Fase – Fase Sepak Terjang Seorang Trader ( Part-1 )

Ibarat metamorfosa seekor kupu-kupu; yang bermula dari telur yang dilanjutkan ke fase ulat lalu kemudian menjadi kepompong dan akhirnya berhasil menjadi kupu-kupu yang cantik; demikian jugalah fase-fase yang harus dilewati oleh seorang trader. Ada beberapa tahapan yang umumnya akan dialami oleh para trader yang berkecimpung di pasar finansial. Seperti tahapan di dunia pendidikan yang dimulai dari tahap TK, lalu SD, kemudian SMP, SMA, kuliah, lulus menjadi sarjana dan bekerja di dunia profesional.

TK

TK

1.    Fase “TK”

Pada umumnya di fase “TK” seorang calon trader tidaklah sadar akan ketidakmampuannya. Ini adalah mas-asa pertama trader ketika memulai terjun ke dalam dunia trading. Ia tahu bahwa trading merupakan cara yang sangat baik untuk menghasilkan uang melalui media internet, melalui kisah sukses seseorang atau temannya sendiri yang mengalami hal tersebut.

Sayangnya, mencapai kesuksesan itu ternyata sulit dan membutuhkan proses. Ia harus mempelajari cara memperkirakan harga akan bergerak ke mana? Naik atau akan turun? Tanpa bimbingan yang jelas, ia akan kehilangan pegangan dan cenderung akan mengalami kebingungan. Kemudian ia cenderung mengambil banyak posisi trading dengan resiko besar. Kesalahan demi kesalahan terus terjadi, dimana harga selalu berlawanan dengan posisi yang diambil yang akhirnya trader merugi dan ternyata lagi dan lagi.

Pada awalnya ia mungkin bisa menghasilkan beberapa keuntungan, tetapi kemudian kondisi menjadi buruk, pikiran menjadi kacau dan akhirnya ia mengambil resiko lebih banyak dengan mencoba untuk mengembalikan keadaan dengan menggandakan transaksinya. Sayangnya, balas dendam tidaklah menghasilkan apa-apa melainkan kerugian yang semakin besar.

Pada kondisi seperti itulah ia mulai sadar akan ketidakmampuannya. Biasanya masa-masa ini bertahan selama 1 minggu hingga 1 bulan.

2.    Fase “SD”

Fase SD ini merupakan saat ketika seorang trader sadar akan ketidakmampuannya. Di tahapan ini, ia mulai menyadari perlunya lebih banyak usaha untuk dapat meraih kesuksesan di dunia trading. Ia mulai menyadari bahwa ia adalah trader yang tidak kompeten dan tidak memiliki pengetahuan untuk meraih keuntungan. Ia sudah mulai belajar tentang sistem trading, membaca website-website trading, menguji robot-robot, masuk ke forum-forum, mencoba berbagai jenis indikator dan berharap bahwa “sistem holy grail“ akan segera ditemukan. Ada juga trader yang mencoba membeli dan membayar sinyal atau sistem dari orang lain, hanya sayangnya sinyal atau sistem tersebut tidak bekerja sesuai dengan keinginannya karena sistem trading seseorang belum tentulah cocok apabila digunakan oleh orang lain. Tahap ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Fase ini biasanya merupakan tahapan ketika seorang trader sangat mungkin akan merasa frustrasi dan menyerah. Bisa dikatakan sekitar 40 persen trader menyerah di tiga bulan pertama. Sedangkan 30 persennya bertahan selama 1 tahun. Sedangkan 20 persen masih terus berjuang hingga 2 – 3 tahun untuk mendapatkan kesuksesan di bidang ini. Namun, 10 persen sisanya inilah, yang akan menjadi cikal bakal penghasil profit secara konsisten.

Bagaimana? Sudah berada ditahapan mana Anda sekarang? Tunggu ulasan fase “SMP”, “SMA” dan “Universitas” di pembahasan selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Happy Trading. J

Fantastic Four Keberhasilan di Trading Forex

Trader forex menjadi salah satu profesi yang menjanjikan. Di Amerika, banyak trader yang telah sukses, menghasilkan keuntungan yang besar dan membanggakan hasil trading mereka. Namun, di sisi lain ada pula orang yang mengalami kerugian dan akhirnya masuk ke dalam barisan sakit hati. Banyak artikel yang menjelaskan kegagalan dasar dalam bertrading dan bagaimana cara mengatasinya. Khusus artikel ini, penulis ingin membahas mengenai kunci sukses keberhasilan dari trading forex. Berikut ini 4 kunci keberhasilan dari trading forex :

Fantastic Four

Fantastic Four

 1.       Money Management

Money management sangatlah penting dalam aktifitas bertrading. Besarnya lot transaksi anda haruslah disesuaikan dengan besar resiko yang bersedia anda tanggung dan jumlah modal anda. Jika anda tidak memperhatikan money management, hampir dipastikan anda akan jatuh ke dalam jurang margin call.  Jika risiko per perdagangan terlalu agresif, maka ada risiko jatuhnya account trading anda.

 2.       Displin

Kedisplinan merupakan salah satu hal yang penting dalam melakukan segala aktifitas. Sejak anda menjalani bangku sekolah pasti anda diajarkan mengenai pentingnya sikap disiplin. Begitupun dalam aktifitas trading forex. Pelajaran disiplin yang telah anda dapatkan di bangku sekolah ternyata berguna juga ketika anda melakukan aktifitas trading. Kedisiplinan untuk mematuhi  sistem trading yang telah anda buat adalah suatu hal yang penting dalam trading forex. Tanpa kedisiplinan anda dapat mudah terhempas ke dalam jurang margin call.

 3.       Komitmen

Harus ada komitmen secara konsisten untuk melakukan trading sesuai rencana trading anda. Anda yang mempunyai “plan A”, sebagai contoh anda akan melakukan trading pada hari rabu dan kamis saja. Anda harus berkomitmen secara konsisten untuk hal itu. Lalu anda juga harus berkomitmen untuk jangan mudah menyerah untuk menjalankan bisnis trading forex ini. Apabila anda mudah menyerah maka akan akan menjadi orang yang masuk kedalam barisan sakit hati. Apapun yang terjadi, tetaplah berkomitmen pada rencana yang telah Anda buat dan terus berjuang untuk memperoleh keberhasilan di bisnis ini.

 4.       Giat Belajar

Dalam melakukan berbagai kegiatan, kita harus melalu beberapa proses terlebih dahulu untuk berhasil meraih kesuksesan dalam kegiatan tersebut. Hal ini bisa saya analogikan dahulu dengan sebuah contoh. Alkisah menceritakan seseorang yang baru memulai bergabung dengan salah satu perusahaan. Di sana ia perlu belajar terlebih dahulu mengenai hal – hal yang ditugaskan kepadanya. Apabila sudah mahir maka anda tentunya anda memiliki peluang untuk naik jabatan ke posisi lebih tinggi karena anda sudah mahir dalam melaksanakan tugas anda di perusahaan tersebut. Begitupun dengan trading forex, apabila anda hanya berpikir bisnis ini melekat dengan faktor keberuntungan,anda salah besar. Untuk sukses dibisnis ini anda harus belajar dengan giat. Dimulai dengan membaca banyak buku yang berhubungan dengan trading forex hingga anda membuat perencanaan trading dan anda praktekan rencana anda di demo account yang berakhir di real account. Suatu tahapan yang cukup panjang juga kan untuk meraih sukses? Mulai sekarang giatlah belajar agar anda bisa sukses di bisnis trading forex.

Kelas Edukasi “Metode Scalping untuk Transaksi Emas”

Metode scalping merupakan gaya trading membuka dan menutup posisi dengan cepat biasanya terbentuk dalam beberapa menit bahkan detik. Tema ini diambil masih dengan latar belakang trend harga emas yang sedang naik dan scalping merupakan salah satu metode yang cukup baik diterapkan terhadap produk tersebut.

Kelas edukasi ini diselenggarakan pada Selasa, 12 November 2013 di Training Room FOREXimf.com dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Rizal Perwira, Head Research and Development FOREXimf.com.

-Corcomm2013-

Tunggu Apa lagi? Sekarang Waktunya

Alkisah menceritakan tentang seorang kawan bernama Toni yang merupakan seorang pedagang komputer di salah satu mall di Bandung. Toni menceritakan ketika mendengar issue mengenai melemahnya nilai tukar rupiah, ia dengan sigap melakukan pembelian komputer dalam jumlah besar agar nanti ia bisa menjualnya dengan harga yang tinggi. Ketika nilai tukar rupiah benar-benar melemah, Toni kebanjiran pembeli karena ia masih bisa menjual komputer dengan harga yang lebih murah dengan pedagang lain yang telanjur membeli komputer ketika nilai tukar rupiah sudah anjlok. Melihat kenyataan itu, Toni mulai menaikkan harga jual komputernya sedikit demi sedikit.

 

Kisah lain menceritakan seorang kawan yang menjalankan bisnis roti disalah satu mall ternama di Bandung. Ketika usahanya pertama kali dibuka, ia melakukan promosi dengan melakukan penjualan di bawah rata-rata roti pada umumnya dan menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap roti tersebut. Namun ketika promosi tersebut dihentikan dan harga roti kembali dinaikkan ternyata permintaan roti tersebut tidak sebanyak sebelumnya. Karena berkurangnya permintaan atas roti produksinya, maka kawan tersebut mau-tidak-mau menurunkan harga rotinya agar tetap bisa menutupi ongkos produksi.

 

Setelah membaca kedua kisah diatas, adakah korelasi dari kedua kisah tersebut? Apabila Anda jeli, pasti Anda akan menyadarinya. Sadarkah bahwa mereka sebetulnya sedang melakukan kegiatan trading? Membeli barang saat murah dan menjualnya saat harga tinggi. Lalu harga tersebut dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran juga bukan? Begitupun dalam trading forex, trading forex pun dipengaruhi oleh faktor-faktor yang telah diutarakan diatas. Dalam trading forex dikenal dengan istilah support dan resistance.

 

  1. 1.    Support

Support adalah suatu level yang dapat menghentikan pergerakan harga turun. Pada saat itu, permintaan lebih tinggi daripada penawaran. Atau dengan kata lain, bisa dikatakan jumlah pembeli lebih banyak daripada penjual. Efeknya, harga akan berhenti turun dan kembali bergerak naik. Logikanya begini, apabila harganya murah, tentunya akan banyak orang yang membeli barang tersebut.

Dalam analisis teknikal, level support bisa dijelaskan dengan gambar berikut:

 

Support

Support

  1. 2.    Resistance

Resistance merupakan kebalikan dari support. Resistance adalah suatu level yang mampu menghentikan pergerakan harga pada saat naik. Pada saat itu, penawaran lebih tinggi daripada pemintaan. Dengan kata lain, lebih banyak penjual daripada pembeli. Efeknya, harga akan berhenti naik dan akan bergerak turun.

Dalam analisis teknikal, level support bisa dijelaskan dengan gambar berikut:

 

Resistance

Resistance

 

Bagaimana? Setelah membaca artikel ini apakah anda tercerahkan? Trading forex sama dengan bisnis konvensional pada umumnya bukan? Yang penting adalah kita harus jeli dalam memperhatikan di mana level support dan resistance-nya. Kita beli pada saat harga murah (di dekat support) dan kita jual pada saat harga mahal (di dekat resistance).

 

Jadi, tunggu apa lagi? Sekarang waktunya. Mari kita trading forex. J

Jangan Menghancurkan Trading Anda Dengan Pemikiran Berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan, biasanya akan berakibat buruk. Sebagai contoh, dalam ilmu kedokteran, sel darah merah dan sel darah putih harus berada dalam porsi seimbang. Begitupun dengan trading forex, untuk memperoleh hasil trading yang realistis dan konsisten, anda harus menjauhkan pemikiran dan ekpektasi yang berlebihan dari trading yang anda lakukan.  Hal itu dapat menjadi duri dalam daging karena berpotensi menghancurkan account trading anda. Berikut ini ada beberapa contoh pemikiran yang berlebihan tentang trading. Mari kita membahasnya satu demi satu.

Ketakutan

Ketakutan

Dengan trading forex, semua masalah finansial “Beres“

Trading dijadikan salah satu alternatif dalam mengatasi segala badai cobaan dalam bidang keuangan pribadi. Ada yang kekurangan uang, berharap dapat melipatgandakan uang dari trading forex. Ada yang sedang terlilit hutang, berharap dapat segera membayarkan hutangnya dengan bertrading forex. Intinya semua “Beres“. Pemikiran berlebihan ini tentunya akan membebani mereka saat melakukan trading. Mereka mengharapkan hasil instant sehingga masalah mereka terselesaikan. Perlu diingat, memang betul prospek trading forex sangatlah menjanjikan, namun untuk sukses dalam trading diperlukan proses dan waktu yang tidak singkat.

Saya ingin segera melipatgandakan modal saya

Pikiran ini biasanya hinggap di benak pemikiran para trader pemula. Pada kenyataannya diperlukan waktu yang tidak singkat untuk dapat melipatgandakan account trading dan profit dengan konsisten. Semakin anda ingin cepat melipatgandakan account trading forex anda, biasanya akan membawa anda ke jurang kehancuran. Diperlukan kesabaran, disiplin dan pengaturan money management yang ketat agar anda bisa menghasilkan profit konsisten.

Saya tidak ingin melewatkan setiap moment di pasar

Biasanya pemikiran ini timbul dari para trader yang hasil tradingnya belum konsisten dan sedang mengalami kerugian. Akibatnya mereka menjadi emosional dan selalu ingin membuka posisi di pasar agar segera dapat menutupi kerugian mereka. Semakin sering Anda masuk ke pasar bukan berarti semakin besarlah peluang Anda untuk menghasilkan keuntungan. Biasanya keputusan yang tidak didasari dengan analisis objektif akhirnya akan menghancurkan account trading anda. Sebaiknya anda harus bersabar. Lakukan analisis dengan lebih objektif sebelum anda masuk ke pasar sehingga anda menghindari overtrading.

Agar account trading forex anda bisa tahan lama, anda harus bisa menjauhi pemikiran-pemikiran yang berlebihan seperti diatas. Anda harus menanamkan suatu pemikiran bahwa sukses dalam trading forex diperlukan proses dan waktu yang tidak singkat. Teruslah berusaha dan berdoa. J

90 % Trader Tampaknya Pernah Mengalami ini

Trader

Trader

Dari sekian banyaknya bisnis yang menjanjikan, trading forex adalah termasuk salah satunya. Namun diperlukan usaha yang sangat maksimal agar bisa mencapai profit yang konsisten. Diperlukan proses yang tidaklah singkat untuk bisa mencapai keadaan tersebut. Ada yang mengalami margin call terlebih dahulu, ada yang mengalami stress di sela-sela tradingnya, ada juga yang tidak bisa tidur karena posisinya sedang floating dan lain sebagainya.

Berikut ini ada beberapa hal yang dilakukan oleh 90% trader yang kehilangan uangnya di pasar secara konsisten :

1.    Ah, harga pasti kembali lagi. Tenang saja

Pernahkah ada berpikir seperti ini? Saya yakin beberapa pembaca tersenyum ketika membaca hal ini.  Seorang trader mengalami floating loss biasanya dibayang-bayangi hal ini pada waktu trading forex. Mereka berpikiran “harga pasti akan kembali ke posisi saya.“ Alih-alih melakukan cut loss atau memasang stoploss, mereka justru menahannya hingga berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Selain menggerogoti modal, hal ini dapat menghancurkan mental seorang trader dan dapat menimbulkan rasa sakit emosional yang seharusnya bisa dihindari. Bagi yang pernah mengalami hal ini, hindarilah dengan menempatkan stoploss pada level yang tepat dan konsistenlah terhadap hal tersebut. Walaupun anda terkena loss, berpikirlah positif dan kesempatan lain pasti akan datang.

2.    Mmm, saya pikir pasti ……..

Saya pikir pasti naik, saya pikir pasti turun. Jika anda pernah mengalami hal ini janganlah ragu untuk tersenyum kembali. Seorang trader yang trading forex dengan menggunakan opini daripada menggunakan analisa dan price action biasanya akan mendapatkan tingkat keberhasilan yang lebih rendah. Opini yang tidak berdasar dan tidak melalui analisa, hanya akan menghancurkan account trading anda. Analisalah sebelum masuk ke pasar dengan mengikuti trend di pasar dan perhatikan price action yang terjadi.

3.    Seberapa besar modalku dapat menahan kerugian?

Seorang trader yang masuk ke pasar dengan jumlah lot yang besar dan tidak memiliki pemahaman trading forex yang benar, biasanya mereka akan bertanya-tanya “seberapa banyak modalku dapat menahan kerugianku?“ Hal ini dapat membahayakan account trading anda. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya anda pahami terlebih dahulu bisnis trading forex dan jangan lupa gunakanlah stoploss dalam setiap aktivitas trading anda.

4.    Mencari analisa terbaik di pasar

Pernahkah anda mengalami hal ini? Anda mencari analisa-analisa di website A, B dan C atau bahkan mencari di forum trading forex.  Seorang trader yang tanpa henti mencari analisa, cenderung menjadi kurang fokus dalam aktivitas tradingnya. Yang terjadi justru mereka mengalami kebingungan ketika akan masuk ke pasar. Sebaiknya anda belajar bagaimana menganalisa pasar, mengelola mental, dan money management dalam bertrading. Mencari second opinion di pasar tentu saja diperbolehkan namun jangan dijadikan alat untuk pengambilan keputusan anda semata.

Bagaimana? Apakah anda pernah mengalami hal – hal di atas? Jika Anda ingin menjadi trader sukses dalam jangka panjang maka kita harus mengambil pelajaran dari hal-hal diatas agar anda dapat melakukan trading dengan profit konsisten. Happy trading. J

Pertolongan Pertama Ketika Trading Dalam Posisi Rugi

Kondisi ideal dalam sebuah trading strategy adalah ketika kita berada dalam posisi profit. Akan tetapi, kenyataan memang tidak selalu  seindah harapan.  Kita bisa jadi berada dalam kondisi sebaliknya, terjebak dalam posisi rugi ketika trading. Kepanikan, emosi, marah, kecewa, bakal bercampur jadi satu ketika kita ada dalam keadaan seperti ini. Terlebih lagi saat kita mengalami rentetatan kerugian yang berturut-turut (losing streak).  Hal ini sudah dapat dipastikan akan mempengaruhi mental trader, dan jika tidak dengan cepat ditanggani bisa menyebabkan trauma terhadap pasar.

first-aid-kit-image

first-aid-kit

 

Lalu, langkah cepat apa yang bisa kita lakukan ketika ada dalam posisi rugi? Ketika Anda dalam posisi rugi, akan lebih baik apabila Anda segera beristirahat dan menghentikan kegiatan trading Anda. Tidak ada salahnya membiarkan posisi trading yang masih open. Istirahat ini dimaksudkan supaya Anda bisa mengambil waktu untuk bisa berpikir lebih tenang dalam mengatasi posisi open Anda yang sedang merugi. Dengan kata lain sebaiknya kita menenangka diri terlebih dahulu. Coba juga untuk mengidentifikasi faktor apa yang menyebabkan Anda mengalami kerugian dalam trading. Jangan-jangan Anda over trading. Over trading ini semacam tekanan mental yang datang ketika kita trading, misalnya kondisi sedang stress, euphoria yang berlebihan, dan lain-lain. Kita harus mempunyai kedisplinan dalam trading dengan kata lain kita harus bisa berkata cukup ketika kita sedang untung maupun sedang rugi.  Jangan sampai ketika kita sedang untung, kita over confident, sehingga masuk ke pasar berulang-ulang kali dengan mengandalkan keberuntungan kita pada hari itu, bukan trading berdasarkan trading strategy yang telah kita susun. Dan sebaliknya jika kita sedang rugi, kita terus menerus masuk pasar untuk membalikan posisi rugi tersebut. Nah, cobalah untuk mengetahui tentang apa penyebabnya kegagalan trading Anda.

Anda pasti memiliki trading strategy, bukan? Coba Anda lihat lagi trading strategy Anda tersebut, terutama ketika masa-masa Anda mengalami kerugian. Dari situ nantinya akan terjawab : seberapa konsisten Anda dengan rencana trading yang disusun sebelumnya. Khawatirnya Anda keluar dari rencana trading yang telah susun. Misalnya rencana trading Anda adalah jika Anda profit sekian pips maka Anda akan berhenti untuk trading pada hari ini. Atau jika Anda loss sekian pips maka Anda akan berhenti untuk trading pada hari itu. Dan yang terpenting setelah mengetahui penyebab kerugian trading Anda ini adalah melakukan perbaikan dengan segera. Apabila Anda melakukan perbaikan dengan terus-menerus, Anda akan memiliki mental yang matang dalam menghadapi trading. Jika Anda cukup waktu, perbaikan secara detail akan sangat membantu Anda. Jadi, jangan khawatir dengan kerugian trading. Tokh Anda sudah mengetahui sebelumnya bahwa resiko trading salah satunya adalah mengalami kerugian kan? Bahkan dengan mengalami kerugian, dan memperbaikinya kita telah mendapatkan pengalaman yang berharga. Dan dari pengalaman tersebut kita bisa menambahan strategi baru pada trading strategy kita. Sehingga kerugian tersebut bisa dihindari di kemudian hari. Yang terpenting, bagaimana ada mempersiapkan diri ketika kerugian itu datang.

Faktor Kegagalan pada Psikologi Trading

Ketika terjun di dunia trading hal yang pertama menjadi “goal” seorang trader adalah profit maksimal dan loss minimal. Hal ini adalah hal yang wajar. Untuk apa “capek-capek” menunggui chart jika hasil akhirnya bukan profit. Pastinya banyak diantara kita yang ingin cepat mendapatkan keuntungan dalam trading, dan bahkan cenderung menjadi serakah. Biasanya yang sering terjadi adalah mengambil setiap kesempatan yang muncul, ingin mendapatkan keuntungan yang lebih, dan menggunakan semua modal dalam sekali transaksi.

 

Padahal langkah tersebut bukanlah cara yang bijak untuk melakukan trading. Dibutuhkan  kedisiplinan tinggi dalam trading supaya kita mampu menjadikan transaksi trading tersebut bisa terus berlanjut dan juga menguntungkan. Untuk apa kita trading mendapat kan profit yang besar dalam 1 hari namun di keesokan harinya kita loss sampai memakan modal trading kita. Karena itu kita harus memanage psikologi trading kita. Karena yang bertanggung jawab dengan hal ini adalah diri kita sendiri. Karena itulah seringkali kita mendapati 2 trader yang mempunyai sistem trading yang sama bisa mendapatkan profit yang berbeda. Hal ini berhubungan erat dengan psikologi trading dari masing-masing kita.

 

psikologi trading

psikologi trading

Tentunya dalam trading kita harus menyiapkan analisa dan juga menetapkan batas-batas atau perencanaan dimana kita nantinya akan membuka posisi serta kapan waktunya untuk kita menutup posisi. Selain itu juga gunakan sistem stop loss pada saat membuka posisi, berjaga-jaga untuk menghindari kerugian lebih besar. Stop loss sering kali dianggap sebuah kegagalan dalam trading oleh sebagian besar trader. Padahal stop loss dan cut loss adalah hal yang biasa dalam dunia trading. Bahkan para trader professional juga masih sering melakukannya. Ini sangat perlu dilakukan untuk tetap terus menjaga kedisiplinan atau konsistensi kita dalam trading.  Jangan sampai kita trading tanpa menghitung atau menganalisa terlebih dahulu titik stop loss kita. Dan kita terus “membandel” dengan posisi kita yang nyata-nyata tidak sesuai dengan pergerakan pasar. Sehingga berakhir dengan margin call. Ketika hal ini terjadi para trader cenderung menjadi “takut” dan trauma untuk masuk ke dalam pasar kembali. Dan hal ini sangat berdampak buruk pada psikologi trading kita.

 

Hal lain yang berdampak buruk pada sistem trading kita adalah “keserakahan”. Akan lebih baik apabila kita mengambil profit yang sudah nyata di depan mata untuk menghindari harga berbalik (reversal). Namun apabila harga melanjutkan trendnya, kita boleh membuka lagi posisi yang baru dengan tetap selalu menjaga kewaspadaan. Memang tidak ada yang akan menjamin profit atau loss, tapi bukan berarti juga analisa tersebut tidak benar atau tidak perlu dilakukan. Oleh karena itu kita harus teliti dalam menganalisa waktu yang tepat pada saat membuka posisi. Tapi yang terpenting dari semuanya adalah ambil profit yang sudah nyata, dan jangan menunggu harga berbalik. Jadi kesimpulannya yang harus kita hindari adalah sikap “takut” dan “serakah” dalam trading.