Cara Mudah Menggunakan Strategi Trendline

Trendline merupakan salah satu alat yang paling sederhana dalam analisis teknikal. Namun jangan tertipu pada penampilannya yang sederhana itu, sebab di balik kesederhanaannya tersimpan potensi yang besar untuk menghasilkan keuntungan bagi transaksi Anda.

“Trendline? Sungguh?” Mungkin pertanyaan itu yang berkecamuk di pikiran Anda saat ini.

Ya. Trendline. Sungguh. Percayalah.

Pernah dengar ungkapan “the trend is your friend”? Trend harga adalah teman Anda. Jangan bermusuhan dengan trend karena itu hanya akan membuat Anda kepayahan dalam trading, bahkan berujung kehancuran. Anda tak akan pernah bisa mengalahkan pasar. Yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti ke arah mana pasar bergerak. Itulah satu-satunya cara yang paling aman.

Sesuai dengan namanya, trendline tentu saja adalah alat yang bisa Anda gunakan untuk mengenali arah trend. Selain itu, trendline ini juga berfungsi sebagai support (dalam uptrend) dan resistance (dalam downtrend). Kali ini, Anda akan mempelajari cara mengombinasikan trendline dengan indikator teknikal yang juga sederhana sebagai sebuah sistem atau strategi trading.

Yang pertama kali perlu Anda lakukan adalah tentu saja mengenali trend itu sendiri. Secara kasat mata, sebenarnya Anda sudah bisa mengetahui trend apa yang tengah berlangsung di pasar saat itu (baca :  mengenai trendline ). Jika Anda telah mengenali trend yang berlangsung saat itu, Anda bisa menarik trendline.

Pada contoh di bawah ini, terlihat chart GBP/USD bergerak dalam uptrend. Anda bisa melihat trendline di chart tersebut.

STRATEGI TRENDLINE

Oke. Biasanya kemudian muncul pertanyaan: apa yang selanjutnya harus dilakukan?

Prinsipnya sederhana saja. Anda tinggal menunggu koreksi terjadi hingga ke area trendline tersebut dan mencari konfirmasi sinyal bullish sebelum trendline tersebut tembus.

Permasalahannya kemudian adalah sinyal seperti apakah yang harus Anda cari?

Solusi untuk permasalahan tersebut adalah: indikator teknikal. Dalam hal ini, Anda bisa memasang indikator teknikal yang bersifat oscillator di chart Anda. Analis teknikal di FOREXimf.com menyarankan untuk menggunakan stochastic dan CCI sebagai “filter” untuk mencari sinyal buy atau sell (baca di sini: stochastic dan CCI). Sebagai penguat, Anda juga bisa menggunakan konfirmasi pola candlestick, atau nama kerennya: candlestick pattern (baca: mengenal pola-pola candlestick).

Tentu saja Anda bebas bereksperimen menggunakan berbagai macam indikator yang sesuai dengan karakter Anda sebagai trader, namun sebaiknya Anda tetap menjaga prinsip “simplicity” atau kesederhanaan. Jangan sampai – saking kompleksnya – justru Anda dibingungkan oleh sistem yang Anda buat sendiri. Jika Anda mau, silakan kunjungi halaman edukasi kami yang khusus membahas indikator teknikal dan cara menggunakannya di sini.

STRATEGI TRENDLINE 1

Nah, setelah Anda selesai memasang “setup” tersebut di chart Anda, maka Anda tinggal mengikuti aturan-aturan yang dipaparkan berikut ini.

Aturan untuk SKENARIO BUY:

1. Pastikan trend yang sedang berlangsung adalah UPTREND (trend naik).
2. Tunggu koreksi terjadi ke area trendline.

STRATEGI TRENDLINE 2

3. Jika koreksi sudah terjadi, tunggu konfirmasi sinyal bullish dari stochastic dan CCI. Jika konfirmasi sinyal stochastic dan CCI diikuti oleh kemunculan candlestick pattern, maka sinyal bullish akan semakin kuat.

STRATEGI TRENDLINE BUY 1

4. Tempatkan target (TP) di resistance yang terdekat, serta stoploss (SL) di bawah trendline (10-20 pips di bawah trendline).

STRATEGI TRENDLINE BUY 2

“Ending” dari skenario di atas:

STRATEGI TRENDLINE BUY 3

Aturan untuk SKENARIO SELL:

1. Pastikan trend yang sedang berlangsung adalah DOWNTREND (trend turun).
2. Tunggu koreksi terjadi ke area trendline.

STRATEGI TRENDLINE SELL 1

3. Jika koreksi sudah terjadi, tunggu konfirmasi sinyal bearish dari stochastic dan CCI. Jika konfirmasi sinyal stochastic dan CCI diikuti oleh kemunculan candlestick pattern, maka sinyal bearish akan semakin kuat.

STRATEGI TRENDLINE SELL 2

4. Tempatkan target (TP) di support yang terdekat, serta stoploss (SL) di atas trendline (10-20 pips di atas trendline).

STRATEGI TRENDLINE SELL 3

Nah, “ending” skenario sell di atas ternyata seperti ini:

STRATEGI TRENDLINE SELL 4

Contoh-contoh chart di atas kebetulan menggunakan time frame Daily (harian) dan H4 (4 jam), namun tentu saja Anda tidak perlu terpaku pada time frame yang dicontohkan. Silakan bereksperiman mencoba time frame lain yang sesuai dengan style atau tipe trading Anda.

Anda juga bebas melakukan uji coba dengan indikator teknikal yang lain dengan konsep trendline yang sama.

Terakhir, ingatlah bahwa tidak ada sistem trading yang sempurna. Maka dari itu pergunakanlah modal Anda dengan bijak. Terapkan manajemen resiko dan manajemen modal yang baik. Agar lebih mantap, cobalah dahulu di demo account.

Selamat mencoba.

Weekly Outlook: 26-30 Mei 2014

Hot Issues: Euro Masih Melemah Jelang Pemilihan Parlemen

Euro masih tetap bergerak melemah akibat data-data yang tak terlalu mengesankan dan pembicaraan lebih lanjut oleh ECB terkait kemungkinan kenaikan suku bunga. Pemilihan Parlemen Eropa menjadi fokus pasar pekan ini, di samping data-data US Durable Goods Orders, Consumer Confidence, GDP dan data pengangguran dari Amerika Serikat.

Rilis pertemuan FOMC gagal memberikan kejutan bagi pasar. Fokus utama adalah normalisasi kebijakan moneter setelah Fed menyelesaikan tapering. Fed mengharapkan pertumbuhan ekonomi akan meningkat di tahun 2014 meskipun ada pelemahan yang tak terduga di kuartal pertama akibat cuaca buruk.

Sementara itu, dollar Australia masih menunjukkan pelemahan meskipun data China secara mengejutkan menunjukkan perbaikan.

1. Pemilihan Parlemen Eropa

Pemilihan Parlemen Eropa diadakan sekali lima tahun. Kali ini 751 anggota parlemen Eropa akan dipilih. Menurut survey, hanya 37% rakyat Eropa merasa bahwa suara mereka akan berarti di Brussels. Para pengambil kebijakan di Brussels mencoba untuk membuat proses pemilihan tersebut menjadi demokratis. Untuk pertama kalinya hasil pemilihan tersebut akan berhubungan dengan pemilihan presiden European Commission. Ada kekhawatiran bahwa golongan yang skeptis terhadap Euro akan memenangkan pemilihan, yang akan mempersulit pengambilan keputusan oleh ECB.

2. US Durable Goods Orders: Selasa (27/5), 19.30 WIB

Pemesanan barang tahan lama di AS meningkat melebihi perkiraan di bulan Maret, sebesar 2,6%. Perkiraan sebelumnya hanya naik 2,1%. Laporan ini berkaitan dengan data manufaktur lain yang mengindikasikan pertumbuhan. Data durable goods orders kali ini diperkirakan akan melemah sebesar 0,5%, sementara core orders diperkirakan akan naik 0,2%.

3. US CB Consumer Confidence: Selasa (27/5), 21.00 WIB

Data US consumer confidence tercatat berada di bawah perkiraan di bulan April, menyentuh angka 82.3, turun dari bulan sebelumnya yaitu 83.9. Para analis sebelumnya memperkirakan penguatan tipis menjadi 82.9. Konsimen menganggap kondisi bisnis dan pekerjaan kurang mendukung daripada di bulan Maret, namun perkiraan untuk jangka pendeng masih tetap kuat. Data consumer confidence selanjutnya diperkirakan akan naik ke 83.2.

4. Pernyataan Resmi Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda: Rabu (28/5), 07.00 WIB

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda dijadwalkan akan memberikan pernyataan di Tokyo. Bulan lalu, Kuroda menyatakan bahwa inflasi konsumen mungkin akan melebihi perkiraan bank sentral untuk tahun fiskal yang berakhir di bulan Maret. Kuroda yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang masih berada di jalur yang benar sesuai dengan perkiraan bank sentral. Ada kemungkinan Kuroda akan menjelaskan keputusan BOJ yang mempertahankan kebijakan moneter.

5. US GDP (rilis ke-2): Kamis (29/5), 19.30 WIB

Estimasi awal pertumbuhan GDP untuk kuartal pertama 2014 memperlihatkan pertumbuhan yang lambat akibat rendahnya permintaan dan cuaca yang buruk. Meskipun demikian, tingkat konsumsi meningkat 3% di tiga kuartal pertama. Dengan membaiknya cuaca, sektor perumahan dan investasi mestinya akan mengalami rebound. Estimasi pertumbuhan GDP untuk kuartan pertama diperkirakan akan memperlihatkan kontraksi 0,6% dan kemungkinan akan membebani dollar.

6. US Unemployment Claims: Kamis (29/5), 19.30 WIB

Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim tunjangan pegangguran naik sebesar 28.000 di pekan lalu menjadi 329.000, namun tetap berada di level rendah. Hal tersebut menandakan stabilnya perekrutan tenaga kerja. Naiknya rekrutmen akan bisa membantu pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2014. Data klaim pengangguran pekan ini diperkirakan akan mencapai angkat 321.000.

7. US Pending Home Sales: Kamis (29/5), 21.00 WIB

Di bulan Maret, perjanjian untuk membeli rumah bekas di AS naik sebesar 3,4% menyusul kontraksi 0,8% di bulan sebelumnya. Angka tersebut berada di atas perkiraan pasar yaitu kenaikan sebesar 1%. Ini adalah kabar baik pertama dalam 9 bulan terakhir. Data yang kuat menandakan bahwa pasar perumahan akan terus mendukung ekonomi AS. Data Pending Home Sales diperkirakan akan naik lagi sebesar 1,1%.

Technical Outlook: Poundsterling Mulai Menguat?

GBP/USD

Bias mingguan untuk GBP/USD mulai bullish. MA 20 telah berpotongan ke atas MA 50 di chart 4 jam. Koreksi terjadi ke area support yang berada di kisaran 1.6803-1.6848. Stochastic dan CCI memperlihatkan sinyal bullish di chart 4 jam. GBP/USD diperkirakan akan menguat jika terjadi penembusan ke atas 1.6848, dengan sasaran di kisaran 1.6875-1.6920.

GBPUSD WEEKLY OUTLOOK IMF 26-05-2014 11-18-51

Sebaliknya, jika support 1.6803 tembus maka bias mingguan diperkirakan akan berubah menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6775-1.6730.

AUD/USD

AUD/USD terlihat berada dalam tekanan bearish sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Perhatikan area support yang berada di kisaran 0.9208. Jika support tersebut tembus, bias bearish akan menjadi semakin kuat dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.9160-0.9110.

AUDUSD WEEKLY OUTLOOK IMF 26-05-2014 11-19-33

Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 0.9284-0.9331 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 0.9255-0.9208. Namun berhati-hatilah jika resistance 0.9331 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat AUD/USD hingga kisaran 0.9360-0.9408.

GOLD (XAU/USD)

GOLD WEEKLY OUTLOOK IMF 26-05-2014 11-18-51

Harga emas masih bergerak sideways dalam bias netral. Perhatikan area 1299.25 serta 1289.25. Jika terjadi penembusan yang valid ke atas 1299.25 maka harga emas kemungkinan akan bergerak bullish dengan sasaran di kisaran 1305.45-1315.50.

Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bearish jika support 1289.25 tembus, dan berpotensi akan menekan harga emas menuju kisaran 1283.03-1273.00.

NIKKEI

NIKKEI WEEKLY OUTLOOK IMF 26-05-2014 11-18-51

Di chart 4 jam, Nikkei terlihat bergerak dalam bias bullish. Nikkei berpotensi akan terus menguat jika resistance 14600 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 14765-14950.

Sebagai skenario bullish alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 14253 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 14435-14600. Namun berhati-hatilah jika support 14253 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei menuju kisaran 14065-13905.

KOSPI

Kospi masih berada dalam bias bullish. Indeks tersebut bergerak menguji resistance kunci mingguan yang berada di level 265.30. Bias bullish akan semakin kuat jika resistance tersebut tembus dan berpotensi akan memperpanjang penguatan Kospi hingga kisaran 268.55-272.20.

KOSPI WEEKLY OUTLOOK IMF 26-05-2014 11-18-51

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi bearish di chart 4 jam, sehingga Anda perlu mewaspadai kemungkinan koreksi di pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support yang berada di kisaran 258.43 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 262.05-265.30. Namun berhati-hatilah jika support 258.43 tembus sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan kemungkinan akan menekan Kospi ke kisaran 254.80-251.55.

Sesuaikan Strategi Trading Dengan Tipe Anda (Bagian II – Selesai)

strategy

Dalam artikel sebelumnya (Bagian I) kita telah membahas mengenai tipe “day trading” serta beberapa alternatif strategi yang bisa diaplikasikan untuk tipe trading tersebut.

Kali ini, kita akan membicarakan dua tipe lain, yaitu “Swing Trading” dan “Position Trading”.

Swing Trading

Seperti halnya day trading, tipe swing trading ini juga adalah tipe trading jangka pendek. Perbedaan mendasar antara kedua tipe tersebut ada di time frame yang digunakan. Day trading terbatas pada satu hari perdagangan saja, namun swing trading bisa “melar” hingga lebih dari satu hari perdagangan. Ini karena para swing trader mencoba untuk memanfaatkan peluang yang bisa diperoleh dari peregerakan “swing”, yang berarti “ayunan” harga atau sering juga disebut dengan “koreksi”.

Mirip dengan day trading, para swing trader tidak pernah menahan posisi (transaksinya) untuk jangka waktu panjang dan tidak pernah menggunakan skenario jangka panjang. Rentang waktu yang mereka pergunakan antara hitungan jam, satu hari, hingga dua atau tiga hari.

Para swing trader biasanya menargetkan keuntungan yang lebih besar daripada para day trader. Dengan demikian – terutama bagi mereka yang menahan posisi hingga lebih dari satu hari perdagangan – tentu saja toleransi resikonya juga akan semakin besar.

Pada umumnya, ada tiga alternatif strategi swing trading yang bisa Anda pilih, yaitu breakout trading, retracement trading dan reversal trading. 

– Breakout trading

Strategi ini memanfaatkan penembusan (breakout) atas support atau resistance (baca: Support dan Resistance). Penembusan yang terjadi bisa kecil (seperti yang bisa terjadi di chart intraday) ataupun lebar/jauh (seperti yang bisa terjadi di chart daily, weekly, atau monthly).

Untuk menjadi seorang breakout trader, Anda senantiasa harus mencari  titik breakout. Anda juga harus mencermati kapan dan dalma kondisi seperti apa breakout itu terjadi, baru kemudian mengambil posisi jual atau beli.

breakout

Anda bisa mengambil posisi beli (buy) jika sebuah resistance tembus, kemudian tempatkanlah target profit di dekat resistance selanjutnya. Sebaliknya ambillah posisi jual (sell) jika sebuah support tembus dan tempatkanlah target profit di dekat support selanjutnya.

Anda juga harus menempatkan level stop-loss di dekat titik breakout guna memperkecil resiko seandainya harga berbalik arah.

– Retracement trading

Strategi ini memanfaatkan koreksi pergerakan harga. Alat analisis yang dipergunakan biasanya adalah Fibonacci Retracement, yang menggunakan perhitungan matematis berdasarkan rasio Fibonacci 0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 100%.

Level-level rasio Fibonacci tersebut digambarkan sebagai garis-garis horizontal yang berfungsi juga sebagai support atau resistance dari pergerakan harga saat itu.

Pada saat harga berada dalam trend naik, tariklah Fibonacci retracement dari “swing low” ke “swing high”, contohnya seperti gambar di bawah ini:

swing buy

Sebaliknya, jika harga bergerak dalam trend turun, tariklah Fibonacci retracement dari “swing high” ke “swing low”.

retracement sell

Kemudian perhatikan level-level retracement 38.2%, 50.0% dan 61.8%. Di area tersebut, carilah sinyal buy (jika harga dalam trend naik) atau sinyal sell (jika harga dalam trend turun).

reversal strategy

– Reversal trading

Strategi ini bisa bekerja dengan baik jika pasar bergerak “ranging”, maksudnya hanya bergerak dalam range/rentang harga tertentu. Contohnya, jika harga terlihat mulai tertekan setelah beberapa waktu menguji resistance, maka ada kemungkinan ia akan kembali bergerak turun. Dalam keadaan itu, para reversal trader akan mengambil posisi sell dan level resistance tersebut akan menjadi level stop-loss. Sebaliknya, jika harga terlihat mulai memantul dari area support, maka para reversal trader akan mengambil posisi buy.

Position Trading

Ini adalah tipe terakhir yang akan kita bahas. Para “position trader” mencoba mencari keuntungan dari pergerakan harga dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang daripada day trader ataupun swing trader. Mereka biasanya akan menahan posisi mereka hingga berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Mereka juga menargetkan profit yang jauh lebih besar dan konsekuensinya siap menghadapi total kerugian yang lebih besar pula.

Salah satu kunci untuk melakukan position trading adalah mengidentifikasi currency pair mana yang menjanjikan pergerakan yang panjang dan besar. Untuk itu mereka selalu memadukan antara analisis teknikal dan fundamental.

Jika Anda ingin menjadi position trader, Anda sebaiknya mencari data fundamental yang memiliki efek jangka panjang dan kemudian menggunakan analisis teknikal untuk menetapkan level entry dan exit.

Position trader memang terlihat jauh lebih “santai” dalam melakukan transaksi, namun ingat bahwa di balik kesantaian itu mereka sudah siap menghadapi resiko yang jauh lebih besar.

Nah, tipe trading yang mana kira-kira yang sesuai dengan karakter Anda? Yang jelas, tipe atau strategi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda melakukan latihan yang cukup dan memahami semua hal yang diperlukan sebelum mempraktekkannya.

Selamat bertransaksi.

Analisa Forex Mingguan : 19-23 Mei 2014

FUNDAMENTAL ISSUES

Volatilitas pasar pekan lalu diakhiri dengan penguatan yen serta pelemahan euro dan poundsterling. Data GDP kawasan euro dirilis lebih rendah daripada perkiraan. Komentar dovish dari BOE juga menekan poundsterling, menjauh dari kisaran level 1.70. Yen menguat akibat kekhawatiran Ukraina yang mengakibatkan kegelisahan di bursa saham.

Pekan ini, kita akan memperhatikan keputusan suku bunga Jepang, data inflasi Inggris, data perumahan AS serta minutes pertemuan FOMC. Berikut ini adalah data-data ekonomi yang perlu Anda simak.

1. Data inflasi Inggris: Selasa, 15.30 WIB

Inflasi Inggris di bulan Maret tetap berada di bawah target 2% BOE. Inflasi tercatat di angka 1,6%, yang merupakan level terendah sejak Oktober 2009. Penurunan ini berlanjut dari bulan Februari, yang mencatatkan inflasi 1,7%. Ini merupakan penurunan inflasi untuk enam bulan berturut-turut, mempersempit celah antara pertumbuhan gaji dengan naiknya harga. Data inflasi selanjutnya diperkirakan akan naik menjadi 1,7%.

2. Keputusan Suku Bunga Jepang: Rabu

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mempertahankan kebijakan moneter BOJ di bulan April, memperlihatkan kepercayaan diri bahwa ekonomi Jepang berjalan sesuai rencana. Meskipun demikina, banyak analis memperkirakan bahwa BOJ harus melonggarkan kebijakannya dalam waktu dekat untuk mencegah terjadinya deflasi. Kuroda telah melaporkan pada Perdana Menteri Shinzo Abe bahwa ia akan menyesuaikan kebijakan tanpa ragu jika ada kemungkinan target inflasi 2%  tidak akan tercapai. Kali ini, suku bunga BOJ diperkirakan tidak akan berubah terutama karena GDP Jepang melebihi perkiraan.

3. US FOMC Meeting Minutes: Kamis, 01.00 WIB

Pada keputusan FOMC di bulan April, Fed kembali memangkas stimulus untuk yang ke-4 kalinya. Minutes kali ini kemungkinan akan menyingkap beberapa pemikiran anggota FOMC terkait tapering dan arah suku bunga.

4. UK GDP: Kamis, 15.30 WIB

Menurut rilis pertama, perekonomian Inggris meningkat 0,8% di kuartal pertama 2014. Pertumbuhan ini sedikit berada di bawah perkiraan, yaitu 0,9%, namun tetap memperlihatkan pertumbuhan yang solid. Konfirmasi untuk data ini diharapkan.

5. US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Angka klaim pengangguran AS menyentuh level terendah tuuh tahun yaitu 297.000 di pekan lalu, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi AS benar-benar positif. Menguatnya sektor tenaga kerja serta bertambahnya tekanan inflasi merupakan lampu hijau bagi Federal Reserve untuk melanjutkan tapering. Pekan ini, klaim pengangguran diperkirakan akan naik menjadi 312.000.

6. US Existing Home Sales: Kamis, 19.30 WIB

Di bulan Maret, tercatat bahwa penjualan rumah bekas turun ke level terendah sejak lebih dari 1 ½ tahun terakhir, yaitu 4,59 juta unit. Meskipun demikian, angka tersebut masih lebih tinggi daripada perkiraan analis yaitu 4,57 juta unit. Ini mengindikasikan bahwa pelemahan sektor perumahan tersebut kemungkinan besar akan berakhir.

7. German Ifo Business Climate: Jumat, 15.00 WIB

Indeks iklim bisnis Jerman naik ke angka 111.2 di bulan Maret, menyusul revisi 110.7 di bulan Februari. Data tersebut lebih kuat daripada perkiraan analis yaitu 119.5. Krisis Ukraina kurang menjadi perhatian meskipun Barack Obama memperingatkan sanksi tambahan terhadap Rusia jika gagal mencapai kesepakatan dengan Ukraina. Indeks iklim bisnis Jerman diperkirakan akan mencapai 111.

8. US New Home Sales: Jumat, 21.00 WIB

Angka penjualan rumah baru di AS jatuh ke level terendah sejak delapan bulan terakhir di bulan Maret, mencapai 384.000 unit. Itu merupakan pelemahan dalam dua bulan berturut-turut. Para ekonom mengatakan bahwa kejatuhan yang tak terduga itu mungkin terkait cuaca buruk di musim dingin yang baru lalu. Angka penjualan rumah baru selanjutnya diperkirakan akan mencapai 426.000.

 

 

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

analisa forex, berita forex, analisa teknikal forex

Pekan ini GBP/USD masih bergerak dalam bias bearish. Pullback terjadi ke area resistance yang berada di kisaran 1.6830-1.6895. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam, dengan sinyal bearish yang mulai terlihat pada stochastic. Perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.6795-1.6730.

Namun berhati-hatilah jika resistance 1.6895 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6930-1.6995 di pekan ini.

USD/CHF

analisa forex, berita forex, analisa teknikal forex

USD/CHF terlihat bergerak dalam bias bullish sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Perhatikan area resistance yang berada di kisaran 0.8960. Jika resistance tersebut tembus, bias bullish akan menjadi semakin kuat dan berpotensi akan memperpanjang uptrend hingga kisaran 0.9020-0.9085.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support di kisaran 0.8860-0.8800 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 0.8900-0.8960. Namun berhati-hatilah jika support 0.8800 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/CHF hingga kisaran 0.8760-0.8700.

GOLD

analisa forex, berita forex, analisa teknikal forex

Untuk bias mingguan, harga emas sebenarnya bergerak sideways dalam bias netral. Meskipun demikian sinyal bullish telah terlihat pada stochastic dan CCI 4 jam, sehingga ada kemungkinan harga emas akan bergerak naik di pekan ini. Jika sinyal bullish tersebut diikuti oleh akselerasi ke atas 1299.25 maka harga emas kemungkinan akan melanjutkan penguatan ke kisaran 1305.45-1315.50.

Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bearish jika support 1289.25 tembus, dan berpotensi akan menekan harga emas menuju kisaran 1283.03-1273.00.

NIKKEI

analisa forex, berita forex, analisa teknikal forex

Di chart 4 jam, Nikkei terlihat masih berada di bawah tekanan. Nikkei berpotensi akan terus tertekan jika support 14010 tembus, dengan sasaran hingga kisaran 13900-13780.

Sebagai skenario bearish alternatif, perhatikan area resistance di kisaran 14243 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 14120-14010. Namun berhati-hatilah jika resistance 14243 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Nikkei menuju kisaran 14365-14475.

KOSPI

analisa forex, berita forex, analisa teknikal forex

Kospi memantul dan saat ini berada dalam bias bullish. Indeks tersebut bergerak sedikit di bawah resistance kunci mingguan yang berada di level 264.30. Bias bullish akan semakin kuat jika resistance tersebut tembus dan berpotensi akan memperpanjang penguatan Kospi hingga kisaran 267.30-270.65.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh bearish di chart 4 jam, sehingga Anda perlu mewaspadai kemungkinan koreksi di pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support yang berada di kisaran 259.43-256.42 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 261.30-264.30. Namun berhati-hatilah jika support 256.42 tembus sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan kemungkinan akan menekan Kospi ke kisaran 254.55-251.55.

 

Sesuaikan Strategi Trading Dengan Tipe Anda (Bagian I)

Sesuaikan Strategi Trading Dengan Tipe Anda (Bagian I)

 

Trading adalah aktivitas utama di pasar forex, komoditi ataupun indeks saham. Istilah “trading” di pasar finansial berarti tindakan menjual dan/atau membeli instrumen-instrumen finansial dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Penting bagi Anda untuk mengetahui tipe-tipe trading serta pilihan strategi apa saja yang bisa diterapkan sesuai dengan tipe trading tersebut. Anda bisa memilih tipe dan strategi mana yang sesuai dengan karakter Anda, karena salah satu kunci keberhasilan dalam trading adalah memilih strategi yang cocok dengan karakter Anda.

Secara umum, ada tiga tipe trading dan beberapa strategi yang berkaitan dengan tipe trading tersebut, yaitu:

–          Day Trading

–          Swing Trading

–          Position Trading

“Day trading” dan “swing trading” adalah tipe trading jangka-pendek, sementara “position trading” lebih panjang. Setiap tipe tersebut memiliki tujuan dan target yang berbeda-beda, sehingga harus disesuaikan pula dengan karakter masing-masing trader yang menggunakannya.

Pada bagian pertama ini kita akan membahas tipe “Day Trading” dan empat pilihan strategi yang bisa diterapkan.

Trader yang menganut “day trading” melakukan transaksi jual atau beli dalam satu hari perdagangan saja, dengan harapan mereka akan bisa membukukan keuntungan di hari itu juga. Para “day trader” selalu menutup transaksi mereka di hari perdagangan yang sama ketika mereka membuka transaksi tersebut, baik dalam keadaan untung ataupun rugi. Tujuan utama seorang day trader adalah menghasilkan keuntungan yang secepat mungkin meskipun relatif kecil dalam satu hari perdagangan.

Ada empat pilihan strategi yang bisa dipergunakan oleh para day trader:

–          Scalping

“Scalping” adalah melakukan transaksi dengan target dan batasan resiko yang sangat kecil (5-10 pips) namun frekuensi transaksinya tinggi, atau dengan volume (lot) besar. Para scalper segera menutup transaksi segera ketika harga menemui target maupun resiko mereka. Strategi ini cukup beresiko terutama jika harga bergerak dengan cepat melawan arah transaksi Anda. Anda juga harus memiliki banyak waktu dan tenaga untuk memantau pergerakan psaar tanpa henti.

–          Fading

Trader yang menggunakan strategi ini justru melakukan transaksi melawan arah pasar. Mereka mengambil posisi buy justru ketika pasar sedang turun dan sell justru ketika harga sedang naik. Mereka berasumsi bahwa setiap pergerakan pasti memiliki koreksi dan itulah yang mereka coba untuk manfaatkan.

Hati-hati, strategi ini sangat beresiko karena melawan prinsip utama dalam trading, yaitu “follow the trend”. Terlebih, trader yang menerapkan strategi ini cenderung serakah, tetapi mereka memang tergolong “risk-taker”. Bagaimanapun, sangat tidak dianjurkan untuk menerapkan strategi ini.

–          Daily Pivot

Strategi ini berdasarkan berdasarkan alat analisis yang bernama pivot point, yang juga menyediakan informasi support dan resistance untuk pergerakan harian. Seorang pivot trader akan mengidentifikasi pergerakan pasar dan melakukan transaksi berdasarkan pivot ini.

Seorang trader yang menggunakan strategi pivot biasanya bertransaksi seperti robot dan tidak terlalu mempedulikan apa yang ada di balik pergerakan harga.

Berikut ini adalah rumus untuk menghitung pivot point:

rumus untuk menghitung pivot point

Jika Anda mengambil posisi buy di harga tertentu dan menggunakan support terdekat sebagai stop-loss, maka Anda sebaiknya memanfaatkan level resistance terdekat sebagai target profit.

Kelemahan strategi ini ini adalah jika pergerakan pasar menjadi “liar”, maka level stop-loss akan sering tersentuh. Maka dari itu strategi ini lebih cocok diterapkan di pasar yang tidak terlalu volatile.

–          Momentum Trading

Strategi ini merupakan “lawan” dari strategi fading yang telah dijelaskan di atas. Dalam strategi ini, seorang trader akan melakukan transaksi searah dengan pergerakan pasar. Ia akan mengambil posisi buy jika harga bergerak dalam trend naik, sebaliknya akan mengambil posisi sell jika pasar bergerak dalam trend turun. Strategi ini sesuai dengan prinsip dasar trading yang telah disinggung sebelumnya: “follow the trend”. Strategi inilah yang paling aman dalam trading.

Anda bisa mencoba untuk menggunakan beberapa indikator seperti moving average untuk mengidentifikasi arah trend. Anda juga bisa menggunakan indikator semacam RSI, MACD, stochastic, dan lain-lain untuk mencari momen yang tepat dalam membuka posisi buy atau sell.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tipe-tipe trading lainnya, yaitu “Swing Trading” dan “Position Trading”. Tetap ikuti blog ini.

 

 

Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di dunia Trading Forex. Kapan Anda ?

Kendalikan Trading Anda Agar Fokus Tak Terpecah

fokus+berita+forex

 

Tidak semua peluang yang Anda lihat harus Anda ambil. Pilihan yang bijak justru adalah membatasi jumlah transaksi Anda pada satu waktu.

Jika seandainya Anda sudah memiliki satu posisi terbuka di currency pair EUR/USD dan satu posisi terbuka di GBP/USD, maka fokus Anda akan sangat mudah terpecah jika Anda menambah lagi posisi terbuka di currency pair yang lain. Kecuali jika Anda adalah seorang trader yang sudah memiliki puluhan ribu jam trading dan Anda memiliki kemampuan konsentrasi tingkat tinggi, jangan lakukan hal tersebut.

Anda sebaiknya memusatkan perhatian dan konsentrasi Anda ke peluang yang memang memiliki kemungkinan berhasil yang paling tinggi. Lakukanlah transaksi pada peluang yang paling besar tersebut, lalu berkonsentrasilah pada transaksi tersebut saja agar perhatian Anda tak mudah terpecah. Analoginya, jika Anda hendak membeli buah-buahan di sebuah kios buah, Anda tentu hanya akan mencari buah yang kondisinya paling baik, bukan?

Banyak trader yang mengira bahwa jika semakin banyak jumlah posisi (transaksi) yang mereka lakukan dalam satu waktu maka peluang untuk mendapatkan keuntungan akan semakin besar. Sebenarnya pendapat ini kurang tepat. Semakin banyak posisi terbuka justru semakin menyibukkan otak Anda. Jika otak Anda menjadi semakin “sibuk”, maka Anda akan semakin sulit untuk fokus pada trading plan Anda.

Sayangnya, itulah kesalahan yang umum dilakukan oleh para trader, terutama pemula. Mereka membuka beberapa transaksi sekaligus dalam satu waktu secara simultan. Latar belakangnya lagi-lagi adalah ketidaksabaran dan keserakahan. Padahal hal ini berbahaya, karena sekejap saja konsentrasi Anda buyar, maka ucapkanlah selamat tinggal pada uang Anda!

Sungguh disayangkan. Itulah yang terjadi.

Anda harus memahami bahwa Anda hanyalah seorang manusia biasa yang umumnya hanya bisa memusatkan perhatian Anda hanya pada satu atau dua hal pada saat yang bersamaan. Maka dari itu bersabarlah. Janganlah terlalu bernafsu untuk melakukan beberapa transaksi sekaligus. Lakukanlah satu per satu. Maksimal dua posisi terbuka dalam waktu yang bersamaan.

Memang, jika pun Anda melakukan saran di atas tidak akan menjamin bahwa Anda akan memperoleh keuntungan secara konsisten. Hal tersebut membutuhkan proses dan jalan yang tidak pendek. Namun yakinlah, saran ini menjamin bahwa Anda tidak akan mengalami kerugian terlalu banyak dan akan memperpanjang karir trading Anda. Cukup panjang hingga Anda mampu menghasilkan profit secara konsisten. Pada saat itulah Anda akan merasakan manfaatnya.

Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di dunia Trading Forex.  Kapan Anda ?

WEEKLY OUTLOOK FOREXimf 5 – 9 MEI 2014 – APPROVED

weekly_outlook

FUNDAMENTAL ISSUES

Angka inflasi di Eropa ternyata lebih buruk daripada perkiraan. Draghi mungkin akan semakin dipusingkan oleh hal tersebut. Di Amerika Serikat, kita bisa melihat ada perbedaan antara lemahnya GDP di kuartal I dan data yang menjanjikan di kuartal II. Federal Reserve menyadari perbedaan tersebut dan sepertinya akan menjadi pertimbangan untuk melanjutkan tapering.

Non-Farm Payrolls memperlihatkan angka yang menakjubkan: pertambahan 288 ribu pekerjan dan memicu penguatan USD. Meskipun demikian, dalam hitungan jam, dollar kembali melemah.

Pekan lalu merupakan pekan yang sibuk dan diakhiri dengan “drama” Non-Farm Payrolls dan meninggalkan semacam ketidakpastian tentang pergerakan pasar. Di pekan ini, beberapa data penting termasuk data US ISM Non-Manufacturing PMI, Trade Balance,  pernyataan Janet Yellen, keputusan suku bunga Australia, Inggris dan Eurozone. Data-data tersebut diperkirakan akan memicu volatilitas pasar.

1.       US ISM Non-Manufacturing PMI: Senin, 21.00 WIB

Sektor jasa di Amerika Serikat mengalami rebound di bulan Maret ke 53,1 setelah sempat jatuh ke 51,6 di bulan Februari. Indeks pegawai yang tedaftar mengalami kenaikan terbesar, yaitu sebesar 6,1 poin menjadi 53,6. Lebih jauh lagi, komponen-komponen lain seperti pesanan baru dan ekspor naik, mengindikasikan bahwa perekonomian AS terus berkembang. Sektor jasa AS diperkirakan akan naik lagi menjadi 54,3.

2.       Keputusan suku bunga Australia: Selasa, 11.30 WIB

Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 2,5% pasca data tenaga kerja yang sedikit membaik melebih perkiraan. Lebih jauh lagi, biro statistik Australia melaporkan naiknya sektor penjualan eceran sebesar 1,2% di bulan Januari, melebihi perkiraan pasar. Kali ini RBA pun diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan moneternya.

3.       US Trade Balance: Selasa, 19.30 WIB

Defisit neraca perdagangan AS bertambah di bulan Februari menjadi $42.3 milyar, yang merupakan defisit terbesar sejak lima bulan terakhir karena rendahnya permintaan untuk ekspor. Sektor ekspor jatuh 1,1% menjadi $190.4 milyar seiring jatuhnya pemesanan pesawat komersial, komputer dan hasil pertanian. Sementara itu impor meingkat 0,4% menjadi $232.7 milyar, kebanyakan kendaraan bermotor dan pakaian. Naiknya defisit ini menyebabkan beberapa ekonom menurunkan estimasi mereka untuk pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di kuartal I. Meskipun demikian, para analis masih yakin bahwa defisit akan berkurang di tahun ini. Defisit kali ini diperkirakan akan berkurang menjadi $40.1 milyar.

4.       Pidato Janet Yellen: Rabu, 21.00 WIB

Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara di Washington D.C. di depan Joint Economic Committee of Congress. Sesi tanya-jawab kemungkinan akan memberikan informasi mengenai isu-isu penting tentang kebijakan moneter. Akan menjadi menarik untuk mendengar pandangan Yellen tentang kelanjutan program tapering dan laporan tenaga kerja.

5.       Data tenaga kerja Australia: Kamis, 08.30 WIB

Tingkat pengangguran di Australia turun untuk bulan ke-4 berturut-turut menjadi 5,8% di bulan Maret, setelah sebelumya sempat berada di 6,1% di bulan Februari. Pertambahan 18.100 pekerjaan di bulan Maret dan 48.200 di bulan Februari membantu turunnya tingkat pengangguran tersebut, mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Australia. Meskipun demikian, Menteri Tenaga Kerja Eric Abtetz memperingatkan agar berhati-hati dalam menyikapi data tersebut. Lapangan pekerjaan di Australia diperkirakan akan bertambah 9.600 sementara tingkat penganggiran diperkirakan akan mencapai 5,9%.

6.       Keputusan suku bunga Inggris: Kamis, 18.00 WIB

Bank of England (BoE) menahan suku bunga acuan di level terendah sepanjang masa yaitu 0,50%, di tengah berlanjutnya pertumbuhan ekonomi Inggris. Bank sentral Inggris tersebut juga melanjutkan program stimulus sebesar 375 milyar pounds, dalam bentuk obligasi pemerintah yang telah dibeli sejak lima tahun terakhir. Para analis memperkirakan BoE tidak akan mengubah suku bunga hingga tahun depan.

7.       Keputusan suku bunga Eurozone: Thursday, 11:45, Press Conference at 12:30

European Central Bank (ECB) bisa saja akan memangkas suku bunga pinjaman sebesar 0.10% dan mempertahankan suku bunga simpanan di level 0% dalam rangka menekan euro tanpa perlu mempergunakan kebijakan lain. Draghi menghadapi dilema. Ia mungkin akan lebih menginginkan euro lebih lemah terhadap USD dan Yuan tanpa perlu mengambil kebijakan moneter atau fiskal.

8.       US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Jumlah warga negara AS yang mengklaim tunjangan pengangguran meningkat di pekan lalu menjadi 344.000. Di pekan sebelumya tercatat angka 330.000. Angka tersebut lebih tinggi daripada perkiraan analis, yaitu 317.000. Meskipun demikian, kenaikan tersebut mungkin disebabkan oleh penyesuaian karena hari libur Paskah. Para analis masih yakin bahwa angka sesungguhnya lebih rendah. Data US Jobless claims pekan ini diperkirakan naik sebesar is 328,000.

9.       US JOLTS Job Openings: Friday, 14:00

JOLT (Job Openings and Labor Turnover Summary) naik ke level tertinggi enam tahun di bulan Februari ke angka 4,17 juta. Kenaikan ini merupakan indikasi pertumbuhan ekonomi AS karena semakin banyak orang yang mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi permintaan pasar. Meskipun demikian, jumlah orang yang berhenti dari pekerjaannya masih berada di kisaran 1,7%. Semakin tinggi angka tersebut berarti bahwa para pekerja masih cukup percaya diri untuk bisa mendapatkan pekerjaan baru. Janet Yellen menganggap data-data ini merupakan indikator penting untuk menilai sektor tenaga kerja. Data JOLT pekan ini diperkirakan mencapai 4,21 juta.

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

GBPUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 11-55-04

 

GBP/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Perhatikan area support yang berada di kisaran level 1.6840 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6882-1.6919.

Namun berhati-hatilah jika support 1.6840 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6800-1.6761 di pekan ini.

AUD/USD

AUDUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 11-57-39

 

AUD/USD terlihat bergerak dalam channel bearish (down channel) sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Dengan demikian outlook mingguan masih bearish untuk AUD/USD. Saat analisis ini dibuat, pair tersebut bergerak di kisaran upper channel dan stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Potensi pergerakan pekan ini adalah bearish mengincar kisaran 0.9240-0.9201.

Berhati-hatilah jika resistance 0.9310 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bullish dan bepotensi akan mengangkat AUD/USD menuju kisaran 0.9335-0.9377 di pekan ini.

GOLD

GOLD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-27-23

 

Penguatan harga emas tertahan oleh resistance yang berada di 1307.14. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam, pada saat analisis ini dibuat. Maka dari itu harga emas berpotensi akan kembali bergerak bearish menuju kisaran 1283.19-1268.40 di pekan ini, jika sinyal bearish terkonfirmasi sebelum resistance 1307.14 tembus.

Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance tersebut tembus, dan berpotensi akan mengangkat harga emas menuju kisaran 1316.29-1331.08.

 

KOSPI

KOSPI IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-10-31

Pekan ini Kospi berada dalam bias bearish. MA 20 telah memotong ke bawah MA 50 di chart 4 jam. Kospi menguji support 254.80 pada saat analisis ini dibuat. Jika support tersebut tembus, Kospi berpotensi akan terus melemah hingga kisaran 242.62-240.15.

Meskipun demikian perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pullback pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di kisran 259.43 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 256.95-254.80. Namun berhati-hatilah jika terjadi akselerasi ke atas 259.43 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kospi menuju kisaran 261.85-264.05.

HANGSENG

HANGSENG IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-11-47

Di chart 4 jam, HangSeng masih bergerak dalam down channel dan sedang menguji support 21682. HangSeng berpotensi akan terus tertekan jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 21400-21085.

Di sisi lain, perhatikan juga bahwa stochastic dan CCI telah memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pull-back hingga area upper channel. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan target kembali ke kisaran 21682.

Namun berhati-hatilah jika resistance 22283 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat HangSeng menuju kisaran 22600-22883.

GBP/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Perhatikan area support yang berada di kisaran level 1.6840 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6882-1.6919.

Namun berhati-hatilah jika support 1.6840 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6800-1.6761 di pekan ini.

AUD/USD