Tanpa Ini, Bahkan SOROS Pun Akan Gagal

Crystal ballAnalisa teknikal seringkali memukau para trader pemula. Seringkali angka-angka yang disebutkan sebagai target pergerakan harga tercapai. Kalaupun tak persis mencapai angka yang diperkirakan, setidaknya hanya berjarak 5-10 pips saja. Bagi para pemula, ini adalah sesuatu yang ajaib.

Tentu saja analisa teknikal bukanlah “ilmu terawangan” ala paranormal. Tidak ada kepulan asap kemenyan atau dupa. Analisa teknikal tidak membutuhkan “lelaku” atau ritual mistis semisal bertapa di puncak gunung yang sunyi atau dalam gua yang gelap. Tidak ada.

Faktanya: analisa teknikal adalah ilmu yang bisa dipelajari siapa saja dengan MUDAH.

MUDAH?

(Saya bisa melihat dahi Anda berkerut. Beberapa di antara Anda bahkan menyeringai sinis. Bukan, bukan Anda. Yang saya maksud adalah orang lain.) 🙂

Jika memang semudah itu, mengapa banyak sekali trader yang mengalami kerugian demi kerugian sehingga menguras habis modalnya?

Jawabnya adalah karena mereka menempuh cara yang salah dalam mempelajari analisa teknikal. Hampir semua trader pemula melompat terlalu jauh langsung ke ranah praktis, tanpa pernah mau mempelajari dasar-dasar yang harus dimiliki dalam melakukan analisa teknikal. Ibarat belajar silat, mau tidak mau Anda harus berlatih fisik terlebih dahulu, mempelajari kuda-kuda, memahami langkah, baru kemudian menerapkan jurus. Di samping itu, Anda juga memerlukan latihan yang rutin dan berkesinambungan. Mustahil Anda bisa menjadi pendekar silat pilih tanding tanpa melalui tahapan-tahapan tersebut.

Dalam trading pun demikian. Sebelum menerapkan analisa teknikal dalam trading, Anda harus memahami dan menguasai dasar-dasarnya dahulu. Nah, kali ini kami akan memberikan tips kepada Anda, bagaimana cara mempelajari analisa teknikal dengan benar. Tanpa menguasai 3 hal ini, bahkan GEORGE SOROS pun akan gagal dalam trading. 🙂

konsep analisa teknikal

1. Pahami dulu konsep analisa teknikal

Ada tiga hal yang menjadi fondasi analisa teknikal. Ketiga hal tersebut dikenal dengan istilah Dow Theory.

trolleyYang pertama: “market action discounts everything”. 
Para wanita, kendalikan diri Anda. Ini bukan semacam discount yang ada di mall. 🙂

Menurut para penganut aliran analisa teknikal murni, perubahan pergerakan harga yang kita lihat di grafik merupakan cerminan dari semua informasi yang beredar di pasar. Yang penting adalah hendak ke mana harga bergerak, bukan mengapa harga bisa begini atau begitu. Intinya, para analis teknikal tidak terlalu peduli pada berita-berita yang beredar sebagaimana para analis fundamental.

Yang ke-2: “price moves in trend”.
Harga selalu bergerak dalam trend. Setidaknya ada tiga jenis trend yang perlu Anda ketahui, yaitu: uptrend, downtrend dan sideways. Begitu Anda bisa mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung, Anda akan bisa manfaatkan peluang yang ada.

Yang ke-3: “history repeats itself”.fossil
Bung Karno pernah berkata, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Dalam analisa teknikal pun prinsip ini dijadikan pedoman. Perilaku pasar tercermin dalam pola pergerakan harga yang cenderung berulang dari waktu ke waktu. Di halaman edukasi kami, Anda bisa mempelajari pelbagai pola candlestick (candlestick pattern) maupun price pattern. Jika Anda bisa mengenali suatu pola, maka Anda bisa memperkirakan ke mana harga akan bergerak. Dengan demikian, besar kemungkinan Anda akan bisa memperoleh keuntungan dari pergerakan harga selanjutnya.

2. Pahami dulu konsep trend

Kaum hawa biasanya fasih bicara mengenai trend fashion. Mayoritas mereka beranggapan mengenakan pakaian yang sudah out of date alias “nggak nge-tren lagi” adalah sebuah pantangan.

Bukan hanya fashion yang mengenal trend; pasar forex juga mengenalnya. Agar selamat dalam trading maka Anda perlu mengikuti trend yang sedang berlangsung. Tentu saja bukan trend berpakaian, melainkan “trend” pergerakan harga. Maksudnya adalah arah pergerakan harga secara umum dalam rentang waktu tertentu.

trendBerdasarkan arahnya, trend dibagi menjadi tiga, yaitu trend naik (uptrend), turun (downtrend) dan sideway (sering disebut juga “flat”). Nah, bagaimana caranya agar selamat? Ikuti trend yang berlangsung saat itu. Jika trend-nya adalah naik (uptrend), maka plan yang paling masuk akal adalah mencari posisi buy (beli). Sebaliknya jika trend-nya adalah turun (downtrend), maka strategi yang paling aman adalah mencari posisi sell (jual).

Kalau sideway bagaimana? Ada dua pilihan: tunggu hingga trend-nya jelas (ini paling aman), atau “bermain tik-tok”, yaitu sell dekat resistance atau buy dekat support.

3. Pahami konsep support dan resistance

Jika Anda mengamati pergerakan harga, Anda akan menemukan bahwa harga tidak pernah bergerak dalam garis lurus. Selalu ada waktu ketika harga berhenti bergerak naik, untuk kemudian kembali bergerak turun. Sebaliknya ada juga masa ketika harga berhenti turun dan lalu kembali naik.

Tempat-tempat “berhentinya” harga itu kita sebut saja dengan nama “penahan” atau “tahanan”. Nah, selanjutnya kita akan mengenali dua macam “penahan” pergerakan harga itu, yaitu yang disebut dengan support dan resistance.

Ada cara sederhana dalam menjelaskan support dan resistance ini. Bayangkan Anda sedang berada dalam sebuah ruangan yang tentu memiliki lantai dan langit-langit. Di tangan Anda ada sebuah benda, misalnya bola. Jika Anda melemparkan bola tersebut ke arah langit-langit, besar kemungkinan bola tersebut akan kembali turun karena tertahan oleh langit-langit. Sebaliknya, jika bola tersebut Anda jatuhkan ke lantai, besar kemungkinan bola tersebut akan memantul karena ditahan oleh lantai.

Playing ball

Support bekerja seperti lantai. Level support menahan jatuhnya harga. Sedangkan resistance bekerja seperti langit-langit ruangan tersebut, yang menahan naiknya pergerakan harga. Itulah sebabnya level terbaik untuk mengambil posisi beli (buy) adalah di area support, karena besar kemungkinan harga akan kembali bergerak naik dari sana. Sebaliknya, level terbaik untuk mengambil posisi jual (sell) adalah area resistance, karena besar kemungkinan harga akan kembali bergerak turun setelah tertahan oleh resistance.

Meskipun demikian, support dan resistance ini tak selamanya bisa menahan pergerakan harga. Ada kalanya pergerakan harga begitu hebatnya sehingga bisa menembus pertahanan support atau resistance. Untuk mempelajari lebih dalam mengenai support dan resistance ini, silakan kunjungi halaman edukasi kami.

Nah, tiga hal inilah yang setidaknya perlu Anda pahami jika ingin mempelajari analisa teknikal. Di tulisan selanjutnya akan kami bahas 5 langkah mudah melakukan analisa teknikal. Ikuti saja terus blog kami.

Sampai jumpa. 🙂

Analisa Forex Mingguan: 21-25 Juli 2014

HOT ISSUE: Tenaga Kerja Membaik, Fed Naikkan Bunga?

Dollar dan yen merespon isu geopolitik di akhir pekan lalu, mulai dari ditembakjatuhnya pesawat penumpang Malaysia di Ukraina dan tindakan ofensif Israel di Gaza. Ketegangan yang meningkat di Ukraina mulai mempengaruhi sentimen bisnis di Jerman, yang merupakan negara kunci untuk sektor manufaktur kawasan euro.

Janet Yellen dicecar pertanyaan-pertanyaan pada pertemuan di Washington. Fed terlihat semakin dekat dengan pengetatan kebijakan moneter dan dollar merespon dengan positif. Di Eropa, masalah yang dihadapi Portugal menyebabkan kekhawatiran, demikian juga sentimen bisnis yang menurun di Jerman. EUR/USD sempat jatuh ke bawah 1.35.

Di Inggris, turunnya jumlah pengangguran tak banyak membantu karena tak didukung oleh peningkatan gaji.

Berikut ini adalah data-data fundamental yang perlu diperhatikan di pekan ini.

1. Data inflasi AS: Selasa (22/7), 19.30 WIB
Indeks harga konsumen AS naik 0,4% di bulan Mei, di tengah kenaikan tajam harga bahan makanan. Naiknya harga-harga ini kemungkinan besar akan membuat Federal Reserve untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih cepat daripada perkiraan. Data selanjutnya: CPI diperkirakan bertambah 0,3% sementara core CPI diperkirakan naik sebesar 0,2%.

2. US Existing Home Sales: Selasa (22/7), 21.00 WIB
Jumlah penjualan rumah bekas naik di bulan Mei, mendekati level tertinggi tiga tahun. Angka penjualan tahunan tercatat sejumlah 4,89 juta. Membaiknya sektor perumahan ini seiring dengan meningkatnya pendapatan dan turunnya harga rumah, sehingga menaikkan daya beli masyarakat. Data selanjutnya diperkirakan penambahan hingga 4,98 juta.

3. US Unemployment Claims: Kamis (24/7), 19.30 WIB
Jumlah warga negara AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran berkurang 3.000 pekan lalu, menjadi 302.000. Ini menandakan sektor tenaga kerja AS mulai membaik. Yellen memperingatkan bahwa Fed mungkin akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada perkiraan jika sektor tenaga kerja terus menguat. Data pekan ini diperkirakan akan naik menjadi 310.000.

4. US New Home Sales: Kamis (24/7), 21.00 WIB
Di bulan Mei, tingkat penjualan rumah baru di AS naik ke angka tertinggi enam tahun, yaitu 504.000 unit. Angka ini lebih tinggi 18,6% dibandingkan bulan sebelumnya, melebihi perkiraan ekonom yaitu 442.000 unit. Data selanjutnya diperkirakan akan memperlihatkan angka 485.000.

5. German Ifo Business Climate: Jumat (25/7), 15.00 WIB
Indeks bisnis Jerman turun menjadi 109.7 di bulan Juni, setelah sebelumnya berada di angkat 110.4 di bulan Mei. Sektor manufaktur Jerman khawatir akan konsekuensi yang mungkin bisa terjadi dari krisis yang terjadi di Ukraina dan Irak. Lebih dari 6.000 perusahaan Jerman yang memiliki hubungan bisnis dengan Rusia. Selanjutnya, sentimen bisnis diperkirakan akan turun menjadi 109.6.

6. UK GDP: Jumat (25/7), 15.30 WIB
Di kuartal pertama 2014 perekonomian Inggris meningkat sebesar 0,8% q/q dan 3,1% y/y. Ini merupakan kenaikan untuk ang ke-5 kalinya berturut-turut, pertumbuhan yang terpanjang sejak terjadinya krisis ekonomi di kuartal pertama 2008. Kontributor utama pertumbuhan ini adlaah sektor industri, yang mengalami peningkatan sebesar 0,9%. Sektor tenaga kerja pun menunjukkan perbaikan. Di kuartal ke-2, ekonomi Inggris diperkirakan akan tumbuh sebesr 0,8%.

7. US Durable Goods Orders: Jumat (25/7), 19.30 WIB
Tingkat pemesanan barang tahan lama di AS turun 1% di bulan Mei di tengah penurunan permintaan yang tajam di sektor peralatan militer. Data tersebut lebih buruk daripada perkiraan para analis yang hanya memperkirakan penurunan sebesar 0,1%. Meskipun demikian, di luar sektor militer, tingkat pemesanan barang tahan lama sebenarnya naik, demikian juga untuk kategori lain yang menjadi indikator investasi. Data selanjutnya diperkirakan naik 0,4%, sementara core order diperkirakan naik 0,6%.

TECHNICAL OUTLOOK:

EUR/USD

Secara umum, euro masih berada di bawah tekanan. Area support kunci saat ini adalah 1.34897. Pelemahan euro diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.34544-1.34150.

Sebagai alternatif strategi jual, perhatikan juga area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 1.35468-1.35821 untuk mencari konfirmasi sinyal sell dengan potensi target di kisaran 1.35250-1.34897. Namun berhati-hatilah jika resistance 1.35821 tembus sebab hal tersebut akan mengubah bias menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat EUR/USD hingga kisaran 1.36039-1.36392.

EURUSD FOREXIMF 21-07-2014 8-54-20

———-o———-

USD/CHF

USD/CHF masih bergerak dalam fase konsolidasi. Untuk saat ini, area resistance kunci adalah 0.90025 yang jika tembus kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.90274-0.90552.

Sebagai alternatif strategi buy, perhatikan juga area support Fibonacci yang berada di kisaran 0.89622-0.89374 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 0.89776-0.90025. Namun berhati-hatilah jika support 0.893749 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF menuju kisaran 0.89220-0.88971.

USDCHF FOREXIMF 21-07-2014 8-07-39

———-o———-

GOLD

Harga emas kembali berada dalam bias bearish untuk view mingguan. Saat analisa ini dibuat, harga emas sedang bergerak di area resistance yang berada di kisaran 1312.29-1324.81. Sebagai strategi pekan ini, perhatikan area resistance tersebut untuk mencari sinyal jual dengan potensi rebound hingga kisaran 1304.55-1292.03.

Waspadalah jika resistance 1324.81 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas ke kisaran 1332.55-1345.07.

GOLD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 21-07-2014 10-50-52

———-o———-

NIKKEI

Pekan ini Nikkei berada dalam bias NETRAL. Indeks terlihat bergerak sideways di chart 4 jam. Area support yang perlu diperhatikan adalah 15202-15328. Selama area support tersebut bertahan maka Nikkei masih akan berpotensi rebound ke kisaran 15405-15530.

Perhatikan bahwa Stochastic telah memperlihatkan area jenuh beli di chart 4 jam. Dengan demikian jika pekan ini Nikkei berhasil tembus ke bawah 15202, maka Nikkei berpotensi akan kembali melemah dengan sasaran hingga kisaran 15215-15000.

NIKKRI ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 21-07-2014 10-50-52

———-o———-

HANGSENG

HangSeng rebound namun tertahan oleh area resistance yang berada di 23635. Sebagai skenario pekan ini, waspadai kemungkinan koreksi kembali ke area support di kisaran 23295-22955 sebelum kembali rebound ke kisaran 23425-23635. Berhati-hatilah jika support 22955 tembus karena hal tersebut akan mengembalikan bias mingguan menjadi bearish dan kemungkinan akan menekan HangSeng ke kisaran 22745.

HANGSENG ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 21-07-2014 10-50-52

Analisa Forex Mingguan: 14-18 Juli 2014

HOT ISSUE: Para Gubernur Bank Sentral Akan Berpidato

FOMC Meeting Minutes memperlihatkan bahwa Fed masih merencanakan mengakhiri QE di bulan Oktober 2014. Meskipun demikian tidak ada indikasi yang jelas mengenai kapan suku bunga akan mulai dinaikkan. Di kawasan euro, ancaman untuk sektor perbankan kembali muncul dari Portugal. Sementara itu penguatan poundsterling tertahan oleh lemahnya data ekonomi Inggris. Di Australia, data tenaga kerja kembali menekan Aussie.

Berikut adalah beberapa data ekonomi penting pekan ini:

1. Pernyataan Mario Draghi: Senin (14/7), 24.00 WIB
Presiden ECB Mario Draghi akan memberikan pernyataan di depan Committee on Economic and Monetary Affairs of the European Parliament, di Strasbourg. Ia kemungkinan akan berbicara mengenai inflasi yang lemah. Pasar kemungkinan akan semakin volatile jika Draghi menyebut-nyebut mengenai suku bunga dan kemungkinan QE.

2. Suku bunga Bank of Japan: Selasa (15/7), tentative
Pada pertemuan bukan Juni, Bank of Japan memutuskan untuk menahan suku bunga. BOJ menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan cukup baik sesuai ekspektasi.

3. Data Inflasi Inggris: Selasa (15/7), 15.30 WIB
Inflasi Inggris turun di bulan Mei ke level terendah empat setengah tahun di 1,5%, seiring turunnya biaya penerbangan dan harga makanan. Inflasi tetap berada di bawah target 2% BOE untuk enam bulan berturut-turut. Bagaimanapun harga-harga masih naik lebih cepat daripada tingkat penghasilan rata-rata. CPI kali ini diperkirakan 1,6%.

4. Pidato Mark Carney: Selasa (15/7), 16.00 WIB
BOE Governor Mark Carney akan berbicara mengenai stabilitas finansial di London. Jika ia membicarakan suku bunga, pasar kemungkinan akan bergerak volatile.

5. German ZEW Economic Sentiment: Selasa (15/7), 16.00 WIB
Sentimen investor terus turun di bulan Juni ke level terendah dalam 18 bulan, turun 3,3 poin ke 29,6. Ini merupakan penurunan dalam 6 bulan berturut-turut, menandakan melambatnya ekonomi. Kali ini, data tersebut diperkirakan akan naik ke 33,4.

6. US retail sales: Selasa (15/7), 19.30 WIB
Penjualan eceran di AS naik 0,3% di bulan Mei, di bawah perkiraan analis yaitu 0,5%. Namun pertumbuhan positif di sektor tenaga kerja membuat data ini tak terlalu dikhawatirkan. Sementara itu penjualan inti (core sales) di bulan Mei naik 0,1%, setelah di bulan sebelumnya naik 0,4%. Kali ini, data retail sales diperirakan naik 0,6%.

7. Pernyataan Janet Yellen: Selasa (15/7), 21.00 WIB
Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan memberikan pernyataan di depan Senat AS. Isu yang mungkin akan dikemukakan adalah tentang tapering, inflasi dan suku bunga.

8. Data tenaga kerja Inggris: Rabu (16/7), 15.30 WIB
Di bulan Mei, jumlah klaim tunjangan pengangguran di Inggris turun melebih perkiraan ke 27.400 sementara tingkat pengangguran turun ke 6,6%. Kali ini, jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan turun sebesar 27.100 dan tingkat pengangguran akan tetap di 6,6%.

9. US PPI : Rabu (15/7), 19.30 WIB
Bulan Mei, indeks harga produsen di AS jatuh di luar dugaan sebesar 0,2%, menandakan inflasi tak terlalu tinggi. Dalam 12 bulan terakhir, harga produesen naik 2% sejalan dengan target inflasi Fed. Core PPI tak berubah. Data PPI kali ini diperkirakan naik menjadi 0,4%.

10. US Building Permits: Kamis (16/7), 19.30 WIB
Bulan Mei, jumlah izin mendirikan bangunan turun 6,4%. Perumahan yang baru dibangun turun 6,5%, lebih buruk daripada perkiraan. Kali ini, jumlah IMB yang diterbitkan diperkirakan mencapai 1,04 juta.

11. US Unemployment Claims: Kamis (16/7), 19.30 WIB
Klaim tunjangan pengangguran turun sebesar 11.000 pekan lalu menjadi 304.500, membawa data terebut mendekati level terendah 7-tahun yaitu 298.000. Pekan ini data tersebut diperkirakan naik sebesar 310.000.

12. US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis (16/7), 21.00 WIB
Bulan Juni, indeks sektor manufaktur di kawasan Philadelphia naik ke 17.8. Ini merupakan kenaikan 4 bulan berturut turut. Angka positif ini menandakan sektor manufaktur AS menguat. Namun kali ini data tersebut diperkirakan turun ke 15.6.

13. US UoM Consumer Sentiment: Kamis (16/7), 20.55 WIB
Indeks sentimen konsumen AS turun di bulan Juni ke 81.2, namun belum berada dalam trend penurunan. Dalam 6 bulan terakhir, indeks kepuasan konsumen masih positif. Data selanjutnya yang akan dirilis diperkirakan naik ke 83.5.

TECHNICAL OUTLOOK:

GBP/USD

GBP/USD masih berada dalam fase konsolidasi. Saat analisa ini dibuat harga sedang menguji area support yang berada di kisaran 1.70196. Pada saat yang sama, CCI 4 jam memperlihatkan indikasi jenuh jual. Maka dari itu untuk saat ini ada potensi GBP/USD akan rebound dengan sasaran hingga kisaran 1.71785.

Meskipun demikian ada kemunginan koreksi poundsterling akan berlanjut ke area kisaran 1.70196-1.70380. Area tersebut juga bisa dijadikan acuan untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1.71248-1.71785.

Sebaliknya, berhati-hatilah jika support 1.70380 tembus sebab hal tersebut berpotensi akan menekan GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.70048-1.69511.

GBPUSD FOREXIMF 14-07-2014 8-02-49

———-o———-

USD/JPY

Pull-back terjadi pada USD/JPY, mendekati area resistance di 101.454. Stochastic dan CCI mendekati area overbought. Untuk pekan ini, USD/JPY masih mungkin akan bergerak turun jika sinyal bearish muncul sebelum resistance 101.454 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 101.244-101.057.

Skenario bearish di atas kemungkinan besar akan batal jika resistance 101.454 tembus, sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY ke kisaran 101.664-101.851.

USDJPY ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 14-07-2014 10-09-54

———-o———-

GOLD

Harga emas mulai merambat naik. Saat analisa ini dibuat, harga emas terkoreksi mendekati area support yang berada di kisaran 1329.82-1320.40. Sebagai strategi pekan ini, perhatikan area support tersebut untuk mencari sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1335.65-1345.07.

Waspadalah jika support 1320.40 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas ke kisaran 1314.57-1305.15.

GOLD ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 14-07-2014 10-09-54
———-o———-

NIKKEI

Pekan ini Nikkei berada dalam bias bearish. Pull-back telah terjadi ke area resistance Fibonacci yang berada di kisaran 15202-15328. Stochastic telah memperlihatkan area jenuh beli di chart 4 jam. Dengan demikian pekan ini Nikkei berpotensi akan kembali melemah dengan sasaran hingga kisaran 15215-15000.

Berhati-hatilah jika resistance 15328 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Nikkei menuju kisaran 15405-15530.

NIKKEI ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 14-07-2014 10-09-54

———-o———-

HANGSENG

HangSeng rebound. Sebagai skenario pekan ini, waspadai kemungkinan koreksi kembali ke area support di kisaran 23295-22955 sebelum rebound ke kisaran 23425-23635. Berhati-hatilah jika support 22955 tembus karena hal tersebut akan mengembalikan bias mingguan menjadi bearish dan kemungkinan akan menekan HangSeng ke kisaran 22745.

HANGSENG ANALISA MINGGUAN FOREXIMF 14-07-2014 10-09-54

Analisa Forex Mingguan: 7-11 Juli 2014

HOT ISSUE: JOLTS Job Openings Akan Diperhatikan Pasar

Sektor tenaga kerja AS membaik, dengan bertambahnya 288 ribu lapangan pekerjaan dan turunnya tingkat pengangguran menjadi 6,1%. Ini merupakan ke-5 kalinya berturut-turut, di mana sektor tenaga kerja memperlihatkan pertambahan lapangan pekerjaan di atas 200 ribu. Pertumbuhan lapangan pekerjaan rata-rata adalah 231 ribu per bulan untuk semester pertama tahun ini. Apakah data-data ini cukup bagi Federal Reserve untuk memikirkan ulang kebijakan moneter mereka?

Di kawasan euro, Draghi masih rajin memberikan komentar dovish dan membuka peluang bagi quantitative easing. Sementara itu poundsterling menikmati data PMI yang positif.

Berikut ini adalah data-data ekonomi yang perlu diperhatikan untuk pekan ini.

1. JOLTS Job Openings: Selasa (8/7), 21.00 WIB
Data yang merupakan salah satu tolok ukur sektor tenaga kerja ini sangat diperhatikan oleh Fed. Pembukaan lapangan pekerjaan naik menjadi 4,45 juta di bulan April dan data selanjutnya diperkirakan akan meningkat menjadi 4,53 juta.

2. FOMC Meeting Minutes: Kamis (10/7), 01.00 WIB
Pada pertemuan di bulan Juni, Fed melakukan tapering untuk ke-5 kalinya sesuai perkiraan, dan juga merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi. Dalam konferensi pers, pernyataan Yellen masih bernada dovish yang memberi tekanan pada USD.

3. Data tenaga kerja Australia: Kamis (10/7), 08.30 WIB
Tingkat pengangguran di Australia bertahan di 5,8% di bulan Mei, meskipun di luar dugaan ada penurunan lapangan pekerjaan sebesar 5,9%. Pada analis sebelumnya memperkirakan kenaikan lapangan pekerjaan sebesar 10.000 dan kenaikan klaim pengangguran menjadi 5,9%. Meskipun demikian, hal ini tidak sepenuhnya buruk, karena ada kenaikan jumlah karyawan tetap sebesar 22.200 sementara pekerja paruh-waktu turun sebesar 27.000. Tingkat pengangguran naik ke level tertinggi 10 tahun di bulan Januari, yaitu 6%. Data lapangan pekerjaan selanjutnya diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 10.000, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan berada di 5,9%.

4. Keputusan suku bunga Inggris: Kamis (10/7), 18.00 WIB
Ada semacam keyakinan di kalangan investor bahwa BOE tidak akan menaikkan suku bunga hingga setelah Pemilu di bulan Mei 2015. Meskipun demikian, data-data terkini memperlihatkan bahwa ada kemungkinan BOE akan menaikkan suku bunga menjadi 3% dalam waktu dekat. Mark Carney sendiri pernah berkata bahwa ia akan menaikkan suku bunga jika tingkat pengangguran turun ke bawah 7%. Target ini secara tak terduga telah tercapai dan memaksa Carney untuk mengubah pemicu kenaikan suku bunga, dari sebelumnya tingkat pengangguran menjadi 18 indikator ekonomi. Para analis memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga yang bertahap yang akan berlanjut hingga tahun 2017 dengan kenaikan pertama sebesar 0,75% di kuartal ke-4 tahun ini. Untuk kali ini, kemungkinan BOE belum akan menaikkan suku bunganya.

5. US Unemployment Claims: Kamis (10/7), 19.30 WIB
Jumlah klaim tunjangan pengangguran naik sebesar 2.000 di pekan lalu menjadi 315.000, berada di dekat level pra-resesi. Data tersebut sejalan dengan perkiraan. Kali ini, data klaim tunjangan pengangguran tersebut diperkirakan akan mencapai angka 316.000.

TECHNICAL OUTLOOK:

AUD/USD

Untuk bias mingguan, AUD/USD berada dalam bias bearish. Untuk support kunci mingguan adalah level 0.9327. Penembusan ke bawah support tersebut diperkirakan akan memperbesar tekanan bearish dan mampu menekan Aussie hingga kisaran 0.9285-0.9239.

Di sisi lain, perhatikan bahwa stochastic dan CCI mulai menanjak di chart 4 jam. Sebagai alternatif strategi sell, perhatikan area 0.9394-0.9436, dengan perhatian khusus pada level Fibonacci 50% yaitu 0.9415 untuk mencari konfirmasi sinyal sell dengan potensi target hingga kisaran 0.9369-0.9327.

Berhati-hatilah jika harga tembus ke atas 0.9436 tembus karena hal tersebut akan mengembalikan bias bullish dan berpotensi akan mengangkat Aussie hingga kisaran 0.9462-0.9504.

AUDUSD ANALISA FOREX MINGGUAN 07-07-2014 11-41-04

 

USD/JPY

Yen melemah. Saat analisa ini ditulis harga masih menguji resistance di 102.26. Jika resistance tersebut tembus, pelemahan yen diperkirakan akan berlanjut hingga kisaran 102.50-102.78.

Sebagai skenario alternatif perhatikan area support di kisaran 101.74 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound ke kisaran 102.01-102.26.

Skenario bullish di atas kemungkinan besar akan batal jika support 101.74 tembus, sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY ke kisaran 101.47-101.23.

USDJPY ANALISA FOREX MINGGUAN 07-07-2014 11-41-04

GOLD

Harga emas bergerak sideway dalam fase konsolidasi. Area resistance kunci mingguan adalah 1333.38. Jika resistance tersebut tembus, harga emas diperkirakan akan naik hingga kisaran 1351.08-1370.87.

Saat analisa ini ditulis, koreksi terjadi mengarah ke area support yang berada di kisaran 1304-74-1287.04. Perhatikan area support tersebut untuk mencari alternatif sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 1315.68-1333.38.

Waspadalah jika support 1287.04 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas ke kisaran 1276.10-1258.40.

GOLD ANALISA FOREX MINGGUAN 07-07-2014 11-41-04

 

NIKKEI

Nikkei rebound sejalan dengan analisa kita pekan lalu. Penguatan Nikkei diperkirakan akan berlanjut jika resistance 15530 tembus sehingga berpotensi akan memperpanjang rally hingga kisaran 15649-15783. Sebagai skenario alternatif perhatikan area support yang berada di kisaran 15337-15218 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 15411-15530.

Berhati-hatilah jika support 15218 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei menuju kisaran 15144-15025.

NIKKEI ANALISA FOREX MINGGUAN 07-07-2014 11-41-04

 

HANGSENG

Pergerakan HangSeng secara umum masih berpotensi bullish. Saat analisa ini dibuat, indeks menguji resistance kunci mingguan yang berada di 23635. Jika tembus, maka HangSeng diperkirakan akan terus melaju hingga kisaran 23845-24080. Sebagai alternatif, perhatikan juga area support di kisaran 23295-23085 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi rebound hingga kisaran 23425-23635.

Sebaliknya bias mingguan akan berubah menjadi bearish jika support 23085 tembus dan kemungkinan akan menekan HangSeng ke kisaran 22955-22745.

HANGSENG ANALISA FOREX MINGGUAN 07-07-2014 11-41-04

 

Beli Emas: Investasi atau Spekulasi?

GOLD LM 1Suatu ketika, sepasang suami-istri memasuki sebuah toko emas. Setelah melihat-lihat beberapa model perhiasan di deretan etalase depan, sang suami kemudian tertarik untuk mengetahui harga logam mulia yang diproduksi dalam bentuk batangan dan koin. Ia dengan antusias mulai menanyakan harga per gram emas batangan tersebut. Sementara itu wajah sang istri terlihat agak masam karena ia ternyata lebih menginginkan seuntai kalung emas.

Sang suami berargumen bahwa jika memang ingin berinvestasi emas, sebaiknya yang disimpan adalah emas murni dalam bentuk batangan atau koin saja, sebab nilainya akan lebih stabil dibandingkan dengan perhiasan. Katanya, nilai emas dalam bentuk perhiasan tidak hanya ditentukan oleh kandungan emasnya saja, melainkan juga biaya pembuatan dan desainnya. Jika desainnya dianggap sudah out-of-date, ada kemungkinan nilainya akan berada di bawah harga emas dunia. Apalagi kadar emasnya hanya berkisar 70% saja.

Sang istri berdalih, jika mereka menyimpan emas batangan, mereka harus repot memikirkan bagaimana cara menyimpan emas tersebut. Mau tak mau mereka harus menyewa safe deposit box. Sementara kalau dalam bentuk perhiasan, sang istri tinggal mengenakannya. Sang suami membalas argumen tersebut, bahwa kalaupun dipakai sebagai perhiasan, tetap ada resiko untuk hilang atau dijambret. And so on… and so on….

Mana yang benar?

Sebenarnya tak ada yang salah dengan pilihan menyimpan emas batangan ataupun perhiasan. Masing-masing memiliki nilai plus dan minus. Namun ada satu hal yang rupanya tak terpikir oleh pasangan suami istri tersebut: apakah mereka menyimpan emas sebagai sarana investasi atau “spekulasi”?

GOLD JEWELRY 1

Rata-rata orang yang membeli emas berniat akan menjualnya lagi jika harganya sudah naik. Masyarakat menyebutnya sebagai investasi. Padahal, tahukah Anda bahwa sebenarnya itu adalah bentuk spekulasi?

Mungkin istilah “spekulasi” terdengar agak “tajam” di telinga Anda. Jangan salah persepsi dulu. “Spekulasi” di sini tidak semata-mata berarti “untung-untungan” atau “gambling”. Spekulasi sebenarnya adalah tindakan membeli atau menjual suatu subyek perdagangan dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari selisih pergerakan harga. Sebagai salah satu rujukan definisi, Anda bisa lihat di kamusbahasaindonesia.org. Di situ tertulis bahwa salah satu definisi spekulasi adalah “(perihal) membeli atau menjual sesuatu yg mungkin mendatangkan untung besar”. Ini senada dengan definisi dagang.

Baiklah, supaya tidak terlalu “ekstrim”, baiklah kita menggunakan kata “berdagang” saja untuk menggantikan kata “spekulasi”.

Jangan salah ya, investasi beda lho dengan dagang!

Ada perbedaan yang mendasar antara investasi dan perdagangan. Kita ambil contoh sederhana: tanah.

Land for sale

Misalnya ada seseorang bernama Andi yang memiliki tanah seluas 1.000 meter per segi. Ketika ia membeli tanah tersebut, harganya adalah 800 juta rupiah. Andi tidak melakukan apa pun pada tanah yang dimilikinya. Ia membiarkan tanah tersebut tak terurus, hingga tiga tahun kemudian ia menjualnya kepada Badu seharga 900 juta rupiah. Andi pun mendapatkan keuntungan sebesar 100 juta rupiah dan tanah tersebut kini menjadi milik Badu.

Badu lalu menanam sejumlah pohon sengon di atas tanah tersebut. Lima tahun kemudian ia memanen pohonnya, menjualnya kayunya, lalu menanam pohon baru. Ia mendapatkan keuntungan dari penjualan kayu pohon tersebut. Begitu seterusnya.

Dari dua contoh di atas, Andi dikatakan melakukan perdagangan pada tanah yang dimilikinya. Keuntungan yang ia peroleh berasal dari selisih harga ketika ia membeli tanah tersebut dengan ketika ia menjualnya kepada Badu. Namun pada saat yang sama ia kehilangan kepemilikan atas tanah tersebut.

Sementara Badu melakukan invetasi atas tanah yang dibelinya dari Andi. Ia mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kayu sengon yang ditanamnya di atas tanah tersebut. Keuntungan diperoleh, namun tanah itu tetap jadi miliknya.

Sudah jelas ya? 🙂

“The goat story”

Dari pemaparan di atas bisa Anda bedakan bahwa selama Anda membeli sesuatu untuk dijual kembali, namanya adalah spekulasi. Jadi, jika Anda membeli emas dengan niat akan dijual kembali jika harganya naik, Anda telah melakukan spekulasi atas emas tersebut.

Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah: bagaimana bentuk investasi emas? Emas kan tidak bisa ditanami pohon sengon seperti tanah milik Badu?

Nilai (bukan harga) emas memang cenderung tak pernah berubah dari waktu ke waktu. Itulah sebabnya emas dikatakan sebagai aset “safe-haven”, yang tak terpengaruh oleh inflasi.

GOLD SAFE HAVEN

Benarkah? Bukannya harganya pun ikut naik dan turun? Nilai yang mana yang tak berubah? Maksudnya bagaimana?

Ya benar. Mungkin Anda tak menyadari bahwa nilai intrinsik emas tak pernah berubah dari masa ke masa. Contohnya adalah ketika harga emas Anda konversi ke harga kambing. Pada tahun 1979, harga satu ekor kambing berkisar 15-20 ribu rupiah per ekor. Menjelang hari raya Idul Adha, harga naik menjadi 25-80 ribu rupiah per ekor (sumber: Suara Merdeka, 30 Oktober 1979). Wajar karena naiknya permintaan untuk kurban. Namun kita ambil saja harga rata-rata pada saat normalnya kala itu: sebutlah 25 ribu rupiah per ekor.

KAMBING

Pada saat itu, harga emas adalah sekitar USD 12.86/gram; dengan kurs USD/IDR saat itu (1 USD = Rp 625,-) kira-kira senilai dengan Rp 8.037,- per gram. Artinya, satu ekor kambing waktu itu setara dengan kira-kira 3 gram emas.

Tahun 2014 ini, harga kambing ukuran sedang (± 13kg) kira-kira adalah 1,5 juta rupiah per ekor (sumber: harga kambing). Harga emas sekarang (tanggal 2 Juli 2014) kira-kira 500 ribu rupiah per gram (1325 USD/troy ounce; 1 USD = sekitar Rp 12.000,-). Dengan demikian, harga kambing per ekor sejak tahun 1979 tetap senilai dengan kira-kira 3 gram emas! Dengan kata lain, nilai emas tak banyak berubah setidaknya dalam 35 tahun terakhir ini.

Jadi, investasi atau berdagang nih?

Berdasarkan kisah kambing di atas, jika saat ini Anda memutuskan untuk membeli emas dan akan Anda simpan agar suatu hari nanti bisa dipergunakan untuk membeli kambing atau keperluan pendidikan anak Anda, maka Anda bisa dikatakan melakukan investasi emas. Meskipun nantinya emas itu Anda “tukarkan” ke dalam bentuk uang tunai, namun pada dasarnya Anda tidaklah mengambil keuntungan dari selisih harganya.

Namun jika Anda membeli emas sekarang dengan maksud untuk mengambil keuntungan dari selisih pergerakan harganya, tak pelak lagi itulah yang disebut dengan perdagangan.

question mark

Tentu saja, pilihan ada di tangan Anda, apakah Anda lebih suka berinvestasi untuk jangka panjang atau berdagang. Keduanya bahkan bisa dilakukan bersamaan.

Namun jika Anda memutuskan untuk mentrasaksikan emas dalam perdagangan, Anda bisa memilih satu di antara dua cara berikut: membeli emas secara tradisional (datang ke toko emas, beli emas batangan/perhiasan), atau melakukannya secara online lewat pialang berjangka.

Jika Anda memilih bertransaksi secara online lewat pialang berjangka, pastikan Anda melakukannya dengan pialang berjangka yang berkualitas dan terpercaya, seperti FOREXimf.com. Anda pun harus membekali diri Anda dengan pengetahuan yang cukup dan kami bisa memberikannya pada Anda. Sebagai awalan, Anda bisa membaca artikel blog kami yang membahas mengenai cara bertransaksi emas secara online. Jika ada yang masih ingin Anda tanyakan, silakan bertanya melalui Live Chat.

Selamat berinvestasi/berdagang. 🙂