2 Mindset Pemula Tentang Trading

Mindset merupakan salah satu hal yang penting yang dapat mempengaruhi kita dalam melakukan suatu tindakan dikemudian hari. Apabila mindset kita positif biasanya kita akan melakukan sesuatu yang positif dan menghasilkan sesuatu yang positif sedangkan apabila mindset kita negatif biasanya akan berakibat terhadap segala hal yang akan kita lakukan dan hasilnya biasanya akan negatif juga. Begitupun, dalam trading forex, bukan hanya mindset negatif yang akan menyebabkan kegagalan, tetapi harapan yang terlalu tinggi dan berlebihan juga akan berakibat fatal. Pada artikel ini, penulis akan membahas 2 mindset berbahaya yang pada umumnya ada pada diri seorang trader dan berpotensi dapat menghancurkan account tradingnya. Anda sebaiknya harus berusaha menjauhi mindset berikut ini jika anda ingin tetap eksis dalam bertrading forex.

 

Mindset Trading

Mindset Trading


1. Mindset “ Berharap Berlebihan Terhadap Trading Forex “

Pernahkah anda berpikiran seperti subjudul diatas. Sebagai penulis, jujur sayapun pernah berpikiran seperti diatas. Jika anda berpikir bahwa trading forex adalah satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan dalam hidup, biasanya hal ini akan menjadi duri dalam jerami yang akan mengakibatkan kegagalan dalam bertrading. Menurut penulis, menjadi hal yang keliru apabila seorang trader sangat berharap mendapatkan kesuksesan finansial dari hasil trading. Kenapa penulis berpikir demikian? Karena penulis berpikir, apabila menanamkan mindset tersebut cenderung akan memaksakan profit pada setiap transaksi yang dilakukannya.

Dari fakta yang berkembang di masyarakat, hampir mustahil seorang trader akan benar-benar sukses selama ia tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk selalu belajar secara maksimal dan selalu mengantisipasi pergerakan harga pasar. Trader yang menghilangkan mindset diatas, tidak merasa terbebani untuk selalu memperoleh keuntungan, dan menanamkan sikap santai dalam bertrading, biasanya akan dapat melihat pasar dengan kacamata yang lebih obyektif dan tidak akan selalu memaksakan diri untuk masuk ke dalam pasar.

Jika anda memiliki mindset “Berharap Berlebihan Terhadap Trading Forex “, anda harus berusaha untuk menghilangkan mindset tersebut sehingga anda akan terhindar dari perilaku tangan gatel untuk masuk ke pasar dan anda pasti dengan tidak telalu fokus pada hasil trading yang akan anda peroleh. Anda tidak perlu takut kehilangan moment untuk mendapatkan keuntungan karena pasar tersedia 24 jam selama 5 hari dan banyak kesempatan yang akan dapatkan apabila anda melewatkan kesempatan. Kesempatan trading untuk profit selalu ada asalkan anda bisa trading secara obyektif dan tidak memaksakan profit yang berlebihan.

2. Mindset ’’Trading hari ini saya harus profit’’

Mindset seperti ini selalu timbul pada trader pemula. Trader pemula biasanya selalu mengharapkan hasil trading yang maksimal dari setiap posisi yang telah ia pasang di pasar tanpa memperdulikan kenyataan bahwa sangatlah sulit mengharapkan hasil yang pasti dari setiap trading yang kita lakukan. Hal itu disebabkan karena dalam trading, walaupun anda memiliki sistem trading yang paling hebatpun, tidak akan pasti dapat menghasilkan keuntungan 100%. Pasti kadang anda akan sesekali mendapatkan kerugian dan sesekali mendapatkan profit.

Anda hanya akan mengetahui hasil akhir trading anda setelah anda melakukan trading dalam beberapa periode waktu tertentu. Anda harus selalu fokus dengan sistem trading yang anda miliki dan anda bisa mengevaluasinya setelah melalui beberapa periode. Janganlah berpikiran selalu jelek mengenai kerugian, karena kerugian pasti tidak bisa dihindarkan. Apabila hasil kerugian anda lebih sedikit dari hasil keuntungan anda, itu sudah dapat dikatakan anda memperoleh sebuah keuntungan.

Jika anda selalu berfokus pada mindset ’’trade hari ini saya harus profit’’, maka anda tidak akan mengetahui keefektifan trading sistem yang anda gunakan karena perlu periode waktu trading tertentu untuk dapat mengujinya. Ubahlah mindset anda menjadi fokus pada strategi dan sistem trading yang anda gunakan. Jika tidak sesuai dari yang anda harapkan, evaluasilah sistem trading anda. Diperlukan kedisiplinan dan konsistensi dalam anda menguji sistem trading anda. Yuk awali perjalanan bisnis Anda dengan membaca Apa itu Forex ?

Moving Stop Loss dan Multiple Lot Strategy

Ibarat sebuah medan pertempuran, tentunya diperlukan strategi untuk menghadapi musuh. Strategi-strategi tersebut tentunya harus dicocokan dengan keadaan medan pertempurannya. Begitupun dalam bisnis trading forex, diperlukan strategi-strategi khusus ketika memasuki pasar. Strategi-strategi tersebut termasuk dalam bagian risk management atau biasa yang disebut management resiko. Strategi tersebut bermacam-macam, sebagai contoh strategi cut loss, switching strategi dan hedging strategi. Namun saat ini, penulis tidak akan membahas strategi yang dipaparkan di atas. Namun, penulis akan membahas strategi moving stop loss dan multiple lot strategy.

  1. Moving Stop Loss

Moving stop loss merupakan strategi management resiko yang digunakan ketika kita ingin bertransaksi mengikuti sebuah trend harga (trend follower). Sesuai dengan namanya, moving stop loss berarti memindahkan level resiko sesuai dengan pergerakan trend. Prinsip moving stop loss sebetulnya mirip dengan trailing stop. Kelemahan trailing stop, tentunya terkendala dengan koneksi internet apabila koneksinya bermasalah dan keadaan meta trader dalam laptop atau komputer yang harus selalu dalam keadaan sistem running. Akan tetapi, strategi moving stoploss tersebut kelemahan tersebut bisa terminimalisir dan strategi ini lebih mengandalkan kemampuan seorang trader dalam menilai resiko pasar.

Moving Stop Loss

Sebagai contoh : misalkan anda mengambil posisi buy 1 lot di harga 100 dengan resiko sebesar 50 pips. Lalu harga kemudian naik ke 300 yang akhirnya terkoreksi ke 200 dan kembali naik menuju 500.  Dari ilustrasi ini, anda bisa menerapkan strategi moving stop loss di area koreksi tersebut, di kisaran 200 sehingga keuntungan anda dapat terjaga. Apabila ternyata naik lagi, anda bisa menempatkan stop loss anda di koreksi berikutnya.

Berdasarkan strategi ini, keuntungan anda dalam jangka panjang akan ditentukan dari seberapa panjang trend – trend yang terbentuk. Pergerakan  trend yang hanya memiliki sedikit gelombang biasanya akan menghasilkan kerugian walaupun nilai resiko berhasil dikecilkan. Untuk menghindari hal tersebut, anda dapat menggunakan strategi multiple lot.

  1. Multiple Lot Strategy

Banyak orang yang tidak sanggup secara mental untuk menahan sebuah posisi transaksi yang sedang mengalami kerugian. Akan tetapi, membiarkan keuntungan dari sebuah posisi yang masih terbuka juga bukan hal yang mudah.  Bayangkan situasi dimana posisi transaksi sudah mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Kemudian pergerakan harga masuk ke fase koreksi dan mengurangi keuntungan pada posisi transaksi. Apa yang akan anda lakukan? Di satu sisi anda pasti ingin memaksimalkan posisi transaksi dari kemungkinan kelanjutan trend. Namun di sisi lain anda tidak ingin membiarkan posisi yang sudah mengalami keuntungan tersebut berubah menjadi kerugian.

Multiple Lot Strategy

Solusinya adalah dengan menggunakan multiple lot strategy. Dengan menggunakan strategi ini, berarti kita menggunakan volume transaksi yang dapat dipecah. Ketika posisi transaksi sudah mengalami keuntungan, kita dapat mengambil sebagian dan membiarkan sisanya untuk mengantisipasi pergerakan yang lebih besar. Untuk lebih jelasnya, kita akan memakai ilustrasi yang sama dengan moving stop loss.

Sebagai contoh : misalkan anda mengambil posisi buy 4 lot di harga 100 dengan resiko sebesar 50 pips. Lalu harga kemudian naik ke 300 yang akhirnya terkoreksi ke 200 dan kembali naik menuju 500.  Dari ilustrasi ini, anda bisa menerapkan strategi multiple lot strategi ketika harga mencapai 300, lalu anda bisa menutup 2 lot atau setengah dari posisi transaksi anda. Lalu ketika harga terkoreksi dan kemudian naik kembali ke 500, anda bisa menutup setengah lot dari posisi anda yang tersisa. Tentunya strategi inipun, bisa dikombinasikan dengan strategi moving stop loss yang telah diutarakan di atas.

Namun sebagai tambahan, untuk menjalankan strategi – strategi diatas, anda harus selalu mengkombinasikan juga dengan risk to reward ratio. Risk to reward ratio adalah perbandingan antara kerugian yang diterima dengan keuntungan yang diperoleh. Pernahkah anda mendengar sebuah sistem trading yang menggunakan stoploss 50 pips dan target profit 30 pips? Sistem tersebut berarti mempunyai risk to reward ration 5 banding 3. Dengan menggunakan dua strategi diatas namun menerapkan risk to reward ratio yang buruk, berarti anda bersedia menanggung kerugian yang nilainya lebih besar dari peluangnya. Sehingga gunakanlah strategi – strategi diatas dengan risk to reward ratio yang baik juga yakni target profit lebih besar dari stoploss nya.

Happy Trading 🙂

Cara Memilih Periode Indikator yang Tepat

Ketika kita fokus pada satu indikator dalam satu perdagangan, ada pertanyaan yang sering muncul mengenai berapa jumlah periode indikator yang harus ditetapkan atau digunakan pada setiap pair. Dua pertanyaan yang sering muncul periode indikator yang digunakan mengunakan pengaturan default atau para trader harus menggunakan pengaturan “tweak “?
Sebagai aturan umum, yang harus diketahui dan di pahami dengan mudah ketika jumlah periode indikator yang diatur membesar dari harga default, maka indikator akan menjadi kurang sensitif terhadap pergerakan harga seperti yang digunakan pada sejumlah besar waktu untuk menghitung (rata-rata) pergerakan harga. Akibatnya, kita sering melihat harga “terlambat bergerak turun atau naik”.
Sebaliknya ketika jumlah periode menurun dari harga default maka indikator akan menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan harga karena menggunakan waktu periode yang lebih sedikit, rentang waktu yang digunakan lebih singkat untuk menghitung data. Dalam hal ini kita akan melihat harga akan semakin “cepat bergerak ke atas atau ke bawah”.
Mari kita coba dengan menggunakan indikator RSI pada grafik harian dari EURCAD di bawah ini sebagai contoh…
periode-indikator

periode-indikator

Seperti yang sudah kita ketahui cara me-review indikator RSI dengan cepat,
indikator RSI akan memberikan sinyal beli ketika telah berada di bawah level 30 dan kemudian indikator bergerak dan menutup ke atas 30. Sinyal jual terjadi dari indiaktor RSI ketika harga telah berada di atas 70 dan kemudian bergerak dan menutup di bawah level 70.
Indikator RSI pertama pada grafik di bawah ini adalah standar dengan menggunkan periode standar 14. Berdasarkan kriteria di atas, sinyal beli atau jual dihasilkan di masing-masing lingkaran hijau dengan total 6 sinyal.
Pada versi kedua periode indikator di bawah ini kami telah memperpendek jumlah periode sampai menjadi 9. Seperti dapat dilihat, indikator menjadi jauh lebih sensitif dan perbedaan jumlah sinyal yang dihasilkan dengan mudah terlihat dengan total pada versi ini adalah 10 sinyal yang diberikan.
Jika kita bandingkan sinyal tersebut pada pergerakan harga di grafik, kita dapat
melihat bahwa beberapa sinyal yang valid akan menghasilkan pips sementara
sinyal yang lain hanya berumur pendek atau sering disebut sinyal entri palsu dapat kita lihat pada grafik.
Versi terakhir dari indikator RSI ditetapkan adalah periode 25. Kita bisa melihat efek smoothing bahwa peningkatan jumlah periode yang dimiliki. Terlihat, kami mencatat bahwa tidak satu sinyal yang dihasilkan selama dengan waktu yang dicakup oleh grafik. Ketika sinyal tidak muncul, bagaimanapun juga, itu akan memiliki tingkat yang lebih besar di balik keandalan baik periode 9 atau 14.
Sesudah semua hal di atas, maka seorang trader dapat mengatur periode berapa pun yang mereka temukan dan terbaik untuk menjadi gaya trading dan strategi mereka masing. Hal ini dapat dicapai melalui eksperimen dengan berbagai time frame dan hasil forward.
Untuk perdagangan jangka panjang jumlah periodenya mungkin akan semakin
meningkat. Sinyal perdagangan sedikit akan tetap sinyal yang dihasilkan akan
memiliki tingkat kehandalan yang lebih besar. (Sama seperti menggunakan grafik jangka panjang versus grafik jangka pendek). Sebaliknya, jika Anda mengurangi jumlah periode maka sinyal perdagangan yang akan dihasilkan lebih banyak tetapi mereka akan memiliki tidak memiliki keandalan yang cukup atau tingkat keandalan lebih rendah.
Jadi semuanya dikembalikan ke masing masing trader, periode yang mana akan
anda pilih?

Siklus Pasar

Sebagian besar fenomena yang kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu kejadian yang terjadi dalam satu siklus. Ini adalah fenomena yang sering terjadi pada satu musim, terbit dan terbenamnya matahari, pasang surut air laut, siang dan malam, bumi berputar untuk mengelilingi matahari, dll. Kami mengambil contoh ini untuk membuka pola pikir yang jarang sekali di pikirkan oleh banyak orang dalam fenomena siklus. Kita tahu, hari ini dunia telah memiliki instrumen yang cukup akurat untuk dapat memperkirakan kejadian alam tertentu di masa depan, yang berkisar dari badai cuaca, tabrakan dalam ruang alam semesta dan tsunami atau gempa.

Yang mendasari faktor dalam forecasting adalah serangkaian siklus yang berulang ulang dan pada dasarnya akan membentuk satu hipotesis. Metode yang sama diterapkan untuk analisis pada pergerakan pasar uang. Kita bisa menggunakan teori siklus pasar untuk meramalkan evolusi di pasar keuangan, yaitu kita dapat memprediksi kapan harga berada di level terendah dan level tertinggi dari sebuah siklus yang mungkin akan terjadi. Dengan menggunakan informasi ini, para trader, para analis dengan demikian dapat menguraikan strategi trading masing-masing ketika mereka sesudah mengetahui kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi dan tercermin dalam satu pergerakan harga mata uang.

Pertanyaannya sekarang, apakah siklus pasar?

Mari kita memahami konsep dasar dari siklus pasar. Bayangkan dalam satu pergerakan harga mata uang bergerak naik dan turun yang digambarkan pada satu grafik dalam bentuk gelombang. Bagian bawah gelombang adalah titik terendah dan bagian atas gelombang adalah titik tertinggi. Setiap titik rendah terhubung ke titik tinggi, yaitu puncak gelombang. Waktu antara dua titik rendah atau dua titik yang paling tinggi dapat dianggap sebagai siklus. Bayangkan ini seperti hari terpanjang musim panas dan hari terpanjang berikutnya yang dapat kita lihat di penanggalan Sumeria dalam satu siklus musim. Harga sering mengulangi siklus selama periode waktu yang digunakan untuk menentukan trend dan kecenderungan yang digunakan sebagai dasar untuk metode forecasting peramalan dan karena itu, gambar di bawah adalah Euro / USD grafik harian, yang menunjukkan bahwa, dalam setiap 30 sampai 43 hari, pergerakan harga EUR/USD berada di harga terendah dan tertinggi.

Siklus Pasar

Siklus pasar dapat di bagi dalam beberapa kelompok yang berbeda, yaitu siklus pendek, menengah dan jangka panjang.

Siklus jangka menengah dan jangka panjang sering digunakan dalam analisis forex jangka panjang, dimana diperkirakan harga yang berada pada satu siklus pergerakan ada kurang lebih 20-45 candle dengan time frame harian atau hingga kurang lebih 30-50 candle dengan time frame mingguan. Analisis forex dengan menggunakan jangka pendek melibatkan periode 100-400 candle dengan time frame 1-jam.

Anda mungkin menemukan siklus yang lebih pendek, namun siklus jangka panjang yang paling banyak digunakan untuk menentukan trend pasar dari harga tertinggi dan harga terendah, yaitu pada saat para trader menggunakan kesempatan untuk membuka posisi beli atau membuka posisi jual.

Jadi metode ini juga dapat menambah satu masukan yang dapat dipertimbangkan ketika kita hendak masuk ke dalam pasar.

Mengenal GAP

Apakah itu GAP?

Kala tabir surya terbuka, yakni di mana matahari terbit di ufuk timur, pertanda perdagangan di awal minggu di pasar keuangan telah dibuka. Penulis terkejut, ketika hampir di semua pair yang berhubungan dengan dollar AS, dibuka dengan “gap”. Rasa penasaran berkecamuk untuk mencari penyebab gap tersebut, yang menyebabkan loncatan harga pasca pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama lainnya. Ternyata, penyebab gap tersebut adalah berita mantan Menteri Keuangan Lawrence Summers yang merupakan kandidat kuat untuk menggantikan pemimpin the Fed Ben Bernanke, mengundurkan diri dari bursa pencalonan ketua Federal Reserve.

Gap memang seringkali muncul diantara penutupan dan pembukaan pasar. Apalagi di antara jeda pasar tersebut terdapat kejadian besar yang dapat mengerakan harga disaat pasar sedang tertidur. Sehingga ketika pasar dibuka, akan timbul suatu loncatan harga yang signifikan.

Apakah “GAP“ itu sebenarnya? Gap harga adalah ruang kosong yang bisa kita lihat di chart yang tercipta karena harga pembukaan pada sebuah candle/bar tidak sama dengan harga penutupan pada candle/bar sebelumnya. Biasanya gap tersebut, akan terisi lagi oleh pergerakan harga. Namun faktanya tidak semua gap terisi kembali dan kadang bertindak sebagai area support atau resistance.

Jenis GAP

Berdasarkan jenisnya, gap dibagi menjadi tiga bagian yaitu breakaway, runaway dan exhaustion gap. Berikut penjelasan dari 3 gap tersebut :

  1. Breakaway Gap

Breakaway Gap adalah Gap yang terjadi bersamaan dengan sebuah reversal atau pembalikan trend. Oleh karena itu, breakaway gap berada di awal sebuah trend. Tipe gap ini tidak selalu terisi kembali dan sering bertindak sebagai area support atau resistance

  1. Runaway Gap

Runaway Gap adalah gap yang terjadi di pertengahan sebuah trend. Tipe gap ini menunjukkan penguatan trend dan bertindak sebagai support pada kondisi trend naik, dan sebagai resistance pada kondisi trend turun. Maka dari itu, tipe gap ini tidak selalu terisi. Tipe gap ini juga disebut sebagai measuring gap karena sering terjadi di 50 % perjalanan sebuah trend. Artinya, pada saat runaway gap terbentuk, kita sudah dapat memperkirakan bahwa harga kemungkinan akan bergerak dengan jarak yang sama dengan jarak dari pergerakan sebelumnya.

  1. Exhaustion Gap

Exhaustion Gap adalah gap yang terjadi sebelum trend berakhir. Namun, pada kondisi sebenarnya, exhaustion gap dapat kita indentifikasi setelah sebuah trend berakhir atau reversal.
Dalam pembahasan mengenai gap, kita juga akan mengenal istilah island reversal top dan island reversal bottom. Island reversal adalah kumpulan bar/ candle yang terpisah dari kumpulan bar/ candle lainnya. Kombinasi antara exhaustion dan breakaway gap membentuk pola island reversal. Island reversal dapat terbentuk di puncak maupun di lembah. Apabila terbentuk di puncak, pola ini disebut island reversal top, dan apabila terbentuk dilembah, pola ini disebut island reversal bottom.

Mengenal GAP

Pembahasan tentang gap sesungguhnya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konsep trend. Dengan menambahkan analisa tentang gap dalam analisa trend, kita akan dapat melakukan cross check untuk mengkonfirmasi satu sama lain. Namun, frekuensi terjadinya gap tidak selalu sama pada seluruh instrument. Sebagai contoh, gap cukup jarang terjadi pada instrument mata uang. Sebaliknya, gap sering terjadi pada instrument indeks saham, komoditi, maupun instrumen derivatif lainnya.

Semoga bermanfaat untuk anda yang ingin memahami gap. Jika Anda ingin coba aplikasi dan melihat langsung terjadinya gap di real market dunia, bisa coba Demo Account kami.

FOREXimf.com di Indonesia Financial Expo Forum 2013

FOREXimf.com berpartisipasi dalam forum finansial terbesar di Indonesia yaitu Indonesia Financial Expo Forum 2013. Kali pertama mengikuti kegiatan pameran ini, FOREXimf.com mendapat cukup banyak fresh database selama 3 hari kegiatan, sejak 4, 5 dan 6 Oktober 2013 di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center. Kegiatan ini pun menghasilkan margin in yang cukup besar bagi FOREXimf.com.

IFEF 2013 yang mengusung tema “Invest Now for a Better Tomorrow” ini merupakan IFEF ke-2 yang terselenggara berkat kerjasama antara Harian Kontan dan Debindo Mitra Dyantama selaku event organizer.

-Corcomm2013-

Tiga Metode Pada Indikator Moving Average

Salah satu indikator forex yang paling populer adalah Moving Average dan para newbie pun sering menggunakan strategi Crossover MA dan merasakan keuntungan menggunakan strategi tersebut. Nah, ketika harga bergerak volatile atau tajam sering penggunaan indikator ini menjadi tidak menguntungkan dikarenakan indikator tertinggal oleh harga yang sudah bergerak. Berarti sebagian besar sinyal yang terbentuk akan terlambat untuk di antisipasi. Namun, ada beberapa metode trading yang lebih ekstrim dan tidak menggunakan Moving Average untuk sinyal perdagangan yang lebih akurat, dan memiliki tingkat akurasi hingga 80%. Pada artikel ini kita akan membahas beberapa metode tersebut.

Moving Average

Metode 1 : Moving Average digunakan untuk bouncing

Metode pertama adalah untuk penggunaan tren, dan memasukkannya ketika harga menunggu kembali ke level moving average (dengan melakukan konfirmasi moving average dalam keadaan trending dan tidak datar) dan harga memantul pada area tersebut. Setelah bounce dikonfirmasi dan harga masuk ke dalam area moving average maka harga akan melanjutkan tren sebelumnya. Dengan menggabungkan tren pada titik atau level penting, strategi ini adalah strategi yang sangat cukup baik yang dapat membuat Anda mengenal tren dengan tingkat resiko yang rendah namun akurasi yang tinggi.

Metode 2 : Moving Average Untuk Mendeteksi Trend

Dengan menggunakan moving average, maka para trader dapat menentukan apakah pasar berada dalam kondisi trending atau sideway. Untuk melakukan hal tersebut, yang kita lakukan hanyalah melihat sudut kemiringan movin average. Jika datar, artinya harga berada pada kisaran tersebut dalam keadaan sideways dan disarankan untuk tidak mencoba atau membuka posisi untuk bertransaksi. Jika sudut berada dalam kemiringan tertentu artinya harga berada dalam tren dan kita bisa mencari tempat untuk mengambil posisi dengan membuka posisi sesuai dengan tren.

Metode 3 : Bunny Girls

Metode Bunny Girls, atau lebih di kenal dengan BGX, adalah metode bounce dengan filter khusus yang dapat melakukan dan menyebabkan trading menjadi sangat akurat. Filter ini sangat cukup sederhana namun kuat : posisi yang akan kita buka, tidak langsung di eksekusi ketika masuk pada harga pasar, tetapi kita meletakkannya dengan memesan pada saat harga melampaui level yang telah kita tentukan, yaitu 20 pips dari harga saat ini dengan arah tren yang sedang terbentuk. Ini berfungsi sebagai konfirmasi tambahan ketika harga bergerak pada tren yang kuat dan membuka potensi kita dapat masuk ke dalam transaksi perdagangan. Hal ini dapat meningkatkan dan memperbesar tingkat akurasi hingga 90%, sehingga strategi ini cukup banyak digunakan.

Kesimpulannya, indikator moving average meskipun sedikit kurang diminati, merupakan indikator yang dapat memberikan sinyal yang sangat baik pada banyak pair forex, saham dan komoditas. Hanya dengan menggunakan tiga set-up di atas yang dijelaskan dalam artikel ini Anda dapat menemukan strategi yang dapat mulai memberikan keuntungan ketika masuk ke dalam pasar dengan cukup mudah dan konsisten.

Salam,

Fibonacci

Kita semua sering dengar cerita bahwa trader sukses selalu menggunakan Fibonacci dan Golden rasio. Sebelumnya, kita harus mengetahui untuk mencoba strategi dengan mengunakan alat bantu ini, sangat penting bahwa kita untuk mengetahui dan memahami apa yang para trader lakukan dengan fibonacci.

Sementara itu, angka Fibonacci dan urutan angka pertama diketahui dan muncul dalam sebuah buku ( Liber Abaci ) yang ditulis oleh seorang matematikawan terkenal abad ke-13 yaitu Leonardo Fibonacci da Pisa pada tahun 1202 dan buku tersebut memberikan pemecahan masalah. Pertanyaan yang muncul : “Berapa banyak pasang angka yang dapat dihasilkan dari satu pasangan, jika setiap periode masing-masing pasangan manghasilkan pasangan baru, dari periode kedua, dan menjadi produktif ?

bilangan-fibonacci

Angka-angka Fibonacci pertama kali diperkenalkan di negara-negara Eropa, yang masih menggunakan angka Romawi dengan sistem desimal atau angka Hindu – Arab yang saat ini masih digunakan. Deret angka Fibonacci adalah 1,1,2,3,5,8,13,21,34 dan seterusnya hingga tak terbatas, dibuat dengan menambahkan dua angka sebelumnya dalam urutan, yang akan muncul pada ututan nomor berikutnya.

Demikian pula, Golden ratio juga terhubung dengan angka Fibonacci, seperti yang dicatat bahwa hanya setelah beberapa angka pertama dalam urutan angka Fibonacci, rasio jumlah apapun ke nomor berikutnya yang lebih tinggi adalah sekitar 0,618, dan jumlah yang lebih rendah adalah 1,618. Kedua angka tersebut dikenal sebagai Golden rasio.

Angka Fibonacci banyak di gunakan dalam bidang seni, musik, biologi dan arsitektur sehingga banyak para trader yang menggunakan angka Fibonacci untuk mengatur dan menghentikan posisi loss order. Dua dari tingkat persentase yang paling penting dalam trading Fibonacci retracement adalah 38,2% dan 62,8 %. Sementara persentase retracement penting lainnya meliputi 75 %, 50 % dan 33 %. Misalnya, jika tren harga bergerak ke atas di mulai dari nol hingga akhir pergerakan puncak pada 100, untuk kemudian akan menurun menjadi 50, maka pergerakan itu akan dianggap sebagai retracement 50 %. Demikian pula  sebakinya, tingkat yang sama dapat diterapkan pada pasar yang dalam keadaan bergerak ke bawah dan kemudian tiba-tiba mengalami koreksi ke atas.

Ada hubungan besar antara angka Fibonacci dan perdagangan Forex, dimana pendefenisian level stop loss, maka seorang trader dapat mengatur penempatan stop loss tepat di bawah atau di atas zona, dengan tiga tingkat angka Fibonacci yang bergetak bersama-sama di zona relatif yang cukup ketat. Selain itu, angka Fibonacci dapat membantu menentukan level profit ketika level support  atau resistan di tembus ketika harga di dalam area perdagangan, atau seorang trader melakukan transaksi perdagangan di area support. Dalam kasus tersebut , maka transaksi akan dibatalkan dan posisi ditutup .

Namun, dengan menggunakan Fibonacci retracement maka perdagangan atau posisi yang terbuka dapat memberikan informasi titik keluar atau close posisi yang telah ditentukan. Selain itu, angka Fibonacci memberikan ukuran posisi tergantung pada risiko yang Anda siapkan untuk mengambil per  satu transaksi perdagangan, dan juga mendefinisikan berapa keuntungan yang dapat di peroleh dengan menyempitkan level stop loss, setelah harga selesai bergerak terhadap area angka Fibonacci.

Salah satu keuntungan besar dari angka Fibonacci dan golden rasio di perdagangan adalah pada saat mengambil keuntungan dari perdagangan dimana Anda juga dapat menentukan tidak hanya level stop loss atau kerugian ketika keluar dari pasar.

Seminar Pengenalan Perdagangan Berjangka Komoditi di Universitas Trisakti Jakarta

Seminar kali ini adalah seminar pertama yang digelar di Universitas Trisakti, Fakultas Ekonomi. Dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Oktober 2013, acara ini terselenggara atas inisiasi dari FOREXimf yang kemudian mengundang Bapak Robert James, Kepala Biro Perniagaan BAPPEBTI dan Ibu Christilia Angelica, Head of Business Development ICDX.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Ibu Farah Margaretha ME., Ph.D selaku Ketua Jurusan Manajemen Universitas Trisakti dan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Freddy Chandra, Direktur Utama FOREXimf.

Sebagai pembicara dalam seminar ini FOREXimf mengutus Head of Research and Education, yaitu Bapak Rizal Perwira untuk menjelaskan masalah prosedur trading, istilah teknis dan juga pentingnya mempelajari manajemen resiko dalam futures trading.

Seminar kali ini dihadiri oleh cukup banyak peserta yaitu sejumlah 106 Mahasiswa yang terdiri dari gabungan antara mahasiswa Fakultas Teknik Informatika, Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi (Manajemen).

Memasuki sesi tanya jawab, suasana nampak sangat hidup karena banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta seminar. Proses tanya jawab yang seharusnya hanya berdurasi 30 menit akhirnya harus diperpanjang hingga 45 menit.

Acara diakhiri dengan sesi pertukaran plakat dan kenang – kenangan serta foto bersama antara pembicara dan peserta seminar.

Kesuksesan seminar kali ini akan jadi pemacu semangat FOREXimf untuk kembali menyelenggarakan event edukasi sejenis yang bertujuan mencerdaskan masyarakat tentang industri berjangka komoditi.

-Corcomm2013-

Shutdown di Amerika Serikat

Kesepakatan yang tidak tercapai hingga batas waktu yang diberikan antara Partai Republik dan Partai Demokrat mengenai Penentuan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara AS (RAPBN AS), memaksa terjadinya “Shut down“ di Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat menghentikan anggaran belanja partial (partial shutdown) mulai Selasa 1 oktober 2013 untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 17 tahun. Lembaga Federal diperintahkan untuk memangkas layanan publik setelah anggota parlemen tidak bisa memecahkan kebuntuan politik. Partai Republik meminta kebijakan pelayanan kesehatan yang dikenal dengan Obamacare di revisi terlebih dahulu sebelum RAPBN AS disetujui. Namun permintaan partai republik tersebut di tolak oleh partai Demokrat. Sebetulnya apa yang dimaksud dengan “government shutdown AS ” itu? Government shutdown AS adalah suatu kondisi dimana pemerintah menutup sementara layanan publik pemerintahan AS, yang diakibatkan karena kongres yang terdiri atas senat dan DPR AS, tidak mencapai mufakat mengenai biaya operasional AS hingga batas waktu yang diberikan.

Shutdown di Amerika Serikat

Apa dampak dari shutdown ini terhadap perekonomian Amerika Serikat. Berikut penjelasannya :

  1. Pemasukan negara berkurang karena layanan publik AS terpaksa dihentikan

Akibat shutdown ini, sekitar sepertiga dari tenaga kerja Federal –  terpaksa cuti tanpa dibayar dari pekerjaan selama “shutdown” berlangsung. Lalu beberapa layanan publik di AS pun dihentikan sementara yang dapat menyebabkan pemasukan negara berkurang. Analisa lembaga riset IHS menyebutkan Amerika akan merugi US$ 300 juta per hari. Lembaga-lembaga pemerintah seperti Badan Imigrasi, tidak akan memproses paspor, visa, dan hal – hal yang berhubungan dengan keimigrasian. Pengadilan tidak bisa melakukan sidang. Taman Nasional dan museum tidak dibuka. Lalu beberapa fasilitas kesehatan pun terpaksa menolak pasien. Namun ada beberapa layanan publik yang tetap beroperasi selama “ shutdown ” yakni dinas perkiraan cuaca nasional, pelayanan medis di fasilitas federal , angkatan bersenjata , manajemen lalu lintas udara , dan lembaga permasyarakatan.

  1. Kepercayaan Konsumen dan Investor Berkurang

Apabila shutdown tidak segera berakhir, diperkirakan efeknya akan menjadi lebih buruk. Dengan ditutupnya fasilitas publik, bakal mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap pemerintahan. Lalu dengan penutupan fasilitas publik akan mempengaruhi keuangan para pegawai negeri yang harus menarik tabungan untuk membiayai kehidupan mereka. Karena ketidakstabilan perekonomian AS, investor lari untuk mencari asset safe haven lainnya seperti yen untuk investasi sementara mereka.

  1. Perekonomian Global Terguncang

Pada perdagangan saham pada Selasa 2 Oktober 2013, Indeks Dow Jones turun hampir 1 persen. Sejumlah bursa saham regional Asiapun ditutup melemah rata-rata 1.3 persen. Pelemahan terbesar dialami indeks Nikkei sebesar 2 persen serta HangSeng Hong Kong yang turun 1.5 persen. Dollar semakin tertekan terhadap mata uang utama lainnya seiring para investor menjauh dari dollar untuk sementara waktu.

  1. Beberapa data fundamental tidak akan dirillis

Data construction spending AS untuk periode Agustus yang seharusnya di rilis semalam, akhirnya ditunda akibat shutdown. Jika tidak tercapai kesepakatan hingga jumat nanti, maka non-farm payrolls juga berpotensi untuk mengalami penundaan karena semua survei akan terhenti dan website layanan masyarakat tidak akan update.