kerja terus memperlihatkan peningkatan. Data CPI pekan ini diperkirakan akan naik 0,1%, sementara data Core CPI diperkirakan naik 0,2%.

  1. US FOMC Meeting Minutes: Kamis (21/8), 01:00 WIB

Pada pertemuan di bulan Juni, Fed telah memutuskan untuk kembali memangkas stimulus untuk yang ke-6 kalinya. Ini mencerminkan bahwa di satu sisi Fed tidak terlalu mencemaskan inlfasi, namun masih terbebani oleh perkembangan di sektor tenaga kerja.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (21/8), 19.30 WIB

Jumlah aplikasi untuk memperoleh tunjangan pengangguran naik pekan lalu, menjadi 311.000. Di pekan sebelumnya, data tersebut tercatat berada di angka 290.000. Pekan ini, data tersebut diperkirakan mencapai angka 299.000.

  1. US Existing Home Sales: Kamis (21/8), 21.00 WIB

Di bulan Juni, jumlah penjualan rumah bekas di AS tercatat naik menjadi 5,04 juta unit, mengalami peningkatan sebesar 2,6% dibandingkan data bulan Mei. Meskipun demikian, angka tersebut masih di bawah data tahun lalu, yaitu 5,16 juta unit. Sektor perumahan masih menjadi pusat perhatian Fed sejak naiknya bunga KPR di tahun 2013. Data kali ini diperkirakan memperlihatkan angka 5,01 juta unit.

  1. Pidato Janet Yellen: Jumat (22/8), 21.00 WIB

Ketua Fed Janet Yellen akan berpidato di simposium yang diadakan di Jackson Hole, Wyoming. Yellen dijadwalkan akan meyampaikan pidato yang berjudul “Labor Markets” (Pasar Tenaga Kerja). Tidak dijadwalkan ada sesi tanya-jawab. Acara selama tiga hari ini melibatkan para pejabat bank sentral dan ekonom. Konferensi ini dianggap bisa memberikan petunjuk akan arah kebijakan Federal Reserve.

  1. Pidato Mario Draghi: Sabtu (23/8), 01.30 WIB

Presiden European Central Bank, Mario Draghi, juga dijadwalkan akan berpidato di Jackson Hole Symposium dan berbicara mengenai isu ketenagakerjaan. Pasar diperkirakan akan volatile karena Drgahi kemungkinan akan membicarakan mengenai tersendatnya pertumbuhan di kawasan euro.

TECHNICAL OUTLOOK:

GBP/USD

Kecenderungan untuk GBP/USD pekan ini masih bearish. Terlihat pull-back terjadi mendekati area resistance yang berada di kisaran 1.67446-1.67992. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Carilah konfirmasi sinyal jual di area resistance tersebut dengan sasaran hingga kisaran 1.67108-1.66562.

Hati-hati jika harga tembus ke atas resistance 1.67992 karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat sterling hingga kisaran 1.68330-1.68876.

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18-08-2014 11-17-21

———-o———-

AUD/USD

Pull-back telah terjadi pada AUD/USD ke area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 0.92896-0.93215. Bias mingguan secara umum masih berpotensi bearish namun perhatikan bahwa MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart 4 jam. Maka untuk pekan ini strateginya adalah memperhatikan apakah harga akan tembus ke bawah 0.92896 atau justru ke atas 0.93215.

Bias bearish akan kembali terkonfirmasi jika harga tembus ke bawah 0.92896, dengan sasaran hingga kisaran 0.92699-0.92381. Sebaliknya, waspadalah jika harga tembus ke atas 0.93215 karena hal tersebut akan membuka peluang bagi pergerakan bullish hingga kisaran 0.93412-0.93730.

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18-08-2014 11-17-21

———-o———-

GOLD

Harga emas kembali terkoreksi ke area support yang berada di kisaran 1306.39-1296.33. Sebagai strategi pekan ini, perhatikan area support tersebut untuk mencari sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1312.61-1322.66.

Namun perhatikan bahwa haga telah jatuh ke bawah MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam. Waspadalah jika kondisi ini diikuti oleh penembusan ke bawah support 1296.33 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas ke kisaran 1290.11-1280.06.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18-08-2014 11-17-21

———-o———-

NIKKEI

Pull-back telah terjadi pada Nikkei ke area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 15086-15349. Bias mingguan secara umum masih berpotensi bearish namun perhatikan bahwa MA 20 telah memotong ke atas MA 50 di chart 4 jam. Maka untuk pekan ini strateginya adalah memperhatikan apakah indeks akan tembus ke bawah 15349 atau justru ke atas 15086.

Bias bearish akan kembali terkonfirmasi jika harga tembus ke bawah 15086, dengan sasaran hingga kisaran 14923-14660. Sebaliknya, waspadalah jika harga tembus ke atas 15349 karena hal tersebut akan membuka peluang bagi pergerakan bullish hingga kisaran 15512-15775.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18-08-2014 11-17-21

———-o———-

KOSPI

Koreksi telah terjadi pada Nikkei ke area support Fibonacci yang berada di kisaran 267.83-263.67. Bias mingguan secara umum masih berpotensi bullish namun kita perlu memperhatikan apakah indeks akan tembus ke bawah 263.67 atau justru ke atas 267.83.

Bias bullish akan kembali terkonfirmasi jika harga tembus ke atas 267.83, dengan target rebound hingga kisaran 270.40-274.55. Sebaliknya, waspadalah jika harga tembus ke bawah 267.83 karena hal tersebut akan membuka peluang pelemahan Kospi hingga kisaran 261.10-256.95.

KOSPI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 18-08-2014 11-17-21

———-o———-

0 Comments

Analisa Forex Mingguan: 11-15 Agustus 2014

HOT ISSUE: Data Penting Penuhi Kalender Ekonomi

Perekonomian AS memperlihatkan penguatan dengan naiknya angka ISM Non-Manufacturing PMI ke 58.7. Komponen tenaga kerja naik dan klaim pengangguran kembali berada di bawah 300.000.

Ketegangan geopolotik yang memuncak di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya melatarbelakangi penguatan yen. Sementara itu euro melemah akibat komentar Draghi, lemahnya data Jerman dan resesi yang terjadi di Italia. Data manufaktur yang lemah menghantam poundsterling dan semua mata uang komoditi tertekan akibat data tenaga kerja yang tak terlalu menggembirakan.

Berikut ini adalah data-data penting yang menghiasi kalender ekonomi pekan ini.

  1. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (12/8), 16.00 WIB

Sentimen investor Jerman terus turun di bulan Juli menjadi 27.1, lebih rendah daripada data bulan Juni yaitu 29.8. Penurunan ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kawasan euro. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-2 masih positif, menandakan bahwa perekonomian mulai membaik di Jerman. Begitupun, pekan ini data sentimen ekonomi Jeman diperkirakan akan turun drastis ke 18.2.

  1. US JOLTS Job Openings: Selasa (12/8), 21.00 WIB

Meskipun data yang akan dirilis adalah data bulan Juni, namun data ini merupakan data penting yang terus dipantau oleh Fed. Lapangan kerja bertambah sebesar 4,64 juta di bulan Mei, dan kali ini diperkirakan akan meningkat menjadi 4,74 juta. Ini memperlihatkan perbaikan lebih jauh di sektor tenaga kerja.

  1. Data tenaga kerja Inggris: Rabu (13/8), 15.30 WIB

Tingkat pengangguran Inggris turun menjadi 6,5% sepanjang Maret hingga Mei, menyusul angka 6,6% di tiga bulan sebelumnya. Jumlah pencari kerja turun sebesar 36.300 menjadi 1,04 juta orang. Perdana Menteri David Cameron mengungkapkan bahwa jumlah pekerja ini sama dengan rekor yang tercatat di tahun 2005, mencerminkan semakin menguatnya perekonomian Inggris. Meskipun demikian, pertumbuhan gaji berada di level terendah sejak tahun 2009. Jika tak menyertakan bonus, pertumbuhan gaji rata-rata berada di level terendah sejak tahun 2001. Jika hal ini berlanjut, tak pelak akan memberikan efek negatif bagi pertumbuhan ekonomi. Data selanjutnya, jumlah pengangguran diperkirakan turun sebanyak 29.700 sementara tingkat pengangguran kemungkinan turun menjadi 6,4%.

  1. BOE Inflation Report: Rabu (13/8), 16.30 WIB

Gubernur Bank of England Mark Carney akan mengadakan konferensi pers di London terkait laporan inflasi. Carney sebelumnya menyatakan bahwa ia senang dengan naiknya inflasi, mendekati target BOE yaitu 2%. Pasar diperkirakan akan bergerak liar mengingat Carney menggunakan laporan sebelumnya sebagai dasar pengambilan kebijakan. Hal itu menyebabkan saat ini laporan tersebut sama pentingnya dengan pengumuman suku bunga.

  1. US retail sales: Rabu (13/8), 19.30 WIB

Penjualan eceran di AS meningkat di bulan Juni. Core sales yang tak menyertakan otomotif, bensin, bahan bangunan dan jasa boga, naik 0,6% menyusul revisi 0,2% di bulan Mei. Naiknya angka tersebut mencerminkan meningkatnya pengeluaran di kuartal ke-2. Namun angka retail sales hanya naik 0,2% di bulan Juni setelah mencatat kenaikan 0,5% di bulan Mei. Pekan ini, data retail sales diperkirakan naik 0,2% sementara core sales diprediksi naik 0,4%.

  1. German GDP: Kamis (14/8), 13.00 WIB

Sejak resesi terjadi di Italia dan data industri Jerman mengecewakan, pasar memusatkan perhatiannya pada Jerman sebagai penggerak ekonomi kawasan euro. Ekonomi Jerman diperkirakan akan berkontraksi sebesar 0,1% di kuartal II.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (14/8), 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran di AS turun sebesar 14.000 pekan lalu menjadi 289.000. Ini mencerminkan membaiknya perekonomian AS. Jumlah pekerja terus bertambah seiring dengan meningkatnya gaji yang pada gilirannya akan memicu belanja yang lebih tinggi di bulan-bulan mendatang. Pekan ini, klaim pengangguan diperkirakan akan mencapai angka 307.000.

  1. UK GDP: Jumat (15/8), 15.30 WIB

GDP Inggris untuk kuartal II diperkirakan akan naik 0,8%. Perkiraan yang positif ini mencerminkan bahwa pemulihan ekonomi masih berjalan dengan baik, namun dibutuhkan pertumbuhan gaji yang lebih tinggi untuk mendukung pemulihan jangka panjang.

  1. US PPI: Jumat (15/8), 19.30

Indeks harga produsen di AS naik 0,4% di bulan Juni di tengh kenaikan harga bensin, namun secara umum inflasi masih terkendali di kisaran 2% yang merupakan target Fed. Angka PPI kali ini diperkirakan akan naik 0,1%.

TECHNICAL OUTLOOK:

USD/JPY

Outlook mingguan untuk USD/JPY adalah bearish. Pull-back terjadi ke area resistance acuan Fibonacci yang berada di kisaran 102.105-102.478. Stochastic telah memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam sementara CCI semakin dekat dengan area overbought. MA 20 telah memtong ke bawah MA 50 di chart yang sama.

Untuk pekan ini, carilah konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut di atas dengan potensi target hingga kisaran 101.501-101.128. Namun berhati-hatilah jika resistance 102.478 tembus sebab dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY hingga kisaran 102.709-103.082.

USDJPY FOREXIMF ANALISA MINGGUAN 11-08-2014 10-06-23

———-o———-

AUD/USD

AUD/USD berada dalam bias bearish untuk view mingguan. Pada saat analisa ini dibuat, harga terlihat mendekati area resistance yang berada di 0.92896. Stochastic telah memperlihatkan indikasi jenuh beli sementara CCI semakin mendekati area overbought di chart 4 jam.

Jika sinyal bearish terkonfirmasi di pekan ini sebelum resistance 0.92896 tembus maka Aussie kemungkinan besar akan kembali bergerak turun menuju kisaran 0.92699-0.92381. Sebaliknya, berhati-hatilah jika resistance 0.92896 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias menjadi bullish dan berpotensi akan menangkat AUD/USD menuju kisaran 0.93412-0.93730.

AUDUSD FOREXIMF ANALISA MINGGUAN 11-08-2014 10-06-23

———-o———-

GOLD

Harga emas kembali berada dalam bias BULLISH untuk view mingguan. Saat analisa ini dibuat, harga emas terkoreksi ke area support yang berada di kisaran 1306.39-1296.33. Sebagai strategi pekan ini, perhatikan area support tersebut untuk mencari sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1312.61-1322.66.

Waspadalah jika support 1296.33 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas ke kisaran 1290.11-1280.06.

GOLD FOREXIMF ANALISA MINGGUAN 11-08-2014 10-06-23

———-o———-

NIKKEI

Pekan ini Nikkei berada dalam bias bearish. Indeks terlihat melakukan pull-back ke area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 15086-15349. Sebagai strategi untuk pekan ini, carilah konfirmasi sinyal jual di area resistance tersebut dengan potensi target hingga kisaran 14923-14660.

Berhati-hatilah jika indeks tembus ke atas 15349 sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh pergerakan naik menuju kisaran 15512-15775.

NIKKEI FOREXIMF ANALISA MINGGUAN 11-08-2014 10-06-23

———-o———-

KOSPI

Kospi terkoreksi hingga area support 263.67. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Tunggulah konfirmasi sinyal bullish sebelum support 263.67 tembus, sebab hal tersebut kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound hingga kisaran 270.40-274.55.

Sebaliknya, berhati-hatilah jika support 263.67 tembus karena hal tersebut akan mengembalikan bias mingguan menjadi bearish dan kemungkinan akan menekan Kospi ke kisaran 261.10-256.95.

KOSPI FOREXIMF ANALISA MINGGUAN 11-08-2014 10-06-23

———-o———-

0 Comments

Analisa Forex Mingguan: 4-8 Agustus 2014

HOT ISSUE:

Pekan lalu, GDP AS dilaporkan mengalami pertumbuhan di kuartal ke-2. Spekulasi akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve memberi tenaga pada USD. Namun angka Non-Farm Payrolls yang dirilis di bawah perkiraan membatasi penguatan USD, meskipun secara umum perekonomian AS masih dalam kondisi baik.

Di kawasan euro, data inflasi terus turun ke 0,4%. Poundsterling juga terus melemah seiring buruknya data ekonomi. Di Jepang, data ekonomi yang buruk mendorong kenaikan USD/JPY. Di tempat terpisah, data ekonomi Australia juga dirilis buruk yang pada gilirannya menekan Aussie hingga ke bawah kisaran 0.93.

Berikut ini adalah data-data ekonomi yang perlu diperhatikan pekan ini.

  1. Australian rate decision: Selasa (5/8), 11.30 WIB

Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di level 2,5% pada pertemuan di bulan Juli di tengah rumor kemungkinan pemangkasan suku bunga. Gubernur RBA Glenn Stevens menyatakan bahwa dollar Australia telah “overvalue” namun RBA memutuskan untuk tetap mempertahankan kebijakan moneternya. Stevens mencatat adanya tanda-tanda pertumbuhan ekonomi dan mengatakan bahwa kebijakan moneter yang akomodatif akan terus memicu aktivitas ekonomi. Pada pertemuan selanjutnya, RBA diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga.

  1. US ISM Non-Manufacturing PMI: Selasa (5/8), 21.00 WIB

Aktivitas di sektor jasa melambat di bulan Juni. Meskipun demikian, secara umum sektor jasa tetap mengalami pertumbuhan di bulan Juni meskipun tak secepat yang diharapkan. Kali ini, indeks ISM Non-Manufacturing diperkirakan akan naik ke 56.6.

  1. Data tenaga kerja New Zealand: Rabu (6/8), 05.45 WIB

Tingkat pengangguran di New Zealand tetap 6% di kuartal pertama, dengan meningkatnya tenaga kerja dan tingkat partisipasi tertinggi dalam sejarah New Zealand. Tingkat upah naik 1,6% (termasuk upah lembur) di akhir kuartal pertama. Lapangan pekerjaan di New Zealand diperkirakan akan bertambah 0,7% sementara tingkat penganguran diperkirakan turun menjadi 5,8%.

  1. US Trade Balance: Rabu (6/8), 19.30 WIB

Defisit perdagangan AS menyempit menjadi $44.4 milyar di bulan Mei seiring meningkatnya ekspor AS ke level tertinggi dalam sejarah yaitu $195.5 milyar. Sementara itu, aktivitas impor sedikit berkurang. Rendahnya defisit perdagangan ini memastikan meningkatnya pertumbuhan. Defisit perdagangan AS diperkirakan akan menciut lagi menjadi $44.2 milyar kali ini.

  1. Data tenaga kerja Australia: Kamis (7/8), 08.30 WIB

Tingkat pengangguan di Australia naik menjadi 6% di bulan Juni. Meskipun demikian, jumlah pekerjaan naik sebesar 15.900, melebihi perkiraan di 13.200. Jumlah pekerja purna-waktu berkuran sebesar 3.800 sementara jumlah pekerja paruh-waktu naik sebesar 19.700. Jumlah lapangan pekerjaan di Australia diperkirakan akan bertambah sebesar 13.500 sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 6%.

  1. UK rate decision: Kamis (7/8), 18.00 WIB

Bank of England mempertahankan suku bunga acuan di level terendah 0,5% di bulan Juli. Meskipun demikian aktivitas ekonomi telah sangat membaik setelah stagnasi yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga membuka peluang untuk kenaikan suku bunga di akhir tahun ini atau di awal tahun 2015. Laporan inflasi BOE akan dirilis bulan ini dan mungkin bisa menjadi katalis untuk pengetatan kebijakan moneter. Namun kali ini BOE sepertinya belum akan mengubah suku bunganya.

  1. Eurozone rate decision: Kamis (7/8), 18.45 WIB

Pada pertemuan di bulan Juli, ECB mempertahankan suku bunga. Mario Draghi menyebutkan bahwa suku bunga akan tetap rendah untuk beberapa waktu ke depan sambil mengamati perkembangan inflasi. Seperti yang diketahui, inflasi kawasan euro berada di “area berbahaya” yaitu di bawah 1% sebagaimana yang dilaporkan di bulan Juni. Suku bunga kali ini diperkirakan belum akan berubah.

  1. US Unemployment Claims: Kamis (7/8), 19.20 WIB

Jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS naik sebesar 23.000 pekan lalu, mencapai angka 302.000. Data ini sama dengan angka sebelum resesi. Rendahnya tingkat PHK dan tingginya kepercayaan akan pertumbuhan ekonomi turut memperkuat sektor tenaga kerja AS. Kali ini, jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan naik menjadi 305.000.

  1. Japan rate decision: Jumat (8/8, tentative)

Bank of Japan memutuskan untuk melanjutan stimulus dan menaikkannya dari ¥60 triliun menjadi ¥70 triliun, serta menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal 2014 menjadi 1%. Pemulihan ekonomi sejalan dengan perkiraan, meskipun ada penurunan permintaan domestik menyusul kenaikan pajak konsumsi. BOJ memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat di bulan-bulan mendatang. Tingkat suku bunga diperkirakan tidak akan berubah kali ini.

TECHNICAL OUTLOOK:

EUR/USD

Secara umum, euro masih berada di bawah tekanan bearish walaupun fase rebound terlihat pada pergerakan harga. Area support kunci saat ini adalah 1.33658 dimana pelemahan euro diperkirakan akan terus berlanjut jika harga menembus area support dimana harga akan bergerak hingga kisaran 1.32914-1.31968.

Sebagai alternatif strategi sell, perhatikan jika area resistan Fibonacci yang berada di kisaran 1.34354-1.34783 ditembus dengan potensi bullish hingga kisaran 1.35479. Penembusan area tersebut akan mengubah bias menjadi bullish.

EURUSD FOREX MINGGUAN FOREXIMF 04-08-2014 11-45-30

———-o———-

GBP/USD

GBP/USDterlihat masih bergerak dalam pergerakan bearish. Untuk saat ini, area support kunci adalah 1.68108 yang jika tembuskemungkinanbesar akan diikuti oleh pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 1.67075-1.65762.

Sebagai alternatif strategi sell, perhatikan juga area resistan Fibonacci yang berada di kisaran 1.68830-1.69275 untuk mencari konfirmasi sinyal sell dengan potensi bearish hingga kisaran 1.68108. Namun berhati-hatilah jika resistan 1.69275 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias menjadi bullish dan berpotensi akan membawa GBP/USD menuju kisaran 1.69551-1.69997.

GBPUSD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 04-08-2014 11-45-30

———-o———-

GOLD

Secara umum, pergerakan harga emas masih berada dalam bias bearish. Untuk saat ini, area support kunci adalah 1280.06 dimana kemungkinanbesar akan diikuti oleh pergerakan bearish lanjutan jika area tersebut ditembus hingga kisaran 1263.92-1243.38.

Sebagai alternatif strategi sell, perhatikan juga area resistan Fibonacci yang berada di kisaran 1296.07 dengan mencari konfirmasi sinyal sell dimana ada potensi bearish hingga kisaran 1280.06. Namun berhati-hatilah jika resistan 1296.07 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias menjadi bullish dan berpotensi akan membawa harga emas menuju kisaran 1304.52-1312.07.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 04-08-2014 11-45-30

———-o———-

NIKKEI

Secara umum, pergerakan index Nikkei masih berada dalam kondisi bullish. Untuk saat ini, area support kunci adalah 15775 dimana kemungkinanbesar akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan jika area tersebut ditembus hingga kisaran 15981.

Sebagai alternatif strategi buy, perhatikan juga area resistan Fibonacci yang berada di kisaran 15438 dengan mencari konfirmasi sinyal buy dimana ada potensi bearish hingga kisaran 15616-15775. Namun berhati-hatilah jika support 15438 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias menjadi bearish dan berpotensi akan membawa index menuju kisaran 15299-15100.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 04-08-2014 11-45-30

———-o———-

KOSPI

Index Kospi terus melakukan fase rebound namun tertahan oleh area resistance yang berada di 274.55. Skenario pekan ini, waspadai kemungkinan koreksi kembali ke area support di kisaran 265.75 sebelum kembali rebound ke kisaran 270.40-274.55. Berhati-hatilah jika support 265.75 tembus karena hal tersebut akan mengembalikan bias mingguan menjadi bearish dan kemungkinan akan menekan Kospi ke kisaran 256.95.

KOSPI ANALISA FOREX MINGGUAN FOREXIMF 04-08-2014 11-45-30

0 Comments