ANALISA FOREX MINGGUAN : 31 MARET – 04 APRIL 2014

FUNDAMENTAL ISSUES

Analisa Forex – Dollar AS menguat terhadap euro dan yen, namun melemah terhadap mata uang utama lainnya. Data Final US GDP untuk kuartal terakhir 2013 direvisi menguat, menyentuh 2,6%. Sementara itu. Data klaim pengangguran mingguan secara mengejutkan turun sebesar 10.000 menjadi 311.000, jauh lebih baik daripada perkiraan yaitu 326.000. Hal ini menjadi indikasi bahwa sektor tenaga kerja AS semakin membaik. Apakah tren ini akan berlanjut? Kita tunggu. Di kawasan euro, komentar negatif dari ECB menekan euro, sementara itu penjualan eceran Inggris memberi tenaga bagi pound.

Keputusan suku bunga ECB, pidato Janet Yellen, serta data non-farm payrolls merupakan data-data penting di pekan ini.

1.     Eurozone CPI Flash Estimate: Senin, 16.00 WIB Inflasi di kawasan euro hanya meningkat 0,7%. Data CPI inti, yang tidak mengikutsertakan energi,  makanan, alkohol dan tembakau, naik 1% di bulan Februari, menyusul kenaikan 0,8% di bulan sebelumnya. Pasar telah memperkirakan laju inflasi akan stabil di bulan sebelumnya. Selanjutnya, inflasi kawasan euro diperkirakan akan menyentuh 0,6%. Rendahnya perkiraan ini akibat lemahnya angka inflasi Jerman.

2.     Pidato Janet Yellen: Senin, 20.55 WIB Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, dijadwalkan akan berpidato di Chicago. Yellen kemungkinan akan menjelaskan keputusan terkini Fed terkait berlanjutnya tapering, yang kembali memangkas stimulus sebanyak $10 milyar. Ketua Fed terebut mungkin juga akan membicarakan kemungkinan kenaikan suku bunga di tahun 2015. Pasar kemungkinan akan bergerak volatile.

3.     Keputusan Suku Bunga RBA: Selasa, 10.30 WIB Bank sentral Australia telah mempertahankan suku bunga acuan di level rendah 2,5% di bulan Maret, sesuai dengan perkiraan. Melemahnya dollar Australia akan membantu pertumbuhan ekonomi. Permintaan domestik memperlihatkan tanda-tanda perbaikan dan sektor tenaga kerja diperkirakan akan meningkat di bulan mendatang. Suku bunga RBA diperkirakan akan bertahan di 2,5%.

4.     US ISM Manufacturing PMI: Selasa, 21.00 WIB Aktivitas manufaktur menungkat lebih cepat daripada perkiraan di bulan Februari. Ekspansi yang terjadi kemungkinan akan lebih luas jika saja tidak ada masalah kekurangan suku cadang. Meskipun demikian, tingkat pemesanan telah meningkat, sehingga hampir bisa dipastikan peningkatan akan terjadi di bulan mendatang. Saat ini, diperkirakan akan ada kenaikan menjadi 54,2.

5.     US ADP Non-Farm Employment Change: Rabu, 19.15 WIB Sektor swasta menambah 139.000 lapangan pekerjaan di bulan Februari, lebih rendah daripada perkiraan pasar yaitu pertambahan sebesar 159.000. Angka yang kurang baik ini ditengarai akibat cuaca musim dingin yang buruk. Para ekonom memperkirakan akan terjadi peningkatan di musim semi mendatang. Data ADP ini bisa dijadikan perkiraan awal untuk data non-farm payrolls yang dikeluarkan oleh pemerintah di Jumat mendatang. Data ADP ini diperkirakan akan mengalami peningkatan 192.000 lapangan pekerjaan.

6.     Keputusan Suku Bunga ECB: Kamis, 18.45 WIB, konferensi pers pukul 20.30 WIB Jika CPI dan Core CPI tidak jatuh ke bawah 5% di bulan Maret, maka kemungkinan besar ECB tidak akan meluncurkan stimulus lagi di bulan Maret. Apalagi data terkini dari Perancis memperlihatkan bahwa pemulihan ekonomi berlanjut.

7.     US Trade Balance: Kamis, 19.30 WIB Di bulan Januari, defisit perdagangan AS menyentuh $39,1 milyar. Rilis data tersebut sejalan dengan perkiraan pasar. Ekspor meningkat 0,6% menjadi $192,5 milyar sementara impor naik 0,6% menjadi 231,6 milyar. Data selanjutnya diperkirakan defisit $38,3 milyar.

8.     US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB Jumlah warga negara AS yang mengajukan klaim pengangguran berkurang sebanyak 10.000 di pekan lalu. Hal ini menjadi pertanda bahwa pemulihan di sektor tenaga kerja AS bertlanjut. Di pekan ini, data tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 319.000.

9.     US Non-Farm Payrolls & Unemployment rate: Jumat, 19.30 WIB Di bulan Februari, sektor tenaga kerja AS mengalami peningkatan di luar dugaan. Meskipun demikian, tingkat pengangguran naik menjadi 6,7% dibandingkan di bulan Januari, yaitu 6,6%. Lapangan pekerjaan diperkirakan akan bertambah 196.000, dan tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 6.6%.

 

TECHNICAL OUTLOOK EUR/USD

EURUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-03-16

Euro masih terus melemah  terhadap USD hingga mencapai area 1.3704 pekan lalu. Level tersebut menjadi support kunci mingguan yang jika tembus diperkirakan akan menekan euro lebih rendah lagi hingga kisaran 1.3663-1.3618. Perhatikan bahwa stochastic telah mendekati area overbought di chart 4 jam, namun CCI masih bergerak flat. Sebagai skenario bearish alternatif, perhatikan area resistance di kisaran level 1.3769-1.3809 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.3744-1.3704. Namun berhati-hatilah jika pekan ini resistance 1.3809 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro setidaknya hingga kisaran 1.3834-1.3875.

AUD/USD

AUDUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-04-03

Aussie terus menguat hingga mencapai level 0.9294 pekan lalu. Level tersebut saat ini menjadi resistance kunci mingguan. Jika tembus, berpotensi akan diikuti oleh rally bullish lanjutan hingga kisaran 0.9365-0.9444. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support yang berada di kisaran level 0.9144 seandainya koreksi terjadi ke area tersebut, untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga ke kisaran 0.9223-0.9294. Namun berhati-hatilah jika support 0.9144 tersebut tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie setidaknya hingga kisaran 0.9065-0.8994.  

GOLD

GOLD IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-05-13

Harga emas masih terus tertekan dan sempat mencapai level 1285.56 yang saat ini menjadi support kunci mingguan. Saat analisis ini ditulis, harga emas bergerak di kisaran support tersebut. Jika tembus, maka harga emas berpotensi akan terus melemah dengan sasaran hingga kisaran 1272.12-1257.19. Sebagai skenario bearish alternatif, perhatikan area area resistance di kisaran level 1313.93 (Fibonacci 50%) untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 1298.95-1285.56. Namun berhati-hatilah jika resistance 1313.93 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1328.91-1342.30 pekan ini.

NIKKEI

NIKKEI IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-05-35

Nikkei mulai bergerak bullish dan bergerak menguji ressitance 14870. Untuk pekan ini, bias Nikkei adalah bullish terutama jika resistance tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 15066-15285. Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan koreksi yang bisa saja terjadi hingga area support di kisaran 14455. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 14674-14870. Berhati-hatilah jika support 14455 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 14236-14040.

 

KOSPI

KOPSI IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-06-16

Kospi mulai bergerak bullish dan bergerak menguji resistance 259.55. Untuk pekan ini, bias Nikkei adalah bullish terutama jika resistance tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 262.03-264.80. Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan koreksi yang bisa saja terjadi hingga area support di kisaran 254.30. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 257.07-259.55. Berhati-hatilah jika support 254.30 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 251.53-249.05.

Pemilu, Capres, Rupiah dan Pasar Modal: Bagaimana Membacanya ?

Pemilu, Capres, Rupiah dan Pasar Modal: Bagaimana Membacanya?

Indonesia yang merupakan negara keempat jumlah penduduk terbesar di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga, akan melakukan pemilihan legislatif dan presiden pada tahun 2014.

Setelah sepuluh tahun kepemimpinan di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, transisi politik ini akan mempengaruhi, tidak hanya masa depan Indonesia, tetapi juga keamanan dan pembangunan di Asia Tenggara secara keseluruhan.

Pemilu Indonesia datang pada saat pergeseran regional dan global dalam keseimbangan kekuasaan. Pergeseran ini sebagian besar didorong oleh kebangkitan eknomi Cina dan rebalancing kebijakan luar negeri AS terhadap Asia dan khususnya Asia Tenggara.

Pemimpin Indonesia berikutnya harus memilih prioritas untuk beberapa dekade mendatang dengan cukup hati-hati. Selain menangani lima prioritas ekonomi penting, presiden baru akan tetap fokus pada tiga prioritas strategis regional dengan meningkatkan kerjasama pertahanan dan diplomasi pertahanan dengan mitra kunci strategis. Ketiga prioritas tersebut harus mencerminkan visi menyeluruh bahwa Indonesia harus membentuk lingkungan geostrategis yang memandu negara dan daerah menuju perdamaian jangka panjang, stabilitas, dan pembangunan.

Beberapa calon presiden potensial mempunyai tantangan besar ketika terpilih sebagai presiden baru yaitu sebagai anggota kelompok negara G-20 dengan produk domestik bruto dari $ 878 milyar pada tahun 2012. Selain harus aktif memerangi korupsi, membangun infrastruktur, pendidikan dan perawatan kesehatan.

Indeks Jakarta Composite sempat naik pada 14 Maret sebanyak 3,2 persen yang merupakan reli satu harian terbesar dalam hampir enam bulan ketika salah satu capres potensial mendeklarasikan dirinya. Investor luar negeri terlihat berani menambah kepemilikan ekuitas Indonesia sebanyak $ 656 juta, terbesar sejak Mei tahun lalu. Nilai tukar rupiah pun naik ke level tertinggi 19 minggu di level 11.255 per dolar.

Pergerakan saham Indonesia akan terus memperpanjang reli bullish di pasar ketika pelaku pasar merespon pemilihan presiden pada tahun ini dengan terus meningkatkan investasi. IHSG berpotensi akan naik lagi tahun ini jika presiden baru terpilih terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Saham konstruksi dan saham kesehatan berpotensi akan mengambil manfaat jika salah satu calon presiden akan meningkatkan pengeluaran untuk kesejahteraan dan infrastruktur bagi bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai.

Pemilu yang semakin dekat layak untuk dicermati untuk memberikan petunjuk arah nilai tukar rupiah serta pasar modal. Jika hasil pemilu bisa memenuhi harapan pasar, maka bukan tidak mungkin baik rupiah maupun pasar modal akan bergerak ke arah positif. Namun tentu bukan hasil pemilu semata yang akan menjadi penggerak pasar. Apa yang dilakukan oleh pemerintahan pasca pemilu juga akan membentuk sentiment pasar.

Mari kita tunggu.

 

Note : 

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di Trading Forex.  Kapan Anda ?

 

 

WEEKLY OUTLOOK ForexIMF 24- 28 MARET 2014

weekly_outlook

FUNDAMENTAL ISSUES

Pekan lalu merupakan pekan yang luar biasa bagi USD. Mata uang Amerika Serikat tersebut berhasil menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia lainnya berkat langkah hawkish dari Federal Reserve yang memutuskan untuk kembali memangkas stimulus. Ketua Fed Janet Yellen, mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga di musim semi 2015. Ini memberikan tenaga tambahan bagi penguatan USD, didukung pola oleh positifnya data-data ekonomi AS di akhir pekan lalu.

Namun poundsterling melemah pekan lalu. Euro juga terpukul oleh buruknya data Jerman.

Berikut ini adalah data-data besar di pekan ini yang bisa menjadi penggerak pasar.

1. German IFO Business Climate: Selasa, 16.00 WIB

Sentimen bisnis Jerman naik tipis di bulan Februari menjadi 111,3, lebih tinggi daripada data bulan Januari yaitu 110,6. Rilis ini lebih tinggi daripada perkiraan analis yaitu 110,7. Naiknya data ini mencerminkan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Di hari Selasa ini, data sentimen bisnis Jerman diperkirakan akan dirilis dengan penurunan kecil menjadi 110,9.

2. UK Consumer Price Index (CPI): Selasa, 16.30 WIB

Tingkat inflasi Inggris jatuh di bulan bulan Januari menjadi 1,9%, turun dari data bulan sebelumnya yaitu 2,0% akibat turunnya harga tembakau. Tingkat inflasi ini turun ke bawah target Bank of Englad (yaitu 2%) untuk pertama kalinya sejak lebih dari empat tahun terakhir. Perdana Menteri David Cameron berkomentar bahwa tingkat inflasi ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa rencana ekonomi Inggris berhasil. Data inflasi ini diperkirakan akan turun lagi menjadi 1,7%.

3. US CB Consumer Confidence: Selasa, 21.00 WIB

Menurut survei Conference Board, tingkat kepercayaan konsumen turun menjadi 78,1 dari 79,4 pada bulan Januari. Responden khawatir atas prospek jangka pendek untuk kondisi bisnis, pekerjaan, dan penghasilan. Sementara itu, penilaian kondisi saat ini telah membaik. Tingkat kepercayaan konsumen diperkirakan akan membaik menjadi 78,7.

4. US New Home Sales: Selasa, 21.00 WIB

Penjualan rumah baru tahunan di AS naik tipis ke 468.000 di bulan Januari, melebihi perkiraan yaitu 406.000. Peningkatan yang terjadi sejak Desember menjadi indikasi bahwa sektor perumahan tetap kuat meskipun sempat menurun baru-baru ini, bahkan di tengah-tengah musim dingin yang parah. Jika sektor tenaga kerja terus membaik, maka pertumbuhan sektor perumahan pun akan semakin membaik. Data penjualan rumah baru yang akan dirilis Selasa ini diperkirakan akan menjadi 447.000.

5. US Core Durable Goods Orders: Rabu, 19.30 WIB

Di bulan Januari, pesanan untuk barang tahan lama AS di luar sektor transportasi secara mengejutkan naik 1,1% setelah sebelumnya sempat turun 1,9% pada bulan Desember. Kondisi cuaca yang buruk mempengaruhi penurunan industri tersebut. Sektor manufaktur diharapkan akan membaik dalam beberapa bulan mendatang. Data selanjutnya diperkirakan hanya akan bertambah 0,3%.

6. US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Membaiknya data klaim pengangguran AS mencerminkan bahwa turunnya data non-farm payrolls memang lebih disebabkan oleh cuaca dingin yang parah. Kamis ini, jumlah warga negara AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran diperkirakan akan mencapai 326.000 orang.

7. US Pending Home Sales: Kamis, 21.00 WIB

Kontrak pembelian rumah AS naik tipis 0,1% pada bulan Januari setelah sempat turun 5,8% akibat buruknya cuaca musim dingin serta keterbatasan jumlah rumah yang dijual. Kenaikan yang tipis ini lebih rendah daripada perkiraan analis yaitu 2,9%. Meskipun demikian, dalam beberapa bulan mendatang para analis memperkirakan akan terjadi peningkatan kendati kondisi kredit saat ini cukup ketat. Data berikutnya diperkirakan akan ada peningkatan sebesar 0,2%.

 

TECHNICAL OUTLOOK

EUR/USD

EURUSD

 

Euro berhasil menguat terhadap USD hingga mencapai area 1.3966 Kamis lalu. Level tersebut menjadi resistance kunci mingguan yang jika tembus diperkirakan akan mampu memicu momentum bullish lanjutan yang berpotensi akan memperpanjang uptrend hingga kisaran 1.4027- 1.4096.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic hampir overbought di chart 4 jam. Maka dari itu, waspadai kemungkinan koreksi pekan ini. Sebagai skenario bullish alternatif, perhatikan area support di kisaran level 1.3836 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.3905-1.3966. Namun berhati-hatilah jika pekan ini harga tembus ke bawah 1.3836 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro setidaknya hingga kisaran 1.3767-1.3706.

USD/JPY

USDJPY

 

Penguatan yen terjadi hingga mencapai level 101.20. Level tersebut merupakan support kunci pekan ini. Penguatan yen diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, berpotensi hingga kisaran 100.56-99.92.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic mulai bergerak naik diikuti CCI. Berdasarkan penampakan tersebut maka waspadailah kemungkinan koreksi di pekan ini. Sebagai skenario bearish alternatif, Anda bisa memperhatikan area support acuan Fibonacci di kisaran 102.17-102.78 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 101.80-101.20. Namun berhati-hatilah jika resistance 102.78 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY setidaknya hingga kisaran 103.15-103.75.

GOLD

GOLD

 

Harga emas berhasil menguat hingga menyentuh level 1391.97 yang saat ini menjadi resistance kunci mingguan. Saat analisis ini ditulis, harga emas masih bergerak menguji resistance tersebut. Jika tembus, maka harga emas berpotensi akan melanjutkan penguatan dengan sasaran di kisaran 1407.20-1424.24.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka dari itu waspadailah kemungkinan koreksi di pekan ini. Sebagai skenario bullish alternatif, perhatikan area support acuan Fibonacci di kisaran 1367.31-1352.08 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1376.74-1391.97. Namun berhati-hatilah jika support 1391.97 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1342.65-1327.42 pekan ini.

NIKKEI

NIKKEI

 

Nikkei tertekan hingga level support 14040 seiring penguatan yen. Jika level support tersebut tembus, Nikkei diperkirakan akan melanjutkan pelemahan di pekan ini dengan sasaran hingga kisaran 13850-13638.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa indikasi bullish telah terlihat di stochastic dan CCI 4 jam. Maka dari itu, waspadai kemungkinan pullback di pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran level 14443 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 14230-14040. Sebaliknya, berhati-hatilah jika resistance 14443 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bullish mengincar area 14655-14845.

KOSPI

KOSPI

 

Kospi tertekan hingga area 249.05 yang menjadi level support mingguan. Pelemahan Kospi ini diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 246.74-245.25.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan juga area resistance di kisaran level 253.95 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 251.36-249.05. Namun berhati-hatilah jika resistance 253.95 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kospi hingga kisaran 256.54-258.85.

Pahami Risk On & Risk Off Untuk Maksimalkan Peluang

Risk On & Risk Off

Pasar finansial secara garis besar dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu pasar mata uang atau dikenal dengan Forex, pasar atau bursa saham dan pasar atau bursa komoditas. Pergerakan dari ketiga pasar ini sebenarnya kalau kita perhatikan saling berkaitan. Ketika bursa saham naik itu akan berimbas ke pergerakan mata uang atau komoditi. Saat US dollar menguat pasti juga akan berimbas ke bursa saham serta komoditas. Lalu apa yang menyebabkan hubungan antara ketiga pasar ini?

Seperti kita ketahui pergerakan harga di pasar itu dipengaruhi oleh perilaku para pelaku pasar baik itu trader individual ataupun suatu institusi keuangan. Perilaku para pelaku pasar ini bisa dipengaruhi oleh adanya suatu data atau berita fundamental, bahkan jika itu baru beredar sebagai rumor atau gosip. Pernyataan seseorang yang cukup berpengaruh juga bisa menggerakkan perilaku para trader, misalnya pidato ketuaFederal Reserve ataupun komentar spekulan sekaliber George Soros misalnya. Nah, inilah yang dimaksud dengan market sentiment atau sentimen pasar.

Kali ini kita akan mengulas mengenai “risk on” dan “risk off” seta efeknya di pasar keuangan. Salah satu cara sederhana untuk membaca sentimen pasar ini adalah mengikuti arah dari pergerakan Wall Street, yang merupakan bursa dengan kapitalisasi pasar terbesar. Selain itu, Amerika Serikat merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia sehingga apa yang terjadi pada perekonomiannya akan berdampak terhadap perekonomian global.

Setiap hari kalau kita perhatikan selalu ada rumor baru yang berkembang dan itu direpresentasikan di bursa. Perubahan sentimen atau rumor yang berkembang bisa mempengaruhi emosi para pelaku pasar.

Di saat kita melihat Wall Street mengalami penguatan yang signifikan, itu merupakan tanda bahwa pelaku pasar memilih untuk mengambil resiko atau yang disebut dengan “risk on”. Pada saat itu pelaku pasar merasa optimis akan prospek kondisi perekonomian. Oleh sebab itu mereka mengalihkan dana mereka ke bursa saham serta instrumen finansial lain yang memberikan imbal hasil yang tinggi, Hal ini biasanya akan diikuti dengan meningkatnya indeks suatu bursa. Jika di pasar uang akan menguatkan mata uang yang termasuk high yield currency seperti Australian Dollar (AUD) serta New Zealand Dollar (NZD).

“Risk off” adalah kebalikan risk on. Ini berarti para investor dan trader lebih dominan mengambil langkah untuk menghindari resiko dengan menarik dananya dari bursa saham (menjual sahamnya). Yang bermain di pasar mata uang akan menjual high yield currency. Di saat itu, pelaku pasar akan lebih senang untuk membeli aset-aset yang lebih aman atau safe haven dan juga low yield currency seperti Yen dan US dollar.

Sebagai contoh adalah situasi Ukraina yang memanas, apakah bisa memicu terjadinya risk-off? Kalau kita perhatikan pergerakan Wall Street seperti index Dow Jones terpantau masih cenderung mengalami kenaikan, demikian juga high yield currency seperti aussie dan dollar new Zealand. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih optimis akan prospek ekonomi meskipun ada gejolak di Ukraina.

Namun sebaiknya kita terus memantau perkembangan di Ukraina, sebab bisa jadi ada pemicu yang menyebabkan para pelaku pasar melihat ada ancaman terhadap prospek ekonomi sehingga bisa memicu terjadinya risk off. 

Trik Mengambil Peluang Keuntungan Saat Non-Farm Payrolls

Trik Mengambil Peluang Keuntungan Saat Non-Farm Payroll

Dalam melakukan aktivitas trading forex kita tidak bisa lepas dari analisa. Dari analisa tersebut kita akan bisa memperkirakan kapan saatnya kita mengambil posisi Buy atau Sell. Selain itu, kita juga bisa mengetahui trend pergerakan harga saat ini, apakah cenderung naik, turun, atau bahkan sideway.

Analisa dibagi menjadi dua yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental. Analisa teknikal adalah analisa yang memanfaatkan history harga sebelumnya yang ditampilkan dalam suatu grafik. Dari grafik tersebut kita bisa menentukan trend, level support atau garis resistance. Kita juga bisa memanfaatkan alat bantu yang disebut dengan indikator teknikal yang biasanya sudah ada di platform trading yang kita gunakan. Sementara itu, analisa fundamental adalah analisa yang memanfaatkan berita-berita yang beredar. Berita tersebut bisa berita ekonomi, berita politik bahkan bencana alam. Selain itu ada juga data-data ekonomi yaitu data yang dirilis oleh suatu negara yang digunakan sebagai pijakan untuk mengetahui kondisi perekonomian negarayang bersangkutan. Untuk data ekonomi ini ada jadwal rilisnya yang bisa Anda cari di internet.

Terkait dengan data ekonomi yang dirilis ini sebenarnya bisa kita manfaatkan sebagai strategi untuk masuk posisi. Manfaatkan data-data ekonomi yang mempunyai dampak besar terhadap pergerakan harga, karena tidak semua data mempunyai dampak besar yang mampu menggerakkan pasar. Contoh data penting yang mempunyai dampak besar di pasar yaitu data suku bunga dan non-farm payrolls Amerika Serikat.

Berikut ini strategi yang bisa kita manfaatkan saat data non-farm payrolls dirilis. Perhatikan grafik di bawah ini:

Trik Mengambil Peluang Keuntungan Saat Non-Farm Payroll

Menjelang data non-farm payrolls akan dirilis; biasanya setiap hari Jumat pertama tiap bulannya; biasanya harga akan cenderung bergerak sideway atau berada dalam range yang kecil. Biasanya, ini terjadi karena para trader di seluruh dunia menunggu rilis data tersebut.

Contohnya pada grafik 30-menitan AUD/USD di atas. Di pagi hari (garis vertical biru) sampai menjelang dirilisnya data non-farm payrolls harga cenderung bergerak steady atau sideway.

Berikut adalah trik memanfaatkan peluang dirilisnya data ini:

  1. Tentukan harga tertinggi dari candle pertama hari bersangkutan sampai candle terakhir data akan dirilis yang selanjutnya disebut dengan garis resistance. Terlihat pada grafik di atas resistance berada di harga 0.8909.
  2. Tentukan harga terendah dari candle pertama hari bersangkutan sampai candle terakhir sebelum data dirilis yang selanjutnya disebut garis support. Terlihat pada grafik diatas support berada di level 0.8874.
  3. Pasang Pending Order Buy Stop sedikit diatas garis resistance misal diharga 0.8915.
  4. Pasang Pending Order Sell Stop sedikit dibawah garis support misal diharga 0.8868.
  5. Untuk Stop Loss (jika Buy Stop Done) adalah jika harga berbalik menembus support. Sebaliknya jika Sell Stop Done maka Stop Loss adalah jika harga berbalik menembus resistance.
  6. Untuk Target Profit sesuaikan dengan batasan kerugian misalnya dalam contoh diatas sekitar 50 pip atau dilevel 0.8965, atau jika Anda yakin dan ingin mengikuti hasil berita, maka Anda boleh menahan posisi untuk mendapatkan profit yang lebih besar. Namun harus tetap berhati-hati.

Seperti terlihat diatas ternyata setelah data US non-farm payrolls dirilis ternyata hasilnya sangat jelek sehingga membuat aussie menguat dan saat tembus resistance 0.8909. Aussie terus menguat dan pending order kita (Buy Stop di 0.8915) done dan setelah 3 candle seperti terlihat pada grafik di atas. Target profit kita di level 0.8965 done.

Silahkan Anda coba di demo account untuk data US non-farm payrolls bulan berikutnya, dan juga bisa dicoba untuk data data ekonomi penting lainnya.

Crimea, Mengapa Engkau Begitu Diperebutkan ?

Crimea, Mengapa Engkau Begitu Diperebutkan?

Pertikaian antara Ukraina Vs Rusia adalah salah satu topik yang paling hot di akhir Februari 2014 hingga sekarang ini. Seluruh berita di media internet dan pasar keuangan tidak henti-hentinya membahas permasalahan kedua negara ini. Lalu wilayah Crimea di Ukraina menjadi mendadak terkenal karena menjadi wilayah sengketa antara Ukraina dan Rusia. Sebetulnya ada apa dengan daerah Crimea? Mengapa Rusia begitu menginginkan daerah tersebut? Berikut beberapa alasannya :

1.    Crimea Wilayah Yang Eksklusif

Secara hukum, wilayah Crimea yang berada di semenanjung Laut Hitam adalah bagian dari Ukraina, namun memiliki ikatan budaya yang kuat dengan Rusia. Pada tahun 1994, memorandum yang ditandatangani juga oleh Rusia bersama dengan AS, Inggris dan Perancis menyebutkan Crimea adalah sebuah republik otonom di Ukraina yang memiliki hak melakukan pemilihan parlemen sendiri dan memiliki presiden sendiri walau yang akhirnya dihapuskan pada tahun 1995. Sejak saat itu, pemerintah Ukraina akhirnya menunjuk seorang perdana menteri khusus dari Crimea. Selain itu, Crimea memiliki badan legislatif dan kekuasaan eksekutif sendiri.

 2.    Crimea Wilayah yang Strategis

Crimea merupakan wilayah penting di Ukraina karena menempati wilayah yang secara strategis, dan geografis yang sangat baik dibandingkan wilayah lainnya. Wilayah Crimea yang luasnya 26 ribu km persegi,  hampir seluruhnya dikelilingi oleh Laut Hitam dan terhubung dengan daratan Ukraina melalu daerah tanah genting Perekop. Kelebihan lain dari Crimea adalah memiliki iklim yang sama sepanjang tahun yang menyebabkan menjadi salah satu alasan para pemimpin Rusia bersikeras menjaga Crimea tetap di wilayah mereka.

Meskipun seluruh dunia mengakui Crimea sebagai bagian dari negara Ukraina, namun angkatan laut Rusia memiliki pangkalan armada angkatan laut yang ditempatkan di Sevastopol (bagian selatan Crimea).  Pada 2010, Rusia menegosiasikan kesepakatan yang membolehkan negara itu membagi semua hal penting di Sevastopol dengan imbalan diskon 40 miliar dolar gas alam dari Rusia.

Sementara itu, Rusia sebagai negara eksportir energi terbesar di dunia, tergantung terhadap Ukraina karena sebagian besar jalur gas Rusia yang diekspor ke Uni Eropa melewati Ukraina.

 3.    Crimea Adalah Produsen Jagung dan Gandum

Ukraina adalah salah satu produsen jagung dan gandum terbesar di dunia, dan sebagian besar terdapat di wilayah Crimea. Berdasarkan data pemerintah Ukraina, lebih dari 50% ekonomi Crimea dikhususkan untuk industri produksi pangan dan distribusi. Namun dari melimpahnya sumber daya alam jagung dan gandum tersebut, crimea harus bergantung kepada Ukraina dalam soal listrik dan air karena iklim wilayah sekitar yang semi kering.

EH, UKRAINA TERNYATA PENTING BAGI TRADER !

EH, UKRAINA TERNYATA PENTING BAGI TRADER!

 

Dalam beberapa pekan terakhir, mata dunia – terutama dari sektor finansial – seolah-olah tertuju pada negara mungil itu. Krisis politik yang terjadi hingga berujung dimakzulkannya (mantan) presiden Viktor Yanukovych ternyata berdampak terhadap pasar ekonomi global.

Ukraina merupakan salah satu negara kecil di kawasan Eropa Tenggara yang merupakan “sempalan” eks-Uni Soviet. Revolusi Oranye yang terjadi di kurun waktu November 2004-Januari 2005 menyebabkan Rusia benar-benar kehilangan pengaruhnya di Ukraina. Namun sejak berkuasanya Victor Yanukovych yang pro-Rusia, maka Sang Beruang Merah pun kembali mendapatkan pengaruhnya. Salah satu bukti bahwa Yanukovych pro-Rusia adalah keputusannya untuk membatalkan kerja sama dengan Uni Eropa dan berpaling pada Rusia yang memberi pinjaman $15 milyar.

Ukraina sebenarnya sejak lama telah menjadi “rebutan” antara Rusia dan Uni Eropa. Belakangan, si super-power Amerika Serikat pun belakangan ikut campur, terutama ketika ketegangan politik dan keamanan meningkat.

Bagi Rusia sendiri, Ukraina sangat penting dilihat dari sudut pandang ekonomi. Jalur pipa suplai minyak dan gas dari Rusia untuk memenuhi permintaan Barat ternyata melalui Ukraina. Jalur ini juga dimanfaatkan oleh Ukraina untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi pabrik-pabrik mereka. Selain itu, investasi Rusia juga cukup banyak di Ukraina. Mulai dari pengecoran logam, migas, telekomunikasi hingga jasa investasi.

Makanya, secara politik dan ekonomi, cukup beralasan mengapa Rusia tidak ingin Ukraina dikuasai oleh pemimpin yang anti-Rusia. Lengsernya Yanukovych tentu akan mengancam pengaruh Rusia di Ukraina. Itulah (mungkin) sebabnya mengapa Vladimir Putin, presiden Rusia, merasa perlu ikut campur dengan mengirimkan pasukannya ke Crimea, wilayah yang berbatasan langsung dengan Rusia, bahkan sempat menguasai beberapa obyek vital di sana. Meskipun demikian, Rusia melalui perwakilannya di PBB mengatakan bahwa pengiriman pasukan adalah berdasarkan permintaan pemerintah Ukraina sendiri.

Uni Eropa sebenarnya telah berusaha untuk “mengambil hati” Ukraina agar tidak terlalu tergantung pada gas Rusia. Di antaranya dengan menawarkan bantuan pada Ukraina untuk meningkatkan infrastruktur serta mempercanggih teknologi pengolahan gas agar tidak tergantung pada Rusia. Seperti diketahui, Eropa sebenarnya lebih bergantung pada Rusia daripada Amerika Serikat. Sebagian besar kebutuhan migas Eropa dipasok Rusia.

Nah, jika konflik Ukraina berdampak ke pasokan minyak, ada kemungkinan akan harga minyak dunia akan naik signifikan. Padahal kita tahu, bahwa isu kenaikan harga minyak tentu akan berdampak ke mana-mana, khususnya manufaktur, terutama tentunya kawasan Uni Eropa. Dan kita tahu juga, bahwa perekonomian Eropa, khususnya zona euro, sedang kurang sehat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Selain Eropa, ternyata China juga menganggap Ukraina sebagai “sumber yang aman” untuk memenuhi kebutuhan mereka akan energi dan bahan makanan. China telah memberi pinjaman milyaran dollar kepada Ukraina untuk meng-upgrade irigasi pertanian dan produksi gas batubara. Konflik yang berkepanjangan dikhawatirkan akan mempengaruhi ekonomi China, dan pada gilirannya tentu ekonomi global. Masih ingat kan, bagaimana data manufaktur China menyebabkan gonjang-ganjing di emerging market ?

Jadi, setidaknya beberapa poin di atas bisa menjadi alasan mengapa konflik di Ukraina mampu mempengaruhi pasar global. Maka dari itu, jika Anda berkecimpung di dunia pasar finansial, tidak ada salahnya memperhatikan perkembangan di Ukraina.

Perlukah Anda Mengetahui Data Ekonomi GDP Untuk Trading ?

Perlukah Anda Mengetahui Data Ekonomi GDP Untuk Trading ?Rilis data ekonomi penting bagi trader forex. Indikator ekonomi sangat penting karena akan menciptakan volatilitas pergerakan harga, dan banyak spekulasi ketika data di rilis. GDP adalah salah satu contoh laporan ekonomi yang di tunggu pasar. Tidak hanya dalam forex, para trader terus memantau data ekonomi penting ini, dan mereka menggunakannya untuk membangun posisi baru atau dukungan pada posisi lain.

Laporan GDP

Gross domestik product adalah total nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara tertentu. Dalam negara Amerika Serikat, jumlah ini dapat dibagi menjadi empat kategori utama : konsumsi, investasi , pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih.

Konsumsi adalah pengeluaran konsumen rumah tangga, termasuk hal-hal seperti makanan, sewa, bahan bakar dan pengeluaran pribadi lainnya.

Investasi adalah pengeluaran bisnis pada barang baru dan peralatan, serta investasi rumah tangga di bidang properti.

Pengeluaran pemerintah dan investasi  adalah total dari seluruh pengeluaran pemerintah, termasuk gaji pegawai negri dan pertahanan atau manfaat program sosial.

Ekspor bersih adalah total ekspor akhir, dikurangi total impor. Ekspor bersih yang lebih tinggi lebih produktif bagi perekonomian.

Jumlah angka-angka ini adalah total gross domestic product Amerika Serikat, yang dapat dibandingkan dengan kinerja data dari tahun lain dalam rangka untuk memperoleh persentase dari pertumbuhan GDP atau kontraksi dalam periode tertentu.

Membuat Perbandingan

Angka gross domestic product dapat dikeluarkan secara bulanan atau kuartalan. Di Amerika Serikat, Biro Analisis Ekonomi (BEA), sebuah sub dari Departemen Perdagangan AS , merilis angka kuartalan GDP pada awal atau menjelang akhir setiap bulan. Laporan ini juga dapat dirilis dengan kondisi nyata atau nominal yang disesuaikan dengan dampak inflasi. BEA juga mengeluarkan indeks harga GDP yang telah digunakan dalam dengan kedua indeks harga konsumen (CPI) dan pengeluaran deflator pada konsumsi pribadi sebagai ukuran inflasi konsumen.

Perdagangan Pasar Forex

Laporan gross domestic product memegang banyak peranan bagi trader forex dimana laporan ini berfungsi sebagai bukti bahwa pertumbuhan ekonomi sedang produktif atau sedang berada dalam sinyal kontraksi dengan memberikan indikasi pertumbuhan melambat. Akibatnya, trader forex akan cenderung mencari data GDP yang lebih tinggi atau pertumbuhan kepercayaan pada suku bunga dengan arah yang sama. Jika ekonomi sedang mengalami tingkat pertumbuhan yang baik akan bermanfaat kepada konsumen dengan kemungkinan akan ada peningkatan pengeluaran dan ekspansi . Pada gilirannya, pengeluaran yang lebih tinggi menyebabkan kenaikan harga, dan bank sentral berusaha untuk menjinakkan harga melalui kenaikan suku bunga.

Apa yang Bisa Harapkan

Ada tiga reaksi dasar untuk tindakan yang akan dilakukan seorang trader atau investor :

1 . Data GDP yang lebih rendah dari perkiraan kemungkinan besar akan mengakibatkan aksi jual mata uang domestik terhadap mata uang lainnya. Dalam kasus AS, angka GDP yang lebih rendah memberikan sinyal kontraksi ekonomi dan berpotensi akan ada kenaikan suku bunga AS dan menurunkan nilai mata uang dolar AS.

2 . Data DGP yang di rilis hampir sama dengan data sebelumnya akan memerlukan sedikit perbandingan oleh investor. Di sini, para analis atau trader akan membandingkan data saat ini dengan membaca data kuartal sebelumnya, bahkan mungkin membaca data tahun sebelumnya. Dengan cara ini, evaluasi akan menjadi lebih baik dengan cara mengumpulkan data. Mengingat faktor ini, Anda dapat berharap bahwa price action yang dihasilkan membuat kecenderungan campuran data ketika pasar sedang memilah rincian.

3 . Data yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan akan memberi kecenderungan mata uang dollar menguat terhadap mata uang lainnya. Oleh karena itu, jika data GDP AS lebih tinggi akan menguntungkan dollar, jadi semakin tinggi data GDP sebenarnya, akan membuat semakin tajam apresiasi terhadap dolar.

KALAU ADA EDUKASI GRATIS BERMUTU, KENAPA HARUS BAYAR ?

KALAU ADA EDUKASI GRATIS BERMUTU, KENAPA HARUS BAYAR ?

“Ada yang lebih bagus dari xxx? Yang lebih mahal banyak!“

Pernahkah anda mendengar tagline iklan obat anti nyamuk yang mengatakan demikian? Tagline tersebut memang mengisyaratkan bahwa untuk apa mencari yang lain, jika produk tersebut sudah memiliki kualitas terbaik. Begitupun dengan ForexIMF.com, yang memiliki kualitas terbaik dalam pelayanannya termasuk pelatihan trading forex untuk para nasabahnya.

Pelatihan trading forex yang bertebaran dimana-mana kadang membuat para trader kebingungan untuk memilih mana yang terbaik agar bisa meningkatkan performa trading mereka. Ada yang menawarkan indikator yang canggih, ada juga yang menawarkan robot – robot trading yang mutakhir, bahkan ada yang menggunakan istilah – istilah yang tidak lazim agar dapat meraup keuntungan dalam bertrading. Tapi perlu diingat semua itu berbayar dan tidak ada yang gratis. Tapi pertanyaannya, apakah yang berbayar itu memberikan pelayanan dan hasil yang maksimal ?

Saya memiliki seorang teman yang telah mengikuti berbagai pelatihan trading forex berbayar diberbagai tempat. Namun apa yang didapatkan? Uang terbuang percuma, performa tradingnya tetap berjalan di tempat dan cenderung mengalami kerugian. Akhirnya, saya merekomendasikan, untuk mencoba pelatihan trading forex di ForexIMF.com dan ia pun berhasil meningkat performa tradingnya.

ForexIMF.com, merupakan broker terbaik yang memberikan edukasi yang maksimal untuk para nasabahnya. Mengapa bisa demikian ?

1. Foreximf.com Memiliki Mentor yang Berpengalaman

Jika anda memang sedang mencari seorang mentor yang kredibel dan berpengalaman yang dapat membimbing anda menjadi seorang trader yang mandiri, disinilah tempatnya. Foreximf.com dihuni oleh mentor – mentor yang berpengalaman, yang telah mengalami pahit manisnya dunia trading. Anda cukup datang ke kantor kami dan bisa bertanya apapun seputar trading forex, meskipun anda belum jadi nasabah. Bayangkan, belum jadi nasabah saja sudah diberikan pelayanan maksimal, bagaimana anda sudah jadi nasabah? Jadi, untuk apa mencari yang berbayar ?

2. Technical Analysis Of The Financial Markets

Banyak berbagai pelatihan yang memberikan pengajaran tradingnya dengan menggunakan teknik yang kurang lazim di dengar, yang akhirnya kerap membuat para trader kebingungan. Ada yang menggunakan indikator custom, ada yang memenuhi chartnya dengan indikator, memberikan robot – robot dan sebagainya. Namun di ForexIMF.com memberikan pengajaran yang singkat, mudah diterapkan dan profit yang berdasarkan pada buku Technical Analysis Of The Financial Market karangan John J.Murphy. Jadi, tunggu apa lagi? Buktikan sendiri edukasi kami.

3. Foreximf.com memiliki fasilitas chat langsung ke tim analis

Kelebihan lain yang dimiliki oleh ForexIMF.com adalah anda semua jika telah menjadi nasabah, bisa langsung terhubung dengan para analis yang telah berpengalaman dibidangnya via chat online. Selain bisa bertanya mengenai edukasi, anda pun jika mengalami kebingungan kemana harga akan bergerak, atau membutuhkan pandangan dari para analis, anda bisa langsung bertanya kepada mereka. Menarik bukan? Jadi, untuk apa mencari jasa sinyal – sinyal posisi berbayar?

Bagaimana? Tertarik untuk belajar bersama kami? Untuk apa mencari yang berbayar? Lebih baik langsung saja belajar bersama kami. Happy trading

Tahukah Anda: Data Inflasi Membantu Prediksi

Tahukah Anda: Data Inflasi Membantu Prediksi

Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri “Apakah itu inflasi?” Jika Anda tidak mengerti, berarti Anda tidak sendirian. Ini adalah salah satu pertanyaan paling populer yang sering ditanyakan oleh investor atau trader forex baru.

Secara sederhana, inflasi dapat didefinisikan sebagai kenaikan harga atau penurunan nilai uang. Itu berarti jika seseorang bertanya kepada Anda, “Apa itu inflasi?” jawaban singkatnya adalah,”kenaikan biaya barang-barang yang diperlukan bagi manusia untuk hidup dan menikmati hidup, seperti roti, mentega, susu, keju, kopi, minyak, tempat tinggal, pakaian, pelayanan medis , elektronik, dll”

Ada Dua Penyebab Utama Inflasi

Beberapa inflasi disebabkan karena negara telah mencetak terlalu banyak uang atau terjadi bencana keuangan dan menyebabkan mata uangnya menurun. Penyebab inflasi dapat juga terjadi karena biaya transportasi yang lebih tinggi seperti gas, yang membuat sedikit lebih mahal untuk toko retail, sehingga meningkatkan biaya bagi konsumen.

Konsumen yang pada gilirannya, memerlukan seperti kertas toilet, pasta gigi, jeans, kertas, mobil, lampu, furniture. Pada titik ini, konsumen biasanya akan menuntut kenaikan gaji di perusahaan mereka, yang akan menekan keuntungan perusahaan lebih lanjut, yang dapat menyebabkan kenaikan harga tambahan, dan siklus pun akan dimulai dan hal ini adalah momentum ketika ekonom mengatakan bahwa inflasi telah menjadi “tertanam” dalam perekonomian.

Ada dua penyebab yang membuat tingkat inflasi akan tinggi. Jika anda juga mungkin membaca, Apakah Efek Inflasi ? maka di butuhkan cara untuk memahami bagaimana inflasi dapat terkerek (atau dalam kasus yang sangat jarang terjadi, membantu dompet Anda).

Sekarang Anda sudah mengetahui jawaban pertanyaan, “Apakah itu Inflasi?”

Dalam artikel ini, keuntungan dari Inflasi dapat dijelaskan dengan cara bahwa ada jenis usaha tertentu yang dapat memiliki keuntungan dari data inflasi, sehingga memungkinkan Anda untuk mempertahankan keutungan jika Anda bertransaksi di dalamnya.

Bagaimana tingkat inflasi diukur ?

Tingkat inflasi biasanya diukur dengan menggunakan indeks inflasi. Indeks inflasi yang paling populer adalah indeks harga konsumen, yang merupakan sekeranjang barang seperti kopi, pakaian, dll di Amerika Serikat yang biasanya memiliki tingkat inflasi yang jauh lebih rendah daripada seluruh dunia, di kisaran 3 % sampai 4 % per tahun untuk beberapa dekade terakhir.

Pilihan lain untuk melindungi investasi anda dari inflasi adalah dengan membeli obligasi. Obligasi ini dijamin oleh pemerintah Amerika Serikat dengan tingkat suku bunga didasarkan pada kombinasi tingkat bunga tetap dan tingkat inflasi yang berubah karena harga selalu bergerak naik atau menurun.

Ada dua data inflasi yang menjadi sorotan para trader karena berdampak pada pergerakan forex, yaitu : CPI dan PPI

Consumer Price Index (CPI) adalah indikator yang mengukur tingkat kenaikan barang dan jasa yang dikenakan kepada konsumen.

Product Price Index (PPI) adalah indikator yang mengukur tingkat kenaikan barang dan jasa yang dikenakan kepada produsen.

Kenaikan harga barang dan jasa pada akhirnya akan meningkatkan inflasi yang pada akhirnya biasanya harus diimbangi dengan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga dapat memperkuat mata uang negara yang bersangkutan.

Kesimpulan :

–          Bila nilai rilis CPI/PPI AS naik dari bulan sebelumnya, maka mata uang USD akan menguat (naik).

–          Bila nilai rilis CPI/PPI AS tetap dari bulan sebelumnya, maka mata uang USD akan tetap (tidak berubah ).

–          Bila nilai rilis CPI/PPI AS turun dari bulan sebelumnya, maka mata uang USD akan melemah (turun).